Tag: Ekspor

  • Jokowi Buka Kembali Keran Ekspor Minyak Goreng Mulai 23 Mei

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memperbolehkan kembali ekspor minyak goreng mulai Senin (23/05/2022). Keputusan ini, diambil Kepala Negara setelah memperhatikan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan para tenaga kerja dan petani di industri sawit.

    “Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga kerja di industri sawit, baik petani, pekerja, dan juga tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin, 23 Mei 2022,” tutur Presiden dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/05/2022).

    Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengawasi dengan ketat komoditas tersebut, untuk memastikan minyak goreng tersedia dengan harga terjangkau di tanah air.

    “Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

    Jokowi menjelaskan, sejatinya sejak ia mengeluarkan kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng, pemerintah terus memantau dan mendorong berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan minyak goreng agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Menurut orang nomor satu di RI ini, berdasarkan pengecekan langsung di lapangan dan laporan yang diterima, pasokan minyak goreng terus bertambah.

    “Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya. Pada bulan Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton,” tegas Presiden.

    minyak goreng curah
    Ilustrasi minyak goreng curah. (Foto: peloporberita.com/shopee

    “Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan kita mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan kita,” sambungnya.

    Jokowi juga menerangkan, terdapat penurunan harga rata-rata minyak goreng secara nasional. Pada bulan April, sebelum pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional minyak goreng curah berkisar kurang lebih Rp19.800, dan setelah adanya pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional turun menjadi Rp17.200–Rp17.600.

    “Penambahan pasokan dan penurunan harga tersebut merupakan usaha bersama-sama kita, baik dari pemerintah, BUMN, dan juga swasta,” sebutnya.

    “Walaupun memang ada beberapa daerah yang saya tahu harga minyak gorengnya masih relatif tinggi, tapi saya meyakini dalam beberapa minggu ke depan harga minyak goreng curah akan makin terjangkau menuju harga yang kita tentukan karena ketersediaannya makin melimpah,” sambung Kepala Negara.

    [irp]

    Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para petani sawit atas pengertian dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang diambil untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

    Secara kelembagaan, lanjut presiden, pemerintah juga akan melakukan pembenahan prosedur dan regulasi di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) agar terus disederhanakan dan dipermudah.

    Hal ini, agar BPDPKS lebih adaptif dan solutif menghadapi dinamika pasokan dan harga minyak dalam negeri sehingga masyarakat dapat dilindungi dan dipenuhi kebutuhannya.

    Terkait dugaan pelanggaran dan penyelewengan dalam distribusi dan produksi minyak goreng, Presiden memerintahkan aparat hukum untuk terus melakukan penyelidikan dan memproses hukum para pelakunya.

    “Saya tidak mau ada yang bermain-main yang dampaknya mempersulit rakyat, merugikan rakyat,” tandasnya. []

    [irp]

  • Menperin: Ekspor Industri Manufaktur Terus Naik dan Mendominasi Berkat Hilirisasi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa Industri pengolahan masih memberikan kontribusi yang dominan terhadap nilai ekspor nasional, dengan capaian sebesar 74,46% sepanjang Januari-April 2022.

    Sedangkan selama 4 bulan pertama tahun ini, kinerja pengapalan produk sektor manufaktur menembus hingga lebih dari US$69,59 miliar atau naik 29,19% dibanding periode yang sama tahun lalu.

    “Hal ini menunjukkan bahwa upaya dan kebijakan dalam pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan oleh pemerintah berjalan dengan baik di tengah menghadapi berbagai tantangan dari kondisi ekonomi global yang tidak menentu,” tutur Menperin di Jakarta, Rabu (18/05/2022).

    Agus Gumiwang menegaskan, Kemenperin bertekad untuk konsisten melaksanakan program hilirisasi industri yang bertujuan meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, di tengah harga komoditas yang kian menanjak.

    Sebab, selain memiliki andil dalam tumbuhnya kinerja ekspor nasional, percepatan hilirisasi sektor industri juga berdampak positif pada kesejahteraan rakyat.

    “Tingginya dominasi sektor industri manufaktur pada capaian nilai ekspor nasional juga menstimulasi peningkatan nilai surplus terhadap neraca perdagangan kita saat ini,” tegas Agus Gumiwang.

    [irp]

    Apalagi, lanjutnya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, sasaran ekspor Indonesia harus pada basis komoditas-komoditas dengan nilai tambah yang tinggi.

    Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada April 2022, yakni sebesar US$7,56 miliar. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, surplus neraca perdagangan pada April naik 66,9%.

    Surplus neraca perdagangan itu diperoleh dari nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan nilai impor pada periode tersebut. BPS mencatat, nilai ekspor pada April 2022 sebesar US$27,32 miliar, sedangkan nilai impor mencapai US$19,76 miliar.

    Menperin
    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto:Pelopor.id/Kemenperin)

    Sementara, surplus April 2022 merupakan rekor tertinggi yang berhasil melampaui bulan Oktober 2021 dengan nilai sebesar US$5,74 miliar. Bahkan, nilai ekspor bulan keempat itu juga menjadi capaian tertinggi sepanjang masa, yang sebelumnya tercipta pada Maret 2022 sebesar US$26,5 miliar.

    “Di bulan April 2022, ekspor industri pengolahan mencapai USD19,08 miliar atau naik 27,92% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” sebut Menperin.

    Adapun Tren positif kenaikan ekspor dari sektor industri ini, akan dijaga sebaik mungkin, ditengah-tengah disrupsi rantai supply global karena konflik di Ukraina-Russia.

    “Target kami, kinerja ekspor tahun 2022 bisa melampaui 2021” ucap Agus.

    [irp]

    Lebih lanjut, untuk terus memacu kinerja ekspor nasional, pemerintah proaktif melakukan berbagai program promosi di kancah internasional serta peningkatan kerja sama bilateral dan multilateral. Momentum ini akan dimanfaatkan melalui kegiatan-kegiatan pada ajang Presidensi G20 Indonesia.

    “Maka itu, forum G-20 akan dioptimalkan untuk menggali berbagai potensi kerja sama dengan berbagai negara, termasuk di sektor industri,” tegas Menperin.

    Presidensi G20 sendiri, dinilai menjadi berkah bagi ekonomi Indonesia.

    “Selain akan menciptakan lapangan kerja melalui kerja sama investasi, event tingkat tinggi tersebut juga berpeluang membuka keran ekspor bagi produk-produk industri kecil dan menengah (IKM),” tandas Agus. []

    [irp]

  • Neraca Perdagangan dan Ekspor RI Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Jakarta – Neraca perdagangan RI, kembali melajutkan trend surplus pada April 2022 dengan nilai mencapai US$7,56 miliar. Angka tersebut, merupakan rekor tertinggi yang berhasil melampaui bulan Oktober 2021 dengan nilai sebesar US$5,74 miliar.

    “Kita bersyukur bahwa salah satu engine utama pertumbuhan ekonomi ini terus mengalami performa gemilang dan bahkan kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdasarkan keterangan tertulis Selasa, (17/05/2023).

    Selain neraca perdagangan, ia menuturkan, kinerja positif juga ditunjukkan pada indikator ekspor yang mengalami surplus dengan nilai sebesar US$27,32 miliar. Sama halnya dengan surplus neraca perdagangan, angka surplus ekspor juga mampu mengungguli rekor tertinggi sebelumnya pada bulan Maret 2022 yang tercatat mencapai US$26,50 miliar.

    Kinerja surplus pada nilai ekspor tersebut salah satunya dipengaruhi oleh tingginya harga komoditas unggulan saat ini seperti harga CPO sebesar 1.682,7 US$/MT atau tumbuh 56,09% (yoy), Batubara sebesar 302,0 US$/MT atau tumbuh 238,83% (yoy), dan Nikel sebesar 33.132,7 US$/MT atau tumbuh 100,55% (yoy).

    Selain itu tingginya dominasi sektor industri pada kegiatan ekspor yang mencapai 69,86% juga menjadi stimulus dalam peningkatan nilai surplus ekspor, hal ini karena kinerja ekspor akan mengarah pada basis komoditas-komoditas dengan nilai tambah yang terus bertumbuh.

    Selain itu, program hilirisasi yang diterapkan Pemerintah untuk mendorong nilai tambah komoditas di tengah harga yang kian meningkat juga memiliki andil dalam tumbuhnya kinerja ekspor saat ini.

    Hal ini dapat terlihat dari aktivitas manufaktur yang terus berada di level ekspansif dengan angka Purchasing Managers’ Index (PMI) April 2022 di level 51,9 naik dari posisi bulan sebelumnya di level 51,3.

    Adanya kenaikan tersebut membawa nilai PMI Indonesia berada diatas level PMI negara ASEAN lainnya seperti Vietnam (51,7), Malaysia (51,6) dan Myanmar (50,4).

    Namun, impor RI mengalami penurunan dari periode sebelumnya sebesar -10,01% (mtm) pada April 2022 menjadi sebesar US$19,76 miliar. Tetapi penurunan tersebut tidak lantas menghambat kegiatan produksi.

    Sebab, komposisi utama impor didominasi oleh golongan bahan baku/penolong dengan porsi sebesar 78,62% sehingga produksi barang baru yang bernilai tambah tinggi dapat terus dilakukan produsen yang akan mendorong peningkatan output nasional. []

  • Kemendag: Ekspor 8 Kontainer Minyak Goreng ke Timor Leste Berhasil Digagalkan

    Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil menggagalkan sedikitnya 8 kontainer minyak goreng di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, yang bakal diekspor ke Timor Leste. Upaya ekspor minyak goreng dengan volume mencapai 81 ribu liter itu, berhasil digagalkan berkat sinergi Kemendag dengan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan dan Satgas Pangan.

    Eksportir berusaha mengelabuhi dengan tidak mencantumkan minyak goreng dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga yang juga menjabat sebagai Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono menegaskan, keberhasilan ini berkat koordinasi dan sinergi antarlembaga pemerintah dalam menjalankan perintah Presiden RI Joko Widodo.

    “Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan akan menindak tegas setiap pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis, Kamis, (12/05/2022).

    Selanjutnya, Kemendag akan terus berkomitmen meningkatkan sinergi dan kerja sama antar Lembaga dalam hal pengawasan dan penegakan hukum di bidang perdagangan.

    “Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kepolisian RI, Kejaksaan, dan Ditjen Bea Cukai dalam melakukan penegakan hukum di bidangperdagangan. Kegiatan hari ini merupakan implementasi dari MoU antara KementerianPerdagangan, Polri, dan Ditjen Bea Cukai dalam meningkatkan pengawasan danpenegakanhukum di bidang perdagangan,” ucap Veri.

    Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang larangan sementara ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized PalmOil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil, minyak goreng telah ditetapkan sebagai barang yang dilarang untuk diekspor terhitung sejak 28 April 2022.

    [irp]

    Konferensi pers pengungkapan kasus ekspor ilegal minyak goreng Kemendag, Bea Cukai dan Satgas Pangan. (Foto: Pelopor.id /Kemendag)
    Konferensi pers pengungkapan kasus ekspor ilegal minyak goreng Kemendag, Bea Cukai dan Satgas Pangan. (Foto: peloporberita.com/ /Kemendag)

    Pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut diancam dengan sanksi sebagaimana diatur Pasal 112Ayat (1)jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

    Direktur Tertib Niaga Kemendag Sihard Hardjopan Pohan menambahkan, kontainer berisi minyak goreng yang diduga akan diekspor secara ilegal tersebut telah diamankan petugas.

    "Pelaku usaha yang melanggar ekspor minyak goreng bisa dikenakan sanksi pidana palinglamalima tahun dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar," tandas Direktur Tertib Niaga Sihard Hadjopan Pohan. []

    [irp]

  • Perhatian! Larangan Ekspor Berlaku untuk Semua Produk CPO dan Turunannya, yang Melanggar Bakal Ditindak Tegas

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, bahwa Pemerintah resmi menetapkan kebijakan pelarangan ekspor produk CPO, RPO, POME, RBD Palm Olein, dan Used Cooking Oil serta siap menindak  tegas pihak-pihak yang melanggar aturan tersebut.

    Langkah ini, untuk menunjukkan komitmen kuat Pemerintah dalam memprioritaskan masyarakat demi tercapainya harga minyak goreng curah sebesar Rp14.000,00 per liter di seluruh wilayah Indonesia.

    “Pelarangan ekspor sementara minyak goreng ini merupakan komitmen kuat Pemerintah untuk memprioritaskan masyarakat,” tutur Menko Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (27/04/2022) malam.

    “Oleh sebab itu setiap pelanggaran yang terjadi akan ditindak dengan tegas. Pemerintah akan tegas menindak siapa saja yang melanggar keputusan tersebut,” sambungnya.

    Agar tidak menjadi perbedaan interpretasi, maka lanjut Airlangga, sesuai dengan arahan Presiden, kebijakan pelarangan ekspor didetailkan berlaku untuk semua produk CPO, RPO, POME, RBD Palm Olein, dan Used Cooking Oil.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Pelopor/Kemenko Perekonomian)

    Kebijakan ini dilakukan sampai tercapainya harga minyak goreng curah sebesar Rp14.000,00 per liter di pasar tradisional dan mekanisme pelarangannya disusun secara sederhana.

    Pelarangan ekspor ini berlaku mulai 28 April 2022 pukul 00.00 WIB dengan jangka waktu pelarangan adalah sampai dengan tersedianya minyak goreng curah di masyarakat dengan harga Rp14.000,00 per liter yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

    “Kebijakan ini diberlakukan untuk memastikan bahwa produk CPO dapat didedikasikan seluruhnya untuk ketersediaan minyak goreng curah dengan harga Rp14.000,00 per liter terutama di pasar-pasar tradisional dan untuk UMK,” ungkap Menko Airlangga.

    [irp]

    Kebijakan larangan ekspor tersebut diatur dengan Peraturan Menteri Perdagangan. Menko Airlangga menegaskan, hal ini sesuai dengan ketentuan Article XI GATT yang mengatur bahwa negara anggota WTO dapat menerapkan larangan atau pembatasan ekspor sementara untuk mencegah atau mengurangi kekurangan bahan makanan atau produk penting lainnya.

    Larangan ekpsor RBD Palm Olein sendiri, berlaku untuk seluruh produsen yang menghasilkan produk RBD Palm Olein.

    Sebelumnya Pemerintah telah menerapkan kebijakan terkait penetapan harga minyak goreng curah, namun kebijakan ini dianggap belum cukup efektif. Sebab, di beberapa tempat masih ditemui minyak goreng curah dengan harga di atas Rp14.000,00 ribu per liter.

    Menko Airlangga
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto:Pelopor.id/Kemenko Perekonomian)

    Menko Airlangga mengatakan, Direktorat Jendral Bea Cukai dan Satgas Pangan akan menerapkan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan kebijakan ini. Pengawasan akan dilakukan secara terus-menerus termasuk dalam masa libur Idul Fitri.

    “Evaluasi akan dilakukan secara terus-menerus atas kebijakan pelarangan ekspor ini. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dan dalam hal dianggap perlu, maka akan dilakukan penyesuaian kebijakan dengan situasi yang ada,” tandas Menko Airlangga.

    Selain itu, dalam mempercepat distribusi minyak goreng curah ke masyarakat Pemerintah melakukan percepatan pembayaran subsidi harga melalui BPDPKS tanpa mengurangi  good governance-nya dan menugaskan BULOG untuk melakukan distribusi minyak goreng curah ke masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional. []

    [irp]

  • Presiden Jokowi Bakal Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng Jika Kebutuhan Dalam Negeri Terpenuhi

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kesulitan masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng saat ini adalah sesuatu yang ironis mengingat Indonesia merupakan negara produsen minyak sawit terbesar di dunia.

    Terkait hal ini, Kepala Negara meminta para pelaku usaha minyak sawit untuk melihat masalah ini dengan lebih baik dan jernih.

    “Saya sebagai Presiden tak mungkin membiarkan itu terjadi. Sudah empat bulan kelangkaan berlangsung dan pemerintah sudah mengupayakan berbagai kebijakan namun belum efektif,” tuturnya Rabu (27/04/2022).

    Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, pemerintah memutuskan untuk melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan dan minyak goreng ke luar negeri. Larangan itu berlaku untuk ekspor dari seluruh wilayah Indonesia termasuk dari kawasan berikat.

    Presiden juga meminta kesadaran industri minyak sawit untuk memprioritaskan dan mencukupi kebutuhan minyak goreng di dalam negeri. Ia yakin, dengan kapasitas produksi yang ada, kebutuhan minyak goreng dalam negeri dapat dengan mudah tercukupi.

    [irp]

    “Volume bahan baku minyak goreng yang kita produksi dan kita ekspor jauh lebih besar daripada kebutuhan dalam negeri, masih ada sisa kapasitas yang sangat besar,” ungkap Presiden.

    “Jika kita semua mau dan punya niat untuk memenuhi kebutuhan rakyat sebagai prioritas, dengan mudah kebutuhan dalam negeri dapat dicukupi,” sambungnya.

    Jokowi menegaskan, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat adalah prioritas paling tinggi dalam pertimbangan pemerintah setiap membuat keputusan, termasuk kebijakan larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya.

    Presiden RI Joko Widodo
    Presiden RI Joko Widodo. (Foto:Pelopor.id/setkab)

    “Larangan ini memang menimbulkan dampak negatif, berpotensi mengurangi produksi, hasil panen petani yang tak terserap. Namun, tujuan kebijakan ini adalah untuk menambah pasokan dalam negeri hingga pasokan melimpah,” tegas Kepala Negara.

    Nah, Pemenuhan kebutuhan masyarakat inilah yang akan menjadi patokannya dalam mengevaluasi kebijakan larangan ekspor minyak goreng.

    “Begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, tentu saya akan mencabut larangan ekspor. Karena saya tahu negara perlu pajak, negara perlu devisa, negara perlu surplus neraca perdagangan. Tapi memenuhi kebutuhan pokok rakyat adalah prioritas yang lebih penting,” tandasnya. []

    [irp]

  • Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng dan Bahan Bakunya Mulai 28 April

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng untuk memastikan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri.

    “Hari ini saya telah memimpin rapat tentang pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, utamanya yang berkaitan dengan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri. Dalam rapat tersebut, telah saya putuskan pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng, mulai Kamis, 28 April 2022 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian,” tutur kepala dalam keterangan pers, Jumat (22/04/2022) secara virtual.

    Presiden memastikan, pemerintah akan terus mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ini untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau di tanah air.

    “Saya akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ini agar ketersediaan minyak goreng di dalam negeri melimpah dengan harga terjangkau,” tegasnya.

    Sebelumnya, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mengancam akan keluar dari program penyaluran minyak goreng curah pemerintah. Ancaman ini, lantaran 3 orang pengusaha turut ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi terkait minyak goreng oleh Kejagung selain seorang pejabat Kementerian Perdagangan.

    Ketua Umum GIMNI Sahat Sinaga menyatakan, penetapan tersangka yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung tidak cukup pembuktiannya, terkait definisi tersangka itu sudah melakukan manipulasi untuk mendapatkan izin ekspor.

    Sahat pun mengaku kecewa lantaran pengusaha minyak goreng yang ditetapkan jadi tersangka dinilai sudah menjalankan regulasi yang berlaku. Selain itu, dia menampik bahwa pengusaha mencoba mendekati pejabat untuk mendapatkan izin ekspor. []

    [irp]

  • Kemendesa PDTT Gandeng Astra Perluas Ekspor Produk Desa

    Jakarta – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerjasama dengan PT Astra International Tbk dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, untuk menggarap desa berorientasi ekspor dan perluas ekspor produk desa.

    Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, pengembangan ekonomi lokal skala desa sudah saatnya mempunyai orientasi ekspor.

    “Kami yakin banyak potensi ekonomi lokal skala desa jika digarap dengan seksama mempunyai peluang besar untuk menjadi komoditas unggulan yang layak ekspor,” tuturnya saat menjadi pembicara kunci pada Festival Kampung Berseri Astra (KBA) dan Desa Sejahtera Astra (DSA) 2022 sekaligus Kick Off Ekspor DSA dan Awarding Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Innovation secara virtual, pada Selasa (19/04/2022).

    Pria yang akrab disapa Gus Halim ini mengungkapkan, desa-desa Indonesia mempunyai peluang besar untuk mengirim komoditas lokal mereka menjadi produk ekspor. Beberapa produk lokal skala desa yang layak ekspor di antaranya meliputi produk furniture, craft, fashion, agrobisnis, hingga food and beverage.

    “Dengan pengelolaan yang benar maka berbagai komiditas unggulan tersebut sangat layak untuk menjadi produk ekspor,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan itu ia juga memberikan apresiasi kepada pihak ketiga yang mau bekerjasama mengembangkan potensi ekonomi skala desa.

    [irp]

    Menurutnya keterlibatan pihak ketiga seperti PT Astra Internasional maupun kalangan swasta lainnya sangat membantu mempercepat peningkatan kesejahteraan warga desa.

    “Kami menyadari bahwa, kerja besar ini tidak dapat kami lakukan sendiri, diperlukan keterlibatan banyak pihak baik dunia usaha, Perguruan Tinggi, serta komunitas-komunitas kreatif yang ada di masyarakat, untuk dapat bersama-sama melaksanakan cita-cita Kementerian Desa dan Presiden Republik Indonesia melakukan penguatan kapasitas SDM masyarakat desa, termasuk bergerak mewujudkan 18 tujuan SDGs Desa,” jelasnya. .

    Adapun sejak tahun 2019 hingga tahun 2021 telah ada 133 Kampung Berseri Astra (KBA) dan 930 Desa Sejahtera Astra (DSA) di 34 Provinsi yang didampingi melalui program sosial responsibility PT. Astra Internasional. []

    [irp]

  • Impor Tiongkok Terdampak Strategi Nol-Covid yang Ketat

    Jakarta | Impor Tiongkok pada Maret lalu menurun untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun terakhir, akibat terpukul oleh kebijakan penguncian atau lockdown Covid-19 dan melemahnya permintaan konsumen.

    Seperti diketahui, Tiongkok telah berpegang pada strategi nol-Covid yang ketat, ketika mencoba mengatasi gelombang varian Omicron dalam beberapa bulan terakhir. Kebijakan itupun menghentikan operasi bisnis dan mengacaukan rantai pasokan.

    Menurut data Administrasi Bea Cukai Tiongkok, impor turun 0,1 persen dari tahun lalu, penurunan pertama sejak Agustus 2020, pada fase awal pandemi. Tak hanya itu, pertumbuhan ekspor Tiongkok juga melambat di bulan Maret menjadi 14,7 persen, turun dari 16,3 persen dalam dua bulan pertama tahun ini. Neraca perdagangan Tiongkok pada bulan Maret adalah USD 47,4 miliar.

    “Data perdagangan Maret menyoroti dampak gangguan terkait pandemi pada aktivitas ekonomi dan belanja konsumen,” kata Kepala Ekonom Asia-Pasifik di S&P Global Market Intelligence Rajiv Biswas yang dikutip dari AFP, Rabu (13/04/2022).

    Penguncian baru-baru ini, lanjutnya, di kota-kota besar seperti Shanghai dan Shenzhen telah memukul pengeluaran konsumen dengan keras, sedangkan penutupan sementara pabrik berdampak pada permintaan bahan baku impor.

    Menurut Biswas, permintaan Eropa untuk ekspor Tiongkok bisa menjadi risiko utama, mengingat bahwa guncangan makroekonomi dari perang Rusia-Ukraina, terutama harga minyak dan gas yang lebih tinggi dan meningkatnya tekanan inflasi, mengakibatkan penurunan prospek pertumbuhan produk domestik bruto Uni Eropa pada tahun 2022.[]

  • Kemendag Luncurkan Platform Pelayanan Satu Pintu InaExport

    Jakarta – Kementerian Perdagangan meluncurkan InaExport, yakni platform pelayanan satu pintu untuk memfasilitasi ekspor nonmigas. Peluncuran itu dilakukan secara hibrida di Bogor dalam kegiatan bertajuk Soft Launch InaExport.

    Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, pihaknya mengembangkan InaExport dengan tujuan menjadikannya sebagai platform untuk menghubungkan dan mempromosikan pelaku usaha atau eksportir Indonesia kebuyer internasional.

    “InaExport menawarkan keuntungan. Tidak hanya membantu penjualan dan penjualan, tapi juga pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk siap menghadapai pasar global,” tuturnya Senin (11/04/2022).

    Lewat Platform ini, eksportir Indonesia dapat keuntungan berupa informasi pelatihan dan informasi terbaru pameran dagang. Selain itu, juga para eksportir berpeluang besar untuk terdaftar dan ditemukan dengan mudah oleh buyer potensial di seluruh dunia.

    Adapun keuntungan bagi buyer yaitu kemudahan mengakses katalog produk dari pemasok Indonesia yang terverifikasi, mengirim inkuiri atau permintaan pembelian hanya dengan satu klik. Menurut Wamendag, InaExport juga berusaha memberi kemudahan pengkinian data secara efektif dan efisien.

    [irp]

    “Bersama dengan seluruh perwakilan perdagangan di luar negeri dan jaringan buyer, InaExport bertujuan mendukung kesinambungan bagi pertumbuhan bisnis dalam keadaan yang nyaman bagi kedua belah pihak,” tegas Wamendag.

    Adapun hingga saat ini, sebanyak 11.650 pemasok terverifikasi, 6.121 produk, 534 informasi pasar, 27 kegiatan, dan 48 perwakilan internasional telah tercatat dalam sistem InaExport. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah. []