Tag: Joko Widodo

  • Jokowi Pakai Baju Adat Baduy Saat Pidato HUT ke-76 RI

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

    “Busana yang saya pakai ini adalah pakaian adat Suku Baduy. Saya suka karena desainnya yang sederhana, simpel, dan nyaman dipakai.”

    Pidato tersebut dilakukan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2021, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta. Dalam acara ini, Presiden Jokowi terlihat mengenakan pakaian adat Suku Baduy yang berasal dari Banten.

    “Busana yang saya pakai ini adalah pakaian adat Suku Baduy. Saya suka karena desainnya yang sederhana, simpel, dan nyaman dipakai,” sebut Jokowi Senin, 16 Agustus 2021 pagi.

    Pakaian adat tersebut, menurut Presiden disiapkan oleh Ketua Adat Masyarakat Baduy, Jaro Saija. 

    “Saya juga ingin mengucapkan terima kasih pada Pak Jaro Saija, Ketua Adat Masyarakat Baduy yang telah menyiapkan baju adat ini,” sebutnya..

    Bukan kali ini saja, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat dari berbagai suku di Tanah Air dalam acara kenegaraan. Sebelumnya, dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2017, Presiden mengenakan pakaian adat Bugis berupa songkok Bugis berwarna emas dan sarung songket bernuansa oranye dan merah marun. 

    Lalu dalam upacara Kemerdekaan RI ke-73 di Istana Negara tahun 2018, Kepala Negara mengenakan pakaian adat Aceh. Pakaian adat berikutnya yang digunakan ialah adat Sasak, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digunakan saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPR-DPD pada Agustus 2019. 

    Kala itu, Presiden mengenakan pakaian adat Sasak berwarna coklat dengan bawahan kombinasi hitam, emas, dan oranye, dilengkapi keris yang tampak terpasang di bagian depan pakaian.

    Sedangkan pada tahun 2020 lalu, Kepala Negara tampak mengenakan pakaian adat Suku Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI. []

  • Jokowi Ingin Menkes Turunkan Harga Tes PCR Jadi 450-550 Ribu

    peloporberita.com/ | Jakarta – Harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang berlaku di Indonesia dibilang cukup mahal. Terkait hal ini, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyatakan bahwa dirinya telah meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan harga test PCR tersebut.

    “Salah satu cara cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes. Dan, saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR ini berada di kisaran antara Rp450-550 ribu,” tutur Kepala Negara Minggu, 15 Agustus 2021.

    Selain itu, jokowi juga menegaskan dirinya ingin agar hasil tes PCR sudah keluar hasilnya paling lambat dalam satu hari. Sebab, kecepatan sangat dibutuhkan untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini.

    “Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR ini berada di kisaran antara Rp450-550 ribu.”

    “Juga saya minta agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1×24 jam. Kita butuh kecepatan,” tegas Presiden.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto mengatakan, yang menjadi faktor utama mahalnya harga test di Indonesia adalah karena pajak barang masuk ke Indonesia cukup tinggi.

    Perbandingan harga di Indonesia dengan negara lain tak hanya berlaku pada test PCR, melainkan juga untuk segala keperluan obat-obatan dan laboratorium.

    Adapun di Indonesia harga tes PCR saat ini berada dikisaran Rp 900 ribu sedangkan di India, harga tes serupa hanya Rp 90 sampai 100 ribu-an saja. []

  • Jokowi: Pramuka Harus Jadi Pelopor Disiplin Protokol Kesehatan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar anggota pramuka menjadi pelopor kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi yang masih melanda saat ini.

    Hal ini, disampaikan Kepala Negara saat memberikan amanat pada Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-60 Tahun 2021, Sabtu, 14 Agustus 2021 pagi, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    “Pramuka Indonesia harus menjadi pelopor kedisiplinan, terutama disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan: disiplin memakai masker, disiplin menjaga jarak, disiplin untuk mencuci tangan di setiap saat, dan disiplin untuk menghindari kerumunan,” tuturnya.

    “Pramuka Indonesia harus menjadi contoh, menjadi teladan, tangguh menghadapi setiap tantangan.”

    Jokowi menambahkan, anggota pramuka juga harus berada di barisan terdepan dalam melindungi diri sendiri, teman, serta keluarga yang disayangi.

    “Kalau ada teman yang tidak mematuhi protokol kesehatan diingatkan, beri penjelasan, beri pengertian. Kalau ada teman yang sudah berusia di atas 12 tahun yang belum divaksin, ajak untuk segera divaksin. Karena kunci utama untuk bisa keluar dari pandemi adalah kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal,” ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Negara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota pramuka di seluruh Tanah Air yang menerapkan Dwi Darma, Tri Satya, dan Dasa Darma Pramuka di masa pandemi ini, bahu-membahu dengan seluruh elemen bangsa membantu penanganan pandemi di lingkungannya masing-masing.

    “Inilah jiwa pramuka sejati yang tertuang dalam Dwi Darma, Tri Satya, dan Dasa Darma Pramuka: terpanggil, rela berkorban untuk membantu sesama tanpa melihat perbedaan suku, agama, dan golongan,” sebutnya.

    Hari Pramuka 2021 dan Peringatan 60 Tahun Gerakan Pramuka mengusung tema “Pramuka berbakti tanpa henti, dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru dengan kedisiplinan dan kepedulian nasional”.

    Peringatan kali ini merupakan tahun kedua yang diselenggarakan di tengah situasi pandemi. Oleh karena itu, acara berlangsung secara virtual dan jumlah peserta yang terbatas dan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar semua terlindungi dari penyebaran COVID-19.

    “Pramuka Indonesia harus menjadi contoh, menjadi teladan, tangguh menghadapi setiap tantangan, menggalang kepedulian kepada sesama, bersedia berkorban, suka menolong, membantu meringankan beban keluarga, saudara, dan tetangga-tetangga kita,” tegas Presiden.

    Lebih lanjut, Kepala Negara berpesan kepada para anggota pramuka agar giat belajar dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

    “Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi setinggi-tingginya. Selalu adaptif mengejar kemajuan teknologi, mengikuti perkembangan zaman dengan cepat, fleksibel, dan harus cerdik,”tandasnya.

    Menutup sambutannya, Presiden meminta segenap anggota pramuka Indonesia untuk selalu optimistis dalam menatap masa depan Indonesia.

    “Jangan pernah lupa dengan identitas bangsa, membangun karakter kebangsaan yang kokoh, mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang sejati, menjaga NKRI dan juga merawat kebinekaan. Pramuka Indonesia harus selalu optimis melihat masa depan, terus membangun harapan tentang kejayaan Indonesia,” ujarnya. []

  • GMKI: Rakyat Menderita Karena PPKM Terlalu Lama

    peloporberita.com/ | Jakarta – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meluncurkan gerakan “GMKI Untuk Negeri” di Jakarta, Sabtu (07/08/2021), sebagai refleksi keadaan pandemi Covid-19. Dalam kegiatan ini, PP GMKI mendistribusikan 500 paket makanan, masker dan obat-obatan. 

    Dalam acara peluncuran itu, Sekretaris Umum PP GMKI Michael Anggi mengatakan bahwa harus ada sikap gotong royong antar elemen bangsa dalam penanganan covid-19. Selain itu, Michael juga menilai, kebijakan PPKM yang dilakukan Pemerintah sangat menghambat roda perekonomian masyarakat.

    Baca juga: GMKI: Gojek dan Grab Untung Besar, Sudah Saatnya Bantu Negara

    “GMKI menilai pemerintah belum mampu menjawab penderitaan rakyat pada saat PPKM. Kami sebagai anak muda Indonesia hadir membantu masyarakat untuk meringankan beban mereka,” ujar Michael.

    Baca juga: Hore, Pemerintah Lanjutkan Bantuan Kuota Data Internet dan UKT 2021

    Ia juga menyoroti kinerja pembantu Presiden Joko Widodo yang lambat dalam menangani pandemi, salah satunya adalah kinerja menteri kesehatan yang lambat dalam distribusi obat-obatan dan vaksin. “Obat-obatan hanya tersedia di apotik tertentu,” ujar Michael.

    “Menteri BUMN juga gagal dalam menjalankan amanah Presiden Joko Widodo. Target vaksinasi nasional masih 10 persen, jauh dari harapan Presiden Joko Widodo. Selain itu, ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit dan stok oksigen sangat minim di daerah,” kata Michael. []

  • Mentan SYL: Petani Tidak Lagi Identik dengan Kaki Kotor Berlumpur

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dengan teknologi dan mekanisasi, kini petani tidak lagi selalu kotor kakinya. Menurutnya kemajuan sektor pertanian Indonesia ini, terjadi dibawah arahan dan perintah langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    “Menjadi petani itu tidak lagi identik dengan kaki kotor berlumpur dan panas kena terik matahari. Semua sudah ada teknologi dan mekanisasi.”

    Atas dukungan semua pihak, Mentan mengucapkan banyak terima kasih dan diaa berharap ke depan petani muda mampu menguasai semua perlengkapan sistem mekanisasi dan teknologi yang semakin berkembang.

    "Sebab menjadi petani itu tidak lagi identik dengan kaki kotor berlumpur dan panas kena terik matahari. Semua sudah ada teknologi dan mekanisasi. Jika kita mau kita bisa, dengan tekad yang kuat kita semua bisa maju," tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Sabtu 7 Agustus 2021.

    Joko Widodo

    Presiden Joko Widodo sebelumnya dalam pembukaan pelatihan petani milenial, mengingatkan bahwa sektor pertanian selama ini adalah sektor yang paling tangguh, dimana pada tahun 2020 pertumbuhannya mencapai 1,75 persen. Sedangkan pada triwulan pertama tahun 2021, sektor pertanian juga tumbuh positif, yakni sebesar 2,95 persen.

    “Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena itu kita harus membangun kemandirian pangan Indonesia dan kesejahteraan petani harus bisa meningkat secara signifikan,” sebut kepalaa negara.

    Presiden berjanji, pemerintah akan berusaha membuat sektor pertanian menjadi sektor yang menguntungkan, juga sebagai sektor yang mampu meningkatkan kesejahteraan. Oleh sebab itu, petani diharapkan tidak hanya bergerak di hulu atau di on farm saja, melainkan harus masuk ke tahap hilir serta tahap pengolahan pasca panen sampai ke packaging dan trading.

    “Justru disitulah keuntungan terbesar yang akan diperoleh. Hal ini juga yang akan memberikan peluang bagi peningkatan kesejahteraan petani. Oleh karena itu manfaatkan akses KUR dari perbankan BRI BNI mandiri dan BPD provinsi dengan baik,” tandasnya.[]

  • Menteri Sandiaga Uno Dorong Institusi Pendidikan Cetak SDM Berintegritas

    peloporberita.com/ | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong institusi pendidikan agar mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas. Hal itu disampaikan dalam acara “Doa Bersama Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) untuk Bangkitnya Pariwisata menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, Rabu (04/08/2021).

    Baca juga: Sandiaga Uno Dorong Penyaluran Bantuan bagi Pelaku Parekraf

    Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan agar pendidikan dan pelatihan vokasi harus selaras dengan kebutuhan industri sehingga dapat mencetak SDM yang berintegritas.

    “Oleh karena itu, apa yang kita lakukan di industri Hildiktipari, termasuk di 6 Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) bukan hanya re-skill dan up-skill tapi juga bagaimana kita bisa menetapkan apa profesi yang dibutuhkan, dan kapan dibutuhkannya, di mana saja wilayahnya, seberapa banyak dan oleh siapa,” kata Sandiaga.

    Menurut Sandiaga, Presiden Jokowi mengharapkan pelatihan vokasi dapat menaungi outcome dari pendidikan, yang sekarang masih kurang tingkat adaptasinya. “Bagaimana nanti melengkapinya juga politeknik ini dengan BLK (Balai Latihan Kerja), program pra-kerja dan bagaimana skill yang dibutuhkan ini matching dengan pasar kerja,” ujar Sandiaga.

    Baca juga: Sandiaga Uno: Komedian dan Konten Kreator Profesi Menjanjikan

    Turut mendampingi dalam acara doa tersebut bersama yaitu Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Sumber Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya, Ketua Hildiktipari Suhendroyono, Direktur Politeknik Pariwisata Medan Anwari Masatip, Ketua Dewan Juri ADWI 2021 yang juga Ketua Umum ICPI  Prof. Dr. Azril Azahari. []

  • Jokowi Lanjutkan PPKM Level 4 Mulai 3 Sampai 9 Agustus

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), kembali melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mulai 3 sampai 9 Agustus 2021. Pengumuman ini disampaikan Kepala Negara lewat saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 2 Agustus 2021.

    “PPKM level 4 yang diberlakukan tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus, telah membawa perbaikan di skala nasional dibandingkan sebelumnya baik dalam hal konfirmasi kasus harian tingkat kasus aktif tingkat kesembuhan dan persentase BOR,” tutur Jokowi.

    “Oleh karena itu dengan mempertimbangkan perkembangan beberapa indikator kasus pada minggu ini, Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten kota tertentu. Dengan penyesuaian pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat sesuai kondisi masing-masing daerah,” sambungnya.

    “Hal teknis selengkapnya Kadis dan oleh Menko dan menteri terkait. Dan untuk mengurangi beban masyarakat akibat berbagai pembatasan mobilitas dan aktivitas sosial ekonomi, pemerintah tetap mendorong percepatan dalam penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat program keluarga harapan PKH, bantuan sosial tunai, dan BLT desa.”

    Presiden menyebut, bantuan untuk UMK, PKL dan Warung dan bantuan subsidi upah sudah mulai berjalan dan program Banpres produktif usaha mikro, juga sudah mulai diluncurkan pada tanggal 30 Juli yang lalu.

    “Oleh karena itu dengan mempertimbangkan perkembangan beberapa indikator kasus pada minggu ini Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021.”

    Meski sudah mulai ada perbaikan, menurut Presiden perkembangan kasus covid-19 masih sangat dinamis dan fluktuatif. Sehingga kita semua harus terus waspada dalam melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kasus Covid-19.

    Dalam keterangan ini, Presiden juga menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi partisipasi dan dukungan para relawan dan para Dermawan yang ikut membantu pemerintah untuk menegakkan protokol kesehatan, memfasilitasi  isolasi Mandiri dan upaya-upaya sosial lainnya.

    “Covid 19 adalah tantangan yang harus kita atasi bersama, melalui usaha dan kerja keras, serta pengorbanan kita dalam menjalani berbagai pembatasan kegiatan ini. Insya Allah kita akan dapat segera terbebas dari Covid-19 ini,” sebutnya. []

  • Banpres Produktif Usaha Mikro Tahap II Mulai Dibagikan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021 secara simbolis kepada 20 perwakilan penerima bantuan, di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7/2021). Acara ini turut dihadiri penerima BPUM lainnya secara virtual.

    “Tahun 2021 yang akan dibagikan untuk Banpres Produktif ini adalah Rp 15,3 triliun yang dibagikan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Ada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil yang ada di seluruh Tanah Air, dan mulai dibagikan pada hari ini,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

    Baca juga: Agustus, Jokowi Targetkan Vaksinasi 2 Juta Dosis

    Jumlah itu terdiri dari dua tahap, di mana tahap I sudah disalurkan sebesar Rp 11,76 triliun bagi 9,8 juta pelaku usaha mikro. Sedangkan tahap II akan disalurkan kepada 3 juta pelaku usaha mikro pada Juli hingga sebelum September 2021, dengan total anggaran Rp 3,6 triliun. Adapun bantuan yang diterima masing-masing pelaku usaha adalah sebesar Rp 1,2 juta.

    Baca juga: Jokowi Tanggapi Kritik BEM UI: Mereka Sedang Belajar Mengekspresikan Pendapat

    Presiden menyampaikan, kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini dirasakan oleh semua, tidak hanya pelaku usaha mikro dan kecil, tetapi juga pelaku usaha menengah hingga besar. “Semuanya pada kondisi yang sangat-sangat tidak mudah, sangat sulit dan itu juga tidak hanya dirasakan oleh pengusaha-pengusaha di Indonesia saja tetapi di seluruh dunia semuanya kondisinya sama,” ujarnya.

    Terkait hal itu, Presiden Jokowi berpesan agar para pengusaha usaha mikro dan kecil tetap bekerja lebih keras dan tahan banting dalam situasi ini. []

  • Jokowi Melanjutkan PPKM Level 4 Hingga 2 Agustus

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), mengumumkan untuk melanjutkan penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

    “Dengan  mempertimbangkan aspek kesehatan aspek ekonomi dan dinamika sosial, Saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli (besok) sampai dengan 2 Agustus 2021,” tutur kepala negara dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, 25 Juli 2021.

    “Pertimbangan aspek kesehatan harus dihitung secara cermat, dan pada saat yang sama aspek sosial ekonomi masyarakat khususnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari juga harus diprioritaskan.”

    Menurut Jokowi, saat ini sudah terjadi tren perbaikan dalam pengendalian pandemi Covid-19. Laju endapan kasus, BOR dan positivity rate mulai menunjukkan tren penurunan seperti yang terjadi di beberapa provinsi di Jawa.

    “Namun demikian, kita harus tetap berhati-hati dalam perbaikan ini, tetap harus selalu waspada menghadapi varian delta yang sangat menular. Pertimbangan aspek kesehatan harus dihitung secara cermat, dan pada saat yang sama aspek sosial ekonomi masyarakat khususnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari juga harus diprioritaskan,” tegasnya.

    Presiden pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas pengertian dan dukungannya terhadap pelaksanaan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang dilakukan selama 23 hari terakhir.

    Jokowi
    Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Foto:Pelopor.id/Youtube Sekretariat Presiden)

    Namun lanjutnya, akan dilakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati sebagai berikut:

    Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperboleh buka seperti biasa dengan protokol Kesehatan yang ketat dan pasar rakyat menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari bisa buka dengan 50% sampai dengan Pukul 15.00. Di mana pengaturan bisa dilakukan oleh Pemda.

    “Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen, atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha-saha kecil lain yang sejenis izinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh pemerintah daerah.

    Sedangkan warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 dan maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

    “Hal-hal teknis lainnya akan dijelaskan oleh Menko dan menteri terkait. Untuk mengurangi beban masyarakat akibat pandemi Covid-19 ini Pemerintah juga peningkatan pemberian bantuan sosial masyarakat dan bantuan untuk usaha mikro kecil dan penjelasan secara terperinci akan dilakukan oleh Menko atau Menteri terkait,” sebut Kepala Negara.

    Secara khusus, Presiden meminta para menteri terkait segera melakukan langkah-langkah maksimal untuk membagikan vitamin, suplemen kepada masyarakat, memberikan dukungan obat-obatan dan konsultasi Dokter terhadap isolasi Mandiri. Serta, dukungan pengobatan di rumah sakit.

    “Angka kematian harus ditekan semaksimal mungkin dan untuk daerah-daerah yang memiliki angka kematian yang tinggi, peningkatan kapasitas Rumah Sakit, isolasi terpusat dan juga ketersediaan oksigen perlu ditingkatkan segera,” pinta Jokowi.

    Selain itu, Presiden juga meminta agar semua pihak selalu waspada dengan adanya kemungkinan dunia akan menghadapi varian lain yang lebih menular. Oleh karena itu saya memerintahkan agar testing tracing bisa ditingkatkan lebih tinggi.

    Juga respon treatment yang cepat untuk menekan laju penularan dan meningkatkan angka kesembuhan, penerapan protokol kesehatan yang ketat serta peningkatan testing, tracing dan treatment akan menjadi pilar utama penanganan covid 19 ke depannya.

    “Memakai masker dan menjaga jarak juga harus terus dilakukan. Terakhir saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa, untuk bersatu padu, dan bahu membahu melawan covid-19 ini,” tandas Presiden.

    “Dengan usaha keras kita bersama, insyaAllah kita bisa segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat bisa kembali,” sambungnya.[]

  • Polisi: Ajakan Aksi Demo Jokowi End Game Hoaks

    peloporberita.com/ | Jakarta – Polisi menyebut seruan demo ‘Jokowi End Game’ hoax, dan akan mencari pelaku yang menyebarkannya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan bahwa tidak ada massa yang turun ke jalan berkaitan dengan seruan tersebut.

    “Sampai saat ini belum ada aksi sama sekali,” tutur Kombes Yusri di Jakarta, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Sebelumnya di media sosial tersebar seruan demo ‘Jokowi End Game’. Seruan itu berupa poster yang berisikan pada hari ini akan dilakukan aksi long march dari Glodok ke Istana Merdeka.

    “Bisa dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online.”

    Meski begitu, polisi sudah membuat penyekatan di Perempatan Ketapang untuk menutup akses ke Glodok, demi mengantisipasi demo ini. Sedangkan untuk pengendara yang ingin melintasi Jalan Gajah Mada dan Jalan Sukarjo Wiryopranoto ke arah Glodok terpaksa harus memutar balik kendaraannya.

    Raden Prabowo Argo Yuwono
    Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto:Pelopor.id/Polri)

    Polri, juga telah mengimbau masyarakat agar tidak terhasut dengan ajakan rencana aksi unjuk rasa melalui medsos itu. Mengingat, aksi tersebut berpotensi terjadi kerumunan dan akan menambah penularan Covid-19, melihat angka penularan covid-19 masih sangat tinggi.

    Sementara Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangannya menyampaikan kepada masyarakat untuk melaksanakan penyampaian aspirasi secara daring.

    “Bisa dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online,” tegas juru bicara Polri tersebut. []