peloporberita.com/ - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang, terus mendorong pemilik komoditas rumput laut untuk memanfaatkan Sistem Resi Gudang, khususnya dalam kegiatan ekspor. Upaya ini, seiring mitigasi harga internasional, serta terkait pergerakan kurs dollar Amerika yang menjadi mata uang acuan dalam ekspor.
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi menjelaskan, Petani rumput laut, dapat memasukkan komoditas rumput laut yang mereka miliki saat kurs dollar Amerika turun dengan memanfaatkan Sistem Resi Gudang, kemudian melakukan ekspor saat kurs dollar Amerika membaik.
Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) bersama Ni Nyoman Robek, Pimpinan PT Rahmat Bahari Indonesia tengah meninjau gudang rumput laut milik PT Rahmat Bahari Indonesia di kawasan Tabanan, Bali. (Foto:Pelopor.id/KBI)[/caption]
Salah satu pengelola gudang dan eksportir rumput laut yang memanfaatkan Sistem Resi Gudang adalah PT Rahmat Bahari Indonesia yang berada di Bali. Sepanjang tahun 2021, PT Rahmat Bahari Indonesia telah meregistrasikan rumput laut sebanyak 4 Resi Gudang, dengan volume 63.592 Kg senilai Rp. 508.736.000,-.
Ni Nyoman Ribek, Pimpinan PT Rahmat Bahari Indonesia mengatakan, “Dengan adanya Sistem Resi Gudang ini, kami tentunya dapat menjaga ketersediaan barang yang ada, sehingga dapat menawarkan kepada buyer-buyer diluar negeri. Selain itu dengan adanya SRG ini, kami dapat memitigasi fluktuasi harga serta rate kurs yang ada.
Fajar Wibhiyadi menambahkan, “Apa yang dilakukan PT Rahmat Bahari Indonesia ini tentunya bisa menjadi kisah sukses pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia, khususnya dari sisi eksportir. Kedepan, tentunya harapan kami para eksportir komoditas rumput laut di berbagai wilayah di Indonesia juga mulai memanfaatkan sistem resi gudang. Selain dalam upaya menjaga stabilitas harga, Resi Gudang dapat dimanfaatkan pemilik komoditas untuk mendapatkan pembiayaan bagi kelangsungan usahanya”
Baca juga :
- KBI Beri Kuliah Umum Sistem Resi Gudang Pada Mahasiswa UNS
- Wamendag: Sistem Resi Gudang Untuk Sejahterakan Petani
Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) bersama Ni Nyoman Robek, Pimpinan PT Rahmat Bahari Indonesia tengah meninjau gudang rumput laut milik PT Rahmat Bahari Indonesia di kawasan Tabanan, Bali. (Foto:Pelopor.id/KBI)[/caption]
Salah satu pengelola gudang dan eksportir rumput laut yang memanfaatkan Sistem Resi Gudang adalah PT Rahmat Bahari Indonesia yang berada di Bali. Sepanjang tahun 2021, PT Rahmat Bahari Indonesia telah meregistrasikan rumput laut sebanyak 4 Resi Gudang, dengan volume 63.592 Kg senilai Rp. 508.736.000,-.
Ni Nyoman Ribek, Pimpinan PT Rahmat Bahari Indonesia mengatakan, “Dengan adanya Sistem Resi Gudang ini, kami tentunya dapat menjaga ketersediaan barang yang ada, sehingga dapat menawarkan kepada buyer-buyer diluar negeri. Selain itu dengan adanya SRG ini, kami dapat memitigasi fluktuasi harga serta rate kurs yang ada.
Fajar Wibhiyadi menambahkan, “Apa yang dilakukan PT Rahmat Bahari Indonesia ini tentunya bisa menjadi kisah sukses pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia, khususnya dari sisi eksportir. Kedepan, tentunya harapan kami para eksportir komoditas rumput laut di berbagai wilayah di Indonesia juga mulai memanfaatkan sistem resi gudang. Selain dalam upaya menjaga stabilitas harga, Resi Gudang dapat dimanfaatkan pemilik komoditas untuk mendapatkan pembiayaan bagi kelangsungan usahanya”
Dalam catatan Pusat Registrasi Resi Gudang, sepanjang tahun 2021 sampai dengan bulan Oktober tercatat 19 RG dari komoditas rumput laut yang diregistrasi dalam volume 1,4 Ton, dengan nilai barang Rp. 32,7 Miliar dan nilai pembiayaan sebesar Rp. 21,9 Miliar. Sedangkan sepanjang tahun 2020, komoditas rumput laut yang teregistrasi sebanyak 10 RG dengan volume 743,5 Kg senilai Rp 15 Miliar, dan nilai pembiayaan sebesar 2,3 Miliar. “Terkait pemanfaatan Resi Gudang, KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat dari instrumen ini. Selain kepada para pemilik komoditas, kami juga melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak termasuk ke sektor perbankan dan lembaga pembiayaan lain," ungkap Fajar Wibhiyadi. "Dari sisi bisnis pembiayaan, Sistem Resi Gudang merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan. Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan Sistem resi Gudang. Kami optimis, seiring dengan peningkatan pemanfaatan Resi Gudang, sisi pembiayaan juga akan mengalami peningkatan," sambungnya. []“Pemanfaatan Resi Gudang, juga bisa dilakukan saat terjadi pergerakan harga di pasar internasional yang menurun.”
💬 Komentar (0)
Tulis Komentar