Tag: Berita Utama

  • Polisi: Ajakan Aksi Demo Jokowi End Game Hoaks

    peloporberita.com/ | Jakarta – Polisi menyebut seruan demo ‘Jokowi End Game’ hoax, dan akan mencari pelaku yang menyebarkannya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan bahwa tidak ada massa yang turun ke jalan berkaitan dengan seruan tersebut.

    “Sampai saat ini belum ada aksi sama sekali,” tutur Kombes Yusri di Jakarta, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Sebelumnya di media sosial tersebar seruan demo ‘Jokowi End Game’. Seruan itu berupa poster yang berisikan pada hari ini akan dilakukan aksi long march dari Glodok ke Istana Merdeka.

    “Bisa dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online.”

    Meski begitu, polisi sudah membuat penyekatan di Perempatan Ketapang untuk menutup akses ke Glodok, demi mengantisipasi demo ini. Sedangkan untuk pengendara yang ingin melintasi Jalan Gajah Mada dan Jalan Sukarjo Wiryopranoto ke arah Glodok terpaksa harus memutar balik kendaraannya.

    Raden Prabowo Argo Yuwono
    Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto:Pelopor.id/Polri)

    Polri, juga telah mengimbau masyarakat agar tidak terhasut dengan ajakan rencana aksi unjuk rasa melalui medsos itu. Mengingat, aksi tersebut berpotensi terjadi kerumunan dan akan menambah penularan Covid-19, melihat angka penularan covid-19 masih sangat tinggi.

    Sementara Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangannya menyampaikan kepada masyarakat untuk melaksanakan penyampaian aspirasi secara daring.

    “Bisa dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online,” tegas juru bicara Polri tersebut. []

  • Kronologi Amukan Keluarga Pasien Covid-19 di RSUD Ambarawa Semarang

    peloporberita.com/ | Seorang pria keluarga pasien Covid-19 di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, mengamuk dan membuat dua perawat mengalami luka di tangan akibat terkena sabetan gunting, pada Jumat sore (23/07/2021). 

    Dalam keterangan tertulis, Manager Ruang Isolasi Anyelir RSUD Ambarawa Meisasi Widyastuti menjelaskan, peristiwa bermula ketika RSUD Ambarawa menerima pasien perempuan berinisial NH (37) warga Pringapus. Pasien mengalami pneumonia Covid-19 dan terkonfirmasi rapid antigen, dengan penurunan kesadaran dan hipertensi, pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, pasien masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

    Sebelum pasien masuk ruang isolasi, petugas mengedukasi keluarga pasien tentang tata tertib dan segala konsekuensi. Setelah edukasi, keluarga meminta waktu untuk bermusyawarah, dan akhirnya menyetujui tata tertib dirawat isolasi dengan mengajukan permintaan, yaitu keluarga ingin mengakses langsung CCTV ruang isolasi, menerima laporan rutin TTV (pemeriksaan vital) pasien, dan pasien diberi minum setiap 10 menit.

    Kemudian tim medis menjelaskan bahwa CCTV tidak bisa diakses oleh keluarga, namun jika ingin menanyakan keadaan pasien bisa langsung ke nurse station. Suami pasien pun menilai tata tertib itu tidak masuk akal dan menudingnya sebagai rekayasa. Sekitar pukul 01.55 WIB, keluarga menanyakan TTV pasien dan juga menanyakan kenapa saturasi bisa turun. Keluarga bahkan langsung menerobos masuk ke ruang isolasi. 

    “Pukul 02.00 WIB, keluarga menerobos masuk, marah-marah ingin menunggui pasien dan memaksa agar dipindahkan ke IGD lagi. Setelah koordinasi dengan IGD dan supervisi, kemudian pasien dibawa ke IGD lagi,” kata Meisasi. 

    Sekitar pukul 03.00 WIB, keluarga meminta agar pasien dipindahkan lagi ke ruang isolasi dan petugas pun kembali melakukan edukasi mengenai tata tertib di ruang isolasi. Setengah jam kemudian, pasien dalam kondisi kritis. Sekitar pukul 13.45 WIB, kondisi pasien semakin menurun dan tak lama kemudian pasien dinyatakan meninggal.  

    Tim medis menginformasikan bahwa pasien tidak tertolong, dan memberi penjelasan tentang prosedur pemulasaraan jenazah secara protokol Covid-19. Suami pasien bisa menerima penjelasan itu, tetapi adik pasien menyatakan tidak setuju dan menginginkan jenazah dibawa pulang oleh pihak keluarga karena mereka mendapat informasi bahwa pasien yang meninggal akibat Covid-19 tidak mendapat perawatan semestinya, tidak selayak perawatan jenazah pada umumnya. 

    “Sekitar pukul 15.00 WIB, keluarga pasien memaksa masuk untuk melihat dan memfoto jenazah pasien di dalam ruang isolasi tapi ditahan oleh satpam. Keluarga pasien tidak terima,” jelas Meisasi. 

    Tiba-tiba keluarga pasien mengambil gunting di nurse station dan memukul-mukul meja kemudian mengacungkan gunting dalam posisi terbuka. “Perawat berusaha menahan gunting agar tidak di gunakan untuk melukai orang lain. Pelaku semakin berontak dan mengakibatkan luka pada tangan perawat tersebut. Akhirnya pelaku diamankan oleh banyak orang dan dibawa ke Polsek Ambarawa,” kata Meisasi. []

  • Olimpiade Tokyo, Angkat Besi Persembahkan Medali Pertama Bagi Indonesia

    peloporberita.com/ | Jakarta – Indonesia berhasil meraih medali pertama di Olimpiade Tokyo 2020 pada Sabtu, 24 Juli 2021 yang dipersembahkan oleh Windy Cantika Aisah dari cabang angkat besi di nomor 49kg.

    Gadis manis berusia 19  tahun ini memperoleh medali Perunggu dengan total angkatan 194 kg dari dua kategori yang dipertandingkan, Snatch serta Clean & Jerk. Sedangkan Medali perak diraih atlet India, Chanu Mirabai, dan medali emas dipetik atlet Tiongkok, Zhihui Hou.

    Di kategori Snatch, Windy dua kali gagal mengangkat beban. Bahkan pada percobaan pertama, ia tidak bisa mengangkat beban 84kg. Namun Windy tak pantang menyerah sehingga ia baru berhasil mengangkat beban tersebut di percobaan kedua. Lalu di percobaan ketiga, Windy kembali gagal mengangkat beban 87 kg.

    Berkat tekadnya yang kuat, kegagalan Windy di kategori Snatch dibayar lunas di kategori Clean & Jerk. Ia melibas habis tiga percobaan dengan jumlah angkatan masing-masing 103, 108, dan 110.

    Adapun atlet Tiongkok Zhihui selain berhasil medali emas, dia sekaligus memecahkan rekor dunia dan Olimpiade Zhihui tanpa halangan berarti melibas kategori Snatch dan Clean & Jerk. Dia tidak sekalipun gagal dari tiga percobaan yang diberikan. Total angkatan Zhihui 210. Di kategori Snatch, ia mengangkat total beban 94kg, sementara di kategori Clean & Jerk, ia mengangkat 116 kg. []

  • Syahrul Yasin Limpo Pastikan Stok Beras Hingga Akhir Tahun Aman

    peloporberita.com/ | Jakarta | Bekasi – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan stok beras hingga akhir tahun dalam kondisi aman. Berdasarkan data BPS yang telah diolah pihaknya, Produksi beras bulan Juni mencapai 2,59 juta ton ditambah stok yang ada menjadi 10,6 juta ton, dan stok akhir Desember 2021 diproyeksikan mencapai 9,6 jt ton.

    “Dari data yang ada Alhamdulillah bagus, artinya kesiapan kita, stok beras kita secara nasional dalam kondisi yang baik dan mencukupi, dan hari ini kita panen, dan kita buktinan dilapangan” tutur Mentan SYL saat melakukan monitoring areal persawahan dan panen padi di Desa Suka Asih, Kecamatan Sukatani,KabupatenBekasi, Jawa Barat, Sabtu, 24 Juli 2021.

    “Saya yakin pangan kita aman, kita ada perhitungan yang jelas kapan masa panen dan masa tanam, daerah mana saja, dan kita lakukan akselerasi, percepatan bersama pemerintah daerah, cadangan beras juga cukup banyak.”

    Lebih lanjut Mentan SYL mengatakan, pihaknya telah secara optimal melakukan upaya pemenuhan pangan terlebih di masa pandemi saat ini. Peningkatan produksi ia lakukan dan berupaya untuk memvalidasinya dilapangan, mulai dari percepatan Musim Tanam-II, pemberian bantuan kepada petani, penyerapan gabah secara maksimal hingga penanganan pasca panen.

    “Upaya ini juga dalam rangka menjabarkan perintah Bapak Presiden untuk semua Menteri tidak hanya menerima laporan dan mendapatkan data, tetapi harus dilapangan, untuk validasi data pangan yang ada, khususnya data padi kita” sebutnya.

    Mentan SYL juga memastikan dengan adanya panen raya dan percepatan tanam di berbagai wilayah, ia yakin kebutuhan beras masyarakat mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri meski ditengah pembatasan akibat pandemi, Dengan adanya potensi panen diberbagai daerah, pihaknya bersama dengan Bulog dan Pemerintah Daerah akan berupaya maksimal menyerap gabah petani.

    Syahrul Yasin Limpo
    Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. (Foto:Pelopor.id/Kementan)

    “Saya yakin pangan kita aman, kita ada perhitungan yang jelas kapan masa panen dan masa tanam, daerah mana saja, dan kita lakukan akselerasi, percepatan bersama pemerintah daerah, cadangan beras juga cukup banyak baik yang ada di pengendalian langsung Bulog, penggilingan dan penanganan pemerintah daerah” tegasnya.

    Hal yang sama disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi. Menurutnya, saat ini beberapa wilayah di Indonesia tengah memasuki waktu panen, di Kabupaten Bekasi misalnya diprediksi sepanjang Juli ini akan panen hingga 4.458 ha dengan estimasi produksi hingga 26.748 ton GKG.

    “Di lokasi panen ini saja ada 50 hektar yang siap panen, dengan varietas inpari 32 produktivitas disini bisa mencapai 6 ton GKP/ha, se Kabupaten Bekasi Potensi panen di Agustus nanti bisa sampai 6.989 ha, dengan estimasi produksi 41.935 ton GKG, dan tercatat serapan Bulog hingga Bulan ini mencapai 150 ton” beber Suwandi saat mendampingi Mentan panen raya.

    Acara monitoring oleh Mentan SYL sekaligus panen ini, juga dirangkai dengan penyerahan bantuan untuk mendukung aktivitas produksi petani di Kabupaten Bekasi, sejumlah bantuan prasarana dan sarana pertanian yang diberikan berupa bantuan benih dan combine harvester. []

  • Raih Medali Emas Pertama Olimpiade Tokyo, Penembak Asal China Kalungkan Sendiri Mendalinya

    peloporberita.com/ | Jakarta – Yang Qian, penembak asal China, menjadi peraih medali emas pertama Olimpiade Tokyo 2020 setelah menjuarai nomor menembak 10 meter air rifle di Asaka Shooting Range, Jepang, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Atas kemenangannya, Yang Qian mendapat medali langsung dari Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. Tetapi sesuai peraturan di Olimpiade Tokyo sang atlet peraih medali harus mengalungkan sendiri medali mereka.

    Menurut data laman resmi Olimpiade Tokyo 2020, kesuksesan Yang Qian tak lepas dari wajah-wajah baru yang tampil lantaran para jawara menembak putri dalam Olimpiade Rio 2016 tak ada yang ambil bagian dalam pesta olahraga sejagat ini.

    Yang Qian
    Penembak asal China Yang Qian. (Foto:Pelopor/jpnn)

    Sejatinya, bukan Yang Qian yang diunggulkan dalam disiplin nomor 10 meter air rifle ini. Hal ini terlihat dari posisinya yang ada di peringkat ke-6 dalam fase kualifikasi dengan mengumpulkan 628,7 poin, atau tertinggal 4,2 poin dari peringkat pertama.

    tetapi pada putaran final Yang Qian tampil fokus. Dari 17 sesi menembak, semua poinnya di atas 10 koma. Sejatinya poin Galashina lebih baik dari setiap sesinya, tetapi saat final bidikannya meleset dari sasaran.

    Adapun di Babak final atlet 21 tahun tersebut mengalahkan Anastasiia Galashina dari Rusia (ROC). Yang Qian memperoleh 9,8 poin pada tembakan terakhir, yang membuat namanya tercatat sebagai pemecah rekor menembak 10 air rifle putri Olimpiade.

    Total poin yang berhasil dikumpulkan Yang Qian adalah 251,8, sedangkan Galashina mengumpulkan 251,1 poin. Tetapi, torehan Yang Qian ini tidak melampaui rekor dunia yang dipegang Apurvi Chandela yang mengumpulkan 251,9 poin.

    Sementara Vidya Rafika Toyyiba yang merupakan wakil dari Indonesia gagal lolos ke final setelah menempati posisi ke-35 saat kualifikasi. Vidya, hanya mengumpulkan 622 poin. []

  • Polsek Cengkareng Bagikan Sembako ke Driver Ojol Daan Mogot

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol Egman beserta jajaranya mendatangi Pos Ojek Online di Jalan Daan Mogot Rw 05 Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat, 23 Juli 2021 siang pukul 14.39 WIB.

    “Bantuan sembako ini merupakan bentuk keperdulian Polri kepada masyarakat kususnya komunitas Ojol yang mengalami dampak PPKM Darurat.”

    Kedatangan Polisi, untuk menyalurkan bantuan paket sembako kepada sejumlah Driver Ojol Lintas Daan Mogot. Agar berkurang beban mereka yang pemasukannya menurun akibat pembatasan aktivitas.

    Polsek Cengkareng
    Polsek Cengkareng Bagikan Sembako ke Driver Ojol Daan Mogot. (Foto:Pelopor.id/Polsek Cengkareng)

    “Bantuan sembako ini merupakan bentuk keperdulian Polri kepada masyarakat kususnya komunitas Ojol yang mengalami dampak PPKM Darurat,” tutur Kompol Egman saat dikonfirmasi, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Dia menuturkan, penyaluran sembako tersebut guna mendukung program Pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat.

    Kompol Egman, bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat ditengah pandemi.

    Polsek Cengkareng
    Polsek Cengkareng Bagikan Sembako ke Driver Ojol Daan Mogot. (Foto:Pelopor.id/Polsek Cengkareng)

    Sementara, Roni selaku Korlap Ojol Lindamo mengucapkan terima kasih atas keperdulian Polri terhadap masyarakat Ojol. Atas alasan itu, Ia sekaligus mengapresiasi kegiatan Polri tersebut. Kegiatan pembagian sembako itu, tersebut hingga berjalan kondusif serta tidak lepas dari protokol kesehatan. []

  • Kemendagri: Satpol PP Bisa Diangkat Jadi Penyidik PNS

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut Polisi Pamong Praja dapat diangkat menjadi penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Hal ini, disampaikan Direktur Polisi Pamong Praja dan Linmas Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Bernhard E. Rondonuwu.

    “Polisi Pamong Praja itu, sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan Perkapolri bisa menjadi PPNS,” tutur Bernard berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.

    Bernhard E. Rondonuwu

    Ketentuan itu terda[at dalam Pasal 255 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan Satuan polisi pamong praja dibentuk untuk menegakkan Perda dan Perkada menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman serta menyelenggarakan pelindungan masyarakat.

    “Polisi Pamong Praja itu, sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan Perkapolri bisa menjadi PPNS.”

    Kemudian Pasal 256 ayat 6 disebutkan Polisi pamong praja yang memenuhi persyaratan dapat diangkat sebagai penyidik pegawai negeri sipil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

    Sedangkan Pasal 257 Ayat 1 Penyidikan terhadap pelanggaran atas ketentuan Perda dilakukan oleh pejabat penyidik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ayat 2.

    Selain pejabat penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat ditunjuk penyidik pegawai negeri sipil yang diberi tugas untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran atas ketentuan Perda sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

    Adapun persyaratan untuk menjadi PPNS dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana pada Pasal 3A menyebutkan Untuk dapat diangkat sebagai pejabat PPNS, calon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    1. Masa kerja sebagai pegawai negeri sipil paling singkat 2 tahun
    2. Berpangkat paling rendah Penata Muda/ golongan III/a
    3. Berpendidikan paling rendah sarjana hukum atau sarjana lain yang setara
    4. Bertugas di bidang teknis operasional penegakan hukum
    5. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter pada rumah sakit pemerintah
    6. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan pegawai negeri sipil paling sedikit bernilai baik dalam 2 dua tahun terakhir dan
    7. Mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan di bidang penyidikan.

    Sementara pola Pendidikan dan Pelatihan PPNS Menurut Pasal 5 Perkapolri 26 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Pasal 4 disebutkan:

    1. Pendidikan dan latihan PPNS dilakukan dengan pola: 400 (empat ratus) jam pelajaran atau 60 (enam puluh) hari; 300 (tiga ratus) jam pelajaran atau 45 (empat puluh lima) hari dan; 200 (dua ratus) jam pelajaran atau 30 (tiga puluh) hari
    2. Diklat dengan pola 400 (empat ratus) jam pelajaran atau 60 (enam puluh) hari dilaksanakan untuk Diklat pembentukan PPNS penegak undang-undang yang menjadi dasar hukumnya dengan hukum acara biasa
    3. Ketiga, diklat dengan pola 300 (tiga ratus) jam pelajaran atau 45 (empat puluh lima) hari dilaksanakan untuk Diklat pembentukan PPNS penegak peraturan daerah tindak pidana ringan dan pelanggaran dengan  hukum acara singkat atau cepat.

    “Berdasar regulasi tersebut, baik Undang-undang Peraturan Pemerintah dan Peraturan Kapolri yang sampai saat ini masih berlaku sehingga Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai kewenangan untuk melakukan Penyidikan atas Pelanggaran Perda,” tegas Bernard.

    “Mengingat PPNS pada Satpol PP mengikuti Diklat Penyidikan yang diselenggaran oleh Polri dan diangkat sebagai pejabat PPNS oleh Kementerian Hukum dan HAM setelah mendapatkan rekomendasi dari Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung,” sambungnya. []

  • Resep Orak Arik Pare Spesial

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pare memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita. Selain untuk mengendalikan gula darah, Pare juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mata dan meredakan asma.

    Selain itu, bermanfaat untuk masalah gangguan pernapasan lainnya serta mengobati masalah kulit. Juga bisa membantu mengobati HIV dan herpes serta meningkatkan kesehatan tulang dan penyembuhan luka.

    Tak hanya diolah menjadi sayur, pare juga kerap dijadikan menu pelengkap siomay, atau para mommy juga bisa juga ditumis. Berikut resep orak-arik Pare spesial:

    Bahan

    1 buah pare ukuran besar
    1 batang serai geprek
    1 lembar daun salam
    1 bh cabe merah, iris serong
    1 butir telur
    1-2 sdm ikan teri
    150-200 ml air atau secukupnya
    Minyak goreng untuk menumis

    Bumbu Halus

    3 buah cabe merah keriting atau sesuai selera
    5 sampai 6 siung bawang merah
    2 siung bawang putih
    Sedikit garam

    Cara membuat

    1. Cuci bersih pare, belah 4 pare atau sesuai selera, buang bagian dalamnya, potong-potong, lalu beri garam secukupnya, remas-remas hingga mengeluarkan air, diamkan sebentar, lalu cuci sampai benar-benar bersih, sisihkan.

    2. Panaskan minyak goreng, tumis cabe iris tambahkan daun salam, serai, teri, tumis sebentar, lalu tambahkan bumbu halus, tumis hingga wangi.

    3. Tambahkan telur, orak arik lalu tambahkan pare, tambahkan air secukupnya.

    4. Masak semua hingga pare matang, koreksi rasa sebelum api dimatikan. Jika suka silahkan tambahkan gula pasir atau kaldu bubuk.

    Orak-arik Pare spesial siap disajikan, selamat mencoba. []

  • Hari Anak Nasional, Mensos Risma Minta Dipanggil Eyang

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini turut memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada Jumat 23 Juli 2021. Dalam Kesempatan tersebut, Mensos Risma minta dirinya dipanggil Eyang oleh anak-anak se-nusantara.

    “Pada kesempatan ini, panggil saja Eyang Risma ya, ingin mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional buat anak-anak di seluruh nusantara,” tuturnya yang disambut gembira oleh ratusan anak-anak di tempat yang berbeda.

    Peringatan HAN tahun ini merupakan yang kedua kalinya diperingati dalam masa pandemi Covid-19, namun terbukti anak-anak Indonesia tetap tangguh dan produktif.

    “Dulu Eyang suka mengumpulkan biji-bijian seperti cabe dan tomat lalu menanamnya dan hasilnya boleh diambil oleh tetangga-tetangga. Itu artinya sekecil apa pun yang bisa kita lakukan dan bermanfaat untuk orang lain, lakukanlah!.”

    Mensos pun sangat concern terhadap kegiatan ini dengan meluangkan waktu secara khusus untuk menyapa anak-anak di seluruh nusantara dari Sabang-Marauke yang digelar secara daring, tapi tetap meriah dan bahagia.

    Eyang Risma pesan kepada anak-anak, agar selalu menghormati kedua orang tua, lantaran tanpa peran mereka tentu saja mereka tidak bisa seperti sekarang ini.

    “Kedua, Eyang berpesan agar semua anak tidak boleh ada kata menyerah karena saat ini memang berat, seperti tidak bisa bertemu dengan teman-temen di sekolah dan sekolah pun masih daring sehingga tidak boleh putus asa ya,” ucapnya lembut.

    Mensos Risma ingin masyarakat memahami bahwa semua anak-anak adalah kebanggaan bangsa yang kelak akan menjadi penerus dari perjuangan para pendiri bangsa dan Pahlawan Kemerdekaan Indonesia.

    Mensos Risma
    Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021 pada Jumat 23 Juli 2021. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    “Tuhan memberikan kesempatan sama dan tidak membeda-bedakan, siapa orang tua kalian, dimana dan dari mana kita berasal, sebab yang bisa dilakukan adalah berusaha dan berdoa. Anak-anakku tidak boleh menyerah tidak ada kata lelah untuk mencapai tujuan dan cita-cita, sesulit dan seberat apapun pasti kita bisa melewati dan melampauinya,” tegas Eyang Risma.

    Namun katanya, bisa jadi merasa bete di rumah, karena tidak ketemu teman-teman. Saat itulah kalian bisa mengembangkan berbagai hobi yang positif seperti melukis, membaca, menanam tanaman, menyanyi dan lain sebagainya.

    “Dulu Eyang suka mengumpulkan biji-bijian seperti cabe dan tomat lalu menanamnya dan hasilnya boleh diambil oleh tetangga-tetangga. Itu artinya sekecil apa pun yang bisa kita lakukan dan bermanfaat untuk orang lain, lakukanlah!,” ungkapnya.

    Sementara saat ini, Eyang Risma menyebut kondisi belajar masih daring dan menggunakan gawai. Terkait gawai, Eyang Risma berpesan kepada anak-anak Indonesia agar menggunakannya untuk hal-hal yang positif dan tidak membully, menjelek-jelekan ataupun mengolok-olok teman sendiri.

    Mensos Risma
    Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021 pada Jumat 23 Juli 2021. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    “Yuk gunakan gawai sebaik mungkin, dengan punya banyak teman kalian bisa belajar misalnya si A ingin belajar Bahasa Indonesia atau matematika bisa minta dibantu kepada teman yang lainnya. Banyak teman dan tidak punya musuh, itu baru keren!,” ajaknya.

    Terakhir, Eyang Risma berpesan agar mengejar dan berani mewujudkan mimpi-mimpi setinggi apapun menjadi penyanyi dan pelukis terkenal, menjadi astronot pun boleh dan tidak ada yang melarang.

    “Eyang percaya anak Indonesia bisa bersaing dengan anak-anak di seluruh dunia karena kalian sama. Tidak boleh rendah diri, minder dan tidak boleh takut ingatlah kalian adalah anak dan cucu pejuang yang tercatat sejarah tidak kenal menyerah, ” tandasnya.

    Sebelum mengakhiri, Eyang Risma menggoreskan dengan kuas di atas kain kanvas bertuliskan, “ SELAMAT HARI ANAK 2021.”

    Adapun peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 mengusung tema, “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menggelar rangkaian kegiatan, yakni lomba menulis, menggambar pada 8 – 14 Juli, melukis, dan foto.

    Selain itu, mengadakan Webinar “Mendongeng Budayaku” pada 22 Juli; Workshop “Mimpi Anak Tangguh” pada 23 – 23 Juli; Diary Anak pada 25 Juli; Talkshow “Berbagi Lewat Hobi” pada 25 Juli; serta acara puncak perayaan Hari Anak Nasional pada 29 Juli.

    Di akhir acara, panitia menyampaikan menerima 825 karya dan para pemenang lomba karya anak akan diumumkan pada momen Puncak Hari Anak Nasional yang akan dilaksanakan pada Tanggal 29 Juli mendatang.[]

  • Kemenparekraf Bakal Libatkan PHRI di Sentra Vaksinasi Garut

    peloporberita.com/ | Jakarta –  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno akan berkolaborasi dengan Bupati Garut dan Ketua beserta pengurus PHRI Garut dalam upaya peningkatan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

    Kemenparekraf antara lain akan menggandeng PHRI Garut untuk menghadirkan sentra vaksinasi COVID-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif juga masyarakat. Hal ini, disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan audiensi secara virtual dengan Pemda Garut dan PHRI Garut, Jumat, 23 Juli 2021.

    “Mudah-mudahan ini bisa sedikit menggeliatkan sektor perhotelan di Garut. Karena tentu saja tenaga kesehatan baik dari pusat dan daerah butuh tempat beristirahat.”

    Sebelumnya PHRI Garut mengibarkan bendera putih sebagai tanda keprihatinan atas pandemi COVID-19 yang memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan usaha mereka.

    “Memang saat ini bangsa kita sedang menghadapi masa sulit, tapi saya yakin dengan bergandengan tangan kita bisa bangkit,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno.

    Selain itu, Kemenparekraf juga akan menggandeng para pelaku perhotelan di Garut untuk menyediakan akomodasi bagi para tenaga kesehatan.

    “Mudah-mudahan ini bisa sedikit menggeliatkan sektor perhotelan di Garut. Karena tentu saja tenaga kesehatan baik dari pusat dan daerah butuh tempat beristirahat,” sebut Sandiaga.

    Menurut Sandi, nantinya akan ditugaskan tim khusus dari Kemenparekraf yang akan menyiapkan kerja sama yang lebih jauh dengan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Garut.

    Menparekraf pun mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di sektor perhotelan dan restoran di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk tetap optimistis menghadapi pandemi COVID-19 yang tengah melanda Indonesia dan dunia.

    Bahkan, Sandiaga mengajak PHRI Garut mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol semangat dan bangkit dari pandemi COVID-19.

    Bendera-bendera itu nantinya akan diproduksi oleh para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Garut sehingga dapat membuka peluang usaha serta memastikan roda perekonomian di sektor ekonomi kreatif di Garut dapat terus bergerak.

    Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga mengapresiasi dukungan dari KAHMIPreneur yang didirikan anggota komisi XI DPR RI, Kamrussamad, yang akan memberikan dukungan program seperti bantuan sosial dan beasiswa bagi para pelajar yang berasal dari keluarga pelaku UMKM di Garut.

    “Program-program bantuan ini merupakan investasi sosial bagi masyarakat yang terdampak untuk merespons situasi yang sangat memprihatinkan ini,” tegas Sandiaga.

    Dalam kesempatan yang sama Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung, menjelaskan, nantinya 80 persen relawan yang mengelola sentra vaksinasi di Garut adalah para pekerja hotel dan restoran.

    “Jadi nantinya mereka bisa mendapatkan sesuatu dari hasil kolaborasi kita dengan perusahaan-perusahaan besar dan para pelaku usaha untuk membantu Garut,” tandas Henky.

    Kemudian Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, mengatakan, pihaknya juga akan menggencarkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental sustainability) bagi restoran serta hotel di daerah yang dijuluki sebagai “Kota Dodol” tersebut.

    “Mulai minggu depan proses sertifikasi dan verifikasi akan berjalan. Tahun ini kita menargetkan ada 6.300 usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang usahanya tersertifikasi CHSE,” tandas Fadjar.

    Turut hadir dalam acara ini Plt Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Cecep Rukendi; Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana; serta Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Raden Sigit Witjaksono.

    Serta Bupati Garut, Rudy Gunawan; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar; serta Ketua Badan Pengurus Cabang PHRI Garut, Deden Rochim beserta jajarannya. []