Tag: Google

  • Menyerah di Bisnis Iklan, AT&T Jual Xandr ke Microsoft

    peloporberita.com/ | Perusahaan telekomunikasi, AT&T Inc.,  sepakat menjual divisi Xandr miliknya ke Microsoft Corp., dengan nilai sekitar USD 1 miliar.

    AT&T memang telah mencari pembeli Xandr selama lebih dari setahun, setelah menyerah pada mimpinya menjadi pemain utama dalam iklan online, area yang telah didominasi oleh perusahaan teknologi seperti Google dan Facebook.

    Penjualan ini juga sebagai bagian dari perombakan portofolio bisnis, setelah AT&T mengalihkan operasional DirecTV ke usaha patungan dengan TPG. Kemudian, unit WarnerMedia miliknya dijadwalkan bergabung dengan Discovery Inc. dan menjadi perusahaan independen baru.

    “Penjualan Xandr tunduk pada tinjauan peraturan,” ujar pihak AT&T dilansir dari Bloomberg, Rabu (22/12/2021). Transaksi ini memungkinkan pelanggan di properti Microsoft, seperti MSN, mendapat akses ke pasar Xandr untuk iklan online otomatis.

    Xandr sendiri dibentuk pada 2018 dari bisnis iklan AT&T, termasuk AppNexus dan AdWorks. Saat itu, mereka berharap bisnis iklannya akan bernilai miliaran dolar.

    Namun, bisnis periklanan digital telah terguncang lantaran Apple dan Google berencana menghapus cookie pelacakan, sehingga mempersulit pemasar mengikuti aktivitas online pengguna dan menyesuaikan iklan dengan mereka. []

  • Google Tindak Tegas Pegawai yang Langgar Aturan Vaksinasi

    peloporberita.com/ | Google menegaskan akan menindak pegawainya yang tidak mematuhi aturan vaksinasi Covid-19 yang telah ditentukan oleh manajemen. Tidak main-main, hukuman itu mulai dari cuti paksa hingga pemecatan.

    Melansir CNBC, para pegawai Google diberi waktu hingga 3 Desember untuk menyatakan status vaksinasi dan mengunggah dokumentasi yang menunjukkan bukti vaksinasi.

    Setelah batas waktu berakhir, Google disebut akan mulai menghubungi pegawainya yang belum mengunggah status vaksinasi. Meski demikian, Google juga memberikan hak bagi para pegawainya untuk mengajukan pengecualian atas dasar medis atau kepercayaan.

    Para pegawai yang tidak divaksinasi di luar pengecualian yang disebutkan, juga akan mendapat peringatan dari Google.

    Laporan CNBC mengungkap adanya sejumlah hukuman bagi para pegawai yang masih mangkir hingga 18 Januari mendatang. Hukuman yang dimaksud berupa cuti administratif berbayar selama 30 hari, cuti pribadi yang tidak dibayar atau unpaid leave hingga enam bulan, serta pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Sebagai perusahaan besar, Google terbilang sangat memperhatikan aturan mengenai upaya pemberantasan Covid-19.

    Salah satunya adalah Google sepakat menunda rencana kembali bekerja di kantor pada awal bulan ini, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan itu diambil seiring dengan makin luasnya penyebaran Covid varian Omicron.

    Penundaan itu juga termasuk dipicu oleh masih banyaknya pegawai yang menolak aturan vaksinasi yang ditetapkan perusahaan. []

    Baca juga: Kasus Covid di AS Melonjak, Perusahaan Keuangan Tunda Rencana Kembali ke Kantor

  • Italia Denda Apple dan Google Jutaan Dolar

    peloporberita.com/ | Italia menjatuhkan sanksi denda senilai USD 11,2 juta atau setara Rp 160 miliar (kurs Rp14.298) kepada Apple dan Google, lantaran dianggap telah melanggar regulasi anti monopoli di negara tersebut.

    Pihak berwenang mengatakan kedua perusahaan itu tidak memberikan informasi yang jelas dan akurat terkait bagaimana mereka mengumpulkan data para penggunanya.

    Apple didakwa lantaran pengguna dinilai tidak memiliki opsi dalam pemakaian data. Sedangkan Google dianggap telah merancang sistem agar syarat dan ketentuan dalam pemakaian data pengguna diatur, sehingga langsung otomatis diterima.

    Meski demikian, kedua perusahaan itu sepakat menolak hukuman dan menyatakan akan mengajukan banding ke pengadilan, seperti dikutip dari Reuters.

    Pihak Google menyatakan telah memberikan praktik penggunaan data yang adil dan transparan. Dengan begitu, mereka memberikan informasi yang terbuka kepada seluruh penggunanya.

    Sementara Apple menegaskan, pihaknya menyediakan layanan industri yang transparan dan dapat dikendalikan oleh pengguna, sehingga mereka bisa memilih informasi apa yang ingin dan tidak ingin dibagikan.

    Sebelumnya pada pekan lalu, Italia juga menjatuhkan sanksi kepada Apple dan Amazon karena melanggar aturan anti kompetisi bagi produk Apple dan Beats.

    Apple divonis denda senilai 134,5 juta Euro dan Amazon sebesar 68,7 juta Euro. Kedua perusahaan ini juga sepakat menolak hukuman dan memilih banding ke pengadilan. []

    Baca juga: Apple dan Qualcomm Kembali Rujuk

  • Google Punya Pragati OS, Apa Bedanya dari Android

    peloporberita.com/ | Jakarta – Google bekerja sama dengan Reliance Jio membuat sistem operasi (OS) mobile bernama Pragati OS. Reliance Jio adalah operator seluler di India. Sistem operasi ini masih berbasis Android. Lantas, apa perbedaannya dengan Android.

    Dirangkum dari berbagai sumber, Selasa, 2 November 2021, Pragati OS adalah sistem operasi yang telah dioptimalkan agar berjalan lancar yang ditanamkan pada smartphone murah yang dirilis Jio di India.

    Sistem operasi ini hampir mewarisi seluruh keunggulan Android Go yang dihadirkan untuk ponsel entry level, mulai dari Play Store, pembaruan melalui OTA, dan patch keamanan.

    Baca juga :

    Selain itu, aplikasi eksklusif di Android Go juga diintegrasikan ke dalam Pragati OS. Ada Camera Go, Google Maps Go, Google Go, Google Assistant dan lainnya yang semuanya dimaksimalkan untuk pengguna di India.

    Aplikasi Camera Go di Pragati OS memiliki integrasi dengan Snapchat yang memberikan filter bernuansa Bollywood, serta Google Lens untuk penerjemahan 10 bahasa India. Sementara itu, Google Go akan menerjemahkan halaman ke dalam bahasa India dan dapat membacanya dengan suara keras.

    Sedangkan, di Google Assistant Go, pengguna dapat berinteraksi dengan asisten digital dalam bahasa India dan mendapat respons dengan bahasa yang sama.[]

  • Saingi Twitter, Google Kembangkan ‘Big Moments’ Untuk Pencarian Breaking News

    peloporberita.com/ | Raksasa teknologi Google sedang berusaha membuat platform Google Search menjadi tempat pencarian berita terkini atau breaking news, seperti layanan jejaring sosial dan mikroblog Twitter.

    Google akan menggunakan fitur bernama ‘Big Moments’ sebagai upayanya menyaingi Twitter. Namun saat ini program tersebut masih tahap eksperimen dan Google belum bisa memastikan kapan akan dirilis untuk publik.

    Pengembangan fitur Big Moments dipimpin oleh Elizabeth Reid, Senior Executive yang menjadi Kepala Bagian Pengalaman Pencarian.

    Baca juga: Pengguna Twitter Bisa Kasih Tip dalam Bentuk Bitcoin

    “Kami terus bereksperimen dengan berbagai cara untuk memastikan orang-orang yang menggunakan Google menemukan informasi yang paling valid dan terkini ketika mereka membutuhkannya. Fitur-fitur atau perbaikan pada sistem kami melalui tes dan proses evaluasi yang teliti untuk memastikannya memberi nilai pada orang-orang,” kata Juru Bicara Google dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Bloomberg.

    Sebelumnya pada 2015, Google dan Twitter telah melakukan kesepakatan untuk menaikkan cuitan-cuitan dari Twitter pada barisan atas laman pencarian yang terkait dengan breaking news.

    Baca juga: Produksi Ponsel Pixel 5 dan 4a 5G akan Distop Google

    Dilansir dari Phonearena, pada awal 2020, ketika kabar mengenai Covid-19 mulai diperbincangkan, Google memperbaiki format pencarian platformnya untuk memastikan video dan data medis yang valid muncul lebih atas dalam laman pencarian. Ini juga yang ingin Google lakukan untuk Big Moments. Namun Google tidak ingin jadi penerbit, melainkan hanya sebuah platform.

    Big Moments dikabarkan akan menggunakan algoritma dibanding manusia untuk melakukan keputusan editorial sebagai upaya efisiensi waktu. Kemudian, Google juga ingin memberi perubahan pada laman pencarian yang mencakup penambahan konteks sejarah pada sebuah cerita. []

  • Produksi Ponsel Pixel 5 dan 4a 5G akan Distop Google

    peloporberita.com/ | Jakarta – Perusahaan teknologi terkemuka Google mengabarkan akan menyetop produksi smartphone Pixel 5 dan Pixel 4a 5G. Padahal ponsel tersebut baru sepuluh bulan hadir sejak peluncurannya. Selanjutnya, Google akan mengumumkan kehadiran Pixel 6 dan Pixel 6 Pro dalam beberapa bulan mendatang.

    Juru bicara Google mengonfirmasi bahwa Google Store akan terus menjual Pixel 5 dan Pixel 4a 5G sampai stok habis.

    “Kami memperkirakan Google Store di Amerika Serikat akan menjual Pixel 4a 5G dan Pixel 5 dalam beberapa minggu mendatang setelah peluncuran Pixel 5a 5G,” ujar juru bicara Google, demikian dikutip dari Digital Trends, Sabtu, 21 Agustus 2021.

    “Pixel 5a 5G adalah pilihan yang bagus bagi pelanggan dan memberikan peningkatan perangkat keras yang berharga dibandingkan dengan Pixel 4a 5G,” ujarnya.

    Kendati demikian, smartphone Pixel 5a 5G menawarkan banyak fitur serupa yang terdapat di Pixel 4a 5G dan Pixel 5 serta memiliki peningkatan daya tahan dibandingkan perangkat sebelumnya, ponsel itu tidak akan tersedia di pasar internasional karena Google secara eksplisit membatasi Pixel 5a 5G ke Amerika Serikat (AS) dan Jepang.[]

    Baca juga: Realme Book, Laptop Tipis dan Ringan Pakai Intel Core i5 Generasi 11

    Baca juga: Harga dan Spesifikasi Realme GT Master Edition di Indonesia

  • 5 Cara Amankan Ponsel dari Serangan Kejahatan Siber

    peloporberita.com/ | Jakarta – Ponsel dalam genggaman setiap hari tidak terlepas dari kehidupan modern sekarang ini. Segala transaksi apa pun bisa dilakukan di gawai tersebut. Misalnya, membeli makanan dan minuman, membeli tiket bioskop, membayar belanja online, hingga transaksi keuangan lainnya.

    Ponsel juga tempat menyimpan foto dan video selain tempat mengelola transaksi keuangan. Sebagai pengguna yang cerdas seperti nama ponselnya, sebaiknya pengguna mengamankan perangkatnya dari serangan kejahatan siber.

    Menurut perusahaan keamanan siber dan antivirus Kaspersky pengguna ponsel perlu memeriksa secara rutin pada perangkat untuk memastikan keamanan privasi dan data pribadi.

    Berikut lima pemeriksaan keamanan reguler yang dapat diterapkan untuk ponsel Android secara rutin dari Kaspersky, yang dikutip dari Antara, Kamis, 5 Agustus 2021.

    1. Memeriksa aplikasi

    Mulailah dengan daftar aplikasi yang diinstal. Telusuri dengan cermat dan segera menghapus aplikasi apa pun yang tidak Anda gunakan.

    Hal ini dapat membawa sejumlah manfaat. Pertama, menyisakan lebih banyak ruangan penyimpanan media pada ponsel dapat meningkatkan kinerja memori tidak bekerja secara optimal saat kapasitas penuh.

    Kedua, saat aplikasi tidak terpakai dihapus, Anda akan meningkatkan masa pakai baterai.

    Ketiga, Anda tidak akan menjadi target potensial bagi mata-mata dan pencuri, jika terdapat aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel Anda.

    Bahkan, program yang sah sekalipun dapat menjadi sumber infeksi jika diretas, atau jika pengembangnya tanpa sadar menggunakan komponen berbahaya dalam kode aplikasi.

    Dengan demikian, semakin sedikit aplikasi berarti semakin kecil peluang terjadinya insiden keamanan.

    2. Memeriksa izin aplikasi

    Setelah hanya aplikasi yang benar-benar digunakan ada pada ponsel, Anda perlu memeriksa permission atau “izin” aplikasi.

    Aturan utamanya, jangan membagikan hak yang tidak perlu saat memasang aplikasi baru. Semakin banyak izin akses yang dimiliki aplikasi, semakin banyak hal yang dapat dilakukan pada perangkat Anda.

    Artinya, semakin banyak pula data pribadi yang dapat dikumpulkan. Jadi, hanya berikan izin setiap aplikasi seminimal mungkin untuk pengoperasian.

    Berikan perhatian khusus pada izin yang terkait dengan aplikasi admin perangkat (device admin apps) dan aksesibilitas, berikan izin hanya jika Anda mempercayai aplikasi tersebut 100 persen. Sekali lagi, jangan pernah takut untuk mencabut izin.

    Jika Anda mencabut izin dan aplikasi berhenti berfungsi atau beberapa fitur hilang, Anda selalu dapat memunculkannya kembali.

    3. Memeriksa pembaruan

    Pembaruan penting karena dapat memperbaiki kerentanan, yang berarti mampu melindungi Anda dari serangan.

    Aplikasi dari Google Play umumnya diperbarui secara otomatis, namun untuk memastikan, Anda dapat mengunjungi secara langsung dan mengunduh versi terbaru.

    Jika Anda mengunduh sesuatu yang bukan dari toko resmi (yang tidak dianjurkan untuk dilakukan), Anda harus melacak pembaruan secara manual.

    4. Lakukan pemindaian dengan perangkat lunak antivirus

    Google Play memiliki antivirus-nya sendiri yaitu Google Play Protect, yang memeriksa aplikasi yang akan diunggah di toko resmi milik Google tersebut. Dengan kata lain, jika Anda mengunduh aplikasi dari toko resmi, kemungkinan besar aplikasi itu aman.

    Walaupun segala kemungkinan dapat muncul dari waktu ke waktu, namun setidaknya di Google Play, aplikasi berbahaya dapat dideteksi dan kemudian dihapus.

    Berbeda cerita jika Anda menginstal aplikasi dari toko lain atau mengunduhnya ke ponsel cerdas secara manual sebagai file APK, tidak ada jaminan bahwa aplikasi tersebut aman.

    Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memindai konten ponsel secara berkala dengan utilitas antivirus seluler.

    Dengan solusi keamanan gratis, pemindaian biasanya harus dijalankan secara manual. Ini paling baik dilakukan setelah menginstal aplikasi baru, atau setelah pembaruan.

    Jika khawatir melewatkannya, pilihlah solusi yang secara otomatis memindai perangkat sesuai dengan jadwal yang Anda tetapkan.

    5. Periksa kebocoran data

    Perangkat Android kemungkinan besar menyimpan banyak informasi pribadi, dari foto hingga aplikasi jejaring sosial dengan seluruh percakapan yang Anda miliki. Sayangnya, kebocoran data menjadi lebih umum.

    Jika, misalnya kata sandi atau nomor kartu bank Anda jatuh ke tangan pelaku kejahatan siber, Anda mungkin dibiarkan hingga menjadi korban penipuan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang berbagai kemungkinan tentang kebocoran.

    Informasi tentang kebocoran kini sudah banyak tersedia. Dalam banyak kasus, perusahaan memberi tahu pelanggan mereka, dan Anda juga bisa mendapatkan informasi di situs berita TI.

    Namun, sebagian besar kasus kebocoran adalah tentang perusahaan dan layanan yang tidak Anda ketahui atau gunakan. Untuk meminimalkan hal yang tidak perlu, Anda dapat kembali menggunakan solusi antivirus.[]

  • Android 1-12, Berikut Perkembangannya dari Masa ke Masa

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sistem operasi (OS) Android memulai kiprahnya tahun 2000-an. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Android Inc, sebelum Google mengakuisisinya. Android Inc didirikan pada Oktober 2003 di Palo Alto, California, Amerika Serikat (AS). Pendirinya adalah Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White.

    Google mengakuisisi Android Inc pada tanggal 17 Agustus 2005, menjadikannya sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Google. Pendiri Android Inc, yaitu Rubin, Miner dan White tetap bekerja di perusahaan setelah diakuisisi oleh Google.

    Pada perkembangan selanjutnya, HTC Dream adalah ponsel pertama yang dibekali dengan sistem operasi Android yang rilis pada tahun 2008.

    Android adalah sistem operasi sumber terbuka (open sources), dan Google merilis kodenya di bawah Lisensi Apache. Kode dengan sumber terbuka dan lisensi perizinan pada Android memungkinkan perangkat lunak untuk dimodifikasi secara bebas dan didistribusikan oleh para pembuat perangkat, operator nirkabel, dan pengembang aplikasi.

    HTC-Dream
    HTC Dream, ponsel Android pertama. (Foto: peloporberita.com/wikipedia)

    Berikut perkembangan sistem operasi Android dari masa ke masa yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu, 4 Agustus 2021.

    1. Android 1.0 Astro (Alpha)

    Android pertama kali lebih dikenal dengan Android Alpha. Dirilis pada 23 September 2008, yang sebenarnya versi awal dari Android ini akan dinamakan Astro, tetapi karena ada masalah hak cipta atas nama Astro, sehingga berubah nama menjadi Android Alpha.

    2. Android 1.1 Bender

    Android versi kedua ini dirilis pada 30 Februari 2009. Sama dengan sebelumnya, versi ini punya masalah penamaan karena Bender ternyata sudah ada yang punya dan dipatenkan. Awalnya, versi ini dirilis cuma untuk perangkat T-Mobile G1.

    3. Android 1.5: Cupcake

    Android Cupcke pertama kali dirilis pada 30 April 2009 dan pada versi ini ada peningkatan pada sisi pencarian dan UI yang lebih bersahabat dan mendukung teknologi CDMA

    4. Android 1.6 Donut

    Awal perilisan Android banyak memiliki bug, dan perlu pengembangan serta perbaikan. Hal ini dilakukan pada Android 1.6 Donut yang dirilis pada 15 September 2009.

    Ya artinya belum genap setahun semenjak perilisan Android 1.5 Cupcake atau hanya berselang lima bulan saja. Android pun menambahkan beberapa pembaruan, terutama dukungan pada layar ponsel yang lebih besar.

    5. Android 2.0 dan 2.1 Eclair

    Pada tahap ini terjadi penambahan fitur untuk peningkatan Google Maps, perubahan UI ditambah dengan browser baru, daftar kontak baru, dukungan flash untuk kamera 3.2MP dan bluetooth 2.1. Versi ini dirilis pada tanggal 9 Desember 2009.

    Sama seperti versi sebelumnya, Android 2.0 & 2.1 Eclair masih berfungsi untuk menutupi bug yang masih ditemukan pada sistem operasi mobile ini.

    Android 2.0 & 2.1 Eclair digunakan pada perangkat seperti HTC Nexus One.

    6. Android 2.2 Frozen Yoghurt (Froyo)

    Pada versi ini Android sudah mendukung penggunaan SD Card sebagai penyimpanan kedua dan sudah mendukung Adobe Flash Player 10.1. Froyo dirilis pada 20 Mei 2010 pada Google Nexus One.

    Walaupun sudah mulai dipergunakan pada beberapa brand, tapi tetap saja Android masih kalah bersaing dengan Symbian yang mendominasi pasar featured phone.

    Android 2.2 Froyo memberikan peningkatan pada kecepatan kerja, fitur USB tethering, WiFi hotspot, serta fitur keamanan.

    7. Android 2.3 Gingerbread

    Ada banyak peningkatan yang terjadi pada versi ini ketimbang sebelumnya. Girgerbread dirancang untuk memaksimalkan kemampuan aplikasi dan game dan mulai digunakannya NFC (Near Field Communication). Versi ini dirilis pada 6 Desember 2010 dan memiliki pengguna terbanyak dibanding versi sebelum-sebelumnya.

    Android versi ini juga terjadi berubahan terutama pada tampilan tatap muka alias user interface yang digunakan

    Mulai versi ini, banyak merek ponsel pintar mulai melirik menggunakan sistem operasi Android. Salah satunya Samsung Galaxy Series yang populer hingga saat ini.

    8. Android 3.0 dan 3.2 Honeycomb

    Pada versi ini, Android memfokuskan pada pengoptimalan pada tablet PC. Pertama kali diperkenalkan ke publik pada 22 Februari 2011 dan smartphone yang pertama kali mencicipinya adalah Motorola Xoom.

    Android 3.0 dan 3.2 Honeycomb yang menggunakan ikon lebah ini memang diperuntukkan penggunaannya khusus untuk perangkat tablet.

    Android 3.0 dan 3.2 Honeycomb pada 10 Mei 2011 ini untuk mendukung Samsung yang mulai meluncurkan perangkat tablet, Samsung Galaxy Tab Series untuk menyaingi Apple iPad.

    9. Android 4.0 Ice Cream Sandwich

    Pertama kali dirilis pada 19 Oktober 2011 dan Ice Cream Sandwich (ICS) langsung menjadi versi Android yang paling anyar. ICS juga pertama kali muncul di salah satu produk Samsung, Galaxy Nexus 7.

    10. Android 4.1 dan 4.3 Jelly Bean

    Pada versi ini Android membawa pembaruan yang cukup signifikan. Fitur-fitur baru pun ditambahkan seperti input keyboard, desain baru dari fitur pencarian, UI yang baru dan pencarian via suara menjadi lebih cepat.

    Namun, tidak cuma itu pada Jelly Bean versi 4.2, Android memboyong fitur photo sphere untuk panaroma, daydream sebagai screensaver, power control, lock screen widget, dan widget terbaru.

    Sistem operasi ini sendiri pertama kali dirilis pada Juni 2012 dengan membawa sejumlah peningkatan terutama di sektor pengolahan grafis.

    Dengan begini, tentu Android 4.1 dan 4.3 Jelly Bean bisa memberikan peningkatan fungsi pada user interface dan teknologi Vsync yang digunakannya.

    11. Android 4.4 KitKat

    Google butuh waktu setahun untuk bisa melahirkan KitKat. Salah satu alasannya karena Google merombak abis-abisan UI versi Jelly Bean dan pada tahap ini juga Android memiliki teknologi “Ok, Google” yang mendapat banyak pujian dari parak-pakar teknologi.

    Versi Android boleh dibilang yang terbaik karena menjadi favorit yang mendukung hampir seluruh perangkat smartphone di dunia. Sebab, Android 4.4 KitKat dapat memberikan optimalisasi yang baik, termasuk pada perangkat ponsel yang memiliki spesifikasi kurang mumpuni alias cukup rendah saat itu. Android 4.4 KitKat pertama kali dirlis pada Oktober 2013.

    12. Android 5.0 dan 5.1 Lollipop

    Android dan Google pun mulai secara rutin memperbarui sistem operasi mereka dalam selang waktu setahun. Termasuk Android 5.0 dan 5.1 Lollipop yang dirilis dan diresmikan pada Juni 2014.

    Bisa dibilang Android 5.0 dan 5.1 Lollipop menjadi pionir dibuatnya ponsel pintar flagship dengan spesifikasi cukup mumpuni.

    Versi Android ini sudah mendukung arsitektur 64-bit yang sudah memungkinan penggunaan RAM di atas 3GB. Salah satunya Asus Zenfone 2 yang sudah mengusung RAM 4GB saat itu.

    13. Android 6.0 Marshmallow

    Dari segi desain, UI yang disematkan di Marshmallow lebih dinamis dari versi sebelumnya. Selain itu juga ada fitur memory manager yang dimana kita bisa mengetahui penggunaan memori pada tiap aplikasi yang ada di perangkat.

    Android 6.0 Marshmallow juga menjadi suksesor dari versi Android sebelumnya. Sistem operasi ini sendiri pertama kali diperkenalkan pada Mei 2015 dan mulai dirilis pada Oktober 2015.

    Sistem operasi ini secara jelas memberikan peningkatan pada sistem keamanan dengan dihadirkannya fingerprint sensor sebagai sistem keamanan biometrik yang digunakan.

    Selain digunakan untuk mengunci layar, fingerprint sensor ini dapat digunakan untuk otentikasi Google Play Store dan pembelian dengan menggunakan Android Pay.

    14. Android 7.0 dan 7.1 Nougat

    OS inilah yang paling mutakhir dan terakhir dari Android. Pada versi ini Google ngasih banyak banget fitur-fitur baru yang memanjakan penggunannya.

    Sebut saja Google Assistant. Fitur paling iconic dari Nougat itu sukses membuat para pengguna Android bisa merasakan punya asisten digital yang siap membantu kapan saja.

    Pada versi ini juga, Android untuk pertama kalinya memiliki fitur Split-screen yang juga sukses menarik perhatian para pegiat teknologi khususnya smartphone.

    Android 7.0 dan 7.1 Nougat pertama kali diperkenalkan pada Juni 2016 dengan menampilkan ikon robot Android dengan batangan Nougat.

    Sistem operasi Android 7.0 dan 7.1 Nougat mengalami perubahan dari segi tampilan antarmuka. Selain itu ada juga fitur splitscreen untuk membagi tampilan layar untuk dua aplikasi sekaligus.

    15. Android 8.0 dan 8.1 Oreo

    Android 8.0 dan 8.1 Oreo menjadi sistem operasi Android paling terbaru yang banyak digunakan saat ini. Sistem operasi ini dirilis secara stabil mulai Agustus 2017 sudah mengalami pembaruan lewat versi Android 8.1 Oreo.

    Android 8.0 dan 8.1 Oreo menjadi versi Android kedua yang menggunakan makanan manis dari nama brand terkenal setelah Android 4.4 KitKat.

    Sistem operasi ini menawarkan pengalaman multitasking yang makin mumpuni dibanding versi sebelumnya. Selain itu, ada juga Project Treble yang memungkinkan pengguna mendapat pembaruan lebih cepat.

    16. Android 9.0 Pie

    Android 9.0 Pie yang secara resmi diperkenalkan pada Agustus 2018. Sistem operasi Android ini memberi banyak ubahan, terutama untuk HP dengan desain baru.

    Misal Android 9.0 Pie memberikan navigasi berupa gesture yang menggantikan tombol fisik Home, Back, dan Recent Apps.

    Fitur lainnya yang cukup berguna adalah sistem notifikasi, pengatur kecerahan, hingga sistem screenshoot terbaru yang lebih memudahkan pengguna.

    17. Android 10

    Android 10 (bernama kode Android Q pada masa pengembangan) adalah perilisan besar ke sepuluh dan versi ke-17 dari sistem operasi telepon pintar Android. Produk tersebut sekarang berada dalam beta publik

    Android Q Beta yang diluncurkan pada 13 Maret 2019 dan saat ini masih terbatas pada beberapa perangkat HP Android saja, seperti pada seri smartphone Google, yakni Google Pixel, Google Pixel XL, Google Pixel 2, Google Pixel 2 XL, Google Pixel 3, Google Pixel 3 XL, dan Google Pixel 3 Lite.

    Salah satu fitur Android Q Beta adalah Dark Mode alias mode gelap yang diklaim mampu meningkatkan performa baterai.

    18. Android 11

    Android 11 meluncur pada 8 September 2020. Kehadiran versi 11 ini menambah perkembangan sistem operasi besutan Google tersebut

    19. Android 12

    Berdasarkan kabar terbaru, Google saat ini sedang mengembangkan Android 12, sejauh ini masih dalam versi Beta.[]