Tag: BNN

  • Cegah Penyelundupan Narkoba Via Laut, BNN dan Pelindo Teken Nota Kesepahaman

    Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Petrus Reinhard Golose menandatangani nota kesepahaman tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Pelindo, Arif Suhartono, di Ruang Bandar Jaya, Kantor Pusat Pelindo Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (15/06/2022).

    Penandatanganan nota kesepahaman ini, merupakan yang pertama kali dilakukan BNN RI dengan Pelindo sejak BUMN Pelabuhan yang terbagi menjadi 4 wilayah operasional ini resmi bergabung menjadi satu kesatuan. Sebelumnya, kerja sama terjalin secara terpisah antara Pelindo I, II, III, dan IV.

    Kepala BNN RI dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas komitmen Pelindo yang secara berkesinambungan terus menjalin sinergitas dalam P4GN. Hal ini membuktikan, Pelindo memiliki kepedulian yang sangat besar dalam menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

    Menurutnya kerja sama dengan Pelindo adalah langkah strategis dalam bidang pemberantasan narkoba, mengingat maraknya penyelundupan narkoba yang dilakukan melalui ekspedisi laut.

    Cegah Penyelundupan Narkoba Via Laut, BNN dan Pelindo Teken Nota Kesepahaman

    “Saya berharap dengan adanya MoU ini Kita dapat memperketat dan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan narkotika yang masuk melalui jalur laut. Saya yakin dengan jaringan dan sumber daya yang dimiliki oleh Pelindo, Kita dapat bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan P4GN,” tutur Kepala BNN RI berdasarkan keterangan resmi yang diterima Jumat, (17/06/2022).

    Direktur Utama Pelindo dalam kesempatan mengungkapkan, pihaknya berharap, kerja sama ini tidak hanya dalam bidang pemberantasan narkoba saja akan tetapi juga dapat memberikan penguatan dalam pencegahan narkoba bagi seluruh personel Pelindo.

    [irp]

    “Sama-sama Kita ketahui apabila narkoba sudah menjadi sahabat bagi individu maka dapat dipastikan performasinya tidak akan maksimal. Untuk itu melalui kerja sama ini Pelindo berharap dapat mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pelindo,” kata Direktur Utama Pelindo.

    Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan Pelindo sebagai operator pelabuhan yang memiliki kontribusi signifikan terkait perjalanan logistik di Indonesia. []

    INAYA UMPAN PANCING

  • Kepala BNN Laporkan Capaian PNBP Tembus 13 Miliar

    Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Petrus Reinhard Golose, menyampaikan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di tahun 2020 mencapai Rp5,2 miliar, atau 428,6% dari target Rp1,2 miliar. Sementara di tahun 2021, realisasi PNBP mencapai Rp13 miliar, atau 138,6% dari target Rp9,4 miliar.

    “Kami yakin ditahun ini juga akan mengalami kenaikan, mengingat hingga akhir maret 2022 ini, capaian realisasi BNN sudah menyentuh angka 4,3 Milyar Rupiah, atau 53% dari target 8 Milyar Rupiah,” tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR RI, Selasa (29/03/2022).

    Kepala BNN menyebutkan, sumber PNBP yang didapat BNN salah satunya melalui penyelenggaraan layanan pemeriksaan secara online dan berbayar.

    Menanggapi Kepala BNN, Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan mengatakan tak layak apabila biaya pelayanan harus dibebankan kepada masyarakat.

    “Mereka sudah menjadi korban, jangan lagi dibebani oleh biaya. Kalau perlu anggaran BNN ditambah, biar itu menjadi beban APBN,” kata Hinca Panjaitan.

    Ia juga mempertanyakan kesanggupan BNN meningkatkan realisasi PNBP ditengah tuntutan pekerjaan BNN yang amat berat. Hinca pun meminta kepada BNN untuk membuat terobosan guna meningkatkan realisasi PNBP tanpa harus membebankan nominal kepada masyarakat.

    Hal serupa juga disampaikan Anggota Komisi III DPR lainnya, yakni Arteria Dahlan. Ia menilai, membebankan BNN dengan PNBP adalah bukan pada tempatnya. Menurutnya, apa yang dilakukan BNN selama ini membawa misi kemuliaan dan tidak seharusnya dibebankan dengan realisasi PNBP.

    “Rehabilitasi gratis, padahal berpeluang untuk dijadikan PNBP. Tapi tidak dilakukan dan di target PNBP besar,” sebut Arteria Dahlan.

    Menurutnya, dibawah pimpinan Petrus Reinhard Golose, terdapat banyak perubahan ditubuh BNN. Adanya tagline War On Drugs menunjukan posisi BNN sebagai leading sector Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) harus diperhitungkan. []

  • Di Hadapan Komisi III DPR RI, Kepala BNN Sampaikan Penguatan TAT dan Rehabilitasi

    Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Petrus Reinhard Golose menyampaikan bahwa semangat yang dibawa dalam perubahan Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika adalah penguatan rehabilitasi dan Tim Asesmen Terpadu (TAT). Hal ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI.

    Menurut Kepala BNN, Peran TAT dinilai penting sebab dapat menentukan seseorang apakah penyalah guna atau pecandu, diproses lebih lanjut ke dalam Criminal Justice System atau direhabilitasi.

    “Keputusan bersama sudah ada, sekarang dikuatkan dalam perubahan Undang-undang tersebut,” tuturnya Selasa (29/03/2022).

    Kepala BNN RI berharap, perubahan Undang-Undang itu dapat meminimalisir membludaknya penyalah guna narkotika masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (LP), sehingga mereka bisa direhabilitasi. Dengan demikian, BNN RI dapat menyiapkan strategi pelaksanaan rehabilitasi yang lebih komprehensif baik untuk kategori ringan maupun berat.

    Oleh sebab itu, Kepala BNN RI meminta dukungan kepada Komisi III DPR RI dalam hal penguatan TAT. Melalui revisi, maka posisi TAT diharapkan bisa dimasukkan apakah dalam Undang-Undang atau aturan turunan seperti di Peraturan Pemerintah (PP).

    Hal penting lainnya yang menjadi pembahasan adalah maraknya New Psychoactive Substances (NPS) atau narkotika jenis baru. Menurut Kepala BNN, NPS merupakan ancaman karena jumlahnya mencapai 1.124 jenis di dunia, dan 87 diantaranya masuk Indonesia. Penanganan maraknya NPS membutuhkan regulasi agar bisa dilakukan tindakan oleh BNN RI dan juga aparat penegak hukum lainnya.

    Untuk langkah pencegahan, BNN fokus dengan program prioritas seperti Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Meski demikian, Jenderal bintang tiga tersebut menekankan tentang pentingnya penguatan ketahanan keluarga.

    Dalam hal ini, BNN RI harus lebih bekerja keras untuk mengampanyekan bahaya narkoba terutama kepada anak-anak dan remaja sehingga mereka “know” untuk mampu mengatakan “No” pada narkoba.

    Dalam RDP kali ini, Kepala BNN RI memberikan apresiasi kepada Komisi III DPR RI yang telah memberikan dukungan penuh dalam rangka perang melawan narkoba, mulai dari upaya pencegahan hingga pemberantasan.

    Sementara anggota Komisi III dari PDIP, I Wayan Sudirta menyatakan mendukung penuh BNN dalam penguatan rehabilitasi. Menurutnya, sekecil apapun upaya rehabilitasi akan tetap memberikan optimisme. Ia pun dengan lantang menegaskan bahwa agar tidak memenjarakan generasi muda, tapi lebih baik mengobati mereka dan merehabilitasinya. []

  • BNN RI Rayakan Hari Jadi ke-20 dengan Musnahkan Ratusan Kilo Sabu

    Jakarta – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) musnahkan barang bukti 339.971,82 gram (339,97 Kg) sabu dan 16.532 butir ekstasi tepat di hari ulang tahunnya yang ke 20.

    Kepala BNN RI, Petrus Reinhard Golose, memimpin langsung proses pemusnahan barang bukti sebagai bentuk komitmen BNN RI perang melawan narkoba.

    “Dalam rangka memperingati 2 dasawarsa, mengemban tugas P4GN, BNN RI hadir disini untuk musnahkan barang bukti,” tutur Reinhard saat memimpin pemusnahan di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, pada hari Selasa, (22/03/2022).

    Kepala BNN RI menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil dari pengungkapan 9 kasus tindak pidana narkotika periode Januari hingga Februari 2022.
    “Kasus ini melibatkan 24 orang tersangka yang diamankan pada periode Januari hingga Februari 2022,” ungkap Reinhard Golose.

    Secara rinci, ia memaparkan total barang bukti yang berhasil disita sebanyak 340.337,2 gram sabu dan 16.586 butir ekstasi. dari jumlah tersebut disisihkan sebanyak 365,38 gram sabu dan 54 butir ekstasi guna kepentingan pemeriksaan laboratorium.

    Reinhard juga menambahkan, pemusnahan barang bukti yang dilakukan oleh BNN RI dapat menyelamatkan jutaan anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

    “Saya apresiasi setinggi-tingginya atas kerja cerdas seluruh tim BNN dalam memberantas peredaran gelap narkoba. War on Drugs, Speed Up Never Let Up!,” tandas Kepala BNN RI. []

  • CND Putuskan Penggolongan Narkotika Zat Baru

    peloporberita.com/ – Melihat tingginya kerawanan penyalahgunaan terhadap New psychoactive substances (NPS), Commission on Narcotic Drugs (CND) pada sidangnya yang ke-65, Rabu (16/03/2022), kembali mendiskusikan rekomendasi WHO-ECDD dan INCB terkait beberapa jenis zat baru yang dirasa perlu dimasukan pada penggolongan regulasi narkotika internasional.

    Adapun jenis zat-zat tersebut antara lain eutylone, brorphine, metonitazene, 4-AP, 4-anilinopiperidine, 1-boc-4-anilinopiperidine, 1-boc-4-AP, dan norfentanyl.

    NPS sendiri, biasa dikenal dengan narkotika jenis baru semakin banyak beredar di dunia. Zat-zat adiktif tersebut, menjadi celah bagi para pecandu narkoba untuk melakukan penyalahgunaan karena banyak diantaranya yang sampai dengan saat ini belum diatur di dalam regulasi.

    Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Puji Sarwono yang mewakili Indonesia, di hadapan para peserta sidang menyampaikan sikap Indonesia yang akan mendukung dan tetap menjaga komitmen dalam mengimplementasikan the international drug control treaties melalui pendekatan berimbang.

    “NPS terus berkembang secara dinamis dan kerja sama internasional adalah kunci dalam mengatasi permasalahan tersebut,” tutur Puji Sarwono.

    Penentuan ruang lingkup pengawasan internasional terhadap zat-zat tersebut dilakukan oleh 49 negara anggota CND yang hadir. Hasilnya, seluruh negara anggota CND menyetujui untuk seluruh zat yang direkomendasikan oleh WHO-ECDD dan INCB dimasukan dalam regulasi yang berada di bawah pengawasan internasional.

    CND Putuskan Penggolongan Narkotika Zat Baru
    Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Puji Sarwono. (Foto:Pelopor.id/BNN)

    Zat eutylone, resmi masuk dalam schedule 2 single convention on narcotic drugs 1961, zat brorphine dan metonitazene masuk dalam schedule 1 single convention on narcotic drugs 1961, sementara zat 1-boc-4-AP dan jenis zat lainnya masuk ke dalam table 1 of the 1988 convention.

    Atas keputusan tersebut negara-negara anggota CND memberikan dukungan penuh dan siap untuk mengimplementasikan perubahan ruang lingkup terhadap pengawasan zat-zat tersebut.

    “Zat-zat yang direkomendasikan oleh WHO dan INCB tersebut mencelakai banyak orang khususnya kaum muda, sehingga dengan masuknya zat-zat tersebut ke dalam golongan narkotika maka akan dapat dilakukan pengawasan secara internasional dan menyelamatkan banyak orang” tegas perwakilan Amerika Serikat. []

  • BNN Bongkar 85 Jaringan Narkoba Sepanjang 2021

    peloporberita.com/ – Kepala Badan Narkotika Nasional Indonesia (BNN) Komjen. Pol. Petrus Reinhard Golose menyampaikan, sejak Januari hingga Desember setidaknya BNN berhasil mengungkap 85 jaringan narkoba sepanjang tahun 2021.

    Reinhard Golose menjelaskan, 85 jaringan narkotika yang beroperasi di Indonesia merupakan jaringan nasional maupun internasional dan mayoritas jaringan narkoba yang terungkap merupakan yang bergerak secara nasional dengan 61 jaringan, sementara sisanya jaringan mancanegara.

    BNN Bongkar 85 Jaringan Narkoba Sepanjang 2021
    BNN Bongkar 85 Jaringan Narkoba Sepanjang 2021. (Foto:Pelopor.id/BNN)

    “Jaringan nasional yang kami temukan berasal dari sindikat Aceh, Madura, Jawa, Jakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur,” tutur Kepala BNN, Kamis (20/1/22).

    Ia juga mengatakan, BNN juga berhasil mengungkap 769 kasus narkotika sepanjang 2021. Dari ratusan kasus tersebut, BNN telah menangkap 1.109 tersangka yang kini sudah diproses secara hukum.

    “Para tersangka kini telah diproses secara hukum berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ungkapnya.

    Adapun tahun lalu, BNN menyita ganja dengan total massa 115 ton dari 50 hektar lahan ganja, 3.316 ton metamfetamin, dan 191.575 butir ekstasi, serta beberapa jenis narkotika lainnya.

    “Total aset yang berhasil kami sita seluruhnya adalah 108,3 miliar rupiah dari 14 kasus dan 16 tersangka,” tandas Kepala BNN. []

  • War on Drugs, BNN Ungkap Ratusan Kg Sabu dan Belasan Ribu Ektasi di Awal Tahun

    peloporberita.com/ – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) melakukan gebrakan dalam upaya War on Drugs di awal tahun 2022, baik melalui strategi soft, hard, maupun smart power approach.

    Dalam aspek hard power approach melalui upaya pemberantasan, BNN RI berhasil mengungkap kasus kejahatan narkotika dengan barang bukti sabu seberat 218,46 kilogram dan ekstasi sebanyak 16.586 butir serta tersangka sebanyak sebelas orang di Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Riau.

    Melalui penyitaan narkotika jenis sabu dan ekstasi dari ketiga jaringan di atas, BNN telah menyelamatkan lebih dari satu Juta jiwa anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.

    Pengungkapan tiga kasus besar di atas merupakan hasil kerja keras tim gabungan dari Direktorat Penindakan dan Pengejaran, Intelijen, Interdiksi, dan Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI serta dukungan dari BNNP setempat.

    BNN
    War on Drugs, BNN Ungkap Ratusan Kg Sabu dan Belasan Ribu Ektasi di Awal Tahun. (Foto: peloporberita.com/BNN)

    Kasus pertama diungkap petugas pada tanggal 7 Januari 2022, di daerah Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Pada awalnya, petugas BNN mendapatkan informasi tentang pengiriman narkotika dari Pontianak ke Balikpapan.

    Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua tersangka berinisial AM dan MN di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balikpapan. Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan di dalam mobil double cabin yang dikendarai para tersangka, dan menyita 10 bungkus teh China berisi sabu seberat 10,57 kilogram.

    Sabu tersebut disembunyikan di antara dinding bak samping kiri dan kanan mobil. Pengembangan pun dilakukan oleh petugas BNN hingga akhirnya berhasil mengamankan IK di parkiran sebuah rumah sakit di daerah Balikpapan.

    Sementara itu kasus kedua diungkap BNN RI di daerah Dumai, Provinsi Riau. Diawali pada tanggal 8 Januari 2022, petugas mengamankan dua orang tersangka berinisial AJ dan YT di daerah Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai berikut barang bukti sabu seberat 10,56 kilogram.

    Tidak berselang lama, petugas mengamankan dua tersangka berinisial RS dan RA yang berada tidak jauh dari TKP pertama. Dari keduanya petugas menyita sabu seberat 36,87 kilogram dan ekstasi sebanyak 16.586 butir.

    Tidak berhenti di sini, petugas terus melakukan pengembangan kasus dan petugas berhasil menangkap tersangka berinisial EP berikut barang bukti sabu seberat 128,82 kilogram di Dumai, pada 10 Januari 2022. Dari jaringan ini, total sabu yang disita adalah 176,26 kilogram.

    Empat hari berselang, petugas BNN RI mengungkap kasus ketiga di daerah Kalimantan Barat. Tepatnya, pada tanggal 14 Januari 2022 petugas BNN RI melakukan penangkapan terhadap tiga orang tersangka berinisial RAH, ARD, dan JUL di sebuah perumahan di daerah kelurahan Saigon, Pontianak, Kalbar.

    Dari hasil penggeledahan di rumah tersebut, petugas menyita sabu seberat 31,63 kilogram yang disembunyikan di lemari pakaian. Dari keterangan para tersangka, sabu tersebut diselundupkan melalui jalur tikus (Non PLBN) di sekitar perbatasan Entikong. []

  • BNN Bali Tunjuk Jerinx Jadi Duta Anti Narkoba

    peloporberita.com/ – Jerinx ditunjuk sebagai duta antinarkoba oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. Hal ini, disampaikan langsung oleh Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Gede Sugianyar, Rabu, 3 November 2021 di BNNP Bali.

    Drummer Superman Is Dead (SID) bernama lengkap I Gede Ari Astina ini, digandeng untuk mengeksekusi masyarakat tentang bahaya narkoba. Penunjukan Jerinx sendiri lantaran dirinya merupakan salah satu tokoh anak muda yang memiliki banyak penggemar di Bali.

    “Jadi pendekatan kita perlu mengandeng influencer kita di Bali ini. Tidak hanya dengan bli JRX.”

    “(Tugas JRX) tentu mengedukasi pesan-pesan yang ada tentang bahaya narkoba. Kalau lewat corong Bli JRX kan tentunya bisa lebih dipercaya bagi followernya,” tutur Gede Sugianyar.

    Nantinya, Jerinx akan terlibat dalam kampanye antinarkoba di Bali dan sebagai musisi Ia akan berkampanye dengan cara menampilkan musik di sejumlah sekolah-sekolah.

    Adapun saat ini menurut Sugianyar, Lapas Kerobokan Bali sudah sangat over kapasitas hingga 500 persen. Sehingga diupayakan agar para pemakai narkoba tidak lagi dipenjara tetapi direhab. Salah satu cara agar para pemakai atau pecandu mau direhab adalah dengan melakukan kampanye melalui influencer di Bali yang salah satunya adalah Jerinx.

    Baca juga :

    “Jadi pendekatan kita perlu mengandeng influencer kita di Bali ini. Tidak hanya dengan bli JRX,” tegasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Jerinx menyatakan dirinya menerima amanat sebagai duta antinarkoba dari BNNP Bali. []

  • SKD CPNS Kemenko Marves 2021, Sesmenko: Kuasai Knowledge, Skill dan Atittude!

    peloporberita.com/ | Tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) kembali diselenggarakan di Secaba Rindam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, (30/09/2021). Acara itu turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Agung Kuswandono yang memberikan pesan kepada para peserta.

    “Untuk jadi CPNS, menjadi bagian dari Pemerintah minimal ada 3 hal yang harus Anda kuasai. Pertama, knowledge atau ilmu pengetahuan. Nanti setelah menjadi PNS tidak hanya sekedar seperti kerja di kampus. Anda harus paham tentang aturan kenegaraan, aturan hukum, aturan kepegawaian, dan aturan internasional. Tergantung dari keahlian masing-masing dan disitulah Anda akan belajar saat masuk sampai seterusnya,” kata Sesmenko Agung.

    Baca juga: Tinjau Brebes, Kemenko Marves Terima Laporan Kendala Pengembangan Kawasan Pesisir

    Selanjutnya, ia menyampaikan hal kedua yang harus dikuasai adalah skill atau keterampilan. “Anda saat ini ujiannya sudah menggunakan skill tertentu yaitu dengan menggunakan laptop dan harus bisa mengoperasikannya,” lanjutnya.

    Tidak kalah penting yang ketiga adalah atittude atau perilaku. “Menjadi PNS, Anda harus menahan diri karena kita bagian dari Pemerintah, ada organisasi, hierarki, birokrasi dan ada tata krama yang dipegang,” tambahnya.

    Sesmenko Agung pun menyemangati para peserta dalam mengerjakan tes SKD hari ini. “Bismillah jalankan tes ini dengan yakin, kalau belum berhasil bisa diulang lagi tahun depan. Doa restu orang tua atau keluarga jangan lupa. Semangat untuk belajar jangan pernah berhenti,” pesan Sesmenko Agung.

    Baca juga: Luhut Pandjaitan : Indonesia akan Bantuk Health Tourism Board

    Hari ini, sejumlah 89 peserta yang mendaftar di Kemenko Marves untuk mengikuti tes SKD. Selain Kemenko Marves, juga ada peserta dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kabupaten Belitung Timur. “Selamat melaksanakan tes bagi Kemenko Marves, BNN dan Kabupaten Belitung Timur. Selamat berjuang dan diberikan jalan yang terbaik. Sukses selalu kami menunggu anak-anak yang mendaftar dan bergabung di Kemenko Marves,” kata Agung.

    Kepala Kantor BKN Regional III Bandung Tauchid Djatmiko juga menyampaikan komitmen tim dari BKN yang sudah menandatangani pakta integritas, yang menyatakan jika memang ada dari tim melanggar atau melakukan tindakan diluar ketentuan yang ada, BKN sanggup memberikan hukuman sampai pembebasan tugas.

    Ia berpesan kepada para peserta bahwa seleksi CPNS melalui CAT ini diselenggarakan secara cepat, akuntabel dan transparan. Skor nanti juga bisa dilihat publik lewat youtube. Pada tes SKD kali ini, nilai tertinggi yang diraih peserta adalah 471 dari maksimal nilai 550. []

  • BNN Gagalkan Penyelundupan 122 Kg Sabu Selama Operasi Laut Interdiksi Terpadu

    peloporberita.com/ | Jakarta – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) resmi menutup Operasi Laut Interdiksi Terpadu di Pelabuhan Ujung Baru, Dermaga 104, Belawan, Kota Medan, Sabtu, 25 September 2021.

    Bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI, serta Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan, Operasi Laut Interdiksi Terpadu membuahkan banyak hasil.

    BNN

    Dalam kurun waktu 12 hari, operasi tersebut mampu menggagalkan upaya penyelundupan 122 kg sabu yang hendak masuk ke perairan Indonesia. Selain itu, tim gabungan juga berhasil menemukan 2 kali pelanggaran pabean 2 kali pelanggaran pelayaran.

    Wilayah yang menjadi sasaran operasi yaitu perairan Selat Malaka, perairan Selat Makassar, Laut Sulawesi, Kepulauan Seribu, serta pelabuhan-pelabuhan yang terhubung dengan wilayah perairan tersebut.

    Sebanyak 15 Kapal Patrol dikerahkan dengan total personel yang diterjunkan 388 orang. Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur internal dan eksternal BNN. Unsur internal diantaranya BNN pusat, BNNP Aceh, BNNP Sumatera Utara, BNNP Riau, BNNP Kepulauan Riau, BNNP Kalimantan Timur, BNNP Sulawesi Selatan, dan BNNP DKI Jakarta.

    Sementara dari unsur eskternal diantaranya Direktorat Polair Koor Polairud Baharkam Polri, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ditjen Perhubungan Laut, serta Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan .

    Menggunakan kata sandi Purnama (Gempur Narkotika Bersama), Operasi Laut Interdiksi Terpadu resmi dibuka Kepala BNN RI, Dr. Petrus R. Golose pada Selasa, 14 September 2021 lalu di Dermaga Bintang 99, Batam, Kepulauan Riau.

    Adanya operasi ini diharap mampu memberikan efek preventif dan represif bagi peredaran gelap narkoba di Indonesia. Kehadiran Kapal-Kapal Patroli dengan dukungan personel on board BNN di kapal tersebut, dinilai mampu memberi efek gentar bagi sindikat peredaran narkoba yang hendak memasukan narkoba ke Indonesia. []