peloporberita.com/ – Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengumumkan bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia, dengan membidik ekspor chip semikonduktor dan lembaga keuangan. Semikonduktor, adalah komponen penting dalam berbagai produk, dari mobil hingga konsol game. Saat ini pasokannya terbatas di seluruh dunia.
Sanksi ini, diungkapkan Kishida setelah para pemimpin G-7 setuju untuk menerapkan hukuman terhadap Rusia secara ekonomi, lantaran telah menyerang Ukraina.
Kishida menjelaskan, Jepang merencanakan pembekuan aset dan penangguhan penerbitan visa untuk individu dan organisasi Rusia, serta pembekuan aset yang menargetkan lembaga keuangan Rusia.
“Ketiga, kami akan memberikan sanksi ekspor ke organisasi terkait militer Rusia. Dan ekspor ke Rusia (untuk) barang-barang keperluan umum seperti semikonduktor dan barang-barang dalam daftar terbatas, berdasarkan perjanjian internasional,” tuturnya Jumat (25/02/2022).
Media lokal menyebut Bank Rossiya, Promsvyazbank, dan bank pembangunan ekonomi Rusia VEB akan dikenai sanksi meski Kishida tidak merinci skala sanksi atau individu dan lembaga mana yang akan menjadi sasaran.
Sebelumnya, pemerintah Jepang mengumumkan larangan penerbitan dan perdagangan obligasi pemerintah Rusia di Jepang setelah negara tersebut memerintahkan pasukan ke dua wilayah Ukraina yang dikuasai separatis.
Duta Besar Rusia untuk Tokyo Mikhail Galuzin, pada hari yang sama mengatakan bahwa langkah-langkah kontraproduktif akan menemui tanggapan serius dari Rusia.
Menurut Galuzin, sanksi itu didorong oleh dalih yang benar-benar tidak berdasar. Jepang dan Rusia memiliki hubungan yang kompleks dan tidak menandatangani perjanjian damai setelah Perang Dunia II.
Lebih lanjut, keduanya dalam perselisihan berkepanjangan atas empat pulau yang diklaim oleh pemerintah Rusia pada hari-hari terakhir konflik. Pulau-pulau tersebut, di lepas pantai pulau paling utara Jepang Hokkaido, dikenal sebagai Kuril selatan di Rusia dan Teritori Utara di Jepang.[]
peloporberita.com/ | Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengangkat kain dan kopi sebagai sarana diplomasi internasional dalam perhelatan G20 pekan lalu.
Merujuk pada Kajian Indonesia Eximbank Institute, nilai ekspor kopi Indonesia tahun ini diperkirakan mampu mencapai Rp 14 triliun. Sedangkan, potensi ekspor kain tenun dan kerajinan kain diproyeksi mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
“Potensi kain dan kopi untuk dikenalkan kepada negara-negara lain itu masih sangat besar. Hari ini, produksi kopi Indonesia sudah menjadi bagian dari bisnis dan industri kopi dunia,” kata Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso Bondan yang dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan.
Apalagi, Indonesia termasuk negara produsen kopi terbesar selain Brazil, Kolombia dan Vietnam. Terkait hal itu, LPEI mendorong para produsen kopi di level hulu untuk ikut memanfaatkan peluang bisnis tersebut, salah satunya melalui program Desa Devisa untuk komoditas kopi.
Dalam pertemuan G20 sektor finansial pekan lalu, LPEI juga berkolaborasi dengan para barista muda Indonesia yang sudah meraih pengakuan internasional untuk menyajikan kopi terbaik kepada para delegasi dan tamu undangan.
Kemudian LPEI juga menunjukkan kain tenun lurik dan tenun ikat yang sebagian sudah diolah menjadi aneka bentuk fashion dan home furnishing.
“Dengan mengangkat kain-kain nusantara, LPEI melihat bahwa langkah ini memiliki dua manfaat yaitu sekaligus mengangkat bisnisnya dan melibatkan perempuan dalam industri sehingga menjadikan kaum perempuan lebih berdaya,” ucap Rijani.[]
peloporberita.com/ – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Mataram, mencatat, ekspor mutiara laut dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat signifikan selama tahun 2021.
“Peningkatannya hampir 100%, sebagai catatan di tahun 2020 ekspor mutiara hanya Rp8,79 miliar,” tutur Kepala BKIPM Mataram, Obing HA di kantornya, Kamis (27/1/2022).
Ekspor Mutiara Laut NTB Meningkat Hampir 100%. (Foto:Pelopor.id/KKP)
Obing menjelaskan, negara-negara tujuan ekspor mutiara laut meliputi Australia dengan nilai sebesar Rp78,63 miliar kemudian Tiongkok Rp745,23 juta. Sedangkan negara lain tujuan utama ekspor mutiara laut yakni Hongkong senilai Rp2,66 miliar, India Rp279 juta, Amerika Serikat Rp76,40 juta dan Taiwan Rp2 juta.
Obing juga memastikan, jajarannya akan terus memberikan pendampingan ke pelaku usaha serta pembudidaya mutiara laut. Hal ini sebagai bentuk komitmen penjagaan mutu/kualitas mutiara laut dari NTB.
“Kita selalu pastikan, sebelum diekspor kita cek keaslian dan terus memantau kegiatan budidayanya. Tentu ini untuk menghindari adanya penyakit di kerangnya,” ungkap Obing. []
peloporberita.com/ – Kementerian Perdagangan bersama PT. Astra International melepas ekspor sepuluh jenis produk olahan sorgum bernilai Rp700 juta ke Timor Leste dan Malaysia pada Sabtu (22/1/2022) di Dusun Lokok Sutrang, Desa Santong Mulia, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pelepasan ekspor tersebut berlangsung bersamaan dengan panen raya sorgum di lokasi yang sama. Produk-produk yang diekspor kali ini, diproduksi oleh CV. Yant Sorghum yang membina petani sorgum di Desa Sejahtera Astra (DSA) Lombok, NTB.
Kesepuluh produk olahan sorgum yang dilepas ekspornya adalah keripik tempe sorgum, roll sorgum, puff sorgum, keciput sorgum, stik bawang sorgum, beras sorgum, tepung sorgum, biskuit sorgum, gula cair sorgum kemasan botol dan saset, serta sendok dan garpu berbahan sorgum yang bisa dimakan (edible sorghum spoon and fork).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi, menyambut positif panen raya sorgum untuk ekspor itu. Ia berharap desa binaan Astra mampu mencetak eksportir yang dapat mengekspor produk-produk mereka secara berkesinambungan.
“Kegiatan hari ini merupakan salah satu implementasi Kerja Sama Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa dengan PT. Astra International Tbk yang bertujuan meningkatkan kapasitas ekspor desa ke pasar global, salah satunya adalah produk olahan sorgum. Sejak diformalkan pada 28 Juli 2021, Kemendag dan Astra berkomitmen bahwa dari sekitar 900 desa binaan Astra, minimal 100 desa harus mampu ekspor secara mandiri dan mendapatkan repeat order dalam kurun waktu dua tahun, yaitu pada 2023 mendatang,” tutur Didi.
Kemendag dan Astra International Lepas Ekspor Olahan Sorgum NTB. (Foto:Pelopor.id/Kemendag)
Kegiatan pelepasan ekspor ini turut dihadiri Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Ni Made Ayu Marthini, Head of CSR Communication PT. Astra International Tbk Bima Krida Pamungkas, pemilik CV. Yant Sorghum Nur Rahmi Yanti, dan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT).
Dalam kesempatan itu, Ni Made Ayu Marthini menyampaikan komitmen Kemendag untuk mendukung produk-produk bernilai tambah yang inovatif, seperti hasil olahan sorgum ini. Menurutnya, sorgum bisa menjadi sumber pangan alternatif menggantikan gandum, padi, atau jagung, yang dapat dikreasikan menjadi berbagai bentuk makanan dan minuman olahan. Hal yang menarik adalah inovasi sendok dan garpu dari sorgum.
“Hal ini yang ingin kami dorong promosinya, sekaligus mengedukasi buyers bahwa produk ini sustainable karena bersifat bebas sampah (zero waste). Kami akan berkoordinasi dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk membukakan akses pasar di 46 kota yang menjadi akreditasi dari Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center,” ungkap Made.
Sorgum sendiri merupakan tanaman bersifat zero waste product. Biji, batang, dan daun dapat diolah menjadi sejumlah produk. Biji sorgum dapat diolah menjadi tepung, pakan ternak, nasi, dan biskuit. Batangnya dapat diolah menjadi gula, pakan sapi, kompos, dan permen. Sedangkan daunnya dapat diolah menjadi kompos, pewarna alami, dan keripik.
Program DSA sorgum Lombok mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mencoba bangkit dari dampak gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19. Program yang dimulai 5 tahun lalu dengan dua desa binaan, saat ini jumlahnya meningkat menjadi 22 desa dan melibatkan lebih dari seribu petani di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Selatan dengan konsep korporasi petani.
Berkembangnya DSA sorgum ini, turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga yang terlibat dalam proses pengolahan menjadi berbagai aneka makanan dan minuman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor olahan serealia Indonesia selama lima tahun terakhir (2016–2020) tumbuh dengan tren sebesar 12,16 persen per tahun.
Pada periode Januari sampai November 2021, nilainya tercatat sebesar USD 4,6 juta atau turun 10,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Pasar ekspor utama olahan serealia Indonesia adalah Korea, Turki, India, Hong Kong, Taiwan, Timor Leste, Malaysia, Australia, Kanada, dan Arab Saudi. []
peloporberita.com/ | Data Kementerian Perdagangan Korea Selatan (Korsel) menunjukkan, ekspor pada tahun 2021 mencapai USD 644,54 miliar, atau melonjak hampir 26 persen secara year on year. Pertumbuhan ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam 11 tahun terakhir, salah satunya didukung oleh pemulihan permintaan global pasca pandemi.
Selain itu, pertumbuhan ekspor ini juga terjadi setelah mengalami penurunan pada tahun 2020 dan 2019, masing-masing 5,5 persen dan 10,4 persen.
Berdasarkan negara tujuan, ekspor ke Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar Korsel, naik 22,9 persen. Sedangkan ekspor ke Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, masing-masing tumbuh 29,4 persen dan 33,9 persen di sepanjang tahun 2021.
Tidak hanya ekspor, data Kementerian Perdagangan Korsel juga menunjukkan, impor pada 2021 naik 31,5 persen dengan rekor hingga USD 615,1 miliar. Ini merupakan rebound dari kontraksi 7,1 persen pada tahun 2020.
Selanjutnya, Pemerintah Korsel menargetkan bisa meraih ekspor USD 700 miliar.
“Kementerian Perdagangan akan meningkatkan upaya kebijakan sehingga industri dan ekspor dapat menarik normalisasi (ekonomi) lengkap di tahun ini,” ujar Menteri Perdagangan Korea Moon Sung-wook, seperti dikutip dari Reuters.
Moon juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) dan bertujuan lebih banyak pakta perdagangan untuk memperluas pasar ekspornya. []
peloporberita.com/ – Selain mampu memberikan manfaat positif, seperti mengurangi stres, menghilangkan jenuh, dan therapeutic, memelihara ikan hias juga memiliki potensi ekspor yang luar biasa.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Artati Widiarti mengungkapkan, selama tahun 2020, nilai ekspor ikan hias jenis Arwana Super Red ke Tiongkok mencapai USD3,09 juta.
Diikuti oleh Taiwan USD205,3 ribu dan Singapura USD25,8 ribu. Kemudian nilai ekspor Arwana Jardini ke pasar Tiongkok mencapai USD34,9 ribu, diikuti oleh Malaysia USD30,3 ribu dan Singapura USD14,8 ribu.
“Keuntungan utama dari ikan yang mengikuti kontes adalah peningkatan nilai jual antara 50 sampai dengan 100 persen. Dan untuk juara pada kontes ini dipastikan harga ikannya akan melonjak hingga ratusan juta rupiah.”
Artati juga menjelaskan, bahwa potensi ekspor ikan hias Indonesia utamanya ikan endemik sangat tinggi, hal ini lantaran ikan endemik memiliki daya saing tinggi dan tidak dimiliki oleh negara lain.
“Beberapa jenis ikan hias endemik Indonesia antara lain: Arwana, Botia, Belida, Tiger Fish, Sepat Mutiara, Sae, Red Rainbow dan Balashark,” tuturnya saat membuka webinar bertajuk “Bincang Santai Ikan Hias Arwana” yang sekaligus menutup kontes ikan hias Arwana “1st Junior Exhibition” di Raiser Ikan Hias Cibinong Bogor, Minggu (5/12/2021).
Sementara KKP lanjut Artati, telah mengeluarkan kebijakan untuk menjembatani antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ikan Arwana. Bahkan, Ditjen PDSPKP juga telah menetapkan regulasi dalam mendukung ekspor ikan hias arwana melalui perumusan SNI Ikan Hias Arwana (SNI 7736:2011 dan 7736:2017).
Ikan Arwana. (Foto:Pelopor.id/KKP)
“Regulasi ini ditujukan untuk menjaga kelestarian di alam, mengatur manfaat ekonomi untuk setiap tingkatan stakeholder secara optimal (mulai dari penangkap/ pengumpul, suplier dan eksportir),” ungkap Artati.
Ketua Penyelenggara 1st Junior Exhibition dari Club Indonesian Arowana (CIA), Frans Angga dalam kesempatan yang sama mengaku berterimakasih atas dukungan pemerintah terhadap industri ikan hias, khususnya arwana. Dukungan tersebut di antaranya melalui kontes yang digelar di Raiser Ikan Hias, Cibinong, Bogor selama 3 hari dari tanggal 3 s/d 5 Desember 2021.
“Disini tempatnya sangat memadai dari segi fasilitas sangat mendukung. Pengelola juga support, cocoklah tempatnya untuk memperkenalkan ke masyarakat arwana super red,” kata Frans.
Frans menyebut kegiatan di Raiser Cibinong selain sebagai silaturahmi peserta kontes, juga untuk mengedukasi masyarakat setempat. Terlebih kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan 1 dari Jepang.
Terkait penilaian ikan yang menjadi juara, Frans menjelaskan bahwa penilaian meliputi penampilan, warna serta gaya renang. Pada kontes kali ini, kategori Baby Champion dimenangkan oleh pemilik Mizunoo Aquatic Feat Raffa Red, Young Champion pemilik Paul Christian sedangkan kategori Unik dari pemilik Kramat Jati Red.
“Keuntungan utama dari ikan yang mengikuti kontes adalah peningkatan nilai jual antara 50 sampai dengan 100 persen. Dan untuk juara pada kontes ini dipastikan harga ikannya akan melonjak hingga ratusan juta rupiah,” tandasnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menyebut pentingnya pameran ikan hias berskala internasional. Selain sebagai ajang promosi dan edukasi, pameran berskala besar akan melahirkan kegiatan ekonomi baru. []
peloporberita.com/ – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan, Pandemi Covid-19 telah mengubah hampir semua lini atau sendi kehidupan di berbagai negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Karena pandemi, Indonesia bahkan melakukan perubahan-perubahan besar atau reformasi hampir di semua bidang.
“Salah satu paling mendasar adalah di bidang kesehatan,” tutur Menko Luhut dalam Webinar bertajuk “Embrace Trade Recovery Momentum” yang digelar secara virtual di Jakarta, Selasa (23/11/2021).
“Ekspor dengan tujuan negara yang traffic-nya rendah, seperti AS, juga akan terkena dampak lebih besar dibandingkan dengan ekspor ke China dan Jepang.”
Menko Luhut menjelaskan, perubahan di sektor kesehatan sangat perlu dan penting dilakukan untuk menghadapi dinamika yang terjadi. Melihat kondisi ini, ia memandang bahwa secara umum pemulihan kondisi ekonomi Indonesia berjalan dengan dengan baik dan pemulihan ekonomi betul-betul bergantung pada bagaimana pemerintah bisa mengendalikan Pandemi Covid-19.
“Penanganan Covid-19 ini sangat penting, sekarang saya lihat kita sudah banyak yang lebih rileks tetapi tetap hati-hati menghadapi ini semua, tidak boleh sombong dan jemawa,” ungkapnya.
Menko Luhut menyebutkan, ada beberapa formula atau cara yang dikombinasikan pemerintah sehingga bisa mengendalikan Pandemi Covid-19 sejak awal hingga saat ini. Kunci pengendalian itu meliputi kombinasi dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-4, vaksinasi tinggi, 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, & Menjaga Jarak), 3T (tracing, test, dan treatment), isolasi terpusat.
“Pelibatan para pakar dan penggunaan aplikasi peduli lindungi,” tegasnya.
Meskipun demikian lanjut Menko Marves, Pandemi Covid-19 memang memberikan efek atau dampak negatif, termasuk pada aktivitas ekspor impor di Indonesia. Meskipun demikian, dampak terhadap ekspor Indonesia tidak seragam dirasakan tergantung pada jenis produk dan tujuan ekspornya.
Adapun ekspor dengan kandungan impor tinggi dan terkait dengan rantai nilai global atau global value chains (GVC) akan terdampak lebih besar.
“Ekspor dengan tujuan negara yang traffic-nya rendah, seperti AS, juga akan terkena dampak lebih besar dibandingkan dengan ekspor ke China dan Jepang,” ucapnya.
Untuk meningkatkan kinerja ekspor impor pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan. Di antaranya, pemerintah mempermudah proses bongkar muat untuk ekspor impor di pelabuhan Indonesia guna mengurangi kepadatan di pelabuhan dan mempercepat pergerakan kapal dan kontainer. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif fiskal melalui penjaminan terhadap pinjaman melalui LPEI (export-related) dan PII (non-export).
“Bapak ibu sekalian, teman-teman pengusaha jangan pernah pesimis melihat ini, Anda harus optimistis melihat negeri kita ini. Karena menurut saya, we are on the right track. Saya kira leader kita, yakni Presiden Joko Widodo telah memberikan contoh yang baik, jadi saya kira itu kekuatan kita,” tandas Menko Luhut.
“Sekali lagi terima kasih dan selamat kepada BCA yang sudah melakukan webinar ini, mudah-mudah bermanfaat apa yang sampaikan,” sambungnya. []
peloporberita.com/ – PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang, terus mendorong pemilik komoditas rumput laut untuk memanfaatkan Sistem Resi Gudang, khususnya dalam kegiatan ekspor. Upaya ini, seiring mitigasi harga internasional, serta terkait pergerakan kurs dollar Amerika yang menjadi mata uang acuan dalam ekspor.
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi menjelaskan, Petani rumput laut, dapat memasukkan komoditas rumput laut yang mereka miliki saat kurs dollar Amerika turun dengan memanfaatkan Sistem Resi Gudang, kemudian melakukan ekspor saat kurs dollar Amerika membaik.
“Pemanfaatan Resi Gudang, juga bisa dilakukan saat terjadi pergerakan harga di pasar internasional yang menurun,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Jumat, 19 Desember 2021.
Selain itu, Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, menjadi salah satu negara eksportir terbesar untuk komoditas rumput terutama rumput laut kering. Adapun nilai rumput laut di pasar dunia saat ini mencapai US$2,9 miliar dengan hampir 807 ribu ton. Indonesia sendiri, berkontribusi sebesar 195 ribu ton dengan pangsa pasar 25 persen.
Data dari Biro Pusat Statistik menunjukkan, selama rentang waktu 2014-2019, ekspor rumput laut nasional juga tercatat tumbuh rata-rata sebesar 6,53% per tahun. Untuk Tahun 2020 volume ekspor tercatat sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta.
Salah satu pengelola gudang dan eksportir rumput laut yang memanfaatkan Sistem Resi Gudang adalah PT Rahmat Bahari Indonesia yang berada di Bali. Sepanjang tahun 2021, PT Rahmat Bahari Indonesia telah meregistrasikan rumput laut sebanyak 4 Resi Gudang, dengan volume 63.592 Kg senilai Rp. 508.736.000,-.
Ni Nyoman Ribek, Pimpinan PT Rahmat Bahari Indonesia mengatakan, “Dengan adanya Sistem Resi Gudang ini, kami tentunya dapat menjaga ketersediaan barang yang ada, sehingga dapat menawarkan kepada buyer-buyer diluar negeri. Selain itu dengan adanya SRG ini, kami dapat memitigasi fluktuasi harga serta rate kurs yang ada.
Fajar Wibhiyadi menambahkan, “Apa yang dilakukan PT Rahmat Bahari Indonesia ini tentunya bisa menjadi kisah sukses pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia, khususnya dari sisi eksportir. Kedepan, tentunya harapan kami para eksportir komoditas rumput laut di berbagai wilayah di Indonesia juga mulai memanfaatkan sistem resi gudang. Selain dalam upaya menjaga stabilitas harga, Resi Gudang dapat dimanfaatkan pemilik komoditas untuk mendapatkan pembiayaan bagi kelangsungan usahanya”
“Pemanfaatan Resi Gudang, juga bisa dilakukan saat terjadi pergerakan harga di pasar internasional yang menurun.”
Dalam catatan Pusat Registrasi Resi Gudang, sepanjang tahun 2021 sampai dengan bulan Oktober tercatat 19 RG dari komoditas rumput laut yang diregistrasi dalam volume 1,4 Ton, dengan nilai barang Rp. 32,7 Miliar dan nilai pembiayaan sebesar Rp. 21,9 Miliar. Sedangkan sepanjang tahun 2020, komoditas rumput laut yang teregistrasi sebanyak 10 RG dengan volume 743,5 Kg senilai Rp 15 Miliar, dan nilai pembiayaan sebesar 2,3 Miliar.
“Terkait pemanfaatan Resi Gudang, KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat dari instrumen ini. Selain kepada para pemilik komoditas, kami juga melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak termasuk ke sektor perbankan dan lembaga pembiayaan lain,” ungkap Fajar Wibhiyadi.
“Dari sisi bisnis pembiayaan, Sistem Resi Gudang merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan. Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan Sistem resi Gudang. Kami optimis, seiring dengan peningkatan pemanfaatan Resi Gudang, sisi pembiayaan juga akan mengalami peningkatan,” sambungnya. []
peloporberita.com/ | Produk kerajinan Indonesia memang patut diacungi jempol. Salah satunya adalah produk kerajinan premium milik UD Karya Indonesia yang berbasis di Tulungagung, Jawa Timur.
UD Karya Indonesia adalah UKM penghasil kerajinan meja, wastafel, dan bathtub (bak mandi) dari batu dan kayu fosil. Pada Jumat (22/10/2021), mereka telah melepas ekspor produknya ke Hamburg, Jerman, senilai Rp 400 juta. Ekspor ini menjadi pembuktian bahwa UKM Indonesia tetap memiliki pasarnya sendiri di luar negeri.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun mengakui, hasil produk buatan UD Karya Indonesia memang bernilai tinggi alias premium, sehingga wajar jika produknya dilirik buyer luar negeri.
“Produk custom seperti ini bukan mass product, jadi memang sangat otentik. Saya harap Tulungagung bisa jadi sentra produksi kerajinan batu dan kayu fosil,” kata Teten saat mengunjungi workshop sekaligus ramah tamah dengan pemilik UD Karya Indonesia Nanang Setiawan di Tulungagung, Jatim, Jumat (22/10/2021).
Teten menilai, ekspor produk UD Karya Indonesia ke Hamburg membuktikan bahwa meskipun pandemi membuat logistik terganggu dan biaya pengiriman kontainer mahal, minat pasar internasional tetap tinggi. Terutama, permintaan akan produk home decor. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar usaha ritel seperti ini bisa dibantu sistem logistiknya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Teten menyebutkan, nilai ekspor Indonesia September 2021 mencapai USD 20,60 miliar, naik sebesar 47,64 persen secara year-on-year. Demikian juga ekspor nonmigas September 2021 mencapai USD 19,67 miliar, tumbuh 48,03 persen dibanding September 2020.
Berdasarkan provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD 24,67 miliar atau setara Rp348,9 triliun (15,02 persen). Diikuti Jawa Timur USD 16,93 miliar atau setara Rp239,4 triliun (10,31 persen) dan Kalimantan Timur USD 16,11 miliar atau setara Rp227,8 triliun (9,80 persen).
“Jatim termasuk terbaik kedua ekspor setelah Jabar. Potensi ekspor Jatim ini bisa kita lihat sangat besar,” ujar MenKopUKM.
Pemilik UD Karya Indonesia Nanang Setiawan mengatakan, pembeli produk-produknya mayoritas berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Kanada, Belanda dan Arab Saudi. Sedangkan produk custom yang paling banyak diminati adalah wastafel dan coffee table dari kayu fosil.
Sebelum pandemi, Raja Arab Saudi pernah membeli bathtub produksi UD Karya Indonesia dengan harga USD 2 juta. Nanang yang merupakan mantan pegawai Telkom ini pun dipanggil langsung ke Arab Saudi untuk menceritakan proses pembuatannya. Kemudian bathtub buatannya itu menjadi produk termahal dan tercatat dalam Guiness Book of Record. []
peloporberita.com/ | Advokat senior Yusril Ihza Mahendra mengajukan permohonan judicial review (JR) atau uji materi kepada Mahkamah Agung (MA) untuk membatalkan larangan ekspor benih lobster.
Yusril mengajukan JR sebagai kuasa hukum PT Kreasi Bahari Mandiri dan sejumlah petani kecil di Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan alasan Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) tidak berwenang melarang ekspor barang dan jasa, meskipun itu adalah benih lobster.
“Kewenangan melarang ekspor ikan, termasuk benih lobster, sebelumnya memang menjadi kewenangan Menteri KP berdasarkan Pasal 7 ayat (1) UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Antara, Senin (18/10/2021).
Namun, dengan berlakunya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, kewenangan itu pun telah dicabut dan diambil alih langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Melalui PP Nomor 29 Tahun 2021, Presiden Jokowi mendelegasikan kewenangannya kepada Menteri Perdagangan untuk mengatur tentang jenis barang dan jasa yang boleh diekspor dan diimpor.
Dengan aturan ini, maka Yusril menilai Menteri KP telah bertindak di luar kewenangannya dan hal seperti itu menimbulkan ketidakpastian hukum.
Selain itu, Yusril juga mendalilkan bahwa larangan ekspor benih lobster bertentangan dengan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, serta UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.
Ia berpandangan bahwa kebijakan Menteri KP telah membuat pengusaha perikanan dan nelayan kecil terombang-ambing. []