Tag: Vaksinasi Covid-19

  • Wakil Gubernur Andika Hazrumy: Banten Kembali Zona Oranye Covid-19

    peloporberita.com/ | Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengikuti rapat koordinasi perkembangan dan penanganan pandemi Covid-19 bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual dari kediamannya di Kota Serang, Minggu (20/6/2021). Dalam rakor yang diikuti delapan provinsi tersebut, Andika melaporkan semua Kabupaten/Kota di Provinsi Banten kembali masuk zona oranye penyebaran Covid-19.

    Selain Banten, tujuh provinsi yang juga ikut rapat tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat. Rapat tersebut juga dihadiri pihak Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Sekretariat Kabinet, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

    Baca juga: Pemprov Banten Minta Dukungan Pulihkan Ekonomi Dampak Pandemi

    Wagub Andika mengatakan, data Dinas Kesehatan Provinsi Banten menunjukkan peningkatan kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir. Jumlah kasus konfirmasi per 19 Juni 2021 mencapai 53.487, dengan angka kasus aktif mencapai 2.619 atau 4,89%. Sedangkan angka kesembuhan mencapai 49.494 atau 92,54% dan angka kematian 2,56%.

    Masih mengutip data Dinkes, Andika juga mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir ada kenaikan angka kasus konfirmasi dari sebelumnya. Hal itu antara lain akibat adanya varian baru dengan tingkat potensi penularan tinggi, dan juga abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan yang berdampak pada perkembangan pasca Idul Fitri.

    Dalam rapat tersebut, Wagub Andika juga melaporkan terkait pelaksanaan vaksin, bahwa sampai 19 Juni 2021 sebanyak 406.742 sasaran yang terdiri dari SDM kesehatan, petugas publik dan lansia sudah mendapatkan vaksin dosis kedua.

    Baca juga: Agnez Mo Buka Klinik Vaksin Covid-19 Gratis di Kawasan Ancol

    Dalam arahan pada rapat tersebut, Menko Perekonomian Airlangga mengatakan, kegiatan budaya atau hajatan berbasis perizinan yang ditentukan gubernur, bupati atau wali kota, harus diperketat lagi, dan kapasitasnya harus ditekan serendah mungkin atau 25%. []

  • Pemkot dan Satpol PP Yogyakarta Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

    peloporberita.com/ | Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggencarkan pengawasan protokol kesehatan di tempat umum dan wisata, seiring dengan makin meningkatnya kasus Covid-19.

    Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, “Kami lakukan pengawasan protokol kesehatan secara acak di tempat- tempat wisata dan tempat parkir wisata. Terutama kelengkapan membawa dokumen kesehatan negatif Covid-19.” Senin (21/6/2021). 

    Baca juga: Pemerintah Kota Yogyakarta Terus Gencarkan Vaksinasi Massal

    Agus menyebutkan, dari hasil pengawasan secara acak pada akhir pekan 19-20 Juni 2021 di sejumlah tempat parkir wisata penumpang bus, wisatawan sudah membawa dokumen kesehatan. Sehingga tidak ada bus yang diminta putar balik karena sudah memenuhi protokol kesehatan untuk melakukan perjalanan. Namun tetap saja ada sebagian wisatawan yang terpantau tidak memakai masker, dan pihak Satpol PP langsung mengedukasi untuk memakai masker. 

    Dia juga mengingatkan para wisatawan untuk menjalankan protokol kesehatan, terutama selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak fisik. Begitu juga dengan operasional usaha seperti restoran dan kafe, diimbau mengikuti ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Satpol PP Kota Yogyakarta mengingatkan para pelaku usaha untuk memenuhi ketentuan PPKM, terutama protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan. 

    Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi di Gereja Katolik

    Secara terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, untuk menekan kenaikan kasus Covid-19, maka dilakukan pengetatan posko RT/RW untuk membatasi aktivitas warga yang berpotensi membuat kerumunan. Ia menegaskan, untuk acara pernikahan dan kegiatan di Kota Yogyakarta sudah dibatasi. Untuk pernikahan hanya 100-150 sesuai kapasitas tempat, kegiatan pertemuan maksimal 50 atau sesuai kapasitas tempat dan direkomendasikan di luar ruangan. []

  • Aplikasi Pendaftaran Vaksinasi Pemkot Tangerang Ramai Pendaftar

    Pelopor | Jakarta – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah meluncurkan aplikasi Pendaftaran Vaksinasi Covid-19. Kepala Dinas Kominfo, Mulyani mengatakan, aplikasi tersebut diharapkan bisa mempercepat program Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang yang menargetkan 1,2 juta penduduk atau 70 % dari total populasi masyarakat Kota Akhlakul Karimah.

    “Dengan adanya aplikasi tersebut mudah-mudahan target Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang bisa terpenuhi, sehingga herd immunity bisa terbentuk,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis Senin (21/6/2021).

    “Dan mereka diwajibkan memiliki KTP Kota Tangerang, kecuali lansia usia 60 tahun keatas dapat menggunakan surat keterangan domisili.”

    Mulyani menjelaskan, aplikasi Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 mempermudah masyarakat yang selama ini masih belum mendapatkan akses layanan Vaksinasi Covid-19.

    “Pendaftarannya cukup mudah tinggal masuk link vaksinasi.tangerangkota.go.id, kemudian klik daftar dan isi formnya, kemudian tinggal tunggu notifikasi lewat whatsapp. Warga juga bisa mengecek NIK-nya sudah terdaftar atau belum lewat link tersebut, termasuk jadwal vaksinasinya,” jelasnya.

    Aplikasi Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 ini, menyasar masyarakat Kota Tangerang berusia 18 tahun atau di atasnya yang belum pernah menerima vaksinasi Covid-19 atau vaksinasi dosis ke-2 dan tidak terdaftar dalam sasaran/penerima manfaat Vaksin Gotong Royong.

    “Dan mereka diwajibkan memiliki KTP Kota Tangerang, kecuali lansia usia 60 tahun keatas dapat menggunakan surat keterangan domisili,” papar Mulyani.



    Lebih lanjut, Mulyani menerangkan bahwa setelah diluncurkan pada hari Minggu (20/6/2021), ada 8.521 warga Kota Tangerang yang sudah terdaftar menjadi calon penerima Vaksin Covid-19.

    “Angka ini kita harapkan terus naik, karena dari target 1,2 juta jiwa, baru 235.501 jiwa yang sudah tervaksin. Dengan rincian 234.239 orang sudah tervaksin Dosis 1 dan 150.138 sudah mendapatkan vaksin Dosis 2,” tegas Mulyani. []

  • Pemerintah Kota Yogyakarta Terus Gencarkan Vaksinasi Massal

    peloporberita.com/ | Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menggelar vaksinasi Covid-19 massal, dan kali ini menyasar warga Gondokusuman. Wakil Wali Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ikut meninjau gelaran vaksinasi tersebut.

    Heroe mengatakan bahwa Pemkot Yogyakarta akan terus berupaya menggencarkan program vaksinasi, karena hal tersebut juga bagian dari menjawab dinamika kenaikan kasus corona yang terjadi belakangan ini. Hingga sekarang sudah ada sekitar 140.000 warga yang menerima vaksin dosis pertama, dan 105.000 warga yang menyelesaikan dosis kedua.

    “Hanya, tidak seluruhnya warga yang divaksin tersebut merupakan penduduk Kota Yogyakarta. Kami masih melakukan klasifikasi penduduk beridentitas Kota Yogyakarta yang sudah maupun belum divaksin,” ujarnya di SMPN 1 Yogyakarta, Sabtu (19/6/2021).

    Terkait dosis vaksin, hingga akhir bulan ini ditargetkan 41.000 vaksin AstraZeneca disuntikkan ke masyarakat, yang mana sebanyak 20.000 vaksin di antaranya sudah berhasil disuntikkan. “Harapan kami mulai bulan Juli mendatang masyarakat umum sudah bisa divaksin. Sehingga pada Agustus semua warga Kota Yogya sudah menjalani vaksinasi,” kata Wakil Wali Kota.

    Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi di Gereja Katolik

    Sebelumnya Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, Pemkot Yogyakarta berencana membentuk sentra vaksin di berbagai lokasi, sebagai upaya mendukung percepatan vaksinasi yang menyasar masyarakat umum. Wali Kota menyebut sentra vaksin salah satunya akan didirikan di kompleks Balaikota Yogya.

    Dengan adanya sentra vaksin, ditargetkan pada bulan Agustus 2021 seluruh warga Kota Yogya berhasil divaksin, sehingga kekebalan kelompok akan terwujud dan laju pertambahan kasus Covid-19 bisa semakin ditekan. []

     

  • Agnez Mo Buka Klinik Vaksin Covid-19 Gratis di Kawasan Ancol

    peloporberita.com/ | Jakarta – Penyanyi Agnez Mo bersama bapak baptisnya membuka klinik vaksinasi Covid-19 gratis di kawasan Ancol, Jakarta Utara, untuk masyarakat umum dan juga para AGNATION (sebutan untuk fans Agnez Mo).

    Selain tempat penyuntikan vaksin, klinik tersebut juga menyediakan layanan seperti ambulans, ruang gawat darurat, sampai laboratorium. Bahkan juga menyediakan sedikit makanan bagi masyarakat yang datang vaksin.

    Klinik vaksin Covid-19 gratis Agnez Mo. (Foto: Pelopor/Instagram @agnezmo)

    Melalui unggahan di akun Instagramnya, Agnez memperlihatkan seperti apa klinik yang sebenarnya sudah berjalan beberapa waktu. Dalam unggahan itu, Agnez juga mengingatkan para AGNATION yang ingin mendapatkan vaksin, untuk segera mendaftarkan diri ke email: officialagnation@gmail.com.

    Klinik bernama AG PEDULI itu bekerja sama dengan Puskesmas Pademangan, yang didukung 60 tenaga kesehatan dan relawan non-tenaga kesehatan.



    Berdasarkan laman resmi Kementerian Kesehatan, vaksinasi massal dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi, seperti organisasi keagamaan ataupun organisasi kemasyarakatan, yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan. 

    Program vaksinasi sendiri punya dua alur pendaftaran, yaitu melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, atau melalui mekanisme vaksinasi massal. []

  • Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi di Gereja Katolik

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintahan Kota (Pemkot) Yogyakarta terus melakukan tindakan preventif untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

    Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, salah satu cara sosialisasi protokol kesehatan (prokes) tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat yang sudah disediakan dan berputar di arah kota, untuk mengingatkan warga mengimplementasikan prokes.

    Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga terus menggencarkan vaksinasi, dan kali ini yang menjadi sasaran adalah pengurus pastoral Gereja Katolik yang ada di Kota Yogyakarta, dengan total 1215 peserta.

    “Melalui sentra tersebut nanti warga bisa langsung datang, didaftarkan di situ juga dan langsung divaksin saat itu juga sepanjang sesuai persyaratan.”

    “Pemkot melalui Satgas penanganan Covid-19 tidak henti-hentinya mempromosikan vaksin sehingga masyarakat siap untuk divaksin, khususnya bagi mereka yang masuk di usia pra-lansia dan lansia,” kata Haryadi saat meninjau vaksinasi di Gembira Loka Zoo (GL Zoo), Jumat, (18/6/2021).

    Ia mengapresiasi GL Zoo karena telah menyediakan tempat, dan berpesan agar metode kerja sama vaksinasi antar instansi atau institusi, baik pemerintah maupun BUMN atau swasta seperti GL Zoo, juga dapat diterapkan di tempat lain.

    “Ini adalah contoh kerja sama yang baik. Jadi kalau ada yang berinisiatif seperti ini, mau menyediakan tempat, silahkan bilang ke Pemkot Yogyakarta. Kita siap datang bawa vaksin dan petugas, syukur-syukur kalau vaksinatornya juga disediakan,” katanya.

    Hingga saat ini, sudah ada 32 fasilitas layanan kesehatan di Kota Yogyakarta yang melayani vaksinasi Covid-19, seperti puskesmas, rumah sakit dan klinik.

    Wali Kota menegaskan, Pemkot Yogyakarta akan terus menambah fasilitas layanan kesehatan untuk melayani vaksinasi Covid-19.



    Pemkot Yogya juga berencana membentuk sentra vaksin di berbagai lokasi, untuk mendukung percepatan vaksinasi yang menyasar masyarakat umum, salah satunya akan didirikan di kompleks Balaikota Yogya. 

    “Beberapa lokasi juga kita siapkan seperti di Lippo Mal serta lokasi lain. Kalau nanti segala sesuatunya sudah siap akan langsung kita sosialisasikan,” katanya.

    Keberadaan sentra vaksin adalah untuk memudahkan dan mempercepat teknis vaksinasi bagi masyarakat, sehingga warga tidak perlu bingung dalam menghadapi pendataan pra vaksin.

    “Melalui sentra tersebut nanti warga bisa langsung datang, didaftarkan di situ juga dan langsung divaksin saat itu juga sepanjang sesuai persyaratan. Itu upaya kita agar ada percepatan,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. []

  • Pemda Kota Cirebon Vaksinasi Pelaku Usaha di Pusat Perbelanjaan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terus menggencarkan Vaksinasi Covid-19. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemda Cirebon melakukan vaksinasi di Grage City Mall (GCM) dengan sasaran pekerja publik berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM).

    Kasie Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Cirebon Bastijan menjelaskan, sasaran vaksin kali ini adalah pekerja di mal, supermarket, dan toko modern yang ada di Kota Cirebon.

    “Kami memiliki sasaran sejumlah 500 jiwa,” tutur Bastijan berdasarkan keterangan resmi dari laman Pemkot Cirebon pada Kamis, 17 Juni 2021.

    “Dari data DPKUKM itu ada sejumlah 5000 jiwa, hanya, karena ketersediaan vaksin yang ada, maka kami berusaha memberikan proporsi sebesar 10 persen.”

    Bastijan menjelaskan, total sasaran tersebut dibagi menjadi dua jadwal yakni sebanyak 250 jiwa pada Kamis, 17 Juni 2021 di GCM dan Jumat, 18 Juni 2021 vaksinasi dilakukan di Cirebon Super Blok CSB dengan jumlah yang sama, sehingga totalnya 500 jiwa.

    “Hari ini di GCM untuk mereka yang bekerja di mal atau supermarket sekitar GCM ini, antara lain Lotte Mart, Superindo, Indomaret, Alfamart, Living Plaza dan Surya Toserba,” tegasnya.

    Bastijan juga mengungkapkan, jika merujuk pada data yang diterima pihaknya dari DPKUKM, total sasaran adalah 5000 jiwa, namun dengan terbatasnya jumlah vaksin, baru 10 persen yang bisa dilakukan vaksinasi.

    “Dari data DPKUKM itu ada sejumlah 5000 jiwa, hanya, karena ketersediaan vaksin yang ada, maka kami berusaha memberikan proporsi sebesar 10 persen, mudah-mudahan ke depan dapat dilakukan kembali dan semua tervaksin,” tandasnya.

    Adapun tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan vaksinasi tersebut sebanyak 15 petugas dari Puskesmas Pegambiran.

    Dalam kesempatan yang sama, Plt. General Manager Grage Mall dan Grage City mall, Ratu Sukmayani menyampaikan terimakasih kepada Dinkes dan DPKUKM atas kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk pekerja mal dan supermarket.



    “Lokasi untuk kegiatan vaksin ini di Hall A GCM, sasarannya pelaku usaha pusat perbelanjaan,” sebutnya.

    Pelaku usaha pusat perbelanjaan yang hari ini divaksin, kata Ratu Sukmayani, merupakan pelaku usaha yang berada di sekitar GCM.

    “Harapan kami dengan divaksinnya teman-teman ini, pelaku usaha sering berinteraksi dengan pelanggan, semoga dengan divaksin dapat meminimalisir penyebaran virus corona. Semoga semua dapat menjalani vaksinasi, sehingga imunitas meningkat,” tegasnya.[]

  • Presiden Jokowi Hadiri Vaksinasi Massal Sektor Jasa Keuangan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo pada Rabu, 16 Juni 2021, menyaksikan pemberian vaksinasi Covid-19 bagi pegawai di industri jasa keuangan di kawasan Tenis Indoor Senayan, Jakarta.

    Kali ini, Kepala Negara didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi.

    Target kita nanti di awal Juli sudah bisa mencapai satu juga vaksin per hari dari sebelumnya 500 ribu.

    Vaksinasi untuk sektor jasa keuangan, disediakan untuk 100.000 pekerja dan pada tahap awal akan diberikan kepada 10.000 pelaku sektor tersebut yang berada di Jakarta. Kemudian 1.000 lagi di sepuluh kota Kantor Regional dan Kantor OJK di daerah Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Banjarmasin, Makasar, Yogyakarta dan Jambi.

    Dalam Kesempatan ini, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa vaksinasi untuk sektor keuangan dilakukan untuk mempercepat vaksinasi sehingga membentuk kekebalan komunal di masyarakat.

    Jokowi
    Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Sektor Jasa Keuangan. (Foto: Pelopor/Kemenko Perekonomian)

    “Target kita nanti di awal Juli sudah bisa mencapai satu juga vaksin per hari dari sebelumnya 500 ribu. Dengan percepatan ini kita harapkan bisa mengurangi penyebaran Covid 19,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi peloporberita.com/.

    Jokowi berharap, percepatan vaksinasi di sektor jasa keuangan bisa dilakukan di semua daerah sehingga bisa mencapai herd imunity di bulan Agustus ini.



    Dalam kesempatan yang sama, Wimboh Santoso menjelaskan, selain di Jakarta vaksinasi massal untuk sektor jasa keuangan ini akan disiapkan sebanyak 90 ribu untuk daerah di luar Jakarta termasuk untuk para konsumen sektor keuangan. Jumlah ini, juga akan ditambah dengan vaksinasi yang dilakukan oleh banyak perusahaan di industri jasa keuangan secara mandiri.

    “Bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, kita akan bantu mempercepat vaksinasi Covid 19 dengan melibatkan sektor jasa keuangan di seluruh Indonesia. Dengan vaksinasi ini kita harapkan bisnis industri jasa keuangan menjadi lebih kuat dan bisa semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

    “OJK terus mendorong partisipasi industri jasa keuangan dalam mempercepat vaksinasi covid ini dan diharapkan bisa menjadi sentra atau hub vaksinasi yang tersebar di seluruh Indonesia,” sambungnya. []

  • Kini Vaksin Gotong Royong Boleh Sama dengan Vaksin Pemerintah

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbarui aturan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 untuk meningkatkan cakupan program vaksinasi nasional.

    Pembaharuan ini, tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 18 Tahun 2021 yang disahkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) pada tanggal 28 Mei 2021, menggantikan Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 dengan sejumlah perubahan menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini.

    Dalam PMK baru ini, Kemenkes mengizinkan penggunaan jenis vaksin Covid-19 yang sama antara program vaksinasi pemerintah dengan vaksinasi Gotong Royong dengan ketentuan bahwa jenis vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Program yang diperoleh dari hibah, sumbangan, ataupun pemberian baik dari masyarakat maupun negara lain.

    Namun, vaksin Covid-19 tersebut juga tidak boleh diperjualbelikan dan harus diberikan tanda khusus yang bisa dikenali secara kasat mata seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI.

    PMK yang baru ini, juga mengatur mengenai penanganan Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi Covid-19 yang membutuhkan pengobatan dan perawatan di faskes sesuai dengan indikasi medis dan protokol pengobatan.

    Adapun aspek pembiayaan, bagi peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maka akan ditanggung melalui mekanisme JKN dan dapat dilakukan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

    Untuk peserta nonaktif dan bukan peserta JKN, akan didanai melalui mekanisme pendanaan lain yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Sedangkan pelayanan kesehatan yang akan diberikan setara dengan kelas III Program Jaminan Kesehatan Nasional atau di atas kelas III atas keinginan sendiri dengan selisih biaya ditanggung oleh yang bersangkutan.

    Pembaruan ketentuan ini, merupakan upaya Kemenkes sebagai penyelenggara program vaksinasi nasional untuk mempercepat kegiatan vaksinasi dalam rangka mencapai kekebalan kelompok dengan terus memerhatikan kebutuhan vaksinasi COVID-19 di Indonesia. []

  • Polda Banten Luncurkan Vaksinasi Langsung ke Rumah “Go-Vaksin”

    peloporberita.com/ | Serang – Polda Banten meluncurkan program Go-vaksin sebagai layanan vaksinasi langsung ke rumah-rumah (vaksin dijajapekeun ka bumi) bagi warga berusia di atas 50 tahun.

    “Selain itu, layanan jemput bola ini juga diperuntukkan bagi mereka yang berprofesi pendidik dan yang bekerja di pelayanan publik. Mereka boleh aktif meminta vaksinasi lewat nomor telepon gratis 110,” tutur Kapolda Banten, Irjen Pol. Rudy Heriyanto Adi Nugroho dalam sosialisasi melalui media mulai hari Minggu (13/6/21).

    Vaksinasi bertujuan untuk membangkitkan imun (kekebalan) tubuh, membentuk “herd imunity” (kekebalan kelompok), dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan vaksinasi “jemput bola” ke rumah-rumah, Kapolda Banten berharap target nasional vaksinasi bagi warga dapat tercapai lebih cepat dan kekebalan setiap warga terhadap Covid-19 lebih cepat meningkat.

    Mereka boleh aktif meminta vaksinasi lewat nomor telepon gratis 110.

    Namun, Kapolda mengingatkan kembali masyarakat, meski sudah dua kali vaksinasi tetap harus konsisten menerapkan protokol kesehatan.

    “Tetap harus gunakan masker, rajin cuci tangan, asupan makanan bergizi dan jaga jaga jarak perorangan agar tidak menciptakan kerumunan manusia,” tegas Kapolda.

    Sementara Kabid Humas Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata mengatakan, masyarakat dapat meminta vaksinasi layanan ke rumah melalui telepon gratis nomor 110 yang bisa dimanfaatkan untuk Go Vaksin bagi warga usia di atas 50 tahun, pendidik, dan pekerja di bidang pelayanan publik.

    Dalam memberikan pelayanan vaksinasi tersebut, Polda bekerja sama dengan TNI tenaga kesehatan (nakes) Pemerintah Daerah setempat. Saat ini, Polda Banten sudah menerima sebanyak 129.798 dosis vaksin untuk warga penerima vaksinasi.

    Selain itu, Kabidhumas juga menambahkan, bhabinkamtibmas sebagai tracer terus dikerahkan bekerja sama dengan Babinsa dan Kepala Desa untuk melakukan penelufsuran (tracing) bagi warga yang belum diivaksinasi di daerah tugas masing-masing. []