Tag: NTB

  • Bukan Juara HK Endurance Challenge Meski Finish Pertama, Begini Alasannya

    peloporberita.com/ – Event HK Endurance Challenge Lombok Series, tergolong unik lantaran atlet yang masuk garis finish pertama, ternyata bukan juaranya. Pemenangnya adalah atlet yang finish di urutan kedua.

    “Kurang pas kalau disebut sebagai sang juara di ajang HK Endurance Challenge. Kapasitas saya dalam event ini adalah sebagai elite’s dan saya adalah pelatih.”

    Alasannya, Atlet Andy Wibowo meskipun menyentuh garis finish pertama kali, ia sadar bukanlah juara HK Endurance Challenge 2021 ini. Andy mengaku, kurang pas disebut sebagai juara.

    “Menang tapi bukan juara. Karena kurang pas kalau disebut sebagai sang juara di ajang HK Endurance Challenge. Kapasitas saya dalam event ini adalah sebagai elite’s dan saya adalah pelatih. Saya tidak pantas juara ini. Jadi, kategori male (pria) juaranya adalah Yan Bahtiar,” tutur Andy secara gentleman menerangkan keputusannya.

    HK Endurance Challenge
    Bukan Juara HK Endurance Challenge Meski Finish Pertama. (Foto: peloporberita.com/Dispar NTB)

    Andy Wibowo, dalam Event HK Endurance Challenge 2021 Lombok Series ini, menjadi orang pertama menyentuh garis finish. Disusul atlet asal NTB, Yan Bahtiar, kemudian Imanuel warga negara Prancis. Pagelaran olahraga akbar berskala internasional ini dilaksanakan Minggu (17/10/20212) diikuti 100 peserta mulai dari atlet hingga elites dari 18 negara termasuk Indonesia.

    Meski berhasil menyentuh garis finish pertama, Andi Wibowo bukan juaranya. Sebab, Andy termasuk pelatih triathlon atau jajaran elites atlet triatlon.

    "Mengikuti HK Endurance Challenge ini adalah kebahagiaan luar biasa. Hampir dua tahun saya tidak mengikuti lomba. Rasa kangen mengikuti lomba kali ini sudah terbayar. Saya harap, event ini bisa menjadi event tahunan. Dan bisa diikuti peserta lebih banyak lagi," tegas Andy.

    HK Endurance Challenge

    Sementara Yan Bachtiar, akhirnya berhasil dinobatkan sebagai juara HK Endurance Challenge 2021 kategori pria dengan jarak tempuh 123 kilometer dengan waktu tempuh 5 jam 30 menit. Sedangkan juara kategori wanita diraih Emma Jean Payne asal UK dengan catatan waktu 6 jam 36 menit. Total hadiahnya sebesar 120 juta rupiah.

    Penyerahan hadiah kategori pria diserahkan Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra dan kategori wanita diserahkan Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan.

    “Kegiatan hari ini menjadi display dari The Mandalika sebagai destinasi pilihan untuk penyelenggaraan sport tourism di Indonesia. Dengan tersedianya Jalan Kawasan Khusus/Mandalika International Street Circuit, infrastruktur dasar dan penunjang, serta spot alam seperti pantai-pantai dan perbukitan, kami optimistis kawasan The Mandalika siap menjadi tuan rumah berbagai event sport maupun wisata budaya," ungkap Novias Nurendra.

    Novias juga menjelaskan, bahwa kegiatan yang sudah ditetapkan sebagai pre-event MotoGP ini dikemas dengan konsep eksibisi lomba olahraga ketahanan fisik yang terdiri dari renang antar pulau, bersepeda, dan lari.

    “Ini dilakukan secara berkesinambungan. Selain sebagai ajang olahraga dan menjalin koneksi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendongkrak kembali pemulihan pariwisata dan perekonomian di Lombok,” sebutnya.

    Lebih dari itu, dalam HK Endurance Challenge 2021 ini, pihaknya juga memberikan bantuan untuk pembangunan sarana pendidikan di Lombok melalui program charity bagi institusi pendidikan di sekitar rute kegiatan. []

  • 100 Atlet HK Endurance Challenge 2021 Ikut Gala Dinner

    peloporberita.com/ – HK Endurance Challenge 2021 akan diselenggarakan 17 Oktober besok dan memperlombakan tiga cabang olahraga, mulai dari renang 2 Kilometer dari Gili Air ke Pantai Sire, bersepeda dari Pantai Sire ke Novotel Hotel Lombok sejauh 100 Kilometer, dan lari 21 kilometer dari Novotel Hotel Lombok ke Mandalika.

    Sebelum ajang tersebut, para atlet kelas dunia tersebut terlebih dulu mengikuti acara gala dinner pada Jumat, 15 Oktober 2021 yang dihadiri oleh Gubernur NTB dan beberapa dinas terkait, seperti Bupati Lombok Utara, Dinas Pariwisata NTB, Dinas PU, Kapolda NTB, Dinas PUPR, dan beberapa dinas terkait lainnya.

    “Semua yang sudah stay di Indonesia dan mewakili lima Benua Eropa.”

    Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh atlet dan berharap para atlet dapat mengikuti lomba hingga akhir sembari menikmati pemandangan yang disuguhkan selama perlombaan berlangsung.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional 1 HK Endurance Challenge, Novias Nurendra melaporkan bahwa jumlah peserta yang akan mengikuti HK Endurance Chalenge mencapai sekitar 100 orang dari 18 negara.

    “Semua yang sudah stay di Indonesia dan mewakili lima Benua Eropa,” tuturnya.

    Acara gala dinner ini, dirangkai juga dengan pemberian bantuan kepada 25 sekolah dasar yang di lalui peserta lomba masing-masing sebesar Rp25 juta. Selain itu, dalam acara gala dinner tersebut, juga dilakukan upacara adat Sembeq oleh Sesepuh Adat Lombok Utara Datu Artadi diserta tokoh adat lainnya kepada 10 orang perwakilan peserta.

    Adapun untuk pemenang putra dan putri, masing-masing juara 1 mendapat hadiah Rp25 juta kemudian juara 2 mendapat Rp20 juta dan juara 3 mendapat 15 juta.[]

  • HK Endurance Challenge Lombok Series Resmi Dimulai Hari Ini, Didukung Penuh oleh Gubernur NTB

    peloporberita.com/ | HK Endurance Challenge Lombok Series mendapat dukungan penuh dari Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, atau akrab disapa Bang Zul. Ia menyampaikan hal itu dalam kunjungan Direktur Operasi I Hutama Karya sekaligus Pembina HK Endurance Challenge Lombok Series Novias Nurendra.

    “Yakinkan wisatawan kondisi Lombok-Sumbawa jauh lebih kondusif seiring level Covid-19 di NTB melandai. Jaga NTB agar tetap sehat dan terbebas dari ancaman pandemi Covid-19. Caranya displin protokol kesehatan dan sukseskan event HK Endurance Challenge ini,” kata Bang Zul di Mataram, Kamis (14/10/2021).

    Baca juga: Kadispar NTB Pastikan Hutama Karya Endurance Challenge berlangsung 15-17 Oktober

    Novias menemui Bang Zul untuk mengupdate informasi persiapan event. Rangkaian event HKEC Lombok Series dimulai hari ini (15/10/2021) dan puncak acara berlangsung pada Minggu (17/10/2021). Garis start dimulai dari Gili Air, sekitar 100 peserta dari dalam dan luar negeri akan berenang melintasi laut Gili-Pantai Sire sejauh 3 kilometer.

    Kemudian, mengayuh sepeda sepanjang 100 kilometer menuju kawasan Mandalika. Sebelum garis finish, peserta akan berlari menempuh jarak 20 kilometer. Dengan begitu, total rute yang harus ditempuh mencapai 123 kilometer. Event ini pun dikenal dengan sebutan HKEC 123K.

    Bang Zul mengatakan, acara yang diinisiasi PT Hutama Karya (Persero) ini akan digelar rutin setiap tahun. Nantinya, kegiatan yang diikuti 18 negara 5 benua Eropa ini akan diabadikan pada sebuah tugu, monumen yang menyematkan nama dan asal negara peserta. Jika terealisasi, ini bisa menjadi destinasi baru Lombok-Sumbawa.

    Baca juga: Kadispar NTB Buka Ajang Mister Tourism 2021 yang Diikuti 27 Peserta

     

    Dalam event ini, Pemerintah Daerah NTB juga berencana menampilkan produk motor listrik karya putra daerah agar dapat dikenal peserta HK Endurance Challenge dari mancanegara.

    Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTB Ridwan Syah, Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi, serta Ketua Panitia HK Endurance Challenge Octovianus.

    “Momentum ini menjadi pertanda kebangkitan ekonomi dan pariwisata Lombok-Sumbawa. HK Endurance Challenge Lombok Series di The Mandalika ini menjadi uji coba event sport tourism atas penggunaan Jalan Kawasan Khusus (JKK) atau lebih dikenal dengan Pertamina Mandalika International Street Circuit. JKK tidak saja diperuntukan sebagai tempat penyelenggaraan event balap motor internasional sekelas MotoGP dan World Superbike (WSBK), namun juga menunjang event-event sport tourism dan pariwisata lainnya,” tegas Ridwan Syah. []

  • Kadispar NTB Buka Ajang Mister Tourism 2021 yang Diikuti 27 Peserta

    peloporberita.com/ – Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi, pada Kamis, 14 Oktober 2021 membuka ajang pemilihan Mister Tourism Indonesia 2021 tingkat provinsi. Dalam ajang tersebut sudah terpilih sebanyak 27 peserta yang telah lolos audisi tingkat Kabupaten/Kota se-NTB.

    “Tahapan dari tanggal 11 sampai 13 Oktober 2021 adalah pra karantina dan tanggal 14 sampai 15 oktober 2021 karantina, sedangkan malam finalnya tanggal 16 Oktober 2021,”ungkap Kadispar NTB kepada para wartawan Kamis, 14 Oktober 2021.

    “Event serupa seperti pemilihan Duta Pariwisata tingkat nasional maupun Pemilihan Putri Pariwisata NTB akan berlangsung di NTB juga dalam waktu dekat yang mengambil tempat di destinasi-destinasi wisata.”

    Yusron Hadi mengungkapkan, event ini membuktikan bahwa insan pariwisata di NTB tetap eksis meskipun dalam skala terbatas. Sekaligus, Pemilihan Mister Tourism menambah deretan kegiatan yang turut membantu pulihnya kepariwisataan NTB.

    Kadispar NTB Buka Ajang Mister Tourism yang Diikuti 27 peserta
    Kadispar NTB Buka Ajang Mister Tourism yang Diikuti 27 peserta. (Foto:Pelopor.id/Kadispar NTB)

    “Event serupa seperti pemilihan Duta Pariwisata tingkat nasional maupun Pemilihan Putri Pariwisata NTB akan berlangsung di NTB juga dalam waktu dekat yang mengambil tempat di destinasi-destinasi wisata,” tegasnya.

    Kadispar NTB lebih lanjut menerangkan bahwa semua kegiatan tersebut akan terselenggara sebelum World Superbike (WSBK) Mandalika. Begitu pula dengan kegiatan sport tourism dan Festival Budaya Sembalun yang juga akan dilangsungkan sebelum WSBK dari tanggal 25 Oktober sampai 7 November 2021.

    Yusron Hadi berharap, sederet acara ini dapat menggeliatkan kembali sektor pariwisata NTB dan hotel-hotel yang mati suri akibat terhantam pandemi Covid-19 bisa kembali beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan lokal maupun internasional.[]

  • Bantu Penerapan CHSE di NTB, PGTI Sumbang 50 Thermo Gun

    peloporberita.com/ – Persekutuan Gereja Tionghoa Indonesia (PGTI) Jakarta, memberikan bantuan 50 buah thermo gun untuk membantu penerapan CHSE – Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) di Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Bantuan tersebut, diserahkan oleh perwakilan PGTI Jakarta di NTB, Hintantua Chandra dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi yang selanjutnya akan diberikan kepada pemilik homestay di sekitar kawasan Mandalika-Lombok Tengah. Salah satunya, Sarhunta homestay Mandalika.

    “Alat ini (thermo gun) sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk mendukung event-event internasional di Mandalika.”

    Sebelumnya, PGTI Jakarta juga berperan aktif memberikan bantuan saat NTB dilanda gempa dahsyat yang menyebabkan puluhan bahkan ratusan korban meninggal dunia. Nah, Jelang pelaksanaan event World Superbike (WSBK) dan MotoGP ini, PGTI hadir kembali memberi bantuan sekaligus ikut mendukung pembangunan pariwisata di NTB.

    "Alat ini (thermo gun) sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk mendukung event-event internasional di Mandalika," tutur Hasbul Wadi berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Bantu Penerapan CHSE di NTB, PGTI Sumbang 50 Thermo Gun

    Jelang digelarnya sejumlah event olahraga berskala internasional di Mandalika, beberapa ketentuan disyaratkan organisasi olahraga internasional. Diantaranya memenuhi ketentuan 65 persen vaksin. Namun capaian vaksin di Lombok Tengah mencapai 70,26 persen.

    Ketentuan lain penerapan protokol kesehatan dan sudah tersertifikasi CHSE. Upaya memenuhi ketentuan yang disyaratkan penyelenggara event internasional ini hampir seluruhnya sudah mencapai target.

    Dari kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung perhelatan event, pemerintah daerah dan pemerintah terus bekerja keras. Berkolaborasi dengan berbagai pihak, seluruh komponen pemerintah dan pihak swasta telah berupaya menyelesaikan sejumlah pekerjaan pendukung event.

    Upaya ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan penyelenggara event. Selebihnya, kebijakan pemerintah pusat menciptakan situasi yang ramah pandemi.

    Adapun event HK Endurance Challenge akan digelar 15-17 Oktober. Kemudian akan disusul dengan WSBK 19-21 Nopember. Puncaknya perhelatan event MotoGP Maret 2022 tahun depan.

    “Melihat renteten event dalam waktu dekat ini, kita perlu meyakinkan penonton dan wisatawan yang akan datang ke Lombok-Sumbawa. Bahwa kita menjamin dan bisa hidup berdampingan pandemi covid-19. Jika ini bisa kita lalui dengan aman dan lancar, puncaknya event MotoGP tahun depan. Maka bisa kita pastikan semua berjalan lancar. Semoga,” ungkap Kadispar NTB Yusron Hadi. []

  • Menparekraf: World Superbike Dongkrak Pendapatan Desa Wisata Lombok Rp 500 Juta

    peloporberita.com/ | Jakarta –  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan bahwa pelaksanaan World Superbike yang akan digelar di Sirkuit Mandalika bisa mendongkrak pendapatan desa wisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Rp 500 juta.

    “Saya hitung ada 25 ribu kunjungan dengan total belanja per hari Rp 100-250 ribu untuk produk kreatif, Ini akan menumbuhkan (pendapatan) bagi lokasi masing-masing Rp 250-500 juta,” tutur Sandiaga dalam acara media briefing virtual Senin, 11 Oktober 2021.

    Sandiaga mengatakan kejuaraan balap motor internasional yang akan digelar pada 19-21 November ini, akan menghadirkan penonton dengan jumlah kuota yang dibatasi maksimal 25 ribu orang.

    Sandiaga Uno
    Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto:Pelopor.id/YouTube Kemenparekraf)

    World Superbike sendiri, merupakan ajang pemanasan sebelum pergelaran MotoGP pada 2022 mendatang. Selama berlangsungnya World Superbike, penonton diharapkan memesan akomodasi yang tersebar di sekitar Mandalika, termasuk homestay di desa wisata.

    “Saya hitung ada 25 ribu kunjungan dengan total belanja per hari Rp 100-250 ribu untuk produk kreatif, Ini akan menumbuhkan (pendapatan) bagi lokasi masing-masing Rp 250-500 juta.”

    Adapun di sekitar Mandalika terdapat desa-desa wisata yang sangat potensial, seperti desa wisata dusun Sade, Rembitan, Bilebante, Sukarara, Sembalun, dan desa-desa wisata lainnya yang dapat menjadi peluang.

    Sedangkan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, baru tersedia tiga hingga empat hotel. Pemesanan akomodasi di desa-desa wisata pun diklaim bisa mendongkrak pendapatan masyarakat sekitar, baik untuk pembelian makan dan minum maupun suvenir.[]

  • Kadispar NTB Pastikan Hutama Karya Endurance Challenge berlangsung 15-17 Oktober

    peloporberita.com/ | Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi memastikan bahwa ajang Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC) berlangsung tanggal 15 sampai 17 Oktober dengan mengundang 100 atlet triathlon.

    “Sedangkan ajang renang dari Gili Air ke Pantai Legian sire sepanjang 2 kilometer, akan dimulai pada tanggal 17 Oktober 2021 Pukul 06.30 WITA,” tutur Kadispar saat mengunjungi lokasi Gili Air untuk melihat lokasi start venue acara tersebut.

    Baca juga: World Superbike Mandalika Diharap Tumbuhkan Ekonomi NTB 5-6%

    Kadispar NTB menjelaskan, nantinya sepanjang rute renang, akan dikawal oleh grup gendang beleq di atas perahu untuk memberi semangat kepada peserta. Selanjutnya, dari pantai Legian sire dilanjutkan dengan riding sejauh 100 kilometer melintasi kawasan Senggigi, Kota Mataram, by pass BiL menuju Kawasan Mandalika.

    Baca juga: Dispar NTB Beri 3 Pelatihan Sekaligus ke Pengelola Homestay di Tete Batu

    “Tiba di Mandalika dilanjutkan dengan lari 20 kilometer mengitari jalan Kawasan Mandalika dan sirkuit Mandalika. Diperkirakan, finish tercepat akan terjadi pukul 11.30 WITA.” ungkapnya.

    Adapun, Gala Dinner berlangsung di Hotel Tugu pada tanggal 15 Oktober malam sekaligus technical meeting. Sedangkan para peserta menginap di Sire, Senggigi dan juga Mandalika. Acara gala dinner dan juga closing event, akan dimeriahkan oleh pentas seni dan juga pameran ekraf. []

  • Profil Yusron Hadi, Kadispar NTB yang Asli Putra Lombok

    peloporberita.com/ | Masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), baru saja menjalankan ritual Mandi Safar pada Rabu (06/10/2021). Mandi Safar adalah ritual yang dikenal dengan istilah ‘Rebo Bontong’ yang dilaksanakan rutin setiap tahun dibulan Safar (perhitungan kalender Islam). Ritual ini dipercaya akan membangkitkan pariwisata Lombok-Sumbawa, yang sebelumnya mati suri akibat pandemi Covid-19.

    Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi ikut serta dalam ritual tradisi Rebo Bontong di Gili Meno. Ia menilai tradisi Rebo Bontong merupakan aset budaya masyarakat Lombok. Budaya ini, jika dikemas menarik bisa menjadi atraksi unik yang layak jual selama masa pemulihan pariwisata NTB.

    Profil Yusron Hadi

    Mari kita mengenal sosok Yusron Hadi, Putra Lombok yang membesarkan pariwisata NTB.

    Yusron Hadi lahir di Lombok Timur, NTB, pada 11 Juni 1970. Ia memiliki seorang istri bernama Hj. Nurul Amalia dan seorang anak bernama Salsabila Rifda Afiya.

    Yusron meraih gelar Sarjana Tehnik (ST) Perencanaan Wilayah dan Kota di Malang pada 1995. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan S2 dan mendapatkan gelar Master of Urban Management (MUM) University of Canberra, Australia, pada tahun 2001.

    Tidak hanya pendidikan formal, Yusron sebagai seorang pengawai negeri sipil (PNS) juga menempuh pendidikan struktural, yaitu Diklat Pimpinan tingkat IV (2003), Diklat Pimpinan tingkat III (2011) dan Diklat Pimpinan tingkat II (2017).

    Yusron Hadi
    Kadispar NTB Yusron Hadi. (Foto :peloporberita.com/Dispar NTB)

    Sebelum menjadi Kepala Dinas Pariwisata NTB, ia menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB (2019-2021), setelah menjadi Kepala Biro Organisasi Setda NTB ( 2017-2019).

    Selama Yusron mengabdi sebagai PNS, cukup banyak pencapaian yang sudah ia raih, antara lain menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB 2010-2030, memfasilitasi Juara 3 Nasional Anugerah Perencanaan Pembangunan Daerah bagi Provinsi skala menengah pada tahun 2013-2014, memfasilitasi Golden Award bagi Pemerintah Provinsi NTB dalam Pelayanan Publik dari Ombudsman RI 2018, dan memfasilitasi pembangunan Samsat Kapal Perikanan Provinsi NTB 2020.

    Yusron Hadi juga aktif mengikuti pelatihan di luar negeri, beberapa di antaranya The Optimal Site for Kobold Turbine (ICS Unido Trieste Italy, 2007), Port Management and Planning (Bremen-Germany 2009), Global Geopark Network Conference (Torkey UK, 2016) dan Study visit Ningxia Province (China, 2017). []

  • Mengenal Ritual Mandi Safar dan Manfaatnya Bagi Pariwisata NTB

    peloporberita.com/ – Ritual Mandi Safar, menjadi salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya warga Gili Meno. Kali ini, tradisi itu diselenggarakan pada Rabu, 6 Oktober 2021.

    Lalu apa itu ritual Mandi Safar?, Mandi Safar adalah ritual yang dikenal dengan istilah ‘Rebo Bontong’ yang dilaksanakan secara rutin dari tahun ke tahun tiap bulan Safar (perhitungan kalender Islam). Ritual ini, dipercaya akan membangkitkan pariwisata Lombok-Sumbawa yang sebelumnya mati suri akibat pandemi covid-19.

    “Saya yakin tradisi Rebo Bontong menjadi magnet bagi Gili Indah. Daya tarik Gili akan menjadi perhatian penonton dan wisatawan saat WSBK dan MotoGP dihelat.”

    Tradisi di Gili Meno ini, disajikan dalam bentuk perpaduan budaya masyarakat Lombok Utara yang dibalut dalam nuansa Islami. Ritual Rebo Bontong juga dikemas sedemikian rupa agar menjadi daya tarik bagi wisatawan.

    Tahun ini, tradisi Rebo Bontong di Gili Meno tetap berlangsung walaupun terkesan sederhana lantaran masih dalam masa pandemi. Meski sederhana, tetapi tidak mengubah makna maupun arti dari ritual maupun nilai-nilai tradisi yang sudah melekat di kalangan warga Gili Meno.

    Acara tetap berlangsung khidmat dan diikuti lantunan selakaran dan dzikir. Puncak acara, menjadi momen paling ditunggu-tunggu masyarakat yaitu mandi di laut. Warga yang hadir harus rela diceburkan atau menceburkan diri ke laut.

    Yusron Hadi
    Kadispar NTB Yusron Hadi. (Foto :peloporberita.com/Dispar NTB)

    Tradisi ini menjadi kian menarik karena Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter Febrianto yang hadir diarak warga lalu diceburkan ke laut. Selain Dani, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, ikut serta dalam ritual tradisi Rebo Bontong di Gili Meno. Tak ayal lagi, tradisi tahunan ini mengundang decak kagum dan senyum wisatawan nusantara yang hadir di destinasi unggulan NTB ini.

    Kadispar menilai, tradisi Rebo Bontong merupakan aset budaya masyarakat Lombok. Budaya ini, jika dikemas menarik bisa menjadi atraksi unik yang layak jual selama masa pemulihan pariwisata NTB.

    "Jelas ini aset berharga. Jika dikemas dalam balutan tradisi yang unik dan menarik maka tradisi ini memiliki nilai jual yang tinggi untuk pariwisata NTB. Atraksi ini layak jual dan bernilai ekonomi tinggi," tutur Yusron Hadi berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip peloporberita.com/ Kamis, 7 Oktober 2021.

    Tradisi Rebo Bontong, menjadi kebangkitan pariwisata NTB, khususnya di kawasan tiga Gili. Makna ritual Rebo Bontong adalah pembersihan diri atau tolak bala (melukat dalam istilah suku Sasak, red).

    Melukat di tengah kondisi pandemi ini, tidak saja bermakna membersihkan jiwa dan diri peserta ritual Rebo Bontong. Lebih dari itu, bagi Yusron Hadi juga bermakna membersihkan destinasi dari wabah covid-19.

    Membersihkan diri selaras dengan semangat membangun kembali destinasi yang sehat dan aman. Setelah bersih dan aman, kawasan tiga Gili di Lombok Utara siap dikunjungi wisatawan.

    “Inilah saatnya. Pelaksanaan tradisi Mandi Safar, menjadi awal kebangkitan pariwisata NTB. Membangun semangat pemulihan kebangkitan pariwisata NTB,” katanya penuh harap.

    Pelaksanaan tradisi Rebo Bontong juga menjadi pertanda, bahwa warga Gili Indah bersiap menyambut event World Superbike (WSBK) 19-21 Nopember mendatang dan event MotoGP, Maret 2022 tahun depan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

    “Saya yakin tradisi Rebo Bontong menjadi magnet bagi Gili Indah. Daya tarik Gili akan menjadi perhatian penonton dan wisatawan saat WSBK dan MotoGP dihelat. Kawasan tiga Gili ini pasti dikunjungi wisatawan saat perhelatan event MotoGP dan WSBK. Pesan saya bersiaplah dan jaga Gili tetap aman dan sehat,” tadas Yusron Hadi. []

  • World Superbike Mandalika Diharap Tumbuhkan Ekonomi NTB 5-6%

    peloporberita.com/ | Pelaksanaan ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika-Lombok Tengah pada 19-21 November 2021 mendatang, diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar 5-6 persen.

    Prediksi itu salah satunya dipicu oleh peran kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat event WSBK digelar, mengingat ada ratusan UMKM yang turut berpartisipasi mendukung pelaksanaan WSBK.

    Untuk memastikan peran UMKM di ajang WSBK, Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi melakukan inspeksi pada Selasa siang (05/10/2021), meninjau lokasi etalase UMKM di area pintu kedatangan maupun keberangkatan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) Lombok.

    Baca juga: Dispar NTB Beri 3 Pelatihan Sekaligus ke Pengelola Homestay di Tete Batu

    “Etalase utama produk UMKM nantinya berlokasi di Mandalika. Namun produk ekraf (ekonomi kreatif) tidak saja terkonsentrasi di Mandalika. Tetapi tersebar di sejumlah lokasi. Termasuk di antaranya di BIZAM Lombok dan stand-stand gerai ekraf yang tersebar di sejumlah destinasi wisata. Meski berbeda lokasi (di luar areal Mandalika) UMKM tetap memiliki manfaat dan peran. Penonton dan wisatawan yang datang tidak saja menginap di Mandalika. Tetapi akan tersebar secara masif di berbagai kawasan,” kata Yusron.

    Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi menemui para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok, NTB, Selasa (05/10/2021). (Foto: Pelopor/Dinas Pariwisata NTB)

    Keberadaan UMKM yang tersebar di sejumlah lokasi itu akan dipadu dengan atraksi budaya, untuk menarik perhatian wisatawan, dan juga diharapkan mampu meningkatkan atmosfir kunjungan wisatawan di berbagai destinasi unggulan Lombok-Sumbawa. “Kami akan segera membuat designnya dengan nuansa budaya lokal. Nanti kita lihat, berapa stage yang bisa kita siapkan,” ujar Yusron.

    Yusron memperkirakan BIZAM mampu menampung 302 stand UMKM dan pihaknya juga akan mengupayakan stand UMKM yang terbuat dari tenda. Sedangkan produk UMKM yang bisa ditampilkan ditafsir mencapai 40 jenis yang dikemas sedemikian rupa agar bisa menarik perhatian dan minat beli wisatawan. Ragam produk UMKM ini pun siap dipajang di sejumlah hotel.

    Baca juga: STP Mataram Tanpa Lelah Cari Potensi Desa Wisata NTB

    “Seluruh produk yang ditampilkan nanti, kami pastikan sudah terkurasi dengan standar nasional dan internasional. Sudah terkurasi sekitar 40 jenis produk UMKM. Di antara ragam produk itu kriya, snack, hasil pertanian, madu, sabun, gula, kopi dan ragam lainnya,” ungkap Yusron.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) NTB Ahyak Mudin optimistis, ajang WSBK akan memberi manfaat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi NTB, terutama masyarakat desa yang wilayahnya merupakan kawasan wisata pedesaan. “Jika produk unggulan warga (UMKM) bisa tercover, akan memberi dampak besar bagi perekonomian masyarakat. Kami optimis pertumbuhan ekonomi NTB bisa terkatrol hingga 5 persen,” kata Ahyak. []