Tag: Meta

  • Gagal Hapus Konten Ilegal, Rusia Denda Google dan Meta

    peloporberita.com/ – Pengadilan Moskow, Rusia, menjatuhkan denda kepada Google dan Meta Platforms Inc lantaran telah melakukan kegagalan berulang dalam menghapus konten yang dianggap ilegal di negara tersebut.

    Dilansir dari Reuters, Sabtu, (25/12/2021) Google di denda 7,2 miliar rubel, sedangkan Meta Platforms, yang sebelumnya bernama Facebook Inc, di denda 2 miliar rubel.

    Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor memaparkan, Google gagal menghapus 2.600 konten ilegal, sedangkan Facebook dan Instagram gagal menghapus dua ribuan konten yang melanggar aturan di negara tersebut.

    Terkait hal ini, Google menyatakan akan mempelajari putusan pengadilan sebelum mengambil langkah selanjutnya, sementara Meta Platforms tidak berkomentar.

    Besaran denda yang dikenakan, dihitung dengan persentase pendapatan perusahaan masing-masing di Rusia. Meski Pengadilan tidak merinci berapa persen pendapatannya, berdasarkan penghitungan Reuters, besaran denda kepada Googlse setara dengan 8 persen.

    Seperti diketahui, sebelumnya Rusia telah meminta platform media sosial untuk menghapus konten yang berisi penyalahgunaan obat-obatan, hiburan yang berbahaya, senjata dan peledak rakitan, dan kelompok yang menyatakan sebagai teroris atau ekstremis.

    Selain itu, Rusia juga meminta 13 perusahaan teknologi asing yang kebanyakan asal Amerika Serikat, untuk memiliki perwakilan resmi di sana pada 1 Januari 2022. Jika tidak, mereka akan melarang perusahaan tersebut.[]

  • WhatsApp Atur Ulang Status “Last Seen”

    peloporberita.com/ – WhatsApp menyetel ulang pengaturan status “last seen” yang kini bisa disembunyikan secara default dari orang tidak dikenal.

    Artinya, saat ini orang-orang yang dapat melihat status “last seen” hanyalah mereka yang telah masuk ke dalam daftar kontak Anda.

    Sebelumnya, WhatsApp mengatur status “last seen” untuk dapat dilihat oleh semua orang secara default. Status “last seen” di WhatsApp memungkinkan kontak lain tahu kapan Anda terakhir online di aplikasi.

    Meski terlihat tidak berbahaya dan tidak memungkinkan melacak teman atau keluarga, WABetaInfo menunjukkan beberapa aplikasi pihak ketiga mengeksploitasi fitur itu.

    Aplikasi pihak ketiga dapat mengumpulkan informasi status pengguna tertentu yang memungkinkan beberapa orang mengawasi orang lain saat menggunakan WA.

    Mengaktifkan opsi ‘My Contacts’ mencegah aplikasi pihak ketiga mengumpulkan informasi status lantaran aplikasi tak menganggap itu sebagai bagian dari kontak Anda, dan karenanya tidak akan mampu melihat status Anda.

    Langkah ini, bukan satu-satunya perubahan yang dibuat WhatsApp terhadap status ‘last seen’.

    November lalu, WABetaInfo juga menemukan bahwa aplikasi perpesanan milik Meta (induk Facebook) ini juga mulai menguji sebuah opsi yang disebut “My Contacts Except”.

    Opsi ini membuat pengguna menyembunyikan status dari beberapa orang saja dalam kontaknya.

    Selain itu, WhatsApp juga berusaha mempertebal privasi pengguna dengan memperkenalkan opsi untuk membuat fitur pesan menghilangnya menjadi default. []

  • Facebook Mengubah Nama Menjadi Meta

    peloporberita.com/ | Jakarta – CEO Facebook Mark Zuckerberg telah mengumumkan bahwa Facebook berganti nama menjadi Meta. Nama baru yang menaungi induk perusahaan Facebook, WhatsApp, Instagram, yang semula bernama Facebook Inc tersebut kini berganti nama menjadi Meta.

    Perubahan nama itu diumumkan Zuckerberg dalam konferensi tahunan Connect yang digelar pada Kamis, 28 Oktober 2021 waktu Amerika Serikat atau Jumat, 29 Oktober 2021 dini hari waktu Indonesia.

    Perubahan nama itu menurut Zuckerberg dilakukan untuk mencerminkan tujuan besar yang tengah dibangun perusahaan. Diketahui, Facebook saat ini memang tengah gencar menggaungkan istilah Metaverse yang menggabungkan dunia nyata dengan virtual.

    “Untuk mencerminkan siapa kami dan apa yang kami bangun. Seiring berjalannya waktu, saya harap kami terlihat sebagai perusahaan Metaverse,” ujar Zuckerberg.

    Kendati demikian, perubahan nama ini tidak berlaku dan tidak memengaruhi nama produk media sosial yang ada di bawah Meta. Nama Facebook masih akan tetap digunakan untuk jejaring sosial besutannya, begitu pula dengan Instagram, WhatsApp, dkk.

    “Saat ini, merek kami terkait erat dengan satu produk sehingga tidak mungkin mewakili semua yang kami lakukan hari ini, apalagi di masa depan,” kata Zuckerberg.

    Selain itu, Facebook juga memastikan bahwa struktur perusahaan tidak akan berubah dan akan tetap seperti sebelumnya. Sebagai catatan, perubahan nama ini mirip dengan yang dilakukan oleh Google beberapa tahun lalu.

    Kala itu, Google melakukan restrukturisasi dengan mendirikan Alphabet sebagai perusahaan dengan kedudukan yang lebih tinggi dan menjadi induk Google serta perusahaan besar lainnya.[]

    Baca juga: Sejumlah Alasan Facebook Ganti Nama Jadi Meta 

    Baca juga: Facebook Bakal Rekrut 10.000 Pekerja untuk Kembangkan Metaverse