TANJUNG BALAI ASAHAN, PELOROBERITA.COM – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Direktorat Polair, Polda Sumatera Utara, serta Bea dan Cukai mengamankan kapal tanker berbendera Mongolia, MT. GLOBAL 168, yang membawa 1,16 ton ketamine di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, Selasa (20/10/2026).
Penindakan tersebut dilakukan setelah tim gabungan mendeteksi pergerakan kapal yang mencurigakan dan diduga berkaitan dengan jaringan peredaran gelap narkotika internasional.
Berdasarkan hasil pemantauan Automatic Identification System (AIS), kapal tersebut terdeteksi menunjukkan pola pergerakan tidak lazim sejak 14 hingga 18 Oktober 2026. MT. GLOBAL 168 terpantau melintasi Selat Malaka bagian tengah, melakukan manuver berputar atau looping pattern, serta berjangkar di kawasan Laut Andaman.
Pola pergerakan itu mengindikasikan adanya aktivitas menunggu instruksi muatan atau dugaan kegiatan pemindahan muatan antarkapal (ship-to-ship).
Kecurigaan petugas semakin menguat setelah ditemukan ketidaksesuaian identitas pada sistem AIS. Nomor Maritime Mobile Service Identity (MMSI) 457615000 yang dipancarkan MT. GLOBAL 168 tercatat dalam log lainnya sebagai identitas kapal tunda atau tugboat bernama ROVORSKY DOLPHIN.
Delapan Awak Kapal Diamankan
Menindaklanjuti hasil analisis tersebut, pada Senin (19/10/2026), tim gabungan bergerak melakukan intersepsi dengan mengerahkan Kapal Bea dan Cukai BC 20006 serta KP. Murai 4018. Operasi diawali dengan pergerakan dari Kuala Tanjung sebelum kapal target akhirnya diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan delapan awak kapal. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) berinisial RS, JA, EAE, CFR, RF, DPW, dan YC yang disebut sebagai kapten kapal, serta seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial YCY.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 1,16 ton ketamine yang disimpan dalam 58 karung.
Asal-usul Muatan Masih Didalami
Saat ini, tim gabungan masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi fisik kapal MT. GLOBAL 168, muatan, dokumen pelayaran, serta delapan awak kapal yang diamankan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri asal-usul pelayaran, kepemilikan muatan ketamine, serta kemungkinan keterlibatan jaringan sindikat narkotika internasional dalam pengiriman tersebut.
BNN bersama aparat penegak hukum terkait menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mengungkap peredaran gelap narkotika lintas negara. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan jalur laut dan melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman narkotika.
Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN

Komentar (0)