Tag: Polisi

  • Kronologi Penyelundupan 17 Kilogram Sabu dalam Patung

    peloporberita.com/ | Jakarta – Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, mengungkap penyeludupan narkoba seberat 17 kilogram jaringan Internasional yang menggunakan modus menyembunyikannya di dalam patung sebelum diterbangkan ke Indonesia.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tiga tersangka berinisial RR, DO, dan FS kasus sabu dari Nigeria dan Afrika Selatan asal Mozambik ditangkap pada waktu dan tempa berbeda.

    “Pertama yang ditangkap RR pada 15 Juli 2021 dengan barang bukti 1 paket sabu seberat 1 kilogram,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya.

    Kombes Pol Yusri Yunus juga menerangkan, bahwa Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Banten terkait pengiriman sabu via udara.

    “Melalui undercover, akhirnya penyidik berdasarkan pengembangan, mengetahui alamat pengiriman sabu di daerah Pondok Melati, Jatiwarna, Kota Bekasi.”

    Selanjutnya, kasus kedua berhasil menangkap DO dan FS dengan barang bukti sabu 16 kilogram. Sabu tersebut berasal dari Afrika Selatan (Mozambik).

    “Sabu seberat 16 kilogram dikirim melalui jalur udara, yang disembuyikan di dalam patung,” pungkas Kabid Humas Polda Metro Jaya.

    Awalnya penyidik mengalami kesulitan untuk melacak kepemilikan sabu, sebab nama dan alamatnya fiktif.

    “Namun melalui undercover, akhirnya penyidik berdasarkan pengembangan, mengetahui alamat pengiriman sabu di daerah Pondok Melati, Jatiwarna, Kota Bekasi,” ungkapnya.

    Kedua tersangka akhirnya ditangkap kedua penyidik, sedangkan satu tersangka lagi masuk daftar pencarian orang (DPO) berinisial C yang menyuruh DO dan FS untuk mengambil paket kiriman sabu tersebut.

    Hasil pengungkapan sabu seberat 17 kilogram ini, jika disalahgunakan maka dapat menjerumuskan 85 ribu anak bangsa, bila diasumsikan satu orang mengonsumsi 0,2 gram.

    Atas perbuatan ini, tersangka dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 junto Pasal 132 KUHP, UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. []

  • Dituduh Selingkuh Suami Bakar Kasur, 30 Rumah Tetangga Hangus

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pertengkaran suami-istri diduga menyebabkan terbakarnya 30 rumah di Kelurahan Tumbang Rungan, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa, 3 Agustus 2021.

    Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung Gultom mengatakan, pria berinisial AB (46) nekat membakar rumahnya sendiri lantaran tidak terima dituduh selingkuh oleh istrinya NT (48).

    “Tersangka dalam perkara kasus kebakaran tersebut berinisial AB, sementara ini kami amankan, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutur Todoan, Rabu, 4 Agustus 2021.

    “Kasur tersebut diduga sengaja dibakar oleh terduga pelaku yakni AB, juga sudah diamankan dan yang bersangkutan kini menjalani pemeriksaan.”

    Kasat Reskrim menjelaskan, pertengkaran rumah tangga itu, bermula dari tuduhan selingkuh oleh sang istri berinisial NT (48). Tidak terima dituduh selingkuh, AB (46) marah dan membakar rumahnya sendiri. Sayangnya api menjalar dan tetangganya pun ikut menjadi korban.

    “Terduga tersangka dalam perkara kasus kebakaran tersebut berinisial AB sementara ini kami amankan, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Todoan.

    Dalam kasus kebakaran ini, penyidik juga sudah mendapatkan saksi mata. Dua orang saksi tersebut adalah istri dari AB berinisial NT dan seorang pria berinisial AM warga Kelurahan Tumbang Rungan.

    Anggota Reskrim Polresta Palangka Raya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Mereka mendapati sisa kasur yang terbakar serta abu dan arangnya.

    “Kasur tersebut diduga sengaja dibakar oleh terduga pelaku yakni AB, juga sudah diamankan dan yang bersangkutan kini menjalani pemeriksaan,” tegasnya.

    Sebelum kebakaran terjadi, AB terlibat cekcok rumah tangga dengan istrinya di rumah. Pertengkaran lantaran sang istri menuduh suaminya sedang berselingkuh. Sekitar pukul 14.00 WIB pertengkaran terus terjadi dan sang suami sempat berkata ‘kalau mau susah biar susah sekalian’.

    Kemudian, AB mengambil sebuah korek api dan menumpahkan bensin di kasur yang terletak di dekat jendela hingga membakar kasur tersebut.

    “Ketika AB membakar kasur, api langsung membesar dan membakar rumahnya sendiri, lalu api merembet ke sebelah rumah sampai api membesar membakar ke seluruh rumah warga yang tinggal di wilayah RT 001, RW I Kelurahan Tumbang Rungan,” ungkapnya.

    Akibatnya, api itu menjalar dan membakar sedikitnya 30 bangunan rumah, dua bangunan sarang walet, satu TPA Al-Quran dan lima unit warung dan mengakibatkan kerugian sekitar Rp2 miliar.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sedangkan aparat kepolisian terus melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga dengan sengaja membakar rumahnya hingga mengakibatkan peristiwa itu terjadi. []

  • Polsek Kalideres Berikan Sembako Kepada Korban Kebakaran

    www.pelopor.ID | Jakarta – Polsek Kalideres memberikan Paket Sembako sebagai bentuk kepedulian kepada warganya yang sedang mengalami musibah akibat tempat tinggal mereka dilalap si jago merah.

    Polsek Kalideres, memberikan bantuan paket sembako kepada warga Kp Belakang Rt 10/003 Kel Kamal Kalideres Jakarta Barat. Adapun pembagian ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kalideres Akp Hasoloan Situmorang.

    Kapolsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat Akp Hasoloan Situmorang mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian polri kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah kebakaran.

    “Seperti diketahui beberapa hari lalu di tempat tersebut mengalami kebakaran dan sebanyak 8 KK kehilangan rumah tinggal,” sebut Akp Hasoloan Situmorang saat dikonfrimasi, Minggu (1/8/2021).

    Selain terdampak pandemi Covid-19, akibat kebakaran tersebut mereka juga kehilangan tempat tinggal sehingga beban mereka semakin berat. Oleh sebab itu Polsek Kalideres terjun ke lokasi. Selain melihat kondisi mereka, terakhir kami juga memberikan bantuan berupa paket sembako.

    “Semoga bantuan ini setidaknya dapat meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kami berikan sebanyak 10 paket sembako dan diterima secara simbolis oleh Ibu Kartini selaku sekretaris Rt 10,” ucap Hasoloan.

    Hasoloan juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ditengah pandemi ini, guna memutus rantai penyebaran wabah virus Covid 19. []

    Penulis : Titik /  Editor : Tantri

  • Hina Tukang Sapu, Oknum Polisi Dihukum Koprol di Jalan Aspal

    peloporberita.com/ | Ramai beredar di media sosial sebuah video seorang oknum polisi merendahkan profesi tukang sapu jalanan. Oknum tersebut bersama rekannya membuat video di media sosial TikTok dan membanggakan pendidikannya, sambil berkata “Mau online-lah atau apalah, yang penting selesai pendidikan itu tak tenteng-tenteng sapu, sapu-sapu jalan. Pasukan kuning kah?”

    Video oknum polisi itu pun langsung menuai kecaman dari netizen. Mereka mengkritik oknum polisi tersebut karena merasa kelas sosialnya sudah begitu tinggi setelah bergabung dengan kepolisian. Bahkan salah satu akun berkomentar “Pendidikan doang, ga tau cara menghargai orang.” Kemudian, ada juga netizen lain yang berkomentar, “Lebih layak dipecat.”

    Akhirnya oknum polisi tersebut bersama orang yang merekamnya mendapat hukuman, yaitu koprol di jalanan aspal di siang bolong sambil diawasi oleh atasan mereka. Setelah menjalani hukuman, mereka pun meminta maaf atas sikap mereka yang dinilai menghina pekerjaan tukang sapu. 

    Mereka mengaku membuat video itu hanya untuk koleksi pribadi dan tidak ada niat menyindir orang lain. Dalam video yang ditayangkan oleh akun Instagram @lambe_turah, salah seorang oknum polisi itu mengatakan, “Saya minta maaf atas video yang telah kami perbuat. Kami tidak bermaksud untuk menyindir instansi terkait. Saya mohon maaf”. []

  • Polisi: Ajakan Aksi Demo Jokowi End Game Hoaks

    peloporberita.com/ | Jakarta – Polisi menyebut seruan demo ‘Jokowi End Game’ hoax, dan akan mencari pelaku yang menyebarkannya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan bahwa tidak ada massa yang turun ke jalan berkaitan dengan seruan tersebut.

    “Sampai saat ini belum ada aksi sama sekali,” tutur Kombes Yusri di Jakarta, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Sebelumnya di media sosial tersebar seruan demo ‘Jokowi End Game’. Seruan itu berupa poster yang berisikan pada hari ini akan dilakukan aksi long march dari Glodok ke Istana Merdeka.

    “Bisa dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online.”

    Meski begitu, polisi sudah membuat penyekatan di Perempatan Ketapang untuk menutup akses ke Glodok, demi mengantisipasi demo ini. Sedangkan untuk pengendara yang ingin melintasi Jalan Gajah Mada dan Jalan Sukarjo Wiryopranoto ke arah Glodok terpaksa harus memutar balik kendaraannya.

    Raden Prabowo Argo Yuwono
    Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto:Pelopor.id/Polri)

    Polri, juga telah mengimbau masyarakat agar tidak terhasut dengan ajakan rencana aksi unjuk rasa melalui medsos itu. Mengingat, aksi tersebut berpotensi terjadi kerumunan dan akan menambah penularan Covid-19, melihat angka penularan covid-19 masih sangat tinggi.

    Sementara Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangannya menyampaikan kepada masyarakat untuk melaksanakan penyampaian aspirasi secara daring.

    “Bisa dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online,” tegas juru bicara Polri tersebut. []

  • Polres Kep Seribu Salurkan Bansos ke 129 KK Terdampak Covid-19 di Slum Area Wilayah Kepulauan Seribu

    peloporberita.com/ | Jakarta – Polres Kepulauan Seribu beserta jajaran melakukan kegiatan penyaluran Bantuan Sosial serentak di Slum Area Pulau Seribu pada Sabtu, 24 Juli 2021. Kegiatan ini dalam rangka mengurangi beban warga terdampak Covid-19 dimasa PPKM Level 4 dan percepatan distribusi Bantuan Sosial.

    “Selain membagikan beras 5Kg kami juga melakukan himbauan terkait protokol kesehatan.”

    Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Kepulauan Seribu IPTU Abdul Kadir yang memimpin kegiatan mengatakan, bahwa pihaknya beserta Polsek jajaran dan tokoh masyarakat setempat menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak Covid-19.

    Polres Kepulauan Seribu
    Polres Kep Seribu Salurkan Bansos ke 129 KK Terdampak Covid-19 di Slum Area Wilayah Kepulauan Seribu. (Foto:Pelopor.id/Polres Kepulauan Seribu)

    “Penyaluran beras bantuan sosial dilakukan secara door to door kepada warga yang terdampak Covid-19 di wilayah Kepulauan Seribu agar tidak terjadi kerumunan,” tutur Abdul Kadir.

    Abdul Kadir menjelaskan, penyaluran bantuan sosial berupa beras masing-masing 5Kg dengan maksud untuk meringankan beban warga. Saat pembagian beras disampaikan himbauan dan ajakan ke warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Polres Kepulauan Seribu
    Polres Kep Seribu Salurkan Bansos ke 129 KK Terdampak Covid-19 di Slum Area Wilayah Kepulauan Seribu. (Foto:Pelopor.id/Polres Kepulauan Seribu)

    “Selain membagikan beras 5Kg kami juga melakukan himbauan terkait protokol kesehatan,” sebutnya.

    Tercatat, pihak Polres Kepulauan Seribu bersama Polsek jajaran telah membagikan beras kepada 129 KK dengan rincian 32 KK di slum area Pulau Tidung, 14 KK di Pulau Pari, 20 KK di Pulau Lancang.

    Selanjutnya 13 KK di slum area Pulau Untung Jawa, 15 KK di Pulau Panggang, 25 KK di slum area Pulau Pramuka dan 20 KK Pulau Kelapa.

    “Bantuan sosial yang disalurkan ini merupakan wujud kehadiran negara ditengah masyarakat yang terdampak Covid-19 dalam mengurangi beban ekonomi,” tandasnya. []

  • Polsek Cengkareng Bagikan Sembako ke Driver Ojol Daan Mogot

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol Egman beserta jajaranya mendatangi Pos Ojek Online di Jalan Daan Mogot Rw 05 Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat, 23 Juli 2021 siang pukul 14.39 WIB.

    “Bantuan sembako ini merupakan bentuk keperdulian Polri kepada masyarakat kususnya komunitas Ojol yang mengalami dampak PPKM Darurat.”

    Kedatangan Polisi, untuk menyalurkan bantuan paket sembako kepada sejumlah Driver Ojol Lintas Daan Mogot. Agar berkurang beban mereka yang pemasukannya menurun akibat pembatasan aktivitas.

    Polsek Cengkareng
    Polsek Cengkareng Bagikan Sembako ke Driver Ojol Daan Mogot. (Foto:Pelopor.id/Polsek Cengkareng)

    “Bantuan sembako ini merupakan bentuk keperdulian Polri kepada masyarakat kususnya komunitas Ojol yang mengalami dampak PPKM Darurat,” tutur Kompol Egman saat dikonfirmasi, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Dia menuturkan, penyaluran sembako tersebut guna mendukung program Pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat.

    Kompol Egman, bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat ditengah pandemi.

    Polsek Cengkareng
    Polsek Cengkareng Bagikan Sembako ke Driver Ojol Daan Mogot. (Foto:Pelopor.id/Polsek Cengkareng)

    Sementara, Roni selaku Korlap Ojol Lindamo mengucapkan terima kasih atas keperdulian Polri terhadap masyarakat Ojol. Atas alasan itu, Ia sekaligus mengapresiasi kegiatan Polri tersebut. Kegiatan pembagian sembako itu, tersebut hingga berjalan kondusif serta tidak lepas dari protokol kesehatan. []

  • Viral KTP Dijual di Medsos, Polisi: Sedang Diselidiki

    peloporberita.com/ | Jakarta –  Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, saat ini Bareskrim Polri tengah menelusuri informasi mengenai dugaan data KTP yang dijual di forum media sosial.

    Dugaan tersebut beredar di media sosial dan menjadi viral usai dicuitkan oleh akun @recehvasi. Disebutkan bahwa data dan foto-foto berkaitan dengan KTP dapat tiba-tiba tersebar dan diperjualbelikan oleh orang tak bertanggungjawab.

    “Sedang dilakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut,”  tutur Argo berdasarkan keterangan resmi yang dikutip peloporberita.com/, Minggu, 27 Juni 2021.

    Penelusuran terhadap informasi tersebut, tengah dilakukan oleh Dirtipidsiber Bareskrim Polri. Meski demikian, belum dapat dijelaskan secara rinci mengenai benar atau tidaknya peristiwa tersebut.

    “Ready KTP selfie HD Minat Pm aja bahan masih fresh.”

    Termasuk, data awal kepolisian mengenai hasil penyelidikan sementara terkait diduga tersebarnya data pribadi masyarakat Indonesia di platform media sosial. Adapun dalam cuitan yang viral di media sosial. Pemilik akun mewanti-wanti agar masyarakat waspada dengan modus jual-beli data dan foto KTP di medsos.

    Kemudian, dia membagikan hasil tangkapan layar suatu unggahan di platform media sosial yang belum dapat dipastikan. Terlihat, admin yang menggungah postingan itu menjual sejumlah foto KTP beserta dengan foto diri (selfie) pemilik yang sedang memegang KTP.

    “Ready KTP selfie HD Minat Pm aja bahan masih fresh,” tulis akun dengan menambahkan beberapa contoh foto selfie dan KTP yang diduga dijual.

    Kasus jual-beli data pribadi juga belum lama ini terjadi. Dimana, identitas data penduduk yang terdaftar di BPJS Kesehatan sempat dijual bebas di forum daring beberapa waktu lalu.

    Polisi menduga, data tersebut dibobol dari server BPJS Kesehatan. Namun sampai sekarang pelaku belum tertangkap dan terungkap. Adapun sebanyak 279 juta data kependudukan itu bocor dan dijual ke forum daring melalui situs raidforum.

    Situs tersebut merupakan tempat populer bagi para peretas untuk menyebarkan data-data kependudukan WNI. []

  • Tarif Jasa Pembuatan Ijazah Palsu yang Dibongkar Polisi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Polisi berhasil membongkar kasus sindikat pemalsuan ijazah sekolah dan membekuk dua orang tersangka berinisial MW (32) asal Bangkalan dan BP (26) asal Kenjeran, Kota Surabaya.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol. Gatot Repli Handoko mengatakan, keduanya melakukan praktik pemalsuan ijazah dengan cara menawarkan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp.

    “Keduanya melakukan aktivitas kegiatan ilegal berupa memalsukan ijazah dan menawarkan pembuatan ijazah palsu ini di media sosial,” tutur Kabid Humas Polda Jatim, Selasa (22/6/2021).

    “Untuk ijazah SD Rp 300 ribu, SMP Rp 500 ribu, SMA atau SMK sederajat itu Rp 800 ribu, S1 Rp 2 juta, ijazah S2 itu Rp 2,5 juta. KTP itu Rp 300 ribu, KK Rp 300 dan akta kelahiran itu Rp 250 ribu sama sertifikat pelatihan Satpam itu Rp 500 ribu.”

    Gatot menambahkan, aktivitas itu berlangsung sejak 2019 lalu hingga akhirnya ditangkap tim siber Mei 2021 kemarin. Dalam penangkapan itu, beberapa lembar ijazah palsu berhasil disita.

    Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, MW dan BP ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sesuai Pasal 35 junto Pasal 51 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 serta Pasal 263 Pasal 55 KUHP.

    “Ancaman hukumannya yang terkait dengan masalah ITE adalah 12 tahun penjara. Kemudian yang terkait dengan pasal KUHPnya adalah enam tahun penjara,” sebutnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy menambahkan, selain memalsukan ijazah, kedua tersangka juga menerima jasa pemalsuan dokumen lain seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran hingga sertifikat kompetensi Satpam. Dari setiap dokumen-dokumen yang dipalsukan itu, para tersangka memasang tarif yang bervariasi, mulai Rp 250 ribu hingga Rp 2,5 juta.

    “Ini ada sembilan produk yang dibuat oleh mereka dan dikasih harga yang berbeda-beda. Untuk ijazah SD Rp 300 ribu, SMP Rp 500 ribu, SMA atau SMK sederajat itu Rp 800 ribu, S1 Rp 2 juta, ijazah S2 itu Rp 2,5 juta. KTP itu Rp 300 ribu, KK Rp 300 dan akta kelahiran itu Rp 250 ribu sama sertifikat pelatihan Satpam itu Rp 500 ribu,” tandas Wadireskrimsus Polda Jatim.

    Wadireskrimsus Polda Jatim mengatakan bahwa sampai saat ini sudah ada sekitar 94 lembar ijazah palsu yang telah diedarkan. Dengan total omzet yang diterima mencapai Rp 86 juta. Meski pemalsu ijazah tersebut telah ditangkap, Polda Jatim akan terus mengembangkan kasus ini. Serta akan menelusuri siapa saja yang telah menggunakan jasa kedua tersangka.

    “Kita akan mendalami dari pesanan-pesanan ke BP maupun ke MW dari handphone-nya, dan ini memang modusnya cukup unik, sebenarnya konvensional tapi dampaknya cukup meresahkan masyarakat.” tegas Wadireskrimsus Polda Jatim. []