Kategori: Daerah

  • Sandiaga Uno Dorong Penyaluran Bantuan bagi Pelaku Parekraf

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong agar penyaluran bantuan, khususnya bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), dipermudah dari sisi pendataan dan mekanismenya. 

    Untuk mendukung hal itu, pihak Sandiaga tengah menyiapkan aplikasi untuk mendata dan mempermudah penyaluran bantuan pemerintah bagi pelaku parekraf. “Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pendataan dan penyaluran bantuan-bantuan pemerintah ini,” kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (02/08/2021). 

    Baca juga: Sandiaga Uno: Komedian dan Konten Kreator Profesi Menjanjikan

    Sandiaga mengatakan, selain memudahkan pendataan calon penerima bantuan aplikasi pendataan ini juga dipersiapkan agar penyaluran bantuan-bantuan seperti Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BPUM), bantuan sosial, dan  Bantuan Pemerintah untuk Usaha Pariwisata dengan pagu anggaran Rp 2,4 triliun ini tepat sasaran dan akuntabel.

    Sandiaga menjelaskan bantuan ini juga sudah tidak mengusung konsep dana hibah. Namun bantuan-bantuan itu diarahkan ke sejumlah usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja.

    Baca juga: Sandiaga Uno: Ayo Tebar Harapan untuk Bangkit Lewati Pandemi

    “Bantuan ini tidak hanya akan disalurkan di Jawa dan Bali saja, tapi juga di destinasi super prioritas, daerah-daerah dengan realisasi pajak hotel dan restoran minimal 15 persen dari total PAD (pendapatan asli daerah) tahun 2020, dan daerah yang termasuk ke dalam Kharisma Event Nusantara,” jelas Sandiaga

    Selain itu, lanjut Sandiaga, Kemenparekraf juga sedang menjalankan dukungan akomodasi hotel bagi tenaga kesehatan sebesar Rp300 miliar. “Jumlah ini sudah kami ajukan dan kami menunggu realisasi dari teman-teman di KPC-PEN, tapi komitmennya diharapkan ini bisa didahulukan bagi saudara-saudara kita di garda depan yaitu tenaga kesehatan,” ujar Sandiaga. []

  • Youtuber Bob Bee Builder Gratiskan Hotel untuk Isoman Selama Pandemi

    peloporberita.com/ | Youtuber Indonesia Bob Bee Builder menggratiskan hotel bintang tiga miliknya, Hotel Grand Malioboro di Jl. Iskandar Muda No. 168, Jambi, untuk isolasi mandiri Covid-19 mulai awal Agustus 2021 sampai pandemi benar-benar dinyatakan selesai.

    Hotel yang terdiri dari 6 lantai itu dilengkapi rooftop yang bisa dimanfaatkan untuk berjemur di pagi hari. “Jumlah kamar ada 40, tapi karena ada dua hall besar ikut dimanfaatkan juga sehingga kapasitas bertambah jadi 74 kamar,” kata Bob Bee, Senin (26/7/2021), mengutip detik.com. 

    Baca juga: Agnez Mo Buka Klinik Vaksin Covid-19 Gratis di Kawasan Ancol

    Untuk pengadaan obat, vitamin dan tenaga kesehatan, Bob Bee menjalin kerja sama dengan Satgas COVID dan Dinas Kesehatan setempat. Ia juga menyiapkan sekitar 50 tabung oksigen besar dari perusahaan lain miliknya. 

    Sejak awal pekan lalu, Bob Bee juga bekerja sama dengan sejumlah pengusaha pembuat kusen dan pegawai yang terkena PHK untuk membuat peti mati gratis bagi siapa pun yang membutuhkan. “Untuk tahap pertama kami siapkan 100 peti dulu,” kata pengusaha properti itu.

    Baca juga: Vitamin yang Bisa Dikonsumsi Saat Isolasi Mandiri

    Keputusan ini berawal dari pengalaman pribadinya, ketika pada Januari 2021 istri dan putranya terinfeksi virus corona dan harus isolasi mandiri di rumah. Kemudian pada Juni 2021, pamannya meninggal akibat Covid-19. Tapi yang membuatnya sangat terguncang dan merasa bersalah ketika di awal PPKM Darurat, ada tetangganya yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah. 

    “Dia tak seberuntung keluarga saya bisa isolasi mandiri dengan nyaman. Rumahnya sempit dan harus berbagi dengan anggota keluarga lain tanpa makanan bergizi dan obat-obatan memadai, akhirnya memicu kluster keluarga,” kata Bob Bee.

    Baca juga: Tips Mengelola Limbah Masker Bekas Pakai Saat Isolasi

    Akhirnya, youtuber makanan ekstrem ini pun memutuskan untuk mengaktifkan Hotel Grand Malioboro yang sudah hampir setahun tutup. Ia menghubungi sejumlah instansi terkait untuk mewujudkan hal itu, dan pada pekan lalu gubernur, kapolda, dan wali kota sudah meninjau kelayakan hotelnya untuk menjadi fasilitas isolasi mandiri.

    Selain mengelola hotel bintang tiga, pria bernama asli Charles Robin Lie ini juga menggeluti usaha properti hingga perkapalan. Baginya, membuat konten youtube hanya iseng untuk menambah kegiatan selama pandemi. []

  • Madiun Juga Punya Beras Porang Shirataki

    peloporberita.com/ | Porang telah menjadi primadona komoditas ekspor dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Jepang, di mana porang dijadikan bahan baku beras shirataki yang sering digunakan sebagai beras diet. Pasalnya, porang memiliki kandungan glukomanan yang mempercepat rasa kenyang dan memperlambat pengosongan perut, sehingga cocok untuk diet. 

    Selain beras shirataki, porang pada umumnya diolah menjadi bahan campuran pada produk kue, roti, es krim, permen, jeli, selai, dan bahan pengental pada produk sirup. Porang juga kerap diolah sebagai produk kosmetik. 

    Baca juga: Syahrul Yasin Limpo: 2 Tahun Saya Jadi Menteri Tidak Pernah Impor Beras

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mendorong pengembangan porang di Madiun, Jawa Timur. Syahrul berharap Madiun tak hanya menjadi sentra budidaya, melainkan juga turut berkembang sebagai sentra industri olahan porang. Dengan begitu, porang yang diekspor dari Madiun nantinya sudah berbentuk olahan, termasuk beras porang shirataki yang dikenal mahal.

    “Kita semua tadi melihat ada proses industri sebelum porang diekspor, salah satunya bagaimana porang menjadi beras. Jadi nantinya masyarakat global tidak lagi hanya mengenal beras porang shirataki dari Jepang, tapi juga ada beras porang dari Madiun,” sebut Syahrul saat mengunjungi PT Asia Prima Konjac, salah satu pabrik porang di Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (30/07/2021). 

    Baca juga: Syahrul Yasin Limpo Pastikan Stok Beras Hingga Akhir Tahun Aman

    Saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengembangkan industri porang dalam skala luas, dari hulu hingga ke hilir dengan kelembagaan petani yang kuat. Peluang pasarnya pun cukup besar, karena permintaan ekspor dan pasar dalam negeri baru terpenuhi sebanyak 10 persen. 

    Madiun memang dikenal sebagai salah satu sentra pengembangan porang. Pada tahun 2020, luas lahan budidaya porang di Madiun mencapai 5.363 hektare. Pengembangan porang difokuskan di 10 kecamatan yaitu Saradan, Kare, Dolopo, Dagangan, Mejayan, Gemarang, Wungu, Wonoasri, Pilangkenceng, dan Madiun. 

    Baca juga: Mentan Syahrul: Ketersediaan Pangan 270 Juta Rakyat Indonesia Tidak Boleh Terganggu

    Sebagai upaya akselerasi, Kementan melaksanakan sejumlah program di Madiun, antara lain memberikan bantuan pupuk organic sebesar 22,8 ton, bantuan bulbil/katak Rp 400 juta, serta pendampingan dalam bentuk bimbingan teknis dan kemitraan. 

    Selain itu, Kementan juga turut memfasilitasi para petani untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR). “Sebagai salah satu percepatan pengembangan porang yang disiapkan pemerintah, tentunya kita akan terus mendorong dan memfasilitasi KUR,” ucap Syahrul. []

  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Minta Realisasi Insentif Nakes Ditingkatkan

    peloporberita.com/ | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cirebon. Dalam pertemuannya dengan Bupati Cirebon beserta jajaran, Mendagri meminta agar realisasi anggaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) ditingkatkan.

    Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Keuangan dan laporan pemerintah daerah yang diolah pada 24 Juli 2021, jumlah realisasi itu masih terbilang rendah yaitu berada di angka 16,73 persen. 

    Baca juga: Kemendagri: Urus Administrasi Kependudukan Tidak Perlu Sertifikat Vaksin

    “Menjadi catatan penting, insentif tenaga kesehatan, tolong ditingkatkan karena baru 16 persen lebih,” ujar Mendagri dalam keterangan persnya usai Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, Rabu (28/7/2021). 

    Mendagri menjelaskan, pentingnya realisasi insentif bagi nakes agar mereka termotivasi dalam bekerja di tengah pandemi, karena tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19. 

    Menurut Tito, Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki alokasi anggaran insentif nakes sekitar Rp 51,89 miliar. “Mohon dengan hormat, Bapak Bupati untuk diatur betul supaya bisa dicairkan pada mereka yang berhak,” pinta Mendagri. 

    Baca juga: Kemendagri: Satpol PP Bisa Diangkat Jadi Penyidik PNS

    Saat ini, Kabupaten Cirebon masuk pada pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Tito berharap laju pandemi di kabupaten tersebut dapat lebih terkendali dengan memperbaiki sejumlah penanganan. 

    Untuk itu, Mendagri kembali menekankan soal indikator yang harus diperhatikan dalam penanganan Covid-19, yaitu jumlah angka positif yang menurun, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio) menurun, angka kematian menurun, serta angka kesembuhan yang meningkat. []

  • Risma Gandeng Karang Taruna untuk Distribusi Masker dan Vitamin

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Sosial akan menggandeng Karang Taruna di seluruh Indonesia untuk mendistribusikan masker dan vitamin bagi masyarakat kalangan bawah. Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini telah menerima surat dari Karang Taruna yang merasa terpanggil untuk bersinergi dan ambil bagian dalam kegiatan terkait penanganan pandemi Covid-19 melalui berbagai program yang dilakukan Kementerian Sosial. 

    “Kami akan mendistribusikan masker dan vitamin kepada seluruh Karang Taruna di Indonesia. Saya mohon Karang Taruna membantu mendistribusikan kepada masyarakat di daerah masing-masing,” kata Mensos saat melakukan pertemuan virtual dengan 514 Karang Taruna Kab/Kota di seluruh tanah air, Rabu (28/07/2021). 

    Baca juga: Kemensos Siapkan E-Warong untuk Pantau Penggunaan Bansos

    Meski begitu, Mensos tidak merekomendasikan karang taruna mendistribusikan langsung di perempatan jalan, melainkan per kecamatan. Pasalnya, jika langsung di perempatan jalan, dapat menimbulkan kerumunan masyarakat dan juga tidak sehat. 

    “Tidak mudah sekarang ini mencari vitamin, tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin dan untuk memudahkan pendistribusian vitamin dan masker oleh karang taruna maka akan kami usahakan sudah dalam bentuk dikemas,” ujar Mensos. 

    Baca juga: Mensos Risma: KPM Bisa Terima Lebih dari Satu Komponen Kesejahteraan Sosial

    Untuk mempercepat pendistribusian masker dan vitamin, Kementerian Sosial akan mengirimkan melalui alamat sekretariat-sekretariat karang taruna. Namun jika tidak ada, maka alternatif lain melalui Dinas Sosial (Dinsos) di setiap daerah. 

    “Pengiriman melalui Dinsos saya berharap tidak ada masalah. Jadi, kita memberikan peranan bagi anak-anak muda kita supaya mereka bisa berkontribusi nyata kepada bangsa dan negara yang memang sedang membutuhkan semangat gotong royong dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini,” ungkap Mensos. []

  • Desa Wisata Tete Batu Lombok Wakili Indonesia di Kompetisi Best Tourism Village UNWTO 2021

    peloporberita.com/ | Desa Tete Batu, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur-NTB direkomendasikan menjadi wakil Indonesia, di ajang kompetisi Best Tourism Village UNWTO 2021, yang dihelat badan Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang Pariwisata. 

    “Kami bersyukur bahwa NTB telah menyampaikan dokumen persyaratan lomba UNWTO (United Nation World Tourism Organization), di ajang lomba best tourism village 2021. Artinya Desa Wisata Tete Batu-Lombok telah secara resmi mendaftar melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf RI) sesuai ketentuan lomba Kemenparekraf atas nama pemerintah pusat, berhak mendaftar ke UNWTO,” tegas Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi, di Mataram, Kamis (29/7/2021).

    Baca juga: Pariwisata NTB Siap Uji Coba Rapid Antigen Gratis

    Selain berharap Tete Batu bisa menjadi wakil Indonesia, Yusron juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Menparekraf) Sandiaga Uno. “Besar harapan kami semoga Desa Wisata Tete Batu dapat mengikuti lomba sebagai salah satu desa wisata yang akan mewakili Indonesia di ajang best tourism village UNWTO 2021. Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, dan segenap pihak yang terkait mengucapkan syukur dan terima kasih atas dukungan Menparekraf Bang Sandiaga Uno,” kata Yusron. 

    Tidak hanya kepada Sandiaga, Yusron juga mengapresiasi jajaran Kemenparekraf dan berharap ini bisa menjadi momentum kebangkitan pariwisata indonesia di tengah pandemi.

    “Terima kasih banyak juga untuk Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Bapak Vinsensius Jemadu atas konfirmasinya dan telah memastikan Desa Tete Batu jadi salah satu utusan bersama dua desa wisata lainnya menjadi duta Indonesia mengikuti lomba tersebut. Semoga bisa menjadi momentum kebangkitan pariwisata indonesia di tengah pandemi,” kata Yusron penuh harap. 

    Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi. (Foto: Pelopor/Facebook Taufan Rahmadi)

    Selain Yusron, Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi juga sangat mendukung upaya pemerintah daerah, Dinas Pariwisata NTB dan Kabupaten Lombok Timur menjaga kepercayaan yang diamanahkan Menparekraf Sandiaga Uno. Taufan bahkan sudah berkomunikasi langsung dengan Sandi, agar mendukung penetapan Desa Tete Batu menjadi wakil Indonesia diajang Best Tourism Village UNWTO 2021. 

    Baca juga: Pengamat Pariwisata Berharap, Pemerintah Tetapkan Wisata Hijau Bagi Destinasi Minim Covid Seiring Pelonggaran di PPKM Level 4

    Menurut Penggagas dan Ketua Asosiasi Desa Wisata NTB Ahyak Aminudin, kawasan Tete Batu pantas menjadi wakil Indonesia di ajang kompetisi ini, karena alamnya yang indah dan juga menyimpan banyak sejarah. 

    “Tete Batu dikenal pertama kali masyarakat dunia berkat salah seorang wisatawan asal Belanda tahun 1965. Bangunan tempat tinggalnya di Tete Batu jadi tonggak berdirinya puluhan homestay di sekitar desa penyangga. Pondok Soejono menjadi motivasi pertama masyarakat desa mengembangkan Tete Batu jadi desa wisata. Tete Batu juga menjadi pusat akomodasi wisatawan asing yang singgah di Lombok Timur. Kini bisa kita liat kemajuan Tete Batu. Tete Batu menjadi motivator berdirinya puluhan desa wisata di sekitarnya,” jelas Ahyak. []

     

  • Si Jago Merah Melalap Rumah Wartawan Media Online di Jalan Ampel Jakarta Timur

    www.pelopor.ID, Jakarta – Peristiwa kebakaran kali ini nyaris melalap rumah wartawan media online yang berada di Jalan Ampel, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada, Sabtu (24/7/2021) sore.

    Menurut keterangan saksi, Fahmy Nurdin (42) yang bekerja disalah satu Perusahaan media online. Api mulai terlihat dari atap rumah warga tepat di depan rumah yang ia tempati bersama anak dan istri nya, yakni rumah Pak Naman (64), di Jalan Ampel Rt. 07 Rw.07 Nomor. 3, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur sekitar Pukul. 17.15 wib, ujarnya.

    Setelah melihat Api mulai membesar sambung Fahmy, dirinya segera menyelamatkan anak dan Istrinya, kemudian dia mencoba menghubungi 110 dari ponselnya, dengan cepat petugas Operator 110 mendata Tempat Kejadian Perkara (TKP), selang 5 menit petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Makassar sampai di TKP.

    “Gerak cepat petugas Damkar yang juga dibantu oleh warga sekitar dalam memadamkan Api, akhirnya dalam waktu kurang lebih 10 menit Api dapat dipadamkan, sehingga tidak merembet kerumah warga yang lain,” tutur Fahmy.

    Rusli Satpol PP Kelurahan Lubang Buaya yang juga berada di TKP dalam keterangnya mengatakan, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, dan kata salah satu petugas Damkar yang sudah cek TKP, diduga penyebab kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik, katanya.

    Pemilik rumah yang bernama Naman (64) mengaku, kerugian kurang lebih mencapai 100 jutaan.

    (TK)

  • Kronologi Amukan Keluarga Pasien Covid-19 di RSUD Ambarawa Semarang

    peloporberita.com/ | Seorang pria keluarga pasien Covid-19 di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, mengamuk dan membuat dua perawat mengalami luka di tangan akibat terkena sabetan gunting, pada Jumat sore (23/07/2021). 

    Dalam keterangan tertulis, Manager Ruang Isolasi Anyelir RSUD Ambarawa Meisasi Widyastuti menjelaskan, peristiwa bermula ketika RSUD Ambarawa menerima pasien perempuan berinisial NH (37) warga Pringapus. Pasien mengalami pneumonia Covid-19 dan terkonfirmasi rapid antigen, dengan penurunan kesadaran dan hipertensi, pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, pasien masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

    Sebelum pasien masuk ruang isolasi, petugas mengedukasi keluarga pasien tentang tata tertib dan segala konsekuensi. Setelah edukasi, keluarga meminta waktu untuk bermusyawarah, dan akhirnya menyetujui tata tertib dirawat isolasi dengan mengajukan permintaan, yaitu keluarga ingin mengakses langsung CCTV ruang isolasi, menerima laporan rutin TTV (pemeriksaan vital) pasien, dan pasien diberi minum setiap 10 menit.

    Kemudian tim medis menjelaskan bahwa CCTV tidak bisa diakses oleh keluarga, namun jika ingin menanyakan keadaan pasien bisa langsung ke nurse station. Suami pasien pun menilai tata tertib itu tidak masuk akal dan menudingnya sebagai rekayasa. Sekitar pukul 01.55 WIB, keluarga menanyakan TTV pasien dan juga menanyakan kenapa saturasi bisa turun. Keluarga bahkan langsung menerobos masuk ke ruang isolasi. 

    “Pukul 02.00 WIB, keluarga menerobos masuk, marah-marah ingin menunggui pasien dan memaksa agar dipindahkan ke IGD lagi. Setelah koordinasi dengan IGD dan supervisi, kemudian pasien dibawa ke IGD lagi,” kata Meisasi. 

    Sekitar pukul 03.00 WIB, keluarga meminta agar pasien dipindahkan lagi ke ruang isolasi dan petugas pun kembali melakukan edukasi mengenai tata tertib di ruang isolasi. Setengah jam kemudian, pasien dalam kondisi kritis. Sekitar pukul 13.45 WIB, kondisi pasien semakin menurun dan tak lama kemudian pasien dinyatakan meninggal.  

    Tim medis menginformasikan bahwa pasien tidak tertolong, dan memberi penjelasan tentang prosedur pemulasaraan jenazah secara protokol Covid-19. Suami pasien bisa menerima penjelasan itu, tetapi adik pasien menyatakan tidak setuju dan menginginkan jenazah dibawa pulang oleh pihak keluarga karena mereka mendapat informasi bahwa pasien yang meninggal akibat Covid-19 tidak mendapat perawatan semestinya, tidak selayak perawatan jenazah pada umumnya. 

    “Sekitar pukul 15.00 WIB, keluarga pasien memaksa masuk untuk melihat dan memfoto jenazah pasien di dalam ruang isolasi tapi ditahan oleh satpam. Keluarga pasien tidak terima,” jelas Meisasi. 

    Tiba-tiba keluarga pasien mengambil gunting di nurse station dan memukul-mukul meja kemudian mengacungkan gunting dalam posisi terbuka. “Perawat berusaha menahan gunting agar tidak di gunakan untuk melukai orang lain. Pelaku semakin berontak dan mengakibatkan luka pada tangan perawat tersebut. Akhirnya pelaku diamankan oleh banyak orang dan dibawa ke Polsek Ambarawa,” kata Meisasi. []

  • Kemenparekraf Bakal Libatkan PHRI di Sentra Vaksinasi Garut

    peloporberita.com/ | Jakarta –  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno akan berkolaborasi dengan Bupati Garut dan Ketua beserta pengurus PHRI Garut dalam upaya peningkatan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

    Kemenparekraf antara lain akan menggandeng PHRI Garut untuk menghadirkan sentra vaksinasi COVID-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif juga masyarakat. Hal ini, disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan audiensi secara virtual dengan Pemda Garut dan PHRI Garut, Jumat, 23 Juli 2021.

    “Mudah-mudahan ini bisa sedikit menggeliatkan sektor perhotelan di Garut. Karena tentu saja tenaga kesehatan baik dari pusat dan daerah butuh tempat beristirahat.”

    Sebelumnya PHRI Garut mengibarkan bendera putih sebagai tanda keprihatinan atas pandemi COVID-19 yang memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan usaha mereka.

    “Memang saat ini bangsa kita sedang menghadapi masa sulit, tapi saya yakin dengan bergandengan tangan kita bisa bangkit,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno.

    Selain itu, Kemenparekraf juga akan menggandeng para pelaku perhotelan di Garut untuk menyediakan akomodasi bagi para tenaga kesehatan.

    “Mudah-mudahan ini bisa sedikit menggeliatkan sektor perhotelan di Garut. Karena tentu saja tenaga kesehatan baik dari pusat dan daerah butuh tempat beristirahat,” sebut Sandiaga.

    Menurut Sandi, nantinya akan ditugaskan tim khusus dari Kemenparekraf yang akan menyiapkan kerja sama yang lebih jauh dengan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Garut.

    Menparekraf pun mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di sektor perhotelan dan restoran di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk tetap optimistis menghadapi pandemi COVID-19 yang tengah melanda Indonesia dan dunia.

    Bahkan, Sandiaga mengajak PHRI Garut mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol semangat dan bangkit dari pandemi COVID-19.

    Bendera-bendera itu nantinya akan diproduksi oleh para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Garut sehingga dapat membuka peluang usaha serta memastikan roda perekonomian di sektor ekonomi kreatif di Garut dapat terus bergerak.

    Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga mengapresiasi dukungan dari KAHMIPreneur yang didirikan anggota komisi XI DPR RI, Kamrussamad, yang akan memberikan dukungan program seperti bantuan sosial dan beasiswa bagi para pelajar yang berasal dari keluarga pelaku UMKM di Garut.

    “Program-program bantuan ini merupakan investasi sosial bagi masyarakat yang terdampak untuk merespons situasi yang sangat memprihatinkan ini,” tegas Sandiaga.

    Dalam kesempatan yang sama Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung, menjelaskan, nantinya 80 persen relawan yang mengelola sentra vaksinasi di Garut adalah para pekerja hotel dan restoran.

    “Jadi nantinya mereka bisa mendapatkan sesuatu dari hasil kolaborasi kita dengan perusahaan-perusahaan besar dan para pelaku usaha untuk membantu Garut,” tandas Henky.

    Kemudian Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, mengatakan, pihaknya juga akan menggencarkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental sustainability) bagi restoran serta hotel di daerah yang dijuluki sebagai “Kota Dodol” tersebut.

    “Mulai minggu depan proses sertifikasi dan verifikasi akan berjalan. Tahun ini kita menargetkan ada 6.300 usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang usahanya tersertifikasi CHSE,” tandas Fadjar.

    Turut hadir dalam acara ini Plt Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Cecep Rukendi; Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana; serta Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Raden Sigit Witjaksono.

    Serta Bupati Garut, Rudy Gunawan; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar; serta Ketua Badan Pengurus Cabang PHRI Garut, Deden Rochim beserta jajarannya. []

  • Wagub DKI: Pasal Pidana Perda Covid untuk Lindungi Individu

    peloporberita.com/ | Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sanksi pidana bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan berulang bertujuan untuk melindungi masyarakat agar tidak tertular virus Corona Covid-19.

    “Pemidanaan juga tidak hanya untuk menjarakan pelaku, tetapi juga bertujuan untuk melindungi individu dari penularan Covid-19. Delik pidana dikonstruksikan untuk masyarakat yang melakukan pengulangan pelanggaran setelah yang bersangkutan sudah pernah mendapat sanksi administratif,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip peloporberita.com/, Jumat 23 Juli 2021.

    Lebih lanjut, Riza berharap revisi Perda ini tidak menimbulkan kepanikan, namun justru dapat meningkatkan kedisiplinan prokes di masyarakat sehingga angka positif penularan Covid-19 bisa menurun.

    “Pemidanaan juga tidak hanya untuk menjarakan pelaku, tetapi juga bertujuan untuk melindungi individu dari penularan Covid-19.”

    Wagub DKI juga menyampaikan, penyempurnaan payung hukum dibutuhkan karena Perda ini dinilai belum dapat membuat efek jera bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes), terlihat dari meningkatnya data kasus terkonfirmasi positif dan bertambah signifikannya orang yang meninggal karena Covid-19 beberapa pekan terakhir.

    “Mengingat pandemi telah menyebabkan kondisi darurat yang telah berdampak besar pada aspek kesehatan masyarakat, sosial, ekonomi dan pelayanan, maka hal tersebut yang menjadi pertimbangan Pemprov DKI untuk mengajukan usulan perubahan Perda Penanggulangan Covid-19,” tegas Riza.

    Lebih lanjut Wagub DKI menyebutkan tiga poin yang rencananya akan ditambahkan dalam usulan revisi Perda Penanggulangan Covid-19, yakni kolaborasi penegak hukum dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melakukan penyidikan, pemberian sanksi administratif sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh perangkat Daerah, dan adanya penjatuhan sanksi pidana bagi pelanggar prokes yang diatur dengan ultimum remedium.

    Dimana pelanggar yang mengulangi kesalahan seperti tidak memakai masker akan dipidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp500.000. Sementara bagi pelaku usaha yang mengulangi pelanggaran prokes akan dijatuhkan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp50 juta. []