Kategori: Traveling

  • Asia Kecil yang Kaya Sejarah dan Alam yang Indah

    Jakarta | Turki adalah negara dengan masa lalu kejayaan Otoman yang diperkaya dengan sejarah agama serta keindahan alam yang mempesona. Negara 4 musim ini pun tidak kalah cantik dengan negara-negara di Eropa. Pilih musim yang kamu mau ya!

    Istanbul, ibu kota Turki yang memiliki sejarah spektakuler dari zaman Konstantinopolis yang meresmikan agama Kristen mengganti semua kepercayaan di sana pada zaman itu. Kemudian, seturut perubahan kekuasaan yang menjadi bagian dari kekaisaran Otoman yang hebat, maka berubah menjadi Istanbul dan memegang Islam sebagai agama terbesar di sana. Hagia Sophia adalah saksi dari perubahan sejarah di sana.

    Memasuki kompleks sekitar Hagia Sophia, kita akan menjumpai Istana Topkapi serta Museum sarat sejarah keagamaan di bumi ini dengan berbagai peninggalan dari para nabi yang tercatat di kitab Yahudi, Kristen maupun Islam. Istimewa sekali ya!

    Di dalam Hagia Sophia juga terdapat ornamen maupun simbol dari Kekristenan maupun Islam. Hagia Sophia sendiri mengalami transformasi dari gereja menjadi masjid, kemudian museum dan kembali menjadi masjid sampai sekarang.

    Di sekitar kompleks ini juga akan bertemu obeliks pemberian Mesir kepada Turki dan Masjid Biru yang indah sekali, baik interior maupun eksteriornya. Jangan lupa juga roti panggang dan kacang kenari yang enak untuk dicicipi, ditawarkan pedagang di sekitar kompleks ini.

    Kalau mau shopping, harus ke Taksim Square dengan shopping streetnya hingga 2 kilometer yang menawarkan berbagai barang maupun brand terkenal juga kafe, resto dengan menu dan oleh-oleh khas Turki, seperti kebab, es krim, baklava, sup perut domba, semuanya enak!

    Berlayar di selat Bophorus Cruise atau Naik Bophorus Cruise juga harus dilakukan saat ke Istanbul. Menikmati cantiknya pemandangan selat yang membelah Eropa dan Asia. Pengalaman yang tidak akan ditemukan di manapun juga kan!

    Sambil menikmati pemandangan jembatan megah penguhubung benua Eropa dan Asia karena terbentang di atas selat, bangunan-bangunan bersejarah beserta Istana Dolmabahce di tepian selat, kita juga bisa melemparkan roti ke udara dan burung camar akan berbondong-bondong menghampiri kapal kita. Seru deh!

    Kapadokya. (Foto: peloporberita.com/Unsplash/Mehmet Turgut Kirkgoz)

    Well, pastinya Kapadokya cantik sekali dan juga kaya akan sejarah. Kalau ke Turki harus sampai juga kesini ya, meski ratusan kilometer dari Istanbul. Kapadokya memiliki alam yang menakjubkan juga dengan batu bergua maupun bukit-bukit berwarna terakota yang sangat khas.

    Zaman dulu, manusia tinggal di gua-gua Kapadokya ini dengan menggali batu besarnya. Sampai saat ini kita masih bisa lihat gua, dan beberapa bisa dikunjungi ke dalam. Dan bintangnya adalah balon terbang! Tapi belum tentu berhasil terbang ya, karena pemerintah sangat berhati-hati memastikan keselamatan wisatawannya dengan hanya terbang dikala angin dan cuaca baik dan memungkinkan.

    Menikmati pemandangan Kapadokya dari atas dengan balon terbang sangat memuaskan dan tak tergantikan pengalamannya. Balon terbang dengan tenang membawa kita ke berbagai bentuk-bentuk batu, bukit, lembah dan sungai nan indah dan dikala musim salju keindahan ini akan makin lengkap dengan extra warna putih menghiasinya. Jika cuaca tidak memungkinkan, opsi lain adalah ikut trip jeep keliling Kapadokya, dengan pengalaman yang sama yaitu batu, bukit, lembah, sungai nan indah namun istimewanya ajrut-ajrutan di mobil jip keren!

    Satu lagi kedasyatan situs sejarah Turki adalah kota Efesus, bisa disebut bak New York diabad awal masehi yaitu sekitar abad keempat. Kota kecil dengan berbagai bangunan megah yang belum ada di tempat lain.

    Peninggalannya berupa gerbang kota, ampiteater megah, kuil dewa-dewi Yunani, perpusatakaan luar biasa besar, pasar besar, serta jalan-jalan berbatunya yang mengagumkan sudah ada di jaman itu. Lebih menakjubkannya lagi, Efesus berada di antara dua bukit hijau sehingga pemandangan sekelilingnya indah menyegarkan.

    Diabad awal masehi tersebut, Efesus adalah kota dagang Eropa dan Asia, sekaligus juga pelabuhan, jadi menghadap langsung ke lautan, namun perubahan zaman mengakibatkan laut darat menjorok ke laut, sehingga jaraknya menjadi beberapa kilomater dari laut.

    Pammukale atau Cotton Castle juga patut dikunjungi. Keindahan alam serba putih yang mengaliri air hangat dari pegunungan yang berada di ketinggian ini perlu dinikmati. Bisa sekedar foto-foto atau memang mau berendam kaki atau seluruh badan supaya manfaat sulfurnya diserap tubuh dan kulit kita.

    Khusus musim dingin, harus mencoba juga ke Gunung Salju Uludag dengan cable car, main salju atau olah raga salju bisa jadi opsi kita. Sementara dimusim semi, harus coba menggapai taman Tulip yang sedang mekar di mana-mana. Yang terbesar sepertinya Emirgan di Instanbul. Sekadar informasi, sesungguhnya asal Tulip dari Turki, namun dikembangkan kemudian di Belanda.[]

  • Ngebolang ke Negeri Sound of Music

    Jakarta | Austria adalah negara yang terkenal dengan musik klasiknya. Bagi penggemar berat musik, perlu disiapkan tabungan khusus ke Austria, sekadar menikmati kampungnya Mozart, Strauss, Beethoven (meski kelahiran Jerman, namun ia berkarir musik dan menetap di Austria), serta komposser musik klasik kenamaan dunia lainnya, dan tentunya film sepanjang masa, The Sound of Music. Kita kunjungi tempat yang paling terkenal bagi turis saja dulu, ya!

    Vienna atau Wina yang menyajikan bangunan-bangunan mengagumkan sehingga menjadi warisan budaya UNESCO, termasuk istana dan kastilnya, Opera House, katedral-katedral berarsitektur spektakuler, museum-museum sarat sejarah kental kejayaan Eropa dan Austria, serta taman indah maupun taman bermain tematik. Semua itu juga dengan latar belakang alam elok Wina yang dikelilingi bukit dan gunung berpuncak salju.

    Untuk memanjakan yang berselera musik, kita ulas singkat tempat konser musik klasik kelas dunianya. Sebagai salah satu gedung opera terbaik di dunia, Wiener Staatsoper atau Gedung Opera Negara memiliki kapasitas 1.560 kursi. Kabarnya, setiap malam ada pertunjukan seniman kelas dunia bersama anggota tetap diiringi oleh orkestra Wiener Staatsoper. Selain konser musik, sepanjang tahun juga diadakan berbagai acara maupun pertunjukan opera, balet dan lainnya.

    Satu lagi yang wajib untuk music addict adalah Mozarthaus atau Rumah Mozart, berasal dari abad 18 yang kala itu memang tempat tinggal Mozart, dan saat ini menjadi museum karyanya maupun tempat konser musik yang ramai dikunjungi turis seantero dunia.

    Setelah musik, kita ke Salzburg yang berarti kastil garam, karena dulu mata pencaharian utama di sana adalah pengkristalan garam. Kita dapat mengunjungi Benteng Hohensalzburg, salah satu benteng abad pertengahan terbesar di Eropa, berasal dari abad ke-11. Di abad ke-17, Salzburg menjadi pusat religi dengan biara-biara dan banyak gereja dibangun, sehingga meninggalkan bangunan-bangunan bersejarah berarsitektur Barok. Umumnya, turis ke Salzburg untuk mengunjungi pusat sejarah dan pemandangan Alpen yang indah.

    Salzburg. (Foto: peloporberita.com/Pixabay/anikinearthwalker)

    Salzburg juga merupakan tempat kelahiran komposer Mozart yang kemudian hijrah ke Wina meniti karir sebagai maestro musik. Hanya sekitar 1-2 jam berkendara dari Salzburg, kita akan tiba di Hallstatt. Kota ini sangat terkenal dengan spot tepi danau dengan rumah-rumah tua beberapa lantainya, jam menara gereja dan dikelilingi bukit hijau atau kala musim salju jadi bukit putih. Nah, sangat wajib ya berfoto di spot ini kalau ke Hallstatt.

    Selanjutnya, Innsbruck, kota kecil dengan deretan bangunan tua yang dikelilingi pegunungan bersalju Alpen yang menjulang tinggi dan dijalan-jalannya dapat kita temui rel tramp. Sungguh apik! Olahraga di salju, bersepeda maupun trekking akan melengkapi aktivitas sambil menikmati alamnya.

    Di sini juga dapat dijumpai istana dan kastil jaman kejayaan kekaisaran tempo dulu. Yang khas dari Innsbruck adalah bangunan Golden Roof, terdiri dari sekitar 5 lantai dengan balkon bagian atas serta atapnya berlapis dari emas yang merupakan peninggalan dari kekaisaran Maximilian yang digunakan sebagai balkon untuk memandang keindahan kota dan alam.

    Berdekatan dengan Golden Roof, sempatkan mampir ke Swarovski Crystal World, untuk melihat berbagai produk Swarovski yang super bling-bling! Sekitar area ini juga banyak restoran dan kafe yang cocok untuk tempat kongkow dan ngopi. Nikmatnya! []

  • Esensi Liburan ke Jerman: Sejarah, Budaya dan Alam

    Jakarta | Mendengar Jerman, mesti akan kebayang canggih, engineer dan maju. Yes! Benar. Tapi untuk berlibur, yuk nikmati sisi lainnya yaitu sejarah, budaya dan keindahan alam. Gerbang Berlin’s Brandenburg. Ikonik banget kan gerbang ini, sampai di Indonesia sering dijadikan gerbang ala-alanya oleh perumahan atau developer property.

    Gerbang menjulang tinggi dengan enam tiang besar serta patung kemenangan berupa Kereta Kuda nan gagah dan megah ini dibangun untuk Raja Frederick William II pada tahun 1791. Tiang ini lekat dengan sejarah berbagai sejarah Jerman, termasuk pernah rusak parah selama Perang Dunia II dan juga pernah menjadi bagian dari Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Timur dan Jerman Barat.

    Katedral Cologne atau Kölner Dom dengan arsitektur gotik dan menaranya yang menjulang tinggi terletak di tepi sungai Rhine. Mahakarya abad 12 ini sangat mengesankan, baik eksterior maupun detail interiornya yang keseluruhannya terbuat dari batu marmer dengan 56 pilar besar serta altar dengan relik Kristiani berbahan emas.

    Katedral Cologne atau Kölner Dom. (Foto: peloporberita.com/Pixabay/ArtTower)

    Seberang bangunan Katedral ini terdapat toko yang menjual wewangian khas kota tersebut Cologne atau Koln yang juga menjadi nama kotanya. Segar-segar ringan gitu harumnya dengan kemasan khas, yaitu botol kaca bening dengan stiker motif dan merek warna hijau. Sudah kebayang yang mana?

    Schwarzwald atau Black Forest, hutan lebat yang terbentang lebih dari 160 kilometer dengan bukit-bukitnya dan lembah-lembahnya, merupakan daerah dataran tinggi yang banyak dikunjungi turis maupun penggemar jalan kaki. Spot lainnya di salah satu sisi hutan ini adalah Danau Titise, danau kecil cantik dikelilingi hutan lebat dan teduh, di tepi danau banyak rumah pembuat dan penjual jam kayu antik yang setiap jam keluar burung kukko dengan suaranya… Cuckoo… Cuckoo…, karena menurut cerita, pembuat pertama jam antik ini adalah warge desa di Schwarzwald.

    Black Forest Railway juga menyajikan pengalaman istimewa dengan air terjunnya yang cantik manis serta dapat menggapai Black Forest Open Air Museum. Open Air Museum ini akan membawa kita mengalami langsung kehidupan warga desa yang adalah peternak dan petani diabad ke-16 hingga ke-18. Bangunan-bangunan yang berdampingan seperti gudang, toko roti, penyimpanan jerami penggilingan biji-bijian dan pemotongan daging dapat ditemukan di sini.

    Kita akan menyaksikan langsung, bahkan mengalami langsung tur ke dalam rumah pertanian, melihat berbagai ruang dan perabotan asli jaman itu. Berbagai macam kerajinan tradisional serta kegiatan warga desa lengkap dengan pakaian dan pertunjukan budaya tradisional hadir menyemarakkan pengalaman ini.

    Kastil Neuschwanstein yang seperti bangunan di negeri dongeng. Raja Ludwig II dari Bavaria membangun kastil ini dengan banyak menara dengan warna batu alami, putih dan atap biru. Penampakan kastil ini memang kemudian menjadi inspirasi bagi Walt Disney. Turis juga dapat memasuki kastil ini untuk melihat interior mewah di ruang tahta, aula penyanyi dan masih banyak lagi, terlebih dapat juga menikmati beberapa pemandangan paling spektakuler di negara ini dari atas kastil. Usahakan kesini ya, supaya halu serasa Disney princess atau princenya!

    Munich Marienplatz atau Mary’s Square adalah alun-alun besar yang terletak di kota Munich. Diabad pertengahan, alun-alun ini tempat para pedagang dari seluruh Bavaria berbisnis dengan penduduk setempat, sambil menonton turnamen Jousting, turnamen ksatria berkuda dan tusuk-tusukan itu lho.

    Namun sekarang, berbeda, Marienplatz tempat nongkrong dan belanja yang menyenangkan. Kita dapat menemukan balai kota baru dan lama atau Neues Rathaus dan Altes Rathaus, di sana sejarah kota Munich ditulis. Landmark lainnya monumen Bunda Maria dengan patung perunggunya, serta berbagai bangunan tua yang mengelilingi alun-alun ini. Yang harus dicoba kalau berkenan, tentunya Bir Munich. Cheers! []

  • Yuk Foto Bocil Pipis di Belgia! Cus…

    Jakarta | Belgia secara geografis berdampingan dengan Belanda, sehingga memiliki kanal-kanal juga, tetapi kali ini kita perbanyak bahas istimewanya Belgia saja yuk, cus!

    Ibu kota Belgia, Brussels, kita harus mulai eksplor dari Grand Place, sebagai alun-alun pusat kota yang mendapatkan label UNESCO World Heritage karena bangunan sekelilingnya yang merupakan warisan perpaduan arsitektur Barok, Gotik dan sejarah kejayaan Raja Louis XVI. Perpaduan arsitektur itu karena pembangunan serta pemugaran akibat Perang Dunia yang membuatnya menyerap berbagai tren ratusan tahun.

    Nikmati seharian di tempat ini, semua serba dekat cukup jalan kaki. Kunjungi Town Hall, museum kota yang megah dan sarat sejarah, museum bir, Gereja Santo Petrus, serta pertokoan maupun restoran dan kafe yang mengelilingi Grand Place Square, termasuk gang uniknya yang masih berupa bangunan peninggalan abad belasan disertai jalan yang masih menampilkan bebatuan setapak besar. Sebagai info, Brussels ini ibu kota Eropa lho, karena markas Uni Eropa ada disini, selain itu juga markas NATO. Brussels pasti sibuk banget, ya!

    Masih sekitar Grand Place, toko coklat dan waffle maupun workshop coklat sangat ramai dikunjungi turis. Rasa coklatnya juga beragam sampai rasa buah. Berpasangan dengan waffle khas Belgianya, yummy. Lupakan diet, makan sepuasnya karena kalau dibawa pulang sudah berkurang kenikmatannya! Coba yang bersama es krim berbagai rasa, coba dengan beragam buah berry, coba dengan madu atau butter, coba juga yang hanya dengan gula atau polos. Semoga tidak terkapar kekenyangan karena ukuran wafflenya sebesar piring makan. Dan jangan lupa, bagi yang mau mencicipi bir, Belgia punya banyak yang khas meski tidak setenar Jerman.

    Manneken Pis, ikon dari Brussels. (Foto: peloporberita.com/Unsplash/Chris Curry)

    Sambil jalan kaki di area pertokoan Grand Place, kita akan melihat keramaian orang berfoto di Manneken Pis. Manneken Pis adalah ikon dari Brussels, patung perunggu bocah kecil (bocil) laki-laki yang sedang pipis dan pipisnya menjadi air mancur patung tersebut. Harus foto sama bocil ini ya, karena dia terkenal banget di seluruh dunia!

    Atomium juga ikon Brussels dan Belgia. Dibangun pada tahun 1958 kala World's Fair ke-11 atau Pameran Budaya dan Prestasi bebagai Negara Dunia digelar di  Brussel. Kala itu, Atomium, konstruksi raksasa berbentuk seperti kristal besi mikroskopis menjadi bintangnya. Tempat pameran kini menjadi atraksi dengan miniatur, yang disebut Mini-Eropa. Selfie disini ya supaya dikira datang ke World Fair 1958 hehehe…

    Kalau punya waktu beberapa hari saja, karena negaranya kecil, kita tetap bisa menikmati pemandangan alam maupun kota tua di Belgia. Kastil dan Benteng Gravensteen adalah salah satu benteng berparit terbaik yang bertahan di Eropa dan harus dikunjungi. Kastil yang pernah menjadi rumah bangsawan Flanders ini, menyajikan pameran kehidupan abad pertengahan, serta arsitektur dari kekokohannya.

    Setelah menaiki tangga ke bagian atas kastil, kita akan melihat pemandangan kota tua Ghent  yang indah sebelum berjalan kaki di jalan berpaving batu yang menawan dan mengunjungi bangunan dan gereja maupun katedral tua di Ghent.

    Selanjutnya, kota tua Meuse dan Semois valley adalah dua kota tua di lembah yang perlu juga dikunjungi. Kita akan menikmati suasana asli penduduk Belgia dengan rumah, bangunan, perbukitan yang mengelilinginya yang begitu indah, karena kontur Belgia memang cukup berbukit dengan pepohonan yang memberikan berbagai warna yang berbeda tergantung musim dan kalau mau berperahu di kanal-kanalnya, boleh juga! []

  • Clean, Green Belanda!

    Jakarta | Sebagian wilayah darat Belanda dulunya adalah perairan, jadi mereka memang bekerja keras untuk menyesuaikan kehidupan di darat dengan air yang melimpah dari laut, karena itu banyak kotanya mengenakan kata dam yang berarti bendungan. Tapi, kita bahas Belanda jaman now saja ya yang sangat menjunjung tinggi eco living atau gaya hidup ramah lingkungan.

    Ibu kota Belanda, yaitu Amsterdam, akan menghadirkan kedisiplinan warga dalam menjaga lingkungan dengan serba jalan kaki atau bersepeda! Parkir sepeda di mana-mana dan penuh, hal ini didorong juga oleh pemerintah yang memberikan insentif pajak bagi warga negara yang disiplin bersepeda sebagai alat transportasi.

    Stasiun Amsterdam juga megah dan ramai sekali karena kesadaran warga yang luar biasa dalam menjaga lingkungan, maka transportasi publik menjadi pilihan utama, selain sepeda.

    Kanal-kanal cantik dihiasi jembatan melengkung berbatu dan bangunan tua beberapa lantai serta sepeda sedang parkir adalah pemandangan utama di Amsterdam. Harus dicoba naik perahu di kanal-kanal dan juga sungai besarnya, kita akan menikmati perjalanan dengan perairan dan udara yang bersih serta dimanjakan dengan pemandangan kota.

    Van Gogh Museum. (Foto: peloporberita.com/Pixabay/emoro)

    Banyak museum kenamaan dunia ada di kota ini, seperti Rijksmuseum, Van Gogh Museum atau Stedelijk Museum dan masih banyak lagi yang harus dikunjungi bagi penggemar seni, budaya dan sejarah.

    Selain museum, kita juga akan menjumpai bangunan gereja dengan arsitektur yang mengagumkan. Uniknya, sejumlah bangunan gereja ini sudah beralih fungsi menjadi masjid bagi imigran, bar dan diskotik maupun perpustakaan dan museum, karena sudah tidak ada warga yang menggunakannya sebagai tempat ibadah.

    Berpindah ke Roterdam yang merupakan kota pelabuhan, sehingga banyak sekali aliran sungai di dalam kota ini. Kota yang bersih dan santai ini patut dinikmati. Di Roterdam, kita juga akan menemukan pembuatan berbagai keju serta mencicipinya, bahkan memborong berbagai keju!

    Dekat dari Noterdam, ada desa Kinderdijk yang memiliki 19 kincir angin bersejarah yang dibangun di abad 17 dan ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO. Tidak seperti banyak kincir angin lain yang dibangun untuk memproses biji-bijian dan bahan lainnya, kincir-kincir di Kinderdijk dibuat sebagai bagian dari sistem pengelolaan air untuk menjaga desa dari banjir.

    Nah, bicara soal kincir angin, selain di Notterdam kita juga dapat jumpai diberbagai kota/desa lain. Seperti di desa Zaanse, desa abad pertengahan dengan kincir anginnya yang paling terkenal, The Cat (De Kat) dibangun pada tahun 1646 untuk memproses pewarna; ini adalah satu-satunya dari jenisnya yang masih beroperasi.

    Saat berada di Zaanse, sekalian mampir ke beberapa museum uniknya, seperti museum roti, museum waktu, museum kelom atau sepatu kayu sebagai budaya di desa ini.

    Ada lagi di Delft, kita akan melihat Kincir Angin Mawar (Delft Windmill de Roos), sekaligus pabrik jagung yang dibangun pada 1679 yang terpelihara dengan indah. Juga di Leiden, di mana kincir angin tujuh lantai yang kini menjadi Museum Kincir Angin (Molen de Valk). Museum ini mencakup tempat penggilingan tepung dan peralatan yang pernah digunakannya.

    Di Leiden, kita akan menemukan salah satu kastil tertua di Belanda yang tersisa, yaitu Kastil Leiden (Burcht van Leiden), yang dibangun sebagai benteng pada abad ke-11. Mumpung bahas kastil tua, dan bagi penggemar bangunan kuno dan megah Belanda, kunjungi juga Kastil Duivenvoorde (Kasteel Duivenvoorde) yang dibangun pada abad ke-13. Istana megah ini memiliki lahan dan properti yang menakjubkan selama berabad-abad.

    Sementara, salah satu kastil paling terkenal luas dan sangat megah di Belanda adalah Kastil De Haar (Kasteel de Haar) dibangun pada tahun 1822, dekat Utrecht. Tidak sampai satu jam berkendara dari Utrecht, di Oud-Zuilen, kita dapat menemui Kastil Zuylen yang berasal dari abad ke-13. Dan warisan budaya UNESCO, yaitu Kastel von Breda, sebuah istana mengesankan yang sangat fotogenik telah menampung aristokrasi dan bangsawan sejak abad ke-12.

    Kastil ini dilengkapi menara kembarnya bernama Blokhuis dan Spanjaardsgat, perpustakaan besar, taman istana dan Akademi Militer Kerajaan. Ada banyak sekali kastil bersejarah disana, pilih salah satu yang paling kita inginkan saja sebagai perwakilan itinerary ke kastil di Belanda.

    Taman tulip bermekaran dan taman Keukenhof juga wajib dikunjungi dan hanya ada di musim semi dari bulan April sampai Mei. Kebanyakan taman tulip Belanda ditanam di Provinsi Flevoland, namun Taman Keukenhof yang paling mendunia terletak di dekat Leiden, karena menumbuhkan lebih dari 700 varietas tulip dengan luas 70 hektar dan memiliki lebih dari 7 juta bunga mekar. Jadi, April ini kita ke Belanda yuk! []

  • Sandiaga Uno Sebut Tiga Layanan ini Harus Ada dalam Wisata Halal

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, bahwa konsep wisata halal berfokus pada extension of service dengan mengusung tiga konsep, yaitu Need to have, Good to have, Nice to Have. Hal ini disampaikannya saat berdiskusi dengan civitas akademika dan pelaku parekraf di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bangkalan, Jawa Timur.

    “Wisata halal adalah tambahan layanan atau extended services ada tiga kategori layanan yang pertama yang harus ada adalah makanan halal, tempat ibadah, water friendly washroom, dan no islamaphobia. Kemudian, Good to have dan Nice to Have,” tutur Sandiaga Jumat, (01/04/2022).

    Selanjutnya, konsep tersebut dijabarkan pada lima komponen, antara lain hotel halal, transportasi halal, makanan halal, paket tur halal, dan keuangan halal. Dalam kesempatan ini Menparekraf juga mengucapkan terima kasih kepada UTM yang telah menggelar diskusi tentang pariwisata halal yang akan dikembangkan di Bangkalan.

    “Bangkalan sendiri sudah punya modal infrastruktur pendukung secara holistik seperti nanti akan dibangun Islamic Science Park. Kami yakin pariwisata halal ini akan membangkitkan ekonomi di Madura Raya, dan membuka peluang usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tegasnya.

    Menurut Sandiaga Uno, wisata halal juga telah menarik devisa dari moslem traveler dengan optimal. Data State of The Global Islamic Economy Report 2019 menyebutkan, jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia sebesar US$200,3 miliar atau 12% dari total pengeluaran wisatawan global sebesar US$1,66 triliun.

    “Dengan demikian, Indonesia berada di urutan ke-5 dari “TOP 5 Negara Muslim Traveler” dengan pengeluaran terbesar setelah Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Kuwait,” tegas Menparekraf. []

  • Travel Revenge Sedang Tren di Korea Selatan

    Jakarta – Travel revenge warga Korea Selatan (Korsel) atau perjalanan balas dendam, tren di media sosial. Travel revenge, dilakukan warga Korsel dengan berebut memesan perjalanan ke luar negeri yang selama 2 tahun lebih telah tertunda akibat virus corona.

    Travel revenge dimulai setelah Senin (21/03/2022) Korea Selatan mencabut karantina wajib 7 hari untuk pelancong yang divaksinasi penuh. Penjualan tiket penerbangan luar negeri unit e-commerce SK Telecom pun, melonjak lebih dari 8 kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ketika pencabutan karantina diumumkan.

    Jajak pendapat menunjukkan orang-orang kurang khawatir tentang implikasi dari tertular virus, dan semakin melihat pencegahannya di luar kendali mereka.

    Maskapai dan agen perjalanan juga telah melaporkan ledakan permintaan untuk rute ke Hawai, Saipan dan Guam, serta beberapa tujuan di Eropa dan Asia Tenggara dimana wisatawan yang menyerahkan sertifikat vaksinasi atau hasil tes negatif dibebaskan dari karantina.

    Adapun Saipan dan Guam memiliki perjanjian gelembung perjalanan dengan Korea Selatan. Mereka menawarkan tes Covid gratis serta membayar biaya karantina jika seorang pelancong dinyatakan positif. Bahkan, untuk setiap warga Korea Selatan yang mengunjungi Saipan dibesi insentif US$100 untuk uang perjalanan yang harus dibelanjakan di sana.

    travelling
    Ilustrasi travelling. (Foto:Pixabay/pasja1000)

    Selanjutnya ada Interpark Corp yang melaporkan pemesanan penerbangan untuk Oseania antara 11-22 Maret tumbuh 324% dibanding periode sama tahun 2021. Peningkatan untuk Asia Tenggara mencapai 268 persen dan 262 persen untuk pemesanan Eropa. Interpark juga mencatatkan rekor penjualan 5.200 paket wisata Hawaii hanya dalam waktu 70 menit pada hari Minggu, (27/03/2022).

    Sedangkan Unit belanja rumah CJ Corp, menerima sekitar 2.800 pesanan untuk perjalanan ke Spanyol dan Italia dalam satu jam pada hari yang sama, dengan total 15 miliar won (US$12,41 juta), atau beberapa hari setelah mengumpulkan 9 miliar won dari penjualan paket Hawai. []

  • Berwisata ke Lawang Sewu dengan Protokol Kesehatan

    Jakarta – Bagi para penyuka wisata sejarah, Lawang Sewu dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat. Sebab tempat ini merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada zaman kolonial Belanda di tahun 1900-an.

    Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Museum Lawang Sewu, juga tidak perlu khawatir, sebab pihak pengelola sudah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan baik. Harga tiketnya juga tidak mahal, untuk orang dewasa Rp20.000 dan untuk anak-anak cukup Rp10.000. Lawang Sewu, buka mulai pukul 08:00 – 17:00 WIB.

    Prokes diterapkan mulai pintu masuk yang menggunakan sistem electronic gate, proses alur masuk pengunjung ke area museum lebih tertata. Sebelum masuk ke area museum, pengunjung wajib untuk check-in di aplikasi PeduliLindungi, lalu cek suhu tubuh, serta cuci tangan, dan tidak lupa selalu memakai masker.

    Keberadaan Lawang Sewu, pastinya memberikan peluang bagi masyarakat setempat untuk dapat meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. Sebab tempat ini menjadi daya tarik utama atau magnet tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke kota Semarang.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, bahwa sektor pariwisata menciptakan multiplier effect bagi industri lain, semisal transportasi, hotel, hingga restoran.

    Dengan kata lain, semakin tinggi frekuensi kunjungan wisatawan ke Lawang Sewu maka peluang usaha dan penciptaan lapangan kerja akan semakin terbuka, sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.

    Namun, wisatawan yang berkunjung ke Lawang Sewu hanya berkisar 100 orang/hari di weekdays, dan 300 orang/hari di weekend semenjak pandemi Covid-19. Padahal sebelum pandemi, bisa tembus hingga 3.000 pengunjung bahkan lebih pada saat weekend.

    Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, pemerintah merelaksasi sejumlah kebijakan, seperti penghapusan tes antigen untuk pelaku perjalanan domestik dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Lawang Sewu khususnya, dan Semarang pada umumnya.

    “Dengan program dan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, kita paham kebutuhan rakyat, maka kesejahteraan ekonomi dapat meningkat,” ucap Sandiaga Uno berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, Kamis, (31/03/2022). []

  • Alam Swiss Mempesona Bak Lukisan Sang Maestro!

    Jakarta | Serasa memandang lukisan, cantiknya Swiss sungguh menakjubkan! Pegunungan hijau menjulang tinggi dengan puncak-puncaknya yang berselimut salju, air terjun yang menyemburkan air dingin sampai ke sungai-sungai kecilnya yang menyeberangi berbagai lembah hijau dengan rumah kayu dan peternakan sapinya. Kita cuplik keindahan alam Swiss ini yuk!

    Zurich, ibu kota Switzerland atau Swiss. Mungkin kalau di sini jagoannya adalah museum nasional Swiss untuk mengenal sejarah Swiss. Selain ibu kota yang modern, Zurich juga masih memiliki kota tua yang dipertahankan keotentikannya, jadi harus banget dijalani seperti memandang lukisan masa lalu kota ini. Selain itu, danau dan sungai indah juga menghiasi kota ini. Keren banget!

    Zermatt, kota tanpa polusi atau zero pollution town. Kita bisa merasakan udara terbaik dunia di tempat ini, dengan pemandangan pedesaan yang cantik dengan warna rumah-rumah yang khas Swiss. Ke tempat ini tidak dapat digapai alat transportasi berpolusi sehingga hanya di staisun tertentu dan dilanjutkan dengan sepeda atau jalan kaki. Pemandangan Zermatt juga menghadap ke gunung salju yang berwarna putih bercampur batu-batuan warna smokey blue atau smokey grey, cantik banget kan!

    Kapellbrücke atau Jembatan Kapel di Lucerne. (Foto: peloporberita.com/Pixabay)

    Selanjutnya Lucerne, kota yang memiliki danau indah dan mengalir ke sungai yang di atasnya terdapat jembatan kayu kuno. Sekitar abad 15, jembatan ini dimanfaatkan sebagai Chappel dan menuju Chappel Santo Petrus, sehingga disebut Kapellbrücke atau Jembatan Kapel. Langit atap jembatan ini menyampaikan sejarah gereja di Swiss kala itu, sehingga menyusuri jembatan ini seperti memasuki galeri lukisan kuno dengan pemandangan belakangnya danau dan sungai Lucerne.

    Dari Lucernce, kita akan melawati pemandangan pedesaan indah dengan peternakan sapi, rumah kayu dan air terjun di bergagai titik, sambil memandang puncak gunung yang bersalju dan dipenuhi pohon cemara di kaki gunungnya. Kita pun akan menuju Titlis dengan cable car, setiba di puncak Titlis, kita dapat bermain salju dan berseluncur landai di bukit-bukitnya serta menjalani jembatan gantungnya. Seru banget!

    Kemudian Interlaken, kota yang diapit dua danau indah yaitu Thun dan Brienz. Puas sekali dengan pemandangannya yang indah menawan. Kegiatan di sini pun beragam, mulai dari bersepeda, maraton, paralayang, bahkan watersport di danaunya. Interlaken yang dikelilingi beberapa dari gunung tertinggi di Alpen, seperti Eiger, Mönch dan Jungfrau, juga menyediakan berbagai rute trekking dan hiking. Jangan ditanya perlu berapa lama leyeh-leyeh di tempat ini. Ada vila, resto, cafe, spot nongkrong sangat banyak yang harus dinikmati. Seminggu? Dua minggu? Aduh, awas kantong jebol!

    Selanjutnya kita harus banget ke Jungfraujoch, yang disebut sebagai puncak tertinggi Eropa. Menuju Jungfraujoch akan menemui Grindelwald yang banyak spotnya digunakan di drama Korea Crash Landing On You. Jika berkereta akan menyaksikan pemandangan panoramik yang tiada duanya! Benar-benar lukisan menjadi kenyataan, atau mungkin para pelukis itu terinsiprasi alam Swiss, ya?

    Semua serba indah sepanjang dua jam berkereta. Dari puncak Jungfraujoch, kita bisa melihat Aletsch Glacier sepanjang 23 kilometer yang merupakan gletser terbesar di Eropa. Indahnya! []

  • Venesia! Si Sukses Reklamasi Abad ke 5!

    peloporberita.com/ | Kalau dengar kata Venesia, kita pasti langsung terbayang gondola dengan latar belakang musik dari Akordeon, mungkin karena kebanyakan ditawarkan seperti itu di TVC atau film atau berbagai propaganda lainnya. Tetapi memang benar sudah pasti itu yang akan menjadi pengalaman utama kita saat ke Venesia.

    Venesia adalah reklamasi dari laguna laut Adriatik yang diperkirakan mulai ada di abad ke-5 sekaligus sebagai pelabuhan penghubung Italia, bahkan Eropa dan Asia.

    Sedangkan Gondola adalah perahu dayung tradisional yang merupakan sarana transportasi utama di Venesia. Kapasitasnya sekitar enam orang dengan pendayung seorang pria berseragam garis merah putih atau hitam putih, khas Venesia! Kalau mau romantis, Anda bisa minta gondola hanya untuk berdua serta ditemani seorang pemusik akordeon, dengan biaya ekstra tentunya!

    Kota pulau ini, dulunya merupakan pusat maritim, pelabuhan terbesar di akhir abad pertengahan Eropa dan hubungan komersial dan budaya dengan Asia. Venesia adalah kota yang unik secara lingkungan, arsitektur dan historisnya. Perjalanan dimulai dengan menghampiri pelabuhan kapal atau cruise di Italia Utara.

    Begitu naik kapal, suasana Venesia di depan mata sudah langsung menghampiri kita. Udara bersih dan segar serta angin sepoi dan gelombang kecil dari laut Adriatik yang juga diperindah dengan sedikit percikan air, hati-hati untuk yang perempuan akan halu jadi Angelina Jolie atau yang pria jadi Johnny Depp waktu di film The Tourist. Hahaha!

    Turun dari kapal, kita akan disambut banyak resto dan kafe bak tenda kaki lima namun bergaya epik Eropa. Banyak menu khas Italia yang ditawarkan, sudah tentu pizza, pasta, kopi dan lainnya. Ambil waktu sejenak menikmatinya sambil menghadap ke laut yang biru bersih, maka gondola-gondola yang terapung menjadi seperti bagian dari dekorasinya, bagaikan lukisan nan cantik kita pandang sambil menyeruput kopi. Lupakan semua masalah dan jadilah The Tourist!

    Kalau sudah puas, sambil berjalan kaki, kita akan bertemu beberapa jembatan epik. Dari jembatan tersebut dapat kita pandang keindahan kanal-kanal sungai yang diapit bangunan-bangunan tua, dengan warna bata dan semen yang sudah lama sambil sesekali ada gondola lewat di sana.

    Setelah melewati setiap jembatan, kita tetap bisa menikmati deretan bangunan mirip ruko namun khas Eropa sampai kita tiba di Piazza San Marco atau San Marco Square. Lapangan terbuka dikelilingi bangunan kotak dengan arsitektur khas Italia.

    Piazza San Marco, Venesia, Italia. (Foto: peloporberita.com/Pixabay)

    Di awal memasuki piazza, kita akan bertemu landmark yang paling dikenal yaitu menara jam Piazza San Marco. Sedangkan bangunan yang mengelilingi Piazza adalah Istana Doge yang dibangun diabad 13, dengan arsitektur gotik Eropa sebagai tempat kediaman kediaman Doge of Venice, otoritas tertinggi wilayah Venesia, yang kemudian beralih fungsi menjadi pusat bisnis.

    Di sisi lainnya, ada Katedral Saint Mark's Basilica yang merupakan jantung religius Venesia, dengan interior gereja yang sangat menawan arsitektural Byzantium yang masih dilengkapi lilin-lilin kecil bagi yang ingin berdoa, meski gereja sudah tidak menjadi fungsi awalnya lagi.

    Setelah melewati Piazza, selain diramaikan pengunjung juga burung-burung merpati berterbangan rendah, kita dapat terus berjalan sambil bertemu toko-toko kecil yang menjual merek Italia terkenal, termasuk Prada, Versace, Loro Piana dan Ermenegildo Zegna, demikian juga dengan merek fashion dan aksesoris internasional seperti Louis Vuitton, Hermès dan Chanel.

    Setelah semua itu kita jalani dan nikmati, tibalah kita di Port Gondola untuk naik gondola keliling kanal-kanal Venesia, Grand Canal dan jembatan besar Rialto.[]