peloporberita.com/ | Jakarta – Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh seperti pesawat, bus, dan kereta api wajib menunjukkan kartu vaksin selama penerapan PPKM Darurat di Jawa-Bali. Selain kartu vaksin, pelaku perjalanan juga wajib menunjukkan hasil tes Covid-19 seperti PCR dan Antigen.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa kartu vaksin Covid-19 kini menjadi syarat bagi pelaku perjalanan.
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto:Pelopor/tangkapan layar zoom)
“Saya ingin garisbawahi penggunaan kartu vaksin ini tujuannya adalah untuk kita mengindari orang lain tertular dari kita atau sebaliknya dan juga untuk menambah orang lain mendapat vaksin,” tuturnya dalam konferensi pers secara virtual Kamis (1/7/2021).
Menurut Menko Luhut, vaksinasi adalah salah satu upaya agar tidak terpapar Covid-19 selain pastinya penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Adapun berdasarkan panduan impelementasi PPKM Darurat di Jawa-Bali yang berlaku 3-20 Juli 2021, pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh.
“Saya ingin garisbawahi penggunaan kartu vaksin ini tujuannya adalah untuk kita mengindari orang lain tertular dari kita atau sebaliknya dan juga untuk menambah orang lain mendapat vaksin.”
Sementara itu, penumpang moda transportasi lainnya cukup menunjukkan hasil tes antigen sebagai bukti negatif Covid-19. Tes antigen dilakukan 1×24 jam sebelum keberangkatan.
Untuk perjalanan jarak dekat, pemerintah akan membatasi kapasitas penumpang. Transportasi umum jarak dekat boleh beroperasi dengan kapasitas penumpang hanya 70 persen.[]
peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah secara resmi meluncurkan program vaksinasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia 12-18 tahun. Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 Tahun 2021.
“Saya menyambut baik dimulainya program vaksinasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 12-18 tahun, yang dikategorikan sebagai kelompok sasaran yang lebih rentan terhadap pandemi Covid-19,” ujar Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Harganas ke-28 Tahun 2021, serta Peluncuran Vaksinasi bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak Usia 12-18 Tahun secara virtual Selasa, 29 Juni 2021.
“Keputusan ini sangat tepat mengingat mortalitas penderita Covid-19 usia 10-18 tahun cukup tinggi yaitu 30 persen.”
Wapres mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu terobosan (game changer) dalam upaya menghadapi pandemi yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan pemerintah. Program ini, diharapkan dapat mencapai target 1-2 juta vaksinasi per hari sesuai yang telah ditetapkan Presiden RI Joko Widodo.
Pada kesempatan tersebut, Wapres pun mengapresiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dengan dukungan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yang dalam waktu singkat dapat mengeluarkan rekomendasi pemakaian vaksin Sinovac untuk digunakan pada anak usia 12-18 tahun.
“Keputusan ini sangat tepat mengingat mortalitas penderita Covid-19 usia 10-18 tahun cukup tinggi yaitu 30 persen,” sebutnya.
Wapres Ma’ruf Amin. (Foto:pelopor/Setkab)
Wapres mengungkapkan, selain pemberian rekomendasi untuk anak, rekomendasi vaksinasi untuk ibu hamil juga telah diberikan oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).
“POGI telah memberikan rekomendasi pemberian vaksin kepada ibu hamil, terutama ibu hamil berisiko tinggi yaitu usia di atas 35 tahun, memiliki BMI [body mass index] di atas 40, dengan komorbid diabetes dan hipertensi, serta tenaga kesehatan yang sedang hamil. Walaupun masih menunggu rekomendasi dari Badan POM,” tegasnya
Untuk ibu hamil dengan risiko rendah, imbuh Wapres, setelah berkonsultasi dengan dokter masing-masing dan bersedia atas pilihannya sendiri, dapat dilakukan vaksinasi Covid-19.
Mengutip pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wapres menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 dapat diberikan kepada ibu hamil dengan pengawalan oleh dokter baik sebelum maupun sesudah menerima vaksin
Pada acara yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tersebut, Wapres juga mengungkapkan bahwa dalam upaya menekan laju penularan Covid-19, pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan terus menggencarkan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment).
“Kita masih perlu bekerja keras untuk meningkatkan kapasitas testing dan lacak ini agar mereka yang tertular Covid-19 dapat diidentifikasi dan segera diisolasi untuk mencegah penularan selanjutnya,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Wapres kembali mengingatkan semua pihak untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, serta untuk saling menguatkan antaranggota keluarga dan memastikan agar semua patuh terhadap protokol kesehatan.
“Tetaplah menjalankan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi pergerakan. Kita perlu membatasi pergerakan karena hanya dengan jalan itulah kita dapat memutus rantai penularan,” sebutnya. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Peserta vaksinasi Covid-19 di Banyuwangi menjebol pagar gerbang GOR Tawangalun. Bahkan akibat berdesakan, banyak peserta vaksinasi yang mengalami luka hingga pingsan. Kejadian ini, berlangsung saat vaksinasi Covid-19 massal yang digelar Polresta Banyuwangi dalam rangka Hari Bakti Bhayangkara ke 75, di Gor Tawangalun Banyuwangi.
Massa nekat merusak gerbang GOR lantaran terjepit saat dilakukan penyekatan. Massa yang berkumpul di depan gerbang sebelah Barat GOR Tawangalun mendesak untuk masuk. Mereka langsung mendorong aparat dengan pintu gerbang tersebut. Karena kalah jumlah dan kekuatan, pagar besi pun akhirnya jebol.
“Ya berdesakan ini tadi karena memang kita harapkan divaksin. Tapi berjubel banget ini tadi.”
Dalam kejadian tersebut, beberapa orang terinjak dan tergencet serta ada yang pingsan. Namun, kemudian mereka berhasil di pinggirkan oleh peserta lain. Selain itu, mereka juga menerobos gerbang penyekatan kedua untuk masuk ke lokasi vaksinasi.
"Ya berdesakan ini tadi karena memang kita harapkan divaksin. Tapi berjubel banget ini tadi," tutur Mita, salah satu peserta vaksin seperti dikutip peloporberita.com/ dari Instagram Warung Jurnalis, Minggu, 27 Juni 2021.
Antrean masyarakat mulai mengular sejak pagi hari sebelum acara vaksinasi digelar. Mereka berusaha untuk dilayani untuk mendapatkan nomer antrean dan register kedatangan. Bahkan, antrean tersebut membuat polisi bekerja keras memberikan pemahaman kepada masyarakat.[]
peloporberita.com/ | Jakarta – Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran mengatakan, pihaknya akan menggelar vaksinasi massal Covid-19 pada 8 lokasi di DKI Jakarta mulai Senin (28/6/2021) besok. kegiatan ini, sekaligus untuk menyambut Hari Bhayangkara yang diperingati 1 Juli mendatang.
“Bagi warga yang ingin melaksanakan dan belum vaksinasi silakan datang.”
“Hari Senin sebagai informasi tambahan, Polda Metro juga akan melakukan kegiatan bersama di delapan titik menyambut HUT Bhayangkara dan percepatan vaksinasi di delapan titik,” tutur Fadil saat meninjau vaksinasi massa Covid-19 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, hari ini, Minggu (27/6/2021).
“Bagi warga yang ingin melaksanakan dan belum vaksinasi silakan datang, akan dilayani tim dari Biddokkes Polda, Kodam Jaya, dan Dinas Kesehatan DKI, yang diorganisir oleh Polda Metro Jaya,” sambungnya.
peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan vaksinasi harian mencapai dua juta dosis pada bulan Agustus 2021. Target ini, diungkapkan Kepala Negara saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
“Hari ini bersyukur kita bisa melaksanakan vaksinasi massal di seluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Memang target hari ini adalah satu juta vaksin untuk rakyat yang kita harapkan nanti akan terus menuju di bulan Juli dan di bulan Agustus target kita nanti dua juta vaksin,” tuturnya, Sabtu, 26 Juni 2021.
“Saya titip kepada jajaran TNI dan Polri, Kodam, Polda, agar bersama-sama dengan pemerintah daerah ikut mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.”
Vaksinasi di GBK sendiri menyasar sedikitnya 8 ribu masyarakat umum. Tak hanya di GBK, vaksinasi massal juga diselenggarakan secara serentak di 14 Komando Daerah Militer (Kodam) di seluruh Indonesia, yang turut ditinjau Kepala Negara melalui konferensi video.
Melalui konferensi video itu, Presiden Jokowi menginstruksikan jajaran TNI-Polri untuk turut menyukseskan program vaksinasi sekaligus tetap menjaga kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.
“Saya titip kepada jajaran TNI dan Polri, Kodam, Polda, agar bersama-sama dengan pemerintah daerah ikut mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, utamanya menjaga jarak. Tindakan lapangan, langkah-langkah lapangan dalam rangka kedisiplinan ini sangat penting,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga berdialog dengan Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya dan Pangdam IX/Udayana.
“Kami laporkan, untuk di Jawa Timur, untuk alokasi vaksin yang kami terima adalah 209 ribu, terdiri dari Sinovac sejumlah 61 ribu dan merek AstraZeneca sejumlah 148 ribu,” ucap Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden.
Presiden RI Joko Widodo. (Foto:Pelopor/Setkab)
Ditambahkan Suharyanto, selain vaksinasi yang rutin digelar setiap hari, pada waktu tertentu pihaknya juga menggelar serbuan vaksinasi dengan target penerima yang lebih banyak.
“Sistem pelaksanaannya, kami setiap hari melaksanakan vaksinasi, ada vaksinasi yang rutin dengan kekuatan 1.000-2.000 orang, kemudian serbuan vaksinasi dalam hari-hari tertentu dengan kekuatan 3.000-5.000 orang,” sebutnya.
Pangdam V/Brawijaya juga melaporkan bahwa di Jawa Timur telah dibentuk tim vaksinator gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk melakukan layanan vaksinasi jemput bola.
“Jadi tidak masyarakat yang dikumpulkan, tetapi tim vaksin ini yang mendatangi rumah ke rumah. Karena di berbagai wilayah Jawa Timur, misalnya mohon maaf di wilayah Madura, harus kita yang mendatangi masyarakat untuk divaksin karena kalau dikumpulkan hasilnya masih belum maksimal,” tegasnya.
Senada dengan Pangdam V/Brawijaya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa pihaknya juga memprioritaskan masyarakat di daerah yang sulit terjangkau.
“Seperti yang dilakukan oleh [Kodam] Brawijaya, kami lebih dominan di daerah-daerah juga yang tidak terjangkau. Kami punya sembilan Denkes (Detasemen Kesehatan) di Bali, NTT [Nusa Tenggara Timur], NTB [Nusa Tenggara Barat], sehingga masyarakat-masyarakat yang pinggir bisa kami jangkau,” pungkas Maruli.
Menanggapi laporan para Pangdam tersebut, Presiden Jokowi pun menanyakan kesanggupan mereka untuk mengakselerasi vaksinasi jika diberikan pasokan vaksin sebanyak dua kali lipat.
“Sanggup, Bapak. Siap. Kami menunggu tambahan vaksin untuk Jawa Timur, kami akan melaksanakan secepat mungkin sehingga target dari pemerintah dua juta vaksin bisa segera terealisasi,” kata Pangdam V/Brawijaya menjawab tantangan Presiden.
Jawaban senada juga dilontarkan oleh Pangdam IX/Udayana. “Kami sanggup, Pak. Kalau dikali dua juga kami masih mampu,” ujar Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Menanggapi kesanggupan tersebut, Presiden pun menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan pasokan vaksinnya.
“Terima kasih, Pangdam. Nanti untuk urusan tambahan vaksin akan saya sampaikan ke Panglima, ke Kapolri, dan juga utamanya yang punya vaksin, Menteri Kesehatan, agar segera sebanyak-banyaknya vaksin bisa disuplai ke daerah,” sebut Jokowi.
Menutup dialog, Kepala Negara kembali mengimbau pemerintah daerah yang didukung oleh jajaran TNI dan Polri agar dapat selalu mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan di masyarakat dalam segala kegiatan yang dilakukan di lapangan.
“Sekali lagi saya ingin menekankan, agar tindakan-tindakan lapangan, langkah-langkah di lapangan, mengontrol, mengecek semuanya yang berkaitan dengan Covid-19 ini dilakukan oleh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, dan didukung oleh jajaran TNI dan Polri dalam rangka mendisiplinkan masyarakat, utamanya terhadap protokol kesehatan,” ujar Kepala Negara.
Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksinasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati menyebut, warganya sangat antusias mendapatkan vaksin Covid-19. Sebab Vaksinasi massal dilakukan untuk memberikan keamanan bagi warga Kota Cirebon. Hal ini, diungkapkan Eti usai membuka Sinergi Program Vaksinasi Cirebon Sehati, Ekonomi Bangkit di Markas Batalyon Arhanud 14/PWY.
“Saya lihat tadi warga sangat antusias,” tuturnya Jumat, 25 Juni 2021.
Menurut Eti, antusias warga untuk mengikuti vaksinasi massal yang digelar mulai Jumat, 25 Juni 2021 hingga Kamis, 1 Juli 2021 pekan depan merupakan tiket utama.
“Setelah vaksin, tetap patuhi protokol kesehatan.”
Eti menegaskan, bahwa memberikan pemahaman merupakan hal yang sulit. tetapi melihat antusias warga menunjukkan kesadaran masyarakat pentingnya vaksin Covid-19 sangat tinggi.
Lebih lanjut Eti menegaskan, bahwa vaksinasi massal Covid-19 yang digelar hari ini dilakukan untuk melindungi masyarakat. Dengan vaksinasi massal Covid-19 diharapkan semakin banyak warga yang mendapatkan vaksin sehingga dapat membentuk herd immunity.
“Kalau vaksin hari ini kurang, kita bisa minta tambah lagi ke pemerintah pusat,” tandas Eti.
Dalam kesempatan yang sama, Danrem 063 Sunan Gunung Jati, Kolonel (Inf) Elkines Villando Dewangga, meminta kepada warga yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes).
“Setelah vaksin, tetap patuhi protokol kesehatan,” sebut Elkines.
Selanjutnya, Komandan Batalyon 14/PWY Cirebon, Letkol (Arh) Haris Atmaja Adinata, menjelaskan mereka sudah mempersiapkan kegiatan ini sejak H-2 lalu. Hanggar merekapun sudah siap dan pasukan juga telah all out. mengenai hal ini, Baik personil maupun kendaraan digunakan penuh untuk mendukung vaksinasi massal Covid-19.
Kemudian turut menjelaskan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto. Menurutnya, vaksinasi massal dilakukan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Dengan vaksinasi massal ini, maka sudah sekitar 30 persen vaksinasi Covid-19 diberikan kepada warga Kota Cirebon. Pihaknya juga menargetkan 70 persen warga Kota Cirebon segera divaksin sehingga herd immunity bisa tercapai.
Bagi warga Kota Cirebon dengan usia 18 tahun ke atas dapat mengikuti vaksinasi massal Covid-19 dengan mendaftarkan diri secara online melalui tautan https://vaksinasi.cirebonkota.go.idyang dapat diakses mulai Sabtu, 26 Juni 2021. Setiap harinya ditargetkan 2000 vaksin disuntikkan kepada masyarakat Kota Cirebon. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit berupaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dengan target 1 juta dosis per hari. Untuk mendukung pencapaian target, Kemenkes memperluas pos pelayanan dan menghapus syarat KTP domisili.
Hal itu tertulis dalam Surat Edaran (SE) nomor HK.02.02/I/1669/2021 tentang Percepat Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 melalui Kegiatan Pos Pelayanan Vaksinasi dan Optimalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kementerian Kesehatan. SE itu ditujukan kepada seluruh Direktur RS Vertikal Kemenkes, Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, seluruh Direktur Poltekkes, dan seluruh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Dalam SE itu juga disebutkan, percepatan vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan melalui kegiatan pos pelayanan vaksinasi dan bekerjasama dengan TNI, Polri, organisasi masyarakat, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kementerian Kesehatan, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes serta peran aktif dunia usaha.
“Pos pelayanan vaksinasi Kemenkes di antaranya ada di Hang Jebat dan semua UPT Vertikal Kementerian Kesehatan, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, dan Poltekkes. Pos pelayanan tersebut dapat memberikan pelayanan kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP,” tertulis dalam SE yang diterbitkan tanggal 24 Juni 2021.
Kementerian Kesehatan menyediakan kebutuhan vaksin dan logistik vaksinasi Covid-19 sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang dapat dimanfaatkan untuk pemberian vaksinasi dosis pertama dan kedua bagi yang memerlukan dan datang ke tempat pelayanan vaksinasi. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, vaksinasi merupakan upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Bandung sehingga timbul herd immunity pada setiap orang.
“Pola tidur harus baik. Jika tak ada kepentingan di malam hari, pukul 20.00 WIB sudah harus istirahat. Dan jangan lupa cukup olahraga juga makan teratur dengan makanan-makanan bergizi.”
Hal ini, diungkapkan Oded saat meninjau secara langsung vaksinasi bagi pegawai mal di Hotel Pullman Kamis, 24 Juni 2021 yang terselenggara berkat kolaborasi Pemkot Bandung dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).
Lebih lanjut, sebagai penyintas Covid-19, Oded berpesan kepada seluruh warga Kota Bandung untuk selalu menjaga kebersihan dan kondisi tubuh dengan selalu menaati anjuran pemerintah serta mematuhi protokol kesehatan.
“Pola tidur harus baik. Jika tak ada kepentingan di malam hari, pukul 20.00 WIB sudah harus istirahat. Dan jangan lupa cukup olahraga juga makan teratur dengan makanan-makanan bergizi,” tuturnya.
Adapun jumlah tenaga kerja di mal atau pusat perbelanjaan Kota Bandung yang harus mengikuti vaksinasi mencapai 12.746 orang dari 23 mal yansg ada di Kota tersebut. Sedangkan yang baru divaksin sebanyak 4.451 orang atau sekitar 34,9 persen. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menggelar vaksinasi massal dengan bersinergi bersama TNI, Polri, dan stakeholder lainnya. Terkait Virus yang mewabah, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menjelaskan, saat ini penyebaran Covid-19 sudah memprihatinkan.
“Hampir seluruh rumah sakit penuh, bahkan sejumlah pasien terpaksa harus waiting list atau menunggu. Mereka harus menunggu untuk masuk ke ruang perawatan atau tempat isolasi mandiri terpusat yang dimiliki oleh Pemda Kota Cirebon,” tuturnya di Balai Kota Cirebon, Kamis, 24 Juni 2021.
Pemda Kota Cirebon menggelar vaksinasi massal bersinergi dengan TNI, Polri, dan stakeholder lainnya. (Foto:Pelopor/Pemda Kota Cirebon)
Azis menegaskan, upaya yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang semakin mengganas yaitu dengan mempercepat proses vaksinasi Covid-19. Percepatan proses vaksinasi dilakukan dengan melibatkan unsur terkait, termasuk TNI dan Polri.
“Alhamdulillah saya bersyukur di tengah pandemi Covid-19 yang mengganas saat ini, ada sinergitas yang baik antara Pemda Kota Cirebon dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19,” sebutnya.
Selanjutnya Azis berpesan kepada setiap RW di Kota Cirebon untuk memanfaatkan kesempatan vaksinasi massal ini. Terutama untuk lansia yang belum mendapatkan vaksin agar segera melaporkan ke gugus tugas yang ada di setiap kelurahan dan kecamatan sehingga semua terdata. Selain itu, Azis juga meminta dukungan semua elemen masyarakat untuk turut serta menyukseskan percepatan vaksinasi Covid-19.
“Semua tidak akan berhasil tanpa dukungan dari masyarakat,” tegas Azis.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menjelaskan, vaksinasi massal Covid-19 yang diberi nama Serbuan Vaksinasi Serentak akan digelar mulai besok, Jumat, 25 Juni 2021 hingga Kamis, 1 Juli 2021.
Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi. (Foto:Pelopor/Pemda Kota Cirebon)
“Digelar di hangar milik Batalyon Arhanud-14/PWY,” sebut Agus.
Tersedia 12.700 vaksin yang akan disuntikkan kepada masyarakat. Masing-masing terdiri dari 5.500 vaksin dari jalur Polres Cirebon Kota dan 7.200 vaksin dari jalur TNI.
“Semua vaksin sudah ada di Kota Cirebon,” tandas Agus.
Sedangkan sekitar 200 tenaga medis akan disiagakan setiap hari untuk melayani pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat yang berasal dari tenaga medis TNI, Polri, dan rumah sakit swasta, serta tenaga medis di Pemda Kota Cirebon.
“Alhamdulillah saya bersyukur di tengah pandemi Covid-19 yang mengganas saat ini, ada sinergitas yang baik antara Pemda Kota Cirebon dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19.”
Adapun Proses vaksinasinya dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama pada Jumat, Sabtu, dan Senin (25, 26 dan 28 Juni 2021) digelar untuk yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon sebanyak 8 ribu orang.
Sedangkan tahap kedua digelar pada Selasa, Rabu, dan Kamis (29, 30 Juni dan 1 Juli 2021) untuk masyarakat umum Kota Cirebon usia 18 tahun ke atas dengan cara mendaftarkan diri secara online melalui tautan https://vaksinasi.cirebonkota.go.id/yang dapat diakses mulai hari Sabtu, 26 Juni 2021, dan mobilisasi masyarakat dengan target minimal 2000 vaksin diberikan setiap harinya.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, untuk mobilisasi masyarakat vaksinasi akan dikoordinasi oleh camat, danramil, dan kapolsek di setiap wilayah kecamatan Kota Cirebon.
“Pendataannya sudah bisa dilakukan mulai sekarang,” ungkap Agus.
Sedangkan untuk mendatangkan warga menuju lokasi penyuntikkan vaksin Covid-19 akan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri termasuk armada yang mereka miliki.
“Sehingga memudahkan masyarakat untuk mendatangi lokasi vaksinasi Covid-19,” tandas Agus.
Terkait hal yang sama, Danyon Arhanud 14/PWY Cirebon, Letkol (Arh) Haris Atmaja Adinata, menjelaskan mereka siap untuk menggelar vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Kota Cirebon.
“Protokol kesehatan tetap kami jalankan dengan ketat sekalipun banyak masyarakat yang akan mendapatkan vaksin,” ucap Haris. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan, sebagai upaya meningkatkan perekonomian Bali yang terus mengalami kontraksi mendalam akibat pandemi Covid-19. Pemerintah akan menjadikan daerah tersebut sebagai pilot project wisata berbasis vaksin atau vaccine based tourism.
“Persiapan corridornya sudah berada di level 90 persen. Sedangkan, untuk penyiapan charter flight sebagai uji coba juga sudah memperlihatkan kemajuan yang signifikan, namun pencet tombolnya ini tergantung dari situasi Covid-19 terkini.”
Hal ini, disampaikan Sandiaga saat acara weekly press briefing secara hybrid yang kali ini dilakukan dari Balkondes Borobudur, Magelang, pada Selasa (22/6/2021). Menparekraf mencatat, pada kuartal keempat 2020 perekonomian Bali minus 12,21 persen. Sementara pada kuartal kedua tahun 2021, kemungkinan Bali minus 6 sampai 8 persen.
“Jadi, kita sudah diskusikan dengan melibatkan Menteri Kesehatan dan dalam diskusi tersebut kami ditugaskan di rapat internal bersama Presiden untuk menyiapkan program wisata vaksinasi ini. Karena kita sudah melihat berseliweran tawaran-tawaran wisata berbasis vaksin dari beberapa negara lainnya dengan sangat menarik,” ungkap Sandiaga.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto:Pelopor/Kemenparekraf)
“Dan ini menjadi pusat perhatian dari para wisatawan. Kita ingin mendorong lebih banyak vaksinasi bisa terdistribusi secara massif. Oleh karena itu, kita hadirkan program wisata berbasis vaksin. Dan Bali terpilih, karena saat ini Bali sangat membutuhkan wisatawan, karena kontraksi ekonomi yang sangat mendalam, tapi tidak menutup kemungkinan destinasi-destinasi lainnya juga akan diberlakukan program tersebut,” sambungnya.
Nantinya pemberian vaksin dalam paket ini diprioritaskan untuk wisatawan nusantara, sedangkan vaksin untuk wisatawan mancanegara akan bekerja sama dengan asosiasi yang dikemas dalam bingkai vaksin mandiri sehingga tidak akan mengambil porsi vaksin gratis untuk warga Indonesia. Namun hal tersebut terus difinalisasi yang nantinya akan diluncurkan bersama Gubernur Provinsi Bali.
Sandiaga juga menekankan bahwa pembukaan pariwisata Bali, sampai saat ini masih dalam tahap finalisasi. Persiapan tersebut, tergantung pada situasi pandemi Covid-19 di dalam maupun di luar negeri. Jika nantinya kondisi tidak memungkinkan, maka akan ditinjau kembali.
“Persiapan corridornya sudah berada di level 90 persen. Sedangkan, untuk penyiapan charter flight sebagai uji coba juga sudah memperlihatkan kemajuan yang signifikan, namun pencet tombolnya ini tergantung dari situasi Covid-19 terkini. Jadi, kita memutuskan bahwa jika situasinya melandai baru kita akan finalkan dan jika belum melandai tentunya kita akan sesuaikan,” tandasnya. []