Tag: Tesla

  • Masalah Pasokan Chip Bikin Tesla Kurangi Komponen Mobil Listrik Model 3

    peloporberita.com/ – Tesla, memutuskan mengurangi komponen dalam dua unit kontrol elektronik steering rack pada mobil listrik Model 3 dan Model Y, buatan pabriknya di Tiongkok.

    Perusahaan milik Elon Musk tersebut, Disebut menghadapi tantangan pencapaian target penjualannya akibat masalah pasokan Chip semikonduktor.

    Rincian perangkat yang di hilangkan, adalah unit kontrol elektronik dalam sistem kemudi dengan bantuan tenaga listrik, di mana Komponen tersebut akan menerjemahkan gerakan roda kemudi menjadi putaran roda.

    Meski salah satu komponen dihilangkan, namun Tesla menyatakan tidak akan menimbulkan masalah keamanan, lantaran bagian yang dilepas adalah unit cadangan kontrol elektronik sekunder.

    Puluhan ribu kendaraan yang terkena dampak telah dikirim ke pembeli di China, Inggris, Eropa dan Australia demikian dikutip dari CNBC. Tidak jelas kapan penghapusan mulai berlaku, itu diduga terjadi pada kuartal terakhir 2021 (Oktober hingga Desember), untuk memenuhi target penjualan.

    Sementara berdasarkan data yang diperoleh Drive dan Electric Vehicle Council (melalui Tesla) menunjukkan, lebih dari 12.000 sedan Tesla Model 3 dikirimkan di Australia tahun lalu, meski belum diketahui berapa banyak dari mobil ini yang hanya memiliki satu unit kontrol rak kemudi. []

  • Andalkan Mobil Listrik, Hyundai Akan Bertempur Lagi di Jepang

    peloporberita.com/ | Perusahaan otomotif asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor Co. menyatakan siap kembali bertempur di Jepang, setelah 12 tahun lalu hengkang akibat gagal bersaing. Kali ini, Hyundai membidik pasar mobil listrik di negara tersebut.

    Hyundai akan memanfaatkan tingginya permintaan EV. Namun, perusahaan ini masih harus mengawasi pemain unggulan lain, seperti Tesla, Volkswagen AG dan Stellantis yang juga mulai masuk ke pasar yang sama.

    Data Asosiasi Importir Mobil Jepang (JAIA) menunjukkan, ada sekitar 20.000 EV yang terjual pada tahun lalu. Pertumbuhan pasar EV di Jepang terbilang cukup pesat, bahkan ketika penjualan mobil secara umum mengalami penurunan.

    Rencananya, Hyundai akan mengandalkan mobil listrik sel bahan bakar hidrogen, Nexo SUV, dan mobil listrik atau electric vehicle (EV) crossover menengah, Ioniq 5.

    Ioniq 5 sendiri adalah produk andalan Hyundai yang diharapkan mampu menguasai 10% pangsa pasar EV global pada tahun 2025.

    Chairman Hyundai Mobility Jepang Shigeaki Kato menjelaskan, untuk kedatangannya kali ini, Hyundai akan fokus pada penjualan online dan menggandeng layanan berbagi mobil yang dioperasikan oleh perusahaan digital, DeNA Co., dan perusahaan asuransi, Sompo Holdings.

    Kerja sama itu pun memungkinkan konsumen Hyundai untuk menyewakan kendaraan mereka.

    Mengutip Reuters, hingga kini Hyundai mengaku belum menetapkan target, namun perusahaan tersebut akan memberi update, setelah menerima pesanan online yang dijadwalkan mulai Mei mendatang.

    Hyundai memasuki Jepang pertama kalinya pada tahun 2001, kemudian hanya berhasil menjual 15.000 mobil sampai tahun 2009, yang akhirnya membuat mereka menyerah dan keluar dari Jepang. []

  • Tesla Catat Kerugian Investasi di Bitcoin US$ 101 Juta

    peloporberita.com/ – Produsen mobil listrik Tesla harus gigit jari akibat masih lemahnya nilai Bitcoin. Perusahaan yang digawangi Elon Musk ini, membukukan kerugian senilai US$ 101 Juta atau sekitar Rp 1,4 Triliun akibat penurunan nilai investasinya di Bitcoin.

    Hal ini terungkap dalam laporan tahunan Tesla kepada Securities and Exchange Commission dilansir dari CNN, Selasa, (8/2/2022).

    Tesla Model S. (Foto: peloporberita.com/Unsplash)

    Meski demikian, Tesla menyebut kerugian itu pada dasarnya hanyalah masalah akuntansi, dan tidak terlalu memengaruhi kesehatan keuangan Tesla secara keseluruhan.

    Sebelumnya, Tesla pernah mencatat keuntungan Sebesar US$128 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun atas investasinya di bitcoin, setelah perusahaan itu melakukan penjualan sejumlah mata uang kripto tersebut pada Maret 2021. SEC juga mencatat, Tesla masih memiliki sekitar US$2 miliar bitcoin di neracanya.

    Saham Tesla (TSLA) naik 2 persen pada Senin, (7/2/2022) pagi. Tetapi sepanjang tahun berjalan ini, sahamnya telah jatuh lebih dari 10 persen lantaran investor keluar dari saham teknologi dan beralih ke sektor yang lebih berorientasi nilai seperti minyak.

    Pada hari yang sama, harga Bitcoin juga menguat 4% menjadi sekitar US$43.000. Namun, jika dihitung sepanjang tahun ini, harga satu bitcoin telah turun lebih dari 7 persen atau turun sekitar 40% dari harga tertingginya sepanjang masa yakni di bawah US$69.000 pada bulan November lalu. []

  • Tesla Recall 53 Ribu Mobil Listrik Akibat Masalah Software FSD

    peloporberita.com/ – Tesla Motor akan melakukan kampanye perbaikan atau recall lebih dari 53 ribu mobil listrik buatannya di Amerika Serikat seiring temuan masalah pada software Full-Self-Driving (FSD).

    National Highway Traffic Safety Administration melaporkan, model yang di re-call mencakup Model S dan X tahun produksi 2016 hingga 2022, Model 3 tahun 2017 hingga 2022, dan Model Y tahun 2020 hingga 2022.

    Disebutkan masalah pada software FSD akan membuat mobil yang terkena re-call mengalami penghentian bergulir atau rolling stop dan tidak berhenti total di persimpangan.

    Untuk itu, Tesla akan melakukan update software over-the-air yang menonaktifkan fungsi rolling stop.

    Sementara CEO Tesla, Elon Musk dalam unggahan Twitternya menyebut bahwa tidak ada masalah keamanan pada fungsi itu, namun mengonfirmasi mobil melambat dan akan terus berjalan saat tidak ada halangan.

    “Mobil akan melambat hingga 2 mph dan terus melaju jika tidak ada mobil atau pejalan kaki,” cuit Elon Musk.

    Selain itu, Tesla juga sedang diselidiki oleh regulator lantaran mengizinkan pengemudi kendaraannya bermain game di layar infotainment saat kendaraan sedang bergerak. []

  • Tesla Matikan Fitur Self-Driving pada Mobil Buatannya

    peloporberita.com/ | Produsen mobil listrik Tesla Inc memutuskan menonaktifkan fitur sistem Full Self-Driving. Fitur tersebut memungkinkan mobil produksinya berjalan perlahan melalui persimpangan tanpa berhenti ketika tidak ada mobil atau pejalan kaki lain yang terdeteksi oleh sistem.

    Langkah ini membalikkan fitur yang ditambahkan Tesla pada Oktober lalu, untuk pengguna beta dari sistem bantuan pengemudinya. Dilansir dari The Verge, opsi tersebut memungkinkan pemilik mobil Tesla memilih antara mode “chill”, “average” dan “assertive”.

    Menurut publikasi online, mode asertif memungkinkan mobil Tesla mengikuti mobil lain lebih dekat, merubah jalur lebih sering dan melewati pemberhentian di persimpangan empat arah.

    Tesla telah merilis perbaikan perangkat lunak over-the-air, usai berdiskusi dengan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat atau The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

    Sebelumnya, Tesla telah menarik lebih dari 53.000 kendaraan Model S dan Model X 2016-2022, Model 3 2017-2022 dan Model Y 2020-2022. Perusahaan milik Elon Musk ini menyatakan akan mengirim surat kepada pemilik dan tidak ada kecelakaan yang dilaporkan akibat masalah tersebut.

    NHTSA mengatakan telah bertemu dengan para petinggi Tesla pada 10 Januari dan 19 Januari 2022, untuk membahas fungsionalitas fitur tersebut dan pihak perusahaan melakukan penarikan sukarela untuk menonaktifkan fitur tersebut pada 20 Januari.[]

  • LG Energy Solution Resmi IPO, Kalahkan Rekor Samsung Life Insurance

    peloporberita.com/ | Produsen baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution (LGES) sukses menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dan meraih dana hingga USD 10,7 miliar.

    Pada perdagangan awal Kamis (27/01/2022), saham LGES langsung melesat. Sempat diperdagangkan di level 597.000 won, naik 99% dibandingkan harga IPO yang ada di level 300.000 won.

    Kini, saham LGES diperdagangkan di level 499.000 won, seperti dikutip dari Bloomberg. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasarnya mencapai 116,8 triliun won, atau sekitar USD 97,2 miliar. Angka itu membuat LG Energy Solution menjadi perusahaan terbesar kedua di Korea Selatan (Korsel), setelah Samsung Electronics Co.

    Bahkan, IPO LGES menjadi yang terbesar di Korsel, lantaran nilainya hampir 2,5 kali lipat dari rekor IPO yang sebelumnya dipegang oleh Samsung Life Insurance Co. Dan, menjadi IPO yang terbesar kedua di dunia dalam setahun terakhir, setelah Rivian Automotive Inc.

    Setelah IPO, induk usaha LGES yaitu LG Chem Ltd, menguasai kepemilikan 81,8% saham.

    Perusahaan yang berbasis di Seoul ini telah berusaha meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan, seiring meningkatnya permintaan baterai mobil listrik secara global.

    LG Energy Solution memasok baterai ke sejumlah produsen mobil, seperti Tesla Inc, General Motor Co dan Hyundai Motor Co. []

    Baca juga: IPO LG Energy Solution Masuk Tahap Penawaran, Raih USD 80 Miliar

  • Tesla Targetkan Pengiriman 1,4 Juta Kendaraan Tahun Ini

    peloporberita.com/ | Produsen mobil listrik Tesla Inc mengestimasi pengiriman kendaraan tahun ini akan tumbuh lebih dari 50% dibanding tahun lalu, menjadi sekitar 1,4 juta kendaraan. Untuk memenuhi target itu, Tesla akan memaksimalkan sejumlah pabriknya yang tersebar di Fremont, California dan Shanghai.

    Optimisme itu juga dipicu oleh rekor pendapatan kuartalan Tesla yang mengalahkan ekspektasi Wall Street. Merujuk data IBES dari Refinitiv, pendapatan Tesla pada kuartal keempat tahun lalu mencapai USD 17,72 miliar, cukup jauh melampaui ramalan analis yang sebesar USD 16,57 miliar.

    Sama seperti produsen mobil lainnya, Tesla tetap mengalami masalah rantai pasokan pada tahun lalu. Namun, perusahaan milik Elon Musk ini mampu mengatasinya dengan menggunakan lebih sedikit chip dan cepat menulis ulang perangkat lunak.

    Meski begitu, Elon Musk sendiri memperkirakan masalah rantai pasokan masih terus berlanjut dan baru mulai berkurang tahun depan.

    “Kami masih melihat sebagian atau sebagian besar chip terbatas tahun ini,” ujar Elon Musk dilansir dari Reuters.

    Selain menargetkan kenaikan pengiriman, Elon Musk juga berharap produk mobil listriknya mampu mencapai kemampuan self-driving penuh pada tahun ini.

    Saat ini, jumlah kendaraan beta self-driving penuh di Amerika Serikat (AS) sudah hampir mencapai 60.000 unit, angka itu bertambah dari beberapa ribu unit pada akhir September lalu. []

    Baca juga: Harapan Elon Musk Jualan Tesla di India Terganjal Bea Masuk

  • Daya Tarik EV Meningkat, Produsen Terus Berinvestasi pada Pabrik Baterai

    peloporberita.com/ | Sejumlah produsen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) makin fokus untuk mengembangkan ekosistemnya, seiring dengan meningkatnya daya tarik terhadap EV. Terbaru, ada LG Energy Solution Ltd (LGES) yang berkolaborasi dengan General Motors (GM).

    Mereka berkomitmen akan kembali mendirikan pabrik baterai EV di Amerika Serikat (AS), dengan anggaran investasi senilai USD 2,1 miliar. Jika terealisasi, pabrik baterai ini akan menjadi pabrik gabungan ketiga mereka di AS.

    Rencananya, pendanaan itu akan dilakukan melalui perusahaan patungan baterai mereka di AS, Ultium Cells.

    Untuk diketahui, LGES menguasai lebih dari 20% pasar baterai kendaraan listrik global. Perusahaan tersebut menjadi pemasok bagi sejumlah produsen mobil, seperti Tesla Inc, Volkswagen AG dan Hyundai Motor Co.

    Selain LGES dan GM, ada juga produsen mobil asal Vietnam, VinFast, yang berencana membangun pabrik baterai kendaraan listrik di kompleks manufaktur AS. Mereka akan mulai memproduksi kendaraan listrik di Negeri Paman Sam mulai semester kedua tahun 2024.

    “Kami akan membangun gigafactory kami di AS juga. Perusahaan juga akan terus memasok baterai dari pemasoknya,” kata Vice Chair Vingroup dan CEO VinFast Global Le Thi Thu Thuy, seperti dikutip dari Reuters.

    Pada Desember lalu, Vingroup juga menyatakan sudah mulai membangun pabrik sel baterai di Vietnam, sehingga memungkinkan Vinfast memiliki rantai pasokan baterainya sendiri. Awalnya, perusahaan ini ingin memproduksi 100.000 paket baterai per tahun, dengan investasi USD 174 juta, dan kemudian menambah kapasitasnya menjadi 1 juta. []

    Baca juga: Volkswagen Ingin Gandakan Penjualan Mobil Listrik di Tiongkok Pada 2022

  • Startup Mobil Listrik Jidu Auto Raih Pendanaan USD 400 Juta

    peloporberita.com/ | Jidu Auto yang merupakan unit usaha kendaraan listrik milik Baidu, telah mengumpulkan hampir USD 400 juta dalam putaran pendanaan baru dari perusahaan mesin pencari asal Tiongkok, Baidu, dan produsen mobil Tiongkok, Zhejiang Geely Holding Group. Putaran pendanaan ini tidak melibatkan investor eksternal.

    Sebelumnya, Jidu sempat mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya akan mengirimkan mobil “robot” yang diproduksi secara massal pada tahun 2023, seperti dikutip dari Reuters.

    Pada April lalu, CEO Jidu Xia Yiping pernah mengatakan bahwa perusahaannya akan mengumpulkan dana senilai total 50 miliar yuan, atau setara USD 7,90 miliar untuk mengembangkan dan membuat “robot” mobil pintar selama lima tahun ke depan. Adapun pembiayaan untuk memenuhi hal itu akan datang dari Baidu dan sejumlah investor lainnya.

    Untuk diketahui, Jidu yang diluncurkan setahun lalu, merupakan upaya terbaru Baidu untuk memanfaatkan keahlian kecerdasan buatannya untuk pembuatan mobil. Baidu juga mengoperasikan unit penggerak otonom di bawah payung grup yang disebut Apollo.

    Sementara itu, perusahaan teknologi di seluruh dunia mulai dari Sony hingga Xiaomi Corp juga mencoba peruntungan dengan memproduksi mobil pintar, untuk mengikuti keberhasilan produsen mobil listrik Tesla Inc. []

  • Harapan Elon Musk Jualan Tesla di India Terganjal Bea Masuk

    peloporberita.com/ – Elon Musk, pada Kamis (13/1) mengatakan bahwa Perusahaan pembuat mobil listrik Tesla sedang melewati banyak tantangan dengan pemerintah India, jelang rencana peluncuran di negara itu yang telah lama dinanti-nanti. Hal ini diketahui setelah Miliarder gaek tersebut menanggapi unggahan di Twitter yang menanyakan tentang tanggal peluncuran potensial di India.

    Sebelumnya pada Juli 2021, Musk sempat menyampaikan bahwa perusahaannya yang berbasis di California itu ingin memasuki pasar India, rumah bagi 1,3 miliar orang. Tetapi menurutnya, bea masuk India merupakan yang tertinggi di dunia sejauh ini, dibanding negara besar mana pun. Musk pun menyampaikan, bahwa perusahaannya mengharapkan keringanan tarif sementara.

    Adapun Pemerintah India, mengenakan pajak 100% untuk kendaraan listrik yang diimpor dengan nilai lebih dari US$ 40.000, dan pajak 60% untuk kendaraan yang berharga US$ 40.000 atau kurang dari itu.

    Tesla khawatir bea masuk yang besar akan membuat mereka hengkang dari pasar India, yang sensitif terhadap biaya. Otoritas India telah memperkenalkan insentif bagi produsen mobil asing untuk memproduksi kendaraan mereka secara lokal. Namun, Musk ingin mengukur permintaan pasar terlebih dahulu, ini berarti Tesla menggunakan skema impor.

    Menurut penelitian konsultan digital Techarc, Mobil listrik hanya menyumbang 1,3% dari semua kendaraan yang dijual di negara itu pada 2020-2021. Target pemerintah setempat adalah agar 30% mobil pribadi di India merupakan mobil listrik pada 2030, sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas untuk menghilangkan emisi karbon di sektor transportasi. []