Kategori: Traveling

  • Tour de Java: Sederet Rekomendasi Tempat Piknik di Bogor

    Jakarta | Memasuki momen liburan sekolah anak, kami punya sederet rekomendasi tempat piknik keliling Jawa, yang pertama kita ke Bogor!

    Weekend Escape di Buitenzorg! Selain Kebun Raya Bogor dan Istana Presiden Republik Indonesia, serta museum zoologi, masih banyak itinerary yang menyenangkan untuk berlibur atau sekedar weekender ke Bogor. Mau alam, mau sejarah, mau kuliner, puas deh dipenuhi di Bogor!

    Sekilas sejarah ya, tempo doeloe Bogor disebut Buitenzorg oleh bangsa Eropa. Berdirinya Bogor dianggap bersamaan dengan tanggal pelantikan Raja Padjajaran yang terkenal, yaitu Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, yang dilaksanakan pada 3 Juni 1482.

    Sang Prabu menyiapkan lahan luas untuk hutan buatan atau samida di perbatasan Cianjur dan di pusat kota Bogor yang kemudian menjadi Kebun Raya Bogor dan dikembangkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Der Capellen, dilanjutkan dengan Thomas Stanford Raffles.

    Kemudian juga oleh Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt, seorang ilmuwan botani dan kimia asal Jerman yang menjadi Menteri Pertanian, Seni dan Ilmu Pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Segitu dulu ya sejarahnya, sekarang kita lanjut dengan jalan-jalan yang hits!

    Tempo sekarang, Bogor selalu terkenal dengan udara adem dan wisata kulinernya! Mulai dari Asinan Bogor, Roti Unyil Bogor, Makaroni Panggang Bogor, Bolu Talas Bogor dan masih banyak lagi.

    Ditambah lagi dengan restoran dan kafe kekinian, yang selain menawarkan makanan khasnya, juga menawarkan pemandangan indah yang instagramable. Kalau daftar kafe maupun resto hits, pasti akan bertambah terus dan makin banyak yang lebih keren, kemudian ada yang lebih keren lagi.

    Soto Kuning Pak Yusup di Jl. Surya Kencana Bogor. (Foto: peloporberita.com/Ist)

    Legendarisnya Jl. Surya Kencana juga perlu kita intip ya. Di sini, kita bisa jalan kaki melewati pasar dalam gedung, kemudian hotel 101 dengan view Gunung Salak, serta jajanan legendaris seperti siomay, bakso, bubur, soto kuning, bir pletok, martabak, ketoprak dan masih banyak lagi.

    Untuk soto kuning yang paling legendaris adalah Pak Yusup, harus sabar antre kala memilih mau isi soto apa saja, tapi dijamin tak akan rugi karena kuahnya sangat enak. Lalu untuk martabak yang paling legendaris adalah martabak Encek yang memanggangnya masih dengan arang, tapi harus benar-benar sabar mengantre karena bisa sampai hitungan jam. Rekomendasi kedua adalah martabak Afo yang panjang antreannya terbilang lebih pendek.

    Nah, satu lagi yang harus dicoba adalah Kuppic Gelato untuk bisa coba berbagai cita rasa gelato. Nikmati jalan satu arah dengan kanan kiri ruko tempo dulu yang kental dengan penampakan nuansa Pecinan. Menyenangkan deh!

    Puncak, Cisarua maupun Megamendung terkenal dengan vila-vilanya sudah puluhan tahun, bahkan ada vila kepresidenan maupun pemerintahan di sana. Sekadar beristirahat di vila-vila milik pribadi yang disewakan maupun di hotel-hotel di kawasan ini akan sangat menyegarkan dan sangat dapat disesuaikan dengan budget maupun jumlah orang. Betul kan!

    Rancamaya dan Sentul memiliki spot-spot cantik yang adem. Kedua tempat ini lagi naik daun jadi tren wisata yang instagramable banget! Mau spot dengan view gunung, atau hamparan hijau hutan dan sawah dari kejauhan. Mau mampir ke air terjun atau sungai kecil juga dapat dilakukan di sana, serta tentunya menikmati makan siang atau makan malam di resto-resto kawasan ini yang makin hari makin bertambah.

    Soal udara, Jangan bandingkan dengan metropolitan, karena Bogor pasti menang! []

  • Pertunjukan Budaya yang Membanggakan!

    Jakarta | Tarian Bali, Barong Bali, Tari Kecak sudah mendunia sejak lama. Kita harus punya pengalaman menyaksikannya, jangan mau kalah sama turis asing yang sudah menonton langsung di Bali!

    Barong dan Tarian Bali – Batubulan, Desa Ubud dan GWK

    Wilayah Batubulan sudah terkenal dengan berbagai pertunjukan kebudayaan khas Bali yang ramai dikunjungi turis lokal maupun asing.

    Beberapa seni yang bisa Anda nikmati di Batubulan antara lain Tari Barong, Tari Kecak dan Tari Lenggong, yang ditawarkan di tiga lokasi berbeda yaitu Sila Candra Stage, Sahadewa Stage dan Denjalan Stage.

    Cerita, percakapan, kostum dan tarianya sangat kental dalam memuaskan hasrat mengetahui budaya dan pertunjukan asli Bali.

    Di Ubud, Anda bisa menyaksikan pertunjukan budaya khas bali yaitu Tari Barong. Jadwal pertunjukan Tari Barong di Ubud berbeda-beda setiap harinya. Di depan Pura Padang Kerta, Tari Barong berlangsung pukul 19.00 WITA di hari Senin.

    Sedangkan di Arma Museum, Tari Barong berlangsung pukul 17.30 WITA di hari Jumat. Dan yang terakhir ada Tari Barong yang berlangsung di Pura Dalem Ubud dan pertunjukan dimulai pukul 19.30 WITA.

    Desa Ubud bisa menjadi referensi lokasi pertunjukan Tari Barong yang bisa Anda datangi saat ke Bali.

    Tari Kecak. (Foto: peloporberita.com/Unsplash/Sifrianus Tokan)

    Tari Kecak – Pura Uluwatu dan Tanah Lot

    Cak…cak…cak…cak adalah seruan penari Kecak yang khas Bali banget! Tarian ini dapat disaksikan di Ampitheater Kompleks Pura Uluwatu dikala Sunset, sehingga cerita Rama dan Sinta serta keseruan aksi Hanoman yang menghampiri penonton ini menjadi semakin berkesan dengan latar belakang sunset bersiluet Pura Uluwatu dan lautan yang teduh.

    Selain itu, tari kecak juga dapat ditemukan di Taman Budaya Surya Mandala yang berlokasi di kompleks kawasan Pura Tanah Lot.

    Tari Legong – Museum Arma

    Pertunjukan tari selanjutnya yang ada di Bali adalah Tari Lengong, sebuah atraksi yang digelar di panggung terbuka bernama Museum Arma di Ubud. Tempat ini memang sangat umum untuk menggelar pertunjukan drama dan tarian khas Bali lainnya.

    Pertunjukan Tari Lengong merupakan tarian klasik dari Bali yang disediakan untuk para tamu agung atau kerajaan. Gelaran Tari Legong biasanya dilakukan setiap pekan atau pada hari Minggu pukul 19.30 WITA. Namun, pertunjukan itu libur atau ditiadakan pada saat malam bulan purnama maupun bulan baru.

    Selain itu, untuk menjamu pengunjung biasanya pihak pengelola akan menawarkan paket jamuan makan malam setelah pertunjukan Tari Lengong.

    Bali Agung Show – Teater Bali

    Bali Agung Show menghadirkan perpaduan sebuah cerita legenda, koreografi, kostum, komposisi musik dan tata suara/cahaya berteknologi. Kisah dan kasih yang disajikan adalah antara Raja Bali, Sri Jayapangus dengan Putri Raja dari Tiongkok bernama Kang Ching We.

    Penggemar pertunjukan ini biasanya adalah wisatawan asing yang notabene pihak panitia menyediakan narasi dalam bahasa Inggris.

    Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK)

    Yang baru-baru ini sedang viral dan banyak dikunjungi wisatawan adalah Taman Budaya GWK. Di tempat ini juga menyajikan pertunjukan Tari Barong, Tari Joged Bumbung, Tari Kecak, Tari Lenggong dan Tari Garuda Wisnu Kencana.

    Tempat berlangsungnya berbagai tarian seni di Taman Budaya GWK adalah di Amphitheater yang mampu menampung hingga sekitar 800 penonton. []

  • Gunung dan Danau nan Cantik di Pulau Dewata

    Jakarta | Kintamani sekarang makin wow sebagai tempat wisata, penginapan dan resto kafe instagramable makin menjamur dan ramai dikunjungi wisatawan. Jika Anda berkunjung ke Kintamani dan waktunya panjang, coba menginap di hotel dan resort baru di sana supaya lebih puas explore Kintamani, termasuk gunung dan danau Batur yang dekat dengan Kintamani.

    Gunung dan danau Batur, sudah tentu danau cantik dikelilingi pegunungan hijau dan dengan bangunan pura yang khas pemandangan dan budaya Bali, enggak akan ketemu lagi yang seperti ini di mana pun! Pengalaman lain yang dapat dinikmati adalah pemandian air panas alami.

    Ada dua tempat pemandian yang biasa dikunjungi wisatawan, yaitu Batur Natural Hot Spring dan Toya Devasya Hot Spring Wellness Resort. Keduanya menyediakan pemandian air panas alami dengan pemandangan danau Batur langsung. Berjarak sekitar 10 menit dari danau Batur juga dapat mengunjungi Museum Geopark Batur. Selain itu, gunung Abang juga berada tak jauh dari Gunung Batur. Kita akan menjumpai sejumlah pura milik masyarakat Bali yang asli bernama Bali Aga.

    Danau Buyan dan danau Tamblingan yang berdekatan, sering disebut sebagai “danau kembar”. Danau Buyan dikelilingi oleh hutan yang dipenuhi pepohonan rimbun. Lokasi danau yang berada di dataran tinggi membuatnya memiliki udara yang sejuk.

    Danau yang lebih ditujukan sebagai cagar alam dan budaya tersebut terbilang masih minim fasilitas wisata. Namun, Anda tidak perlu cemas karena pihak pengelola tempat wisata menyediakan penyewaan sampan untuk mengelilingi danau. Setelah puas menikmati pemandangan dari tengah danau, Anda juga bisa berkunjung ke sejumlah pura yang terletak di area danau tersebut.

    Salah satunya adalah Pura Ulun Danu Tamblingan yang terletak di tepi danau, kala air danau pasang, pura ini akan nampak seperti mengapung di danau tersebut. Kemudian ada juga danau Beratan atau Bratan, sering disebut danau Bedugul, karena berada di wilayah Bedugul.

    Pura Ulun Danu Bratan. (Foto: peloporberita.com/Unsplash/Kharl Anthony Paica)

    Di danau ini juga ada Pura Ulun Danu Bratan, sama dengan Pura Ulun Danu Tamblingan, pura seperti mengapung ketika air sedang naik, terkesan pura mengapung ditengah danau.  Ketiga danau itu juga terletak di dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan yang penuh hutan dan hijau mempesona.

    Mau pengalaman glamping di Bali dengan pemandangan hamparan sawah hijau dan taman bunga? Damarwidi Glamping adalah pilihan tepat, atau mungkin Anda ingin merasakan sensasi seperti di atas awan? Gunung Batukaru harus masuk itinerary!

    Namanya wisata ke dataran tinggi maupun danau, pengalaman kesejukan bahkan sensasi suhu dingin pasti kita dapatkan, sangat bertolak belakang dengan pengalaman ke pantai atau laut.

    Jangan sampai terlewatkan yang satu ini, trekking atau bersepeda ke desa dan perbukitan Campuhan yang terbilang lagi tren juga. Bukit Campuhan ini tidak terpisah dari salah satu pura di Ubud, yaitu Pura Gunung Lebah.

    Gunung lebah itu sendiri memiliki makna bukit kecil yang berada di lembah. Selain itu, bukit Campuhan berada di antara dua aliran sungai di Ubud, yaitu sungai Oos dan sungai Cerik yang memilki Campuhan Ridge Walk seperti jalur jalan di garis puncak bukitnya. []

  • Sandiaga Uno: “Marvel Studios A Universe of Heroes Exhibition Indonesia” Destinasi Wisata Baru Keluarga

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, “Marvel Studios: A Universe of Heroes Exhibition Indonesia” adalah destinasi wisata baru bagi keluarga maupun para pecinta cerita dan karakter Marvel Studios.

    Hal ini sampaikannya saat mengunjungi event yang berlangsung di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta, pada Kamis (02/06/2022),

    Menparekraf pun berharap acara ini bisa semakin memicu inovasi, kreativitas, juga semangat pelaku ekonomi kreatif tanah air dalam mengembangkan Kekayaan Intelektual/Intellectual Property (IP) dari karya mereka menuju skala global.

    “Saya ucapkan selamat atas penyelenggaraan ‘Marvel Studios: A Universe of Heroes Exhibition Indonesia’ sebagai bagian dari kebangkitan pariwisata dan juga kegiatan masyarakat yang kita harapkan bisa menggerakkan ekonomi, membuka peluang usaha, dan lapangan kerja,” tutur Sandiaga Uno.

    “Marvel Studios: A Universe of Heroes Exhibition Indonesia” merupakan pameran Marvel terbesar di Asia Tenggara yang berlangsung pada 21 Mei hingga 3 September 2022.

    Sandiaga Uno: "Marvel Studios A Universe of Heroes Exhibition Indonesia" Destinasi Wisata Baru Keluarga

    Di pameran ini, Pengunjung dapat menikmati berbagai cerita terbaik Marvel Studios yang pernah dirilis selama satu dekade terakhir, serta menyaksikan secara dekat koleksi lengkap original movie props, kostum, dan concept art yang diambil dari film-film Marvel pilihan.

    Pameran ini, juga menampilkan lebih dari 60 original movie props di area seluas hampir 2 ribu meter persegi. Marvel Studios: A Universe of Heroes Exhibition Indonesia akan menampilkan secara imersif para Super Heroes ikonis Marvel.

    [irp]

    Seperti Iron Man, Captain America, Thor, Doctor Strange, Black Panther, Wandavision, Guardians of The Galaxy, Ant-Man, Black Widow, Hawkeye, Shang Chi, Eternals hingga serial terbaru dari Marvel Studios, Moon Knight.

    Selain itu, Pengunjung juga bisa menikmati beragam aktivitas menarik yang terinspirasi oleh Marvel selama periode pameran.

    Sandiaga berharap, event ini selain dapat memberikan hiburan bagi masyarakat, juga memicu para pelaku ekonomi kreatif lokal khususnya di subsektor film dan animasi untuk mengembangkan dan memaksimalkan karya serta hak kekayaan intelektual karya-karya mereka menuju skala global atau internasional.

    [irp]

    “Kita ingin mendorong UMKM-UMKM kita mengembangkan intellectual property. Mereka bisa datang, melihat, dan mendapatkan inspirasi bagaimana ini semua ditata dengan penuh inovasi,” kata Menparekraf Sandiaga.

    Kemenparekraf sendiri, lanjut Sandiaga, memiliki program dalam mendukung dan meningkatkan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif tanah air. Termasuk memfasilitasi mereka dalam mengembangkan dan mendaftarkan hak kekayaan intelektual.

    “Kami yakin subsektor film dan animasi menunjukkan kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja,” tandasnya. []

    [irp]

  • Ombak Kiri dan Tubular Pikat Surfer Dunia Datang ke G-Land

    Jakarta – Pantai Plengkung atau G-Land adalah lokasi diselenggarakannya event internasional World Surfing League (WSL) Championship Tour (CT) G-Land Pro 2022. Karakteristik ombak dan keindahan G-Land menjadi pemikat para peselancar dari seluruh dunia untuk datang ke kawasan Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur itu.

    G-Land sendiri, diklaim sebagai salah satu dari 7 ombak yang terbaik di dunia yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Ombak kiri G-Land yang juga terkenal panjang dan tubular menjadi poin penting.

    Hal itu yang menjadi daya pikat para peselancar datang meskipun lokasinya terpencil di tengah hutan dan jauh dari Kota Banyuwangi, dengan menempuh jarak sekitar 80 kilometer atau 2 jam perjalanan.

    Salah satu legenda selancar Indonesia asal Bali, Rizal Tandjung, mengatakan bahwa seluruh pelancar di dunia memimpikan untuk bisa berselancar di G-Land. Meskipun ombak serupa bisa dijumpai di Hawaii, Fiji, dan Tahiti. Namun, G-Land di Indonesia memiliki kelebihan yaitu kondisi perairan yang hangat sehingga para surfer betah berlama-lama mencari ombak di laut.

    “Indonesia memiliki air yang hangat dan hal itu yang disukai para surfer, mereka tidak perlu wetsuit untuk berselancar, selain itu budaya dan keramahtamahan orang Indonesia menjadi nilai tambah yang para surfer sukai. Tak jarang mereka mengunggahnya ke sosial media miliknya,” tutur Rizal yang pernah meraih poin sempurna di ajang serupa pada 1997 di G-Land.

    Mayoritas para peserta pada event kali ini, lanjut Rizal, belum pernah menjajal ombak di sini. Dan itulah yang membuat mereka sangat excited datang ke sini. Ini menjadi tahapan yang bersejarah dari Championship Tour. Lantaran CT sebelumnya digelar di G-Land selama tiga tahun berturut-turut mulai tahun 1995 hingga 1997.

    [irp]

    Dengan peselancar asal Florida, Kelly Slater, muncul sebagai pemenang pada 1997 dan di tahun itu pula gerbong CT diparkir di sana. Setelah 25 tahun absen, tahun ini kembali digelar dan ini menjadi momentum bersejarah bagi dunia selancar di tanah air.

    “Event ini menjadi penting lantaran momentum ini mengangkat potensi surfing di tanah air, dan menjadi sorotan dari berbagai negara di dunia. Ombak di G-Land menjadi salah satu pemikatnya. Semua peselancar dunia bermimpi untuk menunggangi ombaknya,” ungkapnya.

    Sementara itu salah satu pemilik gelar 11 kali juara dunia selancar Kelly Slater mengaku senang bisa berlomba kembali di G-Land setelah beberapa tahun tidak digelar karena suatu alasan tertentu.

    [irp]

    “Terima kasih telah menyambut kembali di Banyuwangi dengan baik dan dengan segala keramahannya. Sekitar 27 tahun yang lalu saya di sini, dan tahun ini senang bisa berada di sini kembali. Kami menantikan untuk bisa datang di event ini,” kata atlet berusia 40 tahun itu.

    Pada kesempatan yang sama, juara dunia tahun lalu Gabriel Medina asal Brazil memutuskan kembali lagi mengikuti kejuaran dunia seri keenam, dimana di lima seri sebelumnya ia tidak ikut karena mengalami gangguan kesehatan mental. Dan akhirnya peraih 3 gelar juara dunia itu memutuskan berlomba kembali di seri keenam di G-Land.

    “Ini ajang selancar paling keren, dan sangat menantang lantaran lokasinya ada di tengah hutan. Surfing adalah sensasi terbaik yang harus dicoba selama hidupmu. Lantaran bisa memberikan kedamaian, kebahagiaan, petualangan, dan itu pengalaman yang menyenangkan,” tegasnya.

    Ombak Kiri dan Tubular Pikat Surfer Dunia Datang ke G-Land

    Sementara itu, peselancar Indonesia, Rio Waida yang berhasil mengalahkan peringkat pertama dunia Filipe Toledo di babak 24 besar WSL CT G-Land Pro 2022 mengaku sangat senang bisa berlomba bersama para peselancar dunia meskipun dapat dilakukannya dengan wildcard.

    Namun hal itu menjadi pemicu untuk atlet berdarah Jepang itu untuk bisa bersaing bersama para peselancar dunia.

    “Biasanya saya surfing di sini dengan line up banyak orang yang juga ikut menunggu ombak. Saat lomba cuma 2 atau 3 orang di dalam laut. Jadi memudahkan untuk saya untuk melakukannya, dan saat ombak itu datang kepada saya, semua harus berhati-hati,” ucapnya.

    [irp]

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Indonesia patut bersyukur dikaruniai banyak pantai dengan ombak surfing yang tersebar di sepanjang pesisir pantai bagian Barat dan Selatan Samudra Hindia serta pesisir pantai Samudra Pasifik.

    Menurutnya, potensi ini harus terus dikembangkan sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia.

    “Indonesia mempunyai ratusan pantai surfing, 30 di antaranya menjadi lokasi surfing kelas dunia. Dan kejuaraan surfing internasional WSL membawa dampak langsung pada ekonomi di daerah serta menjadi ajang promosi yang efektif karena event sport tourism ini mendapat liputan media internasional,” tandas Menparekraf.

    [irp]

    Menparekraf Sandiaga mengatakan, cara terbaik bagi daerah yang menjadi destinasi surfing kelas dunia adalah dengan mengadakan kompetisi WSL tahunan yang mendatangkan peselancar internasional.

    “Selain meningkatkan pendapatan ekonomi daerah, juga terpromosikan berkat liputan media ke seluruh dunia sehingga meningkatkan kunjungan para surfer dunia untuk menikmati ombak yang sempurna, pantai yang indah, dan keramahtamahan penduduk Indonesia,” pungkas Sandiaga Uno. []

  • Berburu Air Terjun di Bali, Segar dan Adem!

    Jakarta | Bali memang tidak terkenal dengan air terjun, namun jika mau liburan ganti itinerary yang sudah mainstream, yaitu pantai dan sawah, Anda bisa tambahkan sedikit naluri berpetualangan dengan bermain air di beberapa air terjunnya Bali. Tentunya akan mendapatkan suasana adem dan segar yang berbeda dari pantai.

    Tak jauh dari Ubud, Anda bisa bertemu dengan air terjun Tegunungan yang tidak terlalu sulit digapai namun cukup penuh kegembiraan. Arus airnya deras, sehingga jarang yang main air di kolam tempat jatuhnya air, namun kita bisa mendaki tebing-tebingnya sampai ke atas dengan hati-hati karena bebatuannya cukup licin.

    Mumpung masih dekat Ubud, di daerah Gianyar, Anda bisa mengunjungi air terjun Kanto Lampo, yang tidak terlalu tinggi namun struktur bebatuan yang berundak justru memungkinkan Anda mendaki air terjun dan duduk di batu-batunya sambil menikmati guyuran air terjun.

    Sekumpul, adalah air terjun yang lumayan populer namun sangat cantik dengan sekitar tujuh air terjun berkumpul berdekatan. Air terjun Nungnung dianggap sebagai salah satu air terjun di Bali yang terindah oleh wisatawan. Dengan tinggi 50 meter, memandangi air terjun ini sudah merupakan pengalaman yang mendebarkan.

    Dengan air terjun yang jatuh di area mirip mangkok, menjadikannya kolam lumayan luas sehingga puas sambil bermain air di kolamnya, dengan latar belakang air terjun dan hijaunya pohon-pohon sekitar air terjun.

    Satu lagi yang harus dikunjungi adalah air terjun Munduk yang menghadirkan udara sejuk, ekosistem alam yang menakjubkan, dan aktivitas liburan yang seru, plus menyediakan manfaat kesehatan kulit. Bagi yang mau menikmati manfaat kandungan sulfur di air terjun ini, harus berendam sejenak di kolam air terjun yang tidak terlalu dalam.

    Masih banyak lagi air terjun di Bali yang dapat dikunjungi, namun siap-siap dengan trekking atau perlu berjuang ya untuk menggapainya, ada yang langsung menghadap pantai juga lho, tapi kebayang betapa sulit menggapainya.[]

  • Desa dan Sawah yang Kental Budaya Bali

    Jakarta | Hamparan sawah luas Jatiluwih di Bali sudah dinyatakan sebagai salah satu World Heritage oleh UNESCO, sebagai kekayaan alam khususnya di bidang pengaturan dan perawatan sistem pengairan tradisional yang disebut subak.

    Area yang diakui sebagai World Heritage ini meliputi 14 subak yang menaungi 11 desa, luas hamparan sawah (padi fields) 2.372 ha, taman seluas 3.545 ha, hutan seluas 9.316 ha, rumah sebanyak 317 unit, dan semak-semak liar seluas 475 ha. Jadi perlu berapa hari untuk kita wisata keseluruhan sawah dan desa di sini?

    Ubud! Sudah pasti terkenal dengan terasering sawah hijau memukaunya. Pasti sudah pernah dong! Jalani setapak demi setapak tepian sawah dengan tanjakan maupun turunannya, jangan takut lelah karena pasti terbayarkan dengan pengalaman seru dan memuaskan.

    Nikmati kudapan, kopi maupun makan utama di sekitar sawah-sawah ini sambil menatap ulang panorama perjalanan dengan ditemani alunan musik tradisional Bali. Selain Ubud, Bali masih memiliki berbagai pemandangan dan pengalaman sawah.

    Desa Panglipuran sudah pasti yang paling terkenal. Desa ini juga sudah mendapat berbagai penghargaan dan pengakuan dikompetisi kelas dunia. Desa ini bersih dan menerapkan local wise. Jika berkunjung ke sini, wisatawan bisa mempelajari aturan adat, tradisi unik, dan banyak acara ritual, termasuk Galungan.

    Galungan. (Foto: peloporberita.com/Pixabay/ignartonosbg)

    Jika ingin mempelajari lebih dalam mengenai budaya Bali lama, aturan adat dan kebiasaan hidup desanya, bisa menginap di sejumlah homestay yang ada di lingkungan desa tersebut. Harus dikunjungi dan ambil foto di berbagai spot ya, viralkan, biar semakin mendunia!

    Desa Tigawasa, memiliki keistimewaan bagi pengunjung untuk menikmati kopi robusta yang dipetik langsung dari perkebunan kopi setempat sambil melihat pemandangan perbukitan. Puas menikmati pemandangan, langsung saja menjelajahi salah satu desa tua di Buleleng tersebut dan berinteraksi dengan masyarakat setempat sambil mempelajari budaya, tradisi, dan adat istiadat yang ada.

    Wilayah Karang Asem terkenal masih mempertahankan budaya asli Bali. Salah satunya Desa Tenganan yang masih mempertahankan rumah dan adat yang sudah ada sejak dulu kala. Hal ini karena masyarakat desa memiliki aturan adat yang sangat kuat yang disebut dengan awig-awig. Aturan adat itu sudah ada sejak abad ke-11.

    Lingkungan Desa Tenganan masih sangat terjaga. Banyak sawah dan tanaman masih terlihat asri. Kerbau milik warga pun bebas berkeliaran di pekarangan rumah sehingga pengalaman mengunjungi desa dengan kehidupan masyarakat asli Bali sebelum abad ke-20 dapat kita rasakan juga.[]

  • Pasar Ikan Muara Angke, Tempat Beli Kepiting, Cumi, dan Udang Harga Miring

    Jakarta – Pasar Ikan Muara Angke, yang dikenal sebagai tempat membeli hasil tangkapan laut dengan harga murah atau miring, berada di daerah pesisir utara Jakarta.

    Setiap harinya sekitar 850 kapal ikan bersandar di situ. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Ibukota, tetapi juga dari daerah lainnya.

    Banyak para pengunjung yang menjadikan Pasar Ikan Muara Angke sebagai pilhan detinasi wisata. Mereka bisa menemukan beraneka ragam hasil tangkapan laut yang masih segar dengan harga murah.

    Salah satunya Ibu Melani, yang membawa keluarganya untuk melihat, memilih dan membeli langsung hasil tangkapan laut di tempat tersebut.

    Kepada peloporberita.com/, Ibu Melani asal Jakarta Barat mengaku sering datang ke pasar Ikan Muara Angke untuk berbelanja hasil tangkapan laut.

    Menurutnya, tempat tersebut menjadi pilihan lantaran ikan, udang, kerang atau Cumi dijajakan masih segar. Selain itu harganya juga terbilang sangat murah.

    [irp]

    “Di sini (pasar Ikan Muara Angke) murah-murah Cumi basah saja Rp55.000 perkilo, di tempat lain bisa Rp80.000-90.000 perkilo,” tuturnya di lokasi Minggu, (15/05/2022).

    Dalam kunjungannya kali ini Ibu Melani beserta Suami dan 4 orang anaknya membeli Cumi dengan harga Rp55.000 perkilogram dan Kerang dara Rp25.000 perkilogram.

    Pengunjung lainnya Febrian, rela datang dari Kota Depok, Jawa Barat bersama Ibundanya khusus untuk membeli hasil tangkapan laut segar di pasar ikan Muara Angke.

    [irp]

    Febrian yang baru pertama kalinya mengunjungi Pasar Ikan tersebut mengaku senang, karena bisa melihat langsung bermacam-macam hasil tangkapan laut.

    “Beli Cumi, udang, sama Kepiting besar tadi,” ungkapnya setelah berbelanja.

    Dia juga menyampaikan bahwa yang dibelinya pertama kali adalah Cumi basah dengan seharga Rp55.000 perkilogram.

    [irp]

    Harga tersebut didapat setelah melakukan tawar-menawar dengan pedagang. Adapun harga yang semula ditawarkan pedagang Rp80.000 perkilogram.

    Selanjutnya, Febrian membeli udang segar dengan harga Rp60.000 perkilogram, serta Kepiting 100.000 perkilogram. []

    Baca berita lainnya dari peloporberita.com/ di Google News

    [irp]

  • Penampakan Terkini Waduk Pluit, Taman Kota Tempat Rekreasi Akhir Pekan

    Jakarta – Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara yang dulunya berupa rawa-rawa berubah menjadi taman kota.

    Berdasarkan pantauan wartawan peloporberita.com/ di Waduk Pluit pada Minggu, (15/05/2022) pukul 12.00 WIB, tampak masyarakat sedang berekreasi bersama keluarga.

    Ada yang sekadar menikmati pemandangan Waduk, ada pula yang memanjakan anak-anaknya dengan berbagai permainan yang tersedia.

    Seorang pedagang yang ditemui di lokasi mengatakan, dirinya selalu berjualan di Waduk Pluit di akhir pekan atau sabtu dan Minggu atau saat pengerjaan pengerukan serta penataan taman sekitar Waduk sedang libur.

    [irp]

    “Di sini, terpal (untuk alas duduk) gratis, bisa juga karokean Rp2.000 per lagu,” tutur penjual gado-gado yang letaknya dipinggir Waduk.

    “Dagangnya Sabtu Minggu doang, kan senin sampai Jumat ada pengerjaan,” sambungnya.

    [irp]

    Sementara di pinggir Waduk, tampak beberapa mobil keruk atau escavator sedang terparkir. Alat-alat berat tersebut digunakan untuk melakukan pekerjaan pengerukan di sepanjang bibir Waduk.

    Sebelum jadi taman kota, sisi barat Waduk Pluit mulanya merupakan tempat kumuh yang dihuni warga.

    [irp]

    Bangunan di bibir waduk kala itu dinilai menjadi penyebab banjir lantaran waduk tidak dapat berfungsi dengan semestinya.[]

    Baca berita lainnya dari peloporberita.com/ di Google News

    [irp]

  • Blusukan ke Pulau Dewata Yuk…

    Jakarta | Ke Bali lagi?? Gak bosen dong, apalagi setelah sekitar 2 tahun pandemi jadi nahan diri untuk tidak ke Bali dulu, yuk siapkan itinerary kalau sebentar lagi berlibur ke Bali! Cari yang agak beda tapi tetap hits, ya! Ikuti semua rangkaian perjalanan pantai, desa dan sawah, air terjun, gunung dan danau, serta pertunjukan budaya di Bali!

    Pantai dan Sun Rise – Sun Set Menawan

    Pantai, pantai, pantai adalah tema utama alam Bali. Dari nama Kuta, Seminyak, Sanur, Jimbaran, Nusa Dua dan masih banyak lagi. Kali ini, kita kupas yang tidak terlalu ramai dan penuh untuk siap-siap liburan selanjutnya, ya!

    Pantai Tegal Wangi, meski perlu berjuang melewati jalan yang cukup terjal, setibanya di pantai ini semua perjuangan terbayarkan. Selama perjalanan juga akan tetap menemukan spot yang istimewa, seperti Pura Segara yang cantik. Dari Pura ini, kita dapat menatap sunrise maupun sunset, serta pantai Tegal Wangi dari ketinggian.

    Tiba di pantai berpasir putih ini, kita akan disuguhkan pemandangan pantai yang seakan dipeluk tebing dan batu karang. Kita pun akan bertemu dengan Blue Laguna, yang sering dijadikan mirip kolam berbatuan yang asyik untuk berendam sambil menatap sunset.

    Berjalan lagi menyusuri bukit Tegal Wangi ini, kita dapat menemukan Puri Bhagawan dengan pemandangan menakjubkan sehingga puri ini juga digunakan sebagai tempat upacara pernikahan nan syahdu dengan berlatar belakang lautan biru dan beratapkan sunset. Untuk menatap pemandangan sunset terbaik, perlu naik ke karang raksasa yang berjajar di sekitar pantai.

    Di kawasan Pantai Gunung Payung, banyak kegiatan olahraga dapat dilakukan, mulai dari berenang di pantai indah, berselancar agak ke tengah laut dan yang istimewa adalah paragliding di atas pantai dan perbukitannya dari ketinggian. Pemandangan yang luar biasa!

    Selain berbagai aktivitas tersebut, kita masih bisa menikmati sejumlah pertunjukan tradisional yang sering dilaksanakan di Gunung Payung Cultural Park serta kehidupan warga desa sekitarnya.

    Pantai Suluban atau populer disebut Blue Point, memiliki tekstur pantai dengan tebing yang terjal dan ombak lumayan besar, yang sangat cocok untuk berselancar. Menuju pantai Blue Point memerlukan perjuangan, karena dari tempat parkir harus berjalan kaki sekitar 200 meter dan melewati anak tangga sejauh 50 meter.

    Pengalaman menarik lainnya adalah menelusuri tebing dan gua di bagian bawah setelah menuruni tebing terjal, namun hanya dapat dilakukan jika air laut mulai surut, karena jika air menggenang di sekitar gua akan sulit dilakukan.

    Lanjut dong ke utara Bali? Pantai Lovina, dengan pasir warna gelapnya yang eksotik. Yang paling istimewa dari Lovina adalah adanya rombongan lumba-lumba yang melompat di tengah laut di pagi hari. Untuk mendapat pemandangan itu, kita harus menyeberang ke tengah laut sebelum matahari terbit, karena biasanya lumba-lumba akan muncul pada pukul 06.00-08.00.

    Selain lumba-lumba, pengalaman lain di Lovina adalah snorkeling untuk menyaksikan beragam flora dan fauna bawah laut. Di sini pemandangan sunrise dan sunset juga dapat dijumpai di spot tertentu dengan pengalaman berbeda dari pantai-pantai di selatan Bali.[]