Tag: NTB

  • Pariwisata Lombok-Sumbawa Mulai Bergairah, Prokes Tidak Boleh Kendor

    peloporberita.com/ | World Superbike (WSBK) akan diselenggarakan pada 19-21 November 2021, di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah side events pun digelar, seperti HK Endurance Challenge yang telah terlaksana pada 15-17 Oktober 2021. Kemudian disusul Asia Talent Cup (ATC) pada 12 November 2021, yang rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejumlah acara ini menjadi sinyal positif pulihnya pariwisata Lombok-Sumbawa.

    HK Endurance Challenge yang menghadirkan 100 atlet triatlon, menyedot perhatian masyarakat lokal dan wisatawan nusantara. Berdasarkan data kedatangan penumpang di Bandara International Lombok, ada lebih dari 3.000 kunjungan wisatawan nusantara pendukung triatlon yang hadir di Lombok. Dan, event ATC diprediksi akan menghadirkan lebih banyak kunjungan wisatawan.

    Baca juga: Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta

    “Okupansi hotel mulai menunjukkan pergerakan tingkat keterisian kamar mencapai sekitar 20 persen. Beberapa pekan ke depan terua bergerak naik. Pergerakan tingkat hunian hotel mulai terlihat sejak HKEC digelar,” terang Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini.

    Wolini melihat, belakangan ini tingkat keterisian hotel (city hotel dan resort) menjadi sinyal positif pemulihan pariwisata Lombok-Sumbawa, sekaligus memacu semangat pengelola industri perhotelan di Lombok.

    Baca juga: Festival Dara Ngindang Tanda Bangkitnya sektor Pariwisata

    “Kami (anggota PHRI) mulai bergairah lagi. Kami merasa termotivasi lagi untuk berbenah. Ini seiring dengan kondisi pariwisata Lombok-Sumbawa mulai ada tanda-tanda pulih,” katanya.

    Selain event ujicoba WSBK, sejumlah agenda MICE juga menghampiri Lombok-Sumbawa. Meski dalam kapasitas terbatas, namun cukup memacu semangat pengelola dan pekerja untuk terus berbenah.

    Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB Yusron Hadi melihat tanda pemulihan pariwisata Lombok-Sumbawa sebagai bonus. “Kami bekerja keras dan bersinergi dengan semua pentahelik. Jika kondisi sudah membaik, ini buah dari kerja keras itu. Dan bonus untuk kita semua,” ujar Yusron di Mataram, Minggu (31/10/2021).

    Baca juga: Pengamat: Masterplan Pariwisata adalah Peta Jalan Keberhasilan Destinasi

    Meski demikian, Yusron mengingatkan agar semua tetap disiplin dan waspada terhadap ancaman Covid-19. Protokol kesehatan (prokes), terutama mengenakan masker, harus menjadi perhatian dalam melayani wisatawan.

    “Jangan sampai lalai. Ketika kondisi membaik, kemudian lalai dengan disiplin protokol kesehatan. Ingat kita punya tujuan jangka panjang pariwisata, NTB harus segera pulih. Jangka pendeknya kita sedang menuju persiapan pagelaran MotoGP. Selama ujicoba event berlangsung, jangan lalai,” tegas Yusron. []

  • Diancam Somasi, Ketua PHRI NTB Siap Menunggu

    peloporberita.com/ – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat(NTB), Ni Ketut Wolini menyatakan dirinya siap menunggu somasi yang dilancarkan Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Mohammad Faozal.

    Wolini berharap, keputusan Faozal melapor secara hukum, dapat mengungkap semua sikap dan tindakan negatif yang selama ini menimpa pelaku industri pariwisata sejak Faozal menjabat sebagai Kadispar hingga akhirnya dia dimutasi menjadi Kadishub NTB.

    “Saya menunggu saja langkah yang ditempuh Pak Faozal. Selama ini saya dan pelaku usaha lain hanya diam. Tapi untuk kali ini tidak. Kami sudah terlalu sering dilecehkan. Ya, kita tunggu saja lah. Nanti juga semua akan tahu dan jelas, bagaimana teman-teman pelaku usaha diperlakukan,” tutur Wolini dengan santai pada Rabu, 27 Oktober 2021.

    Sebelumnya, dilansir dari sejumlah media lokal NTB, Kadishub Faozal, berencana melancarkan somasi dan laporan hukum kepada Wolini. Laporan dan somasi Faozal ini terkait pemberitaan tanggal 25 Oktober 2021 di sejumlah media online lokal dan nasional tentang “PHRI Cium Gelagat ‘Kotor’ Kadishub Gagalkan Program WSBK”.

    “Kita tunggu saja lah. Nanti juga semua akan tahu dan jelas, bagaimana teman-teman pelaku usaha diperlakukan.”

    Faozal menyebut, tudingan itu tidak masuk akal. Dan cenderung menebar fitnah dan mencemarkan nama baik. Tidak terima dengan pemberitaan itu, Faozal kemudian berencana melaporkan dan men-somasi Wolini.

    “Tudingan itu kayak fitnah, tidak beralasan. Saya secara pribadi akan melayangkan somasi dan mempertimbangkan untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik,” kata Faozal, Selasa, 26 Oktober 2021 dilansir dari beberapa media lokal.

    Faozal menjelaskan, pertemuan dengan hotelier pada Senin itu dilakukan untuk sosialisasi terkait Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) WSBK Mandalika, lima koridor transportasi massal, dan juga titik-titik shuttle bus di kawasan Mandalika. Ini dilakukan agar pihak manajemen hotel bisa memberikan informasi yang komprehensif kepada para tamu mereka saat gelaran WSBK 19-21 November mendatang.

    Sedangkan Menurut Wolini, Jika alasannya untuk memberi informasi yang komprehensif, seyogyanya Faozal bersurat atau mengundang anggota PHRI melalui organisasi induknya, PHRI.

    Dengan demikian, Wolini menjamin penyebaran informasi akan lebih komplit. Namun Faozal malah melakukan sebaliknya dengan mengundang sekitar 20 management hotel secara personal, dan dalam waktu yang bersamaan dengan pertemuan PHRI di Dispar. Langkah Faozal ini, diànggap Wolini sebagai sikap yang tidak menghargai organisasi PHRI.

    “Gelagat dan diduga itu hampir sama maknanya. Saya belum lihat unsur fitnah. Namanya juga judul media, harus bombastis dong.”

    Sementara menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Wilayah NTB Jewantoro Umbu Joka, konflik adalah barang simpel yang bisa diselesaikan. Umbu menyarankan, Kadishub membantah pernyataan ketua PHRI NTB tersebut lewat media.

    “Barang simpel yang bisa diselesaikan. Tinggal bantah saja by media lagi kesana kan beres. Gelagat dan diduga itu hampir sama maknanya. Saya belum lihat unsur fitnah. Namanya juga judul media harus bombastis dong. Berperkara itu habisin waktu dan dana. Memangnya yang mau disomasi itu diam aja?,” ujar Umbu dikutip dari detikNTB.

    Umbu menyebut, Polemik itu merupakan tanda tidak adanya koordinasi antara Dispar, Dishub dan stakeholder pariwisata.

    “Perhelatan WSBK dan MotoGP itu ayo kita kerja bareng-bareng semua stakeholder, ayolah semua bersinergi dan saling bergandeng tangan untuk sukseskan perhelatan ini demi nama NTB dan umumnya Indonesia,” tegasnya. []

  • ASITA: Sangat Disesalkan Kalau Ada Upaya Menjegal WSBK

    peloporberita.com/ | Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Artha Hanif mengimbau semua pihak, termasuk segala unsur negara, untuk saling mendukung dalam pelaksanaan acara berkelas internasional, seperti World Superbike (WSBK) yang akan digelar 19-21 November 2021.

    Artha mengutarakan pendapatnya itu untuk menanggapi sikap Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (Kadishub NTB) Mohamad Faozal, yang menurut Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) wilayah NTB, terlihat seolah-olah ingin menggagalkan program pariwisata dan acara WSBK.

    Pasalnya, ketika PHRI NTB harus menghadiri undangan rapat bersama MGPA dan Dinas Pariwisata NTB pada Senin (25/10/2021), untuk mempersiapkan strategi menyukseskan program WSBK, diwaktu yang sama Kadishub NTB justru memanggil 20 anggota PHRI untuk mendengarkan sosialisasi shuttle bus.

    Baca juga: PHRI Cium Gelagat Kadishub NTB Ingin Gagalkan Event World Superbike

    Dalam wawancara via telepon bersama peloporberita.com/, Selasa (26/10/2021), Ketua Umum ASITA Artha Hanif mengatakan, “Ini sesuatu yang sangat disesalkan kalau sampai terjadi ada upaya-upaya yang menjegal atau menghalangi acara yang penting, acara yang sudah dirancang lama dan sudah ditunggu-tunggu oleh kita semua,”

    “Dan ini adalah acara penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia itu aman, Indonesia itu sangat siap untuk menyelenggarakan event-event yang levelnya internasional. Karena ini kehormatan loh, kehormatan negara dan ini sungguh akan menjadi suatu persepsi yang buruk kalau sampai terhalang,” lanjutnya.

    Meski demikian, Artha Hanif tetap berusaha berpikir positif, “Mungkin karena (Dishub) ingin segala sesuatunya terintegrasi. Mudah-mudahan tidak bermaksud menjegal, tapi mudah-mudahan dimaksudkan bagaimana supaya seluruh elemen yang terkait dengan penyelenggaraan (WSBK) nantinya itu benar-benar bisa disatukan,” ucap Artha.

    Baca juga: Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta

    Terkait hal ini, Kadishub NTB Mohammad Faozal menerangkan bahwa dirinya memanggil 20 orang manajemen hotel untuk membahas uji petik untuk kebutuhan transportasi dalam event WSBK.

    “Apa yang di bahas kemaren uji petik untuk beberapa hotel terkait skenario lalu lintas untuk beberapa hotel. Sehingga bisa di sepakati berapa kebutuhan moda transportasi di saat event WSBK. Silahkan ditanya teman-teman manajemen hotel yang hadir apa yang dibahas. Atau tanya ke Ketua Organda saja,” sebut Faozal melalui pesan Whatsapp menjawab pertanyaan peloporberita.com/. []

  • PHRI Cium Gelagat Kadishub NTB Ingin Gagalkan Event World Superbike

    peloporberita.com/ – Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI)-NTB, Ni Ketut Wolini mencium gelagat kotor Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Mohammad Faozal yang mencoba melakukan tindakan adu domba dengan tujuan ingin menggagalkan sejumlah program pariwisata dan event World Superbike (WSBK) yang siap digelar 19-21 November 2021 nanti.

    “Ini namanya adu domba. Saya keberatan anggota PHRI dipanggil secara personal dan tidak mengundang kami melalui induk organisasi. Dan hotel di Lombok bukan cuma 20 itu saja.”

    Menurut Wolini, Gelagat Faozal ingin memecah belah pelaku industri pariwisata di Lombok terlihat saat Pihak Dinas Pariwisata (Dispar) NTB mengadakan rapat untuk mempersiapkan strategi mensukseskan program WSBK. Pada waktu yang bersamaan, Faozal juga memanggil 20 pengelola Hotel untuk sosialisasi shutle bus.

    “Ketika PHRI harus hadiri undangan rapat Kadispar Senin kemarin (25/10/2021). Kami sedang menyiapkan strategi mensukseskan program WSBK yang sebentar lagi digelar. Kami sedang rapat dengan pihak MGPA yang difasilitasi Kadispar di kantor Dinas Pariwisata NTB. Ehhh….dalam hari, waktu dan jam yang sama Pak Faozal, panggil 20 management hotel ke kantornya,” tutur Wolini, Senin malam (25/10/2021) di Senggigi.

    Wolini, menilai sikap Faozal itu sebagai tindakan adu domba dan membuatnya tersinggung.

    “Saya pribadi dan secara organisasi, sangat tersinggung. Ini namanya adu domba. Saya keberatan anggota PHRI dipanggil secara personal dan tidak mengundang kami melalui induk organisasi. Dan hotel di Lombok bukan cuma 20 itu saja,” tegas pengusaha sukses di Lombok tersebut.

    Keyakinan Wolini soal gelagat Kadishub Faozal ingin menggagalkan event WSBK dan program pariwisata lainnya semakin menjadi, setelah anggota PHRI yang hadir dalam rapat dengan Waloni melaporkan bahwa kedatangan mereka ke sana, cuma mendengarkan sosialisasi shutle bus.

    “Ini kan gak jelas. Dan apa hubungannya anggota PHRI di undang cuma untuk sosialisasi shutle bus. Ini kan gak bener, mengadu domba anggota PHRI namanya,” tandas Wolini.

    Wolini menegaskan, sah-sah saja bila mengundang siapapun termasuk anggota PHRI, tapi harus dengan etika dan harus sesuai tupoksinya.

    “Kaitannya shutle bus dengan anggota PHRI apa? Ini kan ada gelagat tidak baik. Kami mau berkoordinasi untuk urusan WSBK malah diam-diam anggota kami diminta datang untuk sosialisasi shutle bus. Kan merusak namanya,” pungkas Wolini.

    ASITA
    Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu. (Foto: peloporberita.com/Ist)

    Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu sependapat dengan Wolini dan menurutnya sikap Faozal tidak fair.

    "Waduh, gak bener cara yang dilakukan Pak Faozal. Itu kurang fair. Ngapain coba, urusan shutle bus sosialisasinya ke anggota PHRI," tanya Dewantoro.

    Dewantoro pun menyarankan, agar Faozal mengurus mana yang menjadi bagian tugasnya sebagai Kepala Dinas Perhubungan.

    "Kan banyak yang diurus. Truk-truk dan angkot yang mati KIR -nya. Kemacetan di pasar Ampenan karena cidomo, angkot dan truk yang oper kapasitas, jembatan timbang. Dan masih banyak lah yang lain-lain yang lebih pas dengan bidang tugasnya. Biarlah urusan pariwisata jadi domain dispar," saran Dewantoro.

    Lalu Mohammad Faozal

    Terkait hal ini, Kadishub NTB, Lalu Mohammad Faozal menerangkan bahwa dirinya memanggil 20 orang manajemen hotel untuk membahas uji petik untuk kebutuhan transportasi dalam event WSBK.

    "Apa yang di bahas kemaren uji petik untuk beberapa hotel terkait skenario lalu lintas untuk beberapa hotel. Sehingga bisa di sepakati berapa kebutuhan moda transportasi di saat event WSBK.  Silahkan di tanya teman-teman managemen hotel yang hadir apa yang dibahas. Atau tanya ke Ketua Organda saja," sebut Faozal melalui pesan Whatsapp menjawab pertanyaan peloporberita.com/. []

  • Pemerintah Siapkan 10 Ribu Pemuda Hadapi Industri 4.0

    peloporberita.com/ | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfotik) menyiapkan 10 ribu talenta muda untuk menghadapi era industri 4.0. Para pemuda itu akan dibekali pelatihan akselerasi percepatan transformasi digital, khusus Nusa Tenggara Barat (NTB), pelatihan akan difokuskan bagi tamatan SMA/SMK dan lulusan Perguruan Tinggi di Lombok Tengah.

    Dalam pelatihan ini, Kemenkominfotik akan bekerjasama dengan Digital Talent Partnership. Program ini sendiri merupakan satu dari empat program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.

    “Nah garapan kami sekarang ini adalah bagian dari program masyarakat digital,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkominfotik Hary Budiarto di aula Universitas Teknologi Mataram-NTB, Senin (24/10/2021).

    Baca juga: Sepekan Pasca HK Endurance Challenge digelar, NTB Tak Alami Lonjakan Kasus Covid-19

    Secara nasional, pemerintah akan melahirkan 220 ribu talenta digital Indonesia. Syarat menjadi bagian program ini adalah daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal), daerah destinasi super prioritas, dan yang memiliki rencana pembentukan smart city. Jika lulusan SMA/SMK tidak mengambil jatah alias mendaftar, maka peluangnya akan tertutup dan diambil lulusan perguruan tinggi.

    Data Kemenkominfotik menunjukkan, saat ini ada 1,8 juta lulusan SMA/SMK yang menganggur dan 3,5 juta lulusan perguruan tinggi menganggur akibat kompetensinya masih kurang di bidangnya. “Agar peluang tidak hilang, saya sarankan cepat mendaftar. Jangan sia-siakan peluang ini,” ucap Hary.

    Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Teknologi Lalu Darmawan menilai, program pemerintah ini sangat luar biasa. “Nanti semua akan jadi lebih mudah. Sarana digital bisa diperoleh lebih mudah, bisa belajar mandiri, konten belajar disiapkan, ikut ujian mandiri dan setelah lulus dikasi sertifikat,” ujarnya. []

    Baca juga: Asosiasi Travel Agent NTB Minta Jatah Kuota Tiket WSBK

  • Asosiasi Travel Agent NTB Minta Jatah Kuota Tiket WSBK

    peloporberita.com/ | Kalangan pengusaha perjalanan wisata yang diwakili Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, hari ini (25/10/2021) melakukan diskusi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), mengenai jatah kuota tiket World Superbike (WSBK).

    Namun diskusi yang dimediasi oleh Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Kadispar NTB) Yusron Hadi ini berlangsung alot dan dilanjutkan pada Kamis (28/10/2021) mendatang.

    Ketua Astindo NTB Sahlan M. Saleh menyayangkan bahwa selama ini penyedia jasa perjalanan wisata tidak dilibatkan dalam penjualan tiket WSBK. “Sebelumnya kami sangat optimistis event WSBK akan sukses. Dan kami bisa ambil peran di sport event berskala internasional ini. Kami perhatikan harga tiket sekelas WSBK juga lebih tinggi dari MotoGP di Sepang-Malaysia,” kata Sahlan.

    Melihat tenggat waktu yang semakin dekat, Sahlan merasa pesimistis bisa menjual tiket WSBK dalam kurun waktu tiga minggu sebelum jadwal acara tersebut 19-21 November 2021. “Bisa menjual 10 persen saja dari tiket yang tersedia, itu sudah luar biasa,” ujarnya.

    Meski demikian, pelaku usaha travel di NTB akan tetap berjuang keras menjual tiket WSBK, salah satunya menawarkan tiket dengan bundling paket wisata Lombok-Sumbawa.

    Di sisi lain, Project Director WSBK Ahmad Husein menjelaskan, minimnya komunikasi dengan pihak asosiasi di NTB karena terkendala sempitnya waktu. Disebutkan, fokus Mandalika Grand Prix Association (MGPA) adalah persiapan proses sampai event berlangsung harus sempurna. Hal itu yang membuat MGPA harus menunjuk pihak ketiga untuk penjualan tiket.

    “Kami butuh banyak masukan. Tapi karena terkendala waktu kami harus bekerja cepat. Soal harga tiket yang terlalu mahal itu sudah ada kajian dari internal kami. Dan terlalu prematur kalau kita bicara soal harga tiket sekarang,” ungkap Husein.

    Husein juga meyakinkan asosiasi travel agent bahwa persiapan perhelatan WSBK selanjutnya akan lebih baik lagi. “Kami paham ini race pertama. Kontrak kami hingga 10 tahun ke depan. Ke depan kami akan menyiapkan lebih baik,” ucapnya.

    Dalam diskusi ini, Kadispar Yusron Hadi meminta asosiasi travel agent bisa berkomunikasi dengan Bank NTB, selaku pemegang kuota tiket WSBK. Sedangkan pihak MGPA dan ITDC masih akan berkomunikasi terlebih dahulu untuk mencari solusi lain. []

  • Rinjani Geopark Sport Tourism Festival Digelar 24 Oktober-7 November 2021

    peloporberita.com/ | Setelah HK Endurance Challenge sukses terlaksana, giliran Rinjani Geopark Sport Tourism (RGST) Festival ’21 memberi bukti pariwisata Lombok-Sumbawa bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.

    “Rinjani Geopark sport tourism festival 2021 ini bisa menjadi upaya pemulihan kepariwisataan di NTB setelah pekan lalu HK Enduranve Challenge sukses di gelar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi, dalam pembukaan RGST Festival di Sembalun, Lombok Timur, Minggu (24/10/2021).

    “Kolaborasi event HK Endurance Challenge, Rinjani Geopark Sport Tourism Festival dan WSBK nanti, bisa menjadi bukti NTB berhasil berdamai dengan pandemi. Dan kolaborasi event-event ini bisa terselenggara dengan baik dan lancar,” kata Yusron penuh harap.

    Adapun, agenda side event jelang World Superbike (WSBK) yang merupakan acara di luar WSBK dan MotoGP, akan berakhir pada 7 November mendatang. Yusron pun optimis, acara-acara ini berdampak positif bagi sektor kepariwisataan NTB. Menurut Yusron, Dispar NTB akan mendorong setiap kabupaten menyiapkan satu event unggulan atau event kolaborasi dengan kabupaten lain pada tahun depan.

    Baca juga: Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta

    RGST Festival sendiri disebut-sebut sebagai sport tourism pertama di pulau Lombok. Acara yang berlangsung di Pusat Informasi Geopark Rinjani-Sembalun ini, diinisiasi Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (RL-UGGp).

    RGST Festival menggelar tiga acara utama dengan enam acara tambahan yang dibatasi maksimal 20 team dari dalam dan luar NTB. Peserta yang sudah mendaftar adalah 300 orang untuk kelas atlet dan adventure yang berasal dari dalam dan luar negeri.

    Direktur Event dan GM Geopark Rinjani Mohammad Farid Zaini mengatakan, tiga kegiatan utama terdiri dari,

    • Rinjani Geopark Sembalun 7 Summits (25-28 Oktober 2021)
    • Sembalun Paragliding (30-31 Oktober 2021)
    • Rinjani Geopark International Enduro (5-7 November 2021).

    Sedangkan kegiatan tambahan adalah,

    • Rinjani Art Camp (6-7 November 2021)
    • Bazar UMKM (24-28 Oktober dan 4-7 November 2021)
    • Eksibisi Panahan (24-28 Oktober dan 4-7 November 2021)
    • Eksebisi permainan tradisional Egrang dan Begasingan (24-28 Oktober dan 4-7 November 2021)
    • Eksebisi Mini Catur (5-7 November 2021). []

    Baca juga: Sambut WSBK, Mandalika Grand Prix Association Luncurkan Logo Baru

  • Sepekan Pasca HK Endurance Challenge digelar, NTB Tak Alami Lonjakan Kasus Covid-19

    peloporberita.com/ – Sepekan pasca HK Endurance Challenge digelar, kasus covid-19 di Lombok-Sumbawa sangat terkendali. Event HK Endurance Challenge yang melibatkan 100 peserta dari 18 negara pada 15-17 Oktober lalu sukses digelar. Meski sebelumnya, tidak sedikit warga mengkhawatirkan, pasca HKEC ’21 bakal memicu lonjakan kasus covid-19 di NTB.

    “Sampai hari ini, kasus covid-19 di Lombok dan Sumbawa sangat terkendali. Secara statistik, kurva penyeberan dan keterjangkitan virus di NTB melandai. Bahkan terjadi penurunan secara drastis,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Sekretariat Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi, Sabtu 23 Oktober 2021.

    “Kami yakin semua akan berjalan baik dan lancar. Dari kedatangan sampai di arena nanti, penonton maupun wisatawan dan peserta, semua harus disiplin protokol kesehatan. Kami pastikan itu.”

    Gita  menjelaskan, data Satgas Penanggulangan Covid-19 NTB, menunjukkan angka penularan harian covid-19 NTB tiga pekan terakhir rata-rata kurang dari 10 orang. Tingkat kesembuhan bahkan mencapai 300 persen dari angka penularan harian. Kasus aktif pasien covid-19 NTB, kini hanya tersisa 193 orang saja.

    Data di atas menunjukkan betapa pemerintah daerah NTB, sangat serius berbenah. Terlebih jelang perhelatan event World Superbike (WSBK) dan motoGP. Syarat digelarnya sport event internastional seperti permintaan Dorna Sport adalah tingkat vaksinasi warga mencapai 60 persen.

    Hingga kini, capaian tingkat vaksin di lokasi sirkuit (baca; Lombok Tengah) tembus angka 75 persen. Secara nasional, kurva penyebaran virus mematikan ini juga melandai.

    Pemerintah daerah, bekerjasama dengan PT Hutama Karya (Persero), sempat melakukan ujicoba melalui gelaran HKEC Lombok Seris 15-17 Oktober lalu. Hampir sepekan pasca HKEC digelar, NTB tidak mengalami lonjakan kasus covid-19. Data resmi harian Satgas covid-19 NTB, per tanggal 22 Oktober pasien positif 4 dan sembuh 15 orang.

    Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, Yusron Hadi juga meyakinkan semua pihak bahwa ujicoba kedua akan dilakukan dalam waktu dekat ini melalui event WSBK. Event ini, melibatkan lebih banyak orang dibanding HKEC.

    “Namun, kami yakin semua akan berjalan baik dan lancar. Dari kedatangan sampai di arena nanti, penonton maupun wisatawan dan peserta, semua harus disiplin protokol kesehatan. Kami pastikan itu,” tandas Kadispar NTB. []

  • Daftar Harga Tiket Resmi World Superbike Mandalika 2021

    peloporberita.com/ – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengumumkan harga tiket balap motor World Superbike (WSBK) 2021 yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, NTB pada 19-21 November 22021.

    Harga tiket WSBK mulai Rp 795.000 sampai Rp 2.820.000 (belum termasuk Pajak) untuk menonton selama 3 hari. Harga tiket ini, ditentukan berdasarkan lokasi duduk atau tribun penonton saat event penyelenggaraan WSBK.

    Harga tiket termurah adalah Standard Grand Stand di kisaran Rp 795.000 – 995.000. Tribun penonton ini berada di dekat tikungan 15 dan tikungan 17. Kemudian, West Grand Stand yang berdekatan dengan tikungan 15 seharga Rp 1.395.000.

    Selanjutnya, Main Grand Stand yang berada di dekat tikungan satu dan tikungan 16 Sirkuit memiliki kisaran harga Rp 1.850.000 – 2.350.000, dan Premiere Grand Stand yang lokasi duduknya menghadap gate start dan finish pembalap di kisaran harga Rp 2.650.000 – 2.820.000.

    Di samping lokasi titik tersebut, penyelenggara event juga telah menyiapkan kategori Hospitality Suites, yang terdiri dari dua kelas, Premiere Class yang dibanderol harga Rp 19.500.000 dan Deluxe Class dengan harga Rp 14.950.000 yang berlaku untuk tiga hari.

    WSBK

    Premiere Class ini berlokasi di lantai 2 Pit Bulding sehingga memudahkan penonton untuk berinteraksi dengan pembalap, sementara Deluxe Class berlokasi di VIP Village berdekatan dengan Paddock Sirkuit.

    Tiket dapat dibeli mulai tanggal 23 Oktober 2021, melalui website Xplorindonesia (Xplorin.id) dan partner resmi penjualan tiket, antara lain tiketapasaja.com, tiketmu.id, Dyandratiket.com, dan tiket.com. Total tiket yang dijual sebanyak 25.000 tiket.

    Sebagai informasi, Xplorin merupakan unit usaha ITDC berbasis platform digital aplikasi smartphone dan situs yang melayani wisatawan untuk terhubung dengan beragam event ataupun berbagai akomodasi yang tersebar di Indonesia.

    Baca juga :

    Bagi masyarakat yang ingin menonton secara langsung event WSBK di Pertamina Mandalika International Street Circuit diwajibkan untuk memenuhi kriteria tertentu, antara lain membeli tiket melalui jalur resmi yang ditentukan, berusia 12 tahun keatas dan sudah melakukan dua kali vaksin COVID-19.

    Selain itu, harus membawa dan menunjukkan hasil swab antigen (1×24 jam)/PCR (2×24 jam) negatif COVID-19 sebelum memasuki area Sirkuit melalui aplikasi PeduliLindungi serta melakukan pemindaian QR code yang disiapkan oleh pengelola untuk masuk Sirkuit.

    Apabila penonton belum terdaftar pada aplikasi PeduliLindungi, diwajibkan untuk menunjukkan hasil tes swab antigen/PCR dari Rumah Sakit/Klinik serta sertifikat vaksin dengan prosedur yang dikirim ke email terdaftar. []

  • Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta

    peloporberita.com/ | Mandalika Grand Prix Association (MGPA) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Dyandra Promosindo, pada Selasa (19/10/2021) di Jakarta, untuk menyediakan 2.000 tiket paket prioritas bagi para pecinta otomotif yang ingin menyaksikan balap World Superbike (WSBK).

    Ajang berskala internasional itu akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 18-21 November 2021 mendatang.

    Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh mengatakan, 2.000 tiket yang disiapkan akan terbagi dalam dua kategori, yaitu berupa tiket saja dan berupa paket tour.

    “MGPA dengan IMI mempercayakan kepada Dyandra Promosindo untuk membuat atau merangkul kalangan otomotif karena menonton WSBK bukan hanya menonton balap, tapi juga untuk menikmati lifestyle (gaya hidup) otomotif,” ucap Hendra.

    Baca juga: Diikuti Peserta 18 Negara, HK Endurance Challenge Ajang Uji Coba WSBK-MotoGP

    Bagi Anda yang ingin memesan tiket paket prioritas, pre-order telah dibuka di dyandratiket.com sebelum tanggal resmi penjualan tiket pada 23 Oktober 2021.

    Untuk harganya tiketnya sendiri, sebanyak 1.000 tiket di antaranya tersedia dalam paket VIP, dengan harga mulai dari Rp 600 ribu sampai Rp 19,5 juta.

    Paket ini memiliki tiga level yaitu Sultan, Juragan dan Bos, yang masing-masing sudah termasuk akomodasi penginapan, tur sirkuit, hingga bisa ditingkatkan bagi mereka yang memiliki permintaan khusus, misalnya taksi helikopter menuju sirkuit.

    Baca juga: World Superbike Mandalika Diharap Tumbuhkan Ekonomi NTB 5-6%

    Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo alias Bamsoet memastikan, masyarakat dapat membeli tiket WSBK yang lebih terjangkau di luar 2.000 paket prioritas tersebut. Secara keseluruhan, panitia menyediakan 25.000 tiket untuk gelaran seri terakhir WSBK nanti.

    “Tentu ada yang murah bagi warga yang langsung ‘on the spot’ (beli tiket) ke sana,” kata Bamsoet.

    CEO MGPA Ricky Baheramsjah mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal komitmen MGPA merangkul dan menyediakan aksesibilitas bagi komunitas otomotif yang tergabung dalam IMI. []