peloporberita.com/ | Gubernur Banten Wahidin Halim mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 800/1357 -BKD/2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Dan Batasan Bepergian Ke Luar Daerah Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten tanggal 21 Juni 2021, untuk merespon situasi terkini pandemi Covid-19 di Provinsi Banten.
Surat edaran ini mengatur sejumlah hal terkait penyesuaian jam kerja dan larangan bepergian ke luar daerah.
Pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (Work From Home/WFH) diperpanjang hingga 23 Juli 2021.
Selama melaksanakan tugas kedinasan para ASN wajib melaksanakan protokol kesehatan dengan menjalankan pola hidup sehat.
Tidak melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, tidak lebih dari lima (5) orang dengan jarak dua (2) meter.
Dalam upaya pencegahan Covid-19, para ASN wajib melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan 5M+3T. Untuk 5M adalah menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi. Sedangkan 3T adalah testing atau pemeriksaan dini, tracing atau pelacakan pada kontak terdekat pasien Covid-19, dan treatment atau perawatan jika positif Covid-19.
Sedangkan untuk pembatasan atau larangan ke luar daerah kecuali ada hal-hal yang dianggap mendesak. Jika dalam rangka tugas kedinasan, maka harus memperoleh Surat Tugas yang ditandatangani oleh minimal pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) atau kepala satuan kerja; atau mendapat ijin tertulis dari pejabat pembina kepegawaian.
Terhadap ASN yang melanggar, akan diberikan hukuman disiplin sesuai Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dan Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. []
peloporberita.com/ | Hati-hati, jangan sampai Anda melanggar aturan lalu lintas ketika berkendara di Kota Yogyakarta, karena sekarang ada kamera dan voice announcer pada simpang yang telah terpasang area traffic control system (ATCS).
Pengendara yang melanggar akan terlihat di kamera dan langsung diingatkan melalui voice announcer ATCS. Ini adalah salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas di jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan, ATCS voice sebenarnya sudah dimanfaatkan sejak awal pandemi Covid-19 untuk imbauan penerapan protokol kesehatan. Termasuk menggunakan teknologi running text yang telah terpasang di beberapa simpang jalan. “Sekarang ATCS voice juga dipakai untuk mengingatkan pengendara yang melanggar marka, rambu lalu lintas dan lainnya,” kata Agus, Selasa (22/6/2021)
Saat ini, ATCS voice yang difungsikan ada di simpang empat SGM, simpang Sentul, simpang Jalan Cendana, simpang Permata dan simpang Gondomanan. Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memilih empat simpang itu karena merupakan jalur utama, dengan kondisi ramai dan padat lalu lintas.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Hari Purwanto menambahkan, dari hasil pemantauan kamera ATCS selama ini, pengendara kebanyakan melanggar garis marka di simpang. Petugas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta akan mengingatkan pengendara yang melanggar itu melalui ATCS voice agar tertib marka, dengan menyebutkan nomor polisi kendaraan pelanggar.
“Kami sebatas mengingatkan. Respon pengendara ada yang langsung patuh. Tapi ada juga yang ngeyel. Pelanggaran sampai saat ini kebanyakan marka. Pelanggaran lainnya belum ditemukan dari pantauan kamera,” kata Hari. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran menyatakan, akan membubarkan warga yang masih berkerumun di zona oranye Covid-19 DKI Jakarta. Dalam hal ini, jajarannya akan rutin berkeliling Ibu Kota mengimbau masyarakat tetap di rumah saja saat kasus Covid-19 melonjak.
“Misalnya Ancol. Kapasitas 120 ribu, tapi yang hadir hanya 7.000, itu pun saya perintahkan untuk tutup-buka dan kemudian melaksanakan patroli di titik rawan kerumunan.”
“Caranya bagaimana bersama RT, RW, kita jaga. Kita dengan mobil keliling, kita memberikan imbauan supaya di rumah saja, kalau ada yang berkumpul kita bubarkan,” tutur Kapolda di Pegangsaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara dikutip dari laman resmi Polri Rabu, 23 Juni 2021.
Kapolda juga menyatakan, pihaknya sudah memerintahkan jajaran kapolsek membatasi kegiatan masyarakat di zona oranye Covid-19. Jenderal bintang dua itu, tak ingin para kapolsek menunggu wilayahnya menjadi zona merah Covid-19 terlebih dahulu.
“Misal dia zona oranye, saya sudah perintahkan semua kapolsek, jangan tunggu zona merah baru melakukan penjagaan dan pengetatan. Mulai dari kemarin, zona oranye itu sudah dilakukan intervensi untuk lakukan pembatasan kegiatan masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolda telah meminta pengelola kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara menerapkan skema buka-tutup selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Serta, meminta jajarannya untuk melakukan patroli di sejumlah titik rawan kerumunan di wilayah Jakarta Utara lainnya.
“Misalnya Ancol. Kapasitas 120 ribu, tapi yang hadir hanya 7.000, itu pun saya perintahkan untuk tutup-buka dan kemudian melaksanakan patroli di titik rawan kerumunan,” tandasnya. []
peloporberita.com/ | Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengikuti rapat koordinasi perkembangan dan penanganan pandemi Covid-19 bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual dari kediamannya di Kota Serang, Minggu (20/6/2021). Dalam rakor yang diikuti delapan provinsi tersebut, Andika melaporkan semua Kabupaten/Kota di Provinsi Banten kembali masuk zona oranye penyebaran Covid-19.
Selain Banten, tujuh provinsi yang juga ikut rapat tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat. Rapat tersebut juga dihadiri pihak Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Sekretariat Kabinet, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.
Wagub Andika mengatakan, data Dinas Kesehatan Provinsi Banten menunjukkan peningkatan kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir. Jumlah kasus konfirmasi per 19 Juni 2021 mencapai 53.487, dengan angka kasus aktif mencapai 2.619 atau 4,89%. Sedangkan angka kesembuhan mencapai 49.494 atau 92,54% dan angka kematian 2,56%.
Masih mengutip data Dinkes, Andika juga mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir ada kenaikan angka kasus konfirmasi dari sebelumnya. Hal itu antara lain akibat adanya varian baru dengan tingkat potensi penularan tinggi, dan juga abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan yang berdampak pada perkembangan pasca Idul Fitri.
Dalam rapat tersebut, Wagub Andika juga melaporkan terkait pelaksanaan vaksin, bahwa sampai 19 Juni 2021 sebanyak 406.742 sasaran yang terdiri dari SDM kesehatan, petugas publik dan lansia sudah mendapatkan vaksin dosis kedua.
Dalam arahan pada rapat tersebut, Menko Perekonomian Airlangga mengatakan, kegiatan budaya atau hajatan berbasis perizinan yang ditentukan gubernur, bupati atau wali kota, harus diperketat lagi, dan kapasitasnya harus ditekan serendah mungkin atau 25%. []
peloporberita.com/ | Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggencarkan pengawasan protokol kesehatan di tempat umum dan wisata, seiring dengan makin meningkatnya kasus Covid-19.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, “Kami lakukan pengawasan protokol kesehatan secara acak di tempat- tempat wisata dan tempat parkir wisata. Terutama kelengkapan membawa dokumen kesehatan negatif Covid-19.” Senin (21/6/2021).
Agus menyebutkan, dari hasil pengawasan secara acak pada akhir pekan 19-20 Juni 2021 di sejumlah tempat parkir wisata penumpang bus, wisatawan sudah membawa dokumen kesehatan. Sehingga tidak ada bus yang diminta putar balik karena sudah memenuhi protokol kesehatan untuk melakukan perjalanan. Namun tetap saja ada sebagian wisatawan yang terpantau tidak memakai masker, dan pihak Satpol PP langsung mengedukasi untuk memakai masker.
Dia juga mengingatkan para wisatawan untuk menjalankan protokol kesehatan, terutama selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak fisik. Begitu juga dengan operasional usaha seperti restoran dan kafe, diimbau mengikuti ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Satpol PP Kota Yogyakarta mengingatkan para pelaku usaha untuk memenuhi ketentuan PPKM, terutama protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan.
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, untuk menekan kenaikan kasus Covid-19, maka dilakukan pengetatan posko RT/RW untuk membatasi aktivitas warga yang berpotensi membuat kerumunan. Ia menegaskan, untuk acara pernikahan dan kegiatan di Kota Yogyakarta sudah dibatasi. Untuk pernikahan hanya 100-150 sesuai kapasitas tempat, kegiatan pertemuan maksimal 50 atau sesuai kapasitas tempat dan direkomendasikan di luar ruangan. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Varian baru Covid-19 asal India yaitu varian delta sudah masuk Jawa Barat. Hal ini dikonfirmasikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Menurutnya, varian baru itu telah ada di Kota Depok dan Kabupaten Karawang.
“Varian delta sudah hadir di Jawa Barat menandakan harus tetap waspada, hadir di Karawang dan Kota Depok berdasarkan kajian genom,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Senin, 21 Juni 2021.
“varian ini penularannya akan lebih cepat dari varian sebelumnya. Mudah-mudahan dengan berita ini kita tingkatkan kewaspadaan kita.”
Emil panggilan akrabnya, meminta masyarakat untuk waspada dan meningkatkan ketaatan dalam menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, varian baru dari India tersebut punya tingkat penularan lebih cepat.
“Sehingga menandakan varian ini penularannya akan lebih cepat dari varian sebelumnya. Mudah-mudahan dengan berita ini kita tingkatkan kewaspadaan kita. Mohon kepada masyarakat dengan kehadiran varian delta di Jabar maka prokes 5M lebih ditingkatkan dan diakselerasi,” sebutnya.
Sementara soal usulan lockdown di tengah lonjakan kasus Covid-19 ini. Emil mengaku tak masalah menerapkan lockdown Namun, dia menyinggung soal keterbatasan anggaran.
“Lockdown itu pada dasarnya kami akan mengikuti arahan pemerintah pusat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Emil menyebut tak sependapat dengan usulan lockdown lantaran sebelumnya sudah disepakati tidak ada lagi istilah lockdown.
“Dan sebenarnya tidak ada istilah lockdown. Saya juga bingung dihidupkan lagi istilah lockdown karena dulu sudah disepakati dulu lockdown itu bahasa Indonesia-nya PSBB (pembatasan sosial berskala besar),” ungkapnya.
Sehingga istilah PSBB ini menurut mantan Wali Kota Bandung itu, harus dibarengi dengan kesiapan pangan, sembako kepada mereka yang tidak bisa WFH. Namun, jika lockdown atau PSBB kembali diterapkan, pemerintah harus siap untuk kebutuhan pangan warganya.
“Dan kami dari Jawa Barat anggaran memang sudah tidak ada. Kalaupun itu (lockdown) diadakan, kepastian logistik dari pusat harus sudah siap baru kami akan terapkan di Jawa Barat,” tegas Emil. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Yunimar Mulyana mengunjungi sejumlah warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Astanaanyar Gang Entit RT 04 RW 04 Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Senin 21 Juni 2021.
Sebelumnya pada Sabtu, 19 Juni 2021 malam lalu, puluhan rumah semi permanen di lokasi tersebut hangus dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.
Sejumlah warga yang terdampak, saat ini mengungsi bersama kerabat dan keluarganya. Namun, ada juga ada yang mengungsi di Masjid At-Taubah dan rumah warga yang dijadikan posko di sekitar lokasi kebakaran.
“Nanti ke depan, kita akan selalu berkoordinasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Bekerja sama dengan PLN untuk bisa mengedukasi bagaimana menggunakan listrik secara aman.”
Di lokasi, Yunimar melihat sisa-sisa rumah warga yang terbakar. Selain itu, ia juga berbincang dengan para warga yang ada di tempat pengungsian sementara. Serta menyempatkan diri meninjau Dapur Umum yang berada di Kantor Kelurahan Nyengseret.
Yunimar mengungkapkan, kedatangannya atas arahan Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah yang ingin mengetahui kondisi dan keadaan para warga yang menjadi korban karena terdampak kebakaran tersebut.
“Umi (Siti Muntamah) berhalangan untuk hadir. Untuk itu secara pribadi dari Umi dan saya, menyerahkan bantuan untuk korban yang terdampak kebakaran ini,” tuturnya usai peninjauan.
Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Yunimar Mulyana mengunjungi dapur umum untuk warga korban kebakaran di Jalan Astanaanyar Gang Entit RT 04 RW 04 Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Senin 21 Juni 2021. (Foto: Pelopor/ Pemkot Bandung)
“Saat ini ada yang sudah ditempatkan di posko-posko untuk sementara,” sambung istri Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tersebut.
Yunimar mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia terima, penyebab kebakaran tersebut bersumber dari arus listrik. Oleh sebab itu, ia berencana mengedukasi kepada masyarakat tentang penggunaan listrik agar tidak terjadi hal serupa.
“Nanti ke depan, kita akan selalu berkoordinasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Bekerja sama dengan PLN untuk bisa mengedukasi bagaimana menggunakan listrik secara aman,” tegasnya.
“Karena sebelumnya juga masih di satu Kelurahan berbeda RW ada kejadian yang sama dari listrik juga. Pak Camat pun tadi menyampaikan akan bekerja sama dengan LPM,” tambahnya.
Baca juga : Tragedi Kemanusiaan Palestina Buat Oded Sedih
Sementaara Camat Astana Anyar, Syukur Sabar mengaku pada saat malam kejadian, pihaknya membantu para warga yang terdampak agar dapat mengungsi di aula Kantor Kelurahan.
“Sekarang ini, ada 70 jiwa yang ditampung di rumah warga dan di masjid. Juga masih ada yang di Aula. Banyak pihak yang membantu dari Kewilayahan, Dinsos, dan pihak lainnya,” sebut Syukur.
“Ada berupa natura dan lain-lain, bahkan Rumah Zakat membantu dapur umum dengan truk warteg mobile. Untuk selimut dari Diskar PB sudah dari awal, kemarin juga ada tambahan,” tambahnya.
Syukur juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Puskesmas untuk memeriksa kesehatan dari para korban. Bahkan ada juga trauma healing pascakebakaran untuk membangkitkan semangat para warga yang terdampak.
“Upaya kita menyesuaikan pada saat malam kejadian. Kita tidak Membiarkan mereka menahan perasaan kecewa, kesal, dan sebagainya. Kita sekarang dengan Puskesmas mencoba untuk mengatasi healing crisis itu,” tegasnya.
“Agar ada di kondisi membangkitkan lagi mentalnya, semangatnya. Dari pengalaman yang lalu, kita coba agar jangan telalu lama, membangun kembali semangat beraktivitas lagi seperti sedia kala. Walau pun rumahnya belum bisa ditempati,” lanjut Syukur.
Sementara dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua TP PKK Kelurahan Nyengeseret, Mariawati mengatakan, saat ini para warga yang terdampak sangat memerlukan bantuan berupa peralatan mandi dan keperluan bayi.
“Saat ini yang ‘urgent’, alat mandi, keperluan peralatan bayi, juga pakaian dalam bagi para korban. Itu belum bisa memenuhi kebutuhan untuk semua warga,” ucapnya.
“Untuk sembako, alhamdulillah sampai saat ini masih terus berdatangan. Sehari itu tiga kali masak, sekali masak untuk 70 porsi. Sarapan, makan siang, dan makan malam. Untuk masak dari TP PKK Kelurahan membantu menyediakan makanan,” tambahnya. []
Pelopor | Jakarta – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah meluncurkan aplikasi Pendaftaran Vaksinasi Covid-19. Kepala Dinas Kominfo, Mulyani mengatakan, aplikasi tersebut diharapkan bisa mempercepat program Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang yang menargetkan 1,2 juta penduduk atau 70 % dari total populasi masyarakat Kota Akhlakul Karimah.
“Dengan adanya aplikasi tersebut mudah-mudahan target Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang bisa terpenuhi, sehingga herd immunity bisa terbentuk,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis Senin (21/6/2021).
“Dan mereka diwajibkan memiliki KTP Kota Tangerang, kecuali lansia usia 60 tahun keatas dapat menggunakan surat keterangan domisili.”
Mulyani menjelaskan, aplikasi Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 mempermudah masyarakat yang selama ini masih belum mendapatkan akses layanan Vaksinasi Covid-19.
“Pendaftarannya cukup mudah tinggal masuk link vaksinasi.tangerangkota.go.id, kemudian klik daftar dan isi formnya, kemudian tinggal tunggu notifikasi lewat whatsapp. Warga juga bisa mengecek NIK-nya sudah terdaftar atau belum lewat link tersebut, termasuk jadwal vaksinasinya,” jelasnya.
Aplikasi Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 ini, menyasar masyarakat Kota Tangerang berusia 18 tahun atau di atasnya yang belum pernah menerima vaksinasi Covid-19 atau vaksinasi dosis ke-2 dan tidak terdaftar dalam sasaran/penerima manfaat Vaksin Gotong Royong.
“Dan mereka diwajibkan memiliki KTP Kota Tangerang, kecuali lansia usia 60 tahun keatas dapat menggunakan surat keterangan domisili,” papar Mulyani.
Lebih lanjut, Mulyani menerangkan bahwa setelah diluncurkan pada hari Minggu (20/6/2021), ada 8.521 warga Kota Tangerang yang sudah terdaftar menjadi calon penerima Vaksin Covid-19.
“Angka ini kita harapkan terus naik, karena dari target 1,2 juta jiwa, baru 235.501 jiwa yang sudah tervaksin. Dengan rincian 234.239 orang sudah tervaksin Dosis 1 dan 150.138 sudah mendapatkan vaksin Dosis 2,” tegas Mulyani. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati mengatakan, Kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup harus senantiasa dipelihara setiap hari. Hal ini diungkapkannya usai kegiatan penanaman pohon dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Taman Air Goa Sunyaragi, Minggu, 20 Juni 2021.
“Harapan saya ke depannya, kesadaran untuk memelihara lingkungan tidak hanya terpaku di hari peringatan lingkungan hidup saja,” tutur Eti berdasarkan keterangan tertulis.
Kegiatan menanam pohon dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Taman Air Goa Sunyaragi, Minggu, 20 Juni 2021. (Foto:Pelopor/Pemkot Cirebon)
Untuk itu, menurut Eti masyarakat senantiasa diedukasi untuk bisa menjalankan kegiatan yang ramah bagi lingkungan.
“Sekalipun itu tindakan kecil, tentu akan sangat bermanfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.
Seperti menghemat penggunaan air dan energi serta mengelola sampah sejak masih dari rumah dengan cara memilih sampah, ditegaskan Eti merupakan contoh tindakan kecil yang sangat bermanfaat bagi kelestarian bumi. Sinergitas antara masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan diyakininya akan membuat lingkungan semakin baik.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Kadini, S.Sos., menjelaskan bahwa penanaman pohon di Taman Air Goa Sunyaragi merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Kota Cirebon.
“Launching kegiatan sudah kita lakukan di Alun-alun Kejaksan, 6 Juni lalu,” ucap Kadini.
Sedangkan untuk penanaman pohon menurut Kadini pihaknya sudah mendapatkan bantuan 1.007 pohon terdiri dari 11 jenis yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) 24 perusahaan di Kota Cirebon. Pohon-pohon tersebut sudah ditanam di sekitar TPA Kopiluhur, permukiman RW 04 Surapandan, dan kawasan Stadion Bima.
Kegiatan dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Taman Air Goa Sunyaragi, Minggu, 20 Juni 2021. (Foto:Pelopor/Pemkot Cirebon)
“Hari ini kita tanam di Taman Air Goa Sunyaragi,” sebutnya.
Dipilihnya Taman Air Goa Sunyaragi sebagai lokasi penanaman pohon lantaran lokasi tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Cirebon. Untuk itu kebersihan dan penghijauannya harus dijaga.
Pada kesempatan yang sama, Pemda Kota Cirebon juga meluncurkan tote bag atau kantong belanja tidak sekali pakai sebagai pengganti kantong plastik.
“Kita akan bagikan seribu tote bag ke warga Kota Cirebon,” tandas Kadini.
“kesadaran untuk memelihara lingkungan tidak hanya terpaku di hari peringatan lingkungan hidup saja.”
Pembagian, direncanakan akan dilakukan pekan depan bersamaan dengan rangkaian terakhir peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Kota Cirebon. Pembagian tote bag ini, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurangi kantong belanja dari plastik.
“Sambil kita terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk bisa mengurangi penggunaan sampah plastik,” tandas Kadini. []
peloporberita.com/ | Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menggelar vaksinasi Covid-19 massal, dan kali ini menyasar warga Gondokusuman. Wakil Wali Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ikut meninjau gelaran vaksinasi tersebut.
Heroe mengatakan bahwa Pemkot Yogyakarta akan terus berupaya menggencarkan program vaksinasi, karena hal tersebut juga bagian dari menjawab dinamika kenaikan kasus corona yang terjadi belakangan ini. Hingga sekarang sudah ada sekitar 140.000 warga yang menerima vaksin dosis pertama, dan 105.000 warga yang menyelesaikan dosis kedua.
“Hanya, tidak seluruhnya warga yang divaksin tersebut merupakan penduduk Kota Yogyakarta. Kami masih melakukan klasifikasi penduduk beridentitas Kota Yogyakarta yang sudah maupun belum divaksin,” ujarnya di SMPN 1 Yogyakarta, Sabtu (19/6/2021).
Terkait dosis vaksin, hingga akhir bulan ini ditargetkan 41.000 vaksin AstraZeneca disuntikkan ke masyarakat, yang mana sebanyak 20.000 vaksin di antaranya sudah berhasil disuntikkan. “Harapan kami mulai bulan Juli mendatang masyarakat umum sudah bisa divaksin. Sehingga pada Agustus semua warga Kota Yogya sudah menjalani vaksinasi,” kata Wakil Wali Kota.
Sebelumnya Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, Pemkot Yogyakarta berencana membentuk sentra vaksin di berbagai lokasi, sebagai upaya mendukung percepatan vaksinasi yang menyasar masyarakat umum. Wali Kota menyebut sentra vaksin salah satunya akan didirikan di kompleks Balaikota Yogya.
Dengan adanya sentra vaksin, ditargetkan pada bulan Agustus 2021 seluruh warga Kota Yogya berhasil divaksin, sehingga kekebalan kelompok akan terwujud dan laju pertambahan kasus Covid-19 bisa semakin ditekan. []