peloporberita.com/ – Penyelenggaraan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika tinggal menghitung hari. Kabupaten Lombok Timur yang merupakan tetangga terdekat Lombok Tengah tempat WSBK berlangsung, pada Senin, (8/11/2021) sukses mencapai 70,21% tingkat vaksikasi covid-19 dosis pertama sehingga Herd Immunity telah tercapai.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Juani Taufik yang mewakili Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmy menyampaikan bahwa dengan terbentuknya herd Immunity di Kabupaten Lombok Timur ini, maka Para pelancong bisa dengan tenang menyaksikan WSBK sambil berwisata ke desa-desa wisata yang ada di wilayah tersebut.
“Itu (herd immunity) terjadi manakala 70 persen dari populasi sudah tervaksinasi. Sedangkan di Lotim 70,21% dari target vaksinasi tercapai terhadap populasi di lotim yang sebanyak 952.470 orang.”
Apalagi salah satu desa wisata Tetebatu yang ada di Lombok Timur merupakan wakil Indonesia dalam ajang Best Tourism Villages yang digelar UNWTO, yang pastinya menarik untuk dikunjungi.
“Silakan Bapak Ibu jangan ragu berkunjung ke Lombok Timur menikmati destinasi wisata di Lombok Timur ada Sembalun, ada Tetebatu, Ekas dan Pantai Pink, dijamin aman,” tuturnya dalam konferensi Pers di Selong, Lombok Timur.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Pathurrahman menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi di Lombok Timur telah mulai dilakukan dari bulan Februari dan masih terus berlangsung. Adapun sampai jam 12 siang ini (8/11/2021) tingkat vaksinasi sudah berada diangka 70,21 persen dosis 1. Sehingga secara teoritis, herd immunity terlah terjadi di Lombok Timur (lotim).
“itu (herd immunity) terjadi manakala 70 persen dari populasi sudah tervaksinasi. Sedangkan di Lotim 70,21% dari target vaksinasi tercapai terhadap populasi di lotim yang sebanyak 952.470 orang. Prediksi sebelumnya, capai herd immunity pada akhir Desember tapi bisa berhasil lebih cepat,” sebut Pathurrahman.
Sebelumnya, Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi menerangkan bahwa tersulut event WSBK, wisatawan sudah mulai berdatangan ke Lombok. Ia juga menyebut euforia WSBK 2021 dirasakan hingga ke pedagang kaki lima di wilayah tersebut.
“Sebenarnya salah satu magnetnya karena acara World Superbike. Ini bisa dirasakan euforianya itu sudah tidak lagi di level para penikmat sport tourism aja, tetapi sampai juga pada level pedagang kaki lima,” sebut Taufan.
Yang terpenting, menurut Taufan, pelaku industri Pariwisata di NTB sangat “aware” terhadap protokol kesehatan. Sebab, mereka sadar bahwa DNA mereka disini adalah Pariwisata sehingga semua mendukung vaksinasi.
“Mereka tau dengan semakin banyaknya yang tervaksinasi itu menunjukkan daerah itu siap menerima wisatawan,” tandasnya. []
peloporberita.com/ – Ruth Seran, Pemilik Panorama Cottages Beach Village bisa bernafas lega lantaran ada titik terang perihal rintangan yang selama ini menghambat bisnisnya akan selesai. Kepastian ini, didapat setelah perjuangan panjangnya sejak 2016 untuk mendapat keadilan direspon langsung oleh Bupati Lombok Timur (Lotim), Muhammad Sukiman Azmy.
Kepada redaksi peloporberita.com/, Ruth Seran menceritakan, pada Selasa, 26 Oktober 2021 pagi, ia berkesempatan menemui Bupati Lotim. Dalam pertemuan itu, Ruth menjelaskan perihal yang mempersulit bisnisnya dengan membawa bukti berupa beberapa dokumen yang berisikan data dan fakta di lapangan.
“Ruth tolong bantu pemerintah, kita keterbatasan dana. Jadi minta tolong ini dialihkan yang didepan hotelnya Bu Ruth ini tolong bantu dirapikan, ditata yang bagus di buat secantik mungkin untuk pariwisata.”
Setelah mendengar permasalahan Ruth dan melihat dokumen berisi fakta dilapangan yang ditunjukkan kepadanya, Sukiman Azmy menunjukkan reaksi yang diluar dugaan.
“Saya salut sama beliau, karena beliau berbesar hati minta maaf,” kata Ruth dalam wawancara dengan peloporberita.com/, Rabu, 27 Oktober 2021.
"Ibu Ruth, saya minta maaf karena masalah yang dihadapi Panorama ini sudah berlangsung terlalu lama, dan pada periode terakhir ini saya terlalu sibuk dan belum sempat datang dan memeriksa situasi di Ekas," kata Ruth menirukan ucapan Bupati.
“Saya salut sama beliau itu. Ketika saya ceritakan semua, oke saya turun ke lokasi,” sambungnya.
Kemudian Ruth menyebut, sekitar jam 2 siang Bupati Lotim turun ke Ekas, didampingi sejumlah jajarannya seperti Kadis perhubungan Lotim, Kadis PUPR, Kasatpol PP, tim yang sedang mengerjakan proyek di sebelah utara Panorama, dan masih banyak lagi.
Dalam kunjungan tersebut, Sukiman Azmy menyampaikan kepada masyarakat dimana area untuk mereka beraktivitas, loading, spesial loading untuk bambu atau untuk kapal. Sedangkan area yang berada di depan panorama ditata untuk pariwisata.
“Ruth tolong bantu pemerintah, kita keterbatasan dana. Jadi minta tolong ini dialihkan yang didepan hotelnya Bu Ruth ini tolong bantu dirapikan, ditata yang bagus di buat secantik mungkin untuk pariwisata,” ucap Ruth menirukan lagi perkataan Bupati Lotim.
“Terkait masalah antara Ruth dengan bangunan mantan kades Ekas buana itu : tidak ada. Itu adalah masalahnya Pemkab lotim dengan Mantan kades Ekas buana. Pol PP tugasnya untuk membongkar” sambung Ruth dalam keterangannya.
Bupati Lombok Timur (Lotim), Muhammad Sukiman Azmy saat mengunjungi Ekas. (Foto:Pelopor.id)
Sukiman Azmy menegaskan, bahwa area dengan luas lebih dari 200 meter adalah untuk masyarakat yang bisa digunakan untuk parkir, menjemur rumput laut, menjemur ikan dan lain sebagainya.
“Ya pokoknya semua aktivitas masyarakat semua disatukan di sebelah utara ya Panorama. Sementara khusus untuk pariwisata terkait pantai di depan hotel panorama itu kan kurang lebih 100 meter panjangnya, kita dikasih mandat dan Kita dikasih wejangan untuk dipapah, dibuat secantik mungkin, untuk menyambut WSBK (World Superbike) dan MotoGP ini,” tegas Ruth. []
peloporberita.com/ – Doa bersama untuk kemenangan Tetebatu di ajang Best Tourism Village UNWTO digelar pada Sabtu, 9 Oktober 2021 malam.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Lombok Timur M. Sukiman Azmy, Pengamat sekaligus Ahli Strategi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi, dan Kepala Dinas Pariwisata Kadispar Prov NTB Yusron Hadi.
Selain itu acara juga dihadiri Badan Pengelola Dewi Tetebatu Mariani Rusli Ogy Sugianto, Tokoh-tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan anak-anak yatim Tetebatu.
“Sangat penting bagi kita semua untuk selalu kompak dan bekerjasama bahwa nanti ketika wisatawan datang kita siap menjadi tuan rumah yang baik.”
Seiring doa tersebut, sejumlah upaya juga dilakukan untuk mempromosikan Tetebatu di kancah nasional dan internasional. Salah satu upaya itu adalah melalui penyebaran hastag secara masif #tetebatufortheworld.
Bupati Lombok Timur M. Sukiman Azmy dalam sambutannya di acara tersebut, mengatakan bahwa kita patut bersyukur desa Tetebatu berhasil menjadi wakil Indonesia di ajang Best Tourism Village UNWTO 2021.
“Kita harus siap melayani wisatawan dengan cara yang baik. Jaga kebersihan, tetap senyum, dan selalu memiliki inisiatif kreatif di dalam melihat, memperbaiki kondisi-kondisi yang ada di desa. Sangat penting bagi kita semua untuk selalu kompak dan bekerjasama bahwa nanti ketika wisatawan datang kita siap menjadi tuan rumah yang baik.”
Tak lupa dirinya yang mewakili Gubernur NTB, Pemprov, Pemkab Lombok Timur, BPPD Lombok Timur dan segenap masyarakat NTB, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno yang telah memilih Tetebatu sebagai wakil indonesia dalam ajang ini.
Dalam kesempatan yang sama Taufan Rahmadi menyampaikan bahwa terpilihnya Tetebatu menjadi wakil Indonesia Best Tourism Village UNWTO 2021 sebenarnya adalah sebuah kemenangan.
“Kemenangan pertama arti bahwa Tetebatu telah berhasil menjadi desa terpilih dari sekian banyak desa wisata di Indonesia untuk bisa tampil di ajang Best Tourism Village ini. Hal ini menjadikan Tetebatu menjadi magnet dari destinasi wisata unggulan. Tidak saja di Kabupaten Lombok Timur dan NTB, tetapi juga di Indonesia,” tegasnya.
Menurut Taufan, masalah menang atau kalah di UNWTO adalah bonus karena bagaimanapun dengan terpilihnya Tetebatu di ajang ini telah menaikkan brand equity desa tersebut.
“Membuat calon wisatawan baik lokal maupun nusantara, mengetahui dan melihat dan membuat ingin berkunjung ke Tetebatu,” tandasnya. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Hari ini Selasa, 31 Agustus 2021, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-126. Upacara peringatan kali ini dilaksanakan dengan sederhana di Kantor Bupati Lotim dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.
Kado istimewa pada perayaan HUT Lotim ke-126 antara lain, terpilihnya TeteBatu mewakili Indonesia di ajang penghargaan Desa Wisata kelas dunia, serta keberhasilan Bupati Lotim H.Sukiman Azmy melenyapkan status Desa tertinggal dari wilayah yang dipimpinnya.
“Kelak ke Lombok Timur lagi, kami akan berikan gelar Tuan Guru kepada Bapak.”
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, turut mengikuti acara tersebut secara virtual. Selain mengucapkan selamat hari jadi untuk Kabupaten Lombok Timur, Pencetus program Oke Oce ini memanjatkan doa tulus untuk Bupati Sukiman Azmy yang disebutnya “Pak Ustadz Jenderal”.
“Mudah-mudahan Pak Ustadz Jenderal (M. Sukiman Azmy) bisa sehat Walafiat dan amanah memimpin masyarakat Lombok Timur, Amiin Allahummamiin,” ucap sandi dengan tulus mendoakan Bupati Lotim seperti dikutip dari video yang diterima peloporberita.com/, Selasa, 31 Agustus 2021.
Acara Peringatan HUT ke-126 Kabupaten Lombok Timur, Selasa, 31 Agustus 2021. (Foto: peloporberita.com/Pemkab Lotim)
Kemudian, Menparekraf juga menyapa Taufan Rahmadi yang merupakan Pengamat Pariwisata Nasional. Dalam acara itu, Taufan Rahmadi tampak duduk di samping Bupati Lotim M. Sukiman Azmy.
“Yang saya hormati Bapak senior Taufan Rahmadi yang selalu mendampingi masyarakat Lombok tanpa pamrih,” sebut Sandiaga.
Lebih Lanjut, Menparekraf juga mengucapkan dirgahayu hari jadi ke-126 untuk Kabupaten Lombok Timur dan selamat atas terpilihnya desa wisata Tetebatu untuk mewakili Indonesia Raya dalam ajang best tourism Village 2021 oleh UNWTO
“Satu kebanggaan bagi kita,” tegasnya.
Setelah itu, Pantun Sasak dikumandangkan oleh Menparekraf, “ Lalo Ngupi Jok Tetebatu, Engat Rinjani Solah Gati. Kadu masker pacu Pacu, Brembe Kabar Side Selapuq.” Artinya, “Pergi ngopi ke Tetebatu, lihat Rinjani indah sekali. Pakai masker benar-benar, Bagaimana kabar saudaraku semua.”
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lotim H.Sukiman Azmy mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan gelar khusus kepada Menparekraf.
“Kelak ke Lombok Timur lagi, kami akan berikan gelar Tuan Guru kepada Bapak,” kata Bupati yang dipanggil Ustadz Jenderal itu.
Tuan Guru sendiri, merupakan gelar yang diberikan secara khusus untuk Tokoh Masyarakat yang paham agama dan dinilai dekat dengan masyarakat setempat. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Kabupaten Lombok Timur berulang tahun setiap 31 Agustus sesuai dengan Perda No. 1 tahun 2013. Momen bersejarah tersebut, penting sebagai titik awal pemerintahan dan pembangunan di daerah yang berdiri tahun 1895 itu.
Ada yang spesial dari peringatan ulang tahun Lombok Timur ke-126 di tahun 2021 ini, yakni ucapan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno. Selain itu, pencetus program Oke Oce ini juga memberikan selamat atas terpilihnya Desa Tetebatu dari Lombok Timur sebagai wakil Indonesia di ajang penghargaan Internasional Best Tourism Villages 2021 UNWTO.
“Saya Sandiaga salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, mengucapkan selamat hari jadi ke-126 untuk Kabupaten Lombok Timur. Di kesempatan kali ini, saya juga ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya desa Tetebatu Kabupaten Lombok Timur yang mewakili Indonesia dalam ajang Best Tourism Villages 2021 UNWTO,” tutur Menparekraf dalam video yang diterima peloporberita.com/, Minggu, 29 Agustus 2021.
“Semoga dengan bertambahnya usia yang lebih dari satu abad ini, Kabupaten Lombok Timur semakin melesat maju, makin menginspirasi daerah lain menjadi Kabupaten atau Desa yg semakin unggul dan berkontribusi dalam kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bangkit disaat sulit, menang melawan Covid, together Lombok Timur yes we can do it,” sambungnya.
Sepanjang berdirinya Kabupaten Lombok Timur, baru kali ini tepatnya di bawah kepemimpinan H. Sukiman Azmy, wilayah tersebut menjadi booming dan diperbincangkan para Netizen. Khususnya saat Desa Tetebatu yang ada di wilayah Lombok Timur, resmi menjadi wakil Indonesia di ajang bergengsi tingkat Internasional “Best Tourism Villages 2021” yang diselenggarakan UNWTO (Organisasi Pariwisata dunia PBB).
Sebelumnya dibawah komando Gubernur H. Gatot Suherman (Alm), NTB berhasil mendapat penghargaan dari FAO (Organisasi pangan Dunia dibawah naungan PBB ) karena keberhasilan Swasembada Pangan sehingga daerah itu dijuluki “Bumi Gora”.
Lombok Timur, juga kini banyak disebut sebagai Surganya Desa Wisata. Hal ini seiring ditetapkannya 63 desa di Lombok Timur sebagai Desa Wisata. Bahkan, salah satunya yakni Desa Kembang Kuning, berhasil dianugerahi penghargaan sebagai Desa Wisata terbaik Nasional Kualifikasi Desa Wisata Berkembang.
Apalagi, pandemi Covid-19 di tanah Air diprediksi akan menjadi Endemi. Terkait hal ini, Menparekraf Sandiaga Uno menyebut, kondisi peralihan dari Pandemi ke Endemi akan menimbulkan serangan pariwisata (Revenge Tourism). Dimana masyarakat yang selama ini berada dalam masa Pembatasan pergerakan, akan menghilangkan penatnya dengan berwisata. Nah, Lombok Timur sebagai Surganya Desa Wisata bisa menjadi pilihan.
“Saya Sandiaga salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, mengucapkan selamat hari jadi ke-126 untuk Kabupaten Lombok Timur.”
Revenge Tourism tentunya akan memulihkan perekonomian Kabupaten Lombok Timur. Sebab, para wisatawan pastinya tak hanya sekadar menikmati keindahan alam di Desa Wisata, tetapi juga akan membelanjakan uangnya untuk membeli oleh-oleh, cinderamata, kerajinan tangan lokal setempat, juga memakan makanan khas dari daerah tersebut.
Sehingga bangkitlah perekonomian di Lombok Timur sesuai dengan yang dicita-citakan Bupati Sukiman Azmy. “Dirgahayu ke-126 Lombok Timur, 2021 Kembali Mendunia”. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Bupati Kabupaten Lombok Timur H.Sukiman Azmy, berhasil melenyapkan status desa tertinggal di wilayahnya. Keberhasilan ini seiring dengan Indeks Desa Membangun (IDM) yang diperoleh dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD).
“Hanya Desa yang majulah yang dapat mengantarkan Kabupatennya maju.”
“Ukuran keberhasilan pembangunan yang paling nyata itu ada di Desa, karena sebagian besar (atau) 90 persen penduduk Lotim tinggal di Desa,” tutur Sukiman Azmy berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Kamis, 26 Agustus 2021.
“Hanya Desa yang majulah yang dapat mengantarkan Kabupatennya maju,” sambungnya.
Pernyataan ini disampaikan Sukiman Azmy terkait Lombok Timur yang berhasil mendapatkan IDM tertinggi dari seluruh Kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). IDM sendiri merupakan indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan 3 indeks, yaitu indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan ekologi atau lingkungan.
Lombok Timur memiliki 239 desa, dimana 19 desa diantaranya merupakan desa mandiri, 129 merupakan desa maju, sebanyak 91 desa berkembang dan hebatnya memiliki zero desa tertinggal alias sudah tidak ada lagi kategori desa tertinggal.
Lalu apa saja yang telah dilakukan Bupati Sukiman Azmy untuk memberantas desa tertinggal dari wilayahnya: Yakni, dengan mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Pengelolaan APBDes yang berpihak pada Pelayanan Dasar dan SDGs.
Sustainable Development Goals atau SDGs sendiri, adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Kemudian Sukiman Azmy memastikan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten In-line dengan RPJM Desa. Selain itu, juga dilakukan pembinaan secara berjenjang terhadap desa.
Lebih lanjut, Bupati Lotim juga tidak segan-segan memberikan reward kepada Kepala Desa (Kades) yang berprestasi. Reward tersebut, misalnya dengan memberangkatkan Umroh 25 Kades pada tahun 2019 yang berhasil membuat Peraturan Desa (Perdes) soal Penundaan Usia Perkawinan.
Selanjutnya, pada medium 2021, sebanyak 239 desa (seluruh desa di Lotim)) sudah berhasil menetapkan Perdes Penundaan Usia Perkawinan.
Tak hanya itu, Sukiman Azmy juga berhasil merubah seluruh Posyandu Konvensional yang ada diwilayahnya sebanyak 2.093 menjadi Posyandu Keluarga. Hal ini, mendorong Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI memberikan Apresiasi Kepada Pemda Lotim.[]
peloporberita.com/ | Jakarta – Kabar Gembira datang dari Nusa Tenggara Barat (NTB) seiring terpilihnya Desa Tetebatu untuk mewakili Indonesia dalam ajang Internasional “Best Tourism Village” (BTV) yang diselenggarakan oleh United Nation World Tourism organization (UNWTO).
Terpilihnya Tetebatu, merupakan prestasi yang membanggakan dari sosok Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy. Lalu, bagaimana sosok yang mulai diperbincangkan Netizen di Tanah Air ini?
Mohammad Sukiman Azmy asli putra Lombok kelahiran 30 Mei 1957. Pria yang juga dikenal sebagai mubaligh ini, lulusan S2 Magister Manajemen di STIE Trianandra, Jakarta tahun 2002. Sedangkan pendidikan S1 diraih dari Fakultas Dakwah IAIN Walisongo, Jawa Tengah tahun 1982.
Sukiman, memulai karirnya dari dunia militer sebagai anggota TNI Angkatan Darat. Beberapa jabatan yang pernah diembannya adalah sebagai berikut:
1. Perwira Bintal di Korem 031/ Wirabima tahun 1983
2. Kepala Penerangan Korem 031/Wirabima tahun 1985
3. Kepala Bintal Korem 031/Wirabima tahun 1989
4. Mabes TNI AD sebagai Kepala Bagian Umum Disbintal AD tahun 2000
5. Dandim 1605/Selong Lombok Timur pada tahun 2004
Setelah mengemban tugas di TNI AD, Sukiman diberi kepercayaan oleh Kementerian Agama RI dengan jabatan sebagai berikut:
1. Kepala Biro Umum Setjen Kementerian Agama tahun 2005
2. Kepala Operasi Arofah Mina dan Ketua Tim Pemondokan Haji tahun 2005 – 2008.
Karir Politik
1. Bupati Lombok Timur (2008-2013). Berpasangan dengan HM Syamsul Luthfi, Ia memenangkan pilkada setelah mengalahkan calon incumbent, Moch Ali Bin Dahlan. Prestasi yang tidak bisa dilupakan masyarakat Lombok Timur dari sosok Sukiman Azmy saat itu antara lain, ia melakukan pemekaran desa dan mengalihkan eks pelanggan Koperasi Listrik Pedesaan (KLP) Sinar Rinjani Lombok Timur, menjadi pelanggan PT. PLN.
2. Bupati Lombok Timur (2018-sekarang). Berpasangan dengan Rumaksi, Beliau mengalahkan pasangan Haerul Warisin-Mahsun Ridwainy, HM Syamsul Luthfi-H Najamuddin Moestopa dan pasangan Ali Masadi-Putrawan Habibi.
Desa Wisata Tete Batu. (Foto: peloporberita.com/pesonalombok)
Sementara kesuksesan Sukiman Azmy yang berhasil membawa Desa Wisata Tetebatu ke ajang tingkat dunia, disebut-sebut mengulang kesuksesan NTB sebelumnya di era Almarhum Gubernur NTB, Bapak Gatot Suherman.
Kala itu tepatnya Minggu, 16 Juni 2013, NTB mewakili Indonesia mendapat penghargaan dari FAO PBB karena prestasi di bidang swasembada pangan, sehingga terkenal dengan julukan Bumi Gora. Ini merupakan penghargaan ke-2 bagi Indonesia dari FAO, setelah tahun 1985 Presiden Soeharto mendapatkan penghargaan karena berhasil menciptakan swasembada beras.
Tak hanya itu, dibawah tangan dingin Sukiman Azmy, sebanyak 63 desa di Lombok Timur ditetapkan sebagai Desa Wisata. Bahkan, salah satunya yakni Desa Kembang Kuning, berhasil meraih Predikat sebagai Desa Wisata terbaik Nasional Kualifikasi Desa Wisata Berkembang.
Dengan ditetapkannya 63 desa tersebut sebagai desa wisata, tentu saja berdampak pada perekonomian masyarakat setempat. Namun, disamping kesejahteraan ekonomi masyarakat, Sukiman Azmy tak henti-hentinya mengayomi masyarakat Lombok Timur untuk senantiasa beribadah kepada Allah SWT.
“Rasulullah SAW telah mengajarkan kita agar menjadikan akhirat sebagai tujuan utama, dan tidak terpedaya dengan hanya sibuk mengejar dunia,” tulisnya di akun Instagram @official_hmsa belum lama ini.
Yang menarik dari sosok Sukiman Azmy adalah, ia suka berkeliling kampung untuk memberikan pengajian dan mengajarkan Agama Islam kepada masyarakat. Bahkan ia menyampaikan pesan pembangunan yang diembannya sebagai Bupati lewat media dakwah tersebut.
Sukiman Azmin, memiliki kemampuan sebagai da’i lantaran sebelumnya ia pernah menjadi santri di Pondok Pesantren NW Pancor dan kemudian dilanjutkan di Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang.
Orang nomor satu di Lombok Timur ini, terkenal sebagai orang yang hidup sederhana. Ajaran agama, ditanamkan suami dari Hajjah Hartatik ini kepada keluarga dan dirinya sendiri sehingga keluarga yang agamis terlihat dalam kehidupan sehari-harinya. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah serentak akan dilaksanakan tahun 2024. Meski masih beberapa tahun lagi, sejumlah nama sudah mulai di gembar-gemborkan akan bertarung di pesta demokrasi tersebut.
Untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pengamat menjagokan beberapa tokoh untuk tampil memperebutkan kursi pimpinan nomor satu di daerah yang terkenal sebagai destinasi wisata ini.
Tokoh-tokoh tersebut seperti H.M.Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri, Dr. Zulkieflimansyah – Dr. Sitti Rohmi Djalillah, Hj. Wartiah – Dr. W. Musyafirin dan Lalu Pathul Bahri – H.M. Syafruddin.
Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa daerah masing-masing. Sukiman Azmi dijagokan untuk unggul dengan kekuatannya sebagai Bupati Lombok Timur dua Periode.
Lombok Timur sendiri, merupakan daerah yang memiliki basis pemilih terbesar di NTB. Jumlah pemilih di daerah tersebut mencapai 875.279 orang berdasarkan data KPU tahun 2018 atau lebih dari seperempat dari seluruh pemilih di Provinsi NTB.
Sukiman Azmy yang sampai saat ini masih non-partai, menjadi rebutan sejumlah partai politik yang tertarik mengadopsinya sebagai “kader partai” mengingat potensi besar kemenangan Putra asli daerah yang dijuluki Gumi Selaparang itu di pesta demokrasi 2024.
Gaya kepemimpinan Sukiman Azmy yang tegas, berlandaskan pengalamannya sebagai tentara. Selain itu, ia terkenal sebagai Mubaligh yang selalu mengayomi masyarakat agar selalu mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.
Kombinasi ketegasan dan sosok pengayom masyarakat ini, tentu sangat dirindukan masyarakat, bukan hanya di Lombok Timur, tetapi juga di Seluruh Tanah Air.
Dibawah tangan dingin Sukiman Azmy, sebanyak 63 desa di Lombok Timur ditetapkan sebagai Desa Wisata. Bahkan, salah satu Desa Wisata yaitu Desa Kembang Kuning, berhasil meraih Predikat sebagai Desa Wisata terbaik Nasional Kualifikasi Desa Wisata Berkembang.
Terbaru, Sukiman Azmy mengejutkan masyarakat Tanah Air dengan terpilihnya Desa Tetebatu di Kecamatan Sikur untuk mewakili Indonesia di ajang Best Tourism Village 2021 yang digelar United Nation World Tourism organization (UNWTO) sebagai kandidat Desa Wisata Terbaik Dunia.
Sedangkan kepemimpinan Indah Dhamayanti Putri (IDP) yang merupakan Bupati wanita Pertama di NTB, tidak perlu diragukan lagi. Sebagai sosok asli Bima, kekuatan wanita yang akrab disapa Umi Dinda ini, akan kokoh sesuai kultur masyarakat setempat yang memiliki prideness (Dou Ndai) terhadap putra daerah mereka yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024. Umi Dinda sendiri telah menjadi Bupati Bima selama 2 Periode.
Indah Dhamayanti Putri juga salah satu Pengurus DPD partai Golkar yang berpotensi diusung partai tersebut. Sebab, rekan satu partainya H. Mohan Roliskana (HMR) yang menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar NTB, diprediksi bakal kembali bertarung untuk periode ke-2 di Pemilihan Walikota Mataram tahun 2024.
Jika pasangan ini didukung oleh dua Partai saja yakni Gerindra dan Golkar, sudah tentu memiliki mesin partai yang kuat hingga akar rumput. Raihan Kursi kedua partai tersebut merupakan yang tertinggi di NTB. Partai Golkar mendapat 10 Kursi, sedangkan Partai Gerindra berhasil mendekap 9 Kursi pada pemilihan Legislatif DPRD tahun 2019.
Kedua Partai ini, juga memiliki 7 Kader yang menjabat sebagai kepala daerah, dari total 10 Kabupaten yang ada di NTB. Bila Partai Gerindra memberikan dukungan kepada pasangan ini, otomatis mereka akan mendapat dukungan dari Bupati Lombok Tengah yang merupakan kader setia dari Partai yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto itu.
H.M.Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri, berpotensi memenangkan suara masyarakat di wilayah Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, Kobi dan Bima.
Keduanya, juga dinilai memiliki kekuatan dahsyat dalam mempengaruhi Birokrat di Lombok Timur dan Bima. Terlebih, Umi Dinda adalah ibu kandung dari Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putera Ferryandi.
Meski demikian, keduanya akan sejumlah tantangan dalam memenangkan pemilihan serentak 2024. Pasalnya, H.M. Sukiman Azmi, saat pesta demokrasi itu berlangsung tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik.
Selain itu, jika ada pasangan calon lebih dari satu di daerah basis massa yang sama, maka suara akan terpecah. Seperti contohnya di Lombok Timur dimana H.M Sukiman Azmy bersinggungan dengan Sitti Rohmi Djalillah. Sebagai upaya meraih kemenangan, mesin partai perlu bahu-membahu memecah basis pemilih lawan, terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima.
• Dr. Zulkieflimansyah- Dr. Sitti Rohmi Djalillah
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkifliemansyah (kiri) bersama Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah. (Foto: peloporberita.com/ Antara)
Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa asal kedua bakal pasangan calon dan keduanya sama-sama petahana. Zulkieflimansyah yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB, sangat diunggulkan, lumbung suara pendukungnya terutama mengalir dari Pulau Sumbawa.
Zulkieflimansyah sebagai putra asal daerah tersebut akan mendapat dukungan penuh, sesuai dengan kultur masyarakat suku Sumbawa yang memiliki prideness (Tau dita) terhadap putra daerah mereka yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024.
Bang Zul juga unggul dalam peta elektabilitas tokoh kepala daerah wilayah Indonesia Timur. Politisi PKS ini, meraih dukungan 20,8 persen responden, mengalahkan Gubernur Bali, I Wayan Koster yang meraih 15,2 persen. Bahkan, Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio secara blak-blakan menyebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat itu memiliki potensi besar.
“Jika berbicara mengenai parpol, kita juga tidak boleh melupakan kepala daerah yang berasal dari Indonesia Timur yang selama ini terlupakan oleh publik padahal memiliki potensi besar seperti Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah contohnya,” sebut Hendri beberapa waktu yang lalu.
Selain itu, Zulkieflimansyah memiliki adik kandung yang menjabat sebagai Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviani. Ini tentu menguntungkan untuk keberpihakan birokrat yang ada di Kabupaten Sumbawa terhadap pasangan ini. Kemudian, mesin partai pengusung Zulkieflimansyah, adalah salah satu partai yang selalu memiliki pimpinan pada alat kelengkapan dewan di setiap daerahnya.
Sementara Sitti Rohmi Djalillah saat ini menjabat sebagai wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat mendampingi Zulkieflimansyah. Rohmi merupakan kakak dari Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi.
Pasangan ini, juga memiliki kekuatan pada basis massa organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nahdlatul Wathan yang tersebar di beberapa wilayah di Pulau Lombok yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat.
Namun, ada tantangan yang harus dihadapi keduanya, antara lain pasangan ini tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik saat pemilihan Serentak 2024 dan basis massa akan terpecah jika ada calon lain dari daerah yang sama menjadi kontestan.
Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, pasangan ini memiliki keunggulan, tetapi yang paling pas yakni dipasangkan dengan pasangannya saat ini.
“Itu yang paling pas. Yang paling masuk akal buat Pak Zul,” tuturnya melalui sambungan telepon Jumat, 13 Agustus 2021.
Adapun potensi kemenangan Zulkieflimansyah – Rohmi berada di wilayah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Sumbawa.
• Lalu Pathul Bahri – H. M. Syafruddin
Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa asal kedua bakal pasangan calon. Lalu Pathul Bahri (LPB) berasal dari Lombok Tengah yang memiliki jumlah Pemilih terbesar kedua setelah Lombok Timur.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. (Foto: peloporberita.com/Ist)
Sebagai bakal pasangan calon yang sedang menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah, tentu LPB sangat diunggulkan terutama dengan perolehan suara dari daerah yang ia pimpin.
Sedangkan H. M. Syafruddin (HRS) adalah Anggota DPR RI 3 Periode. Mulai dari periode pertamanya 2009-2014, 2014-2019 dan periode saat ini 2019-2024 Syafrudin juga menjabat sebagai Wasekjen DPP PAN sejak 2011 dan saat ini menjadi Ketua DPP yang membidangi UKM.
Beberapa faktor yang membuat pasangan ini diperhitungkan adalah kultur masyarakat Lombok Tengah yang memiliki prideness terhadap putra daerah yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024. Contohnya kemenangan telak pasangan calon Suhaili-Amin pada tahun 2018 di Kabupaten Lombok tengah.
Duduk sebagai Anggota DPR RI sebanyak tiga periode, sudah pasti membuat HMS lebih hafal daerah-daerah basis massanya maupun peta lumbung-lumbung suara yang sedianya bisa diraih maupun karakteristik pemilih di NTB.
Apabila LPB diusung oleh Gerindra dan HMS didukung oleh PAN, maka akan terbentuk 2 kekuatan besar Pemilihan Legislatif di NTB bersatu hal ini akan menghadirkan kekuatan besar yang dapat diperhitungkan
Sebab, partai Gerindra, menjadi penguasa sebagian besar Kabupaten yang ada di NTB dan dalam menghadapi Pemilihan serentak tahun 2024, pasangan ini masih menjabat sebagai kepala daerah dan anggota DPR RI.
Namun, dalam menghadapi tahapan pemilihan serentak 2024 pasangan ini tentu sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik. Basis massa, juga akan terpecah jika ada pasangan calon lebih dari 1 di daerah basis massa yang sama.
Untuk memenangkan Pilkada, harus memecah basis pemilih lawan terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima. Sementara potensi kemenangan mereka akan berasal dari daerah Lombok Tengah, Kabupaten Bima dan Kobi.
• Hj. Wartiah – Dr. W. Musyafirin
Hj. Wartiah sebagai anggota DPR RI di pulau Lombok memiliki sebaran dukungan dari pemilih PPP yang merata di Pulau Lombok dan Sumbawa. Sedangkan Dr.H.W.Musyafirin adalah Bupati Sumbawa Barat yang diusung oleh PDI-Perjuangan yang menguasai daerah Sumbawa dan Sumbawa Barat.
Hj. Wartiah, Anggota DPR RI di pulau Lombok. (Foto:Pelopor.id/Ist)
Pasangan ini, tidak memiliki potensi sebesar pasangan yang lainnya, namun kehadiran pasangan ini dapat memecah suara pasangan lainnya sehingga dengan kehadiran pasangan ini dapat mempengaruhi peta politik yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Dr.H.W.Musyafirin, Bupati Sumbawa Barat. (Foto:Pelopor.id/Wikipedia)
Potensi Kemenangan Wartiah dan Musyafirin ada di Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat. Sedangkan tantangan mereka.
Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkapkan, diantara Tokoh-tokoh besar yang ada di NTB ia menilai ada 4 orang tokoh yang paling berpotensi besar yakni Dr.Zulkiflimansyah, H.M.Sukiman Azmy, Indah Dhamayanti Putri dan Dr. Sitti Rohmi Djalillah.
Adapun dua orang Tokoh besar NTB yakni Zulkieflimansyah dan Sang Kuda Hitam, Sukiman Azmy sangat diunggulkan dalam Pilkada 2024 nanti. Sebab, keduanya merupakan petahana yang memiliki basis massa yang besar di masing-masing daerah asalnya.
“Beliau (Sukiman Azmy) mencoba membawa Tetebatu untuk menjadi lebih dikenal, itu prestasi bagus. Itu juga untuk menarik perhatian dari luar NTB atau di seluruh Indonesia. Apalagi Tertentu menjadi desa yang mewakili Indonesia di kompetisi tingkat dunia,” sebut Khairul Fahmi.
Namun menurutnya, harus diperhatikan juga adalah layanan publik dan persoalan-persoalan di masyarakat. Sehingga nantinya, antara apa yang diomongkan sesuai dengan yang dikerjakan.
Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi. (Foto:Pelopor.id/Ist)
“Sukiman Azmy juga sudah memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Walaupun balihonya tanpa muka dan hanya tulisan-tulisan, bisa meningkatkan popularitas serta elektabilitas,” tegas Khairul Fahmi.
Meski demikian, harus kita pahami bahwa di kertas suara itu ada gambar wajah.
“Jadi nggak apa-apa memang perlu di tampilkan wajah,” ucapnya.
Baliho dengan gambar wajah, menurut penilaian Fahmi tetap diperlukan di waktu yang tepat untuk daerah-daerah yang belum memanfaatkan ruang digital, ruang-ruang media sosial terutama untuk warga yang butuh informasi seputar pemilihan atau kurang informasi.
Khairul Fahmi menjelaskan, Sukiman Azmy yang berasal dari non-partai bisa juga memilih wakilnya dari partai politik misalnya calon dari Gerinda. Atau Partai lain yang bisa memunculkan potensi untuk menjadikannya sebagai Kuda hitam dan kemenangannya dua kali di Lombok Timur membuatnya memiliki pengalaman yang cukup.
Tetapi, bagaimanapun Rohmi sangat berpengaruh di organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nahdlatul Wathan (NWT). Sehingga tidak bisa dipungkiri, Pak Zul tak akan melepasnya begitu saja.
“Kalaupun iya, itu kalau Bu Rohmi misalnya memutuskan untuk maju sebagai Gubernur atau maju menjadi Bupati. Nah, Pak Zul kemungkinan mencari wakilnya yang potensial seperti Sukiman Azmy,” tandas Khairul Fahmi.
Jika Zulkieflimansyah dan Sukiman Azmy berpasangan, tantangannya dalam menghadapi tahapan pemilihan serentak 2024 mereka sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik. Basis massa, akan terpecah jika ada pasangan calon lebih dari 1 di daerah basis massa yang sama.
Memecah basis pemilih lawan terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima harus dilakukan dan kedua pasangan ini juga harus bisa membuktikan kesuksesannya dalam memimpin wilayahnya. Sedangkan potensi kemenangan yang bakal diraih berasal dari Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat.
• Hj. Sitti Rohmi Djalillah- H.M.Syafruddin
Pasangan ini, kuat pada basis massa Nahdlatul Wathan yang tersebar di beberapa wilayah di Pulau Lombok yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat serta di pulau Sumbawa diantaranya di Pulau Sumbawa bagian Timur yaitu Bima, Dompu dan Kabupaten Bima.
Pasangan ini, dapat membelah Birokrasi yang ada di Pemprov NTB. Jaringan luas konstituen Syafruddin hingga Lombok dapat mendulang suara maksimal terutama di daerah Lombok Barat dan KLU.
Syafruddin, merupakan representasi dari Muhammadiyah yang banyak memiliki basis di Kabupaten Sumbawa Besar dan Sumbawa Barat. Dirinya dapat membelah dukungan yang ada di Sumbawa.
Namun basis massa pasangan ini akan terpecah jika ada calon lain dari daerah yang sama yang akan menjadi kontestan. Sementara kemenangannya akan berasal dari Lombok Timur, Lombok Utara, Dompu, Bima, Kabupaten Bima.
• Lalu Pathul Bahri – Indah Dhamayanti Putri
Lalu Pathul Bahri (LBP) berasal dari Lombok Tengah. Wilayah itu, memiliki jumlah Pemilih terbesar kedua setelah Lombok Timur. Sebagai Bupati Lombok Tengah, LBP tentu sangat diunggulkan di daerah yang ia pimpin.
Jika LPB diusung oleh Gerindra dan Indah Dhamayanti Putri (IDP) didukung oleh partai Golkar, maka dua kekuatan besar pemenang dan Runner Up Pemilihan Legislatif di NTB akan bersatu dan menciptakan kekuatan besar yang dapat diperhitungkan.
Mesin partai pengusung mereka yakni Golkar maupun Gerindra, menjadi penguasa pada sebagian besar Kabupaten yang ada di NTB. Diantaranya Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima dan Kabupaten Bima.[]