Tag: Tesla

  • IPO LG Energy Solution Masuk Tahap Penawaran, Raih USD 80 Miliar

    peloporberita.com/ | Rencana produsen baterai LG Energy Solution (LGES) melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), tampaknya berbuah manis.

    Hal itu terlihat dari tahap awal, yaitu tahap penawaran IPO yang meraih USD 80 miliar dari investor institusi. Padahal, LGES sendiri menargetkan dana sebesar USD 10,7 miliar dari aksi tersebut. Hal itu diketahui dari dua sumber yang mengetahui langsung tentang kesepakatan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

    Nilai bookbuilding itu pun menjadi yang terbesar di Korea Selatan. Tahap ini akan ditutup pada Rabu (12/01/2022) dan harga IPO ditetapkan pada Jumat (14/01/2022).

    Dengan angka yang sudah mencapai USD 80 miliar, berarti sudah terjadi kelebihan permintaan sekitar 13 kali dari tawaran untuk institusi. Dalam dokumen IPO, LGES hanya diberikan porsi sebesar USD 6 miliar untuk investor institusi.

    LGES adalah anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh LG Chem Ltd dan memasok baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ke Tesla dan General Motors.

    Aksi IPO dapat mengangkat valuasi LG Energy Solution hingga 70,2 triliun won atau setara USD 58,80 miliar. Ini menjadikan LG Energy Solution sebagai perusahaan publik terbesar ketiga di Korea Selatan, setelah Samsung Electronics Co Ltd dan SK Hynix Inc. []

    Baca juga: LG Energy Solution Akan Gelar IPO Terbesar di Korea Selatan

  • Rekor, Tesla Jual 70.847 Mobil Produksi Tiongkok

    peloporberita.com/ | Perusahaan milik Elon Musk, Tesla Inc tercatat menjual 70.847 mobil produksi Tiongkok sepanjang Desember 2021. Angka itu berdasarkan data Asosiasi Mobil Penumpang China atau China Passenger Car Association (CPCA).

    Asosiasi juga menyebutkan bahwa angka itu sekaligus menunjukkan tingkat bulanan tertinggi, sejak Tesla mulai memproduksi di Shanghai pada 2019, seperti dikutip dari Reuters. Pabrik di Shanghai itu memproduksi sedan listrik Model 3 dan kendaraan sport Model Y untuk pasar domestik dan internasional, termasuk Jerman dan Jepang.

    Pasalnya, penjualan Tesla di bulan Desember 2021 itu, termasuk 245 unit untuk ekspor, hampir tiga kali lipat dari jumlah pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan jika dibandingkan bulan November, capaian itu tumbuh 34 persen.

    Menurut perhitungan Reuters, dengan adanya capaian bulan Desember, maka total penjualan Tesla di Tiongkok pada tahun lalu telah mencapai 473.078 unit.

    Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Tiongkok didominasi oleh merek domestik, seperti BYD dan Wuling, merek lokal yang merupakan bagian General Motors. Tesla sendiri merupakan produsen kendaraan listrik merek asing yang berada di 10 besar di Tiongkok, menurut konsultan Automobility yang berbasis di Shanghai. []

  • Elon Musk Kembali Naikkan Harga Software Full Self Driving

    peloporberita.com/ | Chief Executive Officer (CEO) Tesla Inc Elon Musk menyatakan akan menaikkan harga perangkat lunak atau software asisten pengemudi canggih, Full Self Driving (FSD) sebesar 20 persen, menjadi USD 12.000 mulai 17 Januari 2022.

    “Harga FSD Tesla naik menjadi USD 12.000 pada 17 Januari. Tepat di AS (Amerika Serikat),” tulis Elon Musk dalam cuitannya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (8/1/2021).

    Padahal belum sampai dua tahun produsen mobil listrik tersebut menaikkan harga FSD menjadi USD 10.000, dari sebelumnya USD 8.000 pada 2020 lalu.

    Selain itu, Elon Musk juga menulis bahwa harga berlangganan bulanan akan naik, ketika FSD dirilis secara luas.

    Sebelumnya, Tesla telah memperluas rilis versi uji perangkat lunak FSD yang ditingkatkan, seperti mengubah jalur secara otomatis dan berbelok. Selain FSD, semua mobil Tesla juga telah dilengkapi dengan perangkat keras yang mampu menyediakan fitur Autopilot.

    Namun, Tesla menegaskan bahwa terlepas dari namanya, fitur Autopilot dan FSD adalah sistem bantuan dan tidak dapat mengemudi sendiri. Perusahaan milik Elon Musk ini memastikan, pengemudi harus tetap siap siaga untuk campur tangan kapan saja. []

  • Toyota dan VW Ingin Kalahkan Tesla di Pasar Mobil Listrik

    peloporberita.com/ | Toyota Motor Corp dan Volkswagen AG menganggarkan dana besar untuk berinvestasi dalam pengembangan mobil listrik. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya merebut pangsa pasar Tesla yang hingga kini telah menjadi pelopor dan penentu industri mobil listrik global.

    Rencananya, Toyota akan menginvestasikan USD 70 miliar untuk elektrifikasi, yang setengahnya dialokasikan untuk memproduksi 30 jenis kendaraan listrik pada akhir dekade ini.

    Strategi itu dilakukan untuk mendukung target penjualan 3,5 juta unit per tahun, atau naik hampir dua kali lipat dari target awal, seperti dikutip dari Bloomberg.

    Sedangkan Volkswagen (VW) menganggarkan USD 100 miliar untuk jangka waktu lima tahun, termasuk investasi dalam pengembangan perangkat lunak dan teknologi listrik.

    VW model ID.3 dan ID.4 akan menopang total 27 mobil listrik perusahaan tersebut pada akhir tahun ini. VW akan beralih dan memproduksi model tersebut di pabriknya yang berlokasi di Jerman, Republik Ceko dan Tiongkok.

    Selain itu, VW juga memulai produksi dari dua fasilitas lagi di negara asalnya dan di satu pabrik perakitan di Chattanooga, Tennessee, Amerika Serikat.

    Selama sepuluh bulan pertama tahun 2021, VW tercatat telah mengirimkan sekitar 322.000 kendaraan listrik. Angka itu melampaui setengah dari target penjualan VW yang dipatok 600.000 unit. []

  • LG Energy Solution Akan Gelar IPO Terbesar di Korea Selatan

    peloporberita.com/ | Produsen baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution (LGES), siap melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), dengan target dana USD 10,8 miliar.

    Jika terealisasi, IPO ini akan menjadi yang terbesar di Korea Selatan, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Samsung Life Insurance pada 2010.

    Baca juga: LG Energy Solution Berencana IPO Januari 2022

    Rencananya, saham tersebut akan dijual dalam kisaran harga 257.000 won – 300.000 won atau sekitar USD 216,19 – USD 252,36 per lembar, seperti dikutip dari Reuters.

    Perusahaan akan melepas 34 juta saham perdana dan induk usahanya, LG Chem Ltd, akan menjual 8,5 juta saham sekunder dalam IPO tersebut.

    Baca juga: China Mobile Incar Dana IPO Hingga USD 8,8 Miliar

    Berdasarkan term sheet, LGES dijadwalkan mulai berdagang di KOSPI pada 27 Januari. Pemegang saham institusional akan diberikan 55 – 75 persen dari saham yang ditawarkan, tergantung pada langganan ritel dan rencana kepemilikan saham karyawan.

    Nantinya, sebagian besar hasil IPO akan digunakan untuk membayar utang perusahaan dan juga memperluas fasilitas produksi LGES yang sudah ada. Saat ini LGES tercatat memasok baterai ke sejumlah produsen mobil, seperti Tesla, General Motor dan Hyundai Motor. []

    Baca juga: Volvo Bersiap IPO untuk Danai Proyek Mobil Listrik

  • Pengiriman Tesla Naik 2 Kali Lipat Sepanjang 2021

    peloporberita.com/ | Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, telah mengirim lebih dari 936.000 mobil ke seluruh dunia sepanjang 2021. Angka itu tumbuh hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, bahkan melampaui ekspektasi perusahaan di tengah terjadinya kendala pasokan global.

    Sebelumnya, perusahaan milik Elon Musk ini menyatakan bisa mengatasi kekurangan semikonduktor dengan menggunakan desain chip baru dan perangkat lunak penulisan ulang.

    Secara rinci, Tesla telah memasarkan 911.208 unit Model 3 dan Model Y, serta 24.964 kendaraan mewahnya model S dan X yang memiliki harga jual masing-masing USD 90.000 dan USD 100.000.

    Dalam pernyataan resminya, Tesla menargetkan selama beberapa tahun ke depan pengirimannya bisa meningkat sebesar 50 persen per tahun, seperti dikutip dari CNA.

    Perusahaan pun menerima dorongan lain pada bulan Oktober, ketika mendapatkan pesanan untuk 100.000 kendaraan listrik dari perusahaan rental Hertz, yang dijadwalkan selesai pada tahun ini.

    Pengumuman ini membawa Tesla masuk ke dalam klub perusahaan terpilih yang bernilai lebih dari USD 1 triliun di pasar saham.

    Meski demikian, perusahaan milik Elon Musk tersebut masih harus menghadapi kenyataan tengah berada di bawah pengawasan regulator keselamatan mobil AS, The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), yang sedang menyelidiki sistem autopilot pada mobil Tesla. []

  • Kap Bermasalah, Tesla Akan Tarik 200.000 Mobil di Tiongkok

    peloporberita.com/ | Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, menarik kembali atau recall hampir 200.000 unit mobil di Tiongkok, yang mencakup tiga batch mobil produksi antara 2015 dan 2020. Kampanye perbaikan massal ini dilakukan akibat adanya masalah dengan bagasi dan kap depan.

    Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Tiongkok menyebutkan, cacat pada mobil Tesla itu dapat mempengaruhi kamera cadangan kendaraan atau menyebabkan kap terbuka tiba-tiba saat mengemudi. Hal itu dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko tabrakan.

    Recall itu mencakup sekitar 19.700 mobil Model S dan sekitar 180.000 kendaraan Model 3. Nantinya, perusahaan milik Elon Musk ini akan melakukan pemeriksaan dan memperbaiki masalah secara gratis, kata regulator dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Channelnewsasia.com.

    Hal ini merupakan pukulan terbaru bagi Tesla sebagai pelopor mobil self-driving Amerika yang sangat populer di Tiongkok, meskipun reputasi perusahaan telah terpukul tahun ini akibat adanya sejumlah kecelakaan dan masalah keamanan data.

    Pengumuman recall di Tiongkok ini juga keluar hanya beberapa jam setelah otoritas AS menyatakan Tesla harus menarik hampir 500.000 kendaraan di Negeri Paman Sam akibat masalah serupa.

    Tesla memperkirakan bahwa hanya 1 persen dari kendaraan Model 3 yang ditarik mengandung masalah, dan perusahaan tidak mengetahui adanya kecelakaan atau cedera terkait, menurut regulator keselamatan AS. []

    Baca juga: Elon Musk Lepas Sahamnya di Tesla Senilai USD 1 Miliar

  • Elon Musk Lepas Sahamnya di Tesla Senilai USD 1 Miliar

    peloporberita.com/ | Elon Musk yang merupakan CEO Tesla dan SpaceX, kembali menjual sahamnya di Tesla. Kali ini, ia menjual 934.090 saham dengan nilai mencapai USD 1,02 miliar.

    Dilansir dari CNBC, Musk juga menggunakan opsi untuk membeli hampir 1,6 juta saham Tesla, dengan harga kesepakatan USD 6,24 per saham.

    Pada kuartal ini, kepemilikan Elon Musk di Tesla tercatat telah meningkat dari sekitar 170,5 juta, menjadi lebih dari 177 juta saham.

    Sejak 8 November lalu, Musk memang rutin melepas sahamnya. Kabarnya, sebagian besar digunakan untuk membayar tagihan pajak yang nominalnya sangat tinggi.

    Musk sempat membocorkan nilai pajaknya kepada publik melalui akun Twitter pribadinya pada 20 Desember lalu. Untuk tahun 2021, Musk menyebut akan membayar pajak dengan nilai USD 11 miliar, atau sekitar Rp 158,2 triliun.

    Dalam aturan 10b5-1, orang dalam Tesla, termasuk CEO, bisa memperdagangkan ekuitas mereka sebagai bagian dari rencana manajemen portofolio yang telah diumumkan sebelumnya.

    Mereka yang memperdagangkannya harus lebih dahulu menyatakan kapan dan bagaimana mereka berencana berdagang, demi menghindari tuduhan perdagangan orang dalam di kemudian hari.

    Menurut prediksi Forbes, saham Tesla tahun ini meningkat lebih dari 54%, yang sekaligus menjadikan Musk sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan bersihnya saat ini diperkirakan mencapai lebih dari USD 275 miliar. []

    Baca juga: CEO Tesla Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia

  • Pajak yang Bakal Dibayar Elon Musk Diprediksi Jadi Rekor di AS

    peloporberita.com/ – Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk, yang juga CEO Tesla Incorporated menyatakan bahwa dirinya pada tahun ini akan membayar pajak lebih dari 11 miliar dolar Amerika.

    “Bagi mereka yang bertanya-tanya, saya akan membayar pajak lebih dari US$ 11 miliar pada tahun ini,” cuit Musk melalui akun Twitternya, Senin (20/12/2021).

    Jumlah tersebut, diprediksi menjadi rekor pembayaran ke lembaga pajak Amerika Serikat, IRS, atau Internal Revenue Service. Sebelumnya, Elon Musk diperkirakan bakal menghadapi tagihan pajak lebih dari 10 miliar dolar Amerika pada tahun ini, jika dirinya menggunakan semua opsinya untuk memesan saham.

    Sejak awal November, Musk telah menjual saham Tesla senilai US$ 14 miliar. Keputusan ini, diambil setelah ia bertanya kepada pengikutnya dalam jajak pendapat Twitter, apakah dia harus menjual 10% kepemilikannya.

    Respons yang diperoleh dari jajak pendapat itu adalah “ya”. Tapi kemungkinan Musk akan mulai menjualnya lantaran menghadapi tagihan pajak besar-besaran atas opsi saham Tesla.

    Kontrak opsi tersebut diperoleh Elon Musk sebagai bagian dari rencana kompensasi, lantaran tidak mengambil gaji atau bonus tunai dan kekayaannya pun berasal dari keuntungan harga saham Tesla.

    Praktik ini, telah dikritik oleh beberapa politisi sebagai celah pajak bagi orang kaya. Adapun ProPublica, pada awal tahun ini menerbitkan investigasi yang menunjukkan bahwa Musk dan beberapa miliarder lainnya tidak membayar pajak pendapatan federal pada 2018.

    ProPublica mencatat, antara 2014 dan 2018, Musk hanya membayar pajak US$ 455 juta atas pendapatan US$ 1,52 miliar. Padahal nilai kekayaannya tumbuh US$ 13,9 miliar selama periode itu.Sedangkan Forbes melaporkan, di atas kertas kekayaan Musk bernilai lebih dari US$ 244 miliar dan menjadikannya sebagai orang terkaya di dunia.

    Musk bisa saja menunggu hingga tahun depan untuk membayar tagihan pajak, tetapi itu berarti berpotensi terkena tarif pajak yang lebih tinggi di bawah rancangan undang-undang Build Back Better yang diusung Partai Demokrat. []

  • Tabrak Pejalan Kaki di Paris, Taksi G7 Tangguhkan Penggunaan Tesla Model 3

    peloporberita.com/ – Sebuah perusahaan taksi di Paris dengan merek G7 menangguhkan penggunaan mobil Tesla Model 3 untuk armadanya.

    Penangguhan tersebut dilakukan setelah salah satu kendaraan terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan satu orang dan melukai 20 lainnya.

    G7 mengatakan akan menghentikan penggunaan 37 kendaraan Tesla sampai penyelidikan polisi selesai pada kecelakaan Sabtu lalu di ibukota Prancis.

    Menurut laporan media setempat, mobil itu bertabrakan dengan seorang pengendara sepeda, tiga pejalan kaki, dan sebuah van.

    Sementara Menteri Transportasi mengatakan, saat ini tidak ada indikasi insiden tersebut terkait dengan masalah teknis pada kendaraan. []