Tag: Polri

  • Polres Kepulauan Seribu Salurkan Bansos kepada 121 KK Terdampak Covid-19

    peloporberita.com/ | Jakarta – Polres Kepulauan Seribu beserta jajaran melakukan kegiatan penyaluran Bantuan Sosial di Slum Area Pulau Seribu, Jumat (23/7/2021). Kegiatan ini, dalam rangka percepatan distribusi Bantuan Sosial kepada warga terdampak Covid-19 di wilayah tersebut.

    Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Kepulauan Seribu IPTU Abdul Kadir yang memimpin kegiatan mengatakan, pihaknya beserta Polsek jajaran dan tokoh masyarakat setempat menyalurkan bantuan sosial secara door to door.

    “Penyaluran beras bantuan sosial dilakukan secara door to door kepada warga yang terdampak Covid-19 di wilayah Kepulauan Seribu agar tidak terjadi kerumunan,” tutur Abdul Kadir berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.

    Ia melanjutkan, bahwa penyaluran bantuan sosial berupa beras masing-masing 5Kg dengan maksud untuk meringankan beban warga. Di samping beras, juga bersamaan dibagikan rendang kurban siap saji kepada warga penerima.

    Polres Kepulauan Seribu
    Polres Kepulauan Seribu beserta jajaran melakukan kegiatan penyaluran Bantuan Sosial di Slum Area Pulau Seribu, Jumat (23/7/2021). (Foto:Pelopor.id/Polres Kepulauan Seribu)

    “Selain beras 5Kg juga kami bagikan secara bersamaan rendang kurban siap saji bantuan dari Kapolres Kepulauan Seribu,” sebutnya.

    Polres Kepulauan Seribu bersama Polsek jajarannya tercatat telah membagikan beras dan daging kurban siap saji kepada 121 KK yang berada di slum area Pulau Tidung, Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa dan Pulau Harapan.

    Polres Kepulauan Seribu
    Polres Kepulauan Seribu beserta jajaran melakukan kegiatan penyaluran Bantuan Sosial di Slum Area Pulau Seribu, Jumat (23/7/2021). (Foto:Pelopor.id/Polres Kepulauan Seribu)

    “Bantuan sosial yang disalurkan ini merupakan wujud kehadiran negara ditengah masyarakat yang terdampak Covid-19,” tegasnya. []

  • Kapolres dan Damdim 0501 Jakarta Pusat Bagikan Sembako di Pasar Senen

    peloporberita.com/ | Jakarta – Usai menerima kunjungan Panglima TNI dan Kapolri di tiga wilayah Jakarta Pusat. Dandin 0501 dan Kapolres Jakarta Pusat melanjutkan pembagian paket sembako kepada masyarakat terdampak PPKM yang di perpanjang dengan istilah level, diwilayah Kecamatan Senen pada Kamis, 22 Juli 2021 malam sekitar pukul 21.00 WIB.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi, bersama Dandim 0501 Jakarta Pusat, Kolonel Lukman Arief, membagikan sembako tersebut kepada pengemudi Ojol di pangkalan ojek, para pedagang kaki lima, dan masyarakat disekitar Pasar Senen, Jakarta Pusat.

    “Terima kasih bapak Dandim, bapak Kapolres, bantuan ini sangat membantu untuk kehidupan kami sehari hari, apalagi dimasa pandemi yang serba terbatas ini.”

    Dalam pembagian sembako secara langsung itu, Dandim dan Kapolres yang didampingi Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo K. Heriyatno, Kasat Sabara Kompol Bernard B Saragih, Wakasat Binmas Kompol Yulianto, dan Kapolsek Senen, Kompol Ari Susanto tetap menerapkan Prokes ketat.

    Hengki mengatakan kepada wartawan, bahwa kegiatan bersama Kodim 0501 dan Polres Metro Jakarta Pusat ini adalah dalam upaya menyisir masyarakat terdampak covid-19, sehingga bantuan benar benar sampai langsung kepada masyarakat yang terdampak.

    Pembagian Sembako
    Kapolres dan Damdim 0501 Jakarta Pusat Bagikan Sembako di Pasar Senen. (Foto:Pelopor.id/Titik)

    “Untuk masyarakat yang isoman sudah berjalan. Kini kita juga membagikan kepada masyarakat yang terdapap PPKM. Ini adalah bantuan pemerintah, karena kita juga mewakili negara,” tutur Hengki berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Jumat, 23 Juli 2021.

    Dalam kesempatan yang sama, Dandim Kol Inf Luqman mengatakan bahwa menjadi tugas bersama untuk melaksanakan kebijakan negara.

    Pembagian Sembako
    Kapolres dan Damdim 0501 Jakarta Pusat Bagikan Sembako di Pasar Senen. (Foto:Pelopor.id/Titik)

    “Kita harus bersama sama menghadapi covid-19 ini agar cepat berlalu. Bantuan ini untuk masyarakat wilayah Jakarta Pusat, mudah mudahan dapat meringankan selama masa pandemi ini,” ucap Dandim.

    Sementara warga yang menerima paket sembako mengaku bersyukur, dan mengucapkan terima kasih kepada TNI Polri, terutama Kodim 0510 dan Polres Jakarta Pusat.

    “Terima kasih bapak Dandim, bapak Kapolres, bantuan ini sangat membantu untuk kehidupan kami sehari hari, apalagi dimasa pandemi yang serba terbatas ini,” ucap warga penerima bantuan. []

  • #Viral.. Warga Singapura Sebanyak 140 Orang Padati Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

    www.pelopor.ID, Jakarta – Warga Singapora Sebanyak 140 Orang Padati Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bhabinkamtibmas Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Bripka Fajar memantau sejumlah orang yang datang dari negara Singapura.

    Sedikitnya ada 140 orang didalamnya merupakan pelajar.

    “WNI, dan PMI ini tiba di bandara pada rabu malam pukul 22.00 wib. Seluruhnya telah kita lakukan pendataan,” ujar Kasat Binmas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol R Sigit Kumono saat dikonfirmasi, Kamis 22/7/2021 .

    Sigit mengatakan, sejumlah warga tersebut mendarat di Terminal 3 Bandara Soetta dengan menggunakan pesawat Jetstar kode 3K205.

    Disana, mereka terlebih dulu diarahkan untuk karantina ke Wisma Atlet.

    “Untuk PMI dan Pelajar diarahkan ke karantina di Wisma Atlet menggunakan kendaraan bus DAMRI. Sedangkanwarga asing diarahkan kepada petugas Hotel yang ditunjuk dan menunjukan barcode d-hots untuk pelaksanaan karantina,” sambungnya.

    Terlepas dari itu, Fajar nampak mengimbau kepada warga tersebut tentang peraturan PPKM

    Dengan demikian, kegiatan tersebut hingga berjalan lancar dan tidak lepas dengan protokol kesehatan.

    (TK/Red)

  • Rombongan Kapolri, Panglima Juga Kepala BNPB Tinjau Gerai Vaksinasi Keliling Program Polres jakpus

    www.pelopor.ID, Jakarta – Rombongan Kapolri, Panglima Juga Kepala BNPB Tinjau Gerai Vaksinasi Keliling Program Polres jakpus. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kementerian Kesehatan RI meninjau Gerai Vaksinasi Keliling Program Polres Jakarta Pusat bersama Kodim dan Pemda Jakarta Pusat.

    Rombongan meninjau tiga lokasi gerai di wilayah Polsek Sawah Besar, Tanah Abang, dan wilayah Gambir. Kapolri dan panglima juga menyerahkan bantuan kepada warga, Kami 22 Juli 2021.


    Rombongan Kapolri, Panglima, didampingi Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, tiba di Gang Antasia, Kelurahaan Mangga Dua Selatan, Kecamataan Sawah Besar, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.00 WIB.

    “Kita apresiasi kegiatan ini, yang betul betul menyentuh masyarakat, yang memang sedang sulit dimasa pandemi ini,” tutur Panglima TNI Marsekal Hadi, diamini Kapolri.

    Menurut Panglima, kunjungan dirinya bersama Kapolri dan rombongan adalah dalam rangka memastikan bahwa vaksinasi berjalan, dan bantuan sembako sampai kepada masyarakat yang terdampak masa pandemi. “Vaksinasi dan pembagian sembako dengan strategi memetakan wilayah deng prentase yang masih rendah. Kita lakukan jeput bola, terutama daerah daerah slum, pinggiran, dan yang sulit di jangkau,” kata Panglima.


    Senada dengan Panglima, Kapolri mengatakan beberapa pekan ini angka varian covid 19 masih tinggi. Dan kegiatan gerai vaksin keliling Polres Metro Jakarta Pusat adalah bagian dari program TNI dan Polri untuk mempercepat peningkatan inumitas ibukota. “Strategi akselarasi kegiatan vaksinasi, dengaq tiga program, mulai vaksin massal, geral Vaksin, hingga Gerai Keliling seperti yang saat ini,” kata Sigit.

    Sigit berharap target Jakarta dengan mayoritas imuniti segera tercapai. “Target 70 persen penduduk di vaksin sebelum 17 Agustus semoga tercapai. Untuk bantuan sosial yang disalurkan untuk meringankan yang terdampak mudah mudahan dapat meringankan. Masyarakat jangan kuatir, pemerintah pasti peduli,” kata Kapolri, Kepada wartawan usai peninjauan.


    Di Sawah Besar Kapolri dan Panglima beserta rombongan, juga sempat mendapat penjelasan dari Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi, Damdim 0501 Kol Inf Luqman, dan Walikota Jakarta Pusat. “Kegiatan vaksinasi di daerah slum area akan kita tingkatkan. Karena masih banyak warga di daerah pinggiran itu yang belum mendapat vaksin,” ucap Hengki Haryadi.

    Rombongan kemudian melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi dan membagikan sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat. Hadir Wakapolres AKBP Prasetyo, Kabag Osp AKBP Guntur, Kapolsek Sawah Besar AKP Alan Maulana, dam para pejabat Polres, dan Kodim 0501. “Di lokasi ini ada 41 persen yang belum divaksin. Kita datang kemudian kita jemput bola agar target vaksinasi di bulan Agustus bisa tercapai,” ujar Hengki.

    Total ada 300 orang divaksin di lokasi hari ini. Warga di slum area lain yang belum divaksin pun akan didatangi oleh petugas.

    “Untuk vaksin keliling efektif karena selama ini ada kendalanya mereka tidak mau datang ke gerai vaksin yang sifatnya statis.

    Karena mereka kurang familiar dengan pendaftaran online dan nggak punya ongkos. Termasuk soal warga yang tidak punya KTP, maka di gerai ada pihak Kecamatan untuk membantu perekaman KTP,”ungkap Hengky.

    Usai menerima penjelasan singkat itu, Kapolri dan Panglima dam rombongan melanjutkan ke lokasi kedua di wilayah Duri Pulo, Kelurahan Mangga Dua Srlatan, Kecamatan Gambir, dan Rusun Petamburan, Tanah Abang.

    Di Kelurahan Mangga Dua Selatan, Rombongan mendapat penjelasan dari Kepala Puskesmas Kecamatan Gambir dokter Ratna Sari serta jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Gambir.
    Kapolri bersama Panglima TNI dan Kepala BNPB mengunjungi 9 tenda vaksinasi pada gerai ini. Kapolri dan Panglima sempat berbincang bincang kepada Kapuskesmas Gambir dan Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta.

    Dokter Ratna mengatakan, serbuan vaksinasi ini merupakan upaya dari TNI-Polri dan juga pemerintah dalam menyukseskan program pemerintah untuk mencapai Herd Immunity.

    “Harapannya semoga vaksinasi terus berjalan, warga diawasi terus untuk menjalani dosis satu dan dosis dua sampai habis di usia di atas 12 tahun tervaksinasi semua,” kata Ratna.

    Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta mengatakan, maksud dan tujuan dari Kapolri, Panglima TNI hingga Kepala BNPB meninjau gerai vaksin ini untuk melihat langsung percepatan vaksinasi. “Ya intinya dari beliau mau melihat secara langsung dari pada kegiatan percepatan vaksin yang sudah dilaksanakan oleh tni-polri maupun tiga pilar khususnya jakarta pusat,” tegas Budi.

    (TK/Red)

  • Kejar Herd Immunity Vaksinasi Santriwan dan Santriwati Ponpes Al Washilah

    www.pelopor.ID, Jakarta – Vaksinasi dilakukan untuk para santriwan dan santriwati di pondok pesantren (Ponpes) Al Washilah Jalan. KP. Baru No.20, RT. 004/RW.10, Kembangan Utara, Kec. kebun Jeruk, Jakarta Barat Kamis, (22/7/2021) supaya mereka terhindar dari virus Covid-19.  Ratusan santri tampak antusias mengikuti vaksinasi yang digelar Polisi dan TNI ini.

    Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Ady Wibowo, S.IK., M.Si. mengatakan, Khususnya di Jakarta Barat 65% sudah kejar pada saat hari Kemerdekaan bisa mencapai Target Herd Immunity sebagai Publik 75%.

    “Sampai Kapanpun pandemi ini belum berakhir, bagi yang sudah ataupun belum di vaksin tetap jaga protokol kesehatan karena memang virus yang saat ini ada arti visual intelijen atau kecerdasan sehingga kita bisa melihat tingkat perkenaanpun sangat eksponensial,” Ujar Ady

    Sementara dibukanya gerai vaksinasi TNI-Polri di pondok pesantren Al Washilah agar para santri dan ustaz di ponpes memiliki imunitas dan kekebalan supaya tidak mudah terpapar COVID-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan yakni 5M.

    “Harapannya program vaksinasi santri dan lingkungan pesantren, aktivitas yang dilaksanakan di pondok pesantren kembali berjalan dengan baik dan pesantren bisa terbebas dari COVID-19. Meski sudah mendapatkan vaksin, santri dan lingkungan pesantren harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuh Ady

    (TK)

  • Polda Metro Jaya Gelar Vaksinasi Massal di 8 Lokasi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran mengatakan, pihaknya akan menggelar vaksinasi massal Covid-19 pada 8 lokasi di DKI Jakarta mulai Senin (28/6/2021) besok. kegiatan ini, sekaligus untuk menyambut Hari Bhayangkara yang diperingati 1 Juli mendatang.

    “Bagi warga yang ingin melaksanakan dan belum vaksinasi silakan datang.”

    “Hari Senin sebagai informasi tambahan, Polda Metro juga akan melakukan kegiatan bersama di delapan titik menyambut HUT Bhayangkara dan percepatan vaksinasi di delapan titik,” tutur Fadil saat meninjau vaksinasi massa Covid-19 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, hari ini, Minggu (27/6/2021).

    “Bagi warga yang ingin melaksanakan dan belum vaksinasi silakan datang, akan dilayani tim dari Biddokkes Polda, Kodam Jaya, dan Dinas Kesehatan DKI, yang diorganisir oleh Polda Metro Jaya,” sambungnya.

    8 titik tempat pelaksanaan program vaksinasi massal gratis tersebut adalah:

    1. Kantor Biddokkes Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman No 55, Jakarta Selatan.
    2. Ruangan Majapahit Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan No 1, Jakarta Pusat.
    3. Tzu Chi Center, Tower 2, lantai 6, BGIM, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara.
    4. Kantor RW 20 Perumahan Citra 2 Ext. Kalideres, Jakarta Barat.
    5. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, Jalan Kamal Raya No 20, Cengkareng, Jakarta Barat.
    6. Ex Live Space Lot 8 SCBD, Lot 8 SCBD, RT05/ RW03, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
    7. Pesantren Al Hamid Putra, Jalan Raya Cilangkap Baru RT07/ RW01, Cipayung, Jakarta Timur.
    8. Graha Ceger, Jalan Siun No 8A RT01/ RW05, Kelurahan Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. []
  • Viral KTP Dijual di Medsos, Polisi: Sedang Diselidiki

    peloporberita.com/ | Jakarta –  Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, saat ini Bareskrim Polri tengah menelusuri informasi mengenai dugaan data KTP yang dijual di forum media sosial.

    Dugaan tersebut beredar di media sosial dan menjadi viral usai dicuitkan oleh akun @recehvasi. Disebutkan bahwa data dan foto-foto berkaitan dengan KTP dapat tiba-tiba tersebar dan diperjualbelikan oleh orang tak bertanggungjawab.

    “Sedang dilakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut,”  tutur Argo berdasarkan keterangan resmi yang dikutip peloporberita.com/, Minggu, 27 Juni 2021.

    Penelusuran terhadap informasi tersebut, tengah dilakukan oleh Dirtipidsiber Bareskrim Polri. Meski demikian, belum dapat dijelaskan secara rinci mengenai benar atau tidaknya peristiwa tersebut.

    “Ready KTP selfie HD Minat Pm aja bahan masih fresh.”

    Termasuk, data awal kepolisian mengenai hasil penyelidikan sementara terkait diduga tersebarnya data pribadi masyarakat Indonesia di platform media sosial. Adapun dalam cuitan yang viral di media sosial. Pemilik akun mewanti-wanti agar masyarakat waspada dengan modus jual-beli data dan foto KTP di medsos.

    Kemudian, dia membagikan hasil tangkapan layar suatu unggahan di platform media sosial yang belum dapat dipastikan. Terlihat, admin yang menggungah postingan itu menjual sejumlah foto KTP beserta dengan foto diri (selfie) pemilik yang sedang memegang KTP.

    “Ready KTP selfie HD Minat Pm aja bahan masih fresh,” tulis akun dengan menambahkan beberapa contoh foto selfie dan KTP yang diduga dijual.

    Kasus jual-beli data pribadi juga belum lama ini terjadi. Dimana, identitas data penduduk yang terdaftar di BPJS Kesehatan sempat dijual bebas di forum daring beberapa waktu lalu.

    Polisi menduga, data tersebut dibobol dari server BPJS Kesehatan. Namun sampai sekarang pelaku belum tertangkap dan terungkap. Adapun sebanyak 279 juta data kependudukan itu bocor dan dijual ke forum daring melalui situs raidforum.

    Situs tersebut merupakan tempat populer bagi para peretas untuk menyebarkan data-data kependudukan WNI. []

  • Agustus, Jokowi Targetkan Vaksinasi 2 Juta Dosis

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan vaksinasi harian mencapai dua juta dosis pada bulan Agustus 2021. Target ini, diungkapkan Kepala Negara saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

    “Hari ini bersyukur kita bisa melaksanakan vaksinasi massal di seluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Memang target hari ini adalah satu juta vaksin untuk rakyat yang kita harapkan nanti akan terus menuju di bulan Juli dan di bulan Agustus target kita nanti dua juta vaksin,” tuturnya, Sabtu, 26 Juni 2021.

    “Saya titip kepada jajaran TNI dan Polri, Kodam, Polda, agar bersama-sama dengan pemerintah daerah ikut mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.”

    Vaksinasi di GBK sendiri menyasar sedikitnya 8 ribu masyarakat umum. Tak hanya di GBK, vaksinasi massal juga diselenggarakan secara serentak di 14 Komando Daerah Militer (Kodam) di seluruh Indonesia, yang turut ditinjau Kepala Negara melalui konferensi video.

    Melalui konferensi video itu, Presiden Jokowi menginstruksikan jajaran TNI-Polri untuk turut menyukseskan program vaksinasi sekaligus tetap menjaga kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

    “Saya titip kepada jajaran TNI dan Polri, Kodam, Polda, agar bersama-sama dengan pemerintah daerah ikut mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, utamanya menjaga jarak. Tindakan lapangan, langkah-langkah lapangan dalam rangka kedisiplinan ini sangat penting,” ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga berdialog dengan Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya dan Pangdam IX/Udayana.

    “Kami laporkan, untuk di Jawa Timur, untuk alokasi vaksin yang kami terima adalah 209 ribu, terdiri dari Sinovac sejumlah 61 ribu dan merek AstraZeneca sejumlah 148 ribu,” ucap Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden.

    Joko Widodo
    Presiden RI Joko Widodo. (Foto:Pelopor/Setkab)

    Ditambahkan Suharyanto, selain vaksinasi yang rutin digelar setiap hari, pada waktu tertentu pihaknya juga menggelar serbuan vaksinasi dengan target penerima yang lebih banyak.

    “Sistem pelaksanaannya, kami setiap hari melaksanakan vaksinasi, ada vaksinasi yang rutin dengan kekuatan 1.000-2.000 orang, kemudian serbuan vaksinasi dalam hari-hari tertentu dengan kekuatan 3.000-5.000 orang,” sebutnya.

    Pangdam V/Brawijaya juga melaporkan bahwa di Jawa Timur telah dibentuk tim vaksinator gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk melakukan layanan vaksinasi jemput bola.

    “Jadi tidak masyarakat yang dikumpulkan, tetapi tim vaksin ini yang mendatangi rumah ke rumah. Karena di berbagai wilayah Jawa Timur, misalnya mohon maaf di wilayah Madura, harus kita yang mendatangi masyarakat untuk divaksin karena kalau dikumpulkan hasilnya masih belum maksimal,” tegasnya.

    Senada dengan Pangdam V/Brawijaya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa pihaknya juga memprioritaskan masyarakat di daerah yang sulit terjangkau.

    “Seperti yang dilakukan oleh [Kodam] Brawijaya, kami lebih dominan di daerah-daerah juga yang tidak terjangkau. Kami punya sembilan Denkes (Detasemen Kesehatan) di Bali, NTT [Nusa Tenggara Timur], NTB [Nusa Tenggara Barat], sehingga masyarakat-masyarakat yang pinggir bisa kami jangkau,” pungkas Maruli.

    Menanggapi laporan para Pangdam tersebut, Presiden Jokowi pun menanyakan kesanggupan mereka untuk mengakselerasi vaksinasi jika diberikan pasokan vaksin sebanyak dua kali lipat.

    “Sanggup, Bapak. Siap. Kami menunggu tambahan vaksin untuk Jawa Timur, kami akan melaksanakan secepat mungkin sehingga target dari pemerintah dua juta vaksin bisa segera terealisasi,” kata Pangdam V/Brawijaya menjawab tantangan Presiden.

    Jawaban senada juga dilontarkan oleh Pangdam IX/Udayana. “Kami sanggup, Pak. Kalau dikali dua juga kami masih mampu,” ujar Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

    Menanggapi kesanggupan tersebut, Presiden pun menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan pasokan vaksinnya.

    “Terima kasih, Pangdam. Nanti untuk urusan tambahan vaksin akan saya sampaikan ke Panglima, ke Kapolri, dan juga utamanya yang punya vaksin, Menteri Kesehatan, agar segera sebanyak-banyaknya vaksin bisa disuplai ke daerah,” sebut Jokowi.

    Menutup dialog, Kepala Negara kembali mengimbau pemerintah daerah yang didukung oleh jajaran TNI dan Polri agar dapat selalu mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan di masyarakat dalam segala kegiatan yang dilakukan di lapangan.

    “Sekali lagi saya ingin menekankan, agar tindakan-tindakan lapangan, langkah-langkah di lapangan, mengontrol, mengecek semuanya yang berkaitan dengan Covid-19 ini dilakukan oleh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, dan didukung oleh jajaran TNI dan Polri dalam rangka mendisiplinkan masyarakat, utamanya terhadap protokol kesehatan,” ujar Kepala Negara.

    Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksinasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. []

  • Tekan Penyebaran Covid-19, Pemda Kota Cirebon Gelar Vaksinasi Massal

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menggelar vaksinasi massal dengan bersinergi bersama TNI, Polri, dan stakeholder lainnya. Terkait Virus yang mewabah, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menjelaskan, saat ini penyebaran Covid-19 sudah memprihatinkan.

    “Hampir seluruh rumah sakit penuh, bahkan sejumlah pasien terpaksa harus waiting list atau menunggu. Mereka harus menunggu untuk masuk ke ruang perawatan atau tempat isolasi mandiri terpusat yang dimiliki oleh Pemda Kota Cirebon,” tuturnya di Balai Kota Cirebon, Kamis, 24 Juni 2021.

    Vaksinasi Massal
    Pemda Kota Cirebon menggelar vaksinasi massal bersinergi dengan TNI, Polri, dan stakeholder lainnya. (Foto:Pelopor/Pemda Kota Cirebon)

    Azis menegaskan, upaya yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang semakin mengganas yaitu dengan mempercepat proses vaksinasi Covid-19. Percepatan proses vaksinasi dilakukan dengan melibatkan unsur terkait, termasuk TNI dan Polri.



    “Alhamdulillah saya bersyukur di tengah pandemi Covid-19 yang mengganas saat ini, ada sinergitas yang baik antara Pemda Kota Cirebon dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19,” sebutnya.

    Selanjutnya Azis berpesan kepada setiap RW di Kota Cirebon untuk memanfaatkan kesempatan vaksinasi massal ini. Terutama untuk lansia yang belum mendapatkan vaksin agar segera melaporkan ke gugus tugas yang ada di setiap kelurahan dan kecamatan sehingga semua terdata. Selain itu, Azis juga meminta dukungan semua elemen masyarakat untuk turut serta menyukseskan percepatan vaksinasi Covid-19.

    “Semua tidak akan berhasil tanpa dukungan dari masyarakat,” tegas Azis.

    Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menjelaskan, vaksinasi massal Covid-19 yang diberi nama Serbuan Vaksinasi Serentak akan digelar mulai besok, Jumat, 25 Juni 2021 hingga Kamis, 1 Juli 2021.

    Agus Mulyadi
    Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi. (Foto:Pelopor/Pemda Kota Cirebon)

    “Digelar di hangar milik Batalyon Arhanud-14/PWY,” sebut Agus.

    Tersedia 12.700 vaksin yang akan disuntikkan kepada masyarakat. Masing-masing terdiri dari 5.500 vaksin dari jalur Polres Cirebon Kota dan 7.200 vaksin dari jalur TNI.

    “Semua vaksin sudah ada di Kota Cirebon,” tandas Agus.

    Sedangkan sekitar 200 tenaga medis akan disiagakan setiap hari untuk melayani pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat yang berasal dari tenaga medis TNI, Polri, dan rumah sakit swasta, serta tenaga medis di Pemda Kota Cirebon.

    “Alhamdulillah saya bersyukur di tengah pandemi Covid-19 yang mengganas saat ini, ada sinergitas yang baik antara Pemda Kota Cirebon dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19.”

    Adapun Proses vaksinasinya dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama pada Jumat, Sabtu, dan Senin (25, 26 dan 28 Juni 2021) digelar untuk yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon sebanyak 8 ribu orang.

    Sedangkan tahap kedua digelar pada Selasa, Rabu, dan Kamis (29, 30 Juni dan 1 Juli 2021) untuk masyarakat umum Kota Cirebon usia 18 tahun ke atas dengan cara mendaftarkan diri secara online melalui tautan https://vaksinasi.cirebonkota.go.id/ yang dapat diakses mulai hari Sabtu, 26 Juni 2021, dan mobilisasi masyarakat dengan target minimal 2000 vaksin diberikan setiap harinya.

    Lebih lanjut Agus menjelaskan, untuk mobilisasi masyarakat vaksinasi akan dikoordinasi oleh camat, danramil, dan kapolsek di setiap wilayah kecamatan Kota Cirebon.

    “Pendataannya sudah bisa dilakukan mulai sekarang,” ungkap Agus.



    Sedangkan untuk mendatangkan warga menuju lokasi penyuntikkan vaksin Covid-19 akan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri termasuk armada yang mereka miliki.

    “Sehingga memudahkan masyarakat untuk mendatangi lokasi vaksinasi Covid-19,” tandas Agus.

    Terkait hal yang sama, Danyon Arhanud 14/PWY Cirebon, Letkol (Arh) Haris Atmaja Adinata, menjelaskan mereka siap untuk menggelar vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Kota Cirebon.

    “Protokol kesehatan tetap kami jalankan dengan ketat sekalipun banyak masyarakat yang akan mendapatkan vaksin,” ucap Haris. []

  • Polri Merilis Ciri-ciri Modus Penipuan Online

    peloporberita.com/ | Jakarta – Penipuan online, semakin marak belakangan ini dan sangat merugikan masyarakat. Terkait hal ini, Divisi Humas Polri menyampaikan ciri-ciri modus penipuan online melalui akun Twitter Divisi Humas Polri.

    Modus yang pertama, mereka kerap mengaku sebagai pegawai e-commerce dengan mengirimkan kode verifikasi. Kemudian sang penipu meminta kode verifikasi tersebut  dari calon korbannya dengan bermacam-macam alasan.

    Penipuan online
    Ilustrasi Ciri-ciri modus penipuan online. (Foto: Pelopor/Twitter Divisi Humas Polri)

    “Kedua, biasanya Penipu suka mengiming-imingi hadiah kepada calon korban dengan syarat meminta uang untuk ditransfer terlebih dahulu,” sebut Divisi Humas Polri, Minggu, 21 Juni 2021.

    Sedangkan modus lainnya, yakni para penipu menelpon calon korbannya dengan menggunakan nomor handphone, tidak memakai nomor rumah atau nomor kantor yang sah.



    Selanjutnya, para penipu itu biasanya mudah terpancing emosinya ketika mendapati calon korban yang pura-pura bodoh atau pura-pura mengulur-ulur waktu. Dalam hal ini, kebanyakan para penipu akan berbicara dengan nada yang memaksa.

    Untuk itu, berhati-hatilah jika Anda menerima pesan atau telpon oleh orang atau nomor yang tidak dikenal terutama dari nomor ponsel yang menawarkan hadiah dengan persyaratan meminta transfer uang terlebih dahulu.[]