Tag: Sehat

  • Tips Mengelola Limbah Masker Bekas Pakai Saat Isolasi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Bagi masyarakat yang terpapar Covid-19, isolasi mandiri di rumah menjadi salah satu alternatif yang banyak dilakukan. Tetapi, apakah Anda tau cara mengelola limbah masker yang dipakai saat isolasi mandiri?

    Tips mengelola limbah masker habis pakai saat isolasi yang berpedoman pada Kementerian Kesehatan adalah sebagai berikut:

    1. Kumpulkan Masker Habis Pakai
    2. Lakukan disinfeksi dengan merendam masker setelah dipakai menggunakan disinfektan/klorin/pemutih
    3. Ubah Bentuknya dengan cara mengumpulkan masker di wadah atau plastik yang aman. Kemudian rusak tali masker dengan memutus kedua tali agar tidak digunakan ulang

    Masker bekas pakai
    Ilustrasi masker bekas pakai. (Foto:pelopor/Tantri)

    4. Buang Ke Tempat Sampah Domestik
    5. Cuci Tangan Dengan Sabun
    6. Segera cuci tangan memakai sabun dan air mengalir/gunakan hand sanitizer bila tidak ada sarana cuci tangan

    Tips ini, penting untuk dipahami mengingat bahwa sampah medis masker dari pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah harus dikelola dengan baik agar tidak berpotensi menularkannya ke orang lain. []

  • Media Asing Sebut Indonesia Episentrum Baru Pandemi Covid-19

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kegentingan pandemi Covid-19 di Indonesia tidak hanya ramai diberitakan oleh media nasional, melainkan juga media internasional, salah satunya The New York Times. Bahkan, Indonesia disebut telah menjadi episentrum baru pandemi, melebihi India dan Brasil, seperti dikutip dari NY Times.

    Indonesia menjadi negara dengan jumlah infeksi baru tertinggi di dunia. Lonjakan ini merupakan bagian dari gelombang kasus di seluruh Asia Tenggara, yang punya tingkat vaksinasi rendah.

    Baca juga: Menko Luhut Ajak Guru Besar FKUI Diskusi Penanganan Covid-19

    Di Indonesia, kasus dan kematian meroket dalam sebulan terakhir karena varian Delta yang sangat menular, terutama di Jawa dan Bali. Di beberapa daerah, fasilitas kesehatan sudah kelimpungan akibat kasus virus corona, meskipun sejumlah rumah sakit mengambil langkah darurat untuk menambah kapasitas. Misalnya, Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi, yang mendirikan tenda besar di pekarangannya, dengan tempat tidur hingga 150 orang untuk pasien Covid-19. 

    Pada Kamis (16/7/2021), pihak berwenang melaporkan hampir 57.000 kasus baru di Indonesia, yang menjadi total kasus harian tertinggi, tujuh kali lipat dari bulan sebelumnya. Kemudian, Jumat (17/7/2021), Indonesia melaporkan rekor 1.205 kematian, sehingga total kematian akibat Covid-19 di Indonesia menjadi lebih dari 71.000.

    Baca juga: Vaksinasi Berbayar Resmi Dibatalkan

    Terkait kegentingan pandemi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia saat ini sedang fokus menekan laju penyebaran Covid-19. Apapun varian Covid-19 yang ada saat ini, Kemenkes bertujuan mengurangi penularan atau “flattening the curve”. Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah webinar tentang Covid-19 di Indonesia.

    “Yang bahaya dari virus ini adalah penularannya yang sangat tinggi. Sementara tingkat kematian secara presentase relatif rendah. Ada empat strategi utama, tiga diarahkan untuk orang sehat dan satu diarahkan untuk yang sakit,” kata Budi.

    Keempat strategi itu adalah:

    1. Perubahan perilaku. Masyarakat harus terus menerapkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
    2. Proses pendeteksian yang terdiri dari testing, tracing, dan isolasi. Semuanya dilakukan agar orang yang tertular bisa cepat diketahui dan segera mendapat tindakan. Menurut Menkes Budi, saat ini Indonesia baru melakukan 200.000 tes per hari, dan kini ditargetkan bisa mencapai 400.000 tes per hari.
    3. Meningkatkan vaksinasi agar bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.
    4. Terapeutik, strategi yang ditujukan untuk orang yang terinfeksi Covid-19, meliputi terpenuhinya kapasitas tempat tidur di rumah sakit dan suplai fasilitas kesehatan lainnya, seperti oksigen, alat kesehatan, dan SDM. [] 
  • Pemkot Yogyakarta Ajak Warga Donor Plasma Konvalesen di PMI

    peloporberita.com/ | Pemerintah Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Cabang Kota Yogyakarta menyiapkan plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19. 

    “Plasma konvalesen adalah plasma yang diambil dari pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta yang juga Ketua PMI Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, di Markas Palang Merah Indonesia Cabang Kota Yogyakarta, pada Kamis (15/7/2021)

    Heroe mengimbau pada para penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma darahnya, agar bisa membantu kesembuhan pasien Covid-19. Hal itu diungkapkan karena melihat meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta dan tingginya angka kesembuhan.

    “Silahkan datang ke kantor PMI Cabang Kota Yogyakarta guna mendonorkan plasma konvalesennya yang akan kami kelola secara profesional dengan semangat kemanusiaan,” kata Heroe.

    Baca juga: Pemerintah Kota Yogyakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-18 Tahun

    Pengurus harian PMI Cabang Kota Yogyakarta Lilik Kurniawan juga menyampaikan bahwa saat ini kebutuhan plasma konvalesen sangat tinggi dan tidak semua kebutuhan plasma konvalesen bisa dipenuhi oleh PMI, karena jumlah stoknya masih terbatas. 

    Ia mengatakan dari puluhan calon pendonor yang mendaftar, tidak semua bisa diambil plasma darahnya karena kondisi kesehatan calon pendonor tidak memenuhi syarat.

    “Mudah-mudahan besok akan lebih banyak pendonor yang datang ke PMI Cabang Kota Yogyakarta agar kita bisa bersama saling berbagi, saling bersinergi dalam misi kemanusian melalui donor plasma konvalesen guna kesembuhan pasien Covid-19,” kata Lilik.

    Baca juga: Pemerintah Kota Yogyakarta Tambah Shelter Isolasi Covid-19

    Ali, salah satu putra dari pasien Covid-19 yang menerima sumbangan plasma konvalesen di markas PMI Kota Yogyakarta, menuturkan rasa puasnya atas layanan PMI Cabang Kota Yogyakarta. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan salut atas jiwa kemanusiaan dan kepedulian PMI pada sesama tanpa memandang SARA yang langsung bekerja cepat dan tepat dalam menolong sesama. []

  • Vitamin yang Bisa Dikonsumsi Saat Isolasi Mandiri

    peloporberita.com/ | Jakarta – Saat melakukan karantina mandiri atau isolasi mandiri Anda perlu mengkonsumsi makanan kaya nutrisi. Pasalnya, makanan tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus mencegah atau mengobati Covid-19.

    Dalam konteks karantina dan isolasi mandiri, individu atau keluarga perlu memerhatikan beberapa asupan yang direkomendasikan. Vitamin yang bisa dikonsumsi saat isolasi mandiri seperti dikutip dari buku Protokol Tata Laksana Covid-19 di Indonesia, Kementerian Kesehatan adalah berikut:

    Vitamin C (untuk 14 hari), dengan pilihan:

    1. Tablet Vitamin C non acidic 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14
      hari).
    2. Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari).
    3. Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet /24 jam
      (selama 30 hari).
    4. Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C,B, E, dan Zink.

    • Vitamin D

    1. Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk
      tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet
      hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
    2. Obat: 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000
      IU dan tablet kunyah 5000 IU)

    Baca juga :BPOM Restui Kalbe Farma Uji Klinis Vaksin GX-19N


    • Obat tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang terintegrasi BPOM dapat dipertimbangkan dengan tetap memperhatikan kondisi klinis pasien

    • Obat-obatan yang memiliki sifat antioksidan.[]

  • Pemerintah Kota Yogyakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-18 Tahun

    peloporberita.com/ | Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-18 tahun, termasuk bagi masyarakat umum usia 18 tahun ke atas yang mendaftar lewat Jogja Smart Service (JSS).   

    Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menargetkan vaksinasi untuk anak usia 12-18 tahun di Kota Yogyakarta sebanyak 44.999 orang. Sedangkan target untuk usia 18 tahun ke atas mencapai 311.811 orang.

    “Hari ini kami sudah mulai vaksinasi untuk pendaftaran melalui aplikasi JSS. Pesertanya untuk anak usia 12 tahun-18 tahun ada  pelajar SD, SMP dan SMA. Untuk hari ini ada sekitar 250 anak,” kata Heroe saat meninjau vaksinasi penduduk Kota Yogyakarta, di Gembira Loka Zoo, Selasa (13/7/2021).

    Baca juga: Pemerintah Kota Yogyakarta Tambah Shelter Isolasi Covid-19

    Kegiatan vaksinasi ini juga dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-61. Rencananya, vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum dan anak digelar hingga Kamis (15/7/2021) bagi penduduk Kota Yogyakarta yang sudah mendaftar vaksinasi melalui aplikasi JSS. Dalam sehari, kuota vaksinasi dibatasi 500 orang.

    Hero menyatakan, vaksinasi bagi usia anak akan terus digencarkan. Tidak hanya penduduk Kota Yogyakarta. Bahkan anak domisili di Kota Yogyakarta maupun pelajar yang bersekolah di Kota Yogyakarta meski tinggal di luar daerah. “Itu akan diakomodir di sekolah. Pada minggu selanjutnya vaksinasi pelajar di sekolah-sekolah,” ujar Heroe.

    Baca juga: Wakil Wali Kota Yogyakarta Targetkan Kota Layak Anak Kategori Utama

    Menurut Heroe, anak-anak juga rentan tertular Covid-19, meski jumlah kasus Covid-19 usia anak-anak di Kota Yogyakarta terbilang rendah. Heroe menyebutkan dari total sekitar 13.000 orang yang pernah terpapar Covid-19 sejak Maret 2020 di Kota Yogyakarta, ada 744 anak yang masih berusia 0 hingga 9 tahun. Sedangkan usia 10-19 tahun yang pernah terpapar Covid-19 mencapai 1.214 orang.

    Salah satu peserta vaksinasi Covid-19, Pelajar SMAN 6 Yogyakarta Ni Putri Riski Ananda Intan Prameswari, mengatakan tidak merasakan sakit ketika disuntik vaksin Covid-19. Dia mengajak para pelajar warga Kota Yogyakarta untuk mengikuti vaksinasi guna mencegah sebaran Covid-19. “Saya daftar lewat JSS dan langsung dapat tiket untuk vaksin. Tidak perlu takut karena tidak terlalu sakit. Vaksinnya cepat dan prokesnya sangat baik,” ucapnya. []

  • BPOM Restui Kalbe Farma Uji Klinis Vaksin GX-19N

    peloporberita.com/ | Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merestui pelaksanaan uji klinik tahap 2b/3 untuk vaksin GX-19N di Indonesia, yang akan dilakukan oleh PT Kalbe Farma Tbk. Hal ini disampaikan oleh Ketua BPOM Penny K. Lukito dalam konferensi pers Jumat (9/7/2021). 

    Pelaksanaan uji klinik dimulai Juli 2021 dan diharapkan dapat melakukan analisa interim untuk keamanan dan efikasi, yaitu kemampuan vaksin dalam memicu kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19, pada akhir tahun 2021. “Badan POM mendukung berbagai upaya pengembangan dan penelitian vaksin dan obat untuk mendukung upaya keluar dari Covid-19, termasuk vaksin GX-19N,” kata Penny.

    Baca juga: Menteri Kesehatan: Moderna untuk Vaksinasi Ketiga Tenaga Kesehatan

    Tidak hanya BPOM, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga turut andil menyambut uji klinik vaksin GX-19N yang akan dilakukan Kalbe Farma. 

    Diketahui, Ketua Tim Peneliti Uji Klinik Vaksin Covid-19 GX-19N adalah Prof. Dr. dr. Iris Rengganis So. PDKAI. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Iris menyampaikan bahwa ia dan timnya sudah mempelajari DNA vaksin GX-19N dari Genexine, pengembang vaksin Covid-19 asal Korea Selatan ini.

    Baca juga: Kementerian Kesehatan Hapus Syarat KTP Domisili Demi Percepat Vaksinasi Covid-19

    Rencananya, uji klinik vaksin GX-19N di Indonesia akan merekrut 1000 subyek (usia 18 tahun ke atas) dengan lokasi pusat penelitian berada di FKUI, RSCM sebagai rumah sakit rujukan dan beberapa satelit yang tersebar di Jakarta, Depok, Bekasi, Yogyakarta, Solo, dan Klaten.

    Dalam uji klinik vaksin GX-19N ini, Kalbe Farma menggandeng sejumlah lembaga dan instansi, seperti Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Krida Wacana, serta Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. []

  • Menteri Kesehatan: Moderna untuk Vaksinasi Ketiga Tenaga Kesehatan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan akan menggunakan vaksin Moderna untuk vaksinasi ketiga terhadap tenaga kesehatan (nakes). Menurut Budi, nakes adalah kelompok prioritas yang harus dilindungi dari Covid-19, terutama dari varian baru. Pemilihan vaksin Moderna sendiri adalah hasil diskusi dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    “Kami sudah berdiskusi dengan BPOM dan ITAGI sebagai penasihat independen mengenai vaksinasi ini, dan sudah menyetujui bahwa vaksinasi ketiga akan diberikan menggunakan vaksin Moderna,” kata Budi dalam konferensi pers, Jumat (9/7/2021).

    Menkes mengatakan, vaksin Moderna rencananya tiba di Indonesia pada Minggu (11/7/2021). Ia juga merencanakan agar vaksinasi ketiga untuk nakes ini mulai dilakukan pekan depan. Sedangkan untuk detail pelaksanaan, Menkes Budi mengatakan akan menyusul kemudian. 

    Sebelumnya, BPOM menyatakan bahwa vaksin Moderna sudah masuk daftar Emergency Use Listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Bahkan, BPOM menyebut, vaksin Moderna manjur melawan mutasi virus corona varian B117 Alpha, B1351 Beta, dan P1 Gamma. Sedangkan untuk varian B1617 Delta masih belum dilaporkan bukti terkini. []

  • Hak Hidup Pohon atau Hutan?

    peloporberita.com/ | Jakarta – Seluruh dunia mengaku peduli pada hutan, peduli pada lingkungan. Tapi di seluruh dunia juga praktek peduli hutan dan peduli lingkungan menjadi pro dan kontra, setajam fundamental berpikir atau mengimani sesuatu. 

    Hak asasi manusia mungkin lebih mudah diuraikan dan ditetapkan. Tapi untuk hak asasi alam, hutan dan lingkungan seperti gagap mau bagaimana, apalagi harus bagaimana. Gagap pendapatnya, kepentingannya dan pelestariannya.

    Namun kepikiran atau pun tidak kepikiran, baik ahli atau bukan ahli, punya kapasitas atau tidak punya kapasitas, sesungguhnya hidup dengan lingkungan adalah bagian dari asasi manusia yang sudah tidak perlu diperdebatkan atau malah sekadar didiskusikan. 

    Baca juga: Sayangi Bumi, Yuk Kita Mulai Kelola Sampah dan Tanam Pohon!

    Bertindak! Kalau bisa cegah, hentikan, proses hukum si perusak hutan, saya yakin pemerintah mengupayakannya. Namun bisa juga sekecil apa pun, mulai dari diri sendiri terlebih dahulu. 

    Menjaga pohon, memelihara tanaman sekitar rumah, sekitar sekolah, sekitar kantor ditambah mengurangi sampah, mengelola sampah akan sangat membantu menahan pengrusakan hutan. Sungguh dimulai dari sesederhana itu! Jika setiap individu militan menegakkannya. []

    Oleh: Eky Mery
    Instagram: @recyclub.id

  • Pemerintah Kota Yogyakarta Tambah Shelter Isolasi Covid-19

    peloporberita.com/ | Pemerintah Kota Yogyakarta akan memanfaatkan bangunan rumah susun sewa (rusunawa) milik Pemda DIY di Gemawang, Sleman, sebagai shelter baru untuk isolasi pasien Covid-19 kategori ringan dan sedang.

    “Minggu depan kami akan membuka shelter di Gemawang di wilayah Sleman. Itu milik DIY dan kami sudah memberitahukan ke Pemkab Sleman tentang rencana operasional shelter di Gemawang,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Kamis (7/7/2021). 

    Heroe menyebutkan, shelter tersebut memiliki kapasitas 34 kamar. Pihaknya juga sudah melakukan perbaikan beberapa hal dan menyiapkan segala pendukung untuk shelter isolasi pasien Covid-19. “Kalau sudah siap semua, akan kami pakai untuk shelter,” kata Heroe yang juga menjabat Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta.

    Baca juga: Pemkot Yogyakarta Terapkan WFH Akibat Tingginya Penularan Covid-19

    Pemkot Yogya juga menyediakan shelter pasien Covid-19 yang tidak bergejala di Rusunawa Bener Tegalrejo. Menurut Heroe, data penghuninya dinamis karena pasien keluar masuk sesuai masa isolasi tiap pasien.

    Selain itu, ada juga balai RW/RK gedung pertemuan, gedung olahraga di Kemantren, yang bisa digunakan untuk shelter isolasi warga sekitar, termasuk rumah dinas Mantri Pamong Praja.

    Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Yogyakarta juga menawarkan 3 hotel sebagai shelter dan 1 hotel sebagai karantina, yang saat ini sudah berjalan dan menampung sebagai shelter.

    Baca juga: Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan di Kota Yogyakarta Dikenai Sanksi

    Sedangkan untuk rencana pembangunan rumah sakit darurat, Heroe menyatakan akan memaksimalkan penambahan tempat tidur di rumah sakit terlebih dahulu. 

    Ia menegaskan, rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Yogyakarta terus berupaya menambah tempat tidur pasien Covid-19, sesuai kesanggupan awal Juli lalu sampai 71 tempat tidur.

    “Jika kebutuhan semakin meningkat, kami siapkan dengan mendirikan tenda untuk 50 tempat tidur di RSUD Yogya Wirosaban. Bahkan jika lebih masih dimungkinkan dari Korem untuk meminjamkan tenda kapasitas 50 bed. Opsi kedua jika kondisi masih memerlukan tambahan lagi, maka RS Pratama Yogya nantinya bisa diubah menjadi rumah sakit Covid-19,” kata Heroe. []

  • Pariwisata NTB Siap Uji Coba Rapid Antigen Gratis

    peloporberita.com/ | Jakarta – Rapid antigen gratis akan segera diuji coba oleh Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) bagi para wisatawan yang akan mengunjungi Lombok-Sumbawa. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dampak negatif dari kebijakan Pemberlakuan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali.

    Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi menjelaskan, langkah ini agar wisatawan tetap bisa berwisata dengan aman di tengah pandemi.

    “Sudah ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah daerah NTB terkait prosedur penerapan protokol kesehatan. Kami juga memberi kemudahan bagi wisatawan nusantara agar tetap nyaman, aman dan tidak sulit jika ingin berwisata ke Lombok Sumbawa. Salah satunya dengan memberi rapid antigen gratis. Cuma untuk wisatawan asing tetap harus melalui prosedur swab PCR,” tutur Yusron berdasarkan keterangan tertulis Selasa, 6 Juni 2021.

    Baca juga: NTB Siapkan Pergub Zona Hijau dan Antigen Gratis

    Ujicoba ini dilakukan pemerintah daerah dengan menggandeng Dinas Kesehatan NTB untuk menetapkan dua lokasi pemberian rapid antigen gratis. Pertama, Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi NTB di Jalan Catur Warga No.9 Mataram. Kedua, Ruang Graha Mandalika RSUD Provinsi NTB di Jalan Prabu Rangkasari Dasan Cermen-Mataram. 

    Jika terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan, pemda akan menambah lagi lokasi rapid antigen tersebut. 

    Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Atta Halilintar dan Aurel Promosikan Desa Wisata Maria di NTB

    Untuk bisa mendapatkan rapid antigen gratis, wisatawan harus mengikuti alur yang disiapkan Pemerintah NTB.

    • Pertama, wisatawan harus menyerahkan invoice asli menginap di hotel atau tempat penginapan di Lombok Sumbawa.
    • Kedua, petugas menyimpan invoice, kemudian tindakan swab antigen lalu menerima hasilnya sekitar rentang waktu 30 menit. 
    • Selanjutnya, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju bandara.
    • Sebelum terbang, wisatawan diminta menunjukkan tanda swab antigen dan vaksin. 

    Baca juga: Rencana Pembukaan Pariwisata Bali Batal, Begini Tanggapan Pengamat

    Yusron juga menyebutkan lima obyek wisata yang dinilai cukup aman dikunjungi di NTB, yaitu kawasan tiga Gili, Mandalika, Sembalun, Pulau Moyo dan Gunung Tambora. Selain lima lokasi itu, Yusron juga menyampaikan bahwa Kota Mataram masuk dalam kawasan zona hijau.

    “Meski demikian pengawasan dan pengecekan surat keterangan (suket) kita perketat di pintu-pintu masuk Lombok. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penumpang atau orang yang menggunakan suket palsu,” jelas Yusron. []