Tag: UMKM

  • Bazaar Blitar Djadoel 2022 Percepat Kebangkitan UMKM

    Jakarta – Bazaar Blitar Djadoel 2022 yang digelar Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur, menjadi momentum efektif untuk mempercepat kebangkitan UMKM. Hal ini disampaikan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki saat membuka acara tersebut di Alun-Alun Kota Blitar pada Jumat (17/06/2022). Meski demikian menurutnya, semua acara bersifat massal harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    “Semakin banyak event yang bisa mendatangkan orang banyak, baik lokal ataupun turis asing akan menggerakkan ekonomi khususnya UMKM. Saya lihat beberapa kota yang punya event ratusan itu UMKMnya bisa tumbuh besar,” tuturnya dikutip Sabtu, (18/06/2022).

    Bazaar Blitar Djadoel 2022, merupakan rangkaian dari peringatan Bulan Bung Karno (Ir Soekarno) yang digelar pada 17 – 27 Juni 2022. Di Bazaar tersebut ditampilkan berbagai atraksi kesenian dan budaya daerah. Serta ditampilkan juga barang-barang lawas dan antik serta berbagai stand bagi UMKM dan pedagang kaki lima.

    Dalam kesempatan yang sama Wakil Walikota Blitar, Tjutjuk Sunario mengatakan Bazaar Blitar Djadoel digelar dengan melibatkan berbagai kalangan mulai dari pekerja seni budaya hingga ratusan UMKM yang ada di wilayah kota Blitar. Pihaknya ingin agar event tersebut benar-benar mampu mendorong kebangkitan UMKM dan ekonomi masyarakat sekitar yang sempat terpuruk akibat adanya pandemi.

    Bazaar Blitar Djadoel 2022 yang digelar Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur

    “Bazaar ini diselenggarakan untuk menambahkan semangat ekonomi kreatif dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Event ini akan menjadi pengungkit UMKM, pengungkit ekonomi apalagi UMKM jadi tulang punggung ekonomi nasional,” kata Tjutjuk.

    Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi dan budaya lokal di tengah disrupsi teknologi informasi yang berkembang begitu pesat seperti saat ini. Selain itu kebangkitan ekonomi juga menjadi agenda yang juga perlu diakselerasi lantaran selama pandemi yang berlangsung lebih dari dua tahun tersebut benar-benar membuat pelaku usaha khususnya UMKM terpuruk.

    “Kita harap masyarakat di kota Blitar di tengah kemajuan teknologi tetap mewarisi budaya yang adi luhung ini. Melalui acara ini mari kita rawat warisan budaya kita karena bangsa yang besar adalah yang menghargai budaya bangsa,” tandasnya. []

    [irp]

  • Kasus Korupsi Gerobak UMKM Rp 76 M, Bareskrim Periksa 40 Orang Saksi

    Jakarta – Bareskrim Polri telah memeriksa 40 Saksi terkait kasus Dugaan Korupsi Penyediaan Gerobak UMKM di Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada tahun anggaran 2018 sampai dengan 2019.

    Ini menjadi komitmen Polri dalam pemberantasan korupsi. Apalagi kasus tersebut berkaitan dengan kepentingan pengusaha kecil dan menengah yang membutuhkan bantuan pemerintah dengan perkiraan kerugian negara hingga Rp76 miliar.

    “Update saat ini telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 40 saksi terkait dengan pengadaan gerobak dagang pada tahun anggaran 2018-2019 pada Kementerian Perdagangan,” tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, dikutip Jumat (17/06/2022).

    Ramadhan menjelaskan, para saksi yang telah diperiksa Bareskrim Polri sebagian besar merupakan saksi korban seharusnya menerima, tetapi ternyata tidak menerima bantuan gerobak dan saksi ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    “Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah bersurat kepada BPK RI. Saat ini dalam penghitungan kerugian keuangan negara di BPK RI,” ungkap Ramadhan.

    Dugaan korupsi anggaran gerobak dagangan UMKM ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang berhak menerima bantuan itu, namun sudah 3 tahun berjalan mereka tak kunjung mendapatkan gerobak itu dari Kemendag. []

    INAYA UMPAN PANCING

  • KemenKopUKM Gelar Matchmaking Entrepreneur Financial Fiesta untuk Perkuat Pendanaan Startup

    Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengadakan inisiasi penjaringan wirausahawan berbasis inovasi teknologi sebagai bentuk upaya pemberdayaan, serta pengembangan UMKM pada Juni-Desember 2022.

    Program bertajuk Matchmaking Entrepreneur Financial Fiesta (EFF) ini, merupakan program penjaringan bagi seluruh wirausaha berbasis inovasi teknologi (Startup) di seluruh Indonesia untuk memfasilitasi entrepreneur mendapatkan sumber daya pendanaan.

    “Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses penciptaan wirausaha menuju wirausaha mapan,” tutur Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/06/2022).

    Kegiatan ini menyasar langsung startup pada ekonomi kreatif di 7 sektor strategis pertanian (agrikultur), perikanan, edukasi, kesehatan, pariwisata, maritim, dan logistik. “Ini dalam rangka agenda pemulihan atau transformative recovery berfokus pada pengembangan usaha yang ramah lingkungan,” ungkap Azizah.

    Program Matchmaking tersebut menurutnya, untuk memfasilitasi wirausahawan Indonesia (inovasi teknologi/startup). “Saya mengajak seluruh stakeholder, wirausahawan, maupun investor, untuk turut serta dalam Program Matchmaking EFF 2022,” ujar Azizah.

    [irp]

    Cara untuk turut serta dalam program ini yakni, dengan melakukan registrasi pada 16 Juni 2022 melalui website effstartup.id. Program itu, terdiri dari 6 tahapan sebagai berikut:

    1. Penjaringan 500 startup menjadi 10 wirausaha terpilih hasil kurasi berdasarkan kualifikasi.
    2. Pelatihan matriks secara daring oleh expert berpengalaman (Metrics Coaching dan Iterasi Coaching).
    3. Pendampingan menuju matchmaking oleh para tenaga ahli.
    4. Fasilitas akses pendanaan lokal dan internasional.
    5. Fasilitas Startup Showcase bagi pelaku usaha berunjuk gigi di depan para investor.
    6. Berkesempatan bersinergi dengan KemenkopUKM.

    [irp]

    Menurut Azizah, Program Matchmaking EFF 2022 menjadi salah satu agenda dalam mendukung pemulihan transformatif sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. “Salah satunya mendorong pembiayaan UMKM bergeser dari sektor perdagangan ke sektor riil,” tandasnya. []

    INAYA UMPAN PANCING

  • MenKopUKM: Lindungi UMKM dan Konsumen dengan Redesain Model Bisnis Ekonomi Digital

    Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, redesain model bisnis ekonomi digital di Indonesia bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri, termasuk e-commerce dalam negeri, UMKM, juga konsumen.

    Hal ini disampaikannya usai Rapat Koordinasi pembahasan lanjutan mengenai Usulan Perubahan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50 Tahun 2020, Tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) di Jakarta, Selasa (14/06/2022).

    Teten mengaku, kebijakan nasional ekonomi digital itu luas di dalamnya mencakup pengaturan data, marketplace, dan sebagainya. “Tapi, yang akan kita percepat itu mengenai revisi Permendag 50/2020 tentang perdagangan secara elektronik,” ungkapnya.

    Oleh sebab itu, KemenKopUKM mengundang seluruh stakeholder agar dapat memberikan masukan dan usulan terkait perubahan Permendag tersebut. “Sehingga, nantinya, Permendag itu betul-betul dan sesuai dengan kebutuhan kita,” ucapnya.

    Teten juga menegaskan bahwa langkah untuk melindungi produk dalam negeri dan UMKM harus tetap menjadikan Indonesia sebagai tempat yang atraktif bagi investasi asing. “Kita juga bukan ingin menutup pasar Indonesia untuk produk asing. Tapi, kita ingin produk asing atau impor playing field yang sama dengan produk dalam negeri dan UMKM,” tandas MenKopUKM.

    Teten berharap, pasar ekonomi digital di Indonesia yang diprediksi nilainya pada 2030 mencapai Rp5.400 triliun bisa sebesar-besarnya dinikmati produk dalam negeri dan UMKM. Selanjutnya, ada beberapa hal yang akan diatur. Diantaranya, mengenai Predatory Pricing yang sekarang banyak dilakukan e-commerce, termasuk Cross Border, yang berdampak pada produk UMKM tidak bisa bersaing.

    “Predatory pricing itu bisa membunuh produk dalam negeri dan UMKM. Dan itu sudah tidak masuk akal. Dimana ada kekuatan ekonomi besar yang bakar uang yang bisa membunuh UMKM,” tandasnya.

    Hal lain yang diatur adalah yang menyangkut ritel online (produk impor). “Kita ingin mereka harus impor barang dulu ke Indonesia secara konvensional, baru boleh jualan produknya di Indonesia,” sebut Teten.

    Selain itu, ia juga ingin perubahan itu mengarah pada posisi dan peran e-commerce cukup sebagai penyedia platform, bukan sekaligus jualan produknya sendiri atau produk dari perusahaan afiliasinya. “Saya ditugaskan Presiden untuk mengkoordinasikan ini, karena ini juga menyangkut kementerian lain, seperti Mendag, Menkominfo, dan Menkeu terkait pajak dan pabean,” tandas MenKopUKM.

    [irp]

    Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA) Bima Laga dalam kesempatan yang sama menegaskan, pihaknya akan memberikan masukan yang komprehensif agar revisi Permendag 50/2020 ini bisa menciptakan ekosistem dan iklim yang membuat pasar bersaing secara sehat.

    Sementara Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah berharap, revisi Permendag 50/2020 ini bisa segera terealisasi, karena sudah lama pihaknya meminta perlakuan yang sama antara online dan offline (ritel).

    “Selain itu, perdagangan online itu belum banyak diatur. Sementara di ritel, kita ada kewajiban 80% produk kami harus lokal,” pungkas Budihardjo. []

    [irp]

    INAYA UMPAN PANCING

  • MenKopUKM: Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah oleh Koperasi Harus Dipercepat

    Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, pembangunan pabrik minyak makan merah oleh koperasi sangat mendesak untuk segera dilakukan sehingga perlu dipercepat demi merespons kebutuhan akan minyak goreng di samping minyak makan merah yang potensial memberikan nilai tambah bagi petani sawit. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan Kerja Bersama Stakeholder Kelapa Sawit di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan, Sumatera Utara.

    “Minyak makan merah ini lebih sehat dan punya banyak manfaat. Dengan adanya ini juga dapat memecahkan permasalahan pasokan minyak goreng dan dapat menghadirkan minyak goreng yang terjangkau bagi rakyat,” tutur Teten Kamis (09/06/2022).

    Menteri Teten menjelaskan, pilot project pengembangan minyak makan merah oleh koperasi juga mulai diinisiasi di Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Kalimantan Tengah. Terkait teknologinya, Ia sudah melihat langsung pembuatan minyak makan merah oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Menurut Teten, teknologi tersebut akan sangat mudah diterapkan kepada koperasi dan UMKM.

    “Saya lihat teknologi untuk hasilkan minyak makan merah sudah ada di PPKS. Skala ekonomis dari teknologi ini bahkan dapat menghasilkan 500 kg minyak makan merah per jam. Saya akan bicara dengan Menteri BUMN agar memproduksi alat ini lebih banyak, supaya ketika piloting kita dapat dukungan teknologi dari PPKS,” ungkap MenKopUKM.

    Produk minyak makan merah. (Foto:Pelopor.id/KemenKopUKM)
    Produk minyak makan merah. (Foto:Pelopor.id/KemenKopUKM)

    Sementara Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) M. Edwin Syahputra Lubis dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghasilkan inovasi yang diharapkan dapat pengentasan stunting sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi agar usahanya mampu naik kelas.

    Inovasi yang dimaksud adalah minyak makan merah yang merupakan produk turunan dari minyak kelapa sawit dengan nutrisi berupa fitonutrien (karoten dan vitamin E) yang tinggi serta kualitas asam lemak yang sangat baik bagi kesehatan.

    “Minyak makan merah juga dapat menjadi jawaban untuk pengentasan stunting karena minyak makan merah memiliki asupan vitamin yang unggul dibandingkan dengan minyak goreng biasa,” sebut Edwin.

    [irp]

    Direktur Riset Perkebunan Nusantara Teguh Wahyudi menambahkan, dari 14,59 juta hektare luas perkebunan sawit di Indonesia, 6,04 juta hektare atau 41% di antaranya dikelola oleh petani swadaya dan dari total produksi sebanyak 44,8 juta ton, 35% di antaranya adalah hasil dari sawit rakyat.

    Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi turut menyampaikan, bahwa dengan inovasi minyak makan merah, TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit dari petani tidak perlu lagi bergantung kepada pabrik minyak goreng.

    “TBS yang ada di rakyat kan dibawa ke pabrik biasanya dan ditambah potongan sampai 7%. Kalau begitu caranya, TBS mereka kita kumpulin dan tak usah kita bawa ke pabrik. Artinya kalau kita siapkan ini dengan alat yang sederhana, saya rasa kita mampu membuat minyak merah ini. Sehingga kepusingan pemerintah karena minyak goreng ini bisa teratasi,” tegas Edy. []

    [irp]

  • Teten Masduki: Pandangan UMKM Hanya Bumper Perekonomian Sangat Keliru

    Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menegaskan, pola pikir bahwa pelaku UMKM hanya sebagai bumper dalam perekonomian nasional sangat keliru. Pasalnya, UMKM telah terbukti berperan sebagai dinamisator pemulihan ekonomi.

    MenKopUKM juga menekankan, bahwa UMKM berhasil melakukan transformasi yang luar biasa, utamanya terkait keikutsertaan mereka dalam ekosistem digital. Tercatat sejak awal pandemi, jumlah UMKM yang memanfaatkan e-commerce meningkat lebih dari 100%.

    “Begitu ada pandemi, jumlah UMKM yang go online, masuk ke ekosistem digital naik pesat dari 8 juta pelaku usaha menjadi tak kurang dari 19 juta UMKM,” tutur MenKopUKM dalam kegiatan Komunikasi Sosial TNI Tingkat Pusat TA 2022 di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, dikutip Kamis, (02/06/2022)

    Teten juga menjelaskan, bahwa pandemi juga berdampak pada semakin beragamnya produk yang diciptakan oleh UMKM, seperti di sektor kuliner yang marak bermunculan frozen food. Selain itu, mulai bermunculan juga produk-produk health care, dan sebagainya.

    Perubahan pola pikir terhadap UMKM pun menurut MenKopUKM dianggap penting, mengingat hingga kini usaha kecil masih mendominasi postur perekonomian dengan persentase 99,9%. Dari angka itu, segmen usaha mikro menjadi penguasa dengan jumlah 99% dan mampu menyerap tak kurang dari 97% lapangan pekerjaan.

    Padahal di sisi lain, UMKM di Indonesia masih cenderung rendah dalam hal mengakses kredit perbankan. MenkopUKM mencatat, porsi kredit perbankan untuk UMKM masih di angka 19,8%.

    [irp]

    “Bisa dibayangkan kalau UMKM kita itu seperti di Korea Selatan, dimana kredit perbankan sudah banyak untuk UMKM. Kita saja yang 19,8% bisa menyerap lapangan kerja 97% dan berkontribusi terhadap PDB 61%,” tandas Teten.

    Menurutnya, catatan-catatan tersebut bahwa selama ini penempatan UMKM yang hanya sebagai bumper perekonomian sangatlah keliru karena pada nyatanya, sektor UMKM menjadi penyelamat dan pahlawan dari setiap krisis yang melanda perekonomian bangsa.

    “Untuk itu saat ini pemerintah tengah mengubah cara pandang, pola pikir, dan visi terhadap potensi ekonomi UMKM. Artinya, UMKM tak hanya kita anggap sebagai bumper, ekonomi subsisten, atau ekonomi untuk kebutuhan rumah tangga saja,” pungkas Teten. []

    [irp]

  • MenKopUKM: Vending Machine Blibli dan JumpStart Terobosan untuk Tingkatkan Omzet UMKM

    Jakarta – Blibli dan JumpStart, meluncurkan vending machine cerdas pertama di Indonesia yang khusus menjual produk UMKM. Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menegaskan kolaborasi tersebut merupakan terobosan yang sangat tepat dilakukan untuk mendukung UMKM Indonesia.

    Hal ini, diungkapkan MenKopUKM dalam acara Peluncuran Vending Machine UMKM Kolaborasi Blibli dengan Jumpstart, di Locale Pop Up, Lantai 3, West Mall Grand Indonesia, Senin (30/05/2022).

    “Saya kira ini mengkombinasikan market offline dan online dengan vending machine. Ini terobosan untuk meningkatkan omzet UMKM. Dengan ini produk UMKM mudah diakses di mana saja dan oleh siapa saja,” tuturnya.

    Vending machine tersebut, platform terbarukan bagi para pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran, promosi, dan distribusi produk dengan lebih efisien secara omnichannel.

    Dimana, pelanggan bisa menikmati pengalaman baru dalam membeli produk-produk lokal terbaik yang lebih mudah dengan mengunjungi unit-unit vending machine cerdas yang berada di Grand Indonesia, Jakarta.

    Menteri Teten juga menegaskan bahwa saat ini produk UMKM memiliki kualitas yang baik dan keren. Dengan adanya Vending Machine UMKM ini, MenKopUKM optimistis tahun ini dapat menjadi tahun kebangkitan UMKM dan ekonomi Indonesia.

    [irp]

    Chief Marketing Officer Blibli Edward K. Suwignyo menambahkan bahwa 74% dari pelaku UMKM sudah memahami e-commerce dan platform online. Namun, pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi hanya mencapai 20%.

    Oleh sebab itu, upaya Blibli dan Jumpstart menghadirkan Vending Machine UMKM merupakan cara yang tepat untuk memberikan akses pemanfaatan teknologi bagi UMKM.

    “Kami mencari cara supaya teknologi membuka akses sebanyak mungkin untuk UMKM. Kolaborasi dengan Jumpstart ini untuk mengeluarkan potensi UMKM Indonesia. Kami berharap inisiatif kami dengan Jumpstart dapat diterima dan berkembang untuk kemajuan UMKM Indonesia,” ucap Edward.

    MenKopUKM: Vending Machine Blibli dan JumpStart Terobosan untuk Tingkatkan Omzet UMKM

    Sementara CEO Jumpstart Brian Imawan dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya dan Blibli sama-sama memiliki ekosistem teknologi mumpuni, sehingga mereka optimistis kolaborasi ini dapat mendukung digitalisasi produk lokal dan UMKM Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat kebanggaan akan produk lokal di hati masyarakat.

    “Semoga, vending machine ini dapat menjadi solusi bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan awareness, mencapai target pasar, hingga memperkuat product showcase dengan lebih efisien,” tandas Brian.

    Dalam kerja sama ini, Blibli telah menggandeng 36 UMKM untuk menghadirkan 180 varian produk lokal terbaik yang bisa langsung didapat pelanggan di vending machine inovatif yang disediakan oleh JumpStart.

    [irp]

    Blibli pun memaksimalkan jangkauannya yang luas terhadap para pelaku UMKM di Indonesia untuk melakukan kurasi terhadap produk-produk yang ditawarkan untuk menjamin kualitas barang yang diterima oleh pelanggan. []

  • MenKopUKM: Bali Harus Jadi Daerah Hub Ekspor Produk Premium

    Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, belajar dari dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomin Bali, maka perlu dilakukan perbaikan strategi dan diversifikasi kebijakan pembangunan di Bali.

    Hal ini disampaikan MenKopUKM dalam Opening Ceremony Showcase Produk UKM dalam Forum Internasional 7th Global Platform For Disaster Risk Reduction (GPDRR) Tahun 2022, di Bali, Rabu (25/05/2022). Dalam acara ini, MenKopUKM juga ditunjuk sebagai koordinator bidang pameran UKM.

    Strategi diversifikasi kebijakan pembangunan di Bali antara lain, Bali tidak lagi sekadar bertumpu pada pariwisata, tetapi juga mengembangkan strategi pariwisata, perdagangan dan investasi yang komprehensif.

    Selain itu, Bali juga harus menjadikan berbagai event internasional yang bertempat di Pulau Dewata ini sebagai event yang wajib diiringi dengan promosi produk UMKM yang berkualitas.

    “Bali juga harus menjadi daerah yang sudah dikenal secara internasional sebagai hub ekspor untuk produk UMKM premium. Jadi kita ingin Bali menjadi pintu bagi produk UMKM go global,” tutur Teten Masduki.

    Ia juga menegaskan bahwa Bali juga harus memperkenalkan program mitigasi bencana, pascabencana, dan rehabilitasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia termasuk dukungan bagi UMKM yang terdampak bencana melalui pelatihan, pendampingan, dan pembiayaan pascabencana.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto:Pelopor.id/KemenkopUKM)

    Lebih lanjut menurut MenKopUKM, Bali dapat memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana seperti yang ditampilkan oleh KemenKopUKM dalam salah satu dari empat zona Showcase Produk UKM yang ada yaitu zona 1 yang mengangkat tema The Rising Phoenix.

    “Bali harus mengangkat produk UMKM dari pelaku usaha yang terdampak bencana serta berkebutuhan khusus dan memperkenalkan serta mempromosikan produk-produk kreatif, inovatif, ramah lingkungan, dan berbasis IT atau inovasi teknologi,” ungkapnya.

    MenKopUKM berharap, sinergi dan kolaborasi yang baik antar K/L seperti yang tertuang dalam Showcase UMKM kali ini berkelanjutan dan menjadi lebih baik lagi, serta UMKM Indonesia dapat semakin tangguh, adaptif, inovatif, semakin dikenal, dan berdaya saing di kancah internasional.

    Teten Masduki
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto:KemenkopUKM)

    Adapun showcase produk UMKM di ajang GPDRR 2022 mengambil tema The Spirit of Indonesia, from Risk to Resilience dan melibatkan 5 Kementerian/Lembaga (K/L) serta lebih dari 200 UMKM. Showcase ini terdiri dari 4 zona yakni :

    Zona 1
    The Rising Phoenix yang merupakan mini museum tentang bencana besar yang pernah terjadi di Indonesia.

    Zona 2
    Memento of Indonesia yang menampilkan produk unggulan yang memiliki nilai tambah eco friendly dan zero waste product

    Zona 3
    Taste of Indonesia yang menampilkan produk makanan dan minuman warisan budaya nusantara maupun hasil industri kreatif

    Zona 4
    Local Rhythm yang menampilkan performance lokal dan hiburan.

    Kegiatan showcasing produk UMKM ini berlangsung dari 23 – 28 Mei 2022 dibagi dalam dua lokasi. Pertama di tiga hotel yaitu Conrad Bali, Courtyard Bali Nusa Dua, dan Melia Bali dengan total 30 UMKM.

    [irp]

    Sedangkan lokasi kedua di Bali Collection yang menghadirkan 238 produk UMKM bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

    Potensi pasar dari kegiatan showcase produk UMKM kali ini selain dari lebih dari 5000 delegasi dari 193 negara yang berpartisipasi, juga dari wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang mulai mengunjungi Bali.

    Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KemenKopUKM dengan PT Oriental Indrakila Persada tentang pengembangan usaha kecil dan menengah melalui promosi dan perluasan pasar. []

    [irp]

  • Pj Gubernur Banten Tindaklanjuti Arahan Presiden Dukung Produk Lokal

    Jakarta | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan akan menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan mengoptimalkan produk dalam negeri atau produk unggulan dari Provinsi Banten agar masuk dalam e-Katalog Lokal.

    Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, dengan masuknya produk-produk lokal dalam e-Katalog, maka produk tersebut dapat ditawarkan tak hanya kepada skala lokal, tapi juga skala nasional maupun internasional.

    “Hal ini, selain masyarakat akan mendapatkan nilai tambah dari begitu masif dan luasnya dipasarkan apa yang menjadi produk-produk kita, yang utamanya adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten, pada akhirnya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Al Muktabar di Jakarta, Selasa (24/05/2022).

    Dia juga mengatakan bahwa Banten saat ini telah memiliki e-Katalog Lokal, bahkan memiliki toko daring dengan nama Plaza Banten, yang dibentuk untuk membantu memasarkan produk para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan, khususnya di Banten.

    “Nanti kita akan roadshow tentang itu, akan kita pastikan betul sekarang basis datanya sudah ada, kita akan informasikan apa yang bisa dengan kualifikasi itu masuk di sana,” jelasnya.

    Selain itu, dia juga menuturkan saat ini pihaknya tengah mengawal dan memastikan satu persatu dalam rangka pembelanjaan produk lokal dengan basis pembiayaan dari APBD yang sesuai dengan peruntukkan dan kebutuhannya.

    “Kita akan bersama untuk mendeteksi agenda-agenda yang sesuai arahan pak presiden, itu yang akan kita implementasikan dan kita akan pantau progres presentase pencapaiannya setiap saat,” ungkapnya.[]

  • Kemenparekraf Beberkan 4 Tahapan Penguatan Rantai Pasok Industri Parekraf

    Jakarta – Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana, menyampaikan ada tahapan yang harus dilakukan dalam penguatan rantai pasok Industri pariwisata dan ekonomi kreatif yakni:

    1. Tahap supply
    2. Tahap demand
    3. Tahap matchmaking
    4. Tahap sustainable supply chain.

    Hal ini, disampaikannya dalam acara Pra Temu Bisnis dengan tema “Sinergitas dan Kolaborasi Industri Pariwisata dan Ekonomi kreatif di Provinsi Bali” yang berlangsung di Aula Joop Ave Politeknik Pariwisata, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (20/05/2022).

    Menurut Hayun, meningkatkan demand akan meningkatkan omzet supply, perluasan tenaga kerja, penggunaan produk lokal, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Namun, agar supply dapat digunakan oleh demand, supply harus memenuhi persyaratan demand. Sehingga program kolaborasi Penguatan Rantai Pasok Industri Parekraf menjadi solusi agar supply dapat memenuhi persyaratan demand,” tuturnya.

    Acara Pra Temu Bisnis ini sendiri, mempertemukan pelaku industri pariwisata khususnya usaha hotel dan restoran dengan para pelaku UMKM bidang ekonomi kreatif agar terjalin kerja sama yang lebih baik.

    [irp]

    Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Henky Manurung menyampaikan, penguatan rantai pasok ini dilakukan sebagai upaya pengembangan UMKM sebagai penyokong perekonomian nasional.

    Pasalnya, UMKM mampu menyerap 97 persen lebih tenaga kerja di Indonesia dan mengintegrasikan investasi sebesar 60,4 persen.

    “Penguatan rantai pasok ini juga harus dengan melibatkan pihak-pihak mulai dari hulu ke hilir, yang mana diperlukan kolaborasi yang kuat,” tandas Henky. []

    [irp]