Tag: NTB

  • Mengenal Ombak Food, Salah Satu UKM di Desa Wisata Bonjeruk

    peloporberita.com/ – Lombok | Usaha Kecil Menengah (UKM) Ombak Food berdiri sejak 2017, yang berawal dari program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, Bonjeruk telah bertransformasi menjadi sebuah desa wisata yang unik dan masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

    Pendiri Ombak Food Yosi Eka Kurniawati mengatakan bahwa usahanya berjalan dengan penuh perjuangan sejak awal berdiri pada 2017, karena setahun kemudian terjadi gempa bumi di Lombok. “2018 sudah mulai dikenal waktu itu, terus gempa, terus stop dulu, habis itu bangkit lagi pelan-pelan saya ikut kompetisi, dari situ mulai dikenal, mulai berkembang, terus pandemi lagi awal 2020,” ujarnya kepada wartawan di Desa Wisata Bonjeruk, Lombok, Senin (22/11/2021).

    Kemudian, Yosi mencoba inovasi produk saat pandemi dengan tujuan membuat orang penasaran, salah satunya adalah stik plecing kangkung. Ia pun memasarkannya lewat WhatsApp Group, serta media sosial Instagram @ombakfood dan Facebook Ombak Food. Strategi ini diakuinya berhasil membuat Ombak Food semakin dikenal, bahkan sampai di luar NTB, seperti Bali, Lampung dan Batam.

    Selain stik plecing kangkung, beberapa produk andalan Ombak Food adalah Jaje Ragi, Stik Daun Kelor, Stik Duri Ikan, Stik Buah Naga dan masih banyak lagi. Harga jualnya berkisar Rp 7.500 – Rp 30.000.

    Ombak Food juga ikut berpartisipasi dalam NTB Expo 2021 di ajang balap motor World Superbike (WSBK) 2021 yang berlangsung pada 19-21 November 2021 di Sirkuit Mandalika. Yosi mengatakan, tidak ada satu pun produknya yang terjual pada hari pertama. “Terus saya coba untuk gimana caranya supaya ada daya tariknya pembeli mau datang. Akhirnya saya jual es, jual nasi, kopi untuk pelengkapnya. Karena setelah itu kan orang maunya nyemil gitu,” lanjutnya.

    Tidak hanya itu, ia juga memutuskan untuk berjualan lebih pagi, sehingga para panitia dan pekerja di WSBK bisa sarapan di stand Ombak Food sebelum acara dimulai. Strategi itu pun berhasil membuat stand Ombak Food semakin ramai dihari kedua dan ketiga WSBK. []

    Baca juga: Nikmatnya Nasi Ayam Merangkat, Kuliner Khas Desa Wisata Bonjeruk Lombok

  • Nikmatnya Nasi Ayam Merangkat, Kuliner Khas Desa Wisata Bonjeruk Lombok

    peloporberita.com/ – Lombok | Sektor pariwisata nasional perlahan mulai bangkit setelah mati suri akibat pandemi, termasuk di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain keindahan alam, kuliner tradisional juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan ke Lombok. Seperti halnya yang dilakukan Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, yang menawarkan kuliner Nasi Ayam Merangkat.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bonjeruk Usman mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada wilayah lain yang memasarkan Nasi Ayam Merangkat. “Di Lombok baru hanya ada di dua tempat di Bonjeruk (yang memasarkan Nasi Ayam Merangkat),” ujarnya kepada awak media, Senin (22/11/2021).

    Usman menjelaskan, merangkat adalah upacara prosesi di malam hari untuk menyambut kedatangan calon pengantin wanita yang baru saja tiba setelah “dilarikan” oleh calon pengantin pria. Makanan ini khusus disajikan kepada pengantin. Sedangkan masyarakat yang hadir akan mendapat dalam bentuk porsi. Biasanya ada telur yang dipecahkan sebagai tanda makan merangkat sudah bisa dimulai.

    “Prinsip kami adalah kami ingin memperkenalkan kuliner khas Bonjeruk yang tidak hanya didapat pada saat upacara merangkat, tapi bisa didapat setiap harinya di Pasar Bambu Desa Wisata Bonjeruk,” kata Usman.

    Ia mengingatkan bahwa ayam yang dipakai dalam masakan ini harus ayam kampung dan berusia tiga bulan supaya tulangnya lunak. “Bumbunya yang membedakan dengan kuliner Lombok lainnya adalah semuanya serba mentah dan ada daun limau. Kemudian menggunakan minyak kelapa, bukan minyak goreng,” tambahnya.

    Selain itu, Usman juga mengatakan, Nasi Ayam Merangkat harus pedas, untuk mengantisipasi ketika ayamnya sedikit tapi masyarakatnya banyak yang datang. Bagi yang tidak kuat makan pedas, maka bisa dinetralisir dengan sayur bening kelor.

    Mengingat Bonjeruk adalah desa wisata, Usman mengatakan saat ini tim pengelola Pasar Bambu Bonjeruk mengkombinasikan Nasi Ayam Merangkat dengan makanan khas Lombok lainnya, seperti beberok dan dendeng. Pokdarwis Bonjeruk memasarkan paket Nasi Ayam Merangkat dengan harga Rp 130.000 yang bisa disantap untuk tiga orang. []

    Baca juga: Berkah World Superbike Sampai ke Desa Wisata Bon Jeruk

  • MenkopUKM: Sirkuit Mandalika Bangkitkan UMKM NTB

    peloporberita.com/ – Menteri Koperasi UKM Teten Masduki berharap, terselenggaranya event Internasional di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mampu menaikkan kelas UMKM lokal. Hal ini diungkapkannya saat mengunjungi NTB Expo di Kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (21/11/2021).

    “Karena itu kita perlu menyiapkan lebih baik lagi dari sekarang bagaimana ruang promosi dari produk-produk UMKM di Sirkuit Mandalika ini menjadi lebih kuat mempromosikan produk-produk UMKM,” kata MenKopUKM

    Oleh sebab itu pendampingan dan kurasi produk, perbaikan branding, serta perbaikan produk menjadi penting karena dalam banyak kejadian dan peristiwa banyak produk UMKM ditemukan di daerah pariwisata dan bisa masuk ke pasar global.

    Menurutnya,  produk daerah masuk ke level internasional dimulai  dari hal sederhana yakni ketika produk UMKM menjadi oleh-oleh atau suvenir dari wisata itu yang membuka akses produk UMKM masuk ke pasar dunia.

    “Kita harus tampilkan produk UMKM yang betul-betul berkualitas jadi bukan hanya menjadi ruang promosi partisipasi UMKM tapi kita harus seleksi karena kita yang mau kedepankan adalah yang memiliki keunggulan dan daya saing produk,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Teten bilang UMKM harus diarahkan untuk fokus dalam 2 hal yakni kapasitas produksi dan daya saing produk. “Kita harus menyiapkan produk UMKM kita yang siap bersaing baik dalam negeri maupun luar negeri,” tuturnya.

    Di kesempatan yang sama Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan pemerintah daerah terus mendukung upaya pengembangan UMKM dengan mengoptimalkan keberadaan Sirkuit Mandalika melalui penyelenggaraan NTB expo atau pameran UMKM.

    “Ini menjadi suatu acara yang sangat membahagiakan kami dan yang sangat ditunggu-tunggu karena lebih dari 300 UMKM yang terlibat” ujar Sitti.

    Dukungan lainnya kepada UMKM yakni sejak awal pandemi pemerintah provinsi NTB dalam melaksanakan bantuan bansos tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk produk dari UMKM.

    “Alhamdulillah semangat dari masyarakat NTB baik dari anak muda hingga ibu-ibu semua terus maju untuk menghasilkan produk UMKM yang berkualitas dan mudah-mudahan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi NTB setelah masa pandemi yang cukup lama,” jelasnya.

    Dalam kesempatan ini Siti juga berterima kasih kepada Menteri Koperasi UKM yang sudah memberikan dukungannya kepada NTB. “Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang mendukung UMKM NTB mudah mudahan ke depan UMKM bangkit dan berjaya,” pungkasnya. []

  • Pengaruh World Superbike Terhadap UMKM NTB

    peloporberita.com/ – Lombok | Ajang balap motor kelas internasional, World Superbike (WSBK) 2021 telah berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 19-21 November 2021. Dalam acara ini juga diadakan NTB Expo 2021 yang diikuti oleh 330 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

    Beberapa di antara mereka memasarkan produk kerajinan lokal, salah satunya adalah Dhafi Pearl yang menawarkan berbagai produk perhiasan mutiara, mulai dari cincin, gelang, anting hingga kalung. Harga jualnya berkisar dari Rp 35.000 – Rp 1.900.000.

    Pemilik Toko Dhafi Pearl Lasmini mengatakan produk yang paling laris adalah set perhiasan mutiara air tawar. Ia juga menilai bahwa sambutan dari para pengunjung cukup positif dan omzet yang didapatkan juga cukup memuaskan setelah mengalami zero income selama pandemi.

    “Euforianya itu lumayan, karena kebanyakan penontonnya di luar. Mutiaranya banyak peminatnya,” kata Lasmini kepada awak media, Minggu (21/11/2021).

    Ke depannya, Dhafi Pearl berharap bisa mendapat pelatihan-pelatihan dari pemerintah, dan juga bisa diberi kesempatan untuk memasarkan produknya di pameran-pameran lain.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB Yusron Hadi mengatakan produk-produk UMKM yang turut meramaikan NTB Expo 2021 dan terbilang banyak peminatnya adalah kriya fashion, produk kosmetik dan kuliner. []

  • Astindo: Terima Kasih Pemerintah Sudah Membangun Sirkuit Mandalika

    peloporberita.com/ | Lombok – Event berskala internasional, World Superbike (WSBK) 2021 telah berlangsung sejak 19-21 November 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Acara ini bagaikan pembangkit bagi sektor pariwisita di Lombok, setelah mengalami puasa panjang akibat gempa bumi yang memporak-porandakan Lombok pada 2018 dan pandemi Covid-19 sejak 2020.

    “Terima kasih kepada pemerintah karena sudah membangun Sirkuit Mandalika,” kata Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) wilayah NTB Sahlan M. Saleh kepada awak media, Sabtu (20/11/2021).

    Sahlan mengakui event ini terasa sedikit dipaksakan diadakan November ini, namun menurutnya acara ini bisa membangkitkan asa para pelaku usaha pariwisata. “Asa kita itu tumbuh. Hidup kita kelihatan. Tadinya karyawan saya sudah tidur-tiduran,” tambah Sahlan.

    Selama pandemi, menurut Sahlan, tidak sampai 10 anggota Astindo NTB yang berhasil bertahan, dari total 68 anggota. Ia mengatakan ada beberapa anggota yang tidak yakin bahwa WSBK akan memberikan perubahan terhadap sektor pariwisata di Lombok.

    Namun kenyataannya sejak WSBK, tingkat kunjungan wisatawan di Lombok meningkat beberapa ratus persen dibanding bulan lalu saat pemerintah menerapkan pembatasan perjalanan akibat pandemi.

    Sahlan pun optimistis keadaan akan semakin membaik, ketika ajang Moto GP berlangsung pada Maret 2022. []

  • World Superbike Bikin Denyut Ekonomi Lombok-Sumbawa Berdegub Kencang

    peloporberita.com/ | Lombok – Event world superbike (WSBK) memicu denyut perekonomian Lombok-NTB. Dampak perhelatan WSBK, tidak hanya dirasakan pelaku industri pariwisata di level atas. Pelaku usaha di level menengah ke bawah juga ikut tersenyum melihat kondisi ekonomi warga mulai membaik.

    Perhelatan event WSBK di sirkuit Mandalika sepekan terakhir membuat denyut perekonomian masyarakat Lombok Sumbawa berdegub kencang. Dampak pertumbuhan ekonomi, tidak saja dirasakan pelaku usaha di level menengah ke atas. Masyarakat di level bawah pun, mulai sumringah menyambut dampak perhelatan motor sport internasional ini.

    “Bila perlu, waktu pagelaran world superbike ini ditambah hingga beberapa hari ke depan. Biar ekonomi Lombok ini tumbuh subur,” kata seorang pengusaha kuliner, Rini, Minggu (21/11/2021).

    “Hotel penuh, restaurant panen, semoga toko souvenir dan destinasi wisata juga banyak dikunjungi wisatawan menonton WSBK.”

    Rini mengumpamakan, seperti musim kemarau merindukan hujan, begitulah kondisi ekonomi Lombok kini. Hampir dua tahun ekonomi terpuruk akibat pandemi, sekarang diguyur dan tumbuh subur.

    “Tentu kami sangat bersyukur, dan semoga ini menjadi pertanda ekonomi NTB akan menjadi lebih baik ke depan,” sebutnya.

    Hal yang sama diungkapkan Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, Sahlan M. Saleh. Menurutnya, Pemulihan pariwisata yang berdampak langsung ke pertumbuhan ekonomi warga kian terasa.

    “Perhelatan WSBK ini menjadi trigger pemulihan pariwisata Lombok Sumbawa. Saya cukup merasakan perbaikan dan dampak cukup signifikan di perusahaan saya. Ini menjadi pertanda baik pertumbuhan ekonomi Lombok Sumbawa kian membaik,” tegas di depan awak media.

    Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi pun mengkonfirmasi perihal pemulihan pariwisata NTB yang dimulai Oktober lalu. Denyut pertumbuhan dan pemulihan pariwisata Lombok Sumbawa kian terasa setelah event WSBK digelar.

    “Hotel penuh, restaurant panen, semoga toko souvenir dan destinasi wisata juga banyak dikunjungi wisatawan menonton WSBK,” sebut Yusron. []

  • Euforia WSBK, Astindo: Pariwisata NTB Sudah Mendekati Normal

    peloporberita.com/ | Lombok – Tidak diragukan lagi, penyelenggaraan event berskala Internasional World Superbike Mandalika yang berlangsung 19-21 November 2021, merangsang kembali bisnis Pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sebelumnya mati suri akibat gempa Lombok dan Pandemi Covid-19.

    “Sejauh ini dengan adanya sirkuit Mandalika menjadi trigger untuk pemulihan pariwisata. Dari perusahaan saya sendiri juga ternyata peningkatannya cukup signifikan dilihat dari kedatangan tamu kita,” tutur Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sahlan M. Saleh kepada wartawan saat diwawancarai Sabtu, 21 November 2021.

    “Sudah mendekati normal,”

    Bahkan untuk memenuhi kebutuhan minibus para wisatawan di event WSBK, Astindo sampai meminta bantuan dari pelaku bisnis travel di Bali.

    “Dalam event WSBK ini, kita hampir kesulitan mencari minibus seperti Avanza, Innova dan Alphard. Bahkan kami minta teman-teman di Bali untuk dibawa kesini,” ungkapnya.

    Sahlan juga menyebutkan dengan adanya WSBK, tingkat kunjungan wisatawan di Lombok meningkat beberapa ratus persen dibanding bulan lalu saat Pemerintah menerapkan pembatasan perjalanan lantaran pandemi Covid-19. Sedangkan jika dibanding periode yang sama dengan tahun sebelum gempa, peningkatannya 100%.

    “Sudah mendekati normal,” ucapnya menjelaskan kondisi pariwisata di NTB.

    Baca juga :

    Meski demikian, kedepannya Sahlan berharap agar harga tiket bisa ditetapkan dari jauh-jauh hari sebelum acara. Ia juga menginginkan tiket untuk warga Indonesia diberi harga khusus, terlebih untuk warga lokal. Selain itu, promosi juga perlu ditingkatkan dan management pengaturan tiket harus diperbaiki.

    “Kami (Astindo), mempunyai waktu satu bulan untuk membuat produk ketika harga itu sudah rilis. Sangat mepet, kurang dari sebulan atau (hanya) 3 minggu,” tandasnya.

    Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, mengkonfirmasi perihal pemulihan pariwisata NTB mulai Oktober lalu. Denyut pertumbuhan dan pemulihan pariwisata Lombok Sumbawa kian terasa setelah event WSBK digelar.

    “Hotel penuh, restaurant panen, semoga toko souvenir dan destinasi wisata juga banyak dikunjungi wisatawan penonton WSBK,” tandas Yusron penuh harap. []

  • Dukung World Superbike Mandalika, KemenKopUKM dan BNI Gelar NTB Expo 2021

    peloporberita.com/ –  Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) berpartisipasi dalam NTB Expo 2021 yang berlangsung mulai tanggal 19-21 November 2021. Dalam acara yang ditujukan untuk mendukung perhelatan World Superbike (WSBK) 2021 ini, Kemenkop UKM bersinergi dengan BNI Xpora dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

    “World Superbike Championship di Mandalika merupakan ajang yang strategis untuk   memperluas akses produk UMKM sekaligus memperkuat citra produk UMKM Indonesia di mata dunia,” tutur Deputi Bidang UKM, KemenkopUKM Hanung Harimba Rachman, Kamis (18/11/2021).

    “WSBK menarik animo penonton dan pengunjung yang sangat besar baik dari kalangan wisawatan asing maupun domestik.  Ini adalah kesempatan yang sangat baik, produk UKM Indonesia tampil di ajang balap motor yang terkenal di dunia.”

    Lokasi yang digunakan untuk area NTB Expo 2021, adalah Area Parkir Sirkuit 1 Mandalika sebab lokasi tersebut secara strategis akan dilalui oleh pengunjung yang diperkirakan mencapai lebih dari 40.000 orang baik lokal maupun dari manca negara.

    Sebanyak 50 UKM berorientasi ekspor, difasilitasi oleh Deputi Bidang UKM dari 330 UKM yang akan ikut dalam pameran tersebut. Perinciannya, 39 UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, 1 binaan Dinas Perindustrian Provinsi NTB yaitu Science Technology and Industrial Park (STIP), serta 10 UKM binaan PT  Bank BNI (Persero), Tbk.

    Selain itu, dalam acara pembukaan NTB Expo 2021, juga akan berlangsung kegiatan business matching UKM provinsi NTB dengan Duta Besar dan Atase Perdagangan dari Belarusia.

    Baca juga : 

    “Event WSBK menarik animo penonton dan pengunjung yang sangat besar baik dari kalangan wisawatan asing maupun domestik.  Ini adalah kesempatan yang sangat baik, produk UKM Indonesia tampil di ajang balap motor yang terkenal di dunia,” ungkap Hanung.

    Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, merupakan destinasi wisata dunia yang berada dalam wilayah seluas 1.035 hektar di kabupaten Lombok Tengah.  KEK Mandalika, diproyeksikan dapat menarik investasi sebesar Rp40 triliun dan akan menyerap lebih dari 500 ribu tenaga kerja hingga tahun 2025.

    Mandalika juga telah ditetapkan sebagai destinasi wisata super prioritas yang akan mengangkat citra Indonesia di sektor pariwisata. Faktor geografis Mandalika, mendukung terselenggaranya berbagai event olah raga kelas dunia seperti balap motor, kapal layar, surfing, skydiving, dan lain sebagainya yang akan berdampak terhadap meningkatnya pariwisata NTB dan Indonesia. []

  • Jelang World Superbike 2021 Mandalika, Begini Persiapan Pemerintah

    peloporberita.com/ – Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah dipersiapkan secara matang untuk menyukseskan pertandingan World Superbike 2021. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R. M. Manuhutu pada Forum Merdeka Barat 9, Superbike 2021: Dari Mandalika untuk Dunia pada hari Selasa, (16/11/2021).

    “Pembangunan sirkuit Mandalika merupakan proyek besar, bukan hanya bagi pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta yang terlibat,” tutur Deputi Odo soal sirkuit Mandalika.

    “Pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat telah menyiapkan berbagai protokol dan aturan untuk menyambut euforia World Superbike pada 19–21 November 2021 dan juga Moto GP pada Maret 2022 mendatang.”

    Kunci dari pembangunan ini menurutnya adalah kerja sama serta komunikasi yang jelas antar semua pihak yang terlibat. Sedangkan hal utama yang diinginkan dari pembangunan ini adalah menghadirkan manfaat bagi masyarakat, utamanya penduduk di NTB.

    Odo R. M. Manuhutu
    Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R. M. Manuhutu. (Foto:Pelopor.id/Kemenko Marves)

    “Salah satu manfaatnya ditujukan kepada 200 Stand UMKM yang dapat berjualan selama pertandingan berlangsung. Jadi tidak hanya menonton tetapi juga dapat berbelanja,” ungkapnya.

    Selain itu, Pembangunan sirkuit ini diharapkan memberikan multiplier effect atau efek berganda bagi masyarakat, seperti menciptakan tenaga kerja. Selain itu, peningkatan wisata juga diharapkan dapat terjadi di luar wilayah Mandalika.

    Baca Juga :

    “Pemerintah pusat juga telah menyiapkan berbagai hal, seperti penyediaan bus angkutan untuk transportasi masyarakat dan rekayasa lalu lintas oleh Kementerian Perhubungan, perbaikan sarana, prasarana, dan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kesiapan simulasi protokol keamanan, kesehatan dan keselamatan oleh Basarnas, rehabilitasi hutan dan lahan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan diseminasi informasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika,” sebut Deputi Odo.

    Adapun hal utama yang harus dijaga adalah protokol kesehatan agar tidak terjadi kluster baru Covid-19 di Mandalika, serta protokol CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, bahwa WSBK Mandalika bisa menjadi candradimuka dan sebagai jalan agar olahraga balap di Indonesia kian mendunia.

    Zulkieflimansyah
    Gubernur NTB Zulkieflimansyah. (Foto:Pelopor.id/Kemenko Marves)

    “Ini menggembirakan, seperti mimpi yang jadi kenyataan. Meski MotoGP masih tahun depan, tapi getarannya sudah terasa. Gairahnya sangat terasa. Ini luar biasa,” ungkap Bang Zul panggilan akrabnya.

    “Pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat telah menyiapkan berbagai protokol dan aturan untuk menyambut euforia World Superbike pada 19–21 November 2021 dan juga Moto GP pada Maret 2022 mendatang. Diharapkan dua even internasional ini dapat memberikan dampak baik bagi NTB, Indonesia, maupun secara global,” tambahnya.

    Sebelumnya, Indonesia tercatat telah empat kali menggelar WSBK. Penyelenggaraan pertama berlangsung pada tahun 1994, dilanjutkan pada tahun 1995, 1996, dan 1997 jadi edisi terakhir. Sedangkan untuk MotoGP, sudah dilaksanakan dua kali di Indonesia, yaitu pada musim 1996 dan 1997. []

  • Bertolak ke NTB, Jokowi Resmikan Sirkuit Mandalika

    peloporberita.com/ | Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (12/11/2021). Setibanya di Lombok, Jokowi langsung menuju Pit Building Sirkuit Mandalika, untuk meninjau ruang kontrol Sirkuit Mandalika sekaligus menyimak penjelasan panel sirkuit tersebut.

    Dalam kunjungan kerja kali ini, Jokowi meresmikan Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

    “Sirkuit Mandalika dengan panjang 4,3 kilometer menggunakan aspal terbaru stone mastic asphalt siap digunakan untuk mendukung event dunia. Di mana sebentar lagi ada WSBK dan dilanjutkan pada bulan Maret MotoGP 2022,” kata Presiden Jokowi di lintasan Sirkuit Mandalika, Lombok.

    Baca juga: Menteri Perhubungan Apresiasi Persiapan Pengamanan Event IATC dan WSBK

    Selain itu, Jokowi juga diagendakan menjajal langsung Sirkuit Mandalika dengan mengendarai motor balap pribadinya, sebelum meresmikan Sirkuit Mandalika dan Jalan Bypass BIL-Mandalika sepanjang 17,3 kilometer.

    “Jalan ini menghubungkan antara Bandara Internasional Lombok dengan kawasan Mandalika, telah selesai dibangun dan digunakan, sehingga jarak tempuh antara bandara dan Mandalika bisa menjadi 15 menit saja,” ucap Jokowi.

    Pada petang hari, Presiden Jokowi dijadwalkan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) secara virtual dari Novotel Lombok Resort and Villa. Kemudian bermalam di Lombok dan melanjutkan agenda kerja esok hari.

    Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, serta Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia. []