Tag: UMKM

  • KemenKopUKM dan Grab Bersinergi Percepat UMKM Onboarding Digital

    Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dan Grab Indonesia bersinergi untuk mencapai target 30 juta UMKM onboarding digital dan 500 koperasi modern berbasis digital pada 2024, serta 1 juta UMKM onboarding e-catalog LKPP pada tahun 2022.

    Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menjelaskan, kerja sama dengan ekosistem digital perlu didukung berbagai pihak utamanya untuk mempercepat onboarding UMKM digital. Salah satunya bersama Grab Indonesia yang diharapkan sebagai penyedia platform digital, untuk tetap menjadi platform dan tidak mengambil alih bisnis UMKM.

    Hal ini disampaikan Teten Masduki dalam pembukaan Roadshow Klinik UMKM Bersama Grab Dalam Masifikasi Gerakan #BerubahDigital, di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/05/2022).

    “Saya ditugaskan Presiden Jokowi menyiapkan digital ekonomi. Jangan sampai ketika hobi belanja online masyarakat sudah semakin tinggi, semua UMKM digital, justru malah diambil alih oleh platform, penyedia platform sebagai wadah, jangan jadi pelaku juga yang menjual produk,” tuturnya.

    MenKopUKM juga menegaskan bahwa branding dan kemasan UMKM ke depan harus terus diperbaiki. UMKM juga diharap tak lagi berjuang sendiri, melainkan harus bergabung dalam koperasi. Dalam hal ini, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM memberikan pendampingan dan arahan pelaku usaha di daerah.

    “Ke depan juga supaya UMKM tak hanya mengambil modal dari bank atau lembaga pembiayaan, tapi juga lewat pasar modal. Tentunya dengan posisi UMKM yang kuat secara bersama-sama,” ucapnya.

    [irp]

    Digitalisasi dinilai penting bagi UMKM, sebab saat ini semua aspek telah terhubung secara digital. Bahkan Indonesia memiliki potensi ekonomi digital hingga Rp4.531 triliun pada tahun 2030 sehingga dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh para pelaku KUMKM dan masyarakat Indonesia. Namun ia juga mengingatkan agar potensi besar itu jangan justru diserbu oleh produk luar.

    “Ketika semua akses teknologi dibuka, maka apapun bisa masuk. Jangan lagi seperti itu, UMKM kita harus jadi raja di dalam negeri, mencari keunggulan produk jangan mengandalkan produk luar,” tegas Menteri Teten.

    Ditegaskan MenKopUKM, digitalisasi menjadi target pemerintah. Oleh karena itu terhubung secara digital tak hanya dari sisi marketnya, termasuk juga sistem pembayaran, hingga pengelolaan bisnis.

    “Target 30 juta sampai 2024, sekarang sudah ada 19 juta UMKM onboarding digital, tinggal 2 tahun lagi bisa mencapai 30 juta. Pasti kita bisa, sisa 11 juta usaha mikro akan kita didampingi untuk masuk digital,” tandas Menteri Teten.

    Sebelum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkait transformasi digital dan pendataan lengkap koperasi dan UMKM, dikeluarkan komitmen bagi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi digital. Di antaranya ada 7 Sektor Kelompok Strategis/Prioritas untuk disasar dalam upaya percepatan transformasi digital KUMKM yaitu Makanan/Minuman, Fashion, Petani, Pedagang Kaki Lima, Nelayan, Warung, dan Pesantren.

    [irp]

    Kemudian 7 prioritas aspek pengembangan transformasi digitalisasi Koperasi dan UMKM, yaitu Digitalisasi Akses Pasar, Digitalisasi Pemantauan Kualitas Produksi, Digitalisasi Keuangan serta Akses Pembiayaan, Digitalisasi Manajemen Organisasi, Digitalisasi Kapasitas Produksi, Digitalisasi Supplier/Pasokan, dan Digitalisasi Distribusi.

    President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata bilang, potensi digital harus digarap dengan baik oleh para pelaku UMKM. Pihaknya berkolaborasi bersama KemenKopUKM untuk menggelar pelatihan bagi mitra pengemudi dan mitra UMKM agar bisa saling mendukung.

    “Presidensi G20 Indonesia ini salah satu fokusnya adalah digitalisasi. Kesempatan ini kita jadikan ajang untuk memperlihatkan dunia bahwa UMKM berkontribusi besar terhadap digitalisasi ekonomi di Indonesia,” kata Ridzki. []

    [irp]

  • Program KKP “Inbis Invapro KP” Kawal UMKM Naik Kelas

    Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berinovasi dan menghasilkan diversifikasi produk bernilai tambah.

    Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengatakan, kedua hal itu merupakan poin penting agar UMKM bisa naik kelas.

    “Program Inkubasi Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (Inbis Invapro KP) yang dirintis Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) ini menjadi sangat penting karena memiliki tujuan peningkatan UMKM naik kelas dari segala aspek,” tuturnya usai membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Usaha Inbis Invapro KPdi Jakarta, Selasa (17/05/2022).

    Melalui program Inbis Invapro KP, Artati memastikan UMKM akan memperoleh pembinaan, pendampingan, maupun fasilitasi dari BBP3KP selama 2 tahun untuk mengembangkan performa inovasinya.

    Pendampingan dan fasilitasi yang ditawarkan antara lain berupa penerapan inovasi dan teknologi pengolahan/produksi, penerapan GMP, SSOP dan HACCP, pengujian mutu produk, pembiayaan dalam pengurusan sertifikasi, pembiayaan desain, bahan dan label kemasan produk, pencantuman informasi nilai gizi, dan perizinan berusaha.

    “Kita bekali juga materi manajemen usaha dan keuangan, akses pembiayaan, investasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan, akses pasar dan promosi produk tenant serta bahan promosi dan pemasaran,” ungkapnya.

    Selain itu, para tenant Inbis Invapro KP yang telah mendapatkan pendampingan nantinya diharapkan bisa menjadi klien Lembaga Sertifikasi Produk Hasil Perikanan (LSPro) BBP3KP sekaligus melabelkan produknya dengan tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) atau pembinaan berkesinambungan.

    [irp]

    SNI sendiri merupakan salah satu piranti yang melindungi masyarakat dan lingkungan hidup serta meningkatkan daya saing bangsa.

    “Lembaga Sertifikasi Produk Hasil Perikanan (LSPro-HP) BBP3KP merupakan LSPro bidang perikanan pertama di Indonesia,” terang Artati.

    Kepala BBP3KP Widya Rusyanto mengungkapkan hal serupa, ia memastikan jajarannya melakukan Bimtek Pengembangan Usaha Tenant Inbis Invapro KP kepada 25 tenant dan 21 pendamping tenant dari Dinas Kelautan Perikanan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

    [irp]

    Mereka akan digembleng selama 4 hari mulai 17-20 Mei dengan beragam materi seperti inovasi produk kelautan dan perikanan bernilai tambah, perizinan berusaha subsektor pengolahan ikan berbasis risiko (OSS-RBA) untuk UMKM, serta peningkatan daya saing produk UMKM melalui penerapan SNI.

    Materi lain yang juga disampaikan ialah kegiatan dan fasilitasi lingkup Ditjen PDSPKP, analisa kelayakan usaha dan laporan keuangan, mendesain dokumen GMP SSOP, serta penyusunan bisnis model canvas di UMKM.

    “Ada juga coaching desain kemasan dan label produk tenant Inbis Invapro KP Tahun 2022, pengembangan pemasaran produk perikanan secara digital, fasilitasi akses permodalan bagi UMKM, serta monitoring dan pelaporan tenant,” tandas Widya. []

  • Mudik Lebaran, Rest Area Jadi Ajang Promosi UMKM

    Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki meminta para pelaku UMKM agar memanfaatkan momen mudik jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H ini untuk mempromosikan produk unggulan daerah masing-masing. Salah satunya, lanjut MenKopUKM melalui pemanfaatan kawasan rest area yang menjadi lokasi favorit pemudik, ketika beristirahat dalam perjalanan ke kampung halaman.

    Hal ini, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2021 tentang Jalan Tol, yang merupakan turunan atau aturan pelaksana UU Cipta kerja. Di mana secara resmi mewajibkan pengusaha jalan tol mengalokasikan minimal 30 persen lahan mereka di rest area atau tempat peristirahatan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    “Momentum Idul Fitri tahun ini juga harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk reborn. Tumbuh kembali, melaju, dan semakin dekat dengan masyarakat Indonesia. Saya berpesan kepada saudara-saudari yang sedang bersiap merayakan Lebaran atau sedang mudik, jangan lupa bangga beli produk UMKM kita,” tutur Teten saat membuka Bazar Mudik Lebaran 2022 di Rest Area KM 39A Ruas Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Kamis (28/04/2022).

    Menteri Teten juga menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus memperkuat ekosistem usaha agar UMKM semakin maju. Salah satunya dengan memberikan afirmasi pemanfaatan 30 persen infrastruktur publik untuk UMKM. Seperti Bazaar Mudik Lebaran 2022 di Rest Area 39A di Bekasi, Jawa Barat ini dan juga akan dilaksanakan di Rest Area 360A dan 456A di Provinsi Jawa Tengah.

    “Tak hanya rest area, bandara, stasiun, juga area publik harus memberikan 30 persen areanya untuk UMKM, sebagaimana diatur Undang-Undang Ciptaker. Termasuk belanja 40 persen pemerintah pusat dan daerah, yang segala prosedur sudah dipermudah, karena perlu ekosistem untuk mendorong UMKM tumbuh dan berkembang ” tegas MenKopUKM.

    Hal ini, lanjut Teten, lantaran pemerintah menyadari, dari waktu ke waktu, dari masa krisis satu ke krisis yang lain, justru UMKM-lah yang menjadi penopang dan bertahan sehingga tak bisa lagi berpikir UMKM hanya sebagai bumper. Sebab 97 persen lapangan kerja disediakan UMKM, padahal UMKM hanya mengakses kurang dari 20 persen kredit perbankan.

    Rest Area
    Ilustrasi Rest Area .(foto: IG @restarea429)

    “Ekonomi Indonesia itu ekonomi rakyat, ya UMKM. Maka perlu ekosistemnya dibangun. Saya juga sudah minta diatur lahan untuk UMKM, tapi harga sewa juga jangan kemahalan. Aturan 30 persen itu juga termasuk dihitung biaya sewa yang kompetitif,” tegasnya.

    Dalam kesempatan itu, MenKopUKM juga mengingatkan, salah satu yang perlu diperhatikan adalah kemasan oleh-oleh yang pasti menjadi buruan pemudik saat pulang kampung. Menteri Teten meminta, agar para pelaku UMKM memperhatikan kemasan dari produk yang dijual.

    “Oleh-oleh ini jangan dianggap enteng. Ia punya potensi penjualan yang sangat besar dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat. Orang kalau mudik pasti yang dicari oleh-oleh khas daerahnya bukan yang lain. Jadi saya juga meminta pemerintah daerah atau dinas setempat membantu UMKM dalam mengemas produknya agar menarik,” tandas MenKopUKM. []

    [irp]

  • Goklik dan Kagama Bantuan Hukum Bersinergi Mengedukasi Pelaku UMKM Indonesia

    Jakarta – Pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan UMKM beberapa waktu yang lalu baru saja merilis angka terbaru dari UMKM Indonesia yang sudah masuk ke dalam ekosistem online commerce Indonesia sebanyak 17,5 juta pelaku UMKM dari 65,5 juta yang terdaftar di Kemenkop & UMKM.

    Berarti baru 28% UMKM Indonesia yang sudah bisa masuk ke pasar online dan mencicipi manis nya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di online commerce yang tahun lalu total transaksinya mencapai Rp. 403 triliun atau tumbuh sekitar 51% dari tahun 2020 berdasarkan data yang dirilis secara resmi oleh Bank Indonesia (2021).

    Hal itulah yang menjadi salah satu dasar inisiatif Anggota dan Pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sumatera Utara untuk mengadakan seminar oflline-online (hybrid) pada Jumat, 8 April 2022 di Hotel Santika Premier, Medan.

    Acara ini dibuka oleh Azka Subhan selaku Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara dan menghadirkan pembicara utama Ganjar Pranowo sebagai Ketua Kagama Pusat yang membagikan pengalamannya sebagai Gubernur Jawa Tengah dalam memenfaatkan teknologi digital dalam kepemimpinannya megelola daerah dan terutama UMKM disana.

    Acara yang bertajuk “Memulihkan Bisnis UMKM Pasca Pandemi” ini menghadirkan topik dan pembicara dari berbagai bidang penting seperti peluang dan tips UMKM di pasar online yang dibawakan oleh Fiter Bagus Cahyono (CEO Goklik.id), permodalan dan pendampingan UMKM dengan Pembicara Poltak Sitanggung (Deputi Direktur Bank Indonesia, Sumetara Utara), aspek hukum bagi kelayakan syarat permodalan UMKM oleh Romulo Silaen. (Ketua Kagama Bantuan Hukum), dan Yurisa Martanti (Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia) yang membawakan materi tentang UMKM dan permasalahan perizinan.

    Acara ini dihadiri langsung oleh sekitar 200 UMKM se-Sumatera Utara dan ratusan lainnya secara online, yang terdiri dari berbagai komunitas UMKM dengan berbagai jenis produk maupun jasa, termasuk di dalamnya hadir juga kelompok-kelompok UMKM binaan Bank Indonesia regional Sumatera Utara. Gubernur Jawa Tengah dan Ketua Pengurus Pusat Kagama Ganjar Pranowo yang hadir sebagai pembicara utama mengatakan bahwa saat ini teknologi digital telah banyak membantu kita untuk belajar tentang apapun dengan mudah dan cepat, tanpa batas.

    [irp]

    Bahkan Ganjar bercerita bahwa sejak awal kepemimpinannya di provinsi Jawa Tengah, dirinya mewajibkan seluruh dinas untuk memiliki akun social media dan menggunakannya sebagai saluran utama untuk menampung masukan nyata dari masyarakat, mempelajarinya, dan memberikan informasi dua arah kepada public di Jawa Tengah untuk memberikan layanan pemerintahan yang lebih baik dan cepat.

    Pada kesempatan itu, Ganjar juga memberikan trik-trik sederhana kepada para peserta seminar tentang bagaimana memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usaha UMKM, tanpa harus berpikir terlalu rumit dan berorientasi kepada hasil yang maksimal. Seperti diketahui, di Jawa Tengah sendiri terdapat 141.552 pelaku UMKM yang selama ini dikenal cukup maju dan terbantu oleh berbagai program pembinaan dan permodalan yang diberikan oleh Pemerintah Daerahnya.

    CEO Goklik Fiter Bagus Cahyono mengatakan bahwa UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di tengah manisnya pasar ekonomi digital Indonesia saat ini dan beberapa tahun ke depan. “Masyarakat Indonesia saat ini sudah sangat nyaman dan terbiasa untuk membeli berbagai kebutuhan hidupnya secara online, jadi UMKM Indonesia tidak perlu lagi memikirkan edukasi pasar online-nya, mereka (pembeli) sudah sangat siap untuk berbelanja secara online,” tuturnya.

    Seminat bertajuk “Memulihkan Bisnis UMKM Pasca Pandemi” yang diadakan Kagama. (Foto: dok. Kagama)
    Seminat bertajuk “Memulihkan Bisnis UMKM Pasca Pandemi” yang diadakan Kagama. (Foto: dok. Kagama)

    Tapi ironisnya, lanjut Fiter, mayoritas barang yang tersedia di e-commerce Indonesia sebagian besar masih impor. Hal itulah yang menjadi salah satu motivasi kami di Goklik sebagai platform karya anak Bangsa untuk bisa menyediakan alternatif saluran penjualan dengan pengalaman pembeli sekelas ecommerce bagi UMKM Indonesia untuk bisa menjual produk dan jasanya secara langsung (direct selling).

    “Dengan pemanfaatan Omni Channel tanpa harus bersaing terus di kolam yang sudah terlanjur riuh dengan produk impor, sambil secara pararel membenahhi diri elalui peningkatan kualitas produk dan jasanya,” ungkap Fiter.

    Ketua Kagama Bantuan Hukum Romulo Silaen mengatakan, bahwa aspek legalitas usaha bagi UMKM sangatlah penting dalam membangun sebuah usaha dan hal tersebut harus dipikirkan secara serius bahkan dimulai oleh para pelaku UMKKM sejak dini bila ingin usahanya maju berkembang di masa yang akan datang.

    [irp]

    “Salah satu aspek penting bagi usaha adalah akses permodalan, dan yang menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan akses tersebut adalah legalitas usaha,” tutur Romulo menjelaskan kepada para pelaku UMKM.

    Sementara Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia Yurisa Martanti menambahkan, bahwa mengurus legalitas usaha bagi UMKM itu tidaklah sulit dan bisa dilakukan secara mandiri melalui online. Ia menyampaikan, selama ini organisasinya telah melakukan banyak Kerjasama dengan Pemerintah Pusat untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengesahkan status legalitas usahanya.

    Ditemui setelah acara, ditempat yang sama Ketua Bidang Kerjasama Kagama Bantuan Hukum, Harvardy M. Iqbal mengatakan bahwa Kagama Bantuan Hukum, Goklik, dan Ikatan Notaris Indonesia tahun ini akan berkolaborasi untuk mengadakan berbagai kegiatan edukasi UMKM di berbagai daerah lainnya di Indonesia untuk memberikan dukungan pengetahuan yang fundamental bagi kemajuan UMKM Indonesia dengan pesan utamanya yaitu keseimbangan aspek hukum dan teknologi digital dalam membangunan usaha yang scalable dan berkesinambungan.[]

  • KemenKopUKM Perkuat Kolaborasi dengan Meta untuk Tingkatkan Kualitas UMKM dengan Kekuatan Teknologi

    Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkolaborasi dengan Meta Indonesia untuk membantu meningkatkan kualitas UMKM di Indonesia dengan menggunakan kekuatan teknologi, agar lekas mencapai standar global.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, percepatan digitalisasi UKM di Indonesia merupakan agenda pemerintah khususnya KemenkopUKM yang perlu menjadi perhatian semua pihak, termasuk perusahaan swasta dan masyarakat luas.

    “Keterlibatan dan dukungan Meta sangat penting untuk mendukung percepatan digitalisasi UMKM yang diharapkan berdampak tidak hanya pada peningkatan nilai transaksi UMKM, tetapi juga peningkatan kualitas produk dan brand yang sesuai dengan standar global,” tutur Teten dalam audiensi secara virtual dengan Meta Indonesia, Jumat (08/04/2022).

    Meta sendiri, belum lama ini merilis sebuah studi bertajuk Laporan Kondisi Bisnis Kecil dan Menengah 2022, sebuah riset yang mensurvei hampir 24.000 pelaku bisnis kecil dan menengah di 30 negara dan wilayah.

    Berdasarkan survei tersebut, di saat banyak pelaku usaha di Amerika Utara menghentikan bisnis mereka, mayoritas pelaku UKM di Asia Pasifik melaporkan bahwa mereka terlibat dalam beragam aktivitas yang mampu menghasilkan pemasukan (seperti mengikuti beragam pelatihan), dan salah satu negara yang memimpin dalam hal ini adalah Indonesia sebesar 86%.

    Kemudian berdasarkan survei yang sama diketahui bahwa 22% pelaku UMKM di Indonesia yang beroperasi dan memanfaatkan aplikasi Facebook melaporkan bahwa penjualan mereka pada bulan lalu lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

    Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku UMKM di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus maju dan berkembang di ranah digital, karena itulah kolaborasi KemenKopUKM dan Meta menjadi sebuah inisiatif penting untuk terus diperkuat.

    “Meta sangat mengapresiasi kolaborasi bersama Kementerian Koperasi dan UKM yang telah terjalin selama ini untuk terus membantu pelaku UMKM di Indonesia agar dapat memanfaatkan kekuatan teknologi digital khususnya Facebook, Instagram, dan WhatsApp, untuk mengembangkan bisnis yang mereka jalankan,” tutur Direktur Kebijakan Publik Asia Tenggara, Meta, Rahimah Abdulrahim.

    “Melalui Kolaborasi ini, kami juga akan bekerja bersama mitra-mitra kami lainnya untuk memberikan serangkaian pelatihan kepada pelaku usaha perempuan di berbagai daerah di Indonesia agar mereka dapat mandiri dan sukses berbisnis di ranah digital,” sambungnya.

    Sejatinya, kolaborasi KemenKopUKM dan Meta sudah terjalin sejak beberapa tahun lalu melalui pelatihan fasilitator dan UMKM dibawah binaan SMESCO.

    Adapun tahun ini, kolaborasi KemenKopUKM dan Meta diperkuat melalui inisiatif Karya Perempuan yang merupakan bagian dari program SheMeansBusiness dengan tujuan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha perempuan di seluruh Indonesia.

    Pelatihan ini akan fokus pada materi terkait pemanfaatan teknologi digital seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, pengembangan konten dan strategi pemasaran yang dijalankan melalui metode daring bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa selaku partner pelaksana program.[]

  • Menko Luhut Resmikan Bazar Ramadan 2022, Perkuat UMKM dan Tingkatkan Gerakan BBI

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, meresmikan Bazar Ramadan 2022 di Gedung Sopo Del, Jakarta Selatan pada Kamis (07/04/2022). Peresmian ini, dilaksanakan dalam rangka meningkatkan gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

    “Mengenai bazar ini, pemerintah lagi menggalakan semua buatan dari dalam negeri. Oleh sebab itu, kita tuntun dari bawah untuk ini dengan sejalan pemerintah mengucurkan Rp400 Triliun lebih untuk pembelian e-katalog. Sehingga menciptakan lapangan kerja salah satunya seperti ini (UMKM). UMKM ini nantinya yang akan jd backbone ekonomi kita,” tutur Menko Luhut.

    Bazar ini, nantinya akan diselenggarakan selama 4x dalam setahun di Sopo Del berkolaborasi dengan KAYA.ID. Tujuannya membangunkan UMKM selama dan sekuat mungkin. Apalagi ini, saat ini pandemi Covid-19 lebih terkendali sehingga acara ini bisa meningkatkan pasar.

    “Oleh sebab itu, saya terus mengajak mari kita bangga menggunakan buatan Indonesia,” ungkapnya.
    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki yang turut hadir dilokasi mengungkapkan, kegiatan seperti bazar di Gedung Sopo Del ini merupakan upaya yang baik untuk UMKM ‘naik kelas’. Selain itu ada juga kegiatan seperti ini di Sarinah. Menurutnya, selama ini pengelola mall berfikir menarik pengunjung dengan brand asing, dan ternyata itu tidak benar, lantaran bisa dengan buatan sendiri.

    “Jadi sebenarnya yang sekarang itu dengan era custom product, itu yang diminati anak muda. Jadi hadirkan produk UMKM artisan dengan kreasi baik, custom yang langka dan unik. Saya kira ini sangat baik sekali. Kami KemenKop UKM siap mendukung, mendorong, dan mengakurasi produk yang dijual di sini,” kata MenkopUKM.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengungkapkan, bazar ini semakin membuktikan bahwa UMKM Indonesia memang berkualitas. Apalagi disini disabilitas juga digandeng. Mereka membuat kue trus dibantu pengembangannya. Selain itu, ada produk UMKM dari kerajinan tangan kayu yang mulus dan bagus serta produk lainnya.

    “Ini membuktikan bahwa memang UMKM kita berkualitas. Kami dari Kemenparekraf sangat mengapresiasi pelaksanaan di tempat premium ini. Ini menaikkan kelas dari UMKM kita,” tandas Wamenparekraf. []

  • Wishnutama: UMKM dari Seluruh Dunia akan Perebutkan Ruang Tayang Seluas Layar Gawai

    Jakarta – Komisaris Telkomsel Wishnutama Kusubandio menegaskan, bahwa sangat penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang tepat agar tantangan yang dihadirkan oleh disrupsi digital dapat memberi dampak positif bagi masyarakat.

    Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transformasi Digital dan Pendataan Lengkap Koperasi & UMKM (KUMKM) yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Senin-Selasa 28-29 Maret 2022 di SMESCO Gatot Subroto Jakarta.

    “Dengan perubahan landscape tenaga kerja di depan mata akibat gelombang demi gelombang disrupsi digital, Indonesia akan kehilangan jutaan lapangan kerja. Namun demikian, potensi hingga 46 juta lapangan kerja baru ini justru akan muncul, hanya jika seluruh stakeholder bersinergi dan mempersiapkan bersama-sama SDM dan talent digital yang memberikan kesempatan daya saing tinggi bagi UMKM Indonesia,” tuturnya.

    Wishnutama juga menegaskan, ke depannya persaingan sengit antar UMKM dari seluruh dunia akan memperebutkan ruang tayang seluas layar gawai genggam kita saja, artinya UMKM Indonesia harus mampu berdaya saing secara teknologi, narasi, dan kreativitas.

    “Hanya seluas layar HP ini nih, yang jadi tempat berlaga seluruh brand di dunia. Jadi kita jangan mau kalah, kualitas brand dan produk harus kuat, sambil terus optimalkan teknologi digital. Jangan sampai potensi ekonomi digital kita yang besar sekali malah cuma jadi pasar saja, harus kita jadi tokoh utamanya,” ungkapnya.

    Dalam acara yang sama, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Fiki Satari menjelaskan bagaimana pandemi mengakselerasi terjadinya transformasi digital di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

    “Awal 2020 hanya 8 juta UMKM Indonesia yang hadir di ekosistem digital, cuma 13% dari total populasi UMKM. Namun angka ini tumbuh 115% dalam masa pandemi, 17.59 juta UMKM telah hadir di ekosistem lokapasar daring,” kata Fiki.

    Mengenai teknologi Web3.0 beserta elemennya seperti blockchain hingga NFT, menurut Fiki, meski implementasi konsepsi Web3.0 ini masih terus berproses, tapi penting bagi seluruh stakeholder, khususnya elemen pemerintah untuk memahami. Sehingga dapat memastikan ketika saatnya tiba agar tidak kaget dan mengalami kekosongan hukum akibat regulasi yang belum siap.

    ”Siapa yang satu dekade lalu bisa membayangkan hidup kita akan terdisrupsi penuh dengan lokapasar daring, ride hailing, food delivery, gelombang pertama disrupsi digital? Atau yang mempersiapkan kita mengejar ketertinggalan di gelombang kedua? Nah ini (Rakornas) menjadi salah satu ikhtiar kita kejar ketertinggalan, karena sudah jelas ini potensi ekonominya sangat nyata,” tandasnya. []

  • UMKM Binaan Pertamina Raih Rp 4 Miliar di Pameran INACRAFT 2022

    Jakarta | Sebanyak 24 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mitra binaan PT Pertamina (Persero) meraup total transaksi Rp 4 miliar selama gelaran The International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2022 yang telah ditutup pada Minggu (27/03/2022). Capaian itu tumbuh hingga 107% dibandingkan gelaran terakhir INACRAFT di tahun 2019.

    “Impact yang diharapkan selain penjualan selama pameran, diharapkan ada sustainability order dari pelanggan-pelanggan baru selama INACRAFT ini dan usaha UMKM terus bergerak maju,” kata VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman, seperti dikutip dari laman resmi Pertamina.

    Para UMKM mitra binaan Pertamina itu berasal dari berbagai kota, antara lain Jakarta, Banten, Bandung, Bantul, Sleman, Kediri, Surabaya, Denpasar, Lombok Timur, Situbondo, Banjarmasin dan Balikpapan, dengan jenis usaha terdiri dari fashion, craft dan kosmetik.

    Mereka terpilih melalui proses yang cukup panjang, setelah dilakukan kurasi terhadap 103 UMKM yang mendaftar dengan kriteria mutu produk, kualitas dan level yang harus sesuai kebutuhan pasar global.

    Produk kerajinan akar kayu jati menjadi salah satu yang banyak digemari pengunjung. Sempat melakukan penambahan stok pameran, produk ini pun mendapat pesanan untuk dipasarkan di Denmark.

    “Dapat order 10.000 pieces guci kayu. Kami Insya Allah sanggup sediakan barangnya. Ini seperti mimpi,” ujar pemilik Galery Akar Dewa Jati Situbondo Innani.

    Innani menjadi Mitra Binaan Pertamina di bawah Rumah BUMN Situbondo sejak tahun 2019. Produk-produk yang dihasilkannya beragam, mulai dari hiasan rumah, kursi, meja, sendok, garpu, cangkir, sumpit dan gelas yang semuanya berbahan dasar akar kayu jati dengan berbagai design unik, namun tetap memiliki daya guna.

    Keterlibatan UMKM binaan dalam ajang INACRAFT merupakan salah satu dukungan BUMN dalam pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals). Khususnya terkait dengan penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi serta implementasi program-program berbasis ESG (Environment, Social and Governance) di seluruh wilayah operasional Pertamina.[]

  • KemenkopUKM Terus Dengungkan Penggunaan Produk UMKM

    Jakarta – Deputi UKM, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) Hanung Harimba mengatakan, menggunakan produk UMKM merupakan kampanye yang terus-menerus didengungkan dalam rangkaian Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2022. Hal ini disampaikannya pada Forum Konsultasi Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing UKM di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (29/03/2022).

    “Gernas BBI 2022 akan menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong pasar di dalam maupun luar negeri, serta seluruh diaspora untuk tetap bangga memakai produk buatan Indonesia,” tuturnya.

    Hanung menyampaikan, dalam Kampanye Gernas BBI 2022, KemenkopUKM berperan sebagai Movement Manager sedangkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjadi Key Opinion Leader (Brand Ambassador). Kegiatan ini, melibatkan 934 UMKM dalam periode Februari sampai April 2022. Sedangkan puncak acaranya berlangsung hari ini Rabu,(30/03/2022).

    Hanung juga menjelaskan, Batam merupakan daerah yang geliat perekonomiannya sangat tinggi dan prospektif. Daya tarik investasi di Kepulauan Riau tertinggi, yaitu pada 2021, total investasi di Kepri baik dari PMDN maupun PMA mencapai Rp24,7 triliun dan nilai ekspor non migas hingga Desember 2021 mencapai US$12,4 miliar atau naik 26,83 persen dibanding tahun 2020.

    Lebih lanjut, Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dengan aktivitas ekonomi yang tinggi, diharapkan menjadi salah satu penggerak pengguna produk dalam negeri dan terutama produk UMKM. Hanung pun meminta agar seluruh stakeholder, pemerintah daerah, serta masyarakat Kepulauan Riau dapat berkolaborasi melakukan Gernas BBI 2022 untuk memperluas pasar produk UMKM.

    Adapun pemerintah saat ini sedang mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui digitalisasi. Setidaknya 17,2 juta UMKM telah bergabung dalam ekosistem digital dari target 30 juta UMKM go-digital tahun 2023.

    “Dalam menyerap produk Koperasi dan UMKM oleh pemerintah, tahun 2022 ini kami menargetkan 1 juta UMKM dapat masuk dalam ekatalog LKPP dengan target alokasi pengadaan barang dan jasa bagi UMKM mencapai Rp400 triliun,” tegas Hanung.

    Untuk itu, kolaborasi dan bahu membahu antar Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan BUMN perlu dikuatkan. []

  • Teten Masduki: Sarinah Rumah Berkelas Bagi UMKM

    Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pelaku UMKM memerlukan rumah sendiri untuk dapat berkembang dan menjual produknya. Dengan adanya rumah bagi pelaku UMKM, produk mereka akan menjadi lebih berkelas dan memiliki narasi yang kuat.

    Hal ini diungkapkannya saat mengunjungi Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (28/03/2022), bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM dari berbagai provinsi yang juga sedang mengikuti Rakornas Transformasi Digital dan Pendataan Lengkap KUMKM 2022.

    Teten juga menekankan agar para Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi agar dapat mendorong produk unggulan daerah masing-masing untuk memanfaatkan Sarinah sebagai tempat promosi.

    “Produk UMKM itu bisa jadi berkelas karena rumahnya sendiri dan narasinya sendiri. Dulu saya agak ngotot ke pengelola mal agar 20% space diberikan untuk UMKM. Tapi ternyata itu bukan rumah mereka, enggak bisa bersaing (pelaku UMKM). Nah ini Sarinah jadi rumah UMKM yang nyaman,” tuturnya.

    Sarinah lanjut MenkopUKM, juga dapat menjadi contoh nyata bagi pemerintah daerah untuk membangun rumah bagi UMKM. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan gedung tua milik pemerintah yang diubah menjadi tempat oleh-oleh yang nyaman dan memiliki kualitas produk berdasarkan kurasi terlebih dahulu.

    Teten Masduki

    Nah, tempat oleh-oleh itu pasti buatan lokal dan produk UMKM. Tentu tempat tersebut akan memiliki captive market tersendiri dan harus menjamin kualitas produk yang dipasarkan.

    “Jadi ke depan UMKM itu harus punya narasi kuat untuk menjualnya dan punya tempat sendiri. Kita ini punya banyak gedung-gedung tua di banyak daerah. Jadi jangan lagi jualan di emperan, enggak bakal dihargai,” ungkapnya.

    Dalam kunjungan itu, ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah untuk memiliki agregator yang dapat menampung produknya, di mana nantinya dapat ditampilkan di Sarinah.

    “Saya usul daerah itu harus punya agregator, baik itu koperasi atau perusahaan daerah yang membeli dulu produknya, nanti dari perusahaan daerah itu baru masuk ke Sarinah. Tentu nanti kurasi dan sebagainya antara agregator daerah dengan Sarinah. Kalau satu per satu kan akan rumit. Jadi peran agregator itu sangat penting dalam sistem produksi yang kecil atau mikro. Ini kan sulit suplai mereka untuk stabil, baik kuantitas dan kualitas. Sehingga bisa di substitusi oleh yang lainnya,” tandas MenkopUKM. []