Kategori: Profil
-
Kembali Menangkan Gugatan Partai Berkarya, Ini Profil Tommy Soeharto
peloporberita.com/ | Jakarta – Politikus Hutomo Mandala Putra, yang akrab disapa Tommy Soeharto, kembali dinyatakan menang melawan Menteri Hukum dan HAM terkait kepengurusan Partai Berkarya pada tingkat banding. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) menguatkan putusan sebelumnya, yaitu mencabut SK Kemenkumham soal kepengurusan Berkarya di bawah Ketua Umum Muchdi PR.
Konflik ini bermula dari acara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada Juli 2020, yang saat itu Tommy dinyatakan tidak lagi menjabat Ketua Umum Partai Berkarya. Akhirnya yang terpilih sebagai ketua umum baru adalah Muchdi PR, dan Badaruddin Andi sebagai Sekjen.
Mereka pun mendaftarkan kepengurusannya ke Kemenkumham untuk mendapatkan legalitas. Namun Tommy yang merasa tak terima dengan keputusan itu, kemudian mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta. Dan, hasilnya adalah gugatan kubu Tommy dikabulkan oleh pengadilan.
Baca juga: Profil Fahri Hamzah yang Menyebut Oposisi Penakut
Profil Tommy Soeharto
Tommy lahir di Jakarta, pada 15 Juli 1962, dengan nama lengkap Hutomo Mandala Putra. Ia adalah anak kelima dari enam bersaudara, dari pasangan Soeharto dan Siti Hartinah. Ayahnya adalah seorang perwira tinggi Angkatan Darat, yang kemudian menjadi Presiden RI ke-2 selama 32 tahun.
Berkat bantuan ayahnya, Tommy menjadi sosok pengusaha papan atas dalam usia muda. Ia mendirikan sejumlah sektor bisnis dengan bendera Grup Humpuss, bergerak di bidang transportasi, perdagangan, konstruksi, properti, keuangan dan otomotif.
Pada tahun 1996, atas dasar ingin membangunan mobil nasional (mobnas), Tommy yang juga penggemar balapan, mendapat fasilitas khusus dari ayahnya yaitu Inpres Nomor 2 Tahun 1996 yang membebaskan pajak pada perusahaannya. Saat itu, ia memproduksi mobnas Timor, lewat PT Timor Putra Nasional, salah satu anak usaha Humpuss.
Baca juga: Profil Pengacara Haris Azhar yang Disomasi Menkomarves Luhut Pandjaitan
Setelah reformasi 1998, kekuasaan Soeharto pun berakhir dan menjadikan fasilitas khusus bisnisnya ikut terhenti. Bahkan perusahaan mobnasnya pun tutup.
Tidak hanya bisnis, kehidupan pribadi Tommy juga menjadi runyam. Rumah tangganya dengan Ardhia Pramesti Regita Cahyani alias Tata berujung kandas. Setelah menikah sejak 1997, mereka pun akhirnya resmi bercerai pada September 2006.
Sebelumnya, pada 26 Juli 2001, Tommy dijebloskan ke penjara atas kasus pembunuhan berencana terhadap Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita. Ia juga pernah berperkara soal kepemilikan senjata api, amunisi ilegal dan kasus sengaja melarikan diri. Tommy kemudian divonis 15 tahun penjara sejak 2002-2017 dan menjalani hukuman di LP Nusakambangan.
Baca juga: Profil Farhat Abbas, Pengacara & Pendiri Partai Pandai
Namun keputusan Mahkamah Agung meringankan hukuman Tommy Soeharto menjadi 10 tahun dan ia juga mendapat berbagai remisi, sehingga ia bisa keluar lebih cepat pada tahun 2006 karena dibebaskan secara bersyarat, yang seharusnya bebas pada Oktober 2008.
Setelah bebas dari penjara, Tommy Soeharto mencoba membangun citranya kembali dengan bergabung ke Partai Golkar. Bahkan, pada 2009, ia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar, tapi gagal. Pada 2016, sempat muncul kabar bahwa Tommy akan kembali mengikuti pemilihan ketua umum Golkar, namun ternyata ia tidak ikut berpartisipasi.
Sebagai gantinya, ia malah bergabung dengan Partai Berkarya yang baru terbentuk dan Tommy pun didaulat menjadi Ketua Umum DPP Partai Berkarya periode 2016-2021. Partai Berkarya adalah hasil penggabungan dari Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik atau Nasrep. Partai ini didirikan pada 15 Juli 2016, bertepatan dengan ulang tahun Tommy dan diakui oleh pemerintah sebagai parpol yang sah pada 17 Oktober 2016. []
-
Sukses Jalani Diet, Ini Profil Desainer & Presenter Ivan Gunawan
peloporberita.com/ | Jakarta – Desainer sekaligus Presenter Ivan Gunawan atau akrab disapa Igun, berhasil menurunkan berat badannya hingga 21 kilogram hanya dalam waktu satu bulan. Igun mulai menjalani program diet setelah mengetahui kadar gula darahnya mencapai 300 mg/dl, sangat jauh dari kadar normal yaitu dibawah 200 mg/dl.
Meski diet, ternyata Igun masih makan nasi tiga kali sehari, namun ia mengganti beras putih dengan beras merah. Selain itu, selama menjalani program diet, Igun juga tidak mengonsumsi pasta, mie, minuman manis, makanan instan, dan juga tidak makan goreng-gorengan dengan tepung.
Baca juga: Profil Deddy Corbuzier yang Pamit dari Podcast & Social Media
“Tapi justru malah aku tetap makan tiga kali sehari, tetap makan sayur, boleh makan seafood, aku boleh makan apapun itu selama tidak ada goreng-gorengan dengan tepung,” kata Ivan Gunawan, seperti dikutip dari detikcom.
Igun juga rutin minum air putih, bahkan punya botol khusus untuk mengontrol berapa banyak air yang sudah ia konsumsi dalam sehari. Kemudian, setiap pagi, beberapa jam sebelum sarapan, ia selalu minum perasan lemon yang dicampur air hangat.
Baca juga: Profil Pedangdut ‘Hap’ Saipul Jamil Mantan Napi Pedofil
Profil Ivan Gunawan
Ivan Gunawan lahir di Jakarta, pada 32 Desember 1981. Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, dari pasangan Bambang Cahyo Gunawan dan Erna Gunawan. Semasa kecilnya, Igun sering berpindah ke berbagai negara karena mengikuti pekerjaan ayahnya sebagai diplomat.
Ivan menempuh pendidikan TK hingga kelas 2 SD di Singapura, kemudian kelas 3 SD sempat pindah ke Hongkong, hingga akhirnya kembali ke Indonesia. Bahkan, ia sempat mengalami stres dan tinggal kelas karena perbedaan budaya hingga sistem pendidikan.
Beranjak dewasa, Ivan Gunawan memulai kariernya sebagai perancang busana, mengikuti jejak pamannya yang merupakan desainer ternama, Adjie Notonegoro. Setelah sukses dan terkenal, Igun mulai merambah dunia hiburan dan menjadi presenter di sejumlah acara di televisi, seperti ‘Mendadak Dangdut’ bersama Ulfa Dwiyanti dan ‘Mamamia’ bersama Pongky Jikustik dan Emilia Contessa.
Baca juga: Profil Selebgram Ayu Thalia yang Diduga Memfitnah Nicholas Sean Purnama
Semakin melebarkan sayapnya, ia pun terjun ke dunia tarik suara dengan meluncurkan single ‘Ijah Jangan Gila Dong’ yang sempat booming di kalangan pecinta musik. Selain itu, Igun juga meluncurkan beberapa produk kosmetik dengan merek ‘Ivan Gunawan’.
Kalau bicara tentang kehidupan asmara, ada beberapa public figure yang dikabarkan pernah menjalin hubungan dengan Ivan Gunawan, seperti Rossa, Ayu Ting TIng, Cita Citata, Ammy Fara, dan artis asal Thailand, Faye Malisorn. []
-
Profil Pedangdut ‘Hap’ Saipul Jamil Mantan Napi Pedofil
peloporberita.com/ | Jakarta – Pedangdut Saipul Jamil, atau akrab disapa Bang Ipul, mendapat petisi berisi pemboikotan dirinya untuk tampil di layar kaca. Petisi yang diunggah melalui situs change.org oleh Lets Talk and Enjoy ini, diketahui ditujukan untuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pengunggah petisi berharap KPI dapat tegas memilah tayangannya, dan juga kepada stasiun televisi untuk bisa bijak dengan tidak memberi ruang terhadap mantan napi pedofil.
Seperti diketahui, Saipul Jamil resmi bebas dari penjara pada 2 September 2021. Kebebasannya disambut meriah oleh para penggemarnya, dan ia pun dijemput dengan mobil mewah serta diliput sejumlah stasiun televisi.
Baca juga: Profil Selebgram Ayu Thalia yang Diduga Memfitnah Nicholas Sean Purnama
Profil Saipul Jamil
Pria bernama asli Jamiluddin Purwanto ini lahir pada 31 Juli 1980. Sebelum bersolo karier, Ipul adalah mantan anggota grup musik dangdut G4UL. Ia juga pernah menjadi juri di sejumlah ajang pencarian bakat, salah satunya D Academy di Indosiar.
Kesuksesan Ipul diawali dengan melejitnya lagu dia bersama Ira Swara yang berjudul ‘Jujur’. Lagu itu meraih penghargaan dari SCTV Music Awards 2006 kategori Lagu Dangdut Ngetop, dan mereka berdua juga mendapat nominasi Penghargaan MTV Indonesia 2006 untuk kategori Best Dangdut.
Selain menggeluti dunia dangdut, Ipul juga pernah mencoba terjun ke dunia politik. Pada April 2008, ia sempat maju sebagai calon Wakil Wali Kota Serang, mendampingi Ruhyadi Kirtam Sanjaya, namun hasilnya gagal. Tak pantang menyerah, pada 2010 Ipul kembali maju di Pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan, sebagai wakil dari bakal calon Wali Kota Hasnaeni, dan lagi-lagi harus menerima kegagalan.
Baca juga: Profil Coki Pardede yang Pakai Narkoba Lewat Dubur
Mengenai kehidupan asmara, Saipul Jamil pernah menikah dengan sesama pedangdut, yaitu Dewi Persik pada 26 Juni 2005. Saipul Jamil kemudian menggugat cerai Dewi Persik ke Pengadilan Agama Jakarta Utara, pada Agustus 2006. Namun mereka rujuk pada sidang ketiga.
Setahun kemudian, muncul kabar bahwa mereka sudah pisah ranjang selama tiga bulan, hingga akhirnya, Ipul resmi menduda setelah Pengadilan Agama Jakarta Utara menjatuhkan ikrar talak kepada Dewi Persik, pada 14 Januari 2008.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 10 Maret 2011, Ipul menikah lagi dengan wanita keturunan Jawa-Belanda, Virginia Anggraeni. Namun pernikahannya ini berlangsung sangat singkat karena sang istri dijemput maut pada 3 September 2011, dalam kecelakaan tunggal di jalan tol Cipularang ketika Saipul bersama mendiang dan delapan kerabatnya berangkat dari Cimahi menuju Jakarta.
Baca juga: Profil Deddy Corbuzier yang Pamit dari Podcast & Social Media
18 Februari 2016 menjadi tanggal yang tak terlupakan bagi Saipul Jamil, karena hari itu ia dilaporkan ke polisi atas tuduhan percabulan anak di bawah umur. Hal itu didukung dengan beredarnya video berdurasi 2 menit 31 detik, yang menunjukkan Saipul mengakui perbuatan cabulnya di hadapan dua penyidik.
Dalam video itu, Saipul bercerita bahwa saat itu ia bermalam dengan korban berinisial DS yang terhitung masih bocah. Ketika subuh, ia membangunkan DS untuk sholat. Namun, setelah digoyang beberapa kali, DS tidak bangun. Ipul malah membuka celana DS dan langsung ‘hap’. Dari situlah, penyidik Polres Kelapa Gading, Jakarta Utara, menetapkan Saipul Jamil sebagai tersangka atas kasus pencabulan anak di bawah umur.
Pada 31 Juli 2017, ia divonis tiga tahun penjara dalam kasus pencabulan itu. Lalu Ipul terjerat kasus lain yaitu terbukti menyogok majelis hakim lewat pengacaranya, dan ia pun divonis tiga tahun penjara dalam kasus suap.
Tak hanya itu, Pengadilan Tinggi DKI kemudian menambah vonis kasus pencabulan Saipul Jamil menjadi lima tahun. Berdasarkan putusan hakim, Saipul Jamil seharusnya menjalani hukuman delapan tahun penjara, dan bebas pada 2024. Namun, dia menerima remisi karena dinilai berkelakuan baik selama dipenjara. []
-
Profil Selebgram Ayu Thalia yang Diduga Memfitnah Nicholas Sean Purnama
peloporberita.com/ | Jakarta – Setelah melaporkan Nicholas Sean Purnama atas dugaan penganiayaan, selebgram Ayu Thalia alias Thata Anma balik dilaporkan oleh Sean atas dugaan pencemaran nama baik pada Selasa malam, (31/08/2021). Putra sulung Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama itu membantah telah menganiaya Ayu Thalia.
Namun, Ayu tegas menyatakan tidak akan meminta maaf kepada Sean karena ia merasa apa yang diungkapkannya adalah benar, bukan cerita karangan. Ia juga membantah pernyataan kuasa hukum Sean yang menyebut dirinya lompat sendiri dari mobil. Selain itu, Ayu juga mengelak soal tudingan panjat sosial alias pansos hingga memalsukan laporan, apalagi laporannya soal dugaan penganiayaan sudah diterima oleh Polsek Penjaringan, Jakarta Utara.
Ayu menegaskan, laporan itu ia layangkan hanya untuk mendapatkan keadilan. “Di sini saya hanya mencari keadilan untuk perempuan, intinya dikerasin sama cowok. Mau anak siapa, ya nggak boleh gitu loh, kekerasan ya nggak boleh,” ucapnya kepada awak media di Jakarta Selatan, Rabu, (01/09/2021).
Baca juga: Profil Puput Nastiti Devi yang Baru Melahirkan Putri Kedua Ahok BTP
Siapa sebenarnya Ayu Thalia alias Thata Anma?
Perempuan kelahiran Jakarta, 9 Mei 1996 ini, dikenal sebagai selebgram yang sering mengunggah foto dirinya berpose dengan mobil sport. Berdasarkan keterangan di akun Instagramnya @thata_anma, ia bekerja di Prestige Motorcars, perusahaan importir mobil mewah.
Ia juga aktif berkarier di industri hiburan tanah air sebagai aktris dan penyanyi. Nama Ayu Thalia alias Thata Anma melejit, setelah debut bersama Trio Sailormoon dan mengeluarkan single ‘OMG’ pada tahun 2012.
Baca juga: Profil Vitalia Shesya yang Murka Disebut Cewek Simpanan
Sebagai aktris, Ayu telah membintangi setidaknya 6 judul sinetron, yang semuanya rilis pada 2013, beberapa di antaranya adalah Raden Kian Santang, Kami Bukan Malaikat, Si Cemong, dan Cinta Yang Sama. Selain sinetron, Ayu juga pernah bermain di sembilan FTV, antara lain Cinta Pertama yang Kedua, serta Ramadhan dan Cinta.
Ayu Thalia sempat menuai kontroversi pada 2016, ketika ia menjadi korban penyerangan seorang wanita berinisial NG di sebuah klub malam, yang menuding Ayu telah merebut kekasihnya yang berinisial JJ. Tuduhan sebagai pelakor pun langsung dibantahnya.
Saat itu, kejadian berlangsung sangat cepat, sehingga pengunjung lain tidak sempat memisahkan mereka. Akibatnya, Ayu Thalia mengalami luka serius, terutama di bagian telinga. Ia pun melaporkan kasus tersebut ke Polsek Taman Sari, Jakarta Barat, dan NG ditetapkan sebagai tersangka pemukulan. []
-
Profil Fahri Hamzah yang Menyebut Oposisi Penakut
peloporberita.com/ | Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah terus menyerang oposisi di parlemen. Mengutip dari situs pribadinya, fahrihamzah.com, pada Jumat (03/09/2021), Fahri menuliskan ‘Oposisi Sekongkol, Rakyat yang Tawuran’. Isi tulisan itu mengkritik oposisi yang terlihat sangat lemah di parlemen sehingga membuat rakyat masih saja mengurusi politik, meski pemilu sudah selesai.
Menurut Fahri, politik harusnya normal kembali setelah masa kampanye sehingga ia meminta oposisi lebih galak dengan segala fasilitas yang sudah diberikan. Fahri bahkan bertanya-tanya di mana kerja oposisi saat ini. Sebelum tulisan di situsnya ini, ia juga pernah membuat tulisan seri dengan hashtag, OposisiPlangaPlongo dan OposisiPenakut.
Baca juga: Profil Anies Baswedan yang Sindir ‘Tetangga’ Soal Vaksinasi
Profil Fahri Hamzah
Fahri Hamzah lahir di Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 10 Oktober 1971. Pendidikan level SD sampai SMA ditempuhnya di Sumbawa, yang kemudian dilanjutkan level pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Pada 1997, Fahri kembali melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan juga mengambil program Magister Ilmu Kebijakan Publik di Universitas Indonesia.
Nama Fahri Hamzah mulai dikenal publik saat reformasi bergulir. Aksinya menjadi sorotan media nasional dengan gayanya yang lantang dalam mengkritik. Ia aktif di berbagai kegiatan aksi untuk menurunkan rezim Orde Baru, masa Presiden Soeharto. Selain itu, Fahri Hamzah juga sempat mendeklarasikan organisasi mahasiswa Islam, dan sekaligus menjadi ketua umum pertama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Fahri Hamzah mengawali karier politiknya sebagai Staf Ahli MPR RI pada tahun 1999. Kemudian ia menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009. Kariernya pun semakin naik hingga menjadi Wakil Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2010-2015. Dan akhirnya Fahri menjabat Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 mewakili PKS.
Namun, Fahri Hamzah telah berpindah partai. Ia bersama sejumlah kader dari PKS, termasuk Anis Matta, membentuk partai baru dan Fahri menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gelora. []
-
Profil Coki Pardede yang Pakai Narkoba Lewat Dubur
peloporberita.com/ | Jakarta – Komika Coki Pardede ditangkap polisi di rumahnya di kawasan Cisauk, Tangerang, karena penyalahgunaan narkoba, pada Rabu siang (01/09/2021). Dalam penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu.
Saat ditangkap polisi, Coki masih dalam pengaruh narkoba. Kemudian Coki menjalani tes urine dan hasilnya positif. Polisi menyebut Coki Pardede menggunakan sabu dengan metoda yang tidak lazim, yaitu dengan cara disuntik ke dubur. Sebelumnya, ia melarutkan sabu-sabu dengan air yang sudah mendidih.
Baca juga: Nekat Tanam Ganja di Kamar Mandi, Seorang Pria Dibekuk Polisi
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima kepada wartawan, hari ini (03/09/2021). “Setahu kami sabu itu dibakar dan dihisap. Ini teknik baru kata saudara RP (Coki Pardede), ini lebih cepat prosesnya daripada dihisap. Memang dengan jarum suntik menggunakan bantuan air panas direbus, dimendidihkan kemudian disedot masuk ke alat suntikan lalu disuntikan ke tubuhnya,” kata Deonijiu.
Deonijiu memaparkan, Coki melepas jarum suntiknya lebih dulu sebelum dimasukkan ke bagian duburnya. Coki mengklaim teknik semacam itu dilakukan agar sabu lebih cepat bereaksi. Ia mengaku sudah 8 bulan memakai sabu. Ia juga mengatakan pernah berusaha untuk berhenti, tapi gagal.
Baca juga: BNN Bina Pendamping untuk Kawasan Rawan Narkoba Kampung Boncos
Profil Singkat Coki Pardede
Coki Pardede lahir dengan nama asli Reza Pardede, pada 21 Januari 1988. Ia mengawali kiprahnya di dunia hiburan dengan mengikuti kontes pencarian bakat Stand Up Comedy Indonesia season 4 Kompas TV dan Stand Up Comedy 2 di Indosiar.
Dia adalah lulusan Sastra Inggris di Universitas Gunadarma. Selain sebagai komika, Coki Pardede juga menjalani profesi sebagai pembawa acara, penyiar radio dan Youtuber.
Namanya melambung berkat kontennya bersama Tretan Muslim, di bawah naungan Majelis Lucu Indonesia. Coki Pardede juga sempat menjadi aktor dalam beberapa judul film, seperti Single, Get Up Stand Up, The Guys dan Single Part 2. []
-
Profil Pengacara Haris Azhar yang Disomasi Menkomarves Luhut Pandjaitan
peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan melayangkan somasi terhadap pengacara Haris Azhar, akibat tuduhan bermain dalam bisnis tambang di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. Juru Bicara Menkomarves Jodi Mahardi menjelaskan, somasi itu dilayangkan karena pernyataan Haris di akun YouTube-nya yang dianggap mencemarkan nama baik Luhut Pandjaitan.
Pihak Luhut meminta Haris menjelaskan motif dan tujuan pengunggahan video tersebut, dan juga meminta Haris melakukan permohonan maaf atas pernyataan itu. Sebelumnya, Haris Azhar mengunggah konten video berjudul “Ada Lord Luhut Di balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!” pada kanal Youtube miliknya. Ia juga menghadirkan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti, dalam video itu.
Fatia menyebut PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group bermain dalam bisnis tambang di Papua. Seperti diketahui, Luhut Pandjaitan adalah salah satu pemegang saham di Toba Sejahtera Group.
Baca juga: Profil Luhut Binsar Pandjaitan yang Diserbu Komplain Negara Asing
Profil Haris Azhar
Haris Azhar lahir di Jakarta, pada 10 Juli 1975. Ia mengawali karirnya di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) pada 1999. Sejak itu, ia menjajal berbagai posisi hingga akhirnya menjadi Koordinator KontraS pada 2015.
Sebagai Koordinator KontraS, Haris sempat membuat para petinggi Polri dan TNI marah. Saat itu, ia menyebut ada keterlibatan aparat kepolisian dan TNI pada peredaran narkoba yang dilakukan oleh terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. Jelang eksekusi mati Freddy Budiman pada 29 Juli 2016, Haris mengunggah tulisan di akun resmi Facebook dan Twitter KontraS.
Baca juga: Profil Farhat Abbas, Pengacara & Pendiri Partai Pandai
Tulisan yang berjudul “Cerita Busuk dari Seorang Bandit” itu pun mengejutkan aparat kepolisian dan TNI yang berujung Haris dilaporkan atas pencemaran nama baik, pada 2 Agustus 2016. Tak lama setelah kasus itu, ia mengakhiri masa kerjanya di KontraS pada penghujung 2016.
Setelah lepas dari KontraS, Haris Azhar mendirikan Lokataru bersama rekan-rekannya dan ia menjadi direktur eksekutif. Lokataru berasal dari kata Sansekerta yang berarti pohon ide yang universal, sebuah analogi dari cita-cita pendirian organisasi ini, untuk memperkuat advokasi Hukum dan HAM di Indonesia.
Haris Azhar juga merupakan CEO dari hakasasi.id, platform riset berbasis cloud yang dipenuhi data dan informasi terkait hak asasi manusia (HAM), termasuk di Indonesia. Hakasasi.id adalah sebuah kreasi baru untuk menyadarkan bahwa HAM bukan sesuatu yang politis dan rumit, melainkan masalah harian yang mudah dipahami. []
-
Profil Anies Baswedan yang Sindir ‘Tetangga’ Soal Vaksinasi
peloporberita.com/ | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diketahui memamerkan vaksinasi COVID-19 di Jakarta sudah mencapai 105 persen dari target. Anies juga sempat menyindir daerah yang pencapaian vaksinnya masih rendah.
Menanggapi hal itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengingatkan Anies supaya tidak lupa dengan tiga juta warga DKI yang belum divaksinasi. Padahal, stok vaksin disebut masih tersedia. “Jangan lupa masih ada 3 juta warga Jakarta yang belum divaksin. Padahal stok vaksin tersedia. Pak Anies masih punya banyak PR (pekerjaan rumah), jangan buru-buru merasa tugas sudah selesai,” kata Ketua DPW PSI Michael Victor Sianipar kepada wartawan, Minggu (29/08/2021).
Baca juga: Agustus, Jokowi Targetkan Vaksinasi 2 Juta Dosis
Menurutnya, daerah lain yang sempat disindir bisa mencapai capaian vaksin setinggi DKI, jika memiliki akses yang sama. “Saya rasa kepala daerah sekitar atau yang mana pun yang dimaksud Pak Anies juga mampu menuntaskan vaksinasi kalau saja punya akses dosis vaksin seperti Ibu Kota,” kata Michael.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria enggan menyebutkan daerah mana yang disindir Anies, namun ia menyatakan, Pemprov DKI siap menerima penyuntikan vaksinasi bagi warga yang berasal dari wilayah mana pun. “Saya tidak ingin menyebut ada beberapa daerah yang masih jauh dari target. Untuk itu, kami ikut membantu, jadi siapa saja yang datang ke Jakarta kami layani juga untuk membantu daerah-daerah yang belum mencapai target,” kata Riza kepada wartawan di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat, Minggu (29/08/2021).
Baca juga: BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Sputnik-V
Profil Anies Baswedan
Pria bernama lengkap Anies Rasyid Baswedan ini, lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 7 Mei 1969, dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah. Selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Yogyakarta, Anies juga aktif berorganisasi hingga terpilih menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada tahun 1985.
Kemudian pada 1987, Anies terpilih mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama setahun di Milwaukee, Amerika, yang membuatnya harus menempuh masa SMA selama empat tahun. Sekembalinya ke Yogyakarta, Anies menggeluti bidang jurnalistik dengan bergabung dalam program Tanah Merdeka di TVRI cabang Yogyakarta dan mendapat peran sebagai pewawancara tetap tokoh-tokoh nasional.
Baca juga: Profil Luhut Binsar Pandjaitan yang Diserbu Komplain Negara Asing
Anies kemudian diterima di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sembari berkuliah, ia tetap aktif berorganisasi. Di fakultasnya, Anies menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa dan ikut berpartisipasi dalam pendirian kembali Senat Mahasiswa UGM, setelah pembekuan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Setelah lulus kuliah, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM, sebelum mendapat beasiswa Fulbright dari AMINEF untuk melanjutkan kuliah masternya di bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonom. Setelah lulus S2 dari Maryland, ia kembali mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya dalam bidang ilmu politik pada tahun 1999.
Baca juga: Profil Puput Nastiti Devi yang Baru Melahirkan Putri Kedua Ahok BTP
Anies menikahi Fery Farhati Ganis pada tahun 1996 dan dikaruniai empat anak. Cucu pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan ini juga menjadi rektor termuda yang pernah dilantik sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi rektor Universitas Paramadina di usia 38 tahun.
Kecintaannya pada pendidikan membuat Anies menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar, yaitu mengirim anak-anak muda sebagai Pengajar Muda untuk mengajar di Sekolah Dasar di daerah terpencil.
Baca juga: Profil Ali Mochtar Ngabalin yang Angkat Bicara Soal Sengkarut TWK
Menjelang Pilpres 2014, ia ikut mencalonkan diri sebagai capres lewat konvensi Partai Demokrat. Hingga akhirnya, Anies ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Pemerintahan Jokowi periode pertama, sejak 27 Oktober 2014. Namun ia terkena perombakan Kabinet Jilid II pada 27 Juli 2016 dan digantikan oleh Muhadjir Effendy.
Kemudian nama Anies Baswedan kembali mewarnai dunia politik Indonesia, ketika ia mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017 berpasangan dengan Sandiaga Uno. Saat itu, Anies-Sandi harus bersaing melawan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Setelah dua putaran, Anies-Sandi berhasil memenangkan Pilkada DKI 2017, dengan meraih 57,96 persen suara. Dengan demikian, Anies Baswedan resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah dilantik oleh Presiden Jokowi pada 16 Oktober 2017. []
-
Profil Luhut Binsar Pandjaitan yang Diserbu Komplain Negara Asing
peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan baru saja diserbu komplain dari negara-negara asing, karena banyak barang dari luar negeri tak lagi dipakai di Indonesia. Luhut pun menegaskan, Indonesia memang sedang fokus mengembangkan produk dalam negeri dan mau kurangi impor.
Apalagi, ini merupakan perintah dan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena Jokowi ingin produk dalam negeri berjaya di negeri sendiri dan bisa bersaing di kancah global.
Baca juga: Menko Luhut: Kembangkan Ekosistem Logistik Nasional Perlu Kerja Sama Semua Pihak
“Beberapa negara asing hari ini komplain dan bertanya mengapa Indonesia terkesan menjauhi produk luar negeri di dalam e-katalognya hari ini? Saya tegaskan bahwa ke depan kami akan fokus untuk pengembangan produk dalam negeri,” tulis Luhut dalam unggahannya di akun Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Sabtu (28/08/2021).
Dalam unggahan itu, Luhut juga mengatakan salah satu fokus penggunaan produk dalam negeri adalah pada industri kesehatan. Bahkan, produk dalam negeri berupa alat suntik baru saja diekspor. UNICEF meminta 1,2 miliar unit alat suntik pabrikan Indonesia untuk digunakan di Ukraina. Sebanyak 200 kontainer akan diekspor hingga tahun depan oleh PT Oneject Indonesia.
Baca juga: Kemenko Marves Kawal Pembangunan Kampus UIII Depok
Profil Luhut Binsar Pandjaitan
Sebelum menjadi menkomarves, Luhut Binsar Pandjaitan pernah menjadi Menko Kemaritiman, Menko Politik, Hukum dan Keamanan, dan juga Menteri Perdagangan. Ia dijuluki menteri segala bidang karena pernah menduduki jabatan di berbagai bidang berlainan, meskipun berangkat dari militer.
Luhut lahir di Simanggala, Tapanuli, Sumatera Utara, pada 28 September 1947. Ia mendapat promosi pangkat jenderal berbintang tiga saat dipercaya sebagai Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat di Bandung. Kemudian ia diangkat menjadi menteri dan dianugerahi pangkat jenderal berbintang empat purnawirawan.
Baca juga: Luhut Pandjaitan: Perketat Prokes di Kawasan Industri!
Suami dari Devi Simatupang ini juga pernah menjadi Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri di Bandung. Kemudian saat menjabat sebagai Komandan Korem di Madiun, Luhut Pandjaitan meraih prestasi sebagai Komandan Korem terbaik. Di masa mudanya, ia aktif sebagai atlet renang, karate, judo dan terjun payung, bahkan pernah menjadi atlet renang dari Provinsi Riau dan juga pernah meraih medali di PON di Bandung.
Sebelum menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era pemerintahan reformasi, Luhut Pandjaitan juga aktif sebagai seorang pengusaha. Ia mendirikan sekolah Politeknik DEL di Balige, Sumatera Utara. Pada awal mendirikan sekolah ini, Luhut mengundang para duta besar negara-negara sahabat, seperti Duta Besar Amerika, Australia dan Singapura untuk melihat Politeknik DEL. []