Tag: Berita Utama

  • Kento Momota Kandas di Babak Penyisihan

    peloporberita.com/ | Pebulutangkis andalan Jepang, Kento Momota, kandas di babak penyisihan Olimpiade Tokyo 2020. Momota menghadapi wakil Korea Selatan Heo Kwang-hee di laga terakhir Grup A, yang dihelat di Musashino Forest Sport Plaza, Rabu (28/7/2021) malam WIB.

    Momota baru meraih satu poin hasil kemenangan di partai awal dari pebulutangkis Amerika Serikat Timothy Lam.

    Baca juga: Olimpiade Tokyo, Angkat Besi Persembahkan Medali Pertama Bagi Indonesia

    Momota tidak diberikan kesempatan mengembangkan permainan sejak gim pertama, Heo menang 21-15. Kemudian gim kedua, Momota bangkit mengejar skor. Namun akhirnya harus menyerah dengan skor 19-21 di gim kedua dan resmi tersingkir.

    Momota hanya menempati posisi kedua Grup A dengan satu poin, kalah dari Heo yang punya dua poin di puncak. Pasalnya, di nomor tunggal putra, hanya juara grup yang berhak lolos ke babak eliminasi. 

    Baca juga: Raih Medali Emas Pertama Olimpiade Tokyo, Penembak Asal China Kalungkan Sendiri Mendalinya

    Pada babak perempat final, Heo Kwang-hee akan menunggu pemenang partai Kevin Cordon – Mark Caljouw. []

  • Personel Kesehatan Satgas Yonif 144/JY Periksa Kesehatan Warga dan Sosialisasi Prokes

    www.pelopor.ID, Jakarta – Anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/JY memeriksa kesehatan warga dengan cara mendatangi rumah ke rumah (door to door) warga yang sakit serta menyosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 di Desa Sungai Pisau Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

    Menyambangi rumah warga yang yang sakit merupakan wujud kepedulian Satgas Pamtas terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda dunia termasuk hampir di seluruh wilayah NKRI termasuk dalam hal ini wilayah perbatasan.

    “Tim Kesehatan kami selalu siap siaga apabila ada warga yang sakit di sekitar pos, baik mereka mendatangi pos kita, kita lakukan pengobatan secara gratis, maupun mendatangi rumah-rumah warga secara berkala, ” ucap Dansatgas Yonif 144/JY, Letkol Inf Andri Suratman dalam keterangan tertulisnya di Pos Kotis Badau, Rabu (28/7/2021).

    Dijelaskannya, selain pelayanan kesehatan door to door, dirinya juga menekankan kepada setiap personel Satgas agar menyosialisasikan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid – 19 di wilayah perbatasan.

    Salah seorang warga, Nenek Zuli (63) yang mendapat pengobatan karena sakit yang dideritanya, sangat bersyukur atas kepedulian personel Satgas mendatangi dan memeriksa warga yang sakit.

    “Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak TNI yang telah sudi membantu mengobati saya, memberi saya obat, selama ini saya berobat sekedarnya saja, tanpa pemeriksaan dokter, terima kasih juga untuk pemberian maskernya, ” ujar Zuli sambil meneteskan air mata.

    Terjun langsung membantu pengobatan warga, Letda Inf Aula Dinata Selaku Danton kesehatan bersama anggota kesehatan Satgas melakukan pemeriksaan suhu tubuh, tensi dan pemberian obat.

    “Kebanyakan warga yang sakit demam lemas dan kurang nafsu makan ditambah dengan faktor usia lanjut, ” pungkasnya.

    Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar serta selalu mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini.

    (TK/Red)

  • Polda Metro Jaya Tinjau Vaksinasi Merdeka di SMK Satria Srengseng Jakarta Barat

    www.pelopor.ID, Jakarta – Polda Metro Jaya Tinjau Vaksinasi Merdeka di SMK Satria dan mengajak tenaga kesehatan menjadi relawan medis pada program Gerakan Vaksinasi Merdeka yang digelar perdana di SMK Satria Jalan Srengseng Raya No.26A Kembangan Jakarta Barat, Rabu (28/7/2021).

    Hingga kini penyebaran virus Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam menekan angka kasus Covid-19, salah satunya dengan program percepatan vaksinasi. Proses vaksin akan diselenggarakan di 900 RW dan Ratusan Sekolah yang tersebar di wilayah DKI Jakarta.

    Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran juga menyampaikan bahwa pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan hanya untuk melindungi masyarakat dari virus Covid-19, tetapi juga memulihkan kondisi sosial dan ekonomi negara dan masyarakat yang terkena dampak pandemi.

    “Lokasi tempat-tempat vaksin merdeka sudah dekat rumah jadi tidak perlu jauh-jauh naik ojek tinggal buka pintu saja, tempat sudah tersedia,” ungkap Fadil.

    Polda Metro Jaya akan mendukung penuh dalam pelaksanaan kegiatan ini dengan menyediakan berbagai kebutuhan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Dengan dukungan dari tenaga medis dan seluruh lapisan masyarakat, Alodokter bersama Polda Metro Jaya optimistis program ini dapat berjalan dengan lancar serta banyak orang dapat terbantu untuk menerima vaksin sebagai usaha mengatasi pandemi Covid-19.

    Ditempat yang sama, Pengawas Yayasan Satria KH Nasruddin menuturkan terima kasihnya kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran karena SMK Satria menjadi tempat diadakannya launching program vaksinasi merdeka Polda Metro jaya.

    “kami sangat bersyukur sekali diadakannya program vaksinasi massal, yang mana dalam kondisi pandemi covid-19 yang masih sangat tinggi tapi kita ikhtiar dengan adanya vaksin, mudah-mudahan resiko yang fatal bisa terhindar,” harapan Nasruddin kepada awak media.

    Sebelumnya, 632 siswa MTS dan SMK Satria telah selesai mengikuti vaksinasi di waktu yang berbeda.

    Hari ini, sebanyak 179 siswa yayasan Satria mengikuti vaksinasi sisanya untuk umum atau warga kembangan, sedangkan siswa tidak hadir mereka sudah menjalankan vaksinasi di daerah tempat tinggal mereka, vaksinasi merdeka hari ini telah menyiapkan 500 kuota vaksin yang disiapkan polda metro jaya.

    Yayasan Satria memiliki 1.750 siswa didik, terdiri dari SMK 1.250 siswa dan MTS 500 siswa.

    Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes pol Yusri Yunus, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes pol Sambodo Purnomo, Walikota Jakarta Barat Iis Kuswanto, Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, Dandim 0503/JB Kolonel Inf. Dadang Ismail Marzuki.

    (TK)

  • Rumput Laut Bisa Jadi Solusi Masalah Limbah Plastik

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan mengajak pelaku usaha rumput laut menangkap peluang dari tingginya permintaan komoditas rumput laut. Apalagi rumput laut juga menjadi jawaban terhadap sejumlah persoalan global, seperti limbah plastik dan perubahan iklim.  

    Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti menyontohkan, rumput laut hadir dengan bioplastic sebagai pengganti kemasan plastik. “Ketika dunia menempatkan climate change sebagai isu utama, pelaku usaha bisa mem-branding rumput laut sebagai tanaman yang mampu menyerap CO2,” kata Artati saat membuka Webinar tentang rumput laut, di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

    Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti. (Foto: Pelopor/Kementerian Kelautan dan Perikanan)

    Dalam seminar online bertajuk “Mendulang Rupiah dari Produk Inovasi Berbasis Rumput Laut,” Artati menegaskan, rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia, dengan jumlah mencapai 8,6% dari total biota di laut. Sedangkan luas wilayah habitat rumput laut di Indonesia mencapai 1,2 juta hektare atau terbesar di dunia.

    Baca juga: KKP Resmi Tambah 30 Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan

    Selain itu, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP Machmud juga menjelaskan, saat ini pemanfaatan rumput laut untuk konsumsi manusia menyumbang lebih dari 77% dari keseluruhan pangsa pasar global. Kebutuhan diproyeksikan meningkat di masa mendatang, karena perubahan lifestyle kebiasaan makan yang sehat dan meningkatnya populasi penduduk. Selain itu, permintaan pasar rumput laut diprediksi mencapai USD 23,04 miliar pada tahun 2027. 

    Sebagai bentuk dukungan, Machmud memastikan, pemerintah telah melakukan langkah serius dalam pengembangan industri rumput laut nasional melalui Perpres 33/2019. Langkah penguatan industri rumput laut nasional diimplementasikan dalam beberapa program, diantaranya penelitian pengembangan budidaya jenis (spesies dan/atau varietas) baru, inovasi teknologi produk setengah jadi dan produk akhir, serta pasar produk rumput laut nasional dan global.

    “Ketika trend healthy food meningkat di komunitas dunia, rumput laut hadir menjadi opsi plant-based food bahkan menjadi superfood,” papar Machmud. Tak hanya untuk makanan, saat ini rumput laut sudah dikembangkan pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan cangkang kapsul dalam bidang farmasi. 

    Baca juga: KKP Gelar Pelatihan Camilan Olahan Ikan di 34 Provinsi

    Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pentingnya penerapan ekonomi biru, dengan memanfaatkan sumber daya kemaritiman secara berkelanjutan. Menurutnya, penerapan ekonomi biru yang didukung penguatan riset akan baik bagi kemaslahatan umat manusia. []

  • Tito Karnavian Minta Pemda Bentuk Tim Tracing Covid-19

    peloporberita.com/ | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) membentuk tim tracing untuk melacak penularan Covid-19. Menurut Mendagri, tugas tracing perlu didukung dengan membentuk tim khusus yang perannya hanya melacak penularan. Pelacakan itu dilakukan dengan menelusuri orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

    “Saya ingin melihat nanti pemda mana yang sukses membuat seperti itu,” ujar Mendagri saat memberi keterangan pers usai melakukan Rapat Koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (27/7/2021).

    Baca juga: Tito Karnavian: Papua Gunakan PPKM level 4 dan 3, Istilah Lockdown Bikin Masyarakat Bingung

    Selain menangani pandemi, pembentukan tim ini juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Menurut Tito, hal ini dapat melibatkan masyarakat yang memiliki ijazah setara SMA untuk direkrut dalam tim tersebut.

    Baca juga: Tito Karnavian: Penegakan Hukum PPKM Harus Tegas, Tapi Humanis dan Manusiawi

    Sebelum terjun ke lapangan, mereka diberikan pelatihan singkat terkait cara melacak sehingga mereka memiliki keahlian. Mendagri menyebutkan, beberapa negara sudah membuka lowongan kerja semacam ini, yaitu sebagai pelacak penularan Covid-19.

    Mendagri menjelaskan, pekerjaan melacak penularan Covid-19 perlu dilakukan oleh tim khusus yang tidak mengemban tugas lain. Saat ini, tugas tersebut masih dikerjakan oleh puskesmas, dan juga TNI, Polri, serta Babinsa sebagai tugas tambahan. Alangkah lebih baik jika seluruh pemerintah daerah membentuk tim tracing penularan Covid-19. []

  • Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid, Hotman Paris Sebut Akidi Tio Lebih Dermawan dari Bill Gates

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pengacara kondang, Hotman Paris memuji keluarga pengusaha asal Aceh, Akidi Tio yang telah memberikan dana hibah sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

    “Inilah Pahlawan Sejati sepanjang masa di dunia! Kalahkan Bill Gates dan para Konglo Dunia!.”

    Hotman menilai, yang dilakukan oleh keluarga almarhum adalah aksi pahlawan yang bergerak saat sekitarnya membutuhkan. Bahkan, Hotman menyebut keluarga Akidi Tio jauh lebih dermawan daripada Bill Gates.

    “Apakah ini benar? Kalau benar maka inilah Pahlawan Sejati sepanjang masa di dunia! Kalahkan Bill Gates dan para Konglo Dunia!. Hotman mau temu keluarga ini, mau tau isi lubuk hati mereka! Tunai atau barang?? Halo para jago nyinyir tapi pelit dan bokek: ngaca lu asep & poltak!!” tulis Hotman Paris di Instagramnya.

    Hotman Paris
    Unggahan Hotman Paris.(Foto:Pelopor.id/IG Hotman Paris)

    Hotman Paris juga menyindir beberapa orang melalui Instagramnya. Menurutnya, mereka hanya bisa memberikan kritikan tanpa aksi untuk membantu sesama. Lebih lanjut, Hotman menyarankan agar uang itu digunakan untuk pembelian vitamin yang nantinya dibagikan untuk rakyat ekonomi lemah.

    “Saran: uangnya dipakai beli Vitamin D & C untuk dibagikan ke rakyat miskin,” tulisnya.

    Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri, sebelumnya menerima dana hibah dari keluarga pengusaha asal Aceh senilai Rp 2 triliun. Dana itu diberikan untuk membantu penanganan Covid-19. Bantuan tersebut, diberikan kepada Irjen Eko Indra Heri sebagai pribadi, bukan dalam kapasitas dia sebagai Kapolda Sumsel.

    Adapun Kapolda Sumsel Eko Indra, mengenal keluarga Akidi Tio saat dirinya masih perwira pertama dan betugas di Langsa, Aceh, pada 1990-an. Kala itu, Ia bertemu dengan seorang penjual es, bernama Johan alias Ahok. Johan adalah Tionghoa-Palembang yang menetap di kawasan Veteran yang merupakan putra Akidi Tio.

    Pertemanan keduanya terus berlanjut, bahkan hubungan yang terjalin seperti saudara. Namun sekitar 12 tahun lalu Akidi Tio meninggal, kemudian Johan juga menyusul ayahnya menghadap sang pencipta. []

  • Waspada Rem Blong, Ganti Master Rem Jika Sudah Seperti ini

    peloporberita.com/ | Jakarta – Rem merupakan salah satu komponen paling penting untuk keselamatan pengendara. Meski saat ini, rem pada kendaraan roda empat telah dilengkapi dengan berbagai komponen seperti master rem, tetap saja perlu dilakukan pengecekan secara berkala.

    Berikut ciri master rem mobil sudah rusak yang dikutip peloporberita.com/ dari laman resmi Daihatsu.

    1. Rem Mobil Tidak Pakem

    Master rem yang kurang optimal, akan menyebabkan berbagai efek samping antara lain rem tidak pakem. Keadaan rem tidak pakem, hampir sama dengan rem kemasukan angin. Anda perlu mengocok pedal rem berulang kali agar master rem bisa kembali berfungsi.

    Lalu, sebenarnya apa penyebab rem mobil kurang pakem? Biasanya, penyebab rem tidak pakem lantaran kedua seal master rem sudah mulai aus, namun masih bisa digunakan dan tidak sepenuhnya rusak. Kondisi ini biasanya ditandai adanya rembesan minyak rem pada bagian belakang dekat dengan booster rem.

    Rem Master
    Ilustrasi rem master/Foto: peloporberita.com/Blibli)

    Ciri master rem seperti ini jika dibiarkan begitu saja, akan membahayakan Anda ketika berkendara. Oleh sebab itu, rem yang pakem sangat dibutuhkan di jalanan padat guna menghindari terjadinya kecelakaan.

    2. Bentuk Seal Master Rem Berubah

    Minyak rem, juga merupakan elemen penting yang berguna untuk memacu tarikan tuas rem. Jika minyak rem tidak mengalir dengan normal, maka bisa menyebabkan master rem rusak.

    Hal ini, akibat kondisi seal master rem yang tidak lagi mengembang. Adapun seal master rem yang rusak biasanya disebabkan karena telah aus serta adanya bekas gesekan yang membentuk garis.

    Ciri master rem seperti ini akan bertambah parah, bila minyak rem bocor atau menetes. Hal itu, akan membuat tuas rem yang dipacu tidak bisa bekerja dengan optimal untuk menghentikan gaya gerak roda pada kendaraan roda empat.

    3. Dinding Rem Berkarat

    Dinding bagian dalam master rem memiliki fungsi menjaga sistem pengereman agar bisa bekerja dengan aman. Selain itu, dinding rem mencegah adanya kotoran yang masuk ke dalam rem.

    Bila dinding pada rem telah berkarat, akan membahayakan kondisi rem, sebab ada celah di dalamnya. Celah inilah yang mengundang debu masuk ke dalam rem, dan pada akhirnya sistem pengereman pada kendaraan Anda akan menjadi lebih lambat.

    Selain debu, dinding yang telah berkarat akan membuat lumpur bisa masuk ke dalam rem. Untuk menghindarinya, sebaiknya Anda selalu merawat seluruh komponen kendaraan Anda secara berkala, terutama rem.

    Demikianlah beberapa ciri master rem rusak yang perlu Anda ketahui guna menghindari terjadinya rem blong saat mengendarai mobil. []

  • Resep dan Cara Membuat Putu Mayang, Legit Banget

    peloporberita.com/ |Jakarta – Siapa yang tidak mengenal Putu Mayang? kue tradisional Betawi yang dibuat dari tepung kanji atau tepung beras yang berbentuk seperti mie, dengan campuran santan kelapa, dan disajikan dengan kinca atau gula jawa cair.

    Asal mula kue ini, disebut terkait dengan kue putu mayam yang berasal dari India Selatan. Keduanya berbentuk adonan tepung kanji atau tepung beras yang dicetak menyerupai gumpalan mie.

    Putu Mayang
    Putu Mayang. (Foto:Pelopor.id/Fb resep aneka jajanan pasar)

    Tetapi, putu mayang Indonesia berbeda dibandingkan putu mayam India yang juga ditemukan di Sri Lanka, Malaysia, dan Singapura. Putu mayang Indonesia gumpalannya lebih menyatu dan tebal dengan ukuran gumpalan yang kecil. Sedangkan putu mayam India bentuknya seperti mi halus dengan ukuran gumpalan yang lebih lebar.

    Berikut resep Putu Mayang ala Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber:

    Bahan Utama:

    • 200 gr tepung beras
    • 50 gr tapioka
    • 400 ml santan
    • 1 sdm gula pasir
    • 1/2 sdt garam
    • Pasta pandan secukupnya
    • Pasta merah/pink secukupnya

    Bahan kuah gula jawa cair (kinca):

    • 50 gr gula pasir
    • 50 gr gula aren
    • 400 ml santan
    • 1/4 sdt garam
    • 2 lembar daun pandan
    • 1 sdt maizena + 3 sdm air (larutkan)
    Putu Mayang
    Putu Mayang. (Foto:Pelopor.id/Fb resep aneka jajanan pasar)

    Cara Membuat Kinca

    1. Campur semua bahan utama kecuali larutan maizena. Masak sampai hangat. Lalu masukkan larutan maizena, aduk terus sampai matang dan mengental kemudian angkat

    Cara Membuat Putu Mayang

    1. Masak santan, tepung beras, gula dan garam. Setelah kental matikan kompor diamkan sampai panasnya berkurang.
    2. Setelah panasnya berkurang masukkan tapioka, Aduk rata.
    3. Lalu bagi adonan menjadi 2 atau 3 bagian dan beri pewarna makanan.
    4. Masukkan adonan yang telah diberi warna tersebut ke dalam piping bag (Plastik segitiga) atau cetakan Putu Mayang dan mulailah membentuknya.
    5. Tata Putu Mayang yang telah dibentuk di atas daun pisang. kemudian kukus 20 menit.
    6. Angkat dan siap disajikan dengan siraman kuah Kinca.

    Demikian resep dan cara membuat Kue Putu Mayang Khas Indonesia, selamat mencoba.

  • Alasan Menteri Sosial Tri Rismaharini Marah Besar di Tuban

    peloporberita.com/ | Jakarta – Ramai beredar video Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memarahi Kepala Dinas Sosial Tuban Eko Julianto saat blusukan di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (24/7/2021). Dalam video itu, mensos marah karena mengetahui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako hanya dicairkan dua bulan, yang seharusnya dibagikan untuk tiga bulan.  

    Baca juga: Kemensos Siapkan E-Warong untuk Pantau Penggunaan Bansos

    Selain itu, setelah dihitung pun jumlahnya tidak sesuai. “Pertama bantuan baru disalurkan dua bulan dan totalnya Rp 400 ribu, seharusnya tiga bulan. Permasalahan kedua, setelah dihitung, jumlah yang dua bulan itu jika ditotal tidak sampai Rp 400 Ribu,” kata Risma di kawasan Jakarta Timur, Senin (26/7/2021). 

    Mensos lantas bertanya, kemana sisa uang Bantuan Pangan Non Tunai tersebut? 

    Tak hanya itu, Risma juga menjelaskan, mekanisme pencairan bantuan tersebut sebenarnya sudah diserahkan kepada pihak bank, namun pihak penyalur sering bermasalah. Dia juga menegaskan, permasalahan tersebut tidak berkaitan langsung dengan instansi dia bekerja. “Jadi itu diserahkan ke bank. Kemudian ada penyaluran, nah, penyalur itu yang bermasalah. Jadi tidak terkait langsung dengan tempat ku, itu penyalur itu,” tegas Risma. 

    Baca juga: Kemensos Siap Respon Kasus Covid-19 Anak

    Politikus PDIP itu tidak mengetahui alasan pasti kepala dinas sosial Tuban tidak mencairkan bantuan itu sepenuhnya. Meski begitu, ia sudah mendapatkan kabar bahwa sisa dari bantuan pangan non tunai tersebut akan disalurkan kepada masyarakat. “Tadi saya mendengar laporannya, sisa (BPNT) akan dibagi sesegera mungkin, tetapi katanya kepolisian juga sudah turun. Saya tidak tahu persis, tetapi yang jelas, katanya itu mau dibagi sisanya,” kata Risma. []

  • Luhut Pandjaitan: Perketat Prokes di Kawasan Industri!

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengevaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah industri Jawa dan Bali. Langkah itu untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 dari kawasan industri, seperti Kabupaten Bekasi, Karawang, Tangerang Selatan, Tangerang, Bogor, Kudus, Sidoarjo, Mojokerto maupun Gresik. 

    “Hasil pemantauan sampai saat ini menunjukkan tingginya intensitas cahaya di malam hari, yang mengindikasikan adanya kegiatan. Ini paling banyak ditemukan di daerah industri. Oleh sebab itu kita evaluasi lagi, perketat protokol kesehatan (prokes), agar tidak terjadi klaster baru,” kata Menko Luhut dalam Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM di Wilayah Industri pada Senin (26/07/2021). 

    Baca juga: Penjelasan Menko Luhut Soal PPKM Level 4 dan 3

    Data dari Kabupaten Karawang menunjukkan, penyebaran Covid-19 varian Delta terjadi lebih cepat di wilayah industri dibandingkan non-industri. Namun, belajar dari pengalaman di Kabupaten Kudus, dampak peningkatan aktivitas industri terhadap peningkatan kasus Covid-19 dapat dimitigasi dengan penerapan prokes ketat. 

    Luhut meminta agar prokes untuk industri dibuat lebih ketat dan terperinci, serta dijadikan standar bagi seluruh industri agar dapat tetap beroperasi. Luhut juga mengingatkan soal vaksinasi. “Saya minta agar protokol kesehatan untuk industri perlu dibuat secara lebih terperinci lagi, dengan menggunakan best practice dari Kudus. Selain itu, saya minta agar semua harus vaksin. Vaksin itu penting,” kata Menko Luhut. 

    Baca juga: Tito Karnavian: Papua Gunakan PPKM level 4 dan 3, Istilah Lockdown Bikin Masyarakat Bingung

    Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang turut hadir menyampaikan bahwa pada masa PPKM level 4, industri tetap dapat beroperasi selama memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Mekanisme tentang hal itu diatur dalam Surat Edaran (SE) Menperin No. 3 Tahun 2021 tentang Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri. “IOMKI ini berlaku untuk kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong, operasional produksi, distribusi produk serta mobilitas dan aktivitas pekerja,” kata Menperin Agus. 

    Selain itu, pelaku industri diwajibkan mengisi Laporan Pelaksanaan IOMKI sebanyak dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari Selasa dan Jumat melalui portal elektronik SIINas sesuai dengan pedoman pelaporan. “Jika SE ini dapat dilaksanakan secara disiplin oleh industri, kami yakin klaster industri tidak akan terjadi. Kami juga tidak akan segan-segan memberikan sanksi berupa peringatan tertulis, pembekuan izin hingga pemberian sanksi terberat yakni pencabutan izin,” tegas Menperin Agus. []