Tag: Ekspor

  • Neraca Perdagangan Indonesia Mei 2022 Lanjutkan Tren Surplus 25 Bulan Berturut-turut

    Jakarta – Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2022 kembali mencatatkan surplus sebesar USD 2,9 miliar atau meningkat dibandingkan Mei 2021 yang tercatat USD 2,7 miliar. Nilai tersebut terdiri dari surplus neraca non-migas USD 4,75 miliar dan defisit neraca migas USD 1,86 miliar. Kondisi ini, melanjutkan tren surplus selama 25 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

    “Surplus neraca perdagangan Indonesia Mei 2022 didorong surplus perdagangan dengan beberapa negara mitra dagang. India menyumbangkan surplus terbesar senilai USD 1,35 miliar, disusul Amerika Serikat USD 0,99 miliar, dan Filipina USD 0,83 miliar,” tutur Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) di Jakarta, Jumat (17/06/2022).

    Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus USD 19,79 miliar selama Januari-Mei 2022. Angka itu, jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat surplus USD 10,51 miliar.

    Surplus perdagangan Januari-Mei 2022 ditopang surplus sektor nonmigas USD 29,35 miliar dan defisit sektor migas USD 9,56 miliar. Menurut Mendag, surplus perdagangan yang tinggi akan berdampak semakin positif bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di triwulan II 2022.

    “Bila dibandingkan dengan tahun lalu, neraca perdagangan tahun ini diperkirakan jauh lebih baik,” ungkapnya.

    Ekspor Seluruh Sektor Meningkat Ekspor Indonesia pada Mei 2022 tercatat sebesar USD 21,51 miliar atau tumbuh 27 persen dibanding Mei 2021 (year-on-year/yoy). Ekspor migas dan nonmigas sama-sama mengalami pertumbuhan yang tinggi, masing-masing 54,49 persen (yoy) dan 25,34 persen (yoy).

    [irp]

    Nilai ekspor menguat seiring peningkatan permintaan akibat kekhawatiran pasokan dunia terganggu pasca-invasi Rusia ke Ukraina dan peningkatan harga komoditas ekspor unggulan dibanding Mei 2021.

    Selain itu, ekspor seluruh sektor pada Mei 2022 juga menguat jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Sektor pertambangan menjadi sektor andalan dengan tingkat pertumbuhan tertinggi sebesar 114,2 persen (yoy), disusul sektor migas 54,5 persen (yoy), dan sektor pertanian 20,32 persen (yoy). Kualitas ekspor Indonesia juga membaik.

    Hal ini terlihat dari semakin membaiknya pertumbuhan ekspor industri pengolahan sebesar 7,78 persen (yoy). Perbaikan ekspor ini ditopang produk-produk yang bernilai tambah tinggi, seperti kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89); nikel dan produknya (HS 75); serta bahan kimia anorganik (HS 28).

    Zulkifli Hasan
    Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Foto:Pelopor.id/Humas Kemendag)

    “Untuk memacu ekspor bernilai tambah tinggi, Kementerian Perdagangan terus berupaya mengakselerasi program transformasi perdagangan yang berfokus pada peningkatan ekspor non-komoditas dan digitalisasi perdagangan,” tegas Zulhas.

    Pada Mei 2022, ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan penguatan pada sebagian besar negara mitra dagang utama. Pertumbuhan ekspor nonmigas tertinggi secara tahunan (yoy) terjadi ke Senegal yang mencapai 880,35 persen, kemudian ke India (166 persen).

    Selanjutnya Polandia (106,02 persen), Belgia (88,83 persen), dan Korea Selatan (67,6 persen). Ditinjau dari kawasan, kenaikan ekspor terbesar terjadi pada ekspor ke Asia Tengah yang tumbuh 332,6 persen, diikuti Asia Selatan (79,59 persen), dan Afrika Barat (77,02 persen).

    [irp]

    “Jalinan kerja sama perdagangan dengan negara-negara dan kawasan yang sedang bertumbuh serta pemanfaatan momentum Presidensi G20 merupakan upaya Indonesia dalam mendiversifikasi dan memperluas akses pasar bagi Indonesia,” sebut Mendag.

    Secara kumulatif, ekspor Januari-Mei 2022 mencapai USD 114,97 miliar atau naik 36,34 persen dari tahun lalu. Kenaikan nilai ekspor tersebut didorong kenaikan ekspor migas sebesar 35,94 persen dan nonmigas 36,36 persen. Nilai Impor Mei 2022 Naik Dari sisi impor, nilai impor Indonesia pada Mei 2022 tercatat USD 18,61 miliar atau tumbuh 30,74 persen (yoy).

    Secara tahunan, impor migas dan nonmigas masih tumbuh pesat sebesar 62,65 persen dan 25,33 persen pada Mei 2022. Berdasarkan penggunaannya, komposisi utama impor pada Mei 2022 masih didominasi impor bahan baku/penolong dengan pangsa 78,77 persen yang meningkat 33,95 persen (yoy).

    [irp]

    Diikuti impor barang modal dengan porsi mencapai 13,09 persen yang mengalami pertumbuhan 29,19 persen (yoy). Selain itu, impor barang konsumsi tercatat hanya mencapai 8,14 persen dari total impor dengan pertumbuhan 7,83 persen (yoy).

    Dominasi dan kenaikan impor bahan baku menunjukkan impor Indonesia ditujukan untuk aktivitas produktif guna mendorong produksi nasional, sementara kenaikan pada barang modal menunjukkan perusahaan manufaktur terus mendorong ekspansi usaha.

    Peningkatan impor barang konsumsi mengindikasikan pulihnya daya beli masyarakat seiring dengan membaiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tumbuh dari 104,4 pada Mei 2021 menjadi 128,9 di Mei 2022.

    [irp]

    Di tengah pembatasan ekspor pupuk oleh sejumlah negara seperti Rusia, Tiongkok, Vietnam, dan Kirgistan, impor pupuk (HS 31) Indonesia pada Mei 2022 masih mengalami kenaikan 93,55 persen (yoy).

    Selain pupuk, produk dengan kenaikan impor terbesar di antaranya perhiasan (HS 71) naik 153,27 persen (yoy), daging hewan (HS 02) 93,55 persen (yoy), gula dan kembang gula (HS 17) 83,38 persen (yoy), serta batu bara (HS 27) 76,95 persen (yoy).

    “Mencermati ketidakpastian geopolitik akibat konflik Rusia-Ukraina, tekanan harga komoditas pangan maupun energi, dan gangguan rantai pasok global, Kementerian Perdagangan akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga pemerintahan (K/L) terkait. Langkah itu dilakukan guna menjaga ketersediaan pasokan pangan nasional dan stabilitas harga di dalam negeri serta menjaga inflasi di tingkat wajar,” tandas Zulhas. []

    [irp]

  • Kuartal I-2022 Ekspor Kain Meningkat 14,63%

    Jakarta – Ekspor kain, meningkat pada kuartal 1 tahun ini yang secara umum didorong oleh pulihnya permintaan apparel, seiring dengan aktivitas sosial yang kembali normal pasca terkendalinya penyebaran varian Omicron. Ekspor kain (Harmonized System Code/HS Code 56 – 60) yang merupakan bagian dari industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) secara kumulatif pada Januari – Maret 2022 mencapai US$146,55 juta. Angka itu, naik 14,63% dibanding periode sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

    Sementara volume ekspor kain tercatat mencapai 30,93 ribu ton, atau meningkat 7,57% yoy. Peningkatan ekspor kain mencapai 83,93% selama Kuartal I-2022 ditopang oleh total ekspor kain Indonesia seperti kain ditenun berlapis (HS Code 59) yang meningkat 43,19% yoy, diikuti kenaikan penjualan kapas gumpalan dan tali (HS Code 56) sebesar 6,25% yoy, serta kain rajutan (HS Code 60) sebesar 12,44% yoy.

    Kepala Divisi Indonesia Eximbank Institute (IEB Institute), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank Rini Satriani menjelaskan, penggunaan platform e-commerce di tengah pandemi turut menjadi katalis positif karena penjualan ekspor kain Indonesia didukung platform yang lebih besar dari sebelumnya, sehingga mampu meningkatkan basis konsumen.

    ”Berdasarkan data yang diolah oleh IEB Institute, selama kuartal I-2022, nilai dan pertumbuhan ekspor kelima negara tujuan ekspor kain Indonesia yaitu ke Jepang sebesar US$28,33 juta atau tumbuh 13,78% (YoY), Vietnam sebesar US$18,15 juta dengan tumbuh 11,50% (YoY), Amerika Serikat sebesar US$11,07 juta atau naik 11,91% (YoY) dan India sebesar US$10,25 atau tumbuh 31,05% (YoY),” tuturnya Selasa, (14/06/2022)

    Sedangkan untuk periode yang sama ekspor kain Indonesia ke Korea Selatan mengalami penurunan 11,50% atau mencapai US$8,23 juta. Pertumbuhan ekspor kain ke negara tujuan utama mengalami peningkatan, kecuali Korea Selatan yang diakibatkan oleh tingginya kasus infeksi Covid-19 selama tiga bulan pertama pada tahun ini.

    “Permintaan yang meningkat tinggi dari Jepang seiring dengan seasonal effect berupa kebutuhan produksi pakaian untuk musim semi serta adanya pelonggaran pembatasan aktivitas per 1 Maret 2022. Selanjutnya, adanya peningkatan permintaan dari Vietnam selain dikarenakan pengendalian penyebaran infeksi Covid-19, juga disebabkan adanya pengalihan order dari Tiongkok ke Vietnam sebagai salah satu negara produsen kain,” ungkap Rini.

    [irp]

    Sementara Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F. Anwar secara terpisah menambahkan, LPEI memiliki program Penugasan Khusus Ekspor UKM yang diperuntukan bagi pelaku usaha berorientasi ekspor untuk menjaga kesinambungan usahanya.

    “Program ini merupakan bagian dari pemulihan ekonomi nasional yang diberikan Pemerintah kepada kami. Harapan kami, para pelaku dapat menggunakan program ini,” tandasnya.[]

    [irp]

    INAYA UMPAN PANCING

  • Menperin: Pakistan Bisa Jadi Pasar Potensial CPO dan Minyak Goreng Indonesia

    Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia dan Pakistan berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif, untuk memacu pertumbuhan ekonomi kedua negara. Salah satunya dengan mengakselerasi perluasan pasar ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak goreng sawit ke Pakistan.

    “Pemerintah telah memutuskan membuka ekspor minyak goreng kembali, setelah melihat kondisi pasokan yang terpenuhi di pasar domestik dan penurunan harga minyak goreng curah saat ini. Oleh karenanya, Pakistan bisa menjadi pasar yang potensial,” tuturnya pada pertemuan dengan Menteri Industri dan Produksi Pakistan, Syed Murtaza Mahmud dikutip Selasa (14/06/2022).

    Menperin menjelaskan, saat ini pemerintah sedang menjalankan program percepatan distribusi CPO, refined bleached deodorized palm oil (RBDPO), dan used cooking oil (UCO) melalui ekspor sejak tanggal 7 Juni-31 Juli 2022.

    “Hal ini dalam rangka optimalisasi dan stabilisasi produksi dan rantai perdagangan CPO, RBDPO, dan UCO,” ungkapnya.

    Program tersebut lanjut Agus, berlaku bagi seluruh eksportir, dengan alokasi ekspor ditetapkan sebesar 1 juta ton, dan setiap eksportir yang mengikuti program diberikan alokasi paling sedikit 10 ton kelipatannya. “Saya yakin terbitnya regulasi terkait ini dapat mempercepat impor CPO dan turunannya ke Pakistan,” sebutnya.

    Menperin berharap, pertemuan bilateral ini juga dapat memperluas hubungan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, yaitu dengan kelanjutan perundingan Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA). Hal ini dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi kedua negara pasca-pandemi Covid- 19.

    [irp]

    “Indonesia punya potensi besar, dengan jumlah UMKM sebanyak 65 juta unit atau 99% mendominasi dari total unit usaha yang ada di Indonesia. UMKM memberikan kontribusi hingga 60% terhadap PDB nasional,” rincinya.

    Selain itu, UMKM di Indonesia diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lebih dari 119,6 juta orang atau menyumbang sekitar 96,92% dari total tenaga kerja di Indonesia.

    Menperin juga optimistis, peningkatkan kerjasama di sektor industri dengan Pakistan akan mendongkrak kinerja ekspor nasional. Total perdagangan kedua negara mencatat pertumbuhan positif sebesar 6,65% selama 2017-2021 dan mencatat pertumbuhan positif sebesar 41,77% selama 2021-2022.

    [irp]

    Adapun pada tahun lalu, total perdagangan bilateral mencapai US$3,9 miliar dengan total ekspor US$3,8 miliar dan impor dari Pakistan sebesar US$185 juta, yang keduanya didominasi oleh sektor nonmigas. Dalam lima tahun terakhir, Indonesia terus mengalami nilai perdagangan yang positif. Pada tahun 2021, nilai perdagangan tercatat sebesar US$3,6 miliar.

    Sementara itu, penanaman modal dari investor Pakistan di Indonesia dari tahun 2018 hingga 2022 telah menggelontorkan total dana sebesar US$5,45 juta untuk 155 proyek. Sektor-sektor yang merealisasikan investasinya tersebut, antara lain industri makanan, tekstil, kayu, serta kimia dan farmasi.

    [irp]

    “Minyak sawit dan minyak sawit mentah adalah produk dengan potensi ekspor terbesar dari Indonesia ke Pakistan,” tandas Menperin.

    Sedangkan Komoditas lainnya yang juga menjadi andalan ekspor Indonesia ke Pakistan, di antaranya serat stapel rayon viscose, mobil dan kendaraan bermotor lainnya, gearbox dan bagiannya, serta kertas uncoated dan kertas karton. []

    [irp]

    INAYA UMPAN PANCING

  • Sydney Build Expo 2022, Peluang Indonesia Tingkatkan Ekspor Produk Konstruksi dan Bahan Bangunan

    Jakarta – Indonesia kembali berpartisipasi pada pameran produk bahan bangunan berskala internasional, Sydney Build Expo 2022 yang diselenggarakan pada tanggal 1-2 Juni 2022 di Sydney, Australia. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengungkapkan, keikutsertaan Indonesia kali ini untuk penetrasi pasar Australia, khususnya produk konstruksi dan bahan bangunan.

    “Pameran ini menjadi peluang Indonesia meningkatkan ekspor produk unggulan Indonesia di sektor bahan bangunan. Terlebih Indonesia dan Australia memiliki kesepakatan kemitraan ekonomi komprehensif yang dapat dimanfaatkan, khususnya dalam pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19,” tutur Didi saat membuka Paviliun Indonesia, Rabu (01/06/2022).

    Dalam kesempatan yang sama Konsul Jenderal RI untuk Sydney Vedi Kurnia Buana menyampaikan, pameran ini merupakan peluang produk dan jasa konstruksi Indonesia di pasar internasional.

    “Kami menyambut gembira dengan mulai dibukanya perbatasan internasional Australia sehingga bisa langsung dimanfaatkan dengan mengikuti pameran Sydney Build. Diharapkan keikutsertaan Indonesia pada pameran ini akan membuka jalan bagi produk Indonesia di sektor konstruksi untuk masuk secara luas lagi,” ungkapnya.

    Partisipasi Indonesia pada Sydney Build Expo merupakan kerja sama Kementerian Perdagangan, Konsulat Jenderal RI di Sydney, serta ITPC Sydney. Pada pameran ini, Paviliun Indonesia menampilkan delapan perusahaan produsen bahan bangunan Indonesia sebagai berikut:

    1. PT Bangunperkasa Adhitamasentra dengan produk papan serat semen
    2. PT Rama Gombong Sejahtera (kayu lapis), PT Gunung Raja Paksi (produk besi dan baja)
    3. PT Pundi Uniwood Industry (kayu lapis dari kayu ringan)
    4. PT Hasil Albizia Nusantara (panel kayu)
    5. PT Trias Spunindo Industri (Geotekstil)
    6. PT Daya Cipta Karya Sempurna (kayu olahan merbau)
    7. PT Trio Jaya Steel (furnitur, besi, dan baja)

    [irp]

    Sydney Build Expo, merupakan pameran konstruksi, arsitektur, dan infrastruktur terbesar di Australia. Pada 2022, pameran ini kembali digelar setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Pada gelaran yang memasuki tahun keenamnya, pameran ini diikuti 500 peserta dan diprediksi akan dihadiri lebih dari 30 ribu pengunjung.

    Sydney Build Expo 2022

    Sementara dalam lima tahun terakhir (2017—2021), perdagangan Indonesia dan Australia terus mengalami peningkatkan dengan tren sebesar 6,16 persen. Sementara hingga Maret 2022, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 2,79 miliar. Sedangkan pada 2021, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$ 12,65 miliar.

    Ekspor utama Indonesia ke Australia seperti produk bagian elektronik, kayu tropis, pupuk, vinil klorida, serta biji coklat. Sedangkan, impor Indonesia dari Australia di antaranya biji besi dan konsentratnya, batubara bitumen, gas alam, emas, serta gandum dan meslin.

    Turut hadir dalam pembukaan Sydney Build Expo 2022, Wakil Dubes RI untuk Australia Mohammad Syarif Alatas, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Merry Maryati, Atase Perdagangan Canberra Agung Wicaksono Sochirin, serta Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney Ayu Siti Maryam. []

    [irp]

  • MenKopUKM: Bali Harus Jadi Daerah Hub Ekspor Produk Premium

    Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, belajar dari dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomin Bali, maka perlu dilakukan perbaikan strategi dan diversifikasi kebijakan pembangunan di Bali.

    Hal ini disampaikan MenKopUKM dalam Opening Ceremony Showcase Produk UKM dalam Forum Internasional 7th Global Platform For Disaster Risk Reduction (GPDRR) Tahun 2022, di Bali, Rabu (25/05/2022). Dalam acara ini, MenKopUKM juga ditunjuk sebagai koordinator bidang pameran UKM.

    Strategi diversifikasi kebijakan pembangunan di Bali antara lain, Bali tidak lagi sekadar bertumpu pada pariwisata, tetapi juga mengembangkan strategi pariwisata, perdagangan dan investasi yang komprehensif.

    Selain itu, Bali juga harus menjadikan berbagai event internasional yang bertempat di Pulau Dewata ini sebagai event yang wajib diiringi dengan promosi produk UMKM yang berkualitas.

    “Bali juga harus menjadi daerah yang sudah dikenal secara internasional sebagai hub ekspor untuk produk UMKM premium. Jadi kita ingin Bali menjadi pintu bagi produk UMKM go global,” tutur Teten Masduki.

    Ia juga menegaskan bahwa Bali juga harus memperkenalkan program mitigasi bencana, pascabencana, dan rehabilitasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia termasuk dukungan bagi UMKM yang terdampak bencana melalui pelatihan, pendampingan, dan pembiayaan pascabencana.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto:Pelopor.id/KemenkopUKM)

    Lebih lanjut menurut MenKopUKM, Bali dapat memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana seperti yang ditampilkan oleh KemenKopUKM dalam salah satu dari empat zona Showcase Produk UKM yang ada yaitu zona 1 yang mengangkat tema The Rising Phoenix.

    “Bali harus mengangkat produk UMKM dari pelaku usaha yang terdampak bencana serta berkebutuhan khusus dan memperkenalkan serta mempromosikan produk-produk kreatif, inovatif, ramah lingkungan, dan berbasis IT atau inovasi teknologi,” ungkapnya.

    MenKopUKM berharap, sinergi dan kolaborasi yang baik antar K/L seperti yang tertuang dalam Showcase UMKM kali ini berkelanjutan dan menjadi lebih baik lagi, serta UMKM Indonesia dapat semakin tangguh, adaptif, inovatif, semakin dikenal, dan berdaya saing di kancah internasional.

    Teten Masduki
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto:KemenkopUKM)

    Adapun showcase produk UMKM di ajang GPDRR 2022 mengambil tema The Spirit of Indonesia, from Risk to Resilience dan melibatkan 5 Kementerian/Lembaga (K/L) serta lebih dari 200 UMKM. Showcase ini terdiri dari 4 zona yakni :

    Zona 1
    The Rising Phoenix yang merupakan mini museum tentang bencana besar yang pernah terjadi di Indonesia.

    Zona 2
    Memento of Indonesia yang menampilkan produk unggulan yang memiliki nilai tambah eco friendly dan zero waste product

    Zona 3
    Taste of Indonesia yang menampilkan produk makanan dan minuman warisan budaya nusantara maupun hasil industri kreatif

    Zona 4
    Local Rhythm yang menampilkan performance lokal dan hiburan.

    Kegiatan showcasing produk UMKM ini berlangsung dari 23 – 28 Mei 2022 dibagi dalam dua lokasi. Pertama di tiga hotel yaitu Conrad Bali, Courtyard Bali Nusa Dua, dan Melia Bali dengan total 30 UMKM.

    [irp]

    Sedangkan lokasi kedua di Bali Collection yang menghadirkan 238 produk UMKM bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

    Potensi pasar dari kegiatan showcase produk UMKM kali ini selain dari lebih dari 5000 delegasi dari 193 negara yang berpartisipasi, juga dari wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang mulai mengunjungi Bali.

    Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KemenKopUKM dengan PT Oriental Indrakila Persada tentang pengembangan usaha kecil dan menengah melalui promosi dan perluasan pasar. []

    [irp]

  • Cegah Lonjakan Harga, India Pertama Kalinya Batasi Ekspor Gula

    Jakarta | India telah memberlakukan pembatasan ekspor gula untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir, dengan membatasi ekspor musim ini pada 10 juta ton. Pemerintah India mengambil keputusan ini untuk mencegah lonjakan harga domestik setelah pabrik menjual rekor volume di pasar dunia.

    Pemerintah juga mengeluarkan perintah kepada eksportir untuk meminta izin pengiriman ke luar negeri antara 1 Juni dan 31 Oktober. Seperti diketahui, India adalah produsen gula terbesar di dunia dan eksportir terbesar kedua, setelah Brasil.

    Benchmark harga gula putih di London melonjak lebih dari 1% setelah keputusan India.

    “Pemerintah khawatir tentang inflasi pangan, dan itulah sebabnya pemerintah berusaha memastikan bahwa cukup gula tetap di negara itu untuk memenuhi musim festival,” ujar dealer perusahaan perdagangan global yang berbasis di Mumbai, seperti dikutip dari Reuters.

    Eksportir juga mengatakan bahwa keputusan mengizinkan pabrik mengekspor 10 juta ton akan membantu India menjual gula dalam jumlah yang cukup besar di pasar dunia.

    Awalnya, India berencana membatasi ekspor gula pada 8 juta ton, namun pemerintah kemudian memutuskan untuk mengizinkan pabrik menjual lebih banyak gula di pasar dunia karena perkiraan produksi direvisi ke atas.

    Asosiasi Pabrik Gula India atau The Indian Sugar Mills Association yang merupakan badan produsen, merevisi perkiraan produksinya menjadi 35,5 juta ton, naik dari perkiraan sebelumnya 31 juta ton.

    Sejauh ini, pabrik-pabrik India telah menandatangani kontrak untuk mengekspor 9,1 juta ton gula pada tahun pemasaran 2021/2022 tanpa subsidi pemerintah. Dari 9 juta ton yang dikontrak, pabrik telah mengirimkan sekitar 8,2 juta ton pemanis.[]

  • Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Arus Barang Komoditas Alkes dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga

    Jakarta – Lembaga National Single Window (LNSW), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menandatangani nota kesepahaman peningkatan pengawasan impor dan ekspor komoditas alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga, di Gedung Adhyatma Kemenkes pada Selasa, (24/05/2022).

    Ruang lingkup MoU ini, mencakup pertukaran data dan/atau informasi, pemanfaatan bersama sarana dan prasarana, penanganan atas pelanggaran terhadap aktivitas impor dan/atau impor komoditas alat kesehatan dan/atau perbekalan kesehatan rumah tangga, serta penguatan pengawasan secara terintegrasi melalui Single Stakeholders Information (SSI) Indonesia Single Risk Management (ISRM).

    “Melalui kerja sama ini, LNSW berkomitmen untuk mendukung penuh terlaksananya pengawasan ekspor dan impor yang efektif, dengan menyediakan akses terhadap data dan informasi tepercaya” tutur Kepala LNSW M. Agus Rofiudin.

    Agus berharap, dengan pertukaran data dan informasi melalui Sistem Indonesia National Single Window ini, penindakan terhadap pelanggaran tata niaga impor post border dapat semakin tepat dan cepat dilakukan.

    Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalucia menyampaikan hal serupa. Menurutnya, melalui kerja sama dengan LNSW dan DJBC, pihaknya berharap dapat suplai data. Sehingga, ketika akan menyusun kebijakan terkait komoditas alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga, dapat didasarkan pada basis data yang kuat.

    Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani menilai kolaborasi DJBC, LNSW, dan Kemenkes sudah sangat baik. Hal ini, terlihat ketika di masa awal pandemi, ketiga instansi telah berhasil membangun sistem teknologi informasi yang membantu pemasukan vaksin dan alat kesehatan lainnya kendati dalam waktu yang terbatas.

    “Dengan kolaborasi, kita bisa menghadapi tantangan itu, dan Indonesia bisa survive. Kami akan terus solid mendukung kemudahan fasilitasi dan pengawasan,” tegas Askolani.

    Lembaga National Single Window (LNSW), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menandatangani nota kesepahaman peningkatan pengawasan impor dan ekspor komoditas alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga, di Gedung Adhyatma Kemenkes pada Selasa, (24/05/2022).

    Single Stakeholder Information (SSI) sendiri, merupakan sharing platform yang dapat dimanfaatkan Kementerian/Lembaga khususnya terkait data dan profil pelaku usaha. Data dan profil ini nantinya dapat dimanfaatkan Kementerian/Lembaga dalam pengawasan atau pelayanan.

    SSI telah dikembangkan sejak tahun 2019. Sharing informasi ini juga merupakan upaya pemerintah dalam menerapkan strategi pengawasan dan/atau pelayanan berdasarkan manajemen risiko secara terpadu melalui Indonesia Single Risk Management.

    Dengan memanfaatkan SSI, diharapkan semua Kementerian/Lembaga memiliki sudut pandang yang sama atas suatu entitas pelaku usaha. Melalui SSI dapat dilakukan metode pengumpulan dan pengolahan informasi dari semua K/L, sehingga akan memperkecil kesempatan bagi para pelaku usaha untuk melakukan pelanggaran.

    [irp]

    Pengembangan SSI dalam kerangka ISRM secara berkelanjutan oleh LNSW bersama K/L terkait sejak beberapa tahun silam ini, sejalan dengan Paket Kebijakan Ekonomi XV. ISRM juga dimaksudkan meningkatkan kepatuhan Indonesia terhadap World Trade Organization (WTO) Trade Facilitation Agreement serta meningkatkan kinerja logistik Indonesia dengan cara mengurangi waktu tunggu di pelabuhan.

    Semakin lancarnya arus barang dan penurunan angka dwelling time akan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Berbekal daya saing itu, Indonesia akan dapat memulihkan perekonomian dan mewujudkan Indonesia Maju pada tahun 2045. []

    [irp]

  • KKP: Ekspor 5 Ton Kepiting Bakau ke Tiongkok Bukti Pelaku Usaha Besar Maupun Kecil Bisa Ekspor

    Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor 5 ton kepiting bakau Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur senilai lebih dari Rp1 miliar langsung ke Shenzhen, Tiongkok.

    Menurut Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Balikpapan, Eko Sulistyanto, hal ini bukti bahwa pelaku usaha besar maupun kecil bisa mengekspor produk ke luar negeri.

    “Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa semua pelaku usaha baik yang besar maupun kecil bisa ekspor,” tutur Eko Sulistyanto di kantornya, Senin (23/05/2022).

    Komoditas yang diekspor itu, berasal dari unit usaha pembudidaya ikan (UUPI), yang termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM), CV Tiga A. Ekspor, bisa dilakukan setelah UUPI tersebut mengantongi sertifikat Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) dan nomor registrasi negara Tiongkok.

    Eko menegaskan, bahwa sertifikat itu pun diperoleh secara gratis melalui pendampingan BKIPM Balikpapan.

    “Jadi memang pengurusan sertifikat gratis dan kami juga terus lakukan pendampingan hingga ekspor,” ungkapnya.

    [irp]

    Ekspor tersebut, lanjut Eko, kian mudah dengan adanya sinergitas BKIPM Balikpapan, Bea Cukai Balikpapan, PT. Angkasa Pura I Bandar Udara SAMS Sepinggan Balikpapan dan MY Indo Airlines. Sehingga pelaku usaha kini bisa memanfaatkan fasilitas direct call atau ekspor langsung ke Tiongkok dan Singapura.

    Lalulintas komoditas perikanan yang keluar dari wilayah Provinsi Kalimantan Timur Juga terus mengalami peningkatan. Pada 2021, nilai ekspor dari Kaltim mencapai lebih dari Rp1 triliun.

    Ekspor 5 Ton Kepiting Bakau ke Tiongkok

    Negara tujuan ekspor komoditas perikanan dari Kalimantan Timur di antaranya adalah Jepang, Tiongkok, Inggris Raya, Singapura, Hongkong, Amerika Serikat, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Vietnam serta Belanda.

    BKIPM Balikpapan, akan terus berupaya menjaga tren positif ini dengan memberikan layanan jaminan mutu (quality assurance) terhadap produk perikanan yang akan diekspor.

    “Tentu ini peluang yang bisa dimaksimalkan oleh para pelaku usaha, kami terus berupaya untuk turut menjaga dari sisi keamanan dan mutu produk,” tandas Eko. []

    [irp]

  • Malaysia Hentikan Ekspor Jutaan Ayam Mulai 1 Juni

    Jakarta | Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyatakan bahwa negaranya akan menghentikan ekspor 3,6 juta ayam utuh per bulan mulai 1 Juni 2022. Kebijakan ini berlaku sampai produksi dan harga stabil.

    “Pemerintah memandang serius persoalan pasokan ayam dan kenaikan harga yang berdampak pada masyarakat,” kata Ismail dalam keterangannya seperti dikutip dari Straits Times.

    Selanjutnya, Malaysia bakal mengakui lebih banyak rumah potong hewan di luar negeri untuk meningkatkan pasokan ayam dalam negeri dan izin impor untuk unggas akan dihapus. Langkah tersebut dilakukan saat Malaysia menghadapi kekurangan pasokan ayam seiring melonjaknya harga.

    Ismail mengatakan buffer stock akan disimpan di fasilitas cold storage, kemudian proses klaim subsidi oleh peternak akan disederhanakan.

    Pemerintah Malaysia telah menetapkan harga pagu eceran RM 8,90 per kilogram, dan memberikan subsidi kepada peternak unggas sebesar 60 sen per kg mulai dari 5 Februari sampai 4 Juni.

    “Beberapa perusahaan besar tidak tertarik untuk mengajukan subsidi dan ingin pemerintah membiarkan harga ayam ditentukan oleh pasar,” tambah Ismail.

    Dia juga menegaskan bahwa pemerintah sudah mengetahui laporan adanya kartel yang mengendalikan harga dan produksi ayam. Komisi Persaingan Malaysia tengah menyelidiki masalah ini dan penyelidikan diharapkan selesai pada bulan depan.

    Mengutip Yahoo News, importir ayam Singapura juga akan melakukan diversifikasi dan meningkatkan pasokan mereka dari sumber alternatif, untuk mengantisipasi kebijakan Malaysia menghentikan ekspor unggas.

    Tahun lalu, Singapura mengimpor hampir 73.000 ton ayam dan sekitar sepertiganya berasal dari Malaysia. Hampir seluruh impor Malaysia adalah ayam hidup, yang dipotong dan didinginkan di Singapura.[]

  • Keran Ekspor Minyak Goreng Kembali Dibuka, Menko Airlangga Jelaskan Alasannya

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden Jokowi, kemarin mengumumkan pembukaan kembali ekspor minyak goreng dan bahan bakunya yang akan berlaku mulai Senin, (23/05/2022).

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, sejak dilaksanakannya pelarangan sementara ekspor per tanggal 28 April 2022 lalu, pemerintah telah melakukan langkah, dan koordinasi, serta evaluasi untuk melakukan pemantauan di lapangan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dengan dengan harga terjangkau di masyarakat.

    Ia juga merincikan bahwa dari sisi kebutuhan dan pasokan kebutuhan minyak goreng curah di dalam negeri sebesar 194.634 ton per bulan. Sedangkan pasokan minyak goreng curah sebelum dilakukan kebijakan pelarangan ekspor pasokan minyak goreng curah di bulan Maret hanya mencapai 64.626,52 ton atau 33,2% dari kebutuhan per bulan.

    “Namun setelah dilakukan kebijakan larangan ekspor, pasokan minyak goreng curah pada bulan April meningkat menjadi 211.638,65 ton per bulan atau 108,74% dari kebutuhan. Ini melebihi kebutuhan bulanan nasional,” tutur Menko Airlangga dalam keterangan pers Jumat, (20/05/2022).

    Menurutnya, dari sisi stabilisasi harga berdasarkan pantauan harga minyak goreng curah sebelum pelarangan, harga minyak goreng curah mencapai Rp19.800 per liter, namun sesudah pelarangan ekspor ini turun menjadi di kisaran Rp17.200 – Rp17.600 per liter.

    Berdasarkan pasokan yang semakin terpenuhi dan tren penurunan harga di berbagai daerah, serta untuk mempertahankan harga TBS petani rakyat, maka Presiden telah memutuskan untuk mencabut larangan ekspor pada tanggal 23 Mei atau hari Senin pekan depan. Kebijakan ini, akan diikuti dengan upaya untuk tetap menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng.

    Ilustrasi Minyak Goreng. (Foto:Istimewa)
    Ilustrasi Minyak Goreng. (Foto:Istimewa)

    “Sekali lagi saya tegaskan ini untuk menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng, dengan penerapan aturan domestic market obligation (DMO) oleh Kementerian Perdagangan dan Domestic Price Obligation (DPO), yang mengacu pada kajian BPKP, dan ini juga akan ditentukan oleh Kementerian Perdagangan,” tegas Menko Airlangga.

    Adapun jumlah domestic market obligation, kita menjaga sebesar 10.000.000 ton minyak goreng yang terdiri dari 8.000.000 ton minyak goreng dan ada ketersediaan pasokan ataupun sebagai cadangan sebesar 2 juta ton.

    Kementerian Perdagangan senduri, akan menetapkan jumlah besaran DMO yang akan perlu dipenuhi atau harus dipenuhi oleh masing-masing produsen, serta mekanisme untuk memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng ke masyarakat secara merata dan tepat sasaran.

    [irp]

    Sementara produsen yang tidak memenuhi kewajiban DMO ataupun tidak mendistribusikan kepada masyarakat sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah, akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang ditentukan.

    “Mekanisme penyaluran akan menjamin ketersediaan pasokan, sekali lagi ketersediaan pasokan akan terus dimonitor melalui aplikasi digital yang ada di kementerian perindustrian sering disebut dengan sistem Simirah dan distribusi pasar juga akan menggunakan sistem pembelian yang berbasis KTP. Tentu target pembelian diharapkan bisa tepat sasaran,” sebut Menko Perekonomian.

    Selabjutnya untuk menjamin ketersediaan volume bahan baku minyak goreng, pemerintah akan menerbitkan kembali pengaturan pasokan pengendalian harga. Yang secara teknis akan diatur lebih lanjut oleh Kementerian Perdagangan.

    Sedangkan untuk menjamin pembelian Tandan Buah Segar (TBS) dari petani dengan harga yang wajar, dilakukan pengaturan yang melibatkan pemerintah daerah. Sedangkan bagi para perusahaan, Menko Airlangga berharap mereka bisa membeli TBS dari petani pada tingkat harga yang wajar.

    Airlangga Hartarto
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Ekon)

    Untuk hasil reaksi percepatan distribusi minyak goreng dengan harga eceran tertentu, Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk mempersiapkan penyediaan cadangan minyak goreng sebesar 10% dari total kebutuhan minyak goreng curah dan nanti akan disiapkan dalam bentuk kemasan sederhana.

    “Pelaksanaan kebijakan tersebut untuk mendistribusikan minyak goreng ke masyarakat dengan harga terjangkau sebesar Rp14.000 per liter dan pelaksanaan ekspor oleh produsen akan dilakukan pengawasan secara ketat dan terintegrasi baik oleh Bea Cukai, satgas pangan Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dan juga pengawas akan melibatkan Kejaksaan Agung,” tandas Menko Airlangga

    Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah akan secara tegas menindak setiap penyimpangan, baik distribusi maupun ekspor oleh pihak-pihak yang tidak sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang ada.

    [irp]

    Untuk pelaksanaan teknis pencabutan pelarangan dan pembukaan kembali ekspor ini, diatur oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan dan juga akan dikoordinasikan secara teknis baik oleh Kementerian Perdagangan, kementerian keuangan, serta penyesuaian penyesuaian terhadap peraturan Menteri perindustrian.

    Hal ini, supaya pelaksanaan pembukaan ekspor yang akan berjalan pada tanggal 23 Mei nanti tetap diiringi dengan pasokan minyak goreng di dalam negeri yang terus tersedia. Juga agar dapat memastikan distribusinya sampai kepada masyarakat terutama di pasar-pasar tradisional ataupun di pasar basah. []