Tag: Tesla

  • Tesla Pecat Karyawan yang Review Teknologi Tanpa Sopirnya di Youtube

    peloporberita.com/ – Tesla memecat karyawannya lantaran mereview teknologi tanpa sopir di YouTube. Karyawan yang diketahui bernama John Bernal itu, membagikan ulasan tersebut di akun YouTube Al Addict dengan menunjukkan bagaimana cara kerja sistem Full Self Driving Beta perusahaan di berbagai lokasi berbeda di Silicon Valley.

    Menyusul pemecatan Bernal, Tesla juga memutus aksesnya ke sistem FSD Beta di kendaraan yang ia miliki secara pribadi, yakni Tesla Model 3 2021. Bernal tetap memiliki FSD yakni perangkat lunak premium bantuan mengemudi Tesla. Namun, teknologi tersebut tak membuat mobilnya otomatis saat ini.

    Tesla tidak menuliskan rincian mengapa Bernal dipecat. Namun, Tesla dan perusahaan di Silicon Valley lainnya memang terkenal menumbuhkan budaya kesetiaan. Dalam budaya ini, kritik internal dapat ditoleransi, tetapi kritik di depan umum dipandang tidak setia.

    Bernal mulai bekerja di perusahaan milik Elon Musk sebagai spesialis anotasi data pada Agustus 2020 di sebuah kantor di San Mateo, California. Dia diberhentikan pada minggu kedua Februari 2022, setelah pindah tugas sebagai operator uji sistem bantuan pengemudi canggih menurut laporan CNBC.

    Bernal membeli Model 3 dengan baterai jarak jauh beberapa bulan setelah dia mulai bekerja di sana. Dia mengambil pengiriman mobil pada 26 Desember 2020. Dia membeli mobil itu sebagian karena Tesla menawarkan karyawan akses gratis ke FSD yang saat itu bernilai $ 8.000. Sebagai gantinya, Karyawan harus setuju memberi perusahaan hak untuk mengumpulkan data kendaraan internal dan eksternal.

    Kekagumannya dengan yang dilihatnya sebagai “teknologi yang berpotensi menyelamatkan jiwa”, dia memulai saluran AI Addict di YouTube pada Februari 2021 untuk menunjukkan apa yang dapat dilakukan versi publik FSD Beta. Sebagian besar video di AI Addict menunjukkan Bernal mengemudi di sekitar Silicon Valley dengan seorang teman di Tesla-nya, menggunakan versi terbaru yang dirilis dari perangkat lunak FSD Beta.

    Bernal tidak sendirian dalam memposting pengalamannya dengan perangkat lunak eksperimental Tesla. Pengguna Tesla FSD Beta lainnya seperti Dirty Tesla, Chuck Cook, Kim Paquette dan banyak lainnya juga meninjau setiap ada rilis baru di saluran mereka. []

  • Tesla Raih Izin Produksi Mobil Listrik di Jerman

    peloporberita.com/ | Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc. telah meraih persetujuan resmi dari pemerintah negara bagian Brandenburg, Jerman, untuk memulai produksi di pabrik barunya di dekat Berlin.

    Namun, persetujuan itu datang dengan syarat Tesla harus memberikan jaminan mengenai penggunaan air dan pengendalian polusi, yang selama ini telah menjadi keluhan utama dari para pencinta lingkungan terhadap pabrik-pabrik di negara itu.

    Pabrik Tesla di Jerman akan memainkan peran kunci dalam membantu perusahaan membangun pangsa pasar di Eropa, dengan memungkinkannya menyesuaikan model untuk pelanggan lokal. Produksi lokal juga harus memungkinkan untuk memotong biaya dengan mengurangi kebutuhan pengiriman yang mahal dan menghilangkan bea masuk.

    Mengutip Bangkok Post, pabrik tersebut merupakan yang ketiga bagi Tesla, setelah Fremont, California dan Shanghai. Tesla juga berharap bisa segera meresmikan produksi di pabrik barunya di Austin, Texas, Amerika.

    Ketika Tesla pertama kali mendekati Brandenburg pada tahun 2019 tentang pembangunan pabrik di dekat Berlin, pemerintah negara bagian itu terkejut dengan seberapa cepat Tesla ingin pabrik tersebut beroperasi.

    Untuk mempercepat proses persetujuan yang kompleks, negara mengandalkan undang-undang jalur cepat yang dibuat setelah reunifikasi Jerman untuk menarik investasi. Hal itu memungkinkan Tesla menerima persetujuan awal untuk membangun pabrik secara bertahap, sambil menunggu persetujuan akhir di akhir proses.

    Sebenarnya, pembangunan pabrik baru Tesla ini sudah hampir selesai sejak akhir 2021, tetapi baru mendapat persetujuan resmi dari pemerintah negara bagian Brandenburg pada pekan lalu.[]

  • Panasonic Bakal Dirikan Pabrik Baru di Amerika

     

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi asal Jepang, Panasonic Corp berniat mengakuisisi lahan di Amerika Serikat (AS) yang akan digunakan untuk membangun pabrik baru. Rencananya, pabrik tersebut akan memproduksi baterai bagi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) jenis baru milik Tesla Inc.

    Beberapa wilayah yang menjadi pertimbangan Panasonic adalah Oklahoma atau Kansas, karena posisinya sangat dekat dengan Texas yang merupakan lokasi pabrik baru Tesla.

    Targetnya, Panasonic bisa mulai memproduksi massal baterai lithium-ion jenis baru untuk Tesla sebelum akhir Maret 2024. Melansir Reuters, baterai tersebut akan dihasilkan melalui dua jalur produksi baru di pabrik Panasonic yang berlokasi di Wakayama, Jepang.

    Baterai baru ini memiliki format 4680, yaitu lebar 46 milimeter dan tinggi 80 milimeter, dengan kekuatan sekitar lima kali lebih besar dari yang saat ini dipasok ke Tesla. Hal itu berarti memungkinkan Tesla dapat menurunkan biaya produksinya.

    Hubungan Panasonic dengan Tesla telah terjalin lebih dari satu decade, ketika perusahaan milik Elon Musk ini menandatangani perjanjian yang menjadikan perusahaan Jepang sebagai pemasok baterai utamanya.

    Sejak itu, Tesla telah menggenjot produksi dan mendiversifikasi rantai pasokannya ke perusahaan lain, termasuk produsen powerpacks lithium besi fosfat asal Tiongkok yang lebih murah, seperti Contemporary Amperex Technology Co.[]

  • Produsen Mobil Listrik Lucid Turunkan Target Produksi Tahun Ini

    peloporberita.com/ | Produsen mobil listrik premium, Lucid Group menurunkan target produksinya tahun ini menjadi 12.000-14.000 unit, dari target awal yang dipatok 20.000 unit. Lucid mengambil keputusan ini akibat beratnya kendala rantai pasokan dan logistik.

    Melansir Reuters, perusahaan tersebut pada akhir Oktober lalu telah memulai pengiriman sedan listrik premium Lucid Air senilai USD 169.000. Mobil ini memiliki perkiraan jarak tempuh 520 mil (835 km) per perubahan, lebih jauh dari rivalnya, Tesla.

    Namun, pada kuartal keempat tahun 2021, Lucid membukukan kerugian bersih sebesar USD 1,05 miliar. Angka itu lebih tinggi tiga kali lipat dari kerugiannya pada tahun sebelumnya.

    Meski mengalami kerugian, Lucid Group tetap gencar berekspansi. Perusahaan tersebut baru saja mengumumkan rencana membangun fasilitas manufaktur baru di Kerajaan Arab Saudi, di mana Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi memegang hampir 63% saham.

    Pembangunan akan dimulai pada semester pertama tahun ini, dengan target kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun.

    Saat ini, Lucid mengoperasikan pabrik di negara bagian Arizona, Amerika, dan berencana meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 365.000 kendaraan per tahun.[]

  • Rem Bermasalah, 416.000 Mobil Tesla di AS Terancam Ditarik

    peloporberita.com/ | Produsen mobil listrik Tesla Inc kembali mendapat sorotan dari pihak berwenang. Kali ini, The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menggelar penyelidikan formal terhadap 416.000 kendaraan Tesla Model 3 dan Model Y produksi tahun 2021-2022 di Amerika Serikat (AS).

    NHTSA mengatakan bahwa pihaknya telah menerima 354 keluhan tentang masalah phantom braking atau aktivasi rem tak terduga terkait sistem bantuan pengemudi autopilot. Normalnya, fitur autopilot memang memungkinkan mobil mengerem dan menyetir secara otomatis.

    Namun, para pelapor menyebutkan bahwa pengereman terjadi sangat keras dan tiba-tiba, bahkan hampir membuat kehilangan kendali.

    Salah satu pemilik Tesla Model Y 2021 melapor kepada NHTSA, pada Oktober lalu, ketika ia mengemudi dengan kecepatan 80 mil per jam, mobil secara tiba-tiba melambat ke kecepatan 69 mil per jam dalam waktu kurang dari satu detik.

    “Para pengadu melaporkan bahwa perlambatan cepat dapat terjadi tanpa peringatan. Secara acak dan sering berulang kali dalam satu siklus penggerak,” ujar pihak NHTSA yang dikutip dari Reuters.

    Awal bulan ini, NHTSA mengonfirmasi sedang meninjau keluhan konsumen terkait mobil Tesla yang bermasalah pada rem. Ini adalah tahap pertama sebelum NHTSA dapat mengeluarkan permintaan penarikan resmi atau recall.

    Ini bukan pertama kalinya NHTSA melakukan penyelidikan terhadap Tesla. Sebelumnya pada Agustus 2021, NHTSA menggelar penyelidikan keamanan formal terhadap sistem autopilot yang tersemat dalam 765.000 kendaraan Tesla di AS. []

  • Liontown Resources Jadi Pemasok Konsentrat Lithium Tesla

    peloporberita.com/ | Pabrikan mobil listrik Tesla Inc telah menandatangani perjanjian dengan Liontown Resources yang berbasis di Australia untuk memasok konsentrat lithium spodumene. Kontrak tersebut berlaku selama lima tahun.

    Setelah pengumuman penandatanganan kontrak ini, saham Liontown melonjak 19,8% menjadi AUD 1,665, yang merupakan lonjakan intraday terbesar sejak 13 September 2021.

    Berdasarkan laporan Reuters, pada tahun pertama mulai 2024, Tesla akan membeli 100.000 metrik ton kering (DMT) konsentrat. Kemudian di tahun berikutnya, Tesla akan menambah kuota pembeliannya menjadi 150.000 DMT per tahun.

    Liontown berencana memasok lithium dari proyek andalannya Kathleen Valley Lithium di Australia Barat, yang ditargetkan bisa mulai produksi komersial pada 2025. Pasokan ke Tesla ini pun akan memenuhi hingga sepertiga dari kapasitas produksi tahunan di proyek tersebut.

    Sebelumnya, Liontown juga telah meraih kesepakatan pasokan lithium dengan produsen baterai unit usaha LG Chem Ltd dari proyek tersebut.

    Perusahaan yang berbasis di Seoul ini telah berusaha meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan, seiring meningkatnya permintaan baterai mobil listrik secara global.

    Untuk diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, harga lithium memang terus melonjak secara signifikan akibat mobil listrik semakin diminati oleh pecinta otomotif.[]

  • Korsel Akan Hukum Tesla yang Dituding Melebihkan Jarak Tempuh

    peloporberita.com/ | Produsen mobil listrik Tesla Inc dituduh melanggar Undang-Undang tentang Pelabelan dan Iklan yang Adil, dengan melebih-lebihkan jarak tempuh beberapa model kendaraannya, termasuk Model 3.

    Terkait hal itu, Komisi Perdagangan Adil Korea atau Korea Fair Trade Commission (KFTC) akan menggelar pertemuan untuk memutuskan tingkat sanksi terhadap Tesla.

    Dalam situs resminya, Tesla menyebutkan Model 3 dapat menempuh jarak 528 km atau 328 mil dengan sekali pengisian daya. Namun, menurut KFTC, klaim itu bisa kurang jika suhu turun di bawah titik beku.

    Menanggapi hal itu, analis mengatakan bahwa sebagian besar kendaraan listrik pada umumnya dapat mengalami beberapa kehilangan driving range dalam cuaca dingin, seperti dikutip dari Reuters.

    Banyak pabrikan mobil listrik kini juga mulai menyoroti perkiraan di dunia nyata atas dasar sejumlah faktor, seperti iklim, perilaku pengemudi, beban penumpang, kemiringan dan penurunan.

    Tak hanya Tesla, sebelumnya KFTC telah menjatuhkan denda sebesar 20,2 miliar won atau sekitar USD 16,9 juta terhadap Mercedes Benz yang terbukti melanggar aturan emisi.

    Menurut KFTC, perusahaan otomotif Jerman itu telah merusak perangkat mitigasi polusi dengan menginstal perangkat lunak ilegal di kendaraannya. Dengan begitu, kendaraan Mercedes yang beredar di Korsel ada dalam standar penilaian emisi yang lebih rendah dari saat tes sertifikasi.[]

  • George Soros Akuisisi Saham Rivian Automotive

    peloporberita.com/ | Soros Fund Management, perusahaan milik taipan George Soros, mengakuisisi 19,83 juta saham perusahaan rintisan truk listrik, Rivian Automotive Inc pada kuartal keempat 2021.

    Berdasarkan dokumen pengajuan kepada Securities and Exchange Commision (SEC) yang dikutip dari Reuters, nilai transaksi itu mencapai USD 2 miliar.

    Pembelian ini pun menjadikan Soros sebagai investor paling terkemuka dalam Rivian, sedangkan pemegang saham lainnya adalah Amazon dengan kepemilikan 20%.

    Rivian ditargetkan mampu menyediakan lebih dari 100.000 truk listrik ke perusahaan e-commerce asal Amerika Serikat (AS) itu.

    Namun pada Desember lalu, perusahaan yang hingga kini belum memproduksi kendaraan konsumen itu mengatakan bahwa produksi tahun 2021 tidak akan tercapai akibat terhambat oleh rantai pasokan.

    Seperti diketahui, belakangan ini terjadi kelangkaan chip secara global, sehingga mengganggu kelancaran operasional suatu pabrik. Pada otomotif, terutama kendaraan listrik, chip digunakan hampir di seluruh aspek, misalnya untuk sistem navigasi, sistem hiburan dan lain-lain.

    Hingga saat ini, industri kendaraan listrik dunia masih dikuasai oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Tesla Inc.[]

    Baca juga: Investasi di Rivian, Ford Raih Keuntungan USD 8,2 Miliar

  • Ford Bakal Luncurkan EV Lincoln Pada 2026

    peloporberita.com/ | Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS), Ford Motor Co berencana memperkenalkan setidaknya lima SUV Lincoln bertenaga baterai hingga tahun 2026. Model baru ini akan menggantikan atau melengkapi Lincoln Corsair, Nautilus, Aviator dan Navigator.

    Seperti diketahui, sejak Mei tahun lalu, Ford telah mengumumkan rencana investasi senilai USD 30 miliar dalam mobil listrik atau electric vehicle (EV) dan baterai hingga 2030. Salah satu strategi utamanya adalah meningkatkan merek Lincoln di pasar Amerika Utara.

    Mengutip Reuters, Ford juga menargetkan bisa menjadi produsen EV kedua terbesar di Amerika Utara, setelah Tesla Inc.

    Beberapa crossover Lincoln EV lainnya, termasuk pengganti potensial untuk Corsair kompak dan Nautilus ukuran menengah, dapat dibangun di Oakville, Kanada pada tahun 2025-2026, Namun, Ford mengatakan bahwa rencana produksi untuk model-model tersebut masih belum final.

    Rencana Ford ini sejalan dengan upaya General Motors Co yang telah memulai perubahan serupa dengan merek Cadillac pada tahun ini, melalui crossover listrik Lyriq ukuran sedang.

    Ke depannya, Cadillac diharapkan memiliki portofolio lengkap kendaraan utilitas listrik, termasuk Escalade EV ukuran penuh. Selain itu, merek tersebut juga akan memperkenalkan sedan ultra-mewah bernama Celestiq pada 2023. []

  • Tesla Digugat Kasus Rasisme dan Pelecehan di Pabrik California

    peloporberita.com/ – Tesla digugat atas tudingan rasisme dan pelecehan di lingkungan kerja pabrik di California. Gugatan ini diajukan oleh badan hak sipil, California Department of Fair Employment and Housing yang mengaku telah menerima ratusan keluhan dari para pekerja di pabrik Tesla di California.

    “Kami menemukan bukti bahwa pabrik Fremont Tesla adalah tempat kerja yang dipisahkan secara rasial di mana pekerja kulit hitam menjadi sasaran hinaan rasial dan diskriminasi dalam tugas pekerjaan, disiplin, gaji, dan promosi yang menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat,” tutur Direktur California Department of Fair Employment and Housing, Kevin Kish seperti dilansir dari CNN, Jumat (11/2/2022).

    Ratusan keluhan itu dikumpulkan selama hampir 10 tahun. Dimana dalam gugatan dijelaskan bahwa para pekerja mendengar hinaan rasial sepanjang hari bahkan melihat grafiti rasis di toilet, tempat kerja, dan meja makan siang.

    Sementara Tesla menyatakan pada Selasa (8/2/2022) bahwa mereka menentang semua bentuk diskriminasi dan pelecehan seraya mengatakan berkomitmen untuk menyediakan tempat kerja yang aman, hormat, adil dan inklusif.

    Meski demikian, ini bukan satu-satunya kasus rasis yang menimpa Tesla. Gugatan ini juga sebelumnya telah diajukan juga oleh seorang pekerja wanita kulit hitam yang bekerja di pabrik Tesla di Lathrop, California. Dia bernama Kaylen Barker yang mengajukan gugatan pekan lalu menuduh Tesla mentolerir tindakan rasisme yang merajalela.

    Perusahaan, yang dipimpin miliarder Elon Musk itu pada Desember 2021 lalu, juga berhadapan dengan gugatan enam wanita, yang menuduh budaya pelecehan seksual di pabrik dan fasilitas Tesla lainnya. []