Kategori: Sehat

  • Mau Tidur Lebih Nyenyak? Taruh Tanaman Lidah Buaya di Dalam Kamar

    peloporberita.com/ – Tanaman lidah buaya bisa membuat tidur lebih nyenyak. Sebab varietas ini membantu menyerap polusi bahan kimia yang ditemukan dalam bahan pembersih dan pengharum ruangan.

    Udara di kamar tidur pun dapat di murnikan sehingga membuatnya lebih sehat untuk dihirup. Suasana di kamar tidur pun menjadi lebih nyaman dan membantu Anda tidur dengan nyenyak.

    Menaruh lidah buaya di dalam ruangan bisa menjaga kualitas udara di ruangan tersebut. Tanaman ini bisa membersihkan udara dari formaldehyde dan benzana, bahan yang biasanya terkandung dalam pembersih atau pengharum ruangan yang biasa kita gunakan sehari-hari seperti dilansir dari Interflora.co.uk.

    Tanaman lidah buaya tidak memiliki aroma sama sekali. Tetapi tanaman ini bisa menenangkan pikiran dan meredakan stres. Lidah buaya juga bisa berfungsi untuk menyerap radiasi elektromagnetik yang membahayakan tubuh.

    Selain itu, manfaat tanaman lidah buaya sangat bagus untuk menyembuhkan luka, mencegah penuaan, memberikan nutrisi untuk kulit dan mengurangi ketombe.

    Tanaman Lidah Buaya
    Tanaman Lidah Buaya. (Foto:Pelopor.id/ist)

    Kemudian, dapat menurunkan kadar gula darah, mengurangi plak gigi, mengatasi sariawan, mengatasi masalah jerawat, menghambat pertumbuhan sel kanker, mengatasi kerontokan rambut, dan melancarkan pencernaan.

    Jenis tanaman ini, juga sangat mudah untuk dipelihara dan tidak memerlukan banyak perawatan. Lidah buaya adalah tanaman yang menyukai sinar matahari langsung. Untuk itu kita bisa menaruhnya di dekat jendela.

    Yang perlu diperhatikan dalam menanam lidah buaya misalnya perubahan warna daun atau daunnya menjadi rontok itu berarti lidah buaya kamu sudah tidak lagi subur.

    Kemudian, jika kamu ingin menanam lidah buaya sebaiknya gunakan tanah yang kering, media tanamnya bisa berupa tanah campuran pasir, batu apung atau peralit yang kemudian diberikan pupuk.

    Tetapi, jangan menyiram lidah buaya terlalu sering. Sebab tanaman ini sangat pintar menyimpan cadangan makanan berupa air di daunnya. Sebaliknya tanaman lidah buaya cukup disiram sehari sekali saja atau ketika tanahnya sudah terlihat kering. []

  • Komisi VII Apresiasi Produk Kutus-Kutus Tembus Pasar Internasional

    peloporberita.com/ | Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengapresiasi produk herbal Kutus-Kutus milik PT Tamba Waras, yang mampu bersaing dengan produk herbal sejenis hingga berhasil menembus pasar domestik, bahkan pasar internasional.

    “Kutus-Kutus adalah produk herbal yang memiliki banyak khasiat. Ini sebuah fenomena luar biasa, di mana Kutus-Kutus mampu menembus pasar seluruh Indonesia dengan jumlah reseller-nya lebih dari 5000 bahkan sudah ke mancanegara,” ujar Sugeng saat memimpin Komisi VII DPR meninjau Pabrik Minyak Kutus-Kutus di Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu.

    Komisi VII melihat ini sesuatu yang layak menjadi perhatian untuk bisa memberikan support dan dukungan kepada PT Tamba Waras, selaku produsen Kutus-Kutus.

    “Ada 69 komponen herbal yang digunakan, sehingga menghasilkan suatu produk minyak oles atau baluran yang berkhasiat untuk kesehatan dan sudah dikenal oleh masyarakat  luas. Ini juga merupakan produk industri yang sama sekali tidak ada limbahnya karena bahan sisa atau ampas olahannya dikelola menjadi produk lain, seperti sabun,” lanjut Sugeng.

    Tak hanya itu, kata Sugeng, bahan baku herbal yang digunakan juga dibeli secara langsung dari masyarakat dengan kualitas yang terkontrol. Bambang Pranoto selaku pemilik dan pendiri Kutus-Kutus, beliau juga sekaligus menjadi herbal tester atas produknya.

    “Pada intinya, mereka ingin pemerintah atau negara hadir menertibkan bagi yang mereka melanggar aturan yang berlaku, sedangkan bagi yang tidak melanggar dan patuh pada peraturan yang ada biarkanlah berkembang. Yang menarik di sini adalah upah yang diberikan dua kali UMR, bahkan take home pay-nya mencapai Rp 7 juta,” tuturnya.

    Legislator dapil Jawa Tengah VIII itu berharap, produk-produk seperti ini yang dimulai dari kearifan lokal dan ada sentuhan-sentuhan emosionalnya, bisa terus berkembang dan terbangun kreativitasnya. []

    Baca juga: Kenapa Kita Harus Pakai Minyak Kutus Kutus?

  • Cara Mendapatkan Layanan Telemedisin Isoman Gratis Bagi Pasien Omicron

    peloporberita.com/ – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, menyediakan layanan telemedisin Isoman (Isolasi Mandiri) bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron. Melalui layanan tersebut, pasien bisa mendapatkan layanan telekonsultasi dan paket obat gratis.

    Kemenkes menyebut, Layanan, dapat diakses melalui https://isoman.kemkes.go.id/. Sebanyak 17 platform telemedicine telah bekerjasama dengan Kemenkes, yaitu Aido Health, Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, Homecare24, KlikDokter, KlinikGo, Lekasehat, LinkSehat, Mdoc, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, Trustmedis, Vascular Indonesia, YesDok.

    Untuk mendapatkan layanan tersebut, pasien harus melakukan tes PCR terlebih dahulu di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan.

    Jika hasilnya positif dan laboratorium penyedia layanan tes Covid-19 melaporkan data hasil pemeriksaan ke database Kementerian Kesehatan (NAR), maka pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis. Bila tidak mendapatkan Whatsapp pemberitahuan, pasien bisa memeriksa NIK secara mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id.

    Setelah mendapat pesan Whatsapp pemberitahuan, pasien bisa melakukan konsultasi secara Daring dengan dokter di salah satu dari 17 layanan telemedicine. Caranya tekan link yang ada di pesan WA dari Kemenkes atau di link yang muncul saat pengecekan NIK mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id/panduan, lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis.

    Lewat konsultasi ini, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien dan resep dapat ditebus melalui https://isoman.kemkes.go.id/pesan_obat. Hanya pasien dengan kategori Layak isoman (dengan kondisi tanpa gejala atau ringan), yang akan mendapatkan obat dan vitamin secara gratis.

    Obat gratis yang didapatkan pasien berupa Paket A untuk pasien tanpa gejala, terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet, serta Paket B untuk pasien bergejala ringan terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet, Favipiravir 200mg 40 kapsul, atau Molnupiravir 200 mg – 40 tab dan parasetamol tablet 500mg (jika dibutuhkan)

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, paket obat tersebut, disesuaikan dengan resep dari salah satu dari 17 layanan telemedicine. Obat di luar paket ditebus dan dibayarkan di luar layanan telemedicine Isoman.

    ”Sasaran layanan telemedicine Isoman perawatan Omicron adalah bagi pasien positif Omicron tanpa gejala atau gejala ringan, berusia minimal 18 tahun, kondisi rumah layak Isoman, Diperiksa di wilayah Jabodetabek, Berdomisili di Jabodetabek,” tuturnya dikutip dari laman Kementerian Kesehatan pada Selasa (25/1/2022). []

  • Demam Berdarah, Penyebab, Gejala dan Cara Penanganannya

    peloporberita.com/ – Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang dibawa oleh nyamuk, yang terjadi di daerah tropis dan subtropis. DBD disebabkan virus dengue dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti.

    Penyakit ini akan membuat penderitanya mengalami demam, ruam dan nyeri hebat. Bahkan penderitanya merasakan seluruh tulang dan persendian seakan-akan terasa patah. Jika tidak ditangani dengan baik, demam berdarah bisa menyebabkan komplikasi yang cukup parah, seperti terjadi pendarahan hebat dan syok bahkan berpotensi membahayakan nyawa.
    Penanganan berupa dengan cairan dan pereda nyeri. Kasus yang parah harus dirawat inap.

    Penyebab Demam Berdarah

    Demam berdarah dengue merupakan penyakit mudah menular yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk penyebab DBD tersebut, biasanya menginfeksi seseorang di pagi sampai sore hari menjelang petang.

    Nyamuk ini, sebenarnya cukup mudah dikenali dengan warnanya yang belang hitam-putih dengan ciri fisiknya yang kecil. Mereka biasanya tidak mendiami tempat yang kotor, melainkan menyasar tempat-tempat bersih, seperti bak mandi.

    Penularan terjadi, ketika nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut perbang dan menggigit orang lain, maka virus akan tersebar.

    Dengan kata lain, nyamuk berperan sebagai pembawa virus dengue tersebut. Selain gigitan nyamuk, demam berdarah bisa dipicu oleh faktor risiko tertentu di antaranya, seseorang pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya, tinggal atau bepergian ke daerah tropis dan pada bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

    Demam Berdarah

    Untuk mencegahnya, biasakan menjaga kebersihan lingkungan, timbun barang bekas yang tidak terpakai, hilangkan genangan air dan menaburkan bubuk abate. Selain itu, sistem kekebalan tubuh harus senantiasa kuat dan terjaga. Caranya, dengan mengonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup, kendalikan stres, olahraga secara teratur, dan jangan lupa memasang obat nyamuk di ruangan yang terindikasi tempat persembunyian nyamuk.

    Gejala Demam Berdarah

    Gejala demam berdarah umumnya ditandai dengan demam tinggi hingga 39 derajat Celcius. Kondisi seperti ini rata-rata akan dialami 2 sampai 7 hari, setelah itu turun secara drastis. Selain demam tinggi, gejala awal yang dirasakan penderita demam berdarah antara lain sakit kepala, mual hingga muntah, nyeri di belakang mata, tulang, dan otot.

    Ada juga muncul ruam kulit atau bercak titik kemerahan di kulit, radang tenggorokan yang diiringi dengan sulit menelan dan minum. Bila virus sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh dan menyebabkan peradangan maka penderita akan mimisan, gusinya berdarah, Buang Air Besar (BAB) berwarna hitam atau gelap dan muntah darah.

    Setelah gejala-gejala tersebut, penderita memasuki fase kritis selama 2 sampai 3 hari. Di fase ini, rasa sakit di tubuh mulai berkurang, beberapa gejala tambahan juga sudah tidak dirasakan. Hal ini membuat banyak orang menyangka bahwa penderita sudah sembuh sebab sudah tidak demam tinggi. Padahal, inilah fase yang sejatinya harus diwaspadai lantaran bisa menyebabkan Dengue Shock Syndrome (DSS) yang bisa sangat berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan kematian.

    Komplikasi Demam Berdarah

    Komplikasi yang membahayakan bisa terjadi saat demam berdarah terlambat untuk ditangani. Beberapa gejala parah yang menandakan jika demam berdarah sudah masuk dalam intensitas berbahaya yakni terjadi perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, perdarahan di bawah kulit, muntah hitam, batuk darah, maupun buang air besar dengan feses kehitaman.

    Tekanan darah menurun, Kulit basah dan terasa dingin, Denyut nadi melemah, Frekuensi buang air kecil menurun dan jumlah urine yang keluar sedikit, Mulut kering dan Sesak nafas atau pola napas tidak beraturan. Ini menandakan kondisi DSS atau Dengue Shock Syndrome yang merupakan komplikasi demam berdarah. Jika tidak segera ditangani, maka bisa mengganggu fungsi organ tubuh yang berujung pada kematian.

    Pengobatan Demam Berdarah

    Hingga kini belum ada pengobatan spesifik untuk mengobati demam berdarah. Yang bisa dilakukan adalah mencegah terjadinya komplikasi dengan menurunkan gejala yang muncul sekaligus melakukan upaya pencegahan infeksi virus yang lebih parah.

    Seperti mencegah terjadinya dehidrasi dengan banyak minum air putih, istirahat yang cukup, mengkonsumsi obat penurun panas yang relatif aman dan dianjurkan dokter,
    menghindari konsumsi obat-obatan pereda nyeri sebab obat-obatan tersebut dapat menimbulkan komplikasi perdarahan.

    Pantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar. Jika pasien sudah sangat lemah dan tidak mampu mengkonsumsi air putih dalam jumlah banyak, dokter akan memberikan cairan tambahan lewat metode infus. []

  • Jangan Anggap Remeh Kebas dan Kesemutan

    peloporberita.com/ | Anda sering mengalami kebas dan kesemutan? Jika iya, jangan anggap remeh, karena ternyata kebas dan kesemutan bisa menjadi salah satu gejala umum neuropati diabetik atau gangguan saraf yang dipicu oleh penyakit diabetes.

    “Jika berulang, sebaiknya segera periksa ke dokter, karena mungkin saja Anda tidak sadar sudah menderita diabetes dan sudah mengalami komplikasi,” kata dokter konsultan endokrinologi, metabolik dan diabetes, Dr. dr. Tri Juli Edi Tarigan Sp.PD-KEMD, dalam webinar ‘Diabetisi Fit di Era Pandemi’ yang digelar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Jakarta dan P&G Health Indonesia, beberapa waktu lalu.

    Ia pun menjelaskan gejalanya mulai dari kebas, kesemutan, nyeri, rasa berpasir, rasa dingin, panas hingga terbakar. Gejala yang paling berbahaya adalah hilangnya sensitivitas proteksi sehingga tidak bisa merasakan ketika terluka. Menurutnya, ini bisa mengakibatkan luka atau cedera yang dapat berujung pada amputasi.

    Merujuk data International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2021, Indonesia berada di posisi kelima negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia, dengan angka mencapai 19,5 juta orang. Angka itu diprediksi terus meningkat hingga 28,6 juta orang pada tahun 2045.

    Dalam kesempatan yang sama, Spesialis Kedokteran Olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) Dr. Ade Jeanne Domina L. Tobing, Sp.KO mengatakan bahwa neuropati sebenarnya dapat dicegah. Adapun yang harus dilakukan adalah menerapkan keseimbangan antara asupan makanan dan latihan fisik.

    “Salah satu cara untuk mencegah neuropati, perlu melakukan latihan fisik seperti senam Neuromove,” ucapnya.

    Gerakan senam Neuromove memang dirancang khusus untuk mengaktifkan sel-sel saraf dan meningkatkan fungsi saraf dan otak kanan-kiri, sehingga fungsi kognitif seperti memori, emosi, konsentrasi menjadi lebih baik.

    Senam Neuromove mengandung gerakan dasar senam dan gerakan khusus, seperti menyilang batang tubuh, koordinasi bola mata, tangan, keseimbangan dan fokus pada gerakan stretching untuk peregangan.

    Gerakan senam Neuromove berdurasi 30 menit, terdiri dari Latihan Pemanasan (aerobik intensitas ringan dan peregangan), Gerakan Inti (aerobik intensitas sedang dengan ketrampilan dan keseimbangan), dan diakiri dengan Latihan Pendinginan. []

    Baca juga: Penjelasan Soal Komorbid dan Risikonya Bila Terpapar Covid

  • Ketentuan Isolasi Mandiri Bagi Pasien Omicron

    peloporberita.com/ – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, menerbitkan ketentuan mengenai isolasi bagi pasien COVID-19 termasuk konfirmasi kasus Omicron. Ketentuan tersebut, terdapat dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529) yang ditetapkan tanggal 17 Januari 2022.

    Dalam SE tersebut Menkes menegaskan bahwa, pasien kasus probable dan konfirmasi varian Omicron baik yang bergejala (simptomatik) maupun tidak bergejala (asimptomatik) harus melakukan isolasi.

    “Gejala klinis untuk kasus konfirmasi COVID-19 varian Omicron pada prinsipnya sama dengan gejala klinis COVID-19 varian lainnya,” isi SE tersebut.

    Adapun ketentuan tempat isolasi yang tertuang dalam SE tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Kasus konfirmasi COVID-19 dengan gejala berat-kritis dirawat di rumah sakit (RS) penyelenggara pelayanan COVID-19.

    2. Kasus konfirmasi COVID-19 dengan gejala sedang atau gejala ringan disertai komorbid yang tidak terkontrol dapat dirawat di RS lapangan/RS darurat atau RS penyelenggara pelayanan COVID-19.

    3. Kasus konfirmasi COVID-19 tanpa gejala (asimptomatik) dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah.

    Sementara syarat klinis dan perilaku yang harus dipenuhi adalah, nerusia di bawah 45 tahun, tidak memiliki komorbid, dapat mengakses telemedisin atau layanan kesehatan
    lainnya, dan berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar.

    Sedangkan syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya, yakni dapat tinggal di kamar terpisah (lebih baik lagi jika lantai terpisah),  memiliki kamar mandi di dalam rumah terpisah dengan penghuni rumah lainnya, dan dapat mengakses pulse oksimeter.

    “Jika pasien tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, maka pasien harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat. Selama isolasi, pasien harus dalam pengawasan puskesmas atau satgas setempat,” tegas Menkes Budi dalam SE tersebut.

    Isolasi terpusat, dilakukan pada fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau swasta yang dikoordinasikan oleh puskesmas dan dinas kesehatan. []

  • Keterangan Lengkap Kemenkes Soal Vaksin Booster

    peloporberita.com/ – Kementerian Kesehatan RI mengatakan, bahwa metode distribusi vaksin penguat (booster) atau dosis ketiga sama dengan metode yang berlaku saat ini kepada sekitar 21 juta masyarakat.

    “Untuk pola distribusinya mengikuti proses yang ada saat ini,” tutur Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi yang di Jakarta, Sabtu (8/1/2022).

    Siti Nadia menyebut, distribusi dilakukan oleh PT Bio Farma. Produksi vaksin, dilakukan setelah produk tersebut mendapat izin edar penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    Dalam hal ini, Bio Farma mendistribusikan produk vaksin dengan armada khusus yang mampu menjaga suhu ideal rantai dingin, yakni 2-8 derajat Celcius menuju fasilitas penyimpanan vaksin khusus di masing-masing provinsi.

    Vaksin sendiri, merupakan produk biologis yang mudah rusak jika dibiarkan pada suhu tertentu. Oleh sebab itu, dalam mendistribusikan dan menyimpannya pun butuh fasilitas khusus.

    Setelah itu, yang melanjutkan proses distribusi hingga ke lokasi penyuntikan para peserta adalah pemerintah daerah setempat dengan menggunakan boks dingin yang dapat mempertahankan suhu 2-8 derajat celcius.

    Vaksinasi booster lanjut Nadia, ideal diberikan dengan interval enam bulan sejak suntikan dosis lengkap vaksin primer. Saat ini, tegas Nadia Pemerintah masih menunggu petunjuk pelaksanaan teknis penyuntikan termasuk takaran dosis yang diberikan. Petunjuk teknis itu sendiri berdasarkan hasil uji klinik dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

    Pelaksanaan vaksinasi  booster  dimulai di kabupaten/kota dengan kriteria 70 persen terpenuhi dosis 1 untuk seluruh masyarakat sasaran dan 60 persen lansia.

    Nadia memastikan jenis vaksin yang akan digunakan sebagai booster aman bagi masyarakat lantaran telah melalui uji klinik. []

  • Covid-19 Bikin Tingkat Kesuburan Pria Turun 3 Bulan

    peloporberita.com/ – Akademisi di Belgia melakukan penelitian terhadap 120 pria yang menderita kasus gejala Covid-19.Hasil penelitian menunjukkan, penurunan 37% dalam jumlah sperma peserta setelah terinfeksi virus.

    Dampak Covid pada kesuburan pria berlangsung selama tiga bulan. Bersamaan dengan berkurangnya jumlah sperma, terjadi penurunan 60% dalam kemampuan semen untuk bergerak.

    Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility belum lama ini. Sedangkan sampelnya diambil dari semua peserta yang memiliki usia rerata 35 tahun dan telah bebas gejala selama rata-rata 52 hari pada saat sampel diambil.

    “Pasangan dengan keinginan untuk hamil harus diperingatkan bahwa kualitas sperma setelah infeksi Covid-19 dapat menjadi kurang optimal,” bunyi kesimpulan studi tersebut dikutip dari Investor Daily Kamis, (23/12/2021).

    Meski demikian, para ilmuwan menyebutkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat dampak jangka panjang pada kesuburan. Situasi ini, mencerminkan apa yang sudah diketahui tentang virus lain, seperti influenza yang diketahui merusak sperma.

    Mengenai flu, para ilmuwan sebelumnya menyalahkan dampak buruk itu pada suhu tubuh tinggi yang disebabkan oleh demam. Namun, dengan Covid, penelitian tersebut menunjukkan bahwa demam bukanlah penyebabnya, melainkan masalah sperma disebabkan oleh respons kekebalan tubuh terhadap virus.

    Tes yang dilakukan pada individu yang terlibat dalam penelitian ini melihat korelasi antara konsentrasi antibodi Covid-19 yang lebih tinggi dalam darah pasien dan penurunan fungsi sperma, yang dikenal sebagai disfungsi sperma sementara.

    Terlepas dari efek negatif Covid-19 pada jumlah sperma, para peneliti mencatat ada bukti kuat bahwa virus tidak dapat ditularkan secara seksual melalui air mani pasien yang baru saja sembuh dari infeksi. []

  • Pemerintah Jajaki Beberapa Alternatif Obat Covid-19

    peloporberita.com/ | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terus menjajaki beberapa alternatif obat Covid-19, sebagai bagian dari usaha untuk dapat segera mengatasi pandemi.

    Saat ini, Luhut bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sedang berada di Amerika Serikat (AS) untuk melakukan pertemuan dengan Merck, mengenai obat Molnupiravir.

    Selain obat Molnupiravir, ada juga obat Proxalutamide yang sedang dalam tahap uji klinis ketiga di Indonesia dan sedang berproses di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Alternatif lain adalah AT-527 yang dikembangkan oleh Roche and Athea. Ketiga obat tersebut menunjukkan potensi untuk menjadi obat Covid-19.

    Namun, Luhut menekankan bahwa Indonesia tidak ingin hanya sekadar menjadi pembeli, melainkan para produsen obat tersebut diharapkan melakukan kerja sama, melakukan investasi dan produksinya di Indonesia.

    Hingga saat ini, situasi pandemi terus terkendali pada tingkat yang rendah. Kasus konfirmasi Indonesia dan Jawa-Bali masing-masing telah turun hingga 99% dari kasus puncaknya pada 15 Juli 2021 lalu. Selain itu, angka reproduksi efektif Bali akhirnya turun di bawah 1, mengikuti angka nasional dan Pulau Jawa, yang mengindikasikan terkendalinya pandemi Covid-19.

    Rendahnya kasus konfirmasi harian juga menyebabkan kasus aktif nasional dan Jawa Bali terus menunjukkan penurunan. Saat ini, hanya tersisa kurang dari 20 ribu kasus aktif di nasional dan kurang dari 8 ribu kasus aktif di Jawa Bali. Jauh menurun dibandingkan lebih dari 570 ribu kasus aktif pada puncak varian Delta.

    Meski demikian, Presiden Joko Widodo tetap menekankan kepada Luhut Pandjaitan dan semua pihak, agar sangat berhati-hati dan menyiapkan seluruh langkah mitigasi apabila terjadi gelombang ketiga akibat Libur Natal dan Tahun Baru yang disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat dan menurunnya efek imunitas pasca vaksinasi. []

  • Para Ahli Sebut BPA Berbahaya, Tidak Boleh Digunakan dalam Kemasan Makanan dan Minuman

    peloporberita.com/ – Plastik kemasan pangan yang mengandung Bisphenol-A (BPA), kembali menjadi sorotan. Hal ini mendorong Centre for Public Policy Studies (CPPS), sebuah lembaga yang mengkaji berbagai kebijakan publik di Indonesia, menggelar dialog publik virtual dengan tema: “Mendesain Regulasi Bisphenol-A (BPA) Yang Tepat” pada Rabu, 13 Oktober 2021.

    Secara khusus, dialog tersebut memusatkan perhatian dari sisi hilir diskursus BPA. Dialog tersebut menghadirkan Nia Umar, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Koordinator Presidium Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA), dr. Irfan Dzakir Nugroho, dokter spesialis anak, anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

    “Tidak ada toleransi BPA terhadap hak kesehatan anak, ibu hamil dan bayi.”

    Pemaparan para pemateri tersebut, juga ditanggapi oleh Pungkas Bahjuri Ali, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/BAPPENAS.

    Dalam dialog publik yang berlangsung selama dua jam itu, para pemateri dan penanggap menilai bahwa Bisphenol-A (BPA) merupakan kandungan berbahaya yang memiliki risiko jangka panjang yang tidak boleh digunakan dalam kemasan pangan (makanan dan minuman), terutama yang dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, dan balita.

    Menurut Nia Umar, BPA menjadi problematis karena ada dimana-mana dan bisa masuk dengan mudah dalam rantai konsumsi. BPA dengan mudah masuk ke dalam rantai makanan dan dapat ditemukan dalam urin, darah, termasuk darah ibu hamil, tali pusat, dan ASI.

    “BPA memiliki risiko yang sangat besar terhadap ibu hamil. BPA mengganggu kerja endokrin dan meniru estrogen,” tuturnya.

    Nia juga menyampaikan bahawa semakin modern manusia, maka penyakit degeneratif itu akan semakin beragam, karena makin banyak makanan ultra proses di pasaran.

    “BPA adalah polusi yang tidak terlihat dan tidak tercium, namun bisa masuk kemana-mana dengan berbagai cara. Penggunaannya yang terlalu masif dan tidak disadari akan membuat banyak orang terkena penyakit akibat paparan BPA,” tambahnya.

    Nia berharap Pemerintah bisa tegas dalam mengatur kemasan yang mengandung BPA. “Harus ada aturan yang tegas dan kampanye resmi yang ditayangkan di semua media yang berisi edukasi tentang BPA, dan BPOM perlu mengkaji ulang regulasinya,” tutup Nia.

    Sementara dr. Irfan Dzakir menyampaikan bahwa toksisitas BPA telah menjadi perhatian, terutama di negara-negara Erop dan Amerika. Toksisitas BPA menimbulkan berbagai penyakit, “Efeknya sangat luas di berbagai kelompok. Sudah banyak studi yang membuktikan hal tersebut, dan untuk mencegahnya dibutuhkan regulasi preventif yang menjauhkan masyarakat dari bahaya BPA,” tambahnya.

    “BPA terdapat di seluruh bagian tubuh dan sudah banyak studi membuktikan bahwa bahaya BPA terkait dengan gangguan hormonal, kanker, penyakit saraf dan obesitas,” tegas dokter spesialis anak yang juga ahli dalam bidang hematologi.

    “Ada hubungan yang kuat antara paparan BPA dan gangguan perilaku manusia, terutama pada anak-anak. BPA ini menyerupai estrogen dalam tubuh, sehingga mengganggu perkembangan organ seksual pada anak-anak,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa upaya preventif yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari penggunaan produk mengandung BPA dan memberikan ASI secara langsung, mengurangi konsumsi makanan pada kemasan plastik, dan tidak memanaskan makanan dalam kemasan plastik di microwave.

    Menanggapi pertanyaan dari peserta dialog publik tentang ambang batas BPA, dokter Irfan merasa perlu adanya evaluasi dan revisi dari batas aman yang ada saat ini.

    Dari perspektif perlindungan anak, Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memberikan penjelasan bahwa anak-anak memiliki hak atas kesehatan dan hak atas hidup yang diatur dalam Konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Arist juga menyatakan bahwa Pemerintah memegang amanah Undang Undang Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014.

    “Hak ini adalah hak yang sangat fundamental,” ungkapnya. “BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sebagai wakil Pemerintah memilki kewenangan untuk melindungi masyarakat. Kalau kita ingin mendesain regulasi BPA yang tepat, maka kita harus kembalikan ke Pemerintah,” tegasnya.

    “Tidak ada toleransi BPA terhadap hak kesehatan anak, ibu hamil dan bayi. Komnas anak sudah melakukan berbagai kampanye peduli kesehatan di ibu hamil dan PAUD sehingga nanti kalau Pemerintah masih belum membuat regulasi BPA yang tepat, setidaknya para ibu dan anak-anak sudah bisa menghindari kemasan yang mengandung BPA,” ungkap Arist Merdeka di akhir paparannya.

    Merespons informasi yang disampaikan para pemateri, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/BAPPENAS, Pungkas Bahjuri Ali, merasa senang mendapat banyak masukan dan rekomendasi terkait kebijakan BPA.

    “Memang BAPPENAS tidak spesifik menangani BPA, namun kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas utama,” kata Pungkas.

    Ia menambahkan bahwa arah RPJMN adalah peningkatan SDM dan diperlukan pemahaman bersama antara Kementerian atau lembaga negara dalam menghadapi BPA. Ia mengatakan bahwa perlu membuat dan menerapkan regulasi yang memang bisa diterapkan di Indonesia.

    “Namun kita juga perlu mempertimbangkan pertanyaan lain, seperti apakah ada alternatif selain BPA, apakah bahannya mudah dan lain sebagainya. Ada banyak kandungan kimiawi yang harus diperhatikan,” tegasnya.

    Pungkas juga mengatakan bahwa edukasi perlu diperkuat dan dipertajam, dan BAPPENAS harus memiliki lebih banyak informasi agar bisa menghasilkan kebijakan yang tepat.[]