Tag: Sehat

  • Gubernur Banten Perpanjang Kebijakan Work From Home

    peloporberita.com/ | Gubernur Banten Wahidin Halim mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 800/1357 -BKD/2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Dan Batasan Bepergian Ke Luar Daerah Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten tanggal 21 Juni 2021, untuk merespon situasi terkini pandemi Covid-19 di Provinsi Banten.

    Baca juga: Wakil Gubernur Andika Hazrumy: Banten Kembali Zona Oranye Covid-19

    Surat edaran ini mengatur sejumlah hal terkait penyesuaian jam kerja dan larangan bepergian ke luar daerah.

    1. Pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (Work From Home/WFH) diperpanjang hingga 23 Juli 2021. 
    2. Selama melaksanakan tugas kedinasan para ASN wajib melaksanakan protokol kesehatan dengan menjalankan pola hidup sehat. 
    3. Tidak melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, tidak lebih dari lima (5) orang dengan jarak dua (2) meter.
    4. Dalam upaya pencegahan Covid-19, para ASN wajib melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan 5M+3T. Untuk 5M adalah menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi. Sedangkan 3T adalah testing atau pemeriksaan dini, tracing atau pelacakan pada kontak terdekat pasien Covid-19, dan treatment atau perawatan jika positif Covid-19.

    Baca juga: Profil Gubernur Banten Wahidin Halim

    Sedangkan untuk pembatasan atau larangan ke luar daerah kecuali ada hal-hal yang dianggap mendesak. Jika dalam rangka tugas kedinasan, maka harus memperoleh Surat Tugas yang ditandatangani oleh minimal pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) atau kepala satuan kerja; atau mendapat ijin tertulis dari pejabat pembina kepegawaian.

    Terhadap ASN yang melanggar, akan diberikan hukuman disiplin sesuai Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dan Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. []

  • Wakil Gubernur Andika Hazrumy: Banten Kembali Zona Oranye Covid-19

    peloporberita.com/ | Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengikuti rapat koordinasi perkembangan dan penanganan pandemi Covid-19 bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual dari kediamannya di Kota Serang, Minggu (20/6/2021). Dalam rakor yang diikuti delapan provinsi tersebut, Andika melaporkan semua Kabupaten/Kota di Provinsi Banten kembali masuk zona oranye penyebaran Covid-19.

    Selain Banten, tujuh provinsi yang juga ikut rapat tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat. Rapat tersebut juga dihadiri pihak Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Sekretariat Kabinet, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

    Baca juga: Pemprov Banten Minta Dukungan Pulihkan Ekonomi Dampak Pandemi

    Wagub Andika mengatakan, data Dinas Kesehatan Provinsi Banten menunjukkan peningkatan kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir. Jumlah kasus konfirmasi per 19 Juni 2021 mencapai 53.487, dengan angka kasus aktif mencapai 2.619 atau 4,89%. Sedangkan angka kesembuhan mencapai 49.494 atau 92,54% dan angka kematian 2,56%.

    Masih mengutip data Dinkes, Andika juga mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir ada kenaikan angka kasus konfirmasi dari sebelumnya. Hal itu antara lain akibat adanya varian baru dengan tingkat potensi penularan tinggi, dan juga abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan yang berdampak pada perkembangan pasca Idul Fitri.

    Dalam rapat tersebut, Wagub Andika juga melaporkan terkait pelaksanaan vaksin, bahwa sampai 19 Juni 2021 sebanyak 406.742 sasaran yang terdiri dari SDM kesehatan, petugas publik dan lansia sudah mendapatkan vaksin dosis kedua.

    Baca juga: Agnez Mo Buka Klinik Vaksin Covid-19 Gratis di Kawasan Ancol

    Dalam arahan pada rapat tersebut, Menko Perekonomian Airlangga mengatakan, kegiatan budaya atau hajatan berbasis perizinan yang ditentukan gubernur, bupati atau wali kota, harus diperketat lagi, dan kapasitasnya harus ditekan serendah mungkin atau 25%. []

  • Pemkot dan Satpol PP Yogyakarta Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

    peloporberita.com/ | Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggencarkan pengawasan protokol kesehatan di tempat umum dan wisata, seiring dengan makin meningkatnya kasus Covid-19.

    Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, “Kami lakukan pengawasan protokol kesehatan secara acak di tempat- tempat wisata dan tempat parkir wisata. Terutama kelengkapan membawa dokumen kesehatan negatif Covid-19.” Senin (21/6/2021). 

    Baca juga: Pemerintah Kota Yogyakarta Terus Gencarkan Vaksinasi Massal

    Agus menyebutkan, dari hasil pengawasan secara acak pada akhir pekan 19-20 Juni 2021 di sejumlah tempat parkir wisata penumpang bus, wisatawan sudah membawa dokumen kesehatan. Sehingga tidak ada bus yang diminta putar balik karena sudah memenuhi protokol kesehatan untuk melakukan perjalanan. Namun tetap saja ada sebagian wisatawan yang terpantau tidak memakai masker, dan pihak Satpol PP langsung mengedukasi untuk memakai masker. 

    Dia juga mengingatkan para wisatawan untuk menjalankan protokol kesehatan, terutama selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak fisik. Begitu juga dengan operasional usaha seperti restoran dan kafe, diimbau mengikuti ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Satpol PP Kota Yogyakarta mengingatkan para pelaku usaha untuk memenuhi ketentuan PPKM, terutama protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan. 

    Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi di Gereja Katolik

    Secara terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, untuk menekan kenaikan kasus Covid-19, maka dilakukan pengetatan posko RT/RW untuk membatasi aktivitas warga yang berpotensi membuat kerumunan. Ia menegaskan, untuk acara pernikahan dan kegiatan di Kota Yogyakarta sudah dibatasi. Untuk pernikahan hanya 100-150 sesuai kapasitas tempat, kegiatan pertemuan maksimal 50 atau sesuai kapasitas tempat dan direkomendasikan di luar ruangan. []

  • Pemerintah Kota Yogyakarta Terus Gencarkan Vaksinasi Massal

    peloporberita.com/ | Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menggelar vaksinasi Covid-19 massal, dan kali ini menyasar warga Gondokusuman. Wakil Wali Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ikut meninjau gelaran vaksinasi tersebut.

    Heroe mengatakan bahwa Pemkot Yogyakarta akan terus berupaya menggencarkan program vaksinasi, karena hal tersebut juga bagian dari menjawab dinamika kenaikan kasus corona yang terjadi belakangan ini. Hingga sekarang sudah ada sekitar 140.000 warga yang menerima vaksin dosis pertama, dan 105.000 warga yang menyelesaikan dosis kedua.

    “Hanya, tidak seluruhnya warga yang divaksin tersebut merupakan penduduk Kota Yogyakarta. Kami masih melakukan klasifikasi penduduk beridentitas Kota Yogyakarta yang sudah maupun belum divaksin,” ujarnya di SMPN 1 Yogyakarta, Sabtu (19/6/2021).

    Terkait dosis vaksin, hingga akhir bulan ini ditargetkan 41.000 vaksin AstraZeneca disuntikkan ke masyarakat, yang mana sebanyak 20.000 vaksin di antaranya sudah berhasil disuntikkan. “Harapan kami mulai bulan Juli mendatang masyarakat umum sudah bisa divaksin. Sehingga pada Agustus semua warga Kota Yogya sudah menjalani vaksinasi,” kata Wakil Wali Kota.

    Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi di Gereja Katolik

    Sebelumnya Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, Pemkot Yogyakarta berencana membentuk sentra vaksin di berbagai lokasi, sebagai upaya mendukung percepatan vaksinasi yang menyasar masyarakat umum. Wali Kota menyebut sentra vaksin salah satunya akan didirikan di kompleks Balaikota Yogya.

    Dengan adanya sentra vaksin, ditargetkan pada bulan Agustus 2021 seluruh warga Kota Yogya berhasil divaksin, sehingga kekebalan kelompok akan terwujud dan laju pertambahan kasus Covid-19 bisa semakin ditekan. []

     

  • 10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Kembali Tiba di Tanah Air

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sebanyak 10 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dalam bentuk bahan baku atau bulk tiba di Tanah Air, Minggu (20/06/2021) siang, melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan lagi 10 juta bulk vaccine, untuk diproduksi oleh Bio Farma menjadi vaksin COVID-19,” tutur Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes) Oscar Primadi.

    Dengan ini, maka jumlah total vaksin yang telah diterima Indonesia saat ini mencapai 104.728.400 dosis, dengan perincian vaksin produksi Sinovac 94,5 juta dosis, AstraZeneca 8,2 dosis, dan Sinopharm 2 juta dosis.

    “Vaksin yang disediakan atau yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan ini adalah vaksin yang memang sudah teruji dari sisi pemenuhan dari aspek-aspek keamanan, aspek efikasi, maupun dari hal mutunya.”

    Oscar menyampaikan, pemerintah terus melakukan upaya untuk mengamankan kebutuhan vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang tengah digulirkan pemerintah saat ini.

    Untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity pemerintah menargetkan untuk melakukan vaksinasi kepada sekitar 70 persen dari jumlah populasi penduduk.



    “Pemerintah selalu hadir dalam rangka mengamankan sekitar 426,8 juta dosis vaksin COVID-19 ini. Upaya-upaya ini tentunya kita lakukan dalam rangka penyediaan dalam bentuk pendekatan bilateral, multilateral, maupun eksplorasi daripada produk-produk dalam negeri,” tandasnya.

    Oscar juga menerangkan bahwa pemerintah hanya menyediakan vaksin yang teruji aman dan bermutu. Ketiga vaksin yang saat ini digunakan yaitu produksi Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm juga telah masuk ke dalam emergency use listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

    Oscar Primadi
    Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes) Oscar Primadi. (Foto:Pelopor/Sekretariat kabinet)

    “Vaksin yang disediakan atau yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan ini adalah vaksin yang memang sudah teruji dari sisi pemenuhan dari aspek-aspek keamanan, aspek efikasi, maupun dari hal mutunya. Ini ditandai dengan adanya penerbitan emergency use authorization ataupun izin edar dari produk vaksin tersebut,” pungkasnya.

    Bahan baku yang telah tiba di Tanah Air ini kemudian akan didistribusikan ke seluruh Indonesia setelah terlebih dahulu diproses menjadi vaksin jadi oleh PT Bio Farma. Oscar optimistis tambahan vaksin ini akan mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat guliran vaksinasi COVID-19 saat ini.

    “Dengan adanya kedatangan ini kita terus berupaya untuk dapat melakukan distribusi dan kemudian melakukan program vaksinasi agar berjalan dengan baik. Sampai saat ini kita sudah melakukan upaya-upaya percepatan dan penguatan dalam upaya vaksinasi ini,” sebutnya.

    Vaksin Sinovac
    10 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dalam bentuk bahan baku atau bulk tiba di Tanah Air, Minggu (20/06/2021) siang, melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Foto:Pelopor/Sekretariat Kabinet)

    Sejalan dengan percepatan vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah, Oscar tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan guna menekan laju penularan COVID-19.

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, tetap tentunya menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan tetap memakai masker. Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Mahakuasa dan pandemi ini dapat terus selalu kita dapat kendalikan,” ujarnya. []