Tag: Meta

  • Meta Luncurkan Fitur Pelacak Aktivitas Anak di Instagram

    peloporberita.com/ – Meta Platforms meluncurkan alat pengawasan yang memungkinkan orang tua melacak waktu yang dihabiskan anak saat menggunakan Instagram. Orang tua nantinya dapat menetapkan batas waktu penggunaan Instagram untuk anak-anak mereka.

    Selain itu, orang tua juga dapat melihat akun apa saja yang diikuti oleh anak-anak mereka di aplikasi tersebut. Hal itu merupakan bagian dari janji Meta untuk melindungi anak-anak saat menggunakan aplikasi media sosial mereka.

    Meta mengatakan, alat pengawasan orang tua di Instagram tersebut tersedia di Amerika Serikat mulai Rabu waktu setempat. Alat yang disebut Parental Supervision ini, akan diluncurkan secara global dalam beberapa bulan mendatang.

    Fitur pengawasan ini, akan tersedia dalam aplikasi Instagram versi mobile atau tablet. Sementara itu, para orangtua atau orang dewasa dapat mengawasi akun anak melalui Instagram versi mobile dan situs web. Tetapi, praktik pengawasan ini harus dengan persetujuan anak. Untuk menerima pengawasan dari orangtua, anak-anak akan menerima notifikasi terlebih dahulu.

    Parental Supervision Instagram ini, bagian dari fitur Family Center yang sedang dikembangkan oleh Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Tujuan fitur ini, agar orangtua memiliki akses yang mudah dalam satu tempat untuk mengawasi bagaimana anak-anak mereka menggunakan aplikasi Meta, termasuk Instagram.

    Kedepannya, layanan Meta yang lain juga bakal menghadirkan Family Center, seperti untuk headset dan platform virtual reality (VR) Oculus. Sehingga orangtua dapat menutup akses yang terlarang bagi anak-anak, memantau penggunaan, baik aktivitas maupun durasinya di dunia VR melalui aplikasi Oculus. []

  • Mark Zuckerberg Bakal Tambahkan NFT ke Instagram

    peloporberita.com/ – Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa Meta Platform akan menambahkan NFT ke Instagram. Hal ini diungkapkan CEO Meta (Facebook) tersebut, di sebuah panel di South by Southwest Festival Austin menurut tweet editor senior Engadget Karissa Bell yang dikutip Rabu, (16/03/2022).

    “Kami sedang bekerja untuk membawa NFT ke Instagram dalam waktu dekat. (Namun) Saya belum siap untuk mengumumkan dengan tepat apa yang akan terjadi hari ini,” tuturnya.
    Zuckerberg juga menyampaikan, NTF dapat memainkan perannya di Metaverse suatu hari nanti. Meskipun dia belum menjelaskan dengan tepat seperti apa bentuknya.

    “Saya harap Anda tahu, pakaian yang dikenakan avatar Anda di metaverse, pada dasarnya dapat dicetak sebagai NFT dan Anda dapat membawanya ke tempat yang berbeda,” ungkapnya.

    Selain itu, belum diketahui juga kapan NFT akan dihadirkan di Instagram. Namun pihak Meta memperkirakan akan segera hadir dalam beberapa bulan mendatang.

    NFT atau non-fungible token adalah sejenis sertifikat elektronik yang merupakan turunan aset kripto untuk dijadikan alat investasi. NFT, tempat penyimpanan aset digital berbasis blockchain ethereum guna merekam transaksi yang dilakukan. Dimana setiap aset digital yang diubah kedalam bentuk NFT dapat diperjualbelikan dengan mata uang kripto. []

  • Fokus Pada Reels, Instagram Tak Akan Dukung IGTV Lagi

    peloporberita.com/ | Jejaring sosial milik Meta, Instagram memutuskan tidak akan lagi mendukung aplikasi mandiri IGTV dan fokus menyimpan seluruh video di aplikasi utamanya, yaitu Instagram.

    Instagram mengumumkan hal itu lewat unggahan di blog resminya. Menurut mereka, penghentian aplikasi IGTV adalah bagian dari upayanya membuat video sesederhana mungkin untuk ditemukan.

    Selain itu, melansir The Verge, Instagram juga berencana menguji pengalaman iklan baru yang akan memungkinkan kreator meraih pendapatan dari iklan yang ditampilkan pada Reels mereka, mulai akhir tahun ini.

    Perjalanan aplikasi mandiri IGTV dimulai sejak 2018 yang bertujuan menyaingi YouTube, namun dengan konsep video vertikal berdurasi panjang. Hampir setahun kemudian, Instagram mempromosikan konten IGTV dengan video muncul di halaman explore dan pratinjau muncul di feeds.

    Lalu pada 2020, Instagram mulai menghilangkan tombol yang membawa pengguna ke konten IGTV di aplikasi utama. Pasalnya, Instagram melihat sangat sedikit pengunjung yang menggunakannya. Kemudian pada akhir tahun lalu, media sosial milik Meta ini mengumumkan penggantian nama IGTV menjadi Instagram TV.

    Pada tahun lalu, pihak Instagram juga menegaskan bahwa mereka bukan lagi sekadar aplikasi berbagai foto, namun lebih fokus mengejar rivalnya seperti YouTube dan TikTok. Terkait hal itu, Instagram pun meminta kreator gencar mengunggah konten di Reels dengan memberikan bonus hingga USD 35.000.[]

  • Meta Kembangkan Proyek AI yang Fokus Pada Suara dan Bahasa

    peloporberita.com/ | Chief Executive Officer (CEO) Meta Mark Zuckerberg mengumumkan sejumlah proyek kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Proyek ini disebut akan menjadi kunci penting bagi masa depan metaverse yang ditawarkan perusahaannya.

    Salah satunya adalah Builder Bot, bagian dari proyek CAIRoke buatan Meta yang bisa membangun dunia virtual dengan perintah suara. Dalam demonstrasi secara livestream, Zuckerberg mencontohkan bagaimana menggunakan perintah suara untuk menciptakan latar belakang pantai.

    “Ketika kami memajukan teknologi ini lebih jauh, kalian akan dapat menciptakan dunia bernuansa untuk dijelajahi dan berbagi pengalaman dengan orang lain hanya dengan suara kalian,” kata Zuckerberg yang dilansir dari Engadget.

    Selain itu, Zuckerberg juga mengumumkan pihaknya sedang mengembangkan sistem penerjemah universal, lantaran para pengunjung metaverse akan berasal dari berbagai negara.

    Kemudian, Zuckerberg juga menyatakan bahwa pihaknya akan fokus pada dua hal. Pertama adalah No Language Left Behind, yaitu fokus membangun model AI yang bisa belajar menerjemahkan bahasa. Kedua, Universal Speech Translator yaitu fokus membangun sistem yang bisa menerjemahkan ucapan dari satu bahasa ke bahasa lain secara real-time.[]

  • Mark Zuckerberg Rilis Facebook Reels Secara Global Hari ini

    peloporberita.com/ – Meta Platform akhirnya memperluas ketersediaan fitur video pendek Reels di Facebook. Kabar ini disampaikan langsung oleh CEO Meta Mark Zuckerberg dalam sebuah unggahan di akun Facebook pribadinya.

    Fitur Facebook Reels, sebelum dirilis secara global telah terlebih dulu dirilis untuk pengguna Facebook di Amerika Serikat pada akhir September 2021. Fitur ini, pertama kali dirilis di Instagram pada 2020.

    Meta juga menambahkan tools editing serta fitur monetisasi konten baru di Facebook Reels. Facebook Reels sudah tersedia untuk pengguna Facebook secara global di 150 negara mulai hari ini, termasuk Indonesia.

    Dengan fitur editing tersebut, pengguna Reel Facebook bisa me-remix video orang lain untuk berduet dengan mereka dan mengunggah klip berdurasi hingga 60 detik, seperti Reels di Instagram. Pengguna juga dapat menyimpannya sebagai draft.

    The Verge pada Rabu (23/2/2022) melaporkan, bahwa Meta akan menambahkan alat kliping video baru dalam beberapa bulan mendatang. Alat kliping ini, nantinya akan memudahkan pembuat konten yang menerbitkan video rekaman langsung atau berdurasi panjang untuk menguji format berbeda. []

  • Mark Zuckerberg Beri Karyawan Facebook Julukan Baru

    peloporberita.com/ – CEO Meta Mark Zuckerberg memberikan sebutan baru bagi karyawan Facebook. Jika sebelumnya mereka dikenal dengan julukan ‘Facebookers’, kini berubah menjadi ‘Metamates’ seiring dengan perubahan perusahaan menjadi ‘Meta”

    Urutan kepentingan di perusahaan tersebut juga turut diubah dimana karyawan harus mengutamakan perusahaan (Meta), lalu rekan kerja (metamates), dan kemudian individu (me).

    “Ini tentang rasa tanggung jawab yang kita miliki untuk kesuksesan kolektif kita dan satu sama lain sebagai rekan satu tim,” tulis Zuckerberg di halaman Facebook-nya dilansir dari The New York Post, Sabtu (19/2/2022).

    Zuckerberg juga menjelaskan, bila kini slogan perusahaan adalah ‘Move fast together’ dari sebelumnya ‘Move fast and break things’ sebelum diganti menjadi ‘Move fast’.

    “Kini adalah waktu yang tepat untuk memperbarui nilai dan budaya sistem operasional kami,” ungkapnya.

    Terkait hal ini, Chief Technology Officer (CTO) Facebook Andrew Bosworth menjelaskan, ucapan ‘Meta. Metamates. Me’ merujuk pada istilah angkatan laut yang juga digunakan oleh Instagram. Adapun istilah yang digunakan Instagram adalah ‘Ship, Shipmates, Self.’

    Bosworth dalam cuitannya mengatakan, istilah metamates diciptakan oleh penulis Douglas Hofstadter setelah seorang karyawan menghubunginya untuk mencari ide. []

  • Bitcoin dan Ethereum Menguat Seiring Para Spekulan Menunggu Data Inflasi AS

    peloporberita.com/ | Mata uang kripto berkapitalisasi pasar utama, seperti Bitcoin dan Ethereum, mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (08/02/2022).

    Dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, hal itu salah satunya didorong oleh likuidasi beberapa posisi short yang telah terakumulasi dalam tren turun tiga bulan terakhir di mata uang virtual. Selain itu, para spekulan juga menunggu data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis akhir pekan ini.

    Pulihnya nilai mata uang kripto terjadi di tengah anjloknya harga saham induk Facebook, yaitu Meta Platform, yang masih terjadi hingga penutupan perdagangan Senin waktu AS.

    Berdasarkan laporan manajer aset digital CoinShares, pasar crypto telah memasuki mode pemulihan dalam beberapa sesi terakhir, memposting arus masuk institusional sebesar USD 85 juta minggu lalu, menandai minggu ketiga arus masuk sebesar USD 133 juta.

    Sementara itu, menurut perusahaan penyedia data Blockchain, Glassnode, grafik Bitcoin menunjukkan adanya posisi short ketika harganya mengalami tekanan pada pekan lalu, cenderung ke arah likuidasi sisi pendek.

    Dalam perdagangan sore ini pukul 15.00 WIB, Bitcoin menguat 4,32 persen di level USD 44.589.60, dengan volume transaksi sebesar USD 31,52 miliar. Sedangkan untuk perdagangan besok, Bitcoin diprediksi dibuka fluktuatif, namun menguat di kisaran USD 44.500.50 – USD 46.900.50. []

  • Waduh, Saham Meta Platforms Anjlok 20 Persen

    peloporberita.com/ – Harga saham Meta Platforms Inc, Perusahaan induk Facebook anjlok sebesar 20 persen setelah mereka melaporkan pendapatan yang mengecewakan.

    Kinerja yang buruk ini, disebut terkait keputusan Apple untuk melakukan perubahan aturan privasi operating systemnya, iOS.

    Meta Platform
    Ilustrasi Meta Platform

    Chief Financial Officer (CFO) Meta Dave Wehner mengatakan, dampak dari perubahan privasi Apple bisa mempengaruhi bisnis Meta sekitar US$ 10 miliar untuk tahun 2022.

    Pasalnya, perubahan tersebut akan mencegah aplikasi melacak aktivitas online untuk iklan. Ini juga mempersulit pengiklan yang mengandalkan data untuk mengembangkan produk baru dan mengetahui pasar.

    Total pendapatan Meta memang naik menjadi US$ 33,67 miliar pada kuartal keempat 2021 yang mayoritas disumbang dari penjualan iklan, dari US$ 28,07 miliar pada 2020. Tetapi angka tersebut lebih rendah dari proyeksi para analis sebesar US$ 33,40 miliar.

    Setelah laporan itu diumumkan, saham Facebook langsung menukik tajam dan membuat perusahaan yang digawangi Mark Zuckerberg itu harus kehilangan US$ 200 miliar dari nilai pasar.

    Selain itu, Meta juga menuding penurunan terjadi akibat masalah ekonomi makro seperti gangguan rantai pasokan juga persaingan ketat dalam periklanan dengan TikTok dan YouTube. []

  • Facebook Setop Proyek Mata Uang Digital Libra?

    peloporberita.com/ – Induk usaha Facebook, Meta Platform Incorporated, akan menghentikan proyek penerbitan mata uang digitalnya, Libra yang kemudian berubah nama menjadi Diem.

    Kondisi itu tercermin melalui kesepakatan penjualan aset teknologi pembayarannya tersebut, kepada Bank Silvergate Capital Corporation yang berbasis di California, dengan nilai sekitar 200 juta dolar Amerika.

    Facebook
    Logo Facebook. (Foto: Pelopor/Wikipedia)

    Tercatat, proyek mata uang digital Libra di rilis perdana pada tahun 2019 lalu, namun pada perjalanannya berulang kali tersandung masalah dengan regulator keuangan Amerika Serikat.

    Di awal keberadaan proyek ini, Facebook membentuk Libra Association, sebuah konsorsium berisi 27 anggota dari perusahaan penyedia layanan digital, termasuk PayPal Holdings, Visa , dan Stripe Incorporated.

    Libra Association awalnya ingin merilis mata uang kripto (cryptocurrency) yang nilainya berdasarkan beberapa mata uang. Nantinya, Libra dapat digunakan untuk membeli barang atau mengirim uang ke sesama pengguna, tanpa dipungut biaya.

    Libra, juga bisa ditukar ke mata uang asli secara online atau melalui toko-toko offline. Pengguna bisa menyimpannya ke dompet digital yang bakal dibuat sendiri oleh Facebook bernama “Calibra”. Layanan ini akan tersedia di WhatsApp, Messenger, dan Facebook.

    Namun, hal ini ternyata mengundang kekhawatiran bank-bank sentral dan para regulator. Proyek tersebut dikhawatirkan membuat Facebook memonopoli ekonomi. []

  • Serangan Omicron Bikin Meta Platform Tunda Pembukaan Kantor di AS

    peloporberita.com/ – Induk Facebook, Meta Platform kembali menunda jadwal pembukaan kembali kantor Amerika dan meminta karyawannya melakukan vaksinasi booster Covid-19 di tengah lonjakan kasus Omicron.

    Tanggal pembukaan kembali yang semula dijadwalkan pada 31 Januari 2022 ditunda hingga 28 Maret 2022. Meta mengatakan, semua karyawan yang ingin bekerja di kantor harus menunjukkan bukti telah mendapat vaksinasi booster.

    Karyawan diberi waktu hingga 14 Maret untuk memutuskan apakah akan kembali bekerja di kantor, bekerja dari jarak jauh secara penuh, atau bekerja dari rumah untuk sementara.

    “Karyawan yang tidak mengambil tindakan dapat menghadapi tindakan disipliner, termasuk pemutusan hubungan kerja. Jelas, ini akan menjadi pilihan terakhir,” tutur juru bicara Meta melalui email yang dikutip dari Reuters.

    Sejatinya, Perusahaan Amerika telah menggandakan mandat vaksinasi dan menunda rencana back-to-office akibat serangan Omicron yang meningkatkan rekor infeksi ke seluruh negeri.

    Sebelumnya, pada pekan lalu, Citigroup juga mengatakan bahwa staf mereka di AS yang belum divaksinasi Covid-19 pada 14 Januari 2022 akan ditempatkan pada cuti yang tidak dibayar dan dipecat pada akhir bulan. Sedangkan di bulan Desember 2021, perusahaan induk Facebook, Instagram dan WhatsApp telah menawarkan opsi untuk menunda kembali ke kantor. []