Tag: Berita Utama

  • Pemerintah Kota Yogyakarta Terus Gencarkan Vaksinasi Massal

    peloporberita.com/ | Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menggelar vaksinasi Covid-19 massal, dan kali ini menyasar warga Gondokusuman. Wakil Wali Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ikut meninjau gelaran vaksinasi tersebut.

    Heroe mengatakan bahwa Pemkot Yogyakarta akan terus berupaya menggencarkan program vaksinasi, karena hal tersebut juga bagian dari menjawab dinamika kenaikan kasus corona yang terjadi belakangan ini. Hingga sekarang sudah ada sekitar 140.000 warga yang menerima vaksin dosis pertama, dan 105.000 warga yang menyelesaikan dosis kedua.

    “Hanya, tidak seluruhnya warga yang divaksin tersebut merupakan penduduk Kota Yogyakarta. Kami masih melakukan klasifikasi penduduk beridentitas Kota Yogyakarta yang sudah maupun belum divaksin,” ujarnya di SMPN 1 Yogyakarta, Sabtu (19/6/2021).

    Terkait dosis vaksin, hingga akhir bulan ini ditargetkan 41.000 vaksin AstraZeneca disuntikkan ke masyarakat, yang mana sebanyak 20.000 vaksin di antaranya sudah berhasil disuntikkan. “Harapan kami mulai bulan Juli mendatang masyarakat umum sudah bisa divaksin. Sehingga pada Agustus semua warga Kota Yogya sudah menjalani vaksinasi,” kata Wakil Wali Kota.

    Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi di Gereja Katolik

    Sebelumnya Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, Pemkot Yogyakarta berencana membentuk sentra vaksin di berbagai lokasi, sebagai upaya mendukung percepatan vaksinasi yang menyasar masyarakat umum. Wali Kota menyebut sentra vaksin salah satunya akan didirikan di kompleks Balaikota Yogya.

    Dengan adanya sentra vaksin, ditargetkan pada bulan Agustus 2021 seluruh warga Kota Yogya berhasil divaksin, sehingga kekebalan kelompok akan terwujud dan laju pertambahan kasus Covid-19 bisa semakin ditekan. []

     

  • Menteri Sosial: Tiru Perjuangan Raffi Ahmad dan Chef Renatta Raih Sukses

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial (mensos) Tri Rismaharini menghadiri acara demo masak bersama Pembawa Acara Raffi “Sultan Andara” Ahmad dan Chef Renatta Moeloek, di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Balai Pangudi Luhur Kementerian Sosial, Bekasi, dengan tajuk “Workshop Memasak dan Motivational Talks” (20/06/2021). 

    “Mas Raffi ini tidak tiba-tiba seperti sekarang ini. Dia berjuang dan tidak mudah di awal perjuangannya. Tapi karena dia bekerja keras, tidak putus asa, dan terus berdoa, dia bisa sukses.”

    SKA adalah sarana yang didirikan oleh Mensos Risma bagi para warga terlantar atau marjinal, di mana mereka bisa mendapatkan rehabilitasi sosial agar bisa berkreasi dan memiliki akses untuk kehidupan yang lebih baik, juga supaya bisa berdaya secara ekonomi. SKA juga menyediakan tempat untuk berbagi usaha. Diawali dengan pemberian pelatihan, mereka akhirnya bisa buka usaha kuliner di SKA milik Kemensos.

    Dalam acara ini, Mensos Risma juga memotivasi para penerima manfaat di seluruh Indonesia. Menurut Risma, sosok terkenal seperti Raffi Ahmad dan Chef Renatta tidak langsung sukses seperti sekarang, tetapi mereka melewati perjuangan dan tidak putus asa.

    “Mas Raffi ini tidak tiba-tiba seperti sekarang ini. Dia berjuang dan tidak mudah di awal perjuangannya. Tapi karena dia bekerja keras, tidak putus asa, dan terus berdoa, dia bisa sukses.” kata Mensos Risma.

    Chef Renatta Moeloek (kiri), Raffi Ahmad (tengah, Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan). (Foto: Pelopor/Kemensos)

    Kepada penerima manfaat dari beberapa balai milik Kemensos yang ikut hadir, Risma meminta mereka terus bersemangat dan tidak mengenal putus asa. Ia juga meminta agar para penerima manfaat mencontoh perjuangan Raffi Ahmad.

    “Bisa dicontoh perjuangan Mas Raffi. Meskipun dengan keterbatasan, jangan pernah menjadi halangan bagi kalian untuk maju dan sukses,” kata Mensos. “Ini bukan takdir ya anak-anak dan bapak ibu. Selama kalian punya usaha keras dan terus berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan,” lanjutnya. 

    Raffi Ahmad pun menjelaskan perjuangan yang harus dilaluinya sebelum meraih sukses seperti sekarang  “Saya mulai ikutan casting umur 13 tahun, dari Bandung ke Jakarta. Sendirian. Sudah antri dari jam 9.00 eh ngga diterima,” katanya. 


    Baca juga: Mensos Siap Jadi Mediator Pekerja Migran yang Tiba di Indonesia


    Ia juga mengatakan bahwa kariernya dimulai dari peran kecil-kecilan dengan honor yang kecil juga. “Saya dapat honor Rp 200.000 bu. Saya buat sewa hotel yang tarifnya Rp 20.000. Kepotong lagi uang transport,”  katanya. 

    Begitu juga dengan Chef Renatta, ia mengaku mengawali kariernya dengan menawarkan jasa memasak untuk orang lain dari pintu ke pintu. “Door to door, bu. Karena masakannya enak, saya bisa mendapatkan job memasak,” katanya. Raffi Ahmad menambahkan, “Sebelum takdir menjemput, tidak ada kata putus asa. Terus berusaha ya.” 


    Baca juga: Kunjungi Bedeng Cempaka Putih, Mensos Risma Dengar Curhat Warga Terdampak Pandemi


    Sebelumnya, Mensos Risma pernah mengembangkan program seperti SKA ini, ketika ia masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. “Saya di Surabaya mengembangkan program Pahlawan Ekonomi. Alhamdulillah, saat pandemi di mana banyak pihak kesulitan berusaha, mereka malah kenaikan 100%-200%. Maka kita harus pandai-pandai melihat situasi.” katanya. []

  • Korban Dugaan Pelecehan Seksualnya Bertambah, Gofar Hilman Jangan Pergi Jauh

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sejak kasus dugaan pelecehan seksualnya ramai diperbincangkan publik, penyiar radio sekaligus konten kreator Gofar Hilman seakan berhenti dari aktivitasnya di beberapa proyek digital, baik di YouTube, Instagram maupun Spotify. Publik berharap Gofar tidak pergi jauh, seperti nama akun media sosialnya @pergijauh.

    Kasus ini bermula dari pengakuan Nyelaras, pengguna Twitter dengan akun @quweenjojo yang mendapat pelecehan seksual dari Gofar dalam sebuah acara di Malang, Jawa Timur, pada 2018 silam. Ia menceritakan pengalaman pahitnya secara rinci dalam utas atau thread di Twitter pada 8 Juni 2021. 

    Tangkapan layar unggahan status akun twitter Nyelaras, perempuan yang mengaku korban pelecehan Gofar Hilman. (Foto: Pelopor/Twitter)

    Menanggapi hal itu, Gofar pada Rabu (9/6/2021), melalui akun Twitternya @pergijauh, menyanggah tuduhan itu dan mengatakan siap menempuh jalur hukum. Karena menurut Gofar, tudingan pelecehan seksual yang ia lakukan adalah fitnah yang telah mencemarkan nama baiknya. 

    Baca juga: Punya 300 Juta Pengikut di Instagram, Cristiano Ronaldo Paling Berpengaruh di Dunia

    Melihat bahwa kemungkinan masih ada korban-korban yang belum berani bersuara, LBH APIK Jakarta dan SAFEnet serta para korban yang bersolidaritas, membuka posko pengaduan untuk korban-korban lain yang ingin bersuara, berdasarkan keterangan pers LBH Apik yang tertulis di laman websitenya. LBH Apik juga memastikan semua aduan akan dijaga kerahasiaannya, demi menjaga keamanan korban.

    Posko pengaduan itu resmi dibuka per tanggal 18 Juni 2021. Aduan bisa dilakukan melalui email aduankorban.gh@awaskbgo.id atau lewat Instagram https://www.instagram.com/aduankorban.gh/

     Setelah posko pengaduan dibuka, Nyelaras mencuit seperti ini, Jumat (18/6/2021), “Setelah thread yang ku buat dibaca oleh banyak orang, ternyata beberapa orang menceritakan pengalaman tidak mengenakannya juga, aku enggak sendiri. Sudah ada 8 orang (termasuk aku) yang mengalami kejadian serupa, dilakukan oleh orang yang sama GH. #BeraniLawanGH.” []

  • Cerita Via Vallen Soal Kekasih Barunya Chevra Yolandi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pedangdut Via Vallen, mengaku tengah menjalin hubungan asmara dengan Chevra Yolandi.  Via mengaku, sudah lama mengenal Chevra lantaran bekerja pada satu label musik yang sama.

    “(Chevra) Baik orangnya, sayang sama keluarga terus saleh. Pokoknya baik. Aku memang ya kenal sudah lama, tapi baru deketnya gara-gara pas duet kemarin.”

    “Ya sudah dijalanin sajalah (hubungan asmaranya dengan Chevra). Kenalnya sudah lama. Kan memang satu label ya,” tutur Via di kawasan Jakarta Barat belum lama ini.

    Via Vallen
    Via Vallen bersama kekasihnya. (Foto: Pelopor/Instagram Via Vallen)

    Sebelumnya, Via Vallen juga membagikan momen mesranya dengan Chevra di media sosial. Via menjelaskan, alasannya memilih Chevra untuk menjadi kekasihnya lantaran pria itu merupakan orang yang baik dan sayang dengan keluarga serta sosok yang saleh dan taat beragama.

    Namun Via mengaku, memang baru menjalin kedekatan belum lama ini saat mereka berduet.

    “(Chevra) Baik orangnya, sayang sama keluarga terus saleh. Pokoknya baik. Aku memang ya kenal sudah lama, tapi baru deketnya gara-gara pas duet kemarin,” sebutnya. []

  • Dianggap Hina Indonesia, Drakor ‘Racket Boys’ Banjir Kecaman dari Netizen

    peloporberita.com/ | Drama korea (drakor) milik SBS, Racket Boys, saat ini sedang menjadi sorotan akibat episode 5 yang tayang pada 14 Juni 2021 dianggap menghina Indonesia. Dalam episode itu, ada adegan salah satu atlet junior dari Korea, Han Se Yoon, yang bertanding di Jakarta melawan atlet junior Indonesia.

    Sehari sebelum pertandingan dimulai, pelatih Han Se Yoon mengeluhkan bahwa penyelenggara Indonesia sengaja memberi tempat penginapan dan tempat berlatih yang tidak layak untuk tim Korea. 

    Adegan berikutnya ketika hari pertandingan dimulai, Han Se Yoon melawan Ivana Putri, atlet asal Indonesia. Saat pertandingan berlangsung, ada adegan Han Se Yoon gagal mendapatkan poin, dan suporter Indonesia terlihat mengejek atlet Korea tersebut. Akhirnya, tim Indonesia digambarkan kalah telak dari Korea. Namun, ketika Han Se Yoon berjalan melewati bangku penonton, suporter Indonesia digambarkan bersikap tidak suportif.

    Drama Korea ‘Racket Boys’. (Foto: Pelopor/Instagram @sbsdrama.official)

    Baca juga: Viral Video Matahari Terbit dari Utara, Ini Kata BMKG

    Melihat adegan itu, netizen Indonesia bereaksi keras dan ramai-ramai menyerang kolom komentar akun resmi Instagram @sbsdrama.official. Mereka menyatakan kekecewaan dan menuntut permohonan maaf dari SBS. Bahkan, ada yang menyatakan tidak akan menonton drakor Racket Boys, meskipun ia adalah pecinta drakor. 

    “Saya pecinta drama korea, tapi saya tidak akan menonton drama korea yang satu ini. Terlalu menyakitkan dengan menjelek-jelekkan Indonesia.” seperti ditulis akun @tanto_wiguna. 

    Meskipun SBS sudah menyatakan permohonan maaf, netizen Indonesia tetap melancarkan serangannya dan meminta SBS menghentikan penayangan Racket Boys. Akibat kejadian ini, rating drakor itu terjun bebas dan judulnya disitus IMDb juga sempat berubah menjadi ‘Racket Racist’. Peristiwa ini pun ramai diberitakan di media setempat Korea Selatan. []

    Baca juga: Agnez Mo Buka Klinik Vaksin Covid-19 Gratis di Kawasan Ancol

  • Viral Video Matahari Terbit dari Utara, Ini Kata BMKG

    peloporberita.com/ | Belakangan ini ramai perbincangan tentang matahari dan kiamat, setelah muncul video yang menyebut matahari terbit dari utara di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang disebut terkait dengan hadis soal tanda kiamat. 

    Video amatir itu direkam oleh seorang guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto pada Kamis (17/6/2021) pagi. Dalam rekaman video itu, perekam juga menunjukkan lokasi masjid, yang ia anggap sebagai petunjuk arah sebelah timur. Lalu ia menghubungkan kejadian itu dengan sebuah hadis yang menyebut salah satu tanda kiamat adalah matahari terbit dari barat.

    “Jadi ini kalau kita sebagai orang beriman, selaku orang muslim dimana kita biasa dengar ada peringatan dari Rasullulah Muhammad SAW, salah satu tanda kiamat adalah jika matahari terbit di barat dan tenggelam di sebelah timur. Sepertinya dengan situasi pagi ini merupakan suatu isyarat matahari akan terbit di sebelah barat karena sekarang sudah berada di utara,” katanya dalam video itu.

    Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, menyatakan prihatin. “Saya kok agak prihatin dengan viralnya kasus gerak semu matahari, padahal itu di pelajaran geografi saat SMP sudah diajarkan?” tulisnya dalam unggahan Instagram @daryonobmkg.

    Dalam unggahan berbeda, ia menjelaskan bahwa setiap tahun memang ada fenomena pergeseran arah terbit matahari. Pergerakan matahari yang seolah-olah terbit dari utara biasanya terjadi pada bulan Juni, namun puncaknya pada tanggal 21 Juni. 

    Fenomena ini bukan karena matahari yang berpindah lokasi, tetapi karena revolusi bumi terhadap matahari dan rotasi bumi. Rotasi bumi adalah bumi berputar pada porosnya ke arah timur, atau jika dilihat dari utara, melawan arah jarum jam. []

  • Dishub DKI Uji Coba Tarif Parkir Mobil Rp 60 Ribu per Jam di Tiga Lokasi Ini

    peloporberita.com/ | Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan merevisi aturan tarif parkir mobil dan motor di Jakarta. Wacananya, tarif parkir baru untuk mobil maksimal bisa mencapai Rp 60.000 per jam. Kenaikan tarif parkir itu akan diuji coba di tiga tempat, yaitu Blok M Square, lapangan parkir Samsat, dan lapangan parkir Ikatan Restoran serta Taman Indonesia (IRTI).

    Kasubag Tata Usaha UP Perparkiran Dishub DKI Jakarta Dhani Grahutama, dalam acara FGD Tarif Layanan Parkir dan Biaya Parkir Jakarta, Rabu (16/6/2021) menjelaskan, “Dalam konteks penataan transportasi, tujuan dari parkir sebagai sarana pengendalian lalu lintas.” 

    Tarif parkir mobil maksimal Rp 60.000 per jam khusus di lokasi layanan parkir on street dan off street milik Pemda DKI Jakarta. Sedangkan berbeda untuk biaya parkir milik swasta, yaitu maksimal Rp 25.000 per jam.

    Baca juga: Luar Biasa, 4 Penyandang Disabilitas Rintis Kedai Kitacinta Coffee

    Ada tiga jenis mobil yang bisa kena tarif parkir tertinggi pada revisi aturan baru, yaitu:

    1. Mobil yang parkir di koridor Kawasan Pengendali Parkir (KPP) Golongan A, lokasi yang jalan utamanya sudah terintegrasi dengan angkutan umum massal, misalnya Jalan Gajah Mada yang masuk dalam koridor utama angkutan umum massal Transjakarta.
    2. Mobil yang belum atau tidak lulus uji emisi.
    3. Mobil yang belum daftar ulang pajak (Pajak Kendaraan Bermotor)

    Wacana ini pun menuai pro dan kontra dikalangan netizen, ada yang setuju dan mendukung dengan harapan bisa mengurangi kemacetan karena membuat orang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Namun banyak juga yang tidak setuju dan menuntut agar layanan transportasi umum diperbaiki terlebih dahulu sebelum menerapkan kenaikan tarif parkir ini. []

  • Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti Kukuhkan Kelompok Kerja Bunda PAUD

    peloporberita.com/ | Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Yogyakarta masa bakti 2021-2026. Wali Kota meminta para pengurus Pokja Bunda PAUD tingkat kota, kemantren hingga kelurahan, berkomitmen mendukung pelayanan PAUD di masyarakat.

    “Masa bakti lima tahun bukan waktu yang singkat. Harus bekerja keras sehingga butuh komitmen yang luar biasa,” kata Haryadi saat pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kota Yogyakarta 2021-2026 di Grha Pandawa, Balai Kota, Yogyakarta, Jumat (18/6/2021).

    Menurut Haryadi, menghadirkan PAUD yang menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang anak usia dini adalah tanggung jawab bersama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Wali Kota juga mengingatkan hakikat PAUD adalah mendidik anak usia dini.

    “Hampir semua RW di Yogya sudah ada PAUD. Kami akan mendukung semua. Saya juga minta mantri di kemantren juga mendukung. Saya yakin Pokja PAUD dapat melaksanakan amanah dengan baik,” kata Wali Kota Haryadi.

    Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD untuk menggerakkan segenap komponen dan sumber daya di wilayah untuk mewujudkan PAUD holistik integratif yang berkualitas. Hal itu berarti mencakup layanan gizi, kesehatan, pendidikan pengasuhan dan perlindungan, sesuai dengan pesan Pokja Bunda PAUD DIY.

    “Dalam PAUD ada tiga aspek dasar, didiklah anak usia dini agar sehat, cerdas dan ceria. Saya harap kesungguhan pengasuh PAUD mendidik anak dengan menyenangkan karena akan memberikan kesan pertama proses pendidikan. Kalau pengasuh galak, anak malas sekolah karena takut,” kata Haryadi.

    Data Pemkot Yogyakarta menunjukkan, per 17 Juni 2021, ada 692 PAUD dengan total 15.813 siswa di Kota Yogyakarta. Jumlah PAUD itu meliputi 79 Kelompok Bermain, 349 Satuan PAUD Sejenis, 224 TK dan 40 Taman Penitipan Anak. Sedangkan total guru PAUD sebanyak 1.752 dan 1.185 tenaga pendidik PAUD.

    Sementara, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Yogyakarta Poerwati Soetji Rahayu mengatakan, tujuan pembentukan Pokja Bunda PAUD untuk mendukung pelaksanaan tugas dan peran Bunda PAUD tingkat kota dalam mewujudkan penyelenggaraan PAUD yang berkualitas. Menurutnya, pengelolaan PAUD menjadi tantangan tersendiri selama masa pandemi.

    “Pembelajaran PAUD menggunakan sistem belajar dari rumah karena kami mengutamakan keselamatan anak karena kasus Covid-19 yang masih naik turun.  Pelaksanaan sesuai kemampuan lembaga dan orangtua karena sarana terbatas. Model pembelajaran bisa dengan pemberian tugas seminggu sekali atau sebulan sekali. Misalnya tugas mewarnai,” kata Soetji. []

  • Agnez Mo Buka Klinik Vaksin Covid-19 Gratis di Kawasan Ancol

    peloporberita.com/ | Jakarta – Penyanyi Agnez Mo bersama bapak baptisnya membuka klinik vaksinasi Covid-19 gratis di kawasan Ancol, Jakarta Utara, untuk masyarakat umum dan juga para AGNATION (sebutan untuk fans Agnez Mo).

    Selain tempat penyuntikan vaksin, klinik tersebut juga menyediakan layanan seperti ambulans, ruang gawat darurat, sampai laboratorium. Bahkan juga menyediakan sedikit makanan bagi masyarakat yang datang vaksin.

    Klinik vaksin Covid-19 gratis Agnez Mo. (Foto: Pelopor/Instagram @agnezmo)

    Melalui unggahan di akun Instagramnya, Agnez memperlihatkan seperti apa klinik yang sebenarnya sudah berjalan beberapa waktu. Dalam unggahan itu, Agnez juga mengingatkan para AGNATION yang ingin mendapatkan vaksin, untuk segera mendaftarkan diri ke email: officialagnation@gmail.com.

    Klinik bernama AG PEDULI itu bekerja sama dengan Puskesmas Pademangan, yang didukung 60 tenaga kesehatan dan relawan non-tenaga kesehatan.



    Berdasarkan laman resmi Kementerian Kesehatan, vaksinasi massal dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi, seperti organisasi keagamaan ataupun organisasi kemasyarakatan, yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan. 

    Program vaksinasi sendiri punya dua alur pendaftaran, yaitu melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, atau melalui mekanisme vaksinasi massal. []

  • Pemprov Banten Minta Dukungan Pulihkan Ekonomi Dampak Pandemi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta dukungan dari Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam upaya pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 di Provinsi Banten. Terutama dukungan melalui regulasi maupun anggaran untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan penguatan ketahanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan korporasi. 

    Hal itu dikatakan Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutan yang disampaikan Asda I Pemprov Banten Septo Kalnadi, pada acara Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI dengan agenda  Optimalisasi Diplomasi Parlemen DPR RI untuk Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten Pasca Pandemi Covid-19. 

    Septo menyebutkan, kondisi pembatasan yang diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sangat mempengaruhi dan melemahkan sisi demand dan supply perekonomian suatu wilayah. Pelemahan sisi demand paling utama berupa turunnya daya beli masyarakat yang berdampak pada menurunnya permintaan atau konsumsi rumah tangga. Sedangkan sisi supply, turunnya konsumsi rumah tangga direspon berbagai perusahaan atau unit usaha dengan menurunkan jumlah produksinya. 

    “Sederhananya, belum ada satu negara pun yang benar-benar bisa dikatakan lulus dalam menangani pandemi. Namun, negara yang mengedepankan pendekatan keilmuan, jauh lebih tangguh dan siap menghadapinya, seperti China.”

    “Data BPS Provinsi Banten menunjukan bahwasanya sebanyak 20,7% perusahaan di Banten memilih untuk mengurangi jumlah pekerja dimana tiga lapangan usaha tertinggi yang mengurangi jumlah pekerja adalah penyediaan akomodasi, konstruksi dan pengadaan listrik dan gas. Sedangkan 69,3% perusahaan memilih untuk tidak mengurangi/ menambah jumlah pekerja, serta hanya 10% perusahaan di Banten memilih untuk menambah jumlah pekerja.” kata Septo.

    Di samping itu, lanjutnya, data BPS Provinsi Banten menunjukkan aktivitas ekonomi dari masyarakat golongan menengah ke bawah, yaitu dalam bentuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mengalami peningkatan, salah satunya ditandai dengan meningkatnya persentase penduduk yang berusaha sendiri, dan berusaha dengan dibantu pekerja keluarga. 

    “Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap BKSAP DPR RI dapat membantu Pemerintah Provinsi Banten dalam program pemulihan ekonomi daerah, baik melalui berbagai kebijakan mendorong konsumsi dan daya beli masyarakat, serta menggerakkan dunia usaha melalui pemberian insentif atau stimulus kepada UKM dan korporasi,”paparnya.

    Asda I Pemprov Banten Septo Kalnadi. (Foto: Pelopor/Pemprov Banten)

    Acara tersebut dihadiri Mardani Ali Sera selaku Wakil Ketua BKSAP DPR RI, didampingi Andi Ahmad Dara perwakilan Komisi 11 DPR RI dan Jazuli Juwaini dari Komisi 1 DPR RI, serta perwakilan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Banten, yaitu Rektor Untirta Fatah Sulaeman dan Rektor Unsera Hamdan. 

    Mardani Ali Sera mengatakan, selama pandemi Covid-19, pihaknya rutin melakukan berbagai upaya diplomasi dengan berbagai negara, khususnya berkaitan dengan penanganan pandemi. Dalam penanganan dampak ekonomi pasca pandemi, ia membutuhkan informasi dan harapan-harapan dari berbagai pihak untuk dijadikan bahan melakukan diplomasi dan dapat menjadi bahan membuat kebijakan. 

    “Sederhananya, belum ada satu negara pun yang benar-benar bisa dikatakan lulus dalam menangani pandemi. Namun, negara yang mengedepankan pendekatan keilmuan, jauh lebih tangguh dan siap menghadapinya, seperti China. Dampak Covid-19 atas ekonomi nasional sangat luar biasa. Kita lakukan diplomasi parlemen, dan hari ini sengaja mengundang Pemda dan Kampus karena saya ingin dengar harapan Kampus dan Pemda untuk menangani dampak musibah ini,” tuturnya. 



    Rektor Untirta Fatah Sulaeman menyampaikan apresiasi atas kehadiran BKSAP. Menurutnya, saat ini dibutuhkan era kolaborasi antara seluruh stakeholder dalam memajukan negeri. Kehadiran BKSAP sangat penting, khususnya dalam konteks pendidikan karena banyak informasi yang bisa dijadikan objek riset dan implementasi untuk mewujudkan belajar merdeka, merdeka belajar. 

    Sementara itu, Rektor Unsera Hamdan mengakui bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Seperti yang saat ini dialaminya, banyak mahasiswa mengajukan cuti karena kesulitan ekonomi, yang mengakibatkan keuangan kampus ikut kewalahan. []