peloporberita.com/ |Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa dua desa di Kecamatan Mapili, Kabupaten Poliwali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat dilanda banjir pada Sabtu (4/9/2021), pukul 18.30 waktu setempat.
Banjir tersebut, dipicu oleh hujan dengan intensits tinggi sehingga debit air Sungai Andau, Kanusuang dan Salu Kadundung meluap. Menyebabkan 90 KK atau 330 jiwa di dua desa terdampak banjir dengan ketinggian berkisar 20 – 100 cm. Kedua desa terdampak yaitu Desa Landikanusuang dan Rappang Barat.
Dua Desa di Poliwali Mandar Dilanda Banjir.(Foto:Pelopor.id/BNPB)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poliwali Mandar mencatat 56 KK (194 jiwa) terdampak di Desa Landikanusuang, sedangkan 34 KK (146 jiwa) di Rappang Barat.
Data sementara dusun-dusun yang terdampak di Desa Landikanusuang berada di Dusun Pulluddung, Tondo Ratte, Landi dan Seppong. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini.
BPBD setempat juga melaporkan, banjir berdampak pada kerugian material pada sektor pemukiman, fasilitas umum dan perkebunan. Tercatat 90 unit rumah warga di dua desa tersebut terendam.
Sementara itu, 2 unit jembatan terpantau mengalami pengikisan pada pondasi, 2 unit jembatan gantung terancama putus. BPBD juga mendata 1 unit masjid terendam. Sedangkan di sektor perkebunan, kebun kakao seluas 21 hektar dan sawah 100 hektar terendam.
BPBD Kabupaten Poliwali Mandar telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti menyiagakan apabila diperlukan untuk evakuasi warga. Di samping itu, BPBD bersama TNI, Polri, Tagana, relawan dan instansi di tingkat kecamatan dan desa melakukan pembersihan lingkungan yang dipenuhi sampah banjir.
Meskipun banjir sudah surut, BPBD setempat bersiaga untuk mengantisipasi banjir susulan. Hal tersebut dilatarbelakangi kondisi cuaca hujan deras saat ini. Prakiraan cuaca di tingkat kecamatan, hujan dengan intensitas ringan terpantau berpeluan terjadi pada malam ini.
Berdasarkan prakiraan dini cuaca BMKG, wilayah Poliwali Mandar berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang. Potensi hujan masih berpeluang di wilayah ini pada esok hari, Senin (6/9).
Analisis inaRISK menunjukkan 13 kecamatan di Kabupaten Poliwali Mandar yang berada pada kategori sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Kecamatan Mapili yang terdampak banjir merupakan salah satu kecamatan pada kateogri bahaya tersebut.
Namun potensi bahaya lain perlu menjadi catatan, khususnya memasuki musim hujan ini, yaitu potensi bahaya tanah longsor. Kecamatan ini juga berada pada potensi bahaya tanah longsor kategori sedang hingga tinggi.
BNPB mengimbau masyarakat untuk siap siaga dan waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Sebagian wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan pada bulan September hingga November 2021, di antaranya Provinsi Sulawesi Barat.
Kewaspadaan warga di tingkat komunitas atau desa dibutuhkan untuk bersama-sama menganalisis secara mandiri potensi risiko yang berada di wilayah. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Bupati Kabupaten Lombok Timur H.Sukiman Azmy, berhasil melenyapkan status desa tertinggal di wilayahnya. Keberhasilan ini seiring dengan Indeks Desa Membangun (IDM) yang diperoleh dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD).
“Hanya Desa yang majulah yang dapat mengantarkan Kabupatennya maju.”
“Ukuran keberhasilan pembangunan yang paling nyata itu ada di Desa, karena sebagian besar (atau) 90 persen penduduk Lotim tinggal di Desa,” tutur Sukiman Azmy berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Kamis, 26 Agustus 2021.
“Hanya Desa yang majulah yang dapat mengantarkan Kabupatennya maju,” sambungnya.
Pernyataan ini disampaikan Sukiman Azmy terkait Lombok Timur yang berhasil mendapatkan IDM tertinggi dari seluruh Kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). IDM sendiri merupakan indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan 3 indeks, yaitu indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan ekologi atau lingkungan.
Lombok Timur memiliki 239 desa, dimana 19 desa diantaranya merupakan desa mandiri, 129 merupakan desa maju, sebanyak 91 desa berkembang dan hebatnya memiliki zero desa tertinggal alias sudah tidak ada lagi kategori desa tertinggal.
Lalu apa saja yang telah dilakukan Bupati Sukiman Azmy untuk memberantas desa tertinggal dari wilayahnya: Yakni, dengan mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Pengelolaan APBDes yang berpihak pada Pelayanan Dasar dan SDGs.
Sustainable Development Goals atau SDGs sendiri, adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Kemudian Sukiman Azmy memastikan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten In-line dengan RPJM Desa. Selain itu, juga dilakukan pembinaan secara berjenjang terhadap desa.
Lebih lanjut, Bupati Lotim juga tidak segan-segan memberikan reward kepada Kepala Desa (Kades) yang berprestasi. Reward tersebut, misalnya dengan memberangkatkan Umroh 25 Kades pada tahun 2019 yang berhasil membuat Peraturan Desa (Perdes) soal Penundaan Usia Perkawinan.
Selanjutnya, pada medium 2021, sebanyak 239 desa (seluruh desa di Lotim)) sudah berhasil menetapkan Perdes Penundaan Usia Perkawinan.
Tak hanya itu, Sukiman Azmy juga berhasil merubah seluruh Posyandu Konvensional yang ada diwilayahnya sebanyak 2.093 menjadi Posyandu Keluarga. Hal ini, mendorong Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI memberikan Apresiasi Kepada Pemda Lotim.[]
peloporberita.com/ | Jakarta – Desa Tete Batu di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, dipastikan menjadi wakil Indonesia di ajang Best Tourism Village (BTV) yang digelar United Nation World Tourism organization (UNWTO).
Kepastian ini diketahui melalui surat keterangan resmi dari Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf). Dalam surat tersebut, Kemenparekraf memastikan 3 desa wisata diusulkan mengikuti Lomba UNWTO bersama desa wisata dari Yogyakarta, NTT dan satu diantaranya adalah Tete Batu dari NTB.
“Terima kasih atas dukungan Mas Menteri Parekraf (Sandiaga Uno) semoga Tete Batu juara.”
Terkait hal ini, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Yusron Hadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi mengapresiasi effort yang dilakukan oleh tim Kabupaten Lombok Timur yang sudah mempersiapkan segala sesuatu dalam pengusulan lomba ini.
Air terjun Durian, Tete Batu. (Photo by: @jthornton__)
“Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas atensi dan keputusan Kemenparekraf tgl 19 Agustus menetapkan desa wisata Tete batu sebagai peserta lomba UNWTO,” tutur Yusron melalui keterangan tertulis, Jumat, 20 Agustus 2021.
“Terima kasih atas dukungan Mas Menteri Parekraf (Sandiaga Uno) semoga Tete Batu juara,” sambungnya.
Yusron juga menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang berada di desa Tete batu bertemu dengan Kepala desa setempat, pengelola desa wisata dan Pokdarwis untuk pendampingan lomba. Pendampingan tersebut seperti entrance, gazebo, signed, Tourism INform’Center dan digital publication.
“Bentuknya non teknis dan teknis, non teknis bisa Pemahaman akan lomba tersebut maupun capacity building pengelola desa wisata sedangkan teknisnya dukungan penataan kawasan,” sebutnya.
Lebih lanjut Kadispar NTB menegaskan, bahwa pendampingan dilakukan oleh semua pihak terkait, bukan hanya Pemprov semata. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pemkab Lotim dan pengelola TNGR. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Yusron Hadi menyebut, ada tiga strategi promosi pariwisata paling ampuh yang harus dilakukan oleh para pelaku wisata.
Tiga strategi itu, yaitu melakukan branding terhadap produk yang akan dijual, menayangkan iklan di media elektronik, website, dan sosial media, serta menjualkan produk-produknya tidak hanya ke dalam negeri tetapi juga hingga mancanegara.
Hal ini, dipaparkan Yusron saat membuka secara resmi Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemesanan, Penjualan Pada Desa Wisata, Homestay/ Pondok Wisata, Kuliner, Souvenir, dan Fotografi bagi 40 orang pelaku pariwisata Lombok dan Sumbawa di Holiday Resort Lombok, Rabu, 18 Agustus 2021.
Yusron juga menjelaskan, ada beberapa aktivitas untuk mendukung digitalisasi pariwisata, seperti mendukung homestay agar dapat terhubung dengan banyak pelanggan secara digital, mendukung hotel budget untuk mengelola kegiatan operasional harian secara digital. mendukung pengelolaan transaksi tiket secara digital baik secara langsung maupun online, mendukung digitalisasi bisnis UMKM dan travel agent.
Oleh sebab itu, para pengelola desa wisata, pengelola homestay dan pelaku ekraf perlu dilatih fotografi, membuat video pendek, strategi pemasaran dalam era digital dengan latihan langsung di akhir sesi.
“Kita akan lakukan ini secara bertahap sesuai kemampuan pendanaan yang ada sehingga semua pihak memiliki standar pengalaman dan pengetahuan yang sama soal digitalisasi branding dan pemasaran,” tandasnya.
Pelatihan Digitalisasi yang diselenggarakan selama 3 hari dari tanggal 18 Agustus hingga 20 Agustus 2021 ini, dilaksanakan dengan prokes yang ketat. Sebelum memasuki ruang pelatihan, seluruh peserta diwajibkan mengukur suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun, dan dilanjutkan dengan melakukan Rapid Test Antigen yang telah disiapkan oleh panitia. []
Pelopor. Id | NTT – Upacara Hari ulang tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-76 pada hari selasa 17 Agustus 2021 berlangsung dengan aman di lapangan umum Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) serta sesuai protokol kesehatan.
HUT Kemerdekaan RI KE-76 ini, dilaksanakan dengan tema “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”. Kegiatan ini, dihadiri oleh seluruh jajaran Polsek Reo, Koramil 1612-03 Reok, Kejaksaan Negeri Manggarai Cabang Reo, Para Lurah dan staf kelurahan Se-Kecamatan Reok, Puskesmas Reok, Pertamina Reo, dan Anggota DPRD Komisi A Kabupaten Manggarai dapil IV.
“Ibarat peperangan, kita sedang berada di pusaran utamanya dan pada saat-saat seperti inilah semangat para pahlawan yang berjuang memerdekakan bangsa ini 76 tahun silam harus menjadi denyut nadi kita masing-masing.”
Mengawali Pidato HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76, Kamsudin usman Anggota DPRD Komisi A dapil IV Kabupaten Manggarai, dipercayakan untuk membaca teks proklamasi dan dilanjutkan dengan Pembacaan teks pidato HUT Kemerdekaan RI oleh Camat Reok, Paulus Ngambol.
“Hari ini kita mengenang jasa para pahlawan yang telah memungkinkan bangsa ini tiba di usia 76 tahun. Kita mensyukuri anugerah Tuhan itu, sekaligus berjuang memberikannya makna “siapa saya dan apa yang harus saya lakukan untuk bangsa dan negara ini pada usianya yang baru?”, tutur Paulus Ngambol Mengutip teks pernyataan Bupati Manggarai.
“Ada nuansa yang berbeda pada perayaan tahun ini, Ini adalah kali pertama saya, Herybertus G. L. Nabit, dan Heribertus Ngabut Bupati dan Wakil Bupati Manggarai merayakannya bersama seluruh masyarakat Manggarai pasca-pelantikan tanggal 26 Februari silam,” sambungnya.
“Kita semua diminta untuk merayakannya secara sederhana dalam kepatuhan menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, tetap dengan semangat “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang menjadi tema utama perayaan HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2021.”
Paulus menyebut, Bupati dan Wakil Bupati Manggarai menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kebersamaan seluruh stakeholders sejak Februari hingga saat ini, yang memungkinkan roda pemerintahan, proses pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan tetap berjalan.
“Kita merayakan peristiwa suka cita ini secara lebih sederhana, saya meyakini, kita semua pasti memahami alasan-alasannya. Bangsa ini, termasuk Kabupaten Manggarai di dalamnya sedang dalam fase yang sulit. Pandemi global virus corona seolah tak pernah berhenti melingkupi hidup harian kita. Larangan berkumpul, mengurangi kerumunan massa pada setiap perhelatan, telah menjadi pengetahuan umum kita akhir-akhir ini,” ungkap Paulus.
“Ibarat peperangan, kita sedang berada di pusaran utamanya dan pada saat-saat seperti inilah semangat para pahlawan yang berjuang memerdekakan bangsa ini 76 tahun silam harus menjadi denyut nadi kita masing-masing. Kita pasti akan memenangkannya meminjam semboyan lama yang tetap aktual bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh sebab kita adalah bangsa yang tangguh dan akan segera tumbuh (kembali) setelah pandemi covid-19 ini seperti meruntuhkan segalanya,” sambungnya.
Pada saat-saat seperti ini jualah, kita diajak memelihara api harapan agar terus bernyala-nyala. Kita akan keluar bersama dari masa yang sulit ini, sambil kita kenangkan dalam doa jiwa-jiwa orang-orang yang kita cintai, masyarakat Kabupaten Manggarai yang telah pergi mendahului kita karena virus corona.
“Semoga mereka semua mendapat istirahat yang kekal abadi, dan kita yang mendapat kesempatan untuk memenangkan peperangan ini sungguh-sungguh berusaha meraih hari baik yang akan datang itu. Setelah memegang tongkat estafet kepemimpinan daerah ini, tiga hal penting harus dijalankan. Bupati dan Wakil Bupati Manggarai bertanggung jawab menjalankan pemerintahan,” ucap Paulus.
Yakni, memastikan bahwa roda birokrasi terus berputar, melaksanakan proses pembangunan. Memikirkan keterjangkauan pembangunan pada seluruh lapisan masyarakat sekaligus melihat, mendengar, dan menjawab kebutuhan-kebutuhan, serta terus meningkatkan usaha pelayanan kemasyarakatan. Mengupayakan kebijakan yang non-diskriminatif (no one left behind). []
peloporberita.com/ | Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Jefri Gultom mengatakan, komitmen Pemerintah untuk sejahterakan Papua jauh dari harapan, pasca penetapan UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otsus Papua. Jefri menyampaikan pernyataan itu setelah acara diskusi bertajuk “Meneropong Masa Depan Papua Pasca Penetapan Otsus Jilid II”, Sabtu (14/08).
Dalam rilis pers yang diterima peloporberita.com/, Jefri Gultom mengatakan bahwa selama 20 tahun, UU Otsus belum terlalu berdampak kepada masyarakat Papua. "Pelanggaran HAM dan rasisme masih juga terjadi kepada masyarakat Papua. Komisi kebenaran dan rekonsiliasi yang merupakan amanah UU Otsus tidak pernah terbentuk,” ujar Jefri.
Selain itu, Jefri juga menyoroti kemiskinan di Papua, padahal bisa dikatakan Papua adalah salah satu penyumbang terbesar bagi pendapatan negara. “Sungguh miris, Papua merupakan provinsi termiskin, padahal pendapatan negara dari pajak dan non pajak terbesar termasuk berasal dari Tanah Papua,” tutur Jefri Gultom.
Acara virtual itu juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati yang menilai, pelanggaran HAM tidak terlepas dari kondisi ekonomi politik di Papua.
Menurutnya, untuk menghentikan pelanggaran HAM yang berkelanjutan diperlukan verifikasi fakta, pengungkapan kebenaran secara penuh dan terbuka, permintaan maaf kepada publik dari negara dan memastikan bahwa semua proses sipil dan militer mematuhi standar internasional tentang proses hukum, keadilan dan ketidakberpihakan.
Ditengah penolakan sejumlah elemen masyarakat papua, Pemerintah dan DPR RI tetap mengesahkan UU Otsus Papua dalam rapat Paripurna (15/07). Awalnya, hanya mengajukan revisi 3 pasal yaitu perpanjangan dana otsus, aturan pemekaran wilayah dan ketentuan peralihan peraturan. Namun, 18 pasal masuk dalam daftar revisi saat pembahasan DPR RI.
Anggota DPD dari Dapil Papua Barat Mamberob Y. Rumakik mengatakan, pembahasan UU Otsus dilakukan di tengah Pandemi Covid-19, sehingga hanya sedikit perwakilan dari pansus yang mengikuti rapat secara langsung. Terkait hal itu, Mamberob mengajak masyarakat Papua untuk mengawal implementasi UU Otsus, agar tepat sasaran dan berdampak pada masyarakat Papua.
Selain itu, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib menilai, dalam UU Otsus tidak ada keseriusan perlindungan dan penegakan HAM serta membangun kesejahteraan terhadap masyarakat Papua.
Dalam pers rilis yang diterima peloporberita.com/, Timotius mengatakan penyusunan UU Otsus tidak melibatkan masyarakat adat dan juga MRP, sebagaimana yang terdapat dalam pasal 77 UU No 21 Tahun 2001.
Sekretaris BPC GMKI Jayapura Yusuf Simbiak juga mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah tidak cukup menyelesaikan persoalan di tanah Papua. “Kami mengharapkan kehadiran langsung Presiden Joko Widodo untuk dapat berdialog di tanah Papua. Kami akan menyampaikan semua persoalan tanah Papua secara langsung kepada Presiden,” kata Yusuf. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyerahkan bendera merah putih kepada kepala-kepala Suku yang ada di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) untuk dikibarkan di Rumah Kaki seribu Distrik Hink Pegaf, Papua Barat pada Sabtu, 14 Agustus 2021.
Penerangan Kodam XVIII/Kasuari pada Minggu, 15 Agustus 2021 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian touring merah putih ke Pegaf yang dilaksanakan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke-76 Republik Indonesia bersama Komunitas Trail Manokwari (KTM) .
“Kami menyatakan bahwa sampai kapanpun kami tetap NKRI.”
Saat penyerahan bendera, Pangdam di sambut oleh tujuh kepala suku yang mewakili suku-suku di Pegaf dan berpesan untuk terus mengibarkan bendera merah putih di Pegaf karena merupakan bagian NKRI.
“Bapak Kepala Suku, saya menyerahkan bendera merah putih ini untuk terus dikibarkan di tanah Pegaf, pegunungan Arfak harus terus sejahtera dan damai, sehingga anak cucu kita ke depannya dapat mencapai cita-cita dan masadepannya dengan baik,” tutur Pangdam XVIII/Kasuari.
Kepala Suku Pegaf Terima Bendera Merah Putih dari Pangdam Kasuari. (Foto: peloporberita.com/TNI)
Apri Indou, Kepala Suku Distrik Anggi, mengucapkan rasa terima kasih kepada Pangdam, untuk bersama-sama melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih.
"Dengan ini kami menyatakan bahwa sampai kapanpun kami tetap NKRI," ungkapnya.
Prosesi penyerahan dan pengibaran bendera merah putih ini merupakan suatu kebanggaan dan penghargaan Kodam XVIII/Kasuari kepada para kepala suku yang ada di Pegaf.
Setelah menerima bendera, tiga kepala suku tersebut langsung mengibarkan bendera melalui upacara yang dipimpin Pangdam dan diikuti oleh warga sekitar dan rombongan dari Kodam XVIII/Kasuari.
Usai upacara pengibaran bendera merah putih, Pangdam berkesempatan memasuki rumah adat dan menerima penjelasan tentang rumah adat kaki seribu yang merupakan budaya masyarakat Pegaf.
Selanjutnya, Pangdam diperkenalkan dan mencoba panah milik masyarakat yang digunakan untuk berburu, sasaranpun berhasil dipanah oleh Pangdam.
Acara ditutup dengan dengan pembagian bantuan bingkisan sembako kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan dengan harapan dapat membantu kebutuhan hidup sehari-hari. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah serentak akan dilaksanakan tahun 2024. Meski masih beberapa tahun lagi, sejumlah nama sudah mulai di gembar-gemborkan akan bertarung di pesta demokrasi tersebut.
Untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pengamat menjagokan beberapa tokoh untuk tampil memperebutkan kursi pimpinan nomor satu di daerah yang terkenal sebagai destinasi wisata ini.
Tokoh-tokoh tersebut seperti H.M.Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri, Dr. Zulkieflimansyah – Dr. Sitti Rohmi Djalillah, Hj. Wartiah – Dr. W. Musyafirin dan Lalu Pathul Bahri – H.M. Syafruddin.
Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa daerah masing-masing. Sukiman Azmi dijagokan untuk unggul dengan kekuatannya sebagai Bupati Lombok Timur dua Periode.
Lombok Timur sendiri, merupakan daerah yang memiliki basis pemilih terbesar di NTB. Jumlah pemilih di daerah tersebut mencapai 875.279 orang berdasarkan data KPU tahun 2018 atau lebih dari seperempat dari seluruh pemilih di Provinsi NTB.
Sukiman Azmy yang sampai saat ini masih non-partai, menjadi rebutan sejumlah partai politik yang tertarik mengadopsinya sebagai “kader partai” mengingat potensi besar kemenangan Putra asli daerah yang dijuluki Gumi Selaparang itu di pesta demokrasi 2024.
Gaya kepemimpinan Sukiman Azmy yang tegas, berlandaskan pengalamannya sebagai tentara. Selain itu, ia terkenal sebagai Mubaligh yang selalu mengayomi masyarakat agar selalu mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.
Kombinasi ketegasan dan sosok pengayom masyarakat ini, tentu sangat dirindukan masyarakat, bukan hanya di Lombok Timur, tetapi juga di Seluruh Tanah Air.
Dibawah tangan dingin Sukiman Azmy, sebanyak 63 desa di Lombok Timur ditetapkan sebagai Desa Wisata. Bahkan, salah satu Desa Wisata yaitu Desa Kembang Kuning, berhasil meraih Predikat sebagai Desa Wisata terbaik Nasional Kualifikasi Desa Wisata Berkembang.
Terbaru, Sukiman Azmy mengejutkan masyarakat Tanah Air dengan terpilihnya Desa Tetebatu di Kecamatan Sikur untuk mewakili Indonesia di ajang Best Tourism Village 2021 yang digelar United Nation World Tourism organization (UNWTO) sebagai kandidat Desa Wisata Terbaik Dunia.
Sedangkan kepemimpinan Indah Dhamayanti Putri (IDP) yang merupakan Bupati wanita Pertama di NTB, tidak perlu diragukan lagi. Sebagai sosok asli Bima, kekuatan wanita yang akrab disapa Umi Dinda ini, akan kokoh sesuai kultur masyarakat setempat yang memiliki prideness (Dou Ndai) terhadap putra daerah mereka yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024. Umi Dinda sendiri telah menjadi Bupati Bima selama 2 Periode.
Indah Dhamayanti Putri juga salah satu Pengurus DPD partai Golkar yang berpotensi diusung partai tersebut. Sebab, rekan satu partainya H. Mohan Roliskana (HMR) yang menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar NTB, diprediksi bakal kembali bertarung untuk periode ke-2 di Pemilihan Walikota Mataram tahun 2024.
Jika pasangan ini didukung oleh dua Partai saja yakni Gerindra dan Golkar, sudah tentu memiliki mesin partai yang kuat hingga akar rumput. Raihan Kursi kedua partai tersebut merupakan yang tertinggi di NTB. Partai Golkar mendapat 10 Kursi, sedangkan Partai Gerindra berhasil mendekap 9 Kursi pada pemilihan Legislatif DPRD tahun 2019.
Kedua Partai ini, juga memiliki 7 Kader yang menjabat sebagai kepala daerah, dari total 10 Kabupaten yang ada di NTB. Bila Partai Gerindra memberikan dukungan kepada pasangan ini, otomatis mereka akan mendapat dukungan dari Bupati Lombok Tengah yang merupakan kader setia dari Partai yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto itu.
H.M.Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri, berpotensi memenangkan suara masyarakat di wilayah Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, Kobi dan Bima.
Keduanya, juga dinilai memiliki kekuatan dahsyat dalam mempengaruhi Birokrat di Lombok Timur dan Bima. Terlebih, Umi Dinda adalah ibu kandung dari Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putera Ferryandi.
Meski demikian, keduanya akan sejumlah tantangan dalam memenangkan pemilihan serentak 2024. Pasalnya, H.M. Sukiman Azmi, saat pesta demokrasi itu berlangsung tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik.
Selain itu, jika ada pasangan calon lebih dari satu di daerah basis massa yang sama, maka suara akan terpecah. Seperti contohnya di Lombok Timur dimana H.M Sukiman Azmy bersinggungan dengan Sitti Rohmi Djalillah. Sebagai upaya meraih kemenangan, mesin partai perlu bahu-membahu memecah basis pemilih lawan, terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima.
• Dr. Zulkieflimansyah- Dr. Sitti Rohmi Djalillah
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkifliemansyah (kiri) bersama Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah. (Foto: peloporberita.com/ Antara)
Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa asal kedua bakal pasangan calon dan keduanya sama-sama petahana. Zulkieflimansyah yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB, sangat diunggulkan, lumbung suara pendukungnya terutama mengalir dari Pulau Sumbawa.
Zulkieflimansyah sebagai putra asal daerah tersebut akan mendapat dukungan penuh, sesuai dengan kultur masyarakat suku Sumbawa yang memiliki prideness (Tau dita) terhadap putra daerah mereka yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024.
Bang Zul juga unggul dalam peta elektabilitas tokoh kepala daerah wilayah Indonesia Timur. Politisi PKS ini, meraih dukungan 20,8 persen responden, mengalahkan Gubernur Bali, I Wayan Koster yang meraih 15,2 persen. Bahkan, Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio secara blak-blakan menyebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat itu memiliki potensi besar.
“Jika berbicara mengenai parpol, kita juga tidak boleh melupakan kepala daerah yang berasal dari Indonesia Timur yang selama ini terlupakan oleh publik padahal memiliki potensi besar seperti Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah contohnya,” sebut Hendri beberapa waktu yang lalu.
Selain itu, Zulkieflimansyah memiliki adik kandung yang menjabat sebagai Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviani. Ini tentu menguntungkan untuk keberpihakan birokrat yang ada di Kabupaten Sumbawa terhadap pasangan ini. Kemudian, mesin partai pengusung Zulkieflimansyah, adalah salah satu partai yang selalu memiliki pimpinan pada alat kelengkapan dewan di setiap daerahnya.
Sementara Sitti Rohmi Djalillah saat ini menjabat sebagai wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat mendampingi Zulkieflimansyah. Rohmi merupakan kakak dari Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi.
Pasangan ini, juga memiliki kekuatan pada basis massa organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nahdlatul Wathan yang tersebar di beberapa wilayah di Pulau Lombok yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat.
Namun, ada tantangan yang harus dihadapi keduanya, antara lain pasangan ini tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik saat pemilihan Serentak 2024 dan basis massa akan terpecah jika ada calon lain dari daerah yang sama menjadi kontestan.
Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, pasangan ini memiliki keunggulan, tetapi yang paling pas yakni dipasangkan dengan pasangannya saat ini.
“Itu yang paling pas. Yang paling masuk akal buat Pak Zul,” tuturnya melalui sambungan telepon Jumat, 13 Agustus 2021.
Adapun potensi kemenangan Zulkieflimansyah – Rohmi berada di wilayah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Sumbawa.
• Lalu Pathul Bahri – H. M. Syafruddin
Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa asal kedua bakal pasangan calon. Lalu Pathul Bahri (LPB) berasal dari Lombok Tengah yang memiliki jumlah Pemilih terbesar kedua setelah Lombok Timur.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. (Foto: peloporberita.com/Ist)
Sebagai bakal pasangan calon yang sedang menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah, tentu LPB sangat diunggulkan terutama dengan perolehan suara dari daerah yang ia pimpin.
Sedangkan H. M. Syafruddin (HRS) adalah Anggota DPR RI 3 Periode. Mulai dari periode pertamanya 2009-2014, 2014-2019 dan periode saat ini 2019-2024 Syafrudin juga menjabat sebagai Wasekjen DPP PAN sejak 2011 dan saat ini menjadi Ketua DPP yang membidangi UKM.
Beberapa faktor yang membuat pasangan ini diperhitungkan adalah kultur masyarakat Lombok Tengah yang memiliki prideness terhadap putra daerah yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024. Contohnya kemenangan telak pasangan calon Suhaili-Amin pada tahun 2018 di Kabupaten Lombok tengah.
Duduk sebagai Anggota DPR RI sebanyak tiga periode, sudah pasti membuat HMS lebih hafal daerah-daerah basis massanya maupun peta lumbung-lumbung suara yang sedianya bisa diraih maupun karakteristik pemilih di NTB.
Apabila LPB diusung oleh Gerindra dan HMS didukung oleh PAN, maka akan terbentuk 2 kekuatan besar Pemilihan Legislatif di NTB bersatu hal ini akan menghadirkan kekuatan besar yang dapat diperhitungkan
Sebab, partai Gerindra, menjadi penguasa sebagian besar Kabupaten yang ada di NTB dan dalam menghadapi Pemilihan serentak tahun 2024, pasangan ini masih menjabat sebagai kepala daerah dan anggota DPR RI.
Namun, dalam menghadapi tahapan pemilihan serentak 2024 pasangan ini tentu sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik. Basis massa, juga akan terpecah jika ada pasangan calon lebih dari 1 di daerah basis massa yang sama.
Untuk memenangkan Pilkada, harus memecah basis pemilih lawan terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima. Sementara potensi kemenangan mereka akan berasal dari daerah Lombok Tengah, Kabupaten Bima dan Kobi.
• Hj. Wartiah – Dr. W. Musyafirin
Hj. Wartiah sebagai anggota DPR RI di pulau Lombok memiliki sebaran dukungan dari pemilih PPP yang merata di Pulau Lombok dan Sumbawa. Sedangkan Dr.H.W.Musyafirin adalah Bupati Sumbawa Barat yang diusung oleh PDI-Perjuangan yang menguasai daerah Sumbawa dan Sumbawa Barat.
Hj. Wartiah, Anggota DPR RI di pulau Lombok. (Foto:Pelopor.id/Ist)
Pasangan ini, tidak memiliki potensi sebesar pasangan yang lainnya, namun kehadiran pasangan ini dapat memecah suara pasangan lainnya sehingga dengan kehadiran pasangan ini dapat mempengaruhi peta politik yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Dr.H.W.Musyafirin, Bupati Sumbawa Barat. (Foto:Pelopor.id/Wikipedia)
Potensi Kemenangan Wartiah dan Musyafirin ada di Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat. Sedangkan tantangan mereka.
Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkapkan, diantara Tokoh-tokoh besar yang ada di NTB ia menilai ada 4 orang tokoh yang paling berpotensi besar yakni Dr.Zulkiflimansyah, H.M.Sukiman Azmy, Indah Dhamayanti Putri dan Dr. Sitti Rohmi Djalillah.
Adapun dua orang Tokoh besar NTB yakni Zulkieflimansyah dan Sang Kuda Hitam, Sukiman Azmy sangat diunggulkan dalam Pilkada 2024 nanti. Sebab, keduanya merupakan petahana yang memiliki basis massa yang besar di masing-masing daerah asalnya.
“Beliau (Sukiman Azmy) mencoba membawa Tetebatu untuk menjadi lebih dikenal, itu prestasi bagus. Itu juga untuk menarik perhatian dari luar NTB atau di seluruh Indonesia. Apalagi Tertentu menjadi desa yang mewakili Indonesia di kompetisi tingkat dunia,” sebut Khairul Fahmi.
Namun menurutnya, harus diperhatikan juga adalah layanan publik dan persoalan-persoalan di masyarakat. Sehingga nantinya, antara apa yang diomongkan sesuai dengan yang dikerjakan.
Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi. (Foto:Pelopor.id/Ist)
“Sukiman Azmy juga sudah memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Walaupun balihonya tanpa muka dan hanya tulisan-tulisan, bisa meningkatkan popularitas serta elektabilitas,” tegas Khairul Fahmi.
Meski demikian, harus kita pahami bahwa di kertas suara itu ada gambar wajah.
“Jadi nggak apa-apa memang perlu di tampilkan wajah,” ucapnya.
Baliho dengan gambar wajah, menurut penilaian Fahmi tetap diperlukan di waktu yang tepat untuk daerah-daerah yang belum memanfaatkan ruang digital, ruang-ruang media sosial terutama untuk warga yang butuh informasi seputar pemilihan atau kurang informasi.
Khairul Fahmi menjelaskan, Sukiman Azmy yang berasal dari non-partai bisa juga memilih wakilnya dari partai politik misalnya calon dari Gerinda. Atau Partai lain yang bisa memunculkan potensi untuk menjadikannya sebagai Kuda hitam dan kemenangannya dua kali di Lombok Timur membuatnya memiliki pengalaman yang cukup.
Tetapi, bagaimanapun Rohmi sangat berpengaruh di organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nahdlatul Wathan (NWT). Sehingga tidak bisa dipungkiri, Pak Zul tak akan melepasnya begitu saja.
“Kalaupun iya, itu kalau Bu Rohmi misalnya memutuskan untuk maju sebagai Gubernur atau maju menjadi Bupati. Nah, Pak Zul kemungkinan mencari wakilnya yang potensial seperti Sukiman Azmy,” tandas Khairul Fahmi.
Jika Zulkieflimansyah dan Sukiman Azmy berpasangan, tantangannya dalam menghadapi tahapan pemilihan serentak 2024 mereka sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik. Basis massa, akan terpecah jika ada pasangan calon lebih dari 1 di daerah basis massa yang sama.
Memecah basis pemilih lawan terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima harus dilakukan dan kedua pasangan ini juga harus bisa membuktikan kesuksesannya dalam memimpin wilayahnya. Sedangkan potensi kemenangan yang bakal diraih berasal dari Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat.
• Hj. Sitti Rohmi Djalillah- H.M.Syafruddin
Pasangan ini, kuat pada basis massa Nahdlatul Wathan yang tersebar di beberapa wilayah di Pulau Lombok yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat serta di pulau Sumbawa diantaranya di Pulau Sumbawa bagian Timur yaitu Bima, Dompu dan Kabupaten Bima.
Pasangan ini, dapat membelah Birokrasi yang ada di Pemprov NTB. Jaringan luas konstituen Syafruddin hingga Lombok dapat mendulang suara maksimal terutama di daerah Lombok Barat dan KLU.
Syafruddin, merupakan representasi dari Muhammadiyah yang banyak memiliki basis di Kabupaten Sumbawa Besar dan Sumbawa Barat. Dirinya dapat membelah dukungan yang ada di Sumbawa.
Namun basis massa pasangan ini akan terpecah jika ada calon lain dari daerah yang sama yang akan menjadi kontestan. Sementara kemenangannya akan berasal dari Lombok Timur, Lombok Utara, Dompu, Bima, Kabupaten Bima.
• Lalu Pathul Bahri – Indah Dhamayanti Putri
Lalu Pathul Bahri (LBP) berasal dari Lombok Tengah. Wilayah itu, memiliki jumlah Pemilih terbesar kedua setelah Lombok Timur. Sebagai Bupati Lombok Tengah, LBP tentu sangat diunggulkan di daerah yang ia pimpin.
Jika LPB diusung oleh Gerindra dan Indah Dhamayanti Putri (IDP) didukung oleh partai Golkar, maka dua kekuatan besar pemenang dan Runner Up Pemilihan Legislatif di NTB akan bersatu dan menciptakan kekuatan besar yang dapat diperhitungkan.
Mesin partai pengusung mereka yakni Golkar maupun Gerindra, menjadi penguasa pada sebagian besar Kabupaten yang ada di NTB. Diantaranya Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima dan Kabupaten Bima.[]
peloporberita.com/ | Pemerintah terus menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak pandemi Covid-19, termasuk melalui dana desa yang peruntukannya sebagai Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).
Salah satunya adalah penyaluran BLT DD di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), yang menyasar masyarakat hingga ke daerah pesisir, seperti yang ada di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, dengan alokasi Rp 39.600.000 untuk 11 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun 2021.
Sementara itu, data alokasi BLT DD Kabupaten Bintan adalah Rp 3.967.200.000 dengan total salur per-Agustus untuk 1.102 KPM senilai Rp 330.600.000. Sedangkan alokasi BLT DD di Kepri mencapai Rp 91.375.200.000, dengan total salur untuk 25.168 KPM senilai Rp 7.550.400.000.
Deputi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Tb. A Choesni, mewakili Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy, meninjau langsung penyaluran BLT DD di Desa Pengujan tersebut.
Ia menyebut, selain BLT DD, pemerintah juga menyalurkan sejumlah bansos lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), program sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST), dan bantuan beras untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.
Menurutnya, beragam jenis bansos yang telah diberikan kepada masyarakat sekaligus menjadi bukti nyata bahwa negara hadir bagi seluruh rakyat. Meskipun, dalam realisasinya tak dimungkiri masih memerlukan beberapa penyempurnaan.
“Bantuan telah banyak terdistribusi, hanya memang ada beberapa misalnya masalah data. Kami terus berkoordinasi, termasuk dengan Pak Gubernur untuk mengatasinya dan memang ini tipikal yang terjadi di seluruh Indonesia bukan hanya di sini (Kepri),” tutur Choesni. []
peloporberita.com/ | KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa bersama istrinya, Hetty Andika Perkasa, menghadiri acara sport day and culture day di Yonif 600 R/Modang Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (13/08/2021). Ada berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam acara itu, antara lain permainan bakiak, floating carpet, dragon snake dan tarik tambang.
Saat melihat pertandingan antara Prajurit TNI AD dan US Army, Jenderal Andika merasa ada kebersamaan dan hubungan yang sangat dekat antara para prajurit itu. Menurutnya, perbedaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan teknik pertempuran bisa dipelajari, tapi yang tidak bisa terlewatkan dari latihan ini adalah ikatan, kerjasama dan persaudaraan.
“Saya sangat senang dengan apa yang telah dicapai. Saya ingin persaudaraan dan persahabatan ini terus berlanjut. Prajurit Yonif 600 R/Mdg terus berkomunikasi, saling tukar nomor HP sehingga persahabatan ini terus berlanjut”, pesan Jenderal Andika.
Tidak hanya di Balikpapan, sport and culture day juga berlangsung cukup meriah dan penuh keakraban antara prajurit TNI AD dan US Army di lapangan Aula Garuda Puslatpur Baturaja. Sebelumnya, para prajurit itu terlibat latihan bersama Garuda Shield 15/2021 selama dua minggu, sejak tanggal 01-12 Agustus 2021.
Setelah melaksanakan senam aerobic dalam acara sport and culture day, para prajurit pun melaksanakan pertandingan berbagai cabang olahraga, seperti bola voli, tenis meja dan sepak takraw. Selain itu juga ditampilkan berbagai kesenian daerah, meliputi Tari Daerah Baturaja, Tari Kulintang, Rampak Gendang, Pencak Silat, Angklung, dan atraksi bela diri dari prajurit TNI AD.
Sedangkan para prajurit TNI AD dan US Army yang terlibat latihan Garuda Shield–15/2021 di daerah latihan Makalisung, juga ikut melaksanakan sport day di lapangan Rindam XIII/Merdeka, Bitung dengan menampilkan sejumlah pertandingan olah raga, seperti bola voli, sepak bola, sepak takraw dan tarik tambang. []