Kategori: Daerah

  • Dharma Wanita Persatuan Lombok Barat Gelar Khitanan Massal

    peloporberita.com/ | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lombok Barat menggelar kegiatan khitanan massal di Puskesmas Gerung Kabupaten Lombok Barat, pada Sabtu (09/10/2021). Ketua DWP Lombok Barat Hj. Nurhikmah Baehaqi mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian DWP terhadap anak bangsa, khususnya anggota DWP Lombok Barat. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Hj. Nurhikmah mengatakan bahwa hal ini merupakan implementasi terhadap program kerja yang telah ditetapkan oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Lombok Barat. “Ini bentuk kepedulian kami terhadap anggota untuk menguatkan soliditas dan solidaritas antar semua anggota dan lingkungan sekitar. Selain itu, ini juga sebagai syiar islam,” ujarnya.

    Baca juga: Peringati World Cleanup Day 2021, Lombok Barat Bersih-bersih Kawasan wisata dan Desa

    Dalam kesempatan ini, Hj. Nurhikmah menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Lombok Barat, Puskesmas Gerung dan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

    Ada 20 anak yang di khitan dalam kegiatan ini. Mereka adalah putra Lombok Barat yang juga merupakan putra dari anggota DWP Lombok Barat, baik ASN maupun tenaga kontrak. Kegiatan ini diharapkan dapat menyambung silaturahmi antar anggota dan juga dapat membantu masyarakat Lombok Barat.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Hj. Ni Made Ambaryati mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiasi dari DWP Lombok Barat dan berkomitmen akan terus mendukung kegiatan DWP Lombok Barat. “Ini kegiatan yang luar biasa dan dapat menumbuhkan rasa solidaritas sosial terhadap sesama dan juga mampu membangun rasa solidaritas dan kekerabatan,” katanya.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DWP Lombok Barat Hj. Nurhikmah Baehaqi, Kadis Kesehatan Lombok Barat Hj. Ni Made Ambaryati, Kepala Puskesmas Lombok Barat Ns.H. Hasmuni Budiawan, S.Kep., Wakil Ketua 3 DWP Lobar Ny. Hj.Shufiana Amini Yamil, Pengurus DWP OPD Lobar. []

    Baca juga: Profil Yusron Hadi, Kadispar NTB yang Asli Putra Lombok

  • Kadispar NTB Pastikan Hutama Karya Endurance Challenge berlangsung 15-17 Oktober

    peloporberita.com/ | Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi memastikan bahwa ajang Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC) berlangsung tanggal 15 sampai 17 Oktober dengan mengundang 100 atlet triathlon.

    “Sedangkan ajang renang dari Gili Air ke Pantai Legian sire sepanjang 2 kilometer, akan dimulai pada tanggal 17 Oktober 2021 Pukul 06.30 WITA,” tutur Kadispar saat mengunjungi lokasi Gili Air untuk melihat lokasi start venue acara tersebut.

    Baca juga: World Superbike Mandalika Diharap Tumbuhkan Ekonomi NTB 5-6%

    Kadispar NTB menjelaskan, nantinya sepanjang rute renang, akan dikawal oleh grup gendang beleq di atas perahu untuk memberi semangat kepada peserta. Selanjutnya, dari pantai Legian sire dilanjutkan dengan riding sejauh 100 kilometer melintasi kawasan Senggigi, Kota Mataram, by pass BiL menuju Kawasan Mandalika.

    Baca juga: Dispar NTB Beri 3 Pelatihan Sekaligus ke Pengelola Homestay di Tete Batu

    “Tiba di Mandalika dilanjutkan dengan lari 20 kilometer mengitari jalan Kawasan Mandalika dan sirkuit Mandalika. Diperkirakan, finish tercepat akan terjadi pukul 11.30 WITA.” ungkapnya.

    Adapun, Gala Dinner berlangsung di Hotel Tugu pada tanggal 15 Oktober malam sekaligus technical meeting. Sedangkan para peserta menginap di Sire, Senggigi dan juga Mandalika. Acara gala dinner dan juga closing event, akan dimeriahkan oleh pentas seni dan juga pameran ekraf. []

  • Sukiman Azmy Pimpin Acara Doa Bersama Tetebatu For The World

    peloporberita.com/ – Doa bersama untuk kemenangan Tetebatu di ajang Best Tourism Village UNWTO digelar pada Sabtu, 9 Oktober 2021 malam.

    Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Lombok Timur M. Sukiman Azmy, Pengamat sekaligus Ahli Strategi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi, dan Kepala Dinas Pariwisata Kadispar Prov NTB Yusron Hadi.

    Selain itu acara juga dihadiri Badan Pengelola Dewi Tetebatu Mariani Rusli Ogy Sugianto, Tokoh-tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan anak-anak yatim Tetebatu.

    “Sangat penting bagi kita semua untuk selalu kompak dan bekerjasama bahwa nanti ketika wisatawan datang kita siap menjadi tuan rumah yang baik.”

    Seiring doa tersebut, sejumlah upaya juga dilakukan untuk mempromosikan Tetebatu di kancah nasional dan internasional. Salah satu upaya itu adalah melalui penyebaran hastag secara masif #tetebatufortheworld.

    Bupati Lombok Timur M. Sukiman Azmy dalam sambutannya di acara tersebut, mengatakan bahwa kita patut bersyukur desa Tetebatu berhasil menjadi wakil Indonesia di ajang Best Tourism Village UNWTO 2021.

    “Kita harus siap melayani wisatawan dengan cara yang baik. Jaga kebersihan, tetap senyum, dan selalu memiliki inisiatif kreatif di dalam melihat, memperbaiki kondisi-kondisi yang ada di desa. Sangat penting bagi kita semua untuk selalu kompak dan bekerjasama bahwa nanti ketika wisatawan datang kita siap menjadi tuan rumah yang baik.”

    Tak lupa dirinya yang mewakili Gubernur NTB, Pemprov, Pemkab Lombok Timur, BPPD Lombok Timur dan segenap masyarakat NTB, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno yang telah memilih Tetebatu sebagai wakil indonesia dalam ajang ini.

    Dalam kesempatan yang sama Taufan Rahmadi menyampaikan bahwa terpilihnya Tetebatu menjadi wakil Indonesia Best Tourism Village UNWTO 2021 sebenarnya adalah sebuah kemenangan.

    “Kemenangan pertama arti bahwa Tetebatu telah berhasil menjadi desa terpilih dari sekian banyak desa wisata di Indonesia untuk bisa tampil di ajang Best Tourism Village ini. Hal ini menjadikan Tetebatu menjadi magnet dari destinasi wisata unggulan. Tidak saja di Kabupaten Lombok Timur dan NTB, tetapi juga di Indonesia,” tegasnya.

    Menurut Taufan, masalah menang atau kalah di UNWTO adalah bonus karena bagaimanapun dengan terpilihnya Tetebatu di ajang ini telah menaikkan brand equity desa tersebut.

    “Membuat calon wisatawan baik lokal maupun nusantara, mengetahui dan melihat dan membuat ingin berkunjung ke Tetebatu,” tandasnya. []

  • Ganjar Pranowo Deklarasikan Kelurahan Damai di Surakarta

    peloporberita.com/ | Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri dan meresmikan Pilar Perdamaian The Water of Peace dan Deklarasi Kelurahan Damai di Tipes, Serengan, Kota Surakarta, Sabtu, 9 Oktober 2021.

    “Kalau kemudian setiap desa ini bisa kita kerjakan, maka desa-desa akan damai. Kalau damai mikir pembangunannya gampang.”

    “Bagus sekali ya, kalau seluruh desa kita bisa bikin kegiatan seperti ini maka insyaallah desa-desa itu akan jauh lebih nyaman, mereka akan rukun. Dan, di Tipes, Solo ini menjadi contoh,” tuturnya.

    Ganjar menjelaskan, kerukunan tersebut, memberi hasil positif pada pembangunan di Indonesia.

    “Kalau kemudian setiap desa ini bisa kita kerjakan, maka desa-desa akan damai. Kalau damai mikir pembangunannya gampang,” ungkapnya.

    Program desa damai ini, menurut Ganjar bisa digabungkan dengan program desa inklusif yang telah berjalan di Jawa Tengah. Dengan cara itu, dia melihat masa depan pembangunan Indonesia jadi lebih cerah.

    “Kalau itu bisa digabungkan nanti kita tambahi program ini. Maka nanti urusan hubungan antar manusianya beres, mereka aman, mereka seneng, mereka bahagia, mereka tentrem, mesti mbangune enak, karena gotong royongnya biasanya akan kuat sekali,” sebutnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh atau dikenal dengan Yenny Wahid, menjelaskan program desa damai ini sudah ada di 30 desa yang 18 di antaranya telah deklarasi.

    Menurut Yenny, ada tiga pilar utama yang menjadi bagian dari program desa damai.

    “Pertama penguatan ekonomi masyarakat. Jadi ada pelatihan, mengajari masyarakat untuk mengatur cashflow. Kedua, penghormatan pelatihan untuk bagaimana kita bisa menghormati perbedaan keyakinan. Ini perlu ada mekanisme di masyarakat, misalnya pencegahan konflik, perangkat desa ngumpulkan siapa. Ketiga peran perempuan, karena ketika lebih berdaya maka mereka akan memberi untuk keluaraga dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

    Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan UN Women, Dwi Yuliawati Fais. UN Women merupakan bagian dari organisasi PBB yang bergerak untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

    Pembacaan deklarasi desa damai dilakukan oleh tujuh perempuan mewakili warga desa. Selain itu, diresmikan pula pilar perdamaian The Water of Peace. Di kesempatan itu, Ganjar dan Yenny Wahid sempat berduet menyanyikan lagu Pancasila.

    Lagu yang dibawakan sebenarnya merupakan teks Pancasila. Namun dilantunkan dengan bahasa jawa dengan nada lagu religi terkenal, Tombo Ati. []

  • Mengenal Ritual Mandi Safar dan Manfaatnya Bagi Pariwisata NTB

    peloporberita.com/ – Ritual Mandi Safar, menjadi salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya warga Gili Meno. Kali ini, tradisi itu diselenggarakan pada Rabu, 6 Oktober 2021.

    Lalu apa itu ritual Mandi Safar?, Mandi Safar adalah ritual yang dikenal dengan istilah ‘Rebo Bontong’ yang dilaksanakan secara rutin dari tahun ke tahun tiap bulan Safar (perhitungan kalender Islam). Ritual ini, dipercaya akan membangkitkan pariwisata Lombok-Sumbawa yang sebelumnya mati suri akibat pandemi covid-19.

    “Saya yakin tradisi Rebo Bontong menjadi magnet bagi Gili Indah. Daya tarik Gili akan menjadi perhatian penonton dan wisatawan saat WSBK dan MotoGP dihelat.”

    Tradisi di Gili Meno ini, disajikan dalam bentuk perpaduan budaya masyarakat Lombok Utara yang dibalut dalam nuansa Islami. Ritual Rebo Bontong juga dikemas sedemikian rupa agar menjadi daya tarik bagi wisatawan.

    Tahun ini, tradisi Rebo Bontong di Gili Meno tetap berlangsung walaupun terkesan sederhana lantaran masih dalam masa pandemi. Meski sederhana, tetapi tidak mengubah makna maupun arti dari ritual maupun nilai-nilai tradisi yang sudah melekat di kalangan warga Gili Meno.

    Acara tetap berlangsung khidmat dan diikuti lantunan selakaran dan dzikir. Puncak acara, menjadi momen paling ditunggu-tunggu masyarakat yaitu mandi di laut. Warga yang hadir harus rela diceburkan atau menceburkan diri ke laut.

    Yusron Hadi
    Kadispar NTB Yusron Hadi. (Foto :peloporberita.com/Dispar NTB)

    Tradisi ini menjadi kian menarik karena Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter Febrianto yang hadir diarak warga lalu diceburkan ke laut. Selain Dani, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, ikut serta dalam ritual tradisi Rebo Bontong di Gili Meno. Tak ayal lagi, tradisi tahunan ini mengundang decak kagum dan senyum wisatawan nusantara yang hadir di destinasi unggulan NTB ini.

    Kadispar menilai, tradisi Rebo Bontong merupakan aset budaya masyarakat Lombok. Budaya ini, jika dikemas menarik bisa menjadi atraksi unik yang layak jual selama masa pemulihan pariwisata NTB.

    "Jelas ini aset berharga. Jika dikemas dalam balutan tradisi yang unik dan menarik maka tradisi ini memiliki nilai jual yang tinggi untuk pariwisata NTB. Atraksi ini layak jual dan bernilai ekonomi tinggi," tutur Yusron Hadi berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip peloporberita.com/ Kamis, 7 Oktober 2021.

    Tradisi Rebo Bontong, menjadi kebangkitan pariwisata NTB, khususnya di kawasan tiga Gili. Makna ritual Rebo Bontong adalah pembersihan diri atau tolak bala (melukat dalam istilah suku Sasak, red).

    Melukat di tengah kondisi pandemi ini, tidak saja bermakna membersihkan jiwa dan diri peserta ritual Rebo Bontong. Lebih dari itu, bagi Yusron Hadi juga bermakna membersihkan destinasi dari wabah covid-19.

    Membersihkan diri selaras dengan semangat membangun kembali destinasi yang sehat dan aman. Setelah bersih dan aman, kawasan tiga Gili di Lombok Utara siap dikunjungi wisatawan.

    “Inilah saatnya. Pelaksanaan tradisi Mandi Safar, menjadi awal kebangkitan pariwisata NTB. Membangun semangat pemulihan kebangkitan pariwisata NTB,” katanya penuh harap.

    Pelaksanaan tradisi Rebo Bontong juga menjadi pertanda, bahwa warga Gili Indah bersiap menyambut event World Superbike (WSBK) 19-21 Nopember mendatang dan event MotoGP, Maret 2022 tahun depan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

    “Saya yakin tradisi Rebo Bontong menjadi magnet bagi Gili Indah. Daya tarik Gili akan menjadi perhatian penonton dan wisatawan saat WSBK dan MotoGP dihelat. Kawasan tiga Gili ini pasti dikunjungi wisatawan saat perhelatan event MotoGP dan WSBK. Pesan saya bersiaplah dan jaga Gili tetap aman dan sehat,” tadas Yusron Hadi. []

  • Thinq Consultant Bekali Warga Ilmu Mengelola Sampah Berbasis Masyarakat

    peloporberita.com/ – Prihatin dengan kondisi sampah di sejumlah kawasan desa wisata, PT Thinq Consultant Indonesia, membekali warga Batu Kumbung dengan ilmu, wawasan dan keterampilan, mengelola sampah berbasis masyarakat.

    Sehingga sampah rumah tangga yang kerap menjadi momok di masyarakat, kini bisa dimanfaatkan warga untuk pakan ternak peliharaan warga hingga pemamfaatan pupuk untuk tanaman herbal.

    Program pemberdayaan masyarakat ini, dibiayai Pemerintah Australia melalui skema dana hibah alumni (Alumni Grant Scheme/AGS). AGS diberikan bagi inisiatif yang membuat dampak dalam bidang profesional, organisasi, masyarakat serta dalam mempererat hubungan Australia dengan Indonesia.

    “Kami juga menyebarkan poster tentang teknik dan cara mengolah sampah di masing-masing rumah warga hingga penyusunan peraturan desa (perdes) tentang pengolahan sampah.”

    Pendanaan AGS ditujukan bagi para alumni yang pernah bersekolah atau kursus singkat di Australia dengan pembiayaan pribadi, dari Pemerintah Australia maupun Pemerintah Indonesia.

    Penerima hibah AGS putaran pertama tahun 2021, yang juga Alumni Australia Awards Scholarships Short Term Awards Sustainable Tourism For Regional Growth 2016, Sri Susanty. Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram yang juga Vice Director PT Thinq Consultant Indonesia, mendedikasikan penghargaannya untuk warga Desa Batu Kumbung.

    Bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) Ijo Tandur. Program hibah AGS ini bertajuk “Integrated Community Based Waste Management in Creating Sustainable Destination Tourism of Batu Kumbung Village”.

    Menurut Sri Susanty, Desa Batu Kumbung dipilih menjadi sasaran program ini karena potensi desa Batu Kumbung kaya akan sumber daya alam. Sementara, di sisi pemanfaatan sumber daya yang ada masih minim. Pemberdayaan ini menjadi penting agar ke depan bisa berkelanjutan.

    STP Mataram
    Thinq Consultant Bekali Warga Ilmu Mengelola Sampah Berbasis Masyarakat. (Foto: peloporberita.com/Humas STP Mataram)

    "Program ini dimulai dari hilir sampai ke hulu. Mulai dari sosialisasi ke masyatakat, pemilahan sampah, mengolah sampah organik dan non organik, pelatihan penggunaan pupuk, pengolahan pupuk organik dan diimplementasikan di kebun herbal," ungkap Sri Susanty, Senin, 4 Oktober 2021.

    "Kami juga menyebarkan poster tentang teknik dan cara mengolah sampah di masing-masing rumah warga hingga penyusunan peraturan desa (perdes) tentang pengolahan sampah. Muaranya, kami mediasi warga menyusun perdes pengembangan desa wisata Batu Kumbung," tambahnya.

    Sementara Konsultan Thinq, Andi Walhidayah, mengaku dasar prinsip idioliginya pada community devlopment dan prinsip inklusi sebagai lembaga pemerhati kepariwisataan Basisnya berada di tingkat pedesaan.

    Artinya kehadiran Thinq ingin membawa wajah berbeda dalam pendekatan pemgembangan kepariwisataan sehingga masyarakat itu menjadi aktor utama di dalam proses pembangunan di tingkat pedesaan. Kami juga ingin memastikan kelompok rentan juga menjadi pelaku .

    “Kehadiran kami ingin memastikan kelompok rentan ini diharapkan bisa mengubah kondisi ini dari kelompok rentan menjadi mereka yang memiliki daya saing, mandiri dan tangguh. Intinya prinsip dasar kami adalah membangun komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Kedua kami fokus kajian riset untuk pembangunan perdesaan” tegas Andi penuh harap.

    Selain BUM Des, Thinq juga difasilitasi lembaga pendidikan STP Mataram. Ketua STP Mataram, Halus Mandala, menegaskan komitmennya memberi pendampingan dan membantu meningkatkan sumber daya manusia masyarakat di desa wisata.

    “Banyak hal kami lakukan untuk membantu masyarakat. Beberapa desa sudah kami jadikan lokus pendampingan. Alhamdulillah, warga di desa wisata sudah menunjukkan kemandiriannya. Seperti harapan Thinq, kami menjadi lebih termotivasi jika melihat warga pendampingan kami berhasil, mandiri dan tangguh menjadi sebuah desa yang berkembang secara ekonomi dan sumber daya manusia,” tandas Halus Mandala. []

  • Dispar NTB Beri 3 Pelatihan Sekaligus ke Pengelola Homestay di Tete Batu

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi membuka 3 pelatihan sekaligus mengenai pengelolaan homestay Tete Batu. Pelatihan yang diselanggarakan pada Jumat, 1 Oktober 2021 ini, dilakukan bersama dengan direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok.

    Yusron Hadi mengatakan, pelatihan ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan para Pengelola homestay seiring dengan keikutsertaan Tete Batu mewakili Indonesia dalam ajang Internasional “Best Tourism Village” (BTV) yang diselenggarakan oleh United Nation World Tourism organization (UNWTO).

    “Kesiapan fisik dan lingkungan Tete batu untuk lomba juga harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan/skill pengelola destinasi maupun homestay,” tutur Kadispar.

    Dispar NTB Beri 3 Pelatihan Sekaligus ke Pengelola Homestay di Tete Batu
    Dispar NTB Beri 3 Pelatihan Sekaligus ke Pengelola Homestay di Tete Batu. (Foto:Pelopor.id/Dispar NTB)

    Pelatihan ini lanjut Yusron, untuk melengkapi pelatihan sebelumnya yang telah di berikan, baik ketahanan menghadapi bencana, pelatihan BUMdes, pengembangan eKraf dan lain sebagainya.

    “Sesaat Tete batu kiat siap berlomba,” sebutnya.

    Sebelumnya, Pengamat sekaligus Ahli Strategi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi mengatakan, Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur sangat istimewa.

    Sebab ada 75 ribu desa di seluruh Indonesia, dari jumlah tersebut ada 6 ribu desa wisata dan salah satunya Tetebatu yang terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Best Tourism Village.

    Sementara pengumumannya pemenangnya akan dilakukan antara tanggal 12 sampai 15 Oktober di Sidang Umum PBB sesi ke-24 Majelis Umum UNWTO di Marrakesh, Maroko. []

  • Pengamat : Pemulihan Pariwisata Ditentukan oleh Pemimpinnya

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pengamat sekaligus Ahli Strategi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi mengatakan, kekuatan pemulihan pariwisata ditentukan oleh pemimpinnya. Apakah ia benar-benar berpihak pada pariwisata ataupun sebaliknya.

    “Saya salut dengan pemerintah kabupaten Lombok Barat, bayangin saja Kementerian Pariwisata itu dipotong sampai 80 persen anggarannya dan Lombok Barat mulai menginisiasi dengan keberaniannya dengan 16 ajang yang diselenggarakan.”

    Menurutnya, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) saat ini bisa dikatakan lebih berani mengambil langkah terdepan atau lebih dahulu dibanding daerah lainnya, terutama saat dunia pariwisata masih berkutat dengan pembatasan kegiatan masyarakat dan refocusing anggaran daerah akibat Pandemi Covid-19.

    “Bicara refocusing di mana-mana orang pusing, saya salut dengan pemerintah kabupaten Lombok Barat, bayangin saja Kementerian Pariwisata itu dipotong sampai 80 persen anggarannya dan Lombok Barat mulai menginisiasi dengan keberaniannya dengan 16 ajang yang diselenggarakan,” tuturnya dalam acara Podcast: “Dispar” Diskusi Seputar Pariwisata, Rabu, 30 September 2021.

    Dalam kesempatan itu, TR panggilan akrabnya juga menyampaikan bahwa Festival Pesona Senggigi itu adalah ketika Pemerintah berbagi tanggung jawab terkait bagaimana mengatasi pandemi.

    “Sehingga ringan, masyarakat pun merasa terobati, dia kalau mau pergi ke mari oh… ada Jazz, mau pergi ke mari ada festival yang lain,” ungkapnya.

    Sementara secara value ekonomi, secara value branding, Lombok Barat saat ini adalah Kabupaten yang sudah memposisikan dirinya, tidak hanya siap dari segi protokol kesehatannya, tapi juga bagaimana memulihkan ekonomi dalam perspektif kesejahteraan masyarakatnya. []

  • HK Endurance Challenge 2021: Dua Rekor MURI Disiapkan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Dinas Pariwisata NTB pada Rabu, 29 September 2021 melakukan kegiatan temu koordinasi dalam rangka persiapan pelaksanaan HKEC: Lombok Series 2021 di Ruang Rapat Dinas Provinsi NTB.

    Kegiatan ini, untuk mematangkan persiapan dari sisi kepariwisataan seiring akan berlangsungnya Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC): Lombok Series yang akan dihelat kurang dari 3 minggu lagi. Persiapan pun dilakukan untuk acara yang diagendakan berlangsung pada tanggal 17 Oktober 2021 ini.

    “Ketika event itu berada di KLU, KLU bisa berkontribusi. Begitu pula ketika event ada di Lombok Barat, Mataram, Lombok Tengah, semuanya bisa berkontribusi. Tidak hanya satu pihak.”

    Berlangsung secara interaktif dengan membedah rundown acara HKEC, Kadispar NTB, H. Yusron Hadi memimpin rapat yang mengundang Dispar Daerah yang terkait, Kepala Bidang Dispar NTB, ITDC, BPPD, Geopark Rinjani, dan Hutama Karya sebagai penggagas HKEC.

    “Mudah-mudahan ini bisa menjadi kerja baru kita semua. Ketika event itu berada di KLU, KLU bisa berkontribusi. Begitu pula ketika event ada di Lombok Barat, Mataram, Lombok Tengah, semuanya bisa berkontribusi. Tidak hanya satu pihak. Harapannya semua bisa berjibaku mensukseskan acara ini,” tutur Yusron dalam sambutannya.

    Hutama Karya Endurance Challenge
    Hutama Karya Endurance Challenge. (Foto:Pelopor.id/Hutama Karya)

    Sementara Rudi Rohmansyah yang mewakili Hutama Karya, dalam laporannya mengatakan bahwa jadwal HKEC masih on schedule, artinya tidak ada perubahan dalam jadwal yang telah disepakati di awal, yakni 17 Oktober dengan menyasar 120 peserta yang mayoritasnya adalah warga negara asing.

    Uniknya, Rudi menambahkan bahwa pihak penyelanggara HKEC sedang menyiapkan pengajuan 2 rekor MURI terkait lomba triathlon ini yakni rekor untuk Gendang Beleq di atas perahu dan rekor untuk lomba ketahanan yang berbeda dengan tidak kembali ke titik start.

    Sementara Dinas Pariwisata provinsi dan daerah, bertanggung jawab atas penyediaan kesenian tari dan musik termasuk di dalamnya Gendang Beleq sebagai bagian dari seremonial, pengalungan selendang di bandara, penyediaan tour wisata, serta memeriahkan acara dengan masyarakat yang memakai pakaian adat di beberapa titik lokasi.

    HK Endurance Challenge: Lombok Series digagas sebagai eksibisi lomba olahraga ketahanan di Lombok sebagai bentuk dukungan dari BUMN yang bergerak dibidang jasa konstruksi, pengembang dan penyedia jasa jalan tol ini terhadap program 5 Destinasi Super Prioritas di Indonesia.

    Secara singkat, HKEC adalah sport tourism yang memadukan olahraga ketahanan fisik, pariwisata, lingkungan, dan pendidikan.

    HKEC: Lombok Series, dihelat dengan konsep triathlon dengan jarak tempuh 123 km dengan rincian berenang sejauh 2 km dari Gili Air ke Pantai Sire, bersepeda lintas kabupaten sejauh 100 km dari Pantai Sire ke Kuta Mandalika, dan menutup rangkaian dengan berlari sejauh 21 km dari Kuta menuju finish yang berada di sirkuit MotoGP. []

  • Polri Kerahkan 100 Revaco ke Papua untuk Percepat Vaksinasi Jelang PON XX

    peloporberita.com/ | Mabes Polri mengerahkan 100 Resimen Vaksinator Covid-19 (Revaco) ke Papua untuk mempercepat vaksinasi, jelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021. Anggota Polri yang dikirim terdiri dari 88 vaksinator dan 12 pendamping.

    Baca juga: Dukung Pelaksanaan PON XX, BNPB Kirim Tiga Juta Masker ke Papua

    Mereka akan berada di Papua selama gelaran olahraga empat tahunan terbesar di Indonesia itu berlangsung. Mereka juga akan bertugas sebagai tenaga medis tambahan di arena PON XX Papua, yang terbagi di 4 kabupaten/kota di Provinsi Papua yang menjadi venue cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Merauke.

    “100 anggota tersebut sudah berangkat. Bertindak sebagai koordinator Kabagossnalmed Pusdokkes Polri Kombes Pol Budi Heriadi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Sabtu (25/09/2021).

    Menurut Irjen Pol Argo Yuwono, dengan adanya tambahan vaksinator ini diharapkan bisa membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi, baik pertama maupun kedua.

    Baca juga: TNI-Polri Pastikan PON XX Papua Tanpa Gangguan KKB

    “Kami berharap Resimen Vaksinator Covid-19 itu bertugas dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Kemudian menjaga kehormatan dan kode etik profesi baik sebagai seorang dokter ataupun sebagai anggota Polri,” ujar Irjen Pol Argo Yuwono. []