Tag: NTB

  • Ducati Klarifikasi Kabar Murka karena Kargo Dibuka Ilegal

    peloporberita.com/ | Kehebohan ‘Unboxing Ducati Mandalika’ sempat jadi pembicaraan setelah disorot media asing. Bahkan muncul juga sejumlah pemberitaan media asing yang menyebut Ducati Corse marah.

    Terkait hal itu, Ducati memberikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun mengenai kehebohan kargo motornya yang dibuka secara ilegal.

    “Bertentangan dengan apa yang diberitakan beberapa media, Paolo Ciabatti dan Ducati Corse tidak pernah memberikan pernyataan apapun terkait kejadian di Sirkuit Jalan Internasional Mandalika,” demikian tulisan Ducati melalui Twitter @ducaticorse.

    Baca juga: Anak Usaha Telkom Jadi Distributor Resmi Tiket WSBK Mandalika

    Sebelumnya, media asing Speedweek sempat mengabarkan bahwa peti pengiriman motor milik Ducati dibuka oleh pekerja trek dari penyelenggara lokal Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang kemudian memicu kemarahan tim Ducati.

    Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat seorang pria berkemeja putih berpose dengan motor Ducati tersebut. Bahkan, seorang YouTuber juga ikut terbawa yang akhirnya memberikan klarifikasi dan meminta maaf di media sosial.

    Baca juga: Profil Valentino ‘The Doctor’ Rossi Pensiun Akhir Musim 2021

    MGPA, selaku bagian dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Group, turut memohon maaf atas pembukaan kargo motor Ducati di Mandalika secara ilegal.

    Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah menyebutkan, ia secara pribadi telah mendiskusikan persoalan ini dengan pihak Dorna Sport. Ia pun menawarkan berbicara dengan Ducati untuk menjelaskan duduk perkara yang terjadi.

    “Kami meminta maaf kepada pecinta balap motor tanah air dan Internasional atas insiden yang terjadi,” ucap Ricky dalam keterangan tertulis yang dilansir dari Antara, Kamis (11/11/2021). []

  • Menteri Perhubungan Apresiasi Persiapan Pengamanan Event IATC dan WSBK

    peloporberita.com/ | Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Korem162/wira Bhakti dan Pemerintah Daerah NTB menggelar simulasi pengamanan event Idemitsu Asia Tàlent Cup (IATC) dan World Superbike (WSBK) di eks Bandar Udara (Bandara) Selaparang.

    Dalam keterangan tertulis Kamis (11/11/2021), simulasi itu disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi dan Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Verianto I. Bitticaca, serta Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

    Salah satu pergelaran atraksi yang digelar adalah penyelamatan sandera saat bus antar jemput pengunjung ke Sirkuit Mandalika dibajak. Selain itu digelar juga simulasi penanganan aksi demonstrasi massa yang mendatangi Kantor PT ITDC akibat tersulut provokasi.

    Ia juga mengapresiasi kekompakan TNI-Polri dan Pemda yang mengerahkan lebih dari 3.000 personel dan berbagai kendaraan, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya teror ataupun bencana. Menhub berjanji akan melakukan dukungan penuh.

    “Saya sebagai Menteri Perhubungan akan melihat bagaimana persiapan-persiapan dukungan dari Pemerintah Pusat, untuk kegiatan yang akan dilaksanakan di Mandalika sebagai tujuan wisata strategis nasional,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal mewakili Pemda NTB, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Budi Karya Sumadi dalam rekayasa simulasi pengamanan IATC dan WSBK.

    Ia pun membeberkan beberapa persiapan yang telah dilakukan, mulai dari tahapan Focus Group Discution (FGD) dan sejumlah rapat menggali data kuantitatif dan kualitatif, hingga tactical floor game (latihan taktik dan strategi menganisipasi permasalahan terburuk) dan simulasi pengamanan.

    Dalam pengaturan manajemen lalu lintas berupa sistem transportasi bagi penonton dari bandara dan pelabuhan yang akan ke sirkuit. Terdapat 5 pintu masuk di Pulau Lombok yang telah ditempatkan armada bus untuk penonton secara gratis, yaitu Bandara BIL, Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Lembar dan Terminal Bus Mataram.

    Sebelum menaiki bus, setiap calon penumpang akan dicek suhu tubuh, wajib memakai masker, verifikasi vaksin melalui scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

    Kemudian, penonton menuju parkiran barat Masjid Nurul Bilad dan parkiran Timur Pantai Tanjung Aan untuk dicek kembali dengan swab antigen. Jika negatif, akan dilaksanakan penukaran tiket sesuai warna gelang untuk pembagian jalur masuk penonton. []

  • Anak Usaha Telkom Jadi Distributor Resmi Tiket WSBK Mandalika

    peloporberita.com/ | PT Melon Indonesia yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk., resmi menjadi salah satu distributor penjualan tiket World Superbike (WSBK) melalui website Tiketapasaja.com. Ajang berskala internasional itu akan digelar pada 19-21 November 2021 di Mandalika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    “Tiketapasaja.com mendapat alokasi kuota tiket hampir 45 persen dari total 25 ribu tiket yang tersedia,” kata Chief Executive Officer (CEO) PT Melon Indonesia Dedi Suherman dalam keterangan resmi, Senin (08/11/2021).

    Penjualan tiket WSBK Mandalika melalui website Tiketapasaja.com by Melon Indonesia dirilis sejak 23 Oktober 2021. Harga tiketnya beragam mulai dari Rp795 ribu hingga Rp2,8 juta yang terdiri dari Red Area, Blue Area, Tosca Area, Purple Area, Yellow Area, dan Grey Area.

    Baca juga: Menparekraf: Vaksinasi Syarat Utama Kesuksesan WSBK

    Dedi mengatakan penjualan tiket sudah disiapkan secara khusus agar masyarakat makin mudah mendapatkan tiket WSBK Mandalika secara daring.

    Dalam penjualan tiket ini, PT Melon Indonesia bekerja sama dengan PT MGPA Nusantara Jaya (MGPA), selaku anak usaha PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero).

    Dedi menuturkan, event WSBK sangat ditunggu-tunggu para pecinta otosport tanah air dan mancanegara. Series terakhir ini juga menjadi momentum selebrasi juara dunia, yang menampilkan dua pembalap dengan poin tertinggi, yaitu Toprak Razgatlioglu akan bersaing dengan Jonathan Rea untuk meraih gelar tersebut. []

  • Aceh Juara Duta Wisata Indonesia 2021, NTB Runner-up

    peloporberita.com/ – Duta wakil provinsi Aceh, Muhammad Akkral dan Slwnisrina, terpilih sebagai Juara Duta Wisata Indonesia 2021 dalam acara yang diselenggarakan di ruang theater Taman Budaya NTB Pada, Minggu, 7 November 2021 malam.

    Sedangkan wakil dari Tuan rumah Nusa Tenggara Barat (NTB) Rummi Akbar dan Ratu Balqis, tampil sebagai runner up. Sementara posisi juara ketiga Duta Wisata Indonesia (PDWI) ke-15 ini, diraih oleh utusan duta wisata dari provinsi Bangka Belitung.

    “Jika tidak berakar pada nilai-nilai budaya maka akan sulit memahami budaya-budaya lain di Indonesia. Bagaimana mau mempromosikan budaya Indonesia jika budayanya sendiri tidak diketahui.”

    Selanjutnya, Inong Aceh akan menggantikan Duta Wisata Indonesia 2019, yang saat acara berlangsung hanya dihadiri Yosia Sinta Bela. Duta Wisata Indonesia 2021, nantinya akan menjadi corong promosi pariwisata Indonesia.

    Selain juara duta wisata Indonesia, dewan juri juga menentukan pemenang juara-juara dengan kategori sebagai berikut:

    1. Kategori Duta Wisata Empat Pilar diraih wakil provinsi Bali.
    2. Kategori Duta Wisata Indonesia Persahabatan diraih utusan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
    3. Kategori Duta Wisata Sosial Media dimenangkan oleh wakil duta wisata provinsi Jambi.

    Pemenang Duta Wisata Indonesia 2021 dalam acara yang dipandu artis ibukota, Indra Bekti ini mendapat hadiah berupa piala bergilir PDWI, piagam, trofi dan bingkisan dari berbagai sponsor pendukung acara.

    Sementara dewan Juri, Enong Ismail mengaku, dalamn menentukan juara salah satunya ditentukan dari kepribadian. Jati diri tersebut, harus menunjukkan akar budaya daerahnya sendiri yang mewakili Indonesia. Selain itu, harus mengerti adat budaya provinsinya untuk di promosikan ke seluruh Indoenesia.

    Baca juga : 

    “Jika tidak berakar pada nilai-nilai budaya maka akan sulit memahami budaya-budaya lain di Indonesia. Bagaimana mau mempromosikan budaya Indonesia jika budayanya sendiri tidak diketahui,” tegas Enong.

    Malam grand final Duta Wisata Indonesia ke-15 sendiri, hanya dihadiri utusan dari 7 provinsi  seperti Aceh, Bali, Jambi, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, NTT, dan provinsi NTB sebagai tuan rumah. Sedangkan sejumlah provinsi lain, batal menghadiri acara malam grand final PDWI lantaran terkendala aturan protokol kesehatan. []

  • Euforia WSBK Dirasakan Penikmat Sport Tourism Hingga Pedagang Kaki Lima

    peloporberita.com/ – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut, hotel di daerah Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah terisi penuh atau full booked jelang pelaksanaan World Superbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika Lombok NTB pada 19-21 November 2021 mendatang.

    Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi mengatakan, mayoritas yang datang adalah wisatawan domestik. Ini merupakan angin segar bagi pertumbuhan ataupun kebangkitan Pariwisata khususnya di pulau Lombok NTB.

    “Salah satu magnetnya karena acara World Superbike. Ini bisa dirasakan euforianya itu sudah tidak lagi di level para penikmat sport tourism aja, tetapi sampai juga pada level pedagang kaki lima.”

    “Yang ramai itu, masih terpusat di hotel-hotel kota Mataram. Lalu sebagian Sengigi, trus sebagian lagi dikawasan Lombok Tengah,” tuturnya dalam wawancara dengan salah satu stasiun radio, Sabtu, 6, November 2021.

    Taufan menerangkan bahwa wisatawan yang datang adalah wisatawan domestik yang rata-rata datang bersama keluarga ataupun komunitas dan euforia ajang WSBK 2021 dirasakan sampai ke pedagang kaki lima di wilayah tersebut.

    Taufan Rahmadi
    Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi. (Foto:Pelopor.id/FB TR)

    “Sebenarnya salah satu magnetnya karena acara World Superbike. Ini bisa dirasakan euforianya itu sudah tidak lagi di level para penikmat sport tourism aja, tetapi sampai juga pada level pedagang kaki lima, tegasnya.

    Selain itu, Penulis buku Protokol Destinasi itu menyampaikan, berdasarkan keterangan dari general manager (GM) hotel, rata-rata tingkat okupansinya itu tumbuh sebelum euphoria ini di atas 50 persen.

    Baca Juga : 

    “Ini untuk hotel-hotel berbintang. Prediksi saya, hotel-hotel yang non bintang nantinya akan penuh dengan sendirinya,” tegasnya.

    Namun yang terpenting, pelaku industri Pariwisata di NTB sangat “aware” terhadap protokol kesehatan. Menurut Taufan, mereka sadar bahwa DNA mereka disini adalah Pariwisata sehingga semua mendukung vaksinasi.

    “Mereka tau dengan semakin banyaknya yang tervaksinasi itu menunjukkan daerah itu siap menerima wisatawan,” tandasnya. []

  • Pemenang Duta Wisata Indonesia 2021 Diumumkan Malam ini

    peloporberita.com/ – Pemenang Duta Wisata Indonesia akan diumumkan malam ini, Minggu (7/11/2021). Acara tersebut akan dihelat dalam balutan Grand Final Duta Wisata Indonesia 2021 di komplek Taman Budaya Nusa Tenggara Barat.

    Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata NTB, Lalu Amjad mengatakan, saat malam Grand Final Duta Wisata nanti, publik akan segera mengetahui siapa yang akan menjadi Duta Indonesia mempromosikan destinasi wisata Indonesi di nusantara.

    “Wawasan tentang kepariwisataan harus lebih dimatangkan. Bakat, talenta dan potensinya harus kita angkat. Kita kemas dan kita tingkatkan.”

    Sebelumnuya, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, mengajak seluruh finalis pemilihan Duta Wisata Indonesia Tingkat Nasional ke-15 berkompetisi secara sehat menjadi juara. Baginya, juara memang penting, tetapi bukan hal yang utama. Menurutnya yang terpenting adalah terjalinnya silaturahmi dan terbangunnya rasa nasionalisme yang tinggi.

    “Terimakasih kepada Yayasan Asosiasi Duta Wisata Indonesia yang telah memilih NTB sebagai tempat penyelenggaraan pemilihan Duta Wisata, semoga seluruh rangkaian prosesnya berjalan lancar,” tutur Gita belum lama ini.

    Sementara juri pemilihan Duta Wisata Provinsi NTB Lalu Mulawarman mengaku, peluang wakil NTB menjadi pemenang dalam ajang ini harus diyakini. Mulawarman menyadari kelemahan utusan NTB di ajang ini lemah di public speeking. Selebihnya, waktu untuk menyiapkan utusan NTB sangat terbatas.

    Baca juga :

    “Wawasan tentang kepariwisataan harus lebih dimatangkan. Bakat, talenta dan potensinya harus kita angkat. Kita kemas dan kita tingkatkan. Public speeking juga masih terlihat lemah. Tapi kita harus yakin bisa bersaing. Saya yakini itu dan harus menang karena kita tuan rumah,” tegas Mulawarman.

    Namun untuk NTB, menjadi pemenang pasti tidak akan mudah. Sebab, utusan NTB hanya melakukan persiapan 5 hari saja. Adapun lawan terberatnya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta dan Sulawesi.[]

  • Aparat Polisi Tangkap Pelaku Utama Penggelapan Ratusan Mobil di NTB

    peloporberita.com/ | Polres Lombok Tengah berhasil meringkus seorang pemuda berinisial FD (35), warga Desa Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), atas dugaan melakukan penggelapan dan penipuan ratusan mobil rental.

    “Pelaku utama kasus penipuan sewa gadai mobil telah kami tangkap di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Seminggu lebih sempat menjadi buron,” ujar Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono di Praya, pada Sabtu (06/11/2021).

    Hery mengatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan penyidikan kasus tersebut untuk mengungkapkan pihak lain yang terlibat. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita puluhan mobil berbagai jenis dan merek.

    Baca juga: Kapolres Lombok Timur Dukung Investor Kelola Resto Ekas Adventure

    “Jumlah barang bukti yang disita sebanyak 41 unit, terdiri atas 19 mobil pikap dan 22 mobil pribadi serta uang Rp20 juta dari pelaku,” jelas AKBP Hery Indra Cahyono.

    Dalam melaksanakan aksinya, pelaku mengatasnamakan proyek pembangunan Sirkuit Mandalika untuk event World Superbike (WSBK) dan proyek Jalan Bypass Bandara Lombok. Kepada para korban dikatakan bahwa mobil yang disewa itu akan dimasukkan dalam proyek Sirkuit dan Jalan Bypass Bandara.

    “Itu hanya modus belaka. Akan tetapi, faktanya mobil itu digelapkan oleh pelaku dengan cara digadai kepada orang lain. Korbannya cukup banyak sekitar 100 orang, baik itu di Lombok Tengah maupun Mataram,” kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono. []

  • Menparekraf: Vaksinasi Syarat Utama Kesuksesan WSBK

    peloporberita.com/ – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tingkat vaksinasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi syarat utama kesuksesan gelaran World Superbike 2021 (WSBK) yang digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, mulai 19 November 2021.

    Menparekraf saat meninjau Sentra Vaksinasi Pesona Tatsura, Lombok Tengah, NTB, Rabu (3/11/2021) menjelaskan, Kemenparekraf berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mempercepat vaksinasi bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka menyongsong pelaksanaan Mandalika World Superbike 2021.

    Melalui program vaksinasi yang berkolaborasi dengan Homecare24 Enesis Group melalui Antis berencana untuk menyerahkan bantuan berupa 250 ribu produk Hand Sanitizer dan juga Hand Sanitizer dispenser untuk ditempatkan di seluruh desa wisata yang ada di Lombok Tengah diharapkan dapat menekan penyebaran virus ini di masyarakat. Sehingga masyarakat sehat yang bertujuan untuk mengangkat kembali perekonomian.

    “Kita harapkan gelaran internasional ini menjadi sinyal kebangkitan parekraf baik di Lombok maupun yang lain di Indonesia.”

    “Hari ini kita gercep (Gerak Cepat) dan geber (Gerak Bersama) karena beberapa minggu kedepan yaitu 19 November akan ada WSBK dan Pak Presiden akan meninjau ini semua. Ini menjadi syarat utama untuk kesuksesan gelaran internasional tersebut,” tuturnya.

    Menparekraf mengatakan, tingkat vaksinasi yang tinggi digabungkan dengan protokol kesehatan menjadi resep untuk kembali bangkit. Untuk itu pihaknya mendorong berbagai pihak untuk berkolaborasi terkait percepatan vaksinasi bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka menyongsong pelaksanaan Mandalika World Superbike 2021 dan MotoGP tahun 2022.

    “Kita harapkan gelaran internasional ini menjadi sinyal kebangkitan parekraf baik di Lombok maupun yang lain di Indonesia. Dengan terselenggaranya WSBK ini menunjukan kepada dunia bahwa kita siap menjadi tuan rumah G20 dan sektor parekraf sudah siap dan berbenah dengan protokol kesehatan CHSE yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi,” ungkapnya.

    Baca juga :

    Menparekraf merinci, hingga hari ini tingkat vaksinasi di NTB sudah mencapai 58,2 persen untuk dosis pertama dan 24,7 persen yang telah menerima dosis lengkap. Sementara itu untuk, Kabupaten Lombok Tengah masyarakat yang menerima vaksinasi dosis pertama sebanyak 70,4 persen dan dosis kedua sebanyak 31,8 persen.

    “Sementara itu perhari pelaku di sektor parekraf yang sudah tervaksin mencapai 602.438 masyarakat yang tervaksinasi melalui sentra vaksin yang berkolaborasi dengan Kemenparekraf di 71 lokasi di berbagai daerah. Ini sudah melampaui target kita,” ucapnya.

    Menparekraf Sandiaga Uno hadir bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah saat meninjau Sentra Vaksinasi Pesona Tatsura. Selain itu turut hadir Kapolda NTB Muhammad Iqbal, Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf Henky Manurung, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan. []

  • Kapolres Lombok Timur Dukung Investor Kelola Resto Ekas Adventure

    peloporberita.com/ | Kapolres Lombok Timur Herman Suriyono memberi sinyal positif terkait masalah investor dengan oknum karyawannya sekaligus warga sekitar, YE, yang ditunjuk mengelola restoran terapung di kawasan wisata Ekas, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Setelah melaporkan YE dengan delik kasus penipuan ke Mapolres Lombok Timur, Investor Resto Ekas Adventure Siti Aishah ingin mengelola kembali restoran terapung itu. Apalagi, menjelang parhelatan event World Superbike (WSBK) dan MotoGP di Sirkuit Mandalika.

    “Boleh aja (dikelola walaupun telah dilaporkan berkasus), kan hak dia,” ujar Kapolres Lombok Timur Herman Suriyono, pada Selasa (02/11/2021).

    Baca juga: Sukiman Azmy Turun Tangan, Hambatan Bisnis Panorama Ekas Hilang

    Untuk memperjelas kronologis kasus ini, Herman pun berencana membahasnya dengan Kasat Reskrim Polres Lombok Timur. “Tetapi nanti saya coba tanyakan ke kasatreskrim. Atau kawan-kawan langsung saja. Harusnya sih kalau saya lihat sekilas, kalau memang real seperti itu sebenarnya tidak ada masalah,” lanjut Herman.

    Bahkan, Herman mendukung kawasan Ekas menjadi penunjang event WSBK dan MotoGP. “(Agenda WSBK) deket itu, rumah makan terapung kalau di keluarkan lagi di media, dipromosikan lagi, bagus,” ucapnya.

    Restoran Terapung Ekas Adventure di kawasan wisata Ekas, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Pelopor/Ist.)

    Dihubungi terpisah, Siti Aishah mengaku kesulitan beraktivitas di Ekas Adventure karena di sekitar lokasi ada sejumlah oknum warga (pengikut YE) yang berusaha mencegahnya. “Kami merasa tidak nyaman karena masih ada orang-orangnya mereka yang mengawasi dan terkesan mencegah kami mengelola resto yang menjadi hak kami,” ujar Aishah.

    Ia pun memaparkan kronologis kesepakatan kerja samanya. “Saya bertemu dengan YE, dan dipertemukan suaminya, SA. Pak Alimin adalah real ownernya ruang laut dan resto apung yang lama. Diawal diskusi, YE menyuruh saya buat resto apung saya sendiri di ruang laut yang “dimiliki dia” sebesar 71 hektar, tapi setelah saya cari tahu, ternyata ruang laut itu milik Pak Alimin,” kenang Aishah.

    Baca juga: Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta

    Setelah resto dibangun, YE coba menguasai penuh resto apung Aishah, sehingga Aishah mempertegas untuk meminta haknya kembali. Namun sampai saat ini terus dipersulit. Perjanjian awal, Aishah seharusnya mengoperasikan restoran terapung itu dan berbagi hasil 50:50 dengan YE, karena menggunakan rumah apung yang dijadikan tempat masak restoran tersebut.

    Setelah Aishah menempuh jalur huķum, YE pun menghilang. Berdasarkan informasi yang diterima Aishah, YE disebut berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kalau benar itu punyanya dia, pasti akan pertahankan, bukan lari ke NTT,” pungkasnya. []

  • Masyarakat Diminta Dukung Desa Wisata Tetebatu di Kompetisi Best Tourism Village 2021

    Jakarta – Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi meminta masyarakat untuk mendukung Desa Wisata Tetebatu di ajang “Best Tourism Village 2021” yang diselenggarakan UNWTO. Lomba Desa Wisata berkelas Internasional ini, memberikan kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia sekaligus sebagai salah satu upaya mempromosikan pariwisata Indonesia di tingkat global.

    Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat istimewa karena berhasil lolos mewakili Indonesia di ajang The Best Village UNWTO 2021 bersama 2 desa wisata lainnya yakni Nglanggeran di Yogyakarta dan Wae Rebo di NTT.

    Tetebatu pun, siap beradu keindahan dengan negara-negara di dunia yang juga memiliki desa wisata andalannya masing-masing. Saingan Tetebatu tidak main-main dan sudah terkenal secara global antara lain, Murcia (Cehegin) dari Spanyol. Lalu Alonissos, Western Samos, dan Soufli yang mewakili Yunani.

    Tete Batu
    Pemandangan Gunung Rinjani yang indah bisa dinikmati dari Desa Tetebatu. (Foto:Pelopor.id/bppd lotim)

    Kemudian ada desa wisata Ladhpura Khas, Kongthong Meghalaya, dan Pochampally Telangana yang mewakili India, serta desa-desa wisata dari Asia Tenggara seperti dari Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja dan masih banyak lagi.

    Perjuangan untuk lolos seleksi UNWTO tidaklah mudah, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sesuai kriteria mereka. Belum lagi di dalam negeri Tetebatu harus bersaing dengan 6 ribu desa wisata dari total sekitar 75 ribu desa yang ada di seluruh Indonesia.

    Mengenal Desa Wisata Tetebatu

    Desa Tetebatu bisa disebut desa wisata legendaris Indonesia yang sudah dikenal sejak zaman Belanda atau sebelum berdirinya Republik Indonesia. Lokasi Tetebatu ada dibawah gunung Rinjani dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu sekitar 90 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat.

    Sejarah terbentuknya desa Tetebatu tidak terlepas dari peran Raden Soedjono, seorang dokter pertama ahli malaria, lepra, dan kusta yang ditugaskan di Kabupaten Lombok Timur sekitar 1925 – 1930 silam.

    Desa Wisata Tete Batu. (Foto: peloporberita.com/pesonalombok)

    Kala itu, dokter Soedjono menjadikannya sebagai tempat beristirahat di akhir pekan, untuk mencari ketenangan dan kesejukan. Kabar tempat beristirahat dokter Soedjono didengar oleh orang-orang Eropa di Mataram yang kemudian turut menggunakannya sebagai tempat beristirahat. Setelah meninggal, pada 1944, Wisma Sudjono ditempati oleh istrinya, Raden Ayu Rumite.

    Daya Tarik Tetebatu

    Wisata alam menjadi magnet pemikat bagi para traveller lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan di lembah gunung Rinjani ini. Dari Tetebatu wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani yang gagah.

    Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Kokok Duren. Kemudian wisatawan juga bisa mengunjungi “Hutan Monyet”, disini kita bisa melihat monyet hitam yang memang satwa asli Tetebatu.

    Bagi yang hobi blusukan, Tetebatu juga punya tempat jalan-jalan yang menyehatkan jiwa dan raga yakni di kebun kopi, coklat, vanili dan cengkeh milik masyarakat. Bahkan para turis pun bisa ikut menanam bibitnya, jika musim tanam sedang berlangsung.

    Dengan mengunjungi Tetebatu, kita juga bisa berwisata religi dengan melihat peninggalan bersejarah berupa Alquran kuno berusia 200 tahun. Alquran yang konon terbuat dari bahan kayu dan kulit onta ini disebut merupakan asli tulisan tangan.

    Alquran kuno ini, disimpan di sebuah rumah yang disebut bale kemaliq di Dusun Tete Batu Lingsar, Kecamatan Sikur. Alquran ini, kini diwariskan kepada Jinarim alias Sukirman yang mengaku mendapatkan benda bersejarah itu dari kakeknya secara turun temurun.

    Dukungan segenap masyarakat sangat dibutuhkan oleh Tetebatu dalam kompetisi UNWTO ini. Selain untuk menumbuhkan rasa kebanggaan, juga sebagai pendorong perekonomian warga sekitar dan juga sebagai upaya memulihkan sektor pariwisata yang mati suri akibat terdampak pandemi covid-19. []