Kategori: Daerah

  • Dukung Pelaksanaan PON XX, BNPB Kirim Tiga Juta Masker ke Papua

    peloporberita.com/ | Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua akan digelar pada Oktober mendatang. Untuk mendukung penerapan protokol kesehatan pada ajang olahraga nasional tersebut, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan tiga juta masker ke Papua. 

    Kepala BNPB yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Ganip Warsito menekankan, tujuan pengiriman bantuan itu adalah untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan PON XX di Papua. “Meningkatkan kesiapan dalam pencegahan dan mitigasi penyebaran Covid-19 melalui perubahan perilaku dan dukungan penanganan kesehatan,” ujar Ganip, seperti dikutip dari laman resmi BNPB, Rabu (22/09/2021). 

    Baca juga: TNI-Polri Pastikan PON XX Papua Tanpa Gangguan KKB

    Bantuan yang diangkut dengan pesawat Hercules TNI ini akan didistribusikan di sejumlah tempat penyelenggaraan PON XX, yang diperuntukkan bagi masyarakat maupun mereka yang akan menyaksikan pertandingan secara langsung. Selain masker, BNPB juga mengirimkan alat tes antigen sebanyak 3.000 boks dan hand sanitizer sebanyak 500 ribu botol, serta tenda keluarga, velbed, tenda gerai, dan beberapa bantuan logistik pendukung lainnya. 

    Pendistribusian bantuan akan diberikan kepada wilayah-wilayah tempat penyelenggaraan PON XX, seperti di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Pada pelaksanaan di lapangan, BNPB bersama Satgas Penanganan Covid-19 pusat dan daerah, serta mitra terkait lain di wilayah Papua, turut membantu dalam pendistribusian logistik tersebut. BNPB juga mengoperasionalkan mobil masker untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.  

    Baca juga: Jelang PON XX, Mendagri Tito Karnavian Cek Kesiapan Venue di Jayapura

    Tak hanya itu, BNPB dan Satgas juga menyiapkan dan melatih para relawan daerah untuk mengedukasi maupun memonitor masyarakat untuk disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Ganip menambahkan, sejumlah dukungan yang diberikan jelang PON Papua ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan setiap individu yang terlibat dalam menghadapi ancaman bencana selama penyelenggaraan kegiatan tersebut. 

    PON XX Papua akan menggelar kompetisi di 37 cabang olahraga dengan melibatkan lebih dari 6.000 atlet dan 3.000 orang dari tim pelatih. Tempat penyelenggaraan utama akan berlangsung di Stadion Lukas Enembe di Sentani Timur di Jayapura. Ajang olahraga ini akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021. []

  • Polres Ngawi Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021

    peloporberita.com/ | Ngawi – Polres Ngawi melakukan apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021, pada hari Senin, 20 September 2021 pukul 07.00 s.d. 08.00 WIB. Acara ini, dilaksanakan dalam rangka Cipta kondisi guna meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan mewujudkan kamseltibcarlantas yang mantap di wilayah Kabupaten Ngawi.

    Berlaku sebagai Pimpinan dalam Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Semeru 2021 adalah AKBP I Wayan Winata, S.I.K, M.H. Kemudian Perwira Apel, AKP Zainul Imam Syafi’i, S.H., M.H serta Komandan Apel, IPTU Nur Hidayat, S.H.

    Turut menjadi peserta dalam acara ini, Deputasi Perwira 1 peleton; Subdenpom 1 regu; Kodim 0805 1 peleton; Dalmas 1 peleton; Staf Polres 1 peleton; Satlantas 2 peleton; Dishub 1 peleton; Satpol PP 1 peleton; dan BPBD 1 peleton.

    Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Semeru 2021 dimulai dengan Persiapan pasukan, lalu laporan Perwira Apel dan Menyanyikan lagu Mars Polri. Dilanjutkan dengan penghormatan pasukan, amanat Pimpinan Apel dengan membacakan Amanat Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Semeru 2021 Kapolda Jatim.

    Polres Ngawi
    Polres Ngawi Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021. (Foto:Pelopor.id/Polres Ngawi)

    Dalam amanatnya, Kapolda Jatim Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi patuh pada tahun 2021 ini tidak jauh berbeda dengan pelaksaanan operasi pada tahun 2020. Dimana pelaksanaannya masih dalam kondisi pandemi covid 19.

    “Sehingga fokus pelaksanaan operasi ini lebih kegiatan yang bersifat preventif dan preventif itu adalah dalam rangka sosialisasi kepatuhan protokol kesehatan kepada masyarakat selain juga memberikan edukasi keselamatan berlalu-lintas,” tuturnya.

    Kapolda Jatim juga mengatakan bahwa kita patut bersyukur karena angka penyebaran covid-19 di Jawa Timur saat ini mengalami penurunan yang signifikan, dimana untuk tambahan kasus aktif rata-rata sekitar 200-300 orang per hari dan angka kematian sekitar 30 orang per hari.

    Sedangkan angka kesembuhan terus bertambah secara signifikan, demikian juga dengan keterisian tempat tidur / BOR (bed occupancy rate) mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 21% untuk BOR ICU dan 13% untuk bor isolasi.

    Polres Ngawi
    Polres Ngawi Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021. (Foto:Pelopor.id/Polres Ngawi)

    Bahkan untuk saat ini, seluruh wilayah jawa timur masuk level PPKM 2 dan 3 dan sudah tidak ada lagi zona merah di wilayah Jawa Timur. Hal tersebut berbeda jauh dibandingkan pada saat awal Mei hingga akhir Juli tahun 2021 dimana angka penambahan kasus aktif lebih dari 6.000 per hari dan angka kematian termasuk provinsi tertinggi dengan jumlah sekitar 300 orang per hari, demikian juga dengan BOR hingga mecapai 96 persen.

    Sementara yang perlu diwaspadai adalah adanya kepulangan pekerja migran dari luar negeri (PMI) yang dapat membawa varian baru dari negara asalnya sehingga perlu diperketat di lokasi kedatangan dan agar dilakukan isolasi terhadap pekerja migran tersebut.

    Oleh sebab itu, dalam rangka cipta kondisi guna meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas untuk mencegah penyebaran virus covid-19 dan mewujudkan kamseltibcarlantas yang mantap di wilayah Jawa Timur, maka polda Jatim bersama Satwil jajaran yang didukung oleh instansi terkait menggelar operasi kewilayahan dengan sandi patuh semeru 2021.

    Pelaksanaan operasi ini, berlangsung selama 14 hari mulai tanggal 20 September sampai dengan 3 oktober 2021 di seluruh wilayah Jatim dalam bentuk kamseltibcarlantas yang mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis dalam rangka meningkatkan simpati masyarakat terhadap polantas guna memutus penyebaran virus covid 19.

    Polres Ngawi
    Polres Ngawi Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021. (Foto:Pelopor.id/Polres Ngawi)

    Apel gelar pasukan hari ini, merupakan kegiatan pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh sumber daya yang akan dilibatkan dalam operasi patuh semeru 2021 sehingga diharap pada pelaksanaannya dapat berjalan dengan optimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

    Mengakhiri sambutannya Kapolda Jatim berpesan kepada seluruh peserta apel untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

    1. Lakukan mapping terhadap lokasi-lokasi yang rawan terjadinya penumpukan massa, rawan kecelakaan, kemacetan, dan pelanggaran lalu lintas.
    2. Dalam pelaksanaan operasi agar dikedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara edukatif dan humanis sehingga dapat meningkatkan kepercayan masyarakat terhadap polri.
    3. Berdayakan sumber daya operasi untuk membantu pemerintah dalam rangka kegiatan pencegahan penyebaran covid 19 melalui kegiatan sosialisasi protokol kesehatan, peningkatan kegiatan 3T dan perluasan cakupan vaksinasi.
    4. Diingatkan kembali kepada anggota selama kegiatan operasi tidak diperbolehkan melakukan tindakan kontraproduktif yang dapat menurunkan citra polri.
    5. Jaga kesehatan dan tetap pedomani protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas agar para anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas secara optimal.
    6. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab agar Polri yang presisi bisa terwujud.

    Kemudian acara dilanjutkan dengan doa bersama, Penghormatan Pasukan dan terakhir laporan Perwira Apel. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar serta dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. []

  • Polda Jatim Siapkan Aturan Ganjil Genap di Destinasi Wisata

    peloporberita.com/ | Pemerintah telah membuka tempat wisata di wilayah PPKM Level 2, namun dengan ketentuan penerapan aturan ganjil genap. Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan mekanisme penerapan ganjil genap bagi kendaraan bermotor di sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur.

    “Jatim rencananya akan menerapkan ganjil genap di tempat wisata. Kita lagi koordinasi dengan stakeholder, pemerintah provinsi dan Kabupaten Kota, tempat mana saja yang menerapkan ganjil genap,” ujar Kabid Humas Polda Jatim beberapa waktu lalu.

    Baca juga: Kakorlantas Polri Apresiasi Ganjil Genap Genap di Jalur Puncak

    Kombes Pol. Gatot mengatakan, penerapan ganjil genap ini untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah pengunjung di tempat wisata. Meski demikian, tidak semua tempat wisata di Jatim akan menerapkan ganjil genap. “Kelihatannya tempat tertentu, yang banyak dikunjungi masyarakat. Itu untuk mengurangi kerumunan,” ujarnya.

    Baca juga: Tak Ada Lagi Level 4 di Jawa-Bali, PPKM Diperpanjang Sampai 4 Oktober

    Rencananya, penerapan ganjil genap akan diterapkan di Malang Raya, yang disusul Banyuwangi, karena kedua wilayah tersebut paling banyak diminati para wisatawan. Kabid Humas Polda Jatim menegaskan bahwa penerapan ganjil genap tersebut berlaku di tempat wisata, bukan di jalan umum Kabupaten/Kota tersebut.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa tempat wisata di PPKM Level 3 sudah diizinkan beroperasi, dengan ketentuan penerapan ganjil genap. []

  • Peringati World Cleanup Day 2021, Lombok Barat Bersih-bersih Kawasan wisata dan Desa

    peloporberita.com/ | Jakarta – Bupati Lombok Barat bersama jajarannya dan Pelaku wisata serta sejumlah komunitas peduli lingkungan, melaksanakan kegiatan bersih bersih Pantai di Kawasan Wisata Senggigi. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 18 September 2021 di sepanjang bibir pantai senggigi untuk memperingati Hari Kebersihan Dunia tahun 2021 atau World Cleanup Day 2021.

    Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan, World Cleanup Day atau Hari Kebersihan Dunia ini menjadi momentum yang baik untuk tetap menjaga kebersihan di semua kawasan Lombok Barat khususnya kawasan wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.

    “Kegiatan ini menjadi momentum dalam menumbuhkan semangat kebersihan dan mencintai alam sekitar sehingga Gerakan ijo Nol Dedoro dapat terwujud di semua wilayah Lombok Barat.”

    Melalui kegiatan ini, Bupati mengajak semua pihak untuk memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    “Kawasan wisata ini sering dikunjungi oleh wisatawan karenanya harus dijaga kebersihan dan kelestariannya agar wisatawan merasa nyaman dan betah di Lombok Barat” sebutnya.

    Bupati Fauzan yang juga didampingi oleh Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo juga mengungkapkan, bahwa kegiatan bersih bersih ini tidak hanya dilakukan di kawasan wisata saja namun dilaksanakan secara serentak di semua Desa di Lombok Barat.

    Ia berharap kegiatan bersih bersih ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap minggu seperti yang rutin dijalankan oleh Pemkab Lombok Barat selama ini.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat Ahad Legiarto mengatakan bahwa momentum World Cleanup Day 2021 ini diikuti oleh semua ASN di Lombok Barat, sejumlah komunitas peduli lingkungan serta masyarakat di semua Desa di Lombok Barat.

    Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat peduli kebersihan lingkungan untuk mendukung gerakan Ijo Nol Dedoro yang digalakan oleh Pemkab Lobar beberapa waktu lalu.

    “Pemkab berharap agar kegiatan ini menjadi momentum dalam menumbuhkan semangat kebersihan dan mencintai alam sekitar sehingga Gerakan ijo Nol Dedoro dapat terwujud di semua wilayah Lombok Barat” sebutnya.

    Hadir dalam Kegiatan bersih bersih di Kawasan wisata antara lain Asisten 1 Setda Lombok Barat dan sejumlah Kepala Dinas Pemkab Lombok Barat, ASN Pelaku wisata dan Komunitas Peduli Lingkungan. Sementara di Desa Desa Se Lombok Barat dilaksanakan oleh Kepala Desa bersama masyarakat Desa.[]

  • Usai Latihan Rutin Menembak Advokat KJJT Adakan Bakti Sosial

    peloporberita.com/ | Jakarta– Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), menyelenggarakan kegiatan menembak bersama Tim advokat dan rekan jurnalis pada hari Jum’at 17 September 2021 Pukul 15.00 WIB.

    Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 20 anggota ini, berlangsung di tempat latihan tembak Mapolda Jawa Timur dan merupakan kegiatan rutin KJJT yang akan dilaksanakan setiap hari Jumat.

    “Kebetulan hobi dari Komunitas Jurnalis ini berbagi, jadi saling berkaitan. Kita hobi bakti sosial, beliau (Tim advokat KJJT) juga ada kegiatan bakti sosial, jadi kita satukan.”

    “Beberapa pengacara memiliki hobi menembak, mereka mengajak rekan-rekan latihan. Kita biasanya latihan tiap Jumat,” tutur Ketua Umum KJJT, S Ade Maulana saat diwawancara Wartawan peloporberita.com/, Sabtu, 18 September 2021.

    Usai latihan menembak, KJJT bersama Tim advokat melakukan kegiatan bakti sosial bersama, dengan menyalurkan sembako yang berasal dari bantuan Gubernur Jawa Timur melalui BPDB sebanyak 30 paket sembako.

    KJJT

    “Kebetulan hobi dari Komunitas Jurnalis ini berbagi, jadi saling berkaitan. Kita hobi bakti sosial, beliau (Tim advokat KJJT) juga ada kegiatan bakti sosial, jadi kita satukan. Sementara ini kan mungkin masih belum pernah ada berkolaborasi tentang kegiatan sosial terkait pengacara dan jurnalis,” ungkap Ade.

    Selain untuk rekan jurnalis yang membutuhkan, sasaran pembagian sembako tersebut adalah warga kurang mampu penghuni Gubuk di bantaran sungai Joyoboyo Surabaya.

    Kegiatan sosial ini, juga merupakan kelanjutan dari program KJJT yang sebelumnya telah berjalan, yakni berbagi sesama jurnalis dan masyarakat di masa PPKM dengan mengkolaborasi sejumlah advokat atau pengacara yang memiliki rasa kepedulian antar sesama.

    Di sisi lain, Ade kembali menegaskan bahwa KJJT ingin mempersatukan visi dan misi rekan jurnalis. Pasalnya, banyak di antara mereka yang menjadi korban kriminalisasi, berbenturan dengan hukum tetapi tidak benar-benar mendapat keadilan yang sepenuhnya.

    “Namun semua tergantung, di komunitas dia aktif atau nggak. Gimana syarat-syaratnya, ketentuannya sudah dilaksanakan belum,” sebut Ade.

    “Jadi apabila teman-teman ingin mendapat bantuan hukum dari beliau (Tim Advokat KJJT), ya syarat-syaratnya harus dipenuhi dahulu. Belajar tentang jurnalistik. Apakah dia layak, tulisannya sudah bagus menurut para dosen. Sudah tersaring belum karya tulisnya,” sambungnya.[]

  • STP Mataram Tanpa Lelah Cari Potensi Desa Wisata NTB

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram terus bergerak menyusuri lembah menembus pelosok desa tanpa kenal lelah dan menyerah. Mereka, mencari jejak keberadaan potensi desa wisata untuk kebangkitan pariwisata NTB.

    Kawasan hening dan sunyi, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat-Lombok Tengah, menjadi sasaran penapakan jejak pengabdian STP Mataram kali ini. Berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Mataram, Bonjeruk menjadi pilihan bidang pengabdian masyarakat sekolah tinggi yang concern di dunia pariwisata ini.

    “Ada harapan besar yang kami gantungkan untuk Bonjeruk di masa depan. Melihat potensi desa kami yang luar biasa, kami berharap potensi ini bisa memberi nilai lebih dan berkelanjutan untuk warga kami.”

    “Potensi wisata Bonjeruk sangat luar biasa. Bagaimana memaksimalkan potensi ini menjadi lebih bernilai adalah tugas semua pihak. Termasuk kami. Inilah alasan kami, kenapa kawasan desa wisata ini kami dampingi dan kami bantu menatanya,” tutur Humas LP2M STP Mataram, Sri Susanty didampingi Unit Pengabdian STP Mataram, Murianto disela-sela kunjungan tim Lembaga Pengandian dan Penelitian Masyarakat (LP2M) STP Mataram, Kamis, 17 September di Bonjeruk.

    Sebelumnya, Ketua STP Mataram, Halus Mandala, dan tim LP2M-nya mendatangi kawasan desa wisata Tetebatu-Lombok Timur. Tim LP2M STP Mataram membantu pelaku wisata dari lembaga Badan Pengelola Desa Wisata Tetebatu. STP Mataram berkomitmen membantu peningkatan kapasitas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) warga setempat.

    Setelah itu, mereka menyusuri kawasan desa wisata Bonjeruk sebagai tempat menapaki jejak pengabdian berikutnya. Tim LP2M STP Mataram, memberi bantuan penataan sanitasi pengelola homestay berupa perlengkapan toilet standar internasional.

    Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram
    Logo Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Desa Wisata Bonjeruk berhasil mencuri perhatian wisatawan Eropa empat tahun terakhir. Namun, masih butuh penataan lebih paripurna. Selain penataan dari sisi amenitasnya, peningkatan SDM warga sekitar menjadi bagian penting penataan kawasan ini.

    Misalnya sistem tatakelola atau manajemen pengelolaan homestay dan desa wisata yang lebih berdaya saing. Selain itu, sisi peningkatan infrastruktur, jalan desa, sistem informasi, pemasaran hingga menyiapkan paket wisata.

    “Memang, masih banyak yang kami perlukan untuk menjadikan kawasan ini bisa lebih bernilai dan profesional. Dan kami sangat bangga dan apresiatif kepada tim LP2M STP Mataram yang telah bersedia mendampingi kami. Kami sangat bersyukur dengan kehadiran banyak pihak di desa kami untuk memberi kontribusi positif dan konstruktif,” ungkap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bonjeruk, Usman.

    Anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB ini, juga sudah memulai membuka kelas belajar bahasa Inggris untuk generasi muda Desa Bonjeruk.

    STP Mataram
    STP Mataram Tanpa Lelah Cari Potensi Desa Wisata NTB. (Foto:Pelopor.id/Humas STP Mataram)

    “Ada harapan besar yang kami gantungkan untuk Bonjeruk di masa depan. Melihat potensi desa kami yang luar biasa, kami berharap potensi ini bisa memberi nilai lebih dan berkelanjutan untuk warga kami. Kami sangat apresiasi langkah yang ditempuh STP Mataram menjadikan desa kami jadi lebih baik,” papar Usman terharu.

    Diantara potensi yang tersimpan di desa wisata Bonjeruk antara lain kondisi alamnya yang tak kalah menarik dengan kawasan wisata Ubud-Bali, suasana hening menjadikan kawasan ini sangat cocok untuk aktivitas pemurnian pikiran (yoga atau meditasi). Bonjeruk juga menyimpan banyak sejarah dan bangunan peninggalan Belanda (heritage).

    Yang tak kalah penting sejarah keberadaan raja-raja Lombok ada di kawasan ini. Bale beleq (Rumah Tua) Dende Jonggat menjadi salah satu bukti jejak sejarah salah satu kerajaan yang ada di Lombok.

    “Tentu masih banyak potensi menarik lainnya yang tak kalah pentingnya dari yang sudah kami paparkan tadi. Mari, kami tunggu kunjungan anda untuk melihat dari dekat potensi-potensi yang kami miliki,” ucap Usman. []

  • Ledakan Dasyat Tewaskan Dua Orang di Pasuruan Terdengar Hingga Radius 5 KM

    peloporberita.com/  – Sebuah ledakan terjadi tadi pagi , Sabtu (11/9/2021) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menyebabkan dua rumah milik warga hancur dan rata dengan tanah. Ledakan dahsyat ini, kabarnya terdengar hingga radius 5 kilometer dan membuat sejumlah warga panik hingga berhamburan keluar rumah.

    “Suaranya sangat keras di sini. Saya kira elpiji meledak dekat-dekat sini. Ternyata di Gondangwetan.”

    Ledakan itu, terdengar hingga ke wilayah Kota Pasuruan. Warga Kelurahan Sekargadung, Kacamatan Purworejo, Kota Pasuruan pun mendengar suara ledakan tersebut.

    “Suaranya sangat keras di sini. Saya kira elpiji meledak dekat-dekat sini. Ternyata di Gondangwetan,” kata Fatmawati, salah satu warga Kelurahan Sekargadung.

    Kelurahan Sekargadung sendiri, berjarak 5 kilometer dari pusat ledakan.

    Dalam peristiwa tersebut, dikabarkan dua orang meninggal dunia terkena ledakan tersebut. Satu orang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dan satu orang lagi meninggal terkubur reruntuhan.

    Ledakan rumah yang diduga akibat bom ikan
    Ledakan rumah yang diduga akibat bom ikan/bondet di Dusun Macanputih, Desa Pekangkungan Kec. Gondangwetan Pasuruan menewaskan 2 orang. (Foto:Pelopor.id/
    @HoofdbureauID)

    Juga dilaporkan ada 2 penghuni rumah hancur yang terluka parah. Namun hingga saat ini belum diketahui penyebab ledakan, aparat polisi setempat masih menyelidiki kasus ini.

    Sementara Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Hery Dian Wahono mengatakan, pusat ledakan di rumah Ghofar. Ledakan terjadi sekali pukul 08.00 WIB.

    “Ledakan dari bom ikan,” tegas Hery Dian saat dikonfirmasi, Sabtu (11/9/2021).

    Gofar sendiri adalah korban yang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. []

  • Kronologi Satu Keluarga Tewas Tertimbun Ratusan Lusin Pakaian

    peloporberita.com/ | Jakarta – Jenazah satu keluarga ditemukan pada Jumat (10/9/2021) malam di Kota Banjarmasain, Kalimantan Selatan yakni, Ahmad Saubari (42), Siti Khadijah (33), dan SF, anaknya yang berusia 6 tahun. Mereka tewas tertimbun tumpukan ratusan lusin pakaian.

    Peristiwa ini, terjadi di sebuah rumah yang juga dijadikan gudang tempat korban bekerja, yakni di Jalan Ratu Zaleha, Gang Ki Hajar Dewantara 2, Kelurahan Karang Mekar, Kota Banjarmasin.

    Petugas gabungan yang menerima laporan penemuan tiga mayat di bawah tumpukan ratusan lusin pakaian tersebut, langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan dan mengevakuasi jenazah.

    Namun timbunan pakaian yang cukup banyak, membuat tim gabungan sempat kesulitan mengevakuasi ketiga korban. Kini, jenazah korban disemayamkan ke Instalasi Kamar Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk divisum dan diautopsi.

    Ketiga korban ditemukan oleh saksi bernama Sari, salah satu anak pemilik gudang pakaian. Awalnya, sari mengaku sempat curiga saat mendatangi toko milik orang tuanya.

    “Kata sejumlah kerabat korban, toko sudah dua hari tutup. Kemudian saya mengecek gudang, ternyata terkunci rapat,” ucapnya.

    Setelah membuka paksa gudang tersebut, diketahui tiga korban tewas di bawah tumpukan ratusan lusin pakaian yang ada di dalam gudang. Melihat hal ini, Sari dibantu warga melapor ke polisi.

    Terkait kejadian ini, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi menjelaskan, begitu menerima laporan tentang penemuan mayat tiga orang dalam gudang pakaian, dirinya langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan.

    “Kami sudah melakukan olah TKP, dan jenazah para korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasan. Untuk penyebab kematian para korban, kami masih menunggu hasil otopsi,” tegasnya. []

  • Digosipkan Jadi Cawagub 2024, Taufan Rahmadi: Ijinkan Saya Mengabdi untuk Pariwisata

    peloporberita.com/ | Jakarta – Berhembus kabar bahwa Sitti Rohmi Djalillah akan maju sebagai Calon Gubernur pada Pilkada 2024 mendatang dengan menggandeng Taufan Rahmadi sebagai Calon wakil Gubernur.

    Sitti Rohmi Djalillah, saat ini menjabat sebagai wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), sedangkan Taufan Rahmadi merupakan Pengamat sekaligus Ahli Strategi Pariwisata Nasional yang pernah berkarier di Kementerian Pariwisata RI.

    “Saya Tidak punya pemikiran maju di kontestasi Pilgub. Ijinkan saya mengabdi untuk pariwisata.”

    Kabar ini, semakin santer terdengar seiring keakraban mereka yang terlihat dalam acara bersama segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dan Pemdes untuk memperkuat dukungan bagi Desa Tetebatu menuju best tourism villages UNWTO 2021.

    Dalam acara tersebut, hadir pula wakil bupati Lotim, 12 SKPD Propinsi, 10 SKPD Pemkab Lotim, 5 Kades penyangga dan para stakeholder pariwisata.

    Rohmi-Taufan
    Poster Rohmi-Taufan yang beredar di Media Sosial. (Foto: peloporberita.com/Ist)

    Sitti Rohmi Djalillah, merupakan kakak dari Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi. Ia memiliki kekuatan pada basis massa organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, yakni Nahdlatul Wathan yang tersebar di beberapa wilayah di Pulau Lombok yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat.

    Sementara Taufan Rahmadi, merupakan Pengamat Pariwisata yang sudah sangat dikenal di Indonesia, khususnya di NTB dimana Taufan berhasil mendenyutkan Mandalika sebagai destinasi wisata terkenal.

    Rohmi-Taufan

    Selain itu, Taufan Rahmadi merupakan salah satu sosok dibalik kesuksesan Tetebatu menjadi wakil Indonesia di ajang penghargaan desa wisata dunia UNWTO.

    Taufan Rahmadi sendiri ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa dirinya saat ini fokus memulihkan pariwisata nasional.

    Rohmi-Taufan
    Kunjungan untuk memperkuat dukungan bagi Desa Tetebatu menuju best tourism villages UNWTO 2021. (Foto: peloporberita.com/Pemprov NTB)

    "Saya ini fokus pada upaya berkontribusi untuk memulihkan pariwisata nasional. Karena selain saya memiliki passion di bidang ini, saya juga tidak ingin sahabat-sahabat pelaku pariwisata terus berada dalam kondisi krisis," tuturnya kepada peloporberita.com/, Rabu, 8 September 2021.

    "Saya Tidak punya pemikiran maju di kontestasi Pilgub. Ijinkan saya mengabdi untuk pariwisata," sambungnya. []

  • Kronologi Orang Tua Cungkil Mata Anak Karena Bisikan Gaib

    peloporberita.com/ | Jakarta – Keluarga, utamanya orang tua, seharusnya menjadi tempat paling aman untuk seorang anak berlindung. Namun, kejadian sebaliknya menimpa seorang bocah (AP) yang berusia 6 tahun Warga di kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

    “Saya ini dari melayat dan duduk di depan rumahnya. Tiba-tiba ada tangisan dan ketika masuk ke rumahnya, ternyata anak ini mau dicungkil matanya. Kakek, nenek dan pamannya ikut memegang.”

    Sepasang suami istri asal daerah tersebut tega berbuat sadis kepada darah dagingnya sendiri. Diduga karena mempelajari ilmu hitam, suami istri itu mencungkil mata anaknya sendiri dan bahkan perbuatan mengerikan itu dibantu oleh kakek, nenek serta paman korban.

    Akibatnya, kini AP harus dilarikan ke Rumah Sakit Syech Yusuf, Gowa, Sulawesi Selatan, karena mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya dan nyaris mengalami kebutaan pada matanya.

    Saksi mata kejadian itu, yakni Bayu (paman AP) menceritakan, saat itu dirinya masuk ke rumah korban setelah mendengar suara tangisannya yang cukup keras.Di dalam rumah, Bayu memergoki orangtua AP hendak mencongkel mata anaknya sendiri.

    Dalam kejadian itu, Bayu melihat sang kakek, nenek, serta pamannya yang lain memegang tangan dan kaki AP. Melihat kejadian itu, Bayu segera menggagalkan aksi sadis tersebut.

    “Saya ini dari melayat dan duduk di depan rumahnya. Tiba-tiba ada tangisan dan ketika masuk ke rumahnya, ternyata anak ini mau dicungkil matanya. Kakek, nenek dan pamannya ikut memegang,” tutur Bayu Sabtu, 4 Septmber 2021.

    Bayu juga mengungkapkan bahwa keluarganya hendak mencungkil mata kanan bocah AP lantaran akan dijadikan tumbal. Pasalnya, kedua orangtua, kakek, nenek serta pamannya dikabarkan tengah mendalami ilmu hitam yang sesat untuk pesugihan.

    “Betul. Ada halusinasi gaib seperti itu. Keluarga lain mengaku kalau mereka belajar ilmu hitam. Langsung saya bawa ke rumah sakit. Saya ditemani oleh Bhabinkamtibmas,” tandasnya. []