Tag: UMKM

  • Pengaruh World Superbike Terhadap UMKM NTB

    peloporberita.com/ – Lombok | Ajang balap motor kelas internasional, World Superbike (WSBK) 2021 telah berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 19-21 November 2021. Dalam acara ini juga diadakan NTB Expo 2021 yang diikuti oleh 330 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

    Beberapa di antara mereka memasarkan produk kerajinan lokal, salah satunya adalah Dhafi Pearl yang menawarkan berbagai produk perhiasan mutiara, mulai dari cincin, gelang, anting hingga kalung. Harga jualnya berkisar dari Rp 35.000 – Rp 1.900.000.

    Pemilik Toko Dhafi Pearl Lasmini mengatakan produk yang paling laris adalah set perhiasan mutiara air tawar. Ia juga menilai bahwa sambutan dari para pengunjung cukup positif dan omzet yang didapatkan juga cukup memuaskan setelah mengalami zero income selama pandemi.

    “Euforianya itu lumayan, karena kebanyakan penontonnya di luar. Mutiaranya banyak peminatnya,” kata Lasmini kepada awak media, Minggu (21/11/2021).

    Ke depannya, Dhafi Pearl berharap bisa mendapat pelatihan-pelatihan dari pemerintah, dan juga bisa diberi kesempatan untuk memasarkan produknya di pameran-pameran lain.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB Yusron Hadi mengatakan produk-produk UMKM yang turut meramaikan NTB Expo 2021 dan terbilang banyak peminatnya adalah kriya fashion, produk kosmetik dan kuliner. []

  • Perhimpunan Pelajar Indonesia dari 60 Negara Siap Bantu UMKM Go Global

    peloporberita.com/ | Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengapresiasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Seluruh Dunia dari 60 negara yang telah menyatakan tekad membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia mendunia lewat peran para pelajar yang sedang menuntut ilmu di luar negeri.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, didampingi Sekretaris KemenKopUKM Arif Rahman Hakim di Jakarta, Senin (15/11/2021), menerima kedatangan perwakilan PPI Dunia. Pertemuan itu dalam rangka membangun sinergi antara KemenKopUKM dan PPI Dunia dalam Pengembangan UMKM Indonesia masuk pasar global.

    “Kami menyambut baik tekad PPI Dunia yang ingin bersinergi dengan kami terkait pengembangan koperasi dan UKM di pasar global,” kata Teten Masduki.

    Baca juga: Teten Masduki Minta Bank Ubah Cara Pandang Penyaluran Kredit UMKM dari Agunan ke Kelayakan Usaha

    Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris KemenKopUKM Arif Rahman Hakim mengatakan bahwa dalam waktu dekat, UMKM didorong untuk bersiap berkolaborasi dengan berbagai pihak, dengan diinkubasi terlebih dahulu, supaya mereka bisa naik kelas.

    “Kebetulan ada beberapa negara yang tertarik dengan program tersebut, kita akan follow up, ada tiga pihak PPI Dunia, KemenKopUKM dan yang ada di luar negeri kita lakukan bisnis incubator. Kita akan mix di dalam negeri ada inkubasi yang terbaik dipilih, begitupun juga yang ada di luar negeri,” kata Arif.

    Baca juga: Dukung Digitalisasi UMKM Bagi Pengusaha Wanita

    Perwakilan PPI Dunia Faruq Ibnu Haqi turut membeberkan hasil pertemuan itu. “Target  kami di PPI Dunia yang tersebar di 60 negara, besar harapan produk-produk UMKM luar biasa di Indonesia bisa kita tarik ke luar negeri, ini potensi yang luar biasa, ini ditangkap langsung dan ini sejalan,” ungkapnya.

    Pengembangan SDM dan inkubator terkait industri kreatif dan UMKM menjadi salah satu program unggulan yang akan disinergikan dengan KemenKopUKM. “Alhamdulilah hasil pertemuan luar biasa, dan ini yang akan diakselerasikan kedepannya dan akan kita follow up langsung dengan kegiatan yang bertaraf internasional,” ujar Faruq.

    Dalam waktu dekat, produk kreatif UMKM yang telah terkurasi rencananya mulai dikoneksikan dengan pasar di 60 negara. []

  • Teten Masduki Minta Bank Ubah Cara Pandang Penyaluran Kredit UMKM dari Agunan ke Kelayakan Usaha

    peloporberita.com/ – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, meminta bank mengubah cara pandang dalam penyaluran kredit kepada UMKM. Bila selama ini dengan pola pandang terhadap ketersediaan dan kekuatan agunan, maka sebaiknya sudah mulai menilai dari sisi kelayakan atau cashflow usaha UMKM. Adapun saat ini, kredit perbankan bagi UMKM baru mencapai 19,8%, akan ditingkatkan menjadi di atas 30% pada 2024.

    “Oleh karena itu, digitalisasi UMKM tidak hanya fokus pada sisi pemasaran saja. Lebih dari itu, dalam pengelolaan bisnis UMKM juga harus sudah digital. Jadi, pihak perbankan bisa melihat dengan jelas kelayakan usaha dan  cashflow UMKM secara digital,” tutur Teten pada peluncuran Roadshow Klinik UMKM bertajuk Berdayakan UMKM, Lahirkan Pahlawan Digital Baru, di Solo Technopark, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (12/11/2021).

    “Jangan membuat produk yang sudah dihasilkan usaha besar karena UMKM pasti kalah. Kita harus masuk ke rantai pasok mereka, seperti sektor furnitur, otomotif, elektronik, dan sebagainya.”

    Menurutnya, pelaku UMKM bisa scaling-up dengan cara digitalisasi. Pemerintah sendiri sudah menciptakan ekosistemnya, baik dari sisi supply maupun demand. Semua itu, tertuang dalam Undang-undang (UU) Cipta Kerja. Saat ini, aturan tersebut sudah masuk dalam tahap implementasi. Teten juga menyebut, setidaknya hingga kini 16,4 juta UMKM telah terhubung ke dalam ekosistem digital. Angka ini meningkat hampir 105 persen.

    “Target hingga 2024 sebanyak 30 juta pelaku UMKM sudah onboarding di platform-platform digital. Kami akan lebih menyasar pelaku usaha mikro yang jumlahnya masih sangat dominan,” tegas Teten.

    Baca juga : 

    Sementara untuk mengurangi jumlah usaha mikro dengan strategi scaling-up, Teten meminta para kepala daerah untuk mengembangkan keunggulan domestik yang dimiliki masing-masing.  Meski demikian, program digitalisasi dan scaling-up akan lebih diarahkan pada UMKM yang berbasis kreativitas hingga berbasis teknologi agar bisa masuk rantai pasok industri.

    “Jangan membuat produk yang sudah dihasilkan usaha besar karena UMKM pasti kalah. Kita harus masuk ke rantai pasok mereka, seperti sektor furnitur, otomotif, elektronik, dan sebagainya,” tandas Teten. []

  • Teten Masduki: Banjar Creative Space Jadi Tempat Aktivitas Produktif Ekonomi Masyarakat

    peloporberita.com/ | Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut penggunaan balai banjar di Kabupaten Badung, Bali, sebagai aktivitas produktif ekonomi masyarakat. Hal itu diwujudkan dengan pendirian Banjar Creative Space (BCS) sebagai pusat kreatif yang akan membangkitkan ekonomi masyarakat Kabupaten Badung.

    “Balai banjar yang biasa digunakan sebagai sentra giat adat-budaya, sosial dan keagamaan adalah pusat aktivitas masyarakat, sehingga sangat tepat juga dimanfaatkan pula untuk aktivitas produktif ekonomi warga,” ungkapnya dalam acara Pengukuhan Pengurus Komunitas Kreatif Banjar Samuan sekaligus Penandatanganan MoU dengan Ekosistem Pendukung BCS di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (30/10/2021).

    Teten mengatakan, sebanyak 4.600 balai banjar yang terdata di seluruh Provinsi Bali merupakan potensi jejaring infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan adanya BCS, anak-anak muda kreatif dapat memaksimalkam potensi mereka untuk belajar, berlatih, berkreasi, berkolaborasi dan membangun bisnisnya.

    Baca juga: Teten Masduki Minta UMKM Masuk Dalam Produk Berbasis Inovasi dan Kreativitas

    “Keberadaan Banjar Creative Space ini sangat penting untuk membangkitkan industri kreatif, mengingat saat ini di Bali industri pariwisata sedang mengalami tantangan besar. Dari banjar juga harapannya akan muncul produk-produk unggul yang bisa di-scale up untuk didorong masuk ke pasar nasional dan internasional,” kata Teten.

    Adanya BCS ini diharapkan dapat menjadi motor yang mengakselerasi transformasi digital UMKM Badung. Pasalnya, di tengah pandemi dan era disrupsi digital, kemampuan digital UMKM menjadi sangat krusial untuk dikembangkan.

    Teten menilai, perlu ada pendekatan ekosistem dari hulu ke hilir untuk transformasi digital, yaitu mulai dari pelatihan, pendampingan, factory sharing, pembiayaan dan akses pasar. “Saya meyakini ini akan menjadi role model. Ini juga bisa menjadi inspirasi pemanfaatan banjar, pusat aktivitas warga untuk menghadirkan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Selain itu, Teten juga mengundang anak-anak muda kreatif di BCS untuk terus mengembangkan produk UMKM lokal dan nantinya dapat kolaborasikan dengan Smesco Hub Timur. “Smesco Hub Timur di ITDC Nusa Dua ini menjadi ikhtiar untuk membantu produk-produk unggul Bali dan Indonesia timur masuk pasar ekspor. Produk berbasis agro, produk khas kesukuan, produk spa dan herbal akan menjadi produk prioritas yang difasilitasi oleh Smesco Hub Timur,” ujarnya.

    Baca juga: Teten Masduki: Koperasi Harus Jadi Konsolidator dan Agregator Bagi Usaha Kecil

    Penggagas BCS sekaligus Ketua Badung Economic Art Creative Hub (BEACH) Inda Trimafo Yudha menyatakan, BCS sebagai bukti bahwa pihaknya bekerja keras untuk membangun ekosistem kreatif di Bali.

    “Balai banjar akan dilengkapi dengan jaringan internet fiber optic yang tercover ke seluruh wilayah Badung. Ini potensi yang harus dimaksimalkan karena balai sejauh ini hanya dipakai untuk kegiatan keagamaan. Tidak setiap hari dipakai. Oleh karena itu, kami bicara dengan para pengurus banjar untuk membangun creative space,” tutur Inda.

    Menurutnya, ada tiga hal yang akan dilakukan di BCS. Pertama, memunculkan UMKM yang kreatif, salah satunya melalui Smesco Hub Timur yang menjadi jendela untuk ekspor ke pasar nasional dan global. Kedua, mencetak talenta kreatif, dan ketiga, menjadi tempat bagi anak-anak SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi untuk belajar daring dengan fasilitas yang ada. []

  • AKI 2021, Sandiaga Uno Saksikan Produk UMKM Kelas Dunia di Palembang

    peloporberita.com/ | Roadshow Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021 yang dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berlabuh di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (22/10/2021). Dalam kunjungan ini, Sandiaga menyaksikan beragam produk berkualitas yang dihadirkan oleh 20 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

    Sandiaga yakin produk-produk tersebut mampu bersaing di pasar internasional, sehingga tak hanya bertahan di tengah pandemi, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

    “Kita lihat produk-produknya luar biasa, tadi dari berbagai sub sektor seperti kuliner, fesyen dan kriya yang memiliki kelas dunia. Kita harapkan akan membuka peluang usaha dari pemasaran dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.

    Dengan melakukan pendekatan startup dan digital media, Sandiaga berharap seluruh produk yang dikembangkan bisa dikenal dunia. “Kita bantu pemasarannya, dikemas dalam bentuk konten yang akan meningkatkan pemasaran mereka, kita bantu juga pendampingan, pelatihan dan aspek pembiayaannya,” kata Sandiaga.

    Dengan adanya AKI 2021, Sandiaga berharap para pelaku UMKM dapat meningkatkan usaha dan membuka lebih banyak lagi lapangan kerja, karena satu unit UMKM bisa membuka lapangan kerja untuk kisaran empat sampai 20 orang. “Jadi kalau kita lihat ada 20 UMKM di sini, berarti ada lebih dari 400 orang tenaga kerja yang terserap,” harapnya.

    “Total lapangan kerja dari sektor ekonomi kreatif ini ada lebih dari 20 juta, jadi ini yang kita akan terus pertahankan ke depannya dengan program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu,” ujar Sandiaga Uno. []

  • Dukung Digitalisasi UMKM Bagi Pengusaha Wanita

    peloporberita.com/ | Keterbatasan gerak bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pandemi mengharuskan UMKM mencari cara untuk tetap bertahan dalam melanjutkan aktivitas bisnis. Berjualan secara online menjadi salah satu cara menjaga aktivitas penjualan tetap berjalan. Apalagi, perkembangan bisnis digital kini semakin tumbuh, diiringi dengan aktivitas online dari konsumen yang meningkat selama pandemi.

    Berdasarkan data dari laporan e-Conomy SEA 2020 yang disusun Google, Temasek dan Bain & Company, durasi penggunaan platform digital untuk tujuan pribadi rata-rata meningkat, dari 3,6 jam per hari sebelum pandemi, menjadi 4,7 jam selama pandemi.

    “Digitalisasi bagi para pelaku UMKM menjadi salah satu upaya dalam mengembangkan bisnis supaya bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan mampu memiliki daya saing dengan skala bisnis yang lebih besar,” ungkap dr. Fonni Safira Lubis, selaku Program Director UMKM Rakyat, saat acara webinar UMKM Rakyat bersama IWAPI DKI Jakarta dan BNI Life pada Senin, (11/10/2021).

    Baca juga: Teten Masduki Minta UMKM Masuk Dalam Produk Berbasis Inovasi dan Kreativitas

    Khusus para pelaku UMKM wanita, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), porsi UMKM yang dikelola perempuan pada 2018 sudah mencapai 64,5% dari total UMKM Indonesia, atau mencapai 37 juta UMKM. Pengusaha wanita memberikan peranan besar dalam pemulihan perekonomian bangsa.

    “IWAPI berkomitmen untuk selalu mendukung para pengusaha wanita supaya mereka bisa mengembangkan bisnis mereka dengan maksimal. Kami menyediakan pelatihan untuk strategi bisnis, digital, hingga bantuan finansial sehingga dapat tumbuh menjadi bisnis yang lebih besar,” kata Ketua Umum DPD IWAPI DKI Jakarta Endah Ansoroeddin.

    Baca juga: Pemerintah Catat 15,3 Juta UMKM Sudah Lakukan Digitalisasi

    Sementara itu, CRMO Wilayah BNI Life Cory Ariswari H. mengungkapkan, “Potensi yang dimiliki oleh para pengusaha wanita di Indonesia sangat besar dan banyak sekali peluang untuk ke depannya. Maka dari itu, salah satu langkah kami untuk membantu para pelaku usaha dalam mewujudkan impian mereka adalah dengan adanya Asuransi Bisnis SME. Asuransi ini bermanfaat untuk melindungi bisnis para pelaku usaha dari berbagai macam risiko, gangguan, bencana, dan lain sebagainya yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non-finansial,”

    UMKM Rakyat adalah salah satu program dari Andalworks yang dibuat khusus untuk para pelaku UMKM di Indonesia dalam menggunakan teknologi informasi digital secara maksimal. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi www.umkmrakyat.id atau sosial media Instagram @umkmrakyat dan Twittter @umkmrakyat. []

  • Indonesia Pamerkan Berbagai Produk Hasil Hutan di Expo 2020 Dubai

    peloporberita.com/ | Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membawa empat produk yang mewakili produk-produk terbaik Indonesia dari hasil hutan bukan kayu (HHBK), hasil hutan kayu olahan dan produk masyarakat sekitar hutan ke Dubai Expo yang berlangsung pada 8-14 Oktober 2021 di Dubai, Uni Emirat Arab.

    Beberapa HHBK yang akan dibawa ke Paviliun Indonesia adalah komoditas rotan, kemenyan hingga madu. Untuk rotan, saat ini industri fesyen memiliki minat yang besar pada anyaman rotan, khususnya rotan Kalimantan.

    Sedangkan kemenyan, meski selama berabad-abad selalu jadi aroma untuk pembakaran dupa, kini kemenyan hadir sebagai parfum kelas dunia dengan aroma yang wangi dan lembut. Meski tidak mengandung alkohol, parfum kemenyan dapat tahan lama hingga 16-24 jam.

    Baca juga: Mendag Lutfi: Pemerintah Fasilitasi UKM untuk Go Global

    Sedangkan produk hasil kayu olahan yang dibawa ke Paviliun Indonesia salah satunya adalah radio kayu tropis. Diproduksi dari pohon pinus, mahoni, hingga sonokeling yang tumbuh di Indonesia, ternyata mampu menghasilkan resonansi suara yang sangat baik. Dengan desain yang antik, radio buatan daerah Temanggung, Jawa Tengah ini, berhasil menembus pasar global hingga mendapatkan berbagai penghargaan internasional.

    Tidak hanya itu, Paviliun Indonesia di Dubai Expo juga turut memamerkan produk yang dapat mengatasi permasalahan sampah plastik yang telah menjadi masalah di seluruh dunia, yaitu produk sedotan yang terbuat dari tanaman purun danau.

    Baca juga: KLHK Pulangkan 13 Kura-kura Rote dari Singapura

    Sedotan purun danau buatan salah satu UMKM di Bangka Belitung ini, merupakan sedotan sekali pakai yang tidak bisa dicuci seperti sedotan dari bambu. Meskipun sekali pakai, sedotan ini tidak akan mencemari lingkungan karena dapat hancur dan terurai dengan sendirinya, bahkan hanya cukup memakan waktu satu minggu untuk terurai dengan tanah.

    Komoditas kopi juga turut andil dalam rolling exhibition, seperti halnya kopi liberika yang ditanam di lahan gambut. Jenis kopi ini dapat memberikan cita rasa unik, karena aromanya seperti aroma buah nangka dengan rasa asamnya yang kuat. Ada juga jenis kopi organik lainnya yang merupakan produk masyarakat sekitar hutan yang sekaligus dapat memberdayakan masyarakat sekitar. []

  • World Superbike Mandalika Diharap Tumbuhkan Ekonomi NTB 5-6%

    peloporberita.com/ | Pelaksanaan ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika-Lombok Tengah pada 19-21 November 2021 mendatang, diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar 5-6 persen.

    Prediksi itu salah satunya dipicu oleh peran kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat event WSBK digelar, mengingat ada ratusan UMKM yang turut berpartisipasi mendukung pelaksanaan WSBK.

    Untuk memastikan peran UMKM di ajang WSBK, Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi melakukan inspeksi pada Selasa siang (05/10/2021), meninjau lokasi etalase UMKM di area pintu kedatangan maupun keberangkatan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) Lombok.

    Baca juga: Dispar NTB Beri 3 Pelatihan Sekaligus ke Pengelola Homestay di Tete Batu

    “Etalase utama produk UMKM nantinya berlokasi di Mandalika. Namun produk ekraf (ekonomi kreatif) tidak saja terkonsentrasi di Mandalika. Tetapi tersebar di sejumlah lokasi. Termasuk di antaranya di BIZAM Lombok dan stand-stand gerai ekraf yang tersebar di sejumlah destinasi wisata. Meski berbeda lokasi (di luar areal Mandalika) UMKM tetap memiliki manfaat dan peran. Penonton dan wisatawan yang datang tidak saja menginap di Mandalika. Tetapi akan tersebar secara masif di berbagai kawasan,” kata Yusron.

    Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi menemui para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok, NTB, Selasa (05/10/2021). (Foto: Pelopor/Dinas Pariwisata NTB)

    Keberadaan UMKM yang tersebar di sejumlah lokasi itu akan dipadu dengan atraksi budaya, untuk menarik perhatian wisatawan, dan juga diharapkan mampu meningkatkan atmosfir kunjungan wisatawan di berbagai destinasi unggulan Lombok-Sumbawa. “Kami akan segera membuat designnya dengan nuansa budaya lokal. Nanti kita lihat, berapa stage yang bisa kita siapkan,” ujar Yusron.

    Yusron memperkirakan BIZAM mampu menampung 302 stand UMKM dan pihaknya juga akan mengupayakan stand UMKM yang terbuat dari tenda. Sedangkan produk UMKM yang bisa ditampilkan ditafsir mencapai 40 jenis yang dikemas sedemikian rupa agar bisa menarik perhatian dan minat beli wisatawan. Ragam produk UMKM ini pun siap dipajang di sejumlah hotel.

    Baca juga: STP Mataram Tanpa Lelah Cari Potensi Desa Wisata NTB

    “Seluruh produk yang ditampilkan nanti, kami pastikan sudah terkurasi dengan standar nasional dan internasional. Sudah terkurasi sekitar 40 jenis produk UMKM. Di antara ragam produk itu kriya, snack, hasil pertanian, madu, sabun, gula, kopi dan ragam lainnya,” ungkap Yusron.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) NTB Ahyak Mudin optimistis, ajang WSBK akan memberi manfaat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi NTB, terutama masyarakat desa yang wilayahnya merupakan kawasan wisata pedesaan. “Jika produk unggulan warga (UMKM) bisa tercover, akan memberi dampak besar bagi perekonomian masyarakat. Kami optimis pertumbuhan ekonomi NTB bisa terkatrol hingga 5 persen,” kata Ahyak. []

  • TNI AD Gelar FGD Memajukan Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi

    peloporberita.com/ | Jakarta – TNI AD melalui Staf Ahli Kasad menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema “Peranan Komsos Satkowil Dalam Memajukan Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” di Gedung AH Nasution Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Senin (20/09/2021). 

    Dalam sambutannya, Koorsahli Kasad yang diwakili Kasahli Kasad TK. III Bidang Komsos Mayjen TNI Tri Yuniarto mengatakan, saat ini kesejahteraan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mendukung terbentuknya stabilitas negara. Sejumlah permasalahan kompleks yang kini dihadapi bangsa Indonesia, salah satunya pandemi, tidak hanya menghantam dari segi persoalan kesehatan, tetapi juga memperburuk situasi perekonomian global.

    Baca juga: Tiga Strategi TNI Dukung Pemerintah Sukseskan Program Vaksinasi Nasional

    “Dampak pertama melemahnya konsumsi rumah tangga atau daya beli, dampak kedua pandemi Covid-19 menimbulkan adanya ketidakpastian kapan akan berakhir sehingga bidang investasi juga ikut melemah dan berimplikasi terhadap berhentinya sebuah usaha, sedangkan dampak yang ketiga yakni pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun,” ungkap Mayjen TNI Tri Yuniarto.

    Tri Yuniarto menambahkan, akibat dampak itu, pemerintah telah melakukan tindakan cepat diantaranya program vaksinasi, program pemulihan ekonomi nasional, BLT dan bantuan modal usaha UKM/UMKM. Namun demikian, berbagai upaya yang dilakukan belum cukup untuk mengembalikan kondisi ekonomi nasional sesuai yang diharapkan. 

    Baca juga: TNI-Polri Pastikan PON XX Papua Tanpa Gangguan KKB

    Perlu dukungan dari semua pihak, terutama TNI dan jajarannya, sebagai salah satu sumber daya yang terlatih dan teruji, yang terbukti selalu hadir dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat melalui program Binter (pembinaan teritorial).

    Kegiatan ekonomi yang diperlukan saat ini adalah kegiatan ekonomi kreatif yang mampu beradaptasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat era teknologi 4.0 yang mengarah pada otomasi dan pertukaran data terkini secara mudah dan cepat mencangkup sistem siber-fisik, internet of things, komputasi awan (cloud computing) dan komputasi kognitif.

    Baca juga: TNI AD Terima Hibah Ambulance dan Alat kesehatan

    “Peran Komsos Satkowil dalam memajukan ekonomi kreatif berbasis teknologi dengan mempertimbangkan peran Kodam secara signifikan bagi suksesnya program peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu dibuat kajian dengan melibatkan berbagai institusi terkait baik  Kemenko Ekonomi, Kemenparekraf, Ster Mabes TNI, Sterad, Pusterad dan para Kotama/Kodam,” kata Mayjen TNI Tri Yuniarto. 

    Kegiatan FGD yang diselenggarakan sehari dengan berpedoman pada protokol kesehatan, dihadiri narasumber Kemenko Ekonomi, Pangdam IV/Diponegoro, CEO Bukalapak dan undangan pejabat Kemenparekraf, Ster Mabes TNI, Pusterad, Sterad dan Kotama TNI AD. []

  • Teten Masduki Minta UMKM Masuk Dalam Produk Berbasis Inovasi dan Kreativitas

    peloporberita.com/ | Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini, Indonesia mampu menciptakan produk UMKM berteknologi tinggi dan berstandar internasional. Untuk itu, Teten mengarahkan UMKM agar masuk ke dalam produk berbasis inovasi teknologi dan kreativitas. Keinginan ini berdasarkan kesuksesan CV Nuri Teknik (Nuritek) di Cianjur, Jawa Barat, sebagai contoh pelaku UMKM usaha yang mengandalkan desain dan teknologi yang mampu berinovasi dan kreatif.

    Nuritek adalah usaha yang fokus pada pembuatan berbagai alat-alat kesehatan (alkes), baik untuk keperluan kedokteran maupun rumah sakit dan manufaktur umum. “Sebagai produsen dalam negeri, Nuritek sukses menjadi supplier alat-alat kedokteran dan rumah sakit yang telah tersebar hampir ke seluruh provinsi di Indonesia,” ucap Teten saat mengunjungi pabrik sekaligus tempat produksi Nuritek di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (18/09/2021). 

    Teten menegaskan, di masa pandemi Covid-19, salah satu bisnis yang masuk dalam kelompok the winner adalah produsen alat-alat kesehatan. Sehingga peningkatan produksi perlu terus dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat, khususnya rumah sakit. “Produksi alat-alat kesehatan Nuritek ini sejak tahun 90-an ini sudah lama berproduksi bahan berstandar internasional. Ke depan UMKM diarahkan masuk ke produk berbasis inovasi dan kreativitas,” tegas Teten. 

    Baca juga: Teten Masduki Lepas Ekspor Briket UKM Binaan LPDB-KUMKM ke Hong Kong dan Irak

    Saat ini, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKopUKM) tengah membuat master plan agar UMKM di Indonesia bisa seperti Korea Selatan, Taiwan, Jepang, bahkan Malaysia, yang menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen. “Kita harus mengejar ini. Tidak boleh kalah dengan negara lain. Karena Indonesia mampu,” kata Teten. 

    Untuk itu, KemenKopUKM punya harapan yang tinggi bagi UMKM untuk mampu membuat produk dengan teknologi tinggi. “Ini buktinya. Nuritek mampu dan berhasil. Saya ingin kerja sama dengan Nuritek untuk menyimbangkan kemampuan serta pengetahuan menjadi inkubasi binis mengembangkan UMKM lain berbasis teknologi,” ujar Teten. 

    Selama ini, keberpihakan pemerintah untuk mendukung produk-produk dalam negeri terus digencarkan. Sejak tanggal 14 Mei 2020, Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) telah diluncurkan oleh Presiden Jokowi. Selain itu, pada portal LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) juga telah dibuat laman khusus untuk produk UMKM dan Koperasi. 

    Baca juga: Teten Masduki: Koperasi Harus Jadi Konsolidator dan Agregator Bagi Usaha Kecil

    Teten pun mengapresiasi Nuritek yang telah onboarding di laman LKPP, sehingga alokasi minimal 40 persen belanja Pemerintah Pusat dan Daerah untuk produk UMKM dan Koperasi dapat dimanfaatkan. “Kebijakan ini tertuang dalam Perpres 12 tahun 2021. Total alokasi anggaran pada 2021 ini sebesar Rp 460 triliun,” imbuh Teten.

    Pemilik CV Nuri Teknik Ahmad Sarifudin menceritakan, Nuritek telah memproduksi alkes selama lebih dari 30 tahun. Mulai dari masker, alat USG, meja operasi, hingga tempat tidur pasien. Jumlah yang diproduksi hingga saat ini mencapai lebih dari 500 unit. “Kami bersyukur, seperti mendapat karpet merah dari pemerintah sejak pemerintah menutup beberapa produk impor dan mengganti dengan produk UMKM yang mampu mensubstitusi impor. Semoga semua stakeholder memperhatikan produk dalam negeri,” ujar Ahmad. 

    Produk-produk alkes Nuritek ini tersebar di beberapa rumah sakit di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Nuritek kini memiliki 300 karyawan dan juga bekerja sama dengan beberapa pihak, seperti Kemendikbudristek untuk memberikan pelatihan produk berbasis teknologi. []