Tag: Daerah

  • Anak Gajah Sumatera Lahir di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Seekor anak gajah jantan lahir dari induk bernama Sabana di Pusat Latihan Gajah (PLG) Jalur 21 Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, pada hari Jumat (18/6/2021). Kelahiran ini menjadi kabar gembira atas keberhasilan upaya konservasi di Indonesia.

    Secara morfometri, gajah tersebut lahir sehat dan lengkap bagian tubuhnya, memiliki panjang badan 114 cm, tinggi bahu 75 cm, lingkar dada 109 cm, panjang belalai 22 cm, panjang ekor 60 cm, keliling telapak kaki depan dan belakang 43 cm, dan berat badan 82 kg (berat normal).

    Perkembangan bayi gajah tersebut akan dimonitor paramedis PLG Jalur 21 dengan dibantu drh. Erni Suyanti dari BKSDA Bengkulu Lampung, bersama mahout dan Polhut Resor Konservasi Wilayah XV.

    “Kita terus menjaga dan meningkatkan kualitas ekosistem kita, yang dicirikan oleh kehadiran satwa-satwa langka ini yang terus berkembang biak di habitatnya.”

    Bayi gajah diberikan antiseptik untuk mencegah infeksi pada tali pusar serta pengendalian dari virus-virus yang dapat menyerang gajah-gajah berumur kurang dari 10 tahun. Sedangkan untuk gajah induk “Sabana” diberikan suplemen berupa injeksi Biodin untuk stimulasi tubuh pasca melahirkan dan menjaga stamina.

    Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno, menyatakan bahwa kelahiran satwa seperti ini menunjukkan kondisi ekosistem SM Padang Sugihan tersebut cukup nyaman untuk terjadinya perkembangbiakan.

    “Itulah salah satu usaha yang sedang dibangun, dan saya berterima kasih kepada semua jajaran UPT Ditjen KSDAE se-Indonesia, agar kita terus menjaga dan meningkatkan kualitas ekosistem kita, yang dicirikan oleh kehadiran satwa-satwa langka ini yang terus berkembang biak di habitatnya,” tutur Wiratno berdasarkan keterangan tertulis Sabtu, 19 Juni 2021.

    Gajah
    Anak Gajah Sumatera Lahir di Suaka Margasatwa Padang Sugihan. (Foto:Pelopor/KLHK)

    Wiratno juga menyampaikan Apresiasi kepada Tim BKSDA Sumsel atas pengelolaan ekosistem SM Padang Sugihan, khususnya gajah di PLG. “Terima kasih untuk mahout bapak Slamet yang telah menjaga dan merawat gajah induk “Sabana” sampai kelahirannya.

    Kelahiran ini menjadi pertanda bahwa kondisi habitat dan kesejahteraan satwa menjadi kunci utama dalam pengelolaan gajah, sehingga mampu bereproduksi secara alami dan mudah-mudahan program ex situ link to in situ semakin terwujud,” jelas Wiratno.

    Area PLG Jalur 21 merupakan tempat paling tinggi di SM Padang Sugihan dan berdekatan dengan sungai, termasuk keberadaan rawa dan daratan. Lokasi ini merupakan lokasi yang paling banyak ditumbuhi jenis tanaman yang merupakan pakan alami gajah.

    KLHK
    Anak Gajah Sumatera Lahir di Suaka Margasatwa Padang Sugihan. (Foto:Pelopor/KLHK)

    Seperti rumput jagoan leleutik (Echinochioa colonum), ilalang (Imrata cylindrica), kerisan/belidang (Panicum repens), kumpai (Panicum astagninum), gelam (Melaleuca leucadendron), mahang (Macaranga triloba), palas (Gynotroches sp), nibung (Oncosperma sp), rambai (Baccaurea motleyana), bambu (Bambusa vulgaris) dan vegetasi pakis.

    PLG Jalur 21 berada pada seluruh blok pemanfaatan SM Padang Sugihan dengan luas 7.349,60 ha. PLG tidak semata berfungsi sebagai fasilitas pelatihan gajah, tetapi juga menyediakan luasan yang memadai untuk pengembalaan dan pergerakan semi liar bagi gajah – gajah. Selain itu, luasan yang memadai ini juga dipertimbangkan sebagai lokasi suaka untuk gajah – gajah yang terimbas konflik di sekitar kawasan konservasi.

    Adapun saat ini jumlah gajah sumatera yang ada di PLG Jalur 21 sebanyak 31 ekor yang terdiri dari 5 ekor pejantan dewasa, 13 ekor induk betina, 4 ekor jantan muda, 5 ekor anak jantan, dan 4 ekor anak betina. []

  • KKP Dorong Produksi Terasi Udang Sumbawa

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi sektor kelautan dan perikanan yang melimpah. Salah satunya yaitu produksi udang rebon yang populer di pasaran.

    Guna memaksimalkan potensi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi hadir memberikan Pelatihan Pembuatan Terasi Udang dan Teknik Pengemasan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada 15-16 Juni 2021.

    Pelatihan ini diikuti sebanyak 300 peserta yang bertempat di lokasi masing-masing. Pasalnya, pelatihan diadakan secara blended online agar tetap mengutamakan protokol kesehatan.

    “Kini 85 kg rebon dapat digiling dalam waktu 30 menit sehingga dapat meningkatkan jumlah poduksi, lebih cepat dibanding biasanya.”

    Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Sjarief Widjaja mengatakan, pelatihan ini merupakan implementasi untuk menindaklanjuti program pemerintah dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi, akibat dampak dari pandemi Covid-19 di sektor kelautan dan perikanan.

    “Mengingat saat ini masih pandemi, maka dengan adanya pelatihan ini, percepatan pemulihan ekonomi harus segera dilakukan. Sehingga dampaknya dapat segera dirasakan oleh para pelaku utama, salah satunya dengan melakukan pelatihan pembuatan dan pengemasan terasi agar meningkatkan pendapatan masyarakat,” tutur Sjarief berdasarkan keteranan tertulis Sabtu, 19 Juni 2021.

    Sjarief juga mengatakan, perkembangan produksi hasil perikanan di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan yang semakin baik dari tahun ke tahun, salah satunya komoditi udang rebon (Mysys relicta).

    “Udang rebon merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup tinggi di Sumbawa sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian rakyat dalam beberapa tahun mendatang. Tentunya didukung dengan inovasi teknologi untuk mendukung SDM yang kompeten,” tegas Sjarief.

    KKP
    KKP Dorong Produksi Terasi Udang Sumbawa. (Foto: Pelopor/KKP)

    Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyebut, udang rebon merupakan salah satu hasil perikanan yang mudah busuk jika tidak segera diolah. Demi memperpanjang masa simpan udang rebon dan meningkatkan cita rasa, melalui pelatihan ini para pelaku utama didampingi oleh penyuluh perikanan diharapkan dapat memaksimalkan pengolahan dengan kemasan yang menarik.

    “Pengolahan dengan fermentasi udang atau dibuat menjadi terasi, merupakan salah satu cara agar udang rebon yang mudah busuk diolah menjadi produk bernilai jual tinggi sehingga meningkatkan penghasilan masyarakat,” sebutnya.

    Lilly juga menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan oleh pelaku utama dalam mengolah udang rebon menjadi terasi adalah hal baik. Hal ini, karena udang rebon memiliki kandungan protein yang cukup tinggi jika dikeringkan dan memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

    “Penelitian yang sudah ada, dalam 100 gram udang rebon segar mengandung protein sebanyak 16,2 gram dan kalsium 7,57 gram. Tapi jika udang sudah dikeringkan, kandungan proteinnya naik menjadi 59,15 gram dan kalsium sebanyak 23,06 gram. Ini kalau dikonsumsi sangat bagus untuk kesehatan, salah satunya dapat mencegah osteoporosis,” tandas Lilly

    Untuk itu, dia mengerahkan penyuluh perikanan agar memaksimalkan pendampingan dan pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan. Utamanya, pada kegiatan ini, bertujuan untuk mendorong para pelaku utama dalam memproduksi terasi instan dan kemasan produk yang menarik agar meningkatkan daya jual di pasaran.

    Melalui pelatihan, diharapkan agar pelaku utama mampu mendapatkan pondasi pengetahuan hasil diversifikasi olahan ikan, khususnya pengolahan terasi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam usahanya. Selain itu juga, dapat menumbuhkembangkan jiwa wirausaha baru sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

    Pada kesempatan pembukaan pelatihan, KKP melalui BRSDM sekaligus meresmikan Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa, sebagai Kampung Terasi pada 15 Juni 2021. Hal ini karena sebagian besar masyarakatnya memproduksi olahan terasi dari hasil fermentasi udang rebon.

    Kegiatan tersebut sejalan dengan peran BRSDM dalam melaksanakan pembangunan SDM kelautan dan perikanan di penjuru daerah.

    Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Syafrudin secara tegas mendukung penyelenggaraan kegiatan pelatihan dan peresmian kampung terasi. Dia melihat potensi perikanan, khususnya udang rebon di wilayah ini cukup tinggi dan mampu menopang perekonomian rakyat.

    “Selain kampung terasi, saya juga berharap di sini terbangun kampung bandeng,” sebutnya.

    Syafrudin juga berharap, adanya kampung terasi di Desa Labuan Bontong dapat menjadi kampung wisata di Pulau Sumbawa.

    Pada kesempatan ini, Muhammad Syafrudin didampingi oleh Kepala Puslatluh KP secara simbolis memberikan bantuan alat pengolahan dan pinjaman pemodalan kepada para pelaku utama.

    Adapun bantuan alat dari BP3 Banyuwangi berupa 2 mesin penggiling rebon, kompor, pengemasan, sealer, dan wajan senilai Rp17 juta. Kemudian penyerahan bantuan pinjaman pemodalan usaha LPMUKP untuk 7 orang pelaku utama/usaha di Kabupaten Dompu sebesar Rp575 juta.

    Diharapkan, bantuan ini dapat membantu meningkatkan produksi dan daya jual terasi secara maksimal sehingga dapat memulihkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

    Adanya bantuan ini mendapat respon positif dari para peserta pelatihan. Menurut Nani, salah seorang peserta pelatihan asal Desa Labuan Bontong menyatakan, dengan adanya bantuan ini proses produksi lebih efektif dibanding proses produksi sebelum menerima bantuan alat tersebut.

    KKP Dorong Produksi Terasi Udang Sumbawa. (Foto: Pelopor/KKP)

    “Sebelum adanya bantuan alat penggiling ini, dalam 85 kg rebon bisa ditumbuk dengan waktu sehari dari pagi sampai malam. Tapi setelah adanya bantuan alat giling terasi ini, lebih praktis, hemat waktu dan tenaga. Kini 85 kg rebon dapat digiling dalam waktu 30 menit sehingga dapat meningkatkan jumlah poduksi, lebih cepat dibanding biasanya,” tandas Nani.

    Sebagai informasi, KKP tak henti dalam mengakomodir pelaku utama kelautan dan perikanan dalam meningkatkan usahanya melalui berbagai program. Terbaru, difasilitasi oleh BP3 Medan, KKP mengadakan Penyerahan Bahan Percontohan Penyuluhan Cacing Sutera dengan Wadah Bertingkat, dari Satminkal BP3 Medan kepada kelompok pembudidaya Ikan Mawar.

    Adanya kegiatan percontohan ini diharapkan dapat menarik para pelaku utama atau kelompok untuk menerapkan teknologi perikanan guna meningkatkan produksi budidaya.

    Ke depan, KKP akan terus mendukung pemenuhan kompetensi dan fasilitas masyarakat melalui berbagai pelatihan dan penyuluhan dalam rangka mendukung program prioritas KKP tahun 2021-2024.

    Sebagaimana digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, yaitu peningkatan PNBP dari subsektor perikanan tangkap, pengembangan perikanan budidaya terutama komoditas ekspor, dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal. []

  • Viral Video Matahari Terbit dari Utara, Ini Kata BMKG

    peloporberita.com/ | Belakangan ini ramai perbincangan tentang matahari dan kiamat, setelah muncul video yang menyebut matahari terbit dari utara di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang disebut terkait dengan hadis soal tanda kiamat. 

    Video amatir itu direkam oleh seorang guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto pada Kamis (17/6/2021) pagi. Dalam rekaman video itu, perekam juga menunjukkan lokasi masjid, yang ia anggap sebagai petunjuk arah sebelah timur. Lalu ia menghubungkan kejadian itu dengan sebuah hadis yang menyebut salah satu tanda kiamat adalah matahari terbit dari barat.

    “Jadi ini kalau kita sebagai orang beriman, selaku orang muslim dimana kita biasa dengar ada peringatan dari Rasullulah Muhammad SAW, salah satu tanda kiamat adalah jika matahari terbit di barat dan tenggelam di sebelah timur. Sepertinya dengan situasi pagi ini merupakan suatu isyarat matahari akan terbit di sebelah barat karena sekarang sudah berada di utara,” katanya dalam video itu.

    Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, menyatakan prihatin. “Saya kok agak prihatin dengan viralnya kasus gerak semu matahari, padahal itu di pelajaran geografi saat SMP sudah diajarkan?” tulisnya dalam unggahan Instagram @daryonobmkg.

    Dalam unggahan berbeda, ia menjelaskan bahwa setiap tahun memang ada fenomena pergeseran arah terbit matahari. Pergerakan matahari yang seolah-olah terbit dari utara biasanya terjadi pada bulan Juni, namun puncaknya pada tanggal 21 Juni. 

    Fenomena ini bukan karena matahari yang berpindah lokasi, tetapi karena revolusi bumi terhadap matahari dan rotasi bumi. Rotasi bumi adalah bumi berputar pada porosnya ke arah timur, atau jika dilihat dari utara, melawan arah jarum jam. []

  • Profil Gubernur Banten Wahidin Halim

    peloporberita.com/ | Dr. H. Wahidin Halim adalah seorang pengusaha Indonesia dan politikus Partai Demokrat yang menjabat sebagai Gubernur Banten sejak 12 Mei 2017. 

    Ia lahir pada 14 Agustus 1954, di Pinang, Tangerang, Banten. Ia adalah putra ketiga dari sembilan bersaudara dari pasangan H. Djiran Bahruji dan Siti Rohana. Ayahnya berprofesi sebagai guru SD di Poris Plawad, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.

    Wahidin menikah dengan Hj. Niniek Nur’aini dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu Luky Winiastri, Nesya Sabrina dan M. Fadhlin Akbar.

    Wahidin kecil memulai pendidikan di SD Negeri Pinang Tangerang dan lulus pada tahun 1966. Setelah itu ia melanjutkan ke SMP Persiapan Negeri Ciledug (SMP 3) Tangerang dan SMA Pribadi Tangerang (SMA 1) Tangerang.

    Baca juga: Pemprov Banten Minta Dukungan Pulihkan Ekonomi Dampak Pandemi

    Semasa mudanya, Wahidin setiap hari berjalan kaki saat SD dan SMP, serta bersepeda saat SMA, dengan jarak sekitar 9 Kilometer sekali tempuh. Bakat dan aktivitas sosialnya juga sudah terlihat sejak kecil. Ia pernah menjadi juara pidato tingkat anak-anak di desanya, dan ini menjadi awal kehadirannya di tengah masyarakat. 

    Setelah lulus SMA pada tahun 1972, Wahidin berhasil masuk ke universitas terbaik di negeri ini, yaitu Universitas Indonesia mengambil jurusan FISIP Administrasi Negara dan lulus pada tahun 1982. 

    Kemudian ia melanjutkan ke jenjang S2 di Universitas Padjadjaran – Institut Ilmu Pemerintahan Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, dan Universitas Satyagama – Program Pasca Sarjana Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan yang lulus pada 2009.

    Tidak berhenti sampai disitu, Wahidin kembali melanjutkan pendidikannya di Universitas Padjadjaran Program Doktoral Program Studi Ilmu Pemerintahan (S3) dan lulus pada tahun 2011.

    Baca juga: Pemprov Banten Sambut Kapal Baru Basarnas KN SAR 247 Tetuka

    Ia juga pernah menerima berbagai penghargaan, seperti Piala Citra Bhakti Abdi Negara dari presiden SBY untuk pelayanan publik terbaik Tingkat Nasional tahun 2006, Lencana Dharma Bhakti bidang Kepramukaan Tingkat Nasional dari Presiden SBY tahun 2006, Men’s Obsession Award dari majalah bisnis untuk bidang pemerintahan dan pelayanan publik Tingkat Nasional tahun 2006 dan Pelayanan Publik terbaik kantor KPMP Tingkat Nasional tahun 2003-2004. []

    Pengalaman Kerja

    • Kepala Desa Pinang Kabupaten Tangerang Tahun 1978
    • Lurah Pinang Kotif Tangerang Tahun 1981
    • Kasubdin Pajak Kotif Tangerang Tahun 1988
    • Sekretaris Kotif Tangerang Tahun 1988
    • Kabag. Pembangunan Kotif Tangerang Tahun 1991
    • Camat Tigaraksa Kabupaten Tangerang Tahun 1993
    • Camat Ciputat Kabupaten Tangerang Tahun 1995
    • Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Tangerang Tahun 1997
    • Asisten Tata Praja Kabupaten Tangerang Tahun 1998
    • Sekretaris Daerah Kota Tangerang Tahun 2003
    • Walikota Tangerang Tahun 2003 – 2008
    • Walikota Tangerang Tahun 2008 – 2013
    • Anggota DPR/ MPR RI/ Wakil ketua Komisi II Tahun 2014 – 2019

    Pengalaman Organisasi

    • Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tahun 1974
    • Ketua Asrama Daksinapati UI Tahun 1975
    • Ketua Yayasan Kemanusiaan Nurani Kami Tahun 1977
    • Ketua KNPI Tangerang Tahun 1983
    • Ketua AMPI Tangerang Tahun 1986
    • Ketua IPSI Tangerang Tahun 1998
    • Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Wilayah III Tahun 2005
    • Ketua Umum PERSIKOTA Tahun 2007
    • Penasehat Majelis Nasional KAHMI Tahun 2008
    • Mustasyar NU Kota Tangerang Tahun 2002

    Prestasi dan Penghargaan

    • Piala Citra Bhakti Abdi Negara dari presiden SBY untuk pelayanan publik terbaik Tingkat Nasional tahun 2006
    • Lencana Dharma Bhakti bidang Kepramukaan Tingkat Nasional dari Presiden SBY tahun 2006
    • Men’s Obsession Award dari majalah bisnis untuk bidang pemerintahan dan pelayanan publik Tingkat Nasional tahun 2006
    • Pelayanan Publik terbaik kantor KPMP Tingkat Nasional tahun 2003-2004
    • Upakarti Madya I Tingkat Nasional dari Wapres tahun 2011
    • Penghargaan Kinerja Otonomi Daerah Terbaik Tingkat Nasional 2012
    • Innovative Government AwardTingkat Nasional 2012
    • Chitra Pelayanan Prima Kesehatan Tingkat Nasional (Puskesmas Sukasari)
    • Pelayanan Kesehatan Tingkat Provinsi Provinsi
    • Ksatria Bhakti Husada Kartika Tingkat Nasional 2010
    • Kota Sehat Swasti Saba Padapa Tingkat Nasional 2011
    • Kepala Daerah yang menerima Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik Se-Indonesia dengan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 7 kali berturut-turut sejak tahun 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013. Dan ditetapkan sebagai satu-satunya Pemerintahan Daerah yang memiliki prestasi tersebut.
    • Pengelolaan Perumahan terbaik Tingkat Nasional tahun 2007-2008
    • Pengelolaan Website Pemda terbaik Tingkat Nasional tahun 2008 versi majalah Warta Ekonomi
    • Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) terbaik se-indonesia dalam kategori jumlah paket dan pagu anggaran terbesar periode Januari s.d April 2011
    • penghargaan Information and Communication Technology(ICT) Tingkat Nasional tahun 2011 dari menteri Kominfo RI, sebagai Pemerintah daerah yang memiliki komitmen dalam membangun sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
    • Penghargaan E-Procurement AwardTingkat Nasional tahun 2012 Kategori User Support performance.
    • Lencana Bhakti bidang Pendidikan Tingkat Nasional dari presiden SBY tahun 2007 atas usaha Pemkot dalam meningkatkan pendidikan di Kota Tangerang dengan anggaran APBD mencapai 48 % diatas rata-rata nasional yang hanya 20%.
    • Kelulusan Terbaik se-Banten Empat tahun berturut-turut dengan index kelulusan mencapai 99 %
    • Rangking ke-3 Kelulusan UN SMA/SMK/MA tingkat Nasional Tahun 2010
    • Piagam Langit Biru Kota, adipura tahun 2008 atas upaya Pemkot meningkatkan kualitas udara Tingkat Nasional 2008-2009
    • Best Effort untuk Program Adipura 2008-2009
    • Piala Adipura untuk kategori kota metropolitan Tingkat Nasional tahun 2010
    • Penghargaan Kota Terbersih urutan ke 3 untuk kategori kota metropolitan Tingkat Nasional tahun 2011
    • Penghargaan Sarana Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dari Kementrian Lingkungan Hidup, atas eksistensi dan konsistensi dalam pengelolaan lingkungan hidup di kota metropolitan Tingkat Nasional tahun 2011
    • Penghargaan Adiwiyata diraih SMPN 13, untuk Sekolah berbudaya lingkungan terbaik se-Indonesia tahun 2011
    • Piala Adipura untuk kategori Kota Metropolitan terbersih Se-Indonesia tahun 2012
    • Piala Adipura untuk kategori Kota Metropolitan terbersih Se-Indonesia tahun 2013
    • Penghargaan Amal Bhakti dari Kementerian Agama RI Atas Kepedulian Pemkot Tangerang Terhadap Perkembangan Pendidikan Agama di Daerahnya, tahun 2009
    • Penghargaan Bidang Ekonomi Kreatif Penghargaan Baksyacaraka Tingkat Nasional tahun 2012
  • Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti Kukuhkan Kelompok Kerja Bunda PAUD

    peloporberita.com/ | Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Yogyakarta masa bakti 2021-2026. Wali Kota meminta para pengurus Pokja Bunda PAUD tingkat kota, kemantren hingga kelurahan, berkomitmen mendukung pelayanan PAUD di masyarakat.

    “Masa bakti lima tahun bukan waktu yang singkat. Harus bekerja keras sehingga butuh komitmen yang luar biasa,” kata Haryadi saat pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kota Yogyakarta 2021-2026 di Grha Pandawa, Balai Kota, Yogyakarta, Jumat (18/6/2021).

    Menurut Haryadi, menghadirkan PAUD yang menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang anak usia dini adalah tanggung jawab bersama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Wali Kota juga mengingatkan hakikat PAUD adalah mendidik anak usia dini.

    “Hampir semua RW di Yogya sudah ada PAUD. Kami akan mendukung semua. Saya juga minta mantri di kemantren juga mendukung. Saya yakin Pokja PAUD dapat melaksanakan amanah dengan baik,” kata Wali Kota Haryadi.

    Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD untuk menggerakkan segenap komponen dan sumber daya di wilayah untuk mewujudkan PAUD holistik integratif yang berkualitas. Hal itu berarti mencakup layanan gizi, kesehatan, pendidikan pengasuhan dan perlindungan, sesuai dengan pesan Pokja Bunda PAUD DIY.

    “Dalam PAUD ada tiga aspek dasar, didiklah anak usia dini agar sehat, cerdas dan ceria. Saya harap kesungguhan pengasuh PAUD mendidik anak dengan menyenangkan karena akan memberikan kesan pertama proses pendidikan. Kalau pengasuh galak, anak malas sekolah karena takut,” kata Haryadi.

    Data Pemkot Yogyakarta menunjukkan, per 17 Juni 2021, ada 692 PAUD dengan total 15.813 siswa di Kota Yogyakarta. Jumlah PAUD itu meliputi 79 Kelompok Bermain, 349 Satuan PAUD Sejenis, 224 TK dan 40 Taman Penitipan Anak. Sedangkan total guru PAUD sebanyak 1.752 dan 1.185 tenaga pendidik PAUD.

    Sementara, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Yogyakarta Poerwati Soetji Rahayu mengatakan, tujuan pembentukan Pokja Bunda PAUD untuk mendukung pelaksanaan tugas dan peran Bunda PAUD tingkat kota dalam mewujudkan penyelenggaraan PAUD yang berkualitas. Menurutnya, pengelolaan PAUD menjadi tantangan tersendiri selama masa pandemi.

    “Pembelajaran PAUD menggunakan sistem belajar dari rumah karena kami mengutamakan keselamatan anak karena kasus Covid-19 yang masih naik turun.  Pelaksanaan sesuai kemampuan lembaga dan orangtua karena sarana terbatas. Model pembelajaran bisa dengan pemberian tugas seminggu sekali atau sebulan sekali. Misalnya tugas mewarnai,” kata Soetji. []

  • Diperhijau, Kawasan Bima Kota Cirebon Kembali Ditanami Pohon

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan, kawasan Bima kembali diperhijau dengan kegiatan kerja bakti dan penanaman pohon di Kawasan tersebut. Selain itu, target penanaman 1000 pohon pada tahun ini juga sudah tercapai.

    “Kawasan Bima merupakan tempat pelayanan publik yang bisa diakses masyarakat secara langsung dan cuma-cuma,” tutur Agus berdasarkan keterangan Jumat, 18 Juni 2021.

    Penanaman pohon yang digelar di beberapa titik itu, dilakukan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk mendukung visi dan misi Kota Cirebon yang hijau dan bersih.

    “Sebanyak 1000 pohon yang ditargetkan ditanam tahun ini di Kota Cirebon sudah tercapai.”

    “Kami berterima kasih kepada semua stakeholder terkait yang telah turut serta dalam kegiatan hari ini,” sebut Agus.

    Selain melakukan penanaman pohon, pada hari yang sama juga dilakukan kerja bakti massal berupa bersih-bersih kawasan Bima. Dengan kegiatan bersih-bersih ini diharapkan bisa mendorong masyarakat, termasuk pedagang kaki lima (PKL) untuk turut bersama-sama menjaga kebersihan di kawasan Bima.

    “Dengan menjaga kebersihan, kita bisa menjaga kesehatan. Kesehatan itu modal penting kita saat ini di masa pandemi Covid-19,” tegas Agus.

    Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Kadini menjelaskan, pohon yang ditanam hari ini di kawasan Bima ada 35 berupa pohon trembesi dan mahoni.


    Baca juga : Pemda Kota Cirebon Vaksinasi Pelaku Usaha di Pusat Perbelanjaan


    “Sebanyak 1000 pohon yang ditargetkan ditanam tahun ini di Kota Cirebon sudah tercapai,” ucap  Kadini.

    Sedangkan untuk pasca penanaman, Kadini menjelaskan mereka akan tetap mengawasi dan mengontrol.

    “Terutama untuk selalu melakukan penyiraman. Apalagi saat musim kemarau. Sehingga pohon tetap bisa hidup dan tumbuh untuk lebih menghijaukan kawasan Bima sebagai salah satu ruang terbuka hijau di Kota Cirebon,” tandas Kadini. []

  • Pemprov Banten Minta Dukungan Pulihkan Ekonomi Dampak Pandemi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta dukungan dari Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam upaya pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 di Provinsi Banten. Terutama dukungan melalui regulasi maupun anggaran untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan penguatan ketahanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan korporasi. 

    Hal itu dikatakan Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutan yang disampaikan Asda I Pemprov Banten Septo Kalnadi, pada acara Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI dengan agenda  Optimalisasi Diplomasi Parlemen DPR RI untuk Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten Pasca Pandemi Covid-19. 

    Septo menyebutkan, kondisi pembatasan yang diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sangat mempengaruhi dan melemahkan sisi demand dan supply perekonomian suatu wilayah. Pelemahan sisi demand paling utama berupa turunnya daya beli masyarakat yang berdampak pada menurunnya permintaan atau konsumsi rumah tangga. Sedangkan sisi supply, turunnya konsumsi rumah tangga direspon berbagai perusahaan atau unit usaha dengan menurunkan jumlah produksinya. 

    “Sederhananya, belum ada satu negara pun yang benar-benar bisa dikatakan lulus dalam menangani pandemi. Namun, negara yang mengedepankan pendekatan keilmuan, jauh lebih tangguh dan siap menghadapinya, seperti China.”

    “Data BPS Provinsi Banten menunjukan bahwasanya sebanyak 20,7% perusahaan di Banten memilih untuk mengurangi jumlah pekerja dimana tiga lapangan usaha tertinggi yang mengurangi jumlah pekerja adalah penyediaan akomodasi, konstruksi dan pengadaan listrik dan gas. Sedangkan 69,3% perusahaan memilih untuk tidak mengurangi/ menambah jumlah pekerja, serta hanya 10% perusahaan di Banten memilih untuk menambah jumlah pekerja.” kata Septo.

    Di samping itu, lanjutnya, data BPS Provinsi Banten menunjukkan aktivitas ekonomi dari masyarakat golongan menengah ke bawah, yaitu dalam bentuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mengalami peningkatan, salah satunya ditandai dengan meningkatnya persentase penduduk yang berusaha sendiri, dan berusaha dengan dibantu pekerja keluarga. 

    “Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap BKSAP DPR RI dapat membantu Pemerintah Provinsi Banten dalam program pemulihan ekonomi daerah, baik melalui berbagai kebijakan mendorong konsumsi dan daya beli masyarakat, serta menggerakkan dunia usaha melalui pemberian insentif atau stimulus kepada UKM dan korporasi,”paparnya.

    Asda I Pemprov Banten Septo Kalnadi. (Foto: Pelopor/Pemprov Banten)

    Acara tersebut dihadiri Mardani Ali Sera selaku Wakil Ketua BKSAP DPR RI, didampingi Andi Ahmad Dara perwakilan Komisi 11 DPR RI dan Jazuli Juwaini dari Komisi 1 DPR RI, serta perwakilan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Banten, yaitu Rektor Untirta Fatah Sulaeman dan Rektor Unsera Hamdan. 

    Mardani Ali Sera mengatakan, selama pandemi Covid-19, pihaknya rutin melakukan berbagai upaya diplomasi dengan berbagai negara, khususnya berkaitan dengan penanganan pandemi. Dalam penanganan dampak ekonomi pasca pandemi, ia membutuhkan informasi dan harapan-harapan dari berbagai pihak untuk dijadikan bahan melakukan diplomasi dan dapat menjadi bahan membuat kebijakan. 

    “Sederhananya, belum ada satu negara pun yang benar-benar bisa dikatakan lulus dalam menangani pandemi. Namun, negara yang mengedepankan pendekatan keilmuan, jauh lebih tangguh dan siap menghadapinya, seperti China. Dampak Covid-19 atas ekonomi nasional sangat luar biasa. Kita lakukan diplomasi parlemen, dan hari ini sengaja mengundang Pemda dan Kampus karena saya ingin dengar harapan Kampus dan Pemda untuk menangani dampak musibah ini,” tuturnya. 



    Rektor Untirta Fatah Sulaeman menyampaikan apresiasi atas kehadiran BKSAP. Menurutnya, saat ini dibutuhkan era kolaborasi antara seluruh stakeholder dalam memajukan negeri. Kehadiran BKSAP sangat penting, khususnya dalam konteks pendidikan karena banyak informasi yang bisa dijadikan objek riset dan implementasi untuk mewujudkan belajar merdeka, merdeka belajar. 

    Sementara itu, Rektor Unsera Hamdan mengakui bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Seperti yang saat ini dialaminya, banyak mahasiswa mengajukan cuti karena kesulitan ekonomi, yang mengakibatkan keuangan kampus ikut kewalahan. []

  • Wali Kota Arief Tetapkan RSUD Kota Tangerang Sebagai RS Khusus Covid-19

    peloporberita.com/ | Jakarta – Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang untuk memastikan keterisian BOR atau Tempat Tidur ICU dan Tempat Tidur perawatan Covid-19.

    Arief R. Wismansyah
    Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah menetapkan RSUD Kota Tangerang sebagai RS Khusus Covid-19. (Foto:Pelopor/Pemkot Tangerang)

    “Saat ini keterisian BOR ICU di RSUD Kota Tangerang sudah 100% terisi dan untuk BOR Perawatannya sudah mencapai 93 % sedangkan untuk BOR pada RIT sudah mencapai 93,71 %, saya harap masyarakat bisa waspada terhadap penyebaran virus Covid-19 karena ketersediaan tempat tidur di fasilitas kesehatan sudah menipis,” tutur Arief berdasarkan keterangan tertulis Jum’at (18/6/21).

    Menurut Arief, saat ini RSUD Kota Tangerang ditetapkan sebagai rumah sakit khusus Covid-19, ini dilakukan agar masyarakat yang terpapar Covid-19 yang bergejala bisa segera dirawat di rumah sakit tersebut.

    “Kita tambah 30 tempat tidur khusus pasien Covid-19, kami maksimalkan tempat tidurnya dalam tiap ruangan, yang terpenting mereka mendapat perawatan.”

    “Sementara RSUD Kota Tangerang kita jadikan rumah sakit khusus covid-19, karena kasus covid-19 di Kota Tangerang sedang meningkat. Kita tambah 30 tempat tidur khusus pasien Covid-19, kami maksimalkan tempat tidurnya dalam tiap ruangan, yang terpenting mereka mendapat perawatan,” terang Arief.

    Arief R. Wismansyah
    Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah menetapkan RSUD Kota Tangerang sebagai RS Khusus Covid-19. (Foto:Pelopor/Pemkot Tangerang)

    Tak lupa dan tak henti-hentinya Arief juga mengimbau kepada masyarakat Kota Tangerang untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Sebab, di Kota Tangerang sedang terjadi peningkatan kasus khususnya di beberapa kecamatan.

    “Untuk masyarakat jangan lengah dan terus disiplin menerapkan protokol kesehatan, sayangi diri, keluarga dan sesama terhadap virus Covid-19,” tegas  Arief. []

  • Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi di Gereja Katolik

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintahan Kota (Pemkot) Yogyakarta terus melakukan tindakan preventif untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

    Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, salah satu cara sosialisasi protokol kesehatan (prokes) tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat yang sudah disediakan dan berputar di arah kota, untuk mengingatkan warga mengimplementasikan prokes.

    Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga terus menggencarkan vaksinasi, dan kali ini yang menjadi sasaran adalah pengurus pastoral Gereja Katolik yang ada di Kota Yogyakarta, dengan total 1215 peserta.

    “Melalui sentra tersebut nanti warga bisa langsung datang, didaftarkan di situ juga dan langsung divaksin saat itu juga sepanjang sesuai persyaratan.”

    “Pemkot melalui Satgas penanganan Covid-19 tidak henti-hentinya mempromosikan vaksin sehingga masyarakat siap untuk divaksin, khususnya bagi mereka yang masuk di usia pra-lansia dan lansia,” kata Haryadi saat meninjau vaksinasi di Gembira Loka Zoo (GL Zoo), Jumat, (18/6/2021).

    Ia mengapresiasi GL Zoo karena telah menyediakan tempat, dan berpesan agar metode kerja sama vaksinasi antar instansi atau institusi, baik pemerintah maupun BUMN atau swasta seperti GL Zoo, juga dapat diterapkan di tempat lain.

    “Ini adalah contoh kerja sama yang baik. Jadi kalau ada yang berinisiatif seperti ini, mau menyediakan tempat, silahkan bilang ke Pemkot Yogyakarta. Kita siap datang bawa vaksin dan petugas, syukur-syukur kalau vaksinatornya juga disediakan,” katanya.

    Hingga saat ini, sudah ada 32 fasilitas layanan kesehatan di Kota Yogyakarta yang melayani vaksinasi Covid-19, seperti puskesmas, rumah sakit dan klinik.

    Wali Kota menegaskan, Pemkot Yogyakarta akan terus menambah fasilitas layanan kesehatan untuk melayani vaksinasi Covid-19.



    Pemkot Yogya juga berencana membentuk sentra vaksin di berbagai lokasi, untuk mendukung percepatan vaksinasi yang menyasar masyarakat umum, salah satunya akan didirikan di kompleks Balaikota Yogya. 

    “Beberapa lokasi juga kita siapkan seperti di Lippo Mal serta lokasi lain. Kalau nanti segala sesuatunya sudah siap akan langsung kita sosialisasikan,” katanya.

    Keberadaan sentra vaksin adalah untuk memudahkan dan mempercepat teknis vaksinasi bagi masyarakat, sehingga warga tidak perlu bingung dalam menghadapi pendataan pra vaksin.

    “Melalui sentra tersebut nanti warga bisa langsung datang, didaftarkan di situ juga dan langsung divaksin saat itu juga sepanjang sesuai persyaratan. Itu upaya kita agar ada percepatan,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. []

  • Tragedi Kemanusiaan Palestina Buat Oded Sedih

    peloporberita.com/ | Jakarta – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial merasa sedih dan geram jika mengingat penderitaan rakyat Palestina. Rasa geram lantaran ia mendengar dan melihat perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina.

    Sekaligus itu juga yang membuatnya merasa sedih. Terlebih melihat kekerasan Israel terhadap bayi, anak-anak bahkan kepada ibu hamil membuat Oded sangat terpukul.

    “Dari mulai orang tua, anak-anak, bahkan bayi yang tidak berdosa pun mereka harus menghadapi cobaan seperti itu.”

    “Saya melihat di Youtube. Saudara-saudara kita di Palestina itu sedang mendapatkan perlakuan penistaan yang sangat luar biasa,” tutur Oded usai menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana Bandung Peduli Palestina kepada Baznas Kota Bandung di Pendopo, Kamis, 17 Juni 2021.

    “Dari mulai orang tua, anak-anak, bahkan bayi yang tidak berdosa pun mereka harus menghadapi cobaan seperti itu,” sambung Oded dengan mata berkaca-kaca.

    Oded
    Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. (Foto:Pelopor/Pemkot Bandung)

    Melihat situasi di Palestina, Oded meminta warga Kota Bandung agar senantiasa bersyukur. Sebab, meski saat ini Indonesia sedang dilanda wabah covid-19, namun kondisi tersebut tidak separah yang dirasakan oleh warga Palestina.

    “Walaupun kita mempunyai permasalahan masih bisa makan, tapi mereka di sana mencari untuk makan aja susah,” ucapnya.

    Tak lupa, Oded berterima kasih kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung yang mau menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu rakyat Palestina.



    Adapun dalam penggalangan dana “Bandung Peduli Palestina” yang dimulai tanggal 1 Juni – 15 Juni 2021 berhasil terkumpul Rp416 juta. Dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada warga Palestina oleh Baznas Kota Bandung melalui Baznas RI.

    “Mudah-mudahan apa yang disisihkan oleh ASN Kota Bandung ini menjadi pintu keberkahan dan ini sebagai bukti bahwa Kota Bandung Peduli Kemanusiaan. Semoga ini bisa mengurangi penderitaan mereka,” harapnya. []