Kategori: Sehat

  • Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal Dunia, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada

    peloporberita.com/ | Jakarta – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia yang belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.

    Terkait hal itu, Kementerian Kesehatan telah meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr.Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

    Ketiga pasien tersebut, rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Adapun gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

    Kementerian Kesehatan sendiri, saat ini tengah berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

    “Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang,” tutur Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, (02/04/2022).

    “Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” sambungnya.

    Foto: Freepik

    Nadia menyampaikan, Jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Menurut Nadia, sejak secara resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.

    WHO sendiri, lanjut Nadia, pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology ) pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

    [irp]

    Kisaran kasusnya, terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. Tujuh belas anak di antaranya atau sebesar 10 persen memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal.

    Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (Penyakit Kuning) akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.

    Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium diluar negeri telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

    [irp]

    Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus dil luar negeri yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41. SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

    Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, kemudian mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.

    Surat Edaran itu, maksudnya untuk meningkatkan dukungan Pemerintah Daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.

    [irp]

    Lebih lanjut, Kemenkes meminta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit untuk antara lain memantau dan melaporkan kasus sindrom Penyakit Kuning akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

    Gejala nya, ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak dan memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

    Kemenkes juga meminta pihak terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom Penyakit Kuning, dan membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor.

    “Tentunya kami lakukan penguatan surveilans melalui lintas program dan lintas sektor, agar dapat segera dilakukan tindakan apabila ditemukan kasus sindrom jaundice akut maupun yang memiliki ciri-ciri seperti gejala hepatitis” tegas Nadia.

    Bagi Dinas Kesehatan, KKP, dan Rumah Sakit juga diminta segera memberikan notifikasi/laporan apabila terjadi peningkatan kasus sindrom jaundice akut maupun menemukan kasus sesuai definisi operasional kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) melalui Telp./ WhatsApp 0877-7759-1097 atau e-mail: poskoklb@yahoo.com. []

    Sumber: Kemenkes

    [irp]

  • Fakta Olahraga Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia

    Jakarta – Hampir 246 juta orang di dunia mengalami depresi menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Jika dibiarkan, depresi dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Depresi, bisa diatasi dengan berkonsultasi kepada profesional kesehatan mental. Namun selain itu, risiko depresi bisa dikurangi dengan berolahraga.

    Menurut pakar pengobatan integratif Dr. Irina Todorov, olahraga tidak hanya dapat membantu meringankan depresi, tetapi juga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki profil kolesterol. “Olahraga juga membantu mengontrol gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker,” tuturnya.

    Hormon endorfin, meningkat ketika kita berolahraga. Hormon ini berfungsi sebagai neurotransmiter (pembawa sinyal-sinyal pada sistem saraf manusia), diproduksi oleh kelenjar pituitari dan memiliki struktur yang unik menyerupai morfin sehingga endorfin juga memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa sakit. Hormon inilah yang menjadi kunci mengapa olahraga bikin bahagia sekaligus menurunkan kadar stres Anda.

    Selain meningkatkan hormon endorfin, olahraga ternyata juga dapat meningkatkan hormon dopamin, serotonin, dan triptofan. Dopamin sering disebut hormon kebahagiaan, sebab memang akan menyebabkan seseorang merasa bahagia. Sedangkan serotonin berfungsi untuk mengatur emosi, daya ingat, dan menurunkan kadar stres pada tubuh akibat kelelahan fisik.

    Dopamin dan serotonin kemudian bekerja sama mengatur mood seseorang dan menimbulkan perasaan senang serta menciptakan pikiran-pikiran positif pada diri Anda. Hal ini tentu akan sangat bagus bagi kehidupan sosial dan karier Anda. Melakukan olahraga secara teratur, juga dapat meningkatkan produksi dan metabolisme serotonin pada korteks otak dan batang otak.

    olahraga
    Ilustrasi olahraga. (Foto:Pixabay/Janeb13)

    Secara garis besar, alasan mengapa olahraga bisa membuat kita bahagia adalah sebagai berikut:

    Pengobatan resmi untuk depresi

    Olahraga sebagai pilihan pengobatan untuk depresi direkomendasikan oleh American Psychiatric Association. Olahraga bisa menghasilkan manfaat yang maksimal jika dikombinasikan dengan perawatan standar. Riset juga membuktikan bahwa olahraga aerobik (berlari, bejalan, dan bersepeda) dan latihan ketahanan bisa mengurangi gejala depresi. Cleveland Clini menyebutkan, depresi dapat teratasi dalam waktu empat minggu setelah memulai rutinitas olahraga. Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat CDC, merekomendasikan agar kita melakukan olahraga sebanyak 150 menit dalam seminggu.

    [irp]

    Menimbulkan kepuasan tersendiri

    Aktivitas fisik secara teratur dengan berolah raga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki profil kolesterol dan membantu mengontrol gula darah. Selain itu, olahraga dapat memperkuat otot, meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan serta membantu memperkuat tulang. Olah raga teratur, membantu kita mencapai atau mempertahankan berat badan yang sehat sehingga tampil lebih baik. Dengan demikian, ada kepuasan tersendiri yang muncul di hati.

    Mengurangi stres

    Menurut data CDC, pada tahun 2019, hampir 4,7 persen orang berusia 18 tahun ke atas memiliki depresi yang teratur. Hal itu disebabkan oleh gaya hidup yang memicu stres tinggi.

    Peningkatan pelepasan hormon stres, dapat merusak atau mencegah pertumbuhan sel di daerah otak yang mengontrol suasana hati kita. Nah, dengan berolaraga, produksi hormon stres berkurang sehingga risiko depresi bisa dikurangi. []

    [irp]

  • 99,2% Persen Masyarakat Indonesia Punya Antibodi Covid-19

    Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, antibodi masyarakat Indonesia meningkat menjadi 99,2 persen.

    Hal ini diketahui berdasarkan hasil penelitian antibodi tubuh terhadap virus (Sero survei) yang dilakukan oleh Kemenkes bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

    Penelitian dilakukan untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi Lebaran tahun 2022 di tengah pandemi Covid-19.

    “Bisa disampaikan bahwa kadar antibodi masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2 persen,” tutur Menkes Senin (18/04/2022), usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Evaluasi PPKM.

    “Artinya, 99,2 persen dari populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi, bisa itu berasal dari vaksinasi maupun juga berasal dari infeksi,” sambung Menkes.

    [irp]

    Ia juga menjelaskan, bahwa sebelumnya di bulan Desember 2021 pemerintah telah melakukan Sero survei dan menunjukkan bahwa sekitar 88,6 persen dari masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi.

    “Kalau di bulan Desember kita lakukan Sero survei ordenya masih di angka ratusan titer antibodinya sekitar 500-600, di bulan Maret ini ordenya sudah di angka ribuan, sekitar 7.000-8.000. Ini menunjukkan, bukan hanya banyak masyarakat yang sudah memiliki antibodi tapi kadar antibodinya tinggi,” ungkapnya.

    Berdasarkan hasil survei tersebut, pemerintah meyakini dengan titer antibodi yang tinggi akan mengurangi risiko akibat covid-19.

    “Kalau nanti diserang virus, kita daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya dan mengurangi sekali risiko untuk masuk rumah sakit, apalagi risiko untuk wafat. Itu yang menyebabkan kenapa kami percaya, pemerintah, bahwa insyaallah Ramadan kali ini, mudik kali ini bisa berjalan dengan lancar tanpa membawa dampak negatif kepada masyarakat kita,” tandas Menkes. []

    [irp]

  • Terkait Salmonella BPOM Setop Sementara Peredaran Kinder Joy, ini Bahayanya

    Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan akan menghentikan sementara peredaran produk telur coklat jajanan anak-anak Kinder Joy di Indonesia, menyusul laporan kontaminasi bakteri salmonella dalam produk Kinder yang beredar di Inggris.

    Sebelumnya, produsen Coklat asal Italia, Ferrero, telah menarik produk Kinder dari pasar Inggris. selain itu, BPOM akan melakukan pengujian acak atau random sampling terhadap produk Kinder yang terdaftar di seluruh wilayah Indonesia.

    Penghentian sementara produk Kinder Joy dilakukan, hingga diperoleh kepastian produk Kinder yang beredar di Indonesia terbebas dari dugaan pencemaran bakteri Salmonella.

    Kinder yang terdaftar di Badan POM berasal dari India dengan nama varian seperti Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls. Produk-produk yang beredar di Indonesia, sama seperti beberapa produk cokelat Kinder yang di tarik di Inggris yakni diproduksi Ferrero.

    Tetapi, produk Kinder yang dijual di Indonesia diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD. BPOM juga menegaskan bahwa beberapa produk merek Kinder Surprise yang telah ditarik lebih dahulu dari peredarannya di sejumlah negara tidak ada di Indonesia.

    Dalam rilis resminya, BPOM menyebut produk Kinder yang terkontaminasi Salmonella memicu sederet dampak seperti diare, demam, hingga kram perut.

    “Pada 2 April 2022, FSA Inggris menerbitkan peringatan publik terkait penarikan secara sukarela produk cokelat merek Kinder Surprise,” tutur BPOM dalam keterangan, Senin (11/04/2022).

    Kinder, diduga terkontaminasi bakteri Salmonella (non-thypoid) dengan gejala ringan yang ditimbulkan adalah diare, demam, dan kram perut. Korban yang terdampak sebanyak 63 orang anak-anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.

    Bahaya Salmonella

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, kebanyakan orang yang terinfeksi Salmonella mengalami diare, demam, dan kram perut. Gejala ini, biasanya berlangsung 6 jam sampai 6 hari setelah infeksi, dan berlangsung selama 4-7 hari.

    Orang yang terinfeksi Salmonella, pada beberapa kasus tidak mengalami gejala selama beberapa minggu, namun ada juga yang mengalami gejala hingga beberapa minggu.

    [irp]

    Beberapa kasus lainnya, infeksi Salmonella memicu infeksi pada urin, darah, tulang, sendi, atau sistem saraf, serta dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

    Kebanyakan orang dengan diare akibat Salmonella sembuh total, meskipun kebiasaan buang air besar pada beberapa orang (frekuensi dan konsistensi buang air besar) mungkin tidak kembali normal selama beberapa bulan.

    [irp]

    Beberapa orang dengan infeksi Salmonella, juga bakal mengalami nyeri pada persendian mereka, yang disebut artritis reaktif, setelah infeksi berakhir.

    Artritis reaktif dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan sulit diobati. Beberapa orang dengan arthritis reaktif mengalami iritasi mata dan nyeri saat buang air kecil. []

  • Dukung Program Ramah Lansia, Siloam Hospitals Bekasi Timur Luncurkan Layanan Golden Care

    Jakarta | Siloam Hospitals Bekasi Timur membuka layanan Golden Care berupa layanan kesehatan untuk warga lanjut usia (lansia) di kota setempat dan sekitarnya. Data manajemen Siloam Hospitals Bekasi Timur menunjukkan, sejak 2020-Januari 2022, tercatat 900 lansia di usia 60-70 tahun yang melakukan rawat jalan pun rawat inap. Kegiatan itu termasuk para lansia dengan kategori pasien komorbid.

    “Layanan Golden Care diadakan khusus bagi masyarakat lansia yang ada di kota Bekasi dan sekitarnya. Layanan ini sekaligus bentuk dukungan kami kepada pemerintah kota dalam menjalankan program Kota Bekasi Ramah Lanjut Usia,” tutur Direktur Utama Siloam Hospitals Bekasi Timur dr. Ervina, MM, MMRS., Selasa (29/03/2022) melalui kegiatan peluncuran dan pengenalan Program ‘Golden Care’ kepada sejumlah komunitas dan relasi Siloam Hospitals.

    Ervina menjelaskan, layanan ‘Golden Care’ Siloam Hospitals Bekasi Timur adalah solusi layanan kesehatan untuk usia lanjut yang dapat merupakan kelanjutan perawatan di rumah sakit serta upaya pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit yang sudah diderita. Layanan ini dilengkapi 10 kamar VIP dengan fasilitas yang dibuat khusus bagi para lansia, termasuk layanan dokter umum, dokter spesialis dan perawat yang terlatih dalam menangani para lansia.

    Penanganan Penyakit pada Usia Lanjut

    Ada beberapa penyakit yang kerap muncul seiring dengan pertambahan usia, misalnya stroke, diabetes, darah tinggi, dan masih banyak lagi yang harus diawasi kesehatannya agar kondisinya tetap sehat. Hal ini dapat dikontrol dengan rutin konsumsi obat, makanan sehat, olahraga, kelola stres dan lainnya.

    Dalam pemaparan ilmiah yang disampaikan oleh dr. Rezy Sesareza Prakarsa, Sp.N yang bertajuk "Penanganan Stroke pada Lansia" dijelaskan bahwa stroke terjadi ketika ada gangguan oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat oleh gumpalan atau pecah. Dampaknya organ otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkan, sehingga sel-sel otak itu mati. Hal terburuk dari penyakit ini adalah kematian.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/ disebutkan bahwa beberapa faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah, antara lain usia (>55tahun), jenis kelamin (terbanyak pada pria), ras tertentu, dan genetik (riwayat stroke di keluarga). Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah, antara lain diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, obesitas, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, dan kurang olahraga.

    Dokter Rezy selaku dokter spesialis saraf di Siloam Hospitals Bekasi Timur juga menegaskan bahwa periode emas untuk penangan stroke hanya dimiliki dalam waktu 1 jam paska terserang stroke.

    Stroke, Penyakit Lansia yang Harus Ditangani

    Penanganan penyakit stroke, yaitu kurang dari 4,5 jam sejak pertama kali muncul gejala dan tanda sampai dilakukan penanganan stroke di rumah sakit. Jika dalam periode emas itu dapat segera ditangani, risiko kematian dan kecacatan stroke dapat diturunkan.

    “Oleh karena itu, para lansia memerlukan pemeriksaan kesehatan berkala. Apabila ada kesulitan untuk setiap waktu kontrol ke RS, Siloam Hospitals Bekasi Timur memiliki Paket kunjungan rumah bagi lansia senilai Rp 1.000.000, sudah termasuk: pemeriksaan tanda-tanda vital dan rekam jantung (EKG), pemeriksaan laboratorium termasuk: darah lengkap (FBC), urine lengkap, fungsi liver (SGOT, SGPT), fungsi ginjal (Ureum, Creatinine, Asam urat), profil lipid: Total kolesterol, Trigliserida, HDL, LDL, Gula darah puasa, telekonsultasi dokter umum (2 kali), telekonsultasi psikolog (1 kali), pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata di RS (1 kali),” ungkap dr. Sarah Regina Christy, selaku PIC Program Golden Care.

    Diselingi dengan menjawab pertanyaan dari peserta acara, dr. Sarah juga menjelaskan program day care untuk perawatan mandiri pasien lansia di Siloam Hospitals Bekasi Timur. Adapun Paket Day Care Lansia senilai Rp 600.000 per hari, sudah termasuk: kamar rawat inap kelas VIP, makanan bergizi untuk 3x/hari, snack 3x/hari, dan pengawasan medis dari dokter umum dan perawat. Jika memerlukan layanan day care, pasien akan dilakukan assessment terlebih dahulu oleh dokter umum sehari sebelum masuk rumah sakit.

    Untuk informasi lebih lanjut, Sahabat Siloam dapat menghubungi Siloam Hospitals Bekasi Timur, dengan nomor hotline: 021-80611-900, pendaftaran rawat jalan: 0811-9276-658, emergency call & ambulance 24 hours: 1-500-911.[]

  • Kata Kemenkes Soal Manfaat Sering Minum Air Putih

    Jakarta – Sering minum air putih, ternyata banyak manfaatnya. Kementerian Kesehatan pada Kamis, (24/03/2022) melalui Twitter centang birunya menyampaikan, selain tubuh terhidrasi dengan baik, banyak minum air putih bisa menurunkan kalori serta menjaga kulitmu tetap shining, shimmering, splendid. Berikut manfaat mengkonsumsi air putih secara rutin yang bisa kamu dapatkan.

    1. Membantu menjaga cairan tubuh dan mencegah dehidrasi
    2. Memelihara fungsi ginjal dan memperlancar pencernaan
    3. Meningkatkan metabolisme tubuh
    4. Membantu menjaga berat badan
    5. Merawat kulit dari penuaan dini

    Untuk mendapatkan segudang manfaat yang telah disebutkan tadi, pastikan kebutuhan cairan dalam tubuhmu terpenuh. Kemenkes menjelaskan, tubuh manusia mengandung air sekitar 2/3 atau sekitar 60-70% dari berat tubuh. Sehingga bila kurang minum air putih, bisa membuat tubuh dehidrasi yang berdampak buruk bagi kesehatan.

    Namun kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda. Pada orang dewasa konsumsi air putih sebanyak 8 gelas berukuran 230 ml perhari atau total 2 liter. Selain minuman, makanan juga dapat memberikan kita asupan cairan sebesar 20%.

    Berikut beberapa cara yg bisa kamu lakukan supaya bisa memenuhi kebutuhan air harian.

    1. Cobalah untuk membiasakan minum air putih setiap waktu makan atau saat mengonsumsi camilan
    2. Sediakan gelas/botol berisi air minum di meja/tas yang kamu bawa saat aktivitas setiap hari
    3. Kamu bisa menambahkan rasa pada air putih agar terasa lebih enak. Salah satunya dengan menambahkan irisan buah-buahan seperti pada minuman infused water. []

  • Cara Klaim Kacamata Gratis dari BPJS Kesehatan

    peloporberita.com/ – Peserta BPJS Kesehatan, bisa mendapatkan kacamata secara gratis. Namun, untuk menikmati layanan ini ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. Meski demikian, kacamata BPJS menggunakan skema subsidi, sehingga dana yang akan diterima untuk membeli kacamata disesuaikan dengan subsidi yang tersedia.

    Selain itu, peserta BPJS juga hanya bisa mendapatkan layanan pembelian kacamata setiap dua tahun sekali. Jika Anda ingin mendapatkan kacamata dari BPJS, berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan:

    Pertama, datangi fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I seperti Puskesmas, Klinik, atau dokter sesuai dengan yang tertera pada kartu BPJS Kesehatan Anda. Di sana mintalah rujukan ke poli mata.

    Kedua, kunjungi dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan mata sekaligus mendapatkan resep untuk membeli kacamata. Pastikan untuk mendatangi dokter maupun poliklinik yang sudah ditunjuk oleh BPJS agar proses pembelian kacamata dapat berjalan lancar.

    Ketiga, Legalisir resep dengan cara mendatangi loket BPJS kesehatan terdekat, lalu meminta legalisir dari petugas yang tengah bekerja di sana. Selanjutnya keempat, datangi optik yang bekerjasama dengan BPJS untuk melakukan pembelian kacamata yang sesuai dengan kebutuhan dengan menyertakan fotokopi KTP dan kartu BPJS Kesehatan.

    BPJS Kesehatan Jadi Syarat Urus SIM, STNK, SKCK, Umrah, Haji dan Jual Beli Tanah
    Kartu BPJS Kesehatan. (Foto:Pelopor.id/Tantri Lestari)

    Meski begitu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar tidak mendapatkan kesulitan ketika melakukan klaim kacamata. Petama, sesuaikan harga kacamata dengan plafon klaim. Sebab besaran subsidi tergantung dari kelas kepesertaan yang Anda ambil. Untuk peserta BPJS Kesehatan kelas 3 subsidi untuk membeli kacamata sebesar Rp 150.000, kelas 2 Rp200.000, dan kelas 1 Rp300.000.

    Ukuran lensa juga harus diperhatikan. Sebab BPJS Kesehatan hanya akan memberikan subsidi dana untuk ukuran lensa spheris dengan minimal ukuran 0,5 dioptri, dan lensa silindir minimal ukuran 0,25 dioptri. []

  • Cara Mencegah Gangguan Pendengaran Akibat Sering Pakai Headset

    peloporberita.com/ – Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia (PP PERHATI KL) Jenny Bashiruddin menyampaikan, Penggunaan headset yang berlebih akan mengakibatkan gangguan pendengaran. Oleh sebab itu, perlu batasan dalam menggunakan headset baik saat meeting online maupun dalam kegiatan lainnya.

    Apalagi bagi yang memiliki kebiasaan menggunakan headset dengan volume tinggi, akan berisiko mengalami gangguan pendengaran. Prevalensi global gangguan pendengaran tingkat sedang hingga berat, dikatahui akan meningkat 12,7% pada usia 60 tahun, dan menjadi lebih dari 58% pada usia 90 tahun.

    “Untuk penggunaan headset volumenya tentu tidak boleh besar-besar, setidaknya 60% dari volume yang ada,” tuturnya dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, yang dikutip Minggu, (6/3/2022).

    Jenny menjelaskan, setelah menggunakan headset selama 1 jam harus dihentikan dan istirahat selama 1 jam. Dengan demikian kesehatan pendengaran akan tetap terjaga.

    Pemeriksaan telinga secara rutin juga diperlukan. Tujuannya, untuk membersihkan kotoran telinga. Sebab, apabila kotoran telinga atau serumennya itu biasa saja, bisa dilakukan pemeriksaan 6 bulan sekali. Tetapi kalau serumennya cepat mengeras maka pemeriksaan dilakukan 3 sampai 4 bulan sekali.

    Jenny juga menerangkan, bahwa pada prinsipnya terdapat kelenjar sebasea dan kelenjar serumen pada telinga yang akan menghasilkan kotoran di sepertiga lubang. Sehingga, seharusnya kotoran tersebut bisa keluar sendiri dan kalaupun ingin dibersihkan, tidak boleh menggunakan cutton bud.

    Sebab, cutton bud akan merusak sehingga sebaiknya hanya bagian luar saja yang dibersihkan, di lap, dan tidak boleh sampai masuk ke dalam telinga, lantaran yang boleh membersihkan harus dokter atau petugas kesehatan.

    “Kita tidak merekomendasikan untuk dibersihkan sendiri, jadi caranya kalau memang kotorannya cepat banget harus enam bulan sekali dibersihkan,” tegas Jenny.

    Pemeriksaan untuk mengetahui tingkat pendengaran juga perlu dilakukan. Bagi pegawai dengan tempat kerja yang bising melebihi 85 desibel, maka pemeriksaan pendengaran dianjurkan 1 tahun sekali.

    “Tapi kalau dia bekerja tidak di tempat bising, tentunya pemeriksaan pendengarannya tidak usah 1 tahun sekali, bisa 2 atau 3 tahun sekali,” tandas Jenny.

    Dalam kesempatan yang sama Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementeriaan Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, kesehatan pendengaran merupakan hal penting untuk diwujudkan di seluruh siklus hidup manusia.

    Gangguan pendengaran, mampu diatasi apabila dapat diidentifikasi tepat waktu. Jadi deteksinya secara dini dan segera mendapatkan perawatan yang tepat.

    “Gangguan pendengaran dapat dicegah melalui tindakan preventif seperti menghindari suara bising dalam kegiatan sehari-hari. Orang dengan risiko gangguan pendengaran agar melakukan pemeriksaan secara berkala,” sebut Dirjen Maxi berdasarkan keterangan di laman Kemenkes.[]

  • Kemenkes: e-HAC Wajib Diisi Sebelum Keberangkatan

    peloporberita.com/ – Kementerian Kesehatan, menyampaikan bahwa pelaku perjalanan domestik diwajibkan mengisi electronic-Health Alert Card (e-HAC) sebelum keberangkatan. Hal ini untuk menghindari antrean panjang di bandara saat kedatangan.

    Sebelumnya, e-HAC diisi pelaku perjalanan domestik setelah mereka tiba di tempat tujuan. Namun, seiring dengan jumlah pengguna transportasi udara domestik meningkat, terjadi antrean panjang di bandara saat kedatangan untuk memeriksa e-HAC.

    Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji menegaskan, kini pelaku perjalanan domestik diminta untuk segera update aplikasi PeduliLindungi ke versi terbaru, dan memperhatikan aturan terkini pengisian e-HAC domestik sebagai syarat wajib perjalanan selama masa pandemi Covid-19.

    “Dalam aturan penerbangan domestik terkini, penumpang harus mengisi e-HAC di aplikasi PeduliLindungi sebelum melakukan check in di bandara keberangkatan, atau paling cepat sehari sebelum jadwal penerbangan,” tuturnya di Jakarta, Selasa (01/03/2022).

    e-HAC sendiri ialah Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik yang ditujukan pada semua pelaku perjalanan domestik dan internasional selama pandemi COVID-19. Melalui aplikasi PeduliLindungi versi terbaru, e-HAC punya fitur pengecekan kelayakan terbang bagi pengguna transportasi udara domestik dengan tampilan user-friendly.

    Pembaruan fitur tersebut, membuat proses pengecekan status kelayakan terbang oleh petugas bandara mengalami perubahan. Sebelumnya e-HAC diperiksa saat di bandara kedatangan, berdasarkan aturan terbaru pemeriksaan dilakukan saat check-in di bandara keberangkatan.

    “Aturan baru ini akan berlaku efektif per tanggal 3 Maret 2022 mendatang,” tegas Setiaji.

    Selain pengguna transportasi udara, Setiaji juga mengingatkan bahwa e-HAC wajib diisi bagi pelaku perjalanan transportasi darat dan laut.

    “Ke depan, fitur dan alur pengisian e-HAC di aplikasi PeduliLindungi akan terus dievaluasi dan dikembangkan, dengan data yang semakin terintegrasi dan disesuaikan dengan kebijakan protokol kesehatan yang berlaku,” tandasnya.

    Adapun cara Mengisi e-HAC Domestik Terbaru di Aplikasi PeduliLindungi adalah sebagai berikut

    1. Unduh aplikasi PeduliLindungi versi terbaru
    2. Buat akun baru atau log in bila telah memiliki akun PeduliLindungi
    3. Klik fitur “e-HAC” yang ada pada laman utama
    4. Pilih “Buat e-HAC”
    5. Pilih “Domestik” untuk pelaku perjalanan dalam negeri
    6. Pilih sarana perjalanan “Udara”
    7. Pilih tanggal dan isi nomor penerbangan
    8. Jika nomor penerbangan tidak ditemukan, isi data penerbangan secara manual dengan memilih nama maskapai, bandara keberangkatan dan tujuan
    9. Pastikan informasi sesuai, lalu klik “Lanjutkan”
    10. Isi “Data Personal”, dapat diisi maksimal 4 orang sekaligus
    11. Selanjutnya Anda dapat mengecek kelayakan terbang
    12. Bila e-HAC menampilkan informasi “hasil tes tidak ditemukan”, silahkan konsultasikan ke petugas kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara. Jika menampilkan kasus konfirmasi (status hitam), pembuatan e-HAC dan perjalanan tidak dapat dilanjutkan
    13. Bila dinyatakan layak terbang, pilih simpan informasi yang telah Anda isi sebelumnya
    14. Lanjutkan dengan melengkapi pernyataan kesehatan dan riwayat perjalanan.
    15. Setelah itu, pilih “konfirmasi” dan selesai. []

  • Vaksin Booster Boleh Diberikan Setelah Tiga Bulan Vaksinasi Dosis Kedua

    peloporberita.com/ – Penyuntikan dosis lanjutan atau booster bagi masyarakat umum dan lansia, kini dapat diberikan minimal tiga bulan setelah menerima vaksinasi dosis lengkap. Sebelumnya, vaksin booster baru boleh didapatkan setelah 6 bulan suntikan dosis kedua.

    Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan yang diteribitkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor SR.02.06/II/ 1180 /2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) bagi Masyarakat Umum.

    “Interval pemberian dosis lanjutan (booster) bagi lansia (usia di atas 60 tahun) dan masyarakat umum perlu disesuaikan menjadi minimal tiga bulan setelah mendapat vaksinasi primer lengkap,” sebut SE yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu pada Jumat, (25/02/2022) tersebut.

    SE ini diterbitkan sebagai tindak lanjut dari SE Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) yang dikeluarkan pada tanggal 12 Januari 2022 dan mempertimbangkan terus bertambahnya kasus Covid-19. Sedangkan tata cara pemberiannya, tempat pelaksanaan, alur pelaksanaan dan pencatatan vaksinasi Covid-19 tetap mengacu pada Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022.

    Kemenkes menjelaskan, pertimbangan dari aturan baru ini lantaran semakin melonjaknya infeksi kasus Covid-19. Selain itu, pemerintah telah menargetkan sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 208.265.720 orang. Sasaran vaksinasi Covid-19 mencakup tenaga kesehatan, lansia, petugas publik, kelompok rentan, masyarakat umum termasuk anak-anak dan remaja.

    Adapun total masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis pertama berdasarkan data Kemenkes per Sabtu (26/02/2022) mencapai 190.672.288 atau 91,55 persen. Sementara untuk vaksin dosis kedua mencapai 143.774.691 atau 69,03 persen. Sedangkan vaksinasi dosis ketiga atau bosoter sudah mencapai 9.809.490 atau sekitar 4,71 persen. []