Tag: Jawa Timur

  • Pasar Global Lirik Produk Kerajinan Batu dan Kayu Fosil Tulungagung

    peloporberita.com/ | Produk kerajinan Indonesia memang patut diacungi jempol. Salah satunya adalah produk kerajinan premium milik UD Karya Indonesia yang berbasis di Tulungagung, Jawa Timur.

    UD Karya Indonesia adalah UKM penghasil kerajinan meja, wastafel, dan bathtub (bak mandi) dari batu dan kayu fosil. Pada Jumat (22/10/2021), mereka telah melepas ekspor produknya ke Hamburg, Jerman, senilai Rp 400 juta. Ekspor ini menjadi pembuktian bahwa UKM Indonesia tetap memiliki pasarnya sendiri di luar negeri.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun mengakui, hasil produk buatan UD Karya Indonesia memang bernilai tinggi alias premium, sehingga wajar jika produknya dilirik buyer luar negeri.

    “Produk custom seperti ini bukan mass product, jadi memang sangat otentik. Saya harap Tulungagung bisa jadi sentra produksi kerajinan batu dan kayu fosil,” kata Teten saat mengunjungi workshop sekaligus ramah tamah dengan pemilik UD Karya Indonesia Nanang Setiawan di Tulungagung, Jatim, Jumat (22/10/2021).

    Teten menilai, ekspor produk UD Karya Indonesia ke Hamburg membuktikan bahwa meskipun pandemi membuat logistik terganggu dan biaya pengiriman kontainer mahal, minat pasar internasional tetap tinggi. Terutama, permintaan akan produk home decor. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar usaha ritel seperti ini bisa dibantu sistem logistiknya.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Teten menyebutkan, nilai ekspor Indonesia September 2021 mencapai USD 20,60 miliar, naik sebesar 47,64 persen secara year-on-year. Demikian juga ekspor nonmigas September 2021 mencapai USD 19,67 miliar, tumbuh 48,03 persen dibanding September 2020.

    Berdasarkan provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD 24,67 miliar atau setara Rp348,9 triliun (15,02 persen). Diikuti Jawa Timur USD 16,93 miliar atau setara Rp239,4 triliun (10,31 persen) dan Kalimantan Timur USD 16,11 miliar atau setara Rp227,8 triliun (9,80 persen).

    “Jatim termasuk terbaik kedua ekspor setelah Jabar. Potensi ekspor Jatim ini bisa kita lihat sangat besar,” ujar MenKopUKM.

    Pemilik UD Karya Indonesia Nanang Setiawan mengatakan, pembeli produk-produknya mayoritas berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Kanada, Belanda dan Arab Saudi. Sedangkan produk custom yang paling banyak diminati adalah wastafel dan coffee table dari kayu fosil.

    Sebelum pandemi, Raja Arab Saudi pernah membeli bathtub produksi UD Karya Indonesia dengan harga USD 2 juta. Nanang yang merupakan mantan pegawai Telkom ini pun dipanggil langsung ke Arab Saudi untuk menceritakan proses pembuatannya. Kemudian bathtub buatannya itu menjadi produk termahal dan tercatat dalam Guiness Book of Record. []

  • Kemenperin Pacu Kawasan Industri Halal untuk Wujudkan Masterplan Ekonomi Syariah

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah bertekad untuk membangun ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber ekonomi baru di Indonesia. Mengacu pada Masterplan Ekonomi Syariah 2019-2024, penguatan rantai nilai halal merupakan bagian dari strategi utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk halal dunia pada tahun 2024.

    “Pembangunan KI terutama KIH tidak hanya sebatas memperoleh perizinan tetapi bagaimana mendatangkan tenant masuk kedalam kawasan.”

    Dukungan pemerintah dalam merealisasikan penguatan rantai nilai halal dilakukan melalui inisiatif strategis, yaitu pembentukan kawasan industri halal (KIH). Hal ini diwujudkan Kementerian Perindustrian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan Majelis Ulama Indonesia dengan hadirnya tiga KIH, yaitu Modern Halal Valley, Halal Industrial Park Sidoarjo, dan Bintan Inti Halal Hub.

    “Hadirnya KIH seluas 148 hektare di Sidoarjo tersebut, yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung proses produk halal, diharapkan akan memperkuat seluruh rantai nilai halal dari sektor hulu hingga hilir guna mengembangkan potensi produk halal di Indonesia khususnya di Jawa Timur dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global,” tutur Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau pembangunan KIH di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat 1 Agustus 2021.

    Untuk mendorong potensi yang cukup besar di industri halal, menurut Menperin diperlukan kolaborasi program kementerian dan lembaga di daerah guna memperkuat ekosistem industri halal.

    Agus Gumiwang Kartasasmita
    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau pembangunan KIH di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat 1 Agustus 2021. ((Foto:Pelopor.id/Kemenperin)

    “Ketersediaan fasilitas serta infrastruktur yang lengkap dan terpadu akan meningkatkan ketertarikan investasi di KIH karena bersaing dengan KIH di negara-negara tetangga,” tegasnya.

    Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian terus melakukan upaya untuk mendorong pembangunan KIH dan Halal Hub di daerah-daerah guna membentuk ekosistem industri halal yang kuat dan merata di seluruh Indonesia. Hal ini dapat dilakukan karena memperoleh kerja sama dan dukungan dengan pihak lain.

    “Pembangunan KI terutama KIH tidak hanya sebatas memperoleh perizinan tetapi bagaimana mendatangkan tenant masuk kedalam kawasan. Geliat pembangunan KIH perlu mendapatkan perhatian, seperti fasilitasi insentif, guna memperkuat ekosistem halal value chain dari aktivitas industri halal global,” ungkap Agus.

    Contohnya dalam pembangunan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS). Pada tahap pertama pembangunan HIPS, saat ini telah berdiri 32 unit standard factory building kavling kecil untuk sektor industri kecil dan menengah (IKM) seluas 2 Hektare. Selain itu, pengelola telah melakukan proses pematangan lahan dan pembuatan saluran drainase sepanjang jalan lingkungan, pembangunan konstruksi awal masjid, laboratorium, dan kantor pengelola HIPS.

    “Melihat progres pembangunan KIH yang sangat cepat, pemerintah akan melakukan akselerasi penguatan ekosistem di KIH dengan menyusun rancangan insentif baik berupa penetapannya sebagai KIH, dan fiskal seperti relaksasi aturan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kavling industri, yang telah diberlakukan untuk properti,” sebutnya.

    Kemenperin saat ini sedang merevisi ketentuan mengenai tata cara memperoleh surat keterangan dalam rangka pembentukan KIH, yang akan diubah ketentuannya menjadi penetapan kawasan industri halal oleh Menteri dengan memudahkan pemberian fasilitas dan insentif bagi pelaku usaha di bidang produk halal.

    Selain Menperin, Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. []

  • Polres Ngawi Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021

    peloporberita.com/ | Ngawi – Polres Ngawi melakukan apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021, pada hari Senin, 20 September 2021 pukul 07.00 s.d. 08.00 WIB. Acara ini, dilaksanakan dalam rangka Cipta kondisi guna meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan mewujudkan kamseltibcarlantas yang mantap di wilayah Kabupaten Ngawi.

    Berlaku sebagai Pimpinan dalam Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Semeru 2021 adalah AKBP I Wayan Winata, S.I.K, M.H. Kemudian Perwira Apel, AKP Zainul Imam Syafi’i, S.H., M.H serta Komandan Apel, IPTU Nur Hidayat, S.H.

    Turut menjadi peserta dalam acara ini, Deputasi Perwira 1 peleton; Subdenpom 1 regu; Kodim 0805 1 peleton; Dalmas 1 peleton; Staf Polres 1 peleton; Satlantas 2 peleton; Dishub 1 peleton; Satpol PP 1 peleton; dan BPBD 1 peleton.

    Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Semeru 2021 dimulai dengan Persiapan pasukan, lalu laporan Perwira Apel dan Menyanyikan lagu Mars Polri. Dilanjutkan dengan penghormatan pasukan, amanat Pimpinan Apel dengan membacakan Amanat Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Semeru 2021 Kapolda Jatim.

    Polres Ngawi
    Polres Ngawi Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021. (Foto:Pelopor.id/Polres Ngawi)

    Dalam amanatnya, Kapolda Jatim Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi patuh pada tahun 2021 ini tidak jauh berbeda dengan pelaksaanan operasi pada tahun 2020. Dimana pelaksanaannya masih dalam kondisi pandemi covid 19.

    “Sehingga fokus pelaksanaan operasi ini lebih kegiatan yang bersifat preventif dan preventif itu adalah dalam rangka sosialisasi kepatuhan protokol kesehatan kepada masyarakat selain juga memberikan edukasi keselamatan berlalu-lintas,” tuturnya.

    Kapolda Jatim juga mengatakan bahwa kita patut bersyukur karena angka penyebaran covid-19 di Jawa Timur saat ini mengalami penurunan yang signifikan, dimana untuk tambahan kasus aktif rata-rata sekitar 200-300 orang per hari dan angka kematian sekitar 30 orang per hari.

    Sedangkan angka kesembuhan terus bertambah secara signifikan, demikian juga dengan keterisian tempat tidur / BOR (bed occupancy rate) mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 21% untuk BOR ICU dan 13% untuk bor isolasi.

    Polres Ngawi
    Polres Ngawi Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021. (Foto:Pelopor.id/Polres Ngawi)

    Bahkan untuk saat ini, seluruh wilayah jawa timur masuk level PPKM 2 dan 3 dan sudah tidak ada lagi zona merah di wilayah Jawa Timur. Hal tersebut berbeda jauh dibandingkan pada saat awal Mei hingga akhir Juli tahun 2021 dimana angka penambahan kasus aktif lebih dari 6.000 per hari dan angka kematian termasuk provinsi tertinggi dengan jumlah sekitar 300 orang per hari, demikian juga dengan BOR hingga mecapai 96 persen.

    Sementara yang perlu diwaspadai adalah adanya kepulangan pekerja migran dari luar negeri (PMI) yang dapat membawa varian baru dari negara asalnya sehingga perlu diperketat di lokasi kedatangan dan agar dilakukan isolasi terhadap pekerja migran tersebut.

    Oleh sebab itu, dalam rangka cipta kondisi guna meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas untuk mencegah penyebaran virus covid-19 dan mewujudkan kamseltibcarlantas yang mantap di wilayah Jawa Timur, maka polda Jatim bersama Satwil jajaran yang didukung oleh instansi terkait menggelar operasi kewilayahan dengan sandi patuh semeru 2021.

    Pelaksanaan operasi ini, berlangsung selama 14 hari mulai tanggal 20 September sampai dengan 3 oktober 2021 di seluruh wilayah Jatim dalam bentuk kamseltibcarlantas yang mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis dalam rangka meningkatkan simpati masyarakat terhadap polantas guna memutus penyebaran virus covid 19.

    Polres Ngawi
    Polres Ngawi Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Semeru 2021. (Foto:Pelopor.id/Polres Ngawi)

    Apel gelar pasukan hari ini, merupakan kegiatan pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh sumber daya yang akan dilibatkan dalam operasi patuh semeru 2021 sehingga diharap pada pelaksanaannya dapat berjalan dengan optimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

    Mengakhiri sambutannya Kapolda Jatim berpesan kepada seluruh peserta apel untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

    1. Lakukan mapping terhadap lokasi-lokasi yang rawan terjadinya penumpukan massa, rawan kecelakaan, kemacetan, dan pelanggaran lalu lintas.
    2. Dalam pelaksanaan operasi agar dikedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara edukatif dan humanis sehingga dapat meningkatkan kepercayan masyarakat terhadap polri.
    3. Berdayakan sumber daya operasi untuk membantu pemerintah dalam rangka kegiatan pencegahan penyebaran covid 19 melalui kegiatan sosialisasi protokol kesehatan, peningkatan kegiatan 3T dan perluasan cakupan vaksinasi.
    4. Diingatkan kembali kepada anggota selama kegiatan operasi tidak diperbolehkan melakukan tindakan kontraproduktif yang dapat menurunkan citra polri.
    5. Jaga kesehatan dan tetap pedomani protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas agar para anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas secara optimal.
    6. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab agar Polri yang presisi bisa terwujud.

    Kemudian acara dilanjutkan dengan doa bersama, Penghormatan Pasukan dan terakhir laporan Perwira Apel. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar serta dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. []

  • Muhadjir Effendy Tinjau Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Balarejo Madiun

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, meninjau Rumah Sakit Lapangan (RSL) Covid-19 Puskesmas Kecamatan Balarejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu, 11 September 2021.

    Dalam peninjauannya, Muhadjir didampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami mengecek fasilitas laboratorium tes cepat molekuler (TCM), mengecek ketersediaan obat-obatan untuk penanganan pasien Covid-19, dan berinteraksi dengan pasien Covid-19 melalui teleconfrence dari ruang komando isolasi pasien.

     

    Muhadjir Effendy Tinjau Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Balarejo Madiun
    Muhadjir Effendy Tinjau Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Balarejo Madiun. (Foto:Pelopor.id)

    Menko Muhadjir mengapresiasi keberadaan RSL Covid-19 Puskesmas Kecamatan Balarejo. Menurutnya, keberadaan RSL yang dibangun atas inisiatif Bupati Madiun sejak bulan Juli kemarin ini telah memberi dampak yang baik dalam penanganan pasien corona Covid-19 di Kabupaten Madiun.

    “Alhamdulillah kondisinya sudah bagus. Dari 32 kasus yang telah ditangani ini tinggal ada 2 pasien kategori ringan. Dan hari ini mungkin sudah bisa pulang ke rumah. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang masuk sini,” ungkap Muhadjir.

    Selain itu, Menko PMK mengapresiasi pelayanan di RSL Puskesmas Balarejo yang telah memiliki laboratorium TCM untuk pemeriksaan pasien Covid-19. Menurutnya, keberadaan laboratorium TCM juga sangat berguna untuk penanganan pasien Tuberkolosis (TB), khususnya untuk pelacakan pasien TB.

    Muhadjir mengatakan angka TB di Kabupaten Madiun saat ini relatif rendah. Namun dia berharap, pelacakan kasus TB tetap bisa berjalan di seluruh Kabupaten Madiun.

    “Di sini sudah diadakan tracing pelacakan. Kasusnya yang sudah dilacak 65 orang. Yang terdeteksi sakit hanya 2 orang. Mudah-mudahan tracing ini bisa dilanjutkan untuk seluruh Kabupaten Madiun,” tandas Menko PMK. []

  • Ledakan Dasyat Tewaskan Dua Orang di Pasuruan Terdengar Hingga Radius 5 KM

    peloporberita.com/  – Sebuah ledakan terjadi tadi pagi , Sabtu (11/9/2021) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menyebabkan dua rumah milik warga hancur dan rata dengan tanah. Ledakan dahsyat ini, kabarnya terdengar hingga radius 5 kilometer dan membuat sejumlah warga panik hingga berhamburan keluar rumah.

    “Suaranya sangat keras di sini. Saya kira elpiji meledak dekat-dekat sini. Ternyata di Gondangwetan.”

    Ledakan itu, terdengar hingga ke wilayah Kota Pasuruan. Warga Kelurahan Sekargadung, Kacamatan Purworejo, Kota Pasuruan pun mendengar suara ledakan tersebut.

    “Suaranya sangat keras di sini. Saya kira elpiji meledak dekat-dekat sini. Ternyata di Gondangwetan,” kata Fatmawati, salah satu warga Kelurahan Sekargadung.

    Kelurahan Sekargadung sendiri, berjarak 5 kilometer dari pusat ledakan.

    Dalam peristiwa tersebut, dikabarkan dua orang meninggal dunia terkena ledakan tersebut. Satu orang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dan satu orang lagi meninggal terkubur reruntuhan.

    Ledakan rumah yang diduga akibat bom ikan
    Ledakan rumah yang diduga akibat bom ikan/bondet di Dusun Macanputih, Desa Pekangkungan Kec. Gondangwetan Pasuruan menewaskan 2 orang. (Foto:Pelopor.id/
    @HoofdbureauID)

    Juga dilaporkan ada 2 penghuni rumah hancur yang terluka parah. Namun hingga saat ini belum diketahui penyebab ledakan, aparat polisi setempat masih menyelidiki kasus ini.

    Sementara Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Hery Dian Wahono mengatakan, pusat ledakan di rumah Ghofar. Ledakan terjadi sekali pukul 08.00 WIB.

    “Ledakan dari bom ikan,” tegas Hery Dian saat dikonfirmasi, Sabtu (11/9/2021).

    Gofar sendiri adalah korban yang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. []

  • Kunjungi Pacitan, Mensos Saksikan Simulasi Evakuasi Masyarakat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami

    peloporberita.com/ | Jakarta  – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi Kabupaten Pacitan, Sabtu (11/09/2021) yang dipusatkan di Pelabuhan Ikan Tamperan. Dalam kunjungan ini, Mensos dan jajaran akan menyaksikan simulasi evakuasi masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.

    Dalam kegiatan ini, disimulasikan pada hari Sabtu, 11 September 2021 jam 11.00 WIB terjadi gempa bumi dengan magnitudo 8,7, epicenter 300 km Tenggara Pacitan dan kedalaman 19 km.

    Gempa bumi menimbulkan tsunami yang berdampak pada seluruh pesisir Jawa Timur termasuk wilayah Pacitan dengan ketinggian gelombang tsunami 25-28 m dari muka air laut di tepi pantai.

    Waktu kedatangan gelombang tsunami 26 menit setelah goncangan gempa bumi. Diperlukan waktu maksimal 5 menit untuk penyebarluasan peringatan dini, sehingga golden time (waktu tersisa untuk evakuasi) 22 menit.

    Gelombang tsunami masuk maksimal 6 km ke Kota Pacitan, mencapai beberapa tempat strategis dan vital. Ketinggian air bervariasi mulai dari 22 m di wilayah pantai/pesisir, 11-17 m di wilayah bantaran sungai, 6-11 m di wilayah tengah (termasuk Alun-Alun), dan 10-12 m di Bantaran Sungai Grindulu.

    Kegiatan simulasi evakuasi menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Pacitan tersebut merupakan bagian dari langkah mitigasi bencana. Upaya mitigasi bencana dilakukan dengan memperhatikan hasil studi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

    Dalam beberapa kesempatan, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan hasil kajian dan mitigasi gempa bumi dan tsunami di Jawa Timur. Berdasarkan penelitian dan pemodelan BMKG, wilayah selatan Jawa Timur menyimpan potensi bencana gempa bumi yang cukup besar.

    Daerah yang diprediksi terdampak tersebut adalah Pacitan, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Malang Selatan, Lumajang, dan Banyuwangi.

    Meskipun belum ditemukan alat yang dapat memprediksi secara tepat kapan bencana terjadi, namun Mensos menekankan, perlu upaya serius, terencana dan terorganisasi untuk meningkatkan kesiap-siagaan masyarakat dan pemerintah menghadapi kemungkinan terjadi bencana.

    Simulasi evakuasi masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami pada hari ini merupakan bentuk langkah nyata dan serius menghadapi bencana. Upaya serius Kemensos lainnya adalah kebijakan Mensos Risma untuk secara periodik dan terencana melakukan sosialisasi mitigasi bencana di kawasan tersebut.

    Kemensos dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah, membentuk Kawasan Siaga Bencana (KSB) di beberapa daerah di Selatan Jawa. Di Pacitan telah dibetuk KSB Putra Samudera. Simulasi dilakukan secara berkala dengan melibatkan kelompok rentan yakni perempuan, orang tua dan anak-anak.

    Pembentukan KSB berbasis kawasan di Kabupaten Pacitan dimaksudkan untuk melatih masyarakat melakukan evakuasi mandiri sebelum datang pertolongan ketika terjadi bencana. []

  • Kemenperin: Industri Pengolahan Porang Patut Jadi Prioritas

    peloporberita.com/ | Kementerian Perindustrian terus mendorong kebijakan hilirisasi industri berbasis agro, sehingga dapat memacu nilai tambah bahan baku dalam negeri. Langkah strategis ini juga membawa dampak positif terhadap peningkatan investasi, ekspor dan penyerapan tenaga kerja, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Pendalaman struktur industri manufaktur di Indonesia juga diakselerasi melalui kebijakan hilirisasi berbasis sektor primer. Hal ini sejalan tekad Kemenperin dalam mewujudkan pembangunan industri nasional yang mandiri, berdaulat, maju, berkeadilan dan inklusif,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/08/2021). 

    Baca juga: Kemenperin: Industri Elektronika Pasok AC dan Kipas Angin di Fasilitas Kesehatan

    Putu menegaskan, dengan sumber daya alam yang berlimpah, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara eksportir berbagai produk berbasis agro. Hilirisasi berbasis agro yang mulai prospektif saat ini adalah industri pengolahan porang. “Kami memproyeksikan porang bisa menjadi salah satu komoditas pertanian unggulan baik di dalam maupun luar negeri. Peluang ini datang karena sebagian masyarakat telah beralih ke pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang lebih sehat,” kata Putu.

    Menurutnya, produk olahan porang mulai banyak diminati karena rendah kalori, karbon dan kadar gula. “Saya meyakini produk olahan porang ini akan menjadi pilihan makanan sehat ke depannya. Bahkan, ini juga bisa menjadi pengganti beras yang lebih sehat karena kadar gulanya sangat rendah,” ujar Putu.

    Putu mengatakan, pengembangan industri pengolahan porang patut menjadi prioritas, karena didukung dengan ketersediaan bahan baku di dalam negeri dan memiliki segmen cukup besar di pasar domestik. Oleh karena itu, diperlukan upaya harmonisasi dari sektor hulu hingga hilirnya, termasuk untuk menjaga keberlangsungan produktivitas porang dengan kualitas yang sesuai standar kebutuhan industri.

    Baca juga: Madiun Juga Punya Beras Porang Shirataki

    “Kami akan fokus untuk peningkatan hilirisasinya, mulai dari chip porang sampai pada berbagai produk turunannya seperti tepung dan beras yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam pengembangan ini, kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, dan melakukan pembinaan terhadap industrinya agar bisa produktif dan kompetitif,” ujar Putu.

    Pihak Kemenperin juga telah melakukan diskusi langsung dengan pelaku industri pengolahan porang, PT. Asia Prima Konjac di Madiun dan PT. Ambico di Pasuruan, Jawa Timur. Hal ini guna mendapat masukan terkait kebutuhan atau kendala yang dihadapi para pelaku industri tersebut sehingga dapat merumuskan kebijakan yang tepat ke depannya. []

  • Polda Jatim Bongkar Penjualan Tabung Oksigen Palsu

    peloporberita.com/ – Jakarta Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar kasus pemalsuan tabung oksigen dan menetapkan NW alias NG (52) sebagai tersangka.

    Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nico Afinta mengatakan, tersangka NW alias NG (52) memodifikasi tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diisi dengan oksigen, untuk dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 4 juta.

    “Tabung alat pemadam kebakaran atau APAR tabungnya dimodifikasi dan tabungnya diubah menjadi seolah tabung oksigen yang dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 4 juta,” tutur Irjen Nico di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu, 18 Agustus 2021.

    Irjen Nico menerangkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan seorang korban berinisial WD yang membeli tabung oksigen dari tersangka pada 27 Juli 2021.

    WD adalah konsumen yang membutuhkan tabung oksigen untung orang tuanya yang terpapar Covid-19. WD kemudian mendatangi TKP milik tersangka NW yang beramalat di daerah Simorejo, Surabaya.

    “Setelah membeli dengan harga Rp 4 juta kemudian yang bersangkuran mendapatkan satu tabung oksigen. Namun setelah dipakai korban merasa keanehan dalam dirinya, yaitu (tabung oksigen) tidak seperti biasanya,” ungkap Jenderal Bintang Dua itu.

    Kemudian korban melaporkan apa yang dialaminya kepada aparat berwenang, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan melakukan penyidikan oleh tim dari Polda Jatim.

    Tim dari Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penggeledahan dan menemukan 800 tabung yang 106 di antaranya sudah siap edar.

    “Berisi masing-masing satu meter kubik,satu setengah meter jubik, lima meter kubik, dan enam meter kubik, dimana tabung ini adalah hasil modifikasi tabung APAR yang seolah-olah tabung oksigen,” tandas lulusan Akabri tahun 1992.

    Dalam kesempatan yang sama Kapolda Jatim mengungkapkan, tersangka NW mengubah warna catnya yang semula berwarna merah digosok menjadi warna putih.

    Kemudian tersangka mengeluarkan isi APAR, dipasang regulator, yang selanjutnya diisi oksigen ke dalamnya. Nico menegaskan, hal ini sangat membahayakan di tengah banyaknya pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

    “Sementara ini sudah satu korban, jadi sudah terjual dari data 50 tabung, ukuran satu meter kubik,” sebut Irjen Pol. Nico Afinta.

    Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman sebagaimana diatur dalam Pasal 106 dan atau Pasal 113 Umdang-Undang nomor 7 tahin 2014 pentang Perdagangan, dan atau Pasal 196 dan atau Pasal 197 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan atau Pasal 62 JO Pasal 8 Ayat (1) Huruf (J) Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Komsumen, dengan ancaman 15 tahun penjara.[]

  • Viral Kisah Heni Tania Usia 19 Tahun Dinikahi Kombes Polisi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Heni Tanita, wanita cantik kelahiran 30 Mei 1980, asal Pamekasan, Jawa Timur, sedang mendapat sorotan publik setelah menceritakan di akun Instagram pribadinya @henitania ketika dinikahi suaminya, Kombes Pol Slamet Riyadi, SH., S.IK., M.Si.

    Ia menulis seperti ini, 21 tahun yang lalu. Dinikahi seorang Kapolsek disaat umur saya masih 19 tahun. Start dari NOL. Merangkak dari bawah tanpa backup dari siapapun. Bertahan dan berjuang dalam karier dengan kemampuan seadanya. Pasrah dan tak pernah kesana kemari meminta minta naik jabatan, atau belas kasihan dari pimpinan.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Heni Tania (@henitania)

    Bagaimana kisah asmara Heni Tania dan Kombes Pol Slamet Riyadi mulai bersemi? 

    Setelah lulus Akpol tahun 1996, Slamet Riyadi ditugaskan di Jawa Timur, yang saat itu masih di tingkat polres. Ia bertemu dengan Heni pada awal 1997, yang sedang menjadi mayoret marching band di SMA-nya dan Slamet sebagai pembina marching band, perwakilan dari Polres. Setelah saling mengenal, dua sejoli ini pun memutuskan bertunangan pada 1998. 

    Heni sempat kuliah selama setahun, kemudian pada 1999, memutuskan berhenti karena satu dan berbagai hal. Hingga akhirnya pada tahun 2000, Heni Tania dan Slamet Riyadi menikah dengan menggunakan adat Jawa dan tradisi pedang pora. Mereka pun dikarunai dua puteri, bernama Rara Refli Nurdiani dan Febiana Aura Annisa.

    Baca juga: 17 Agustus, Polda Metro Jaya Targetkan Vaksinasi Semua Warga DKI

    Penampilan Heni yang tampak seumuran dengan kedua putrinya malah mendatangkan komentar miring. Heni sering dikira ibu tiri dari anak-anaknya, bahkan dia juga sering dikira istri muda suaminya. Heni juga menceritakan kepada detik.com bagaimana sang suami berkarier dari bawah hingga akhirnya jabatannya terus naik.

    Gaji pokok pertama yang diterimanya adalah sebesar Rp299.000. Setahun kemudian mulai naik jabatan dari Kapolsek ke Kasat Reskrim, yang berarti gaji dan tunjangan juga mulai naik, sehingga Heni mulai lanjut kuliah lagi di Universitas Surabaya mengambil jurusan ekonomi.

    Baca juga: Polri Tangkap Dua ABG Peretas Situs Sekretariat Kabinet RI

    Pengalaman yang paling berkesan bagi Heni adalah ketika menjadi ketua Bhayangkari, yang merupakan organisasi istri anggota Polri. Padahal, saat itu usianya masih 19 tahun, tapi ia harus membawahi anggota yang seumuran dengan ibunya sendiri.

    Heni juga pernah merambah dunia hiburan dengan membintangi sinetron dan punya grup musik Babydoll, tapi akhirnya berhenti karena tidak mendapat restu dari suaminya, Kombes Pol Slamet Riyadi. Saat ini, Heni fokus pada studi S2 di Universitas Indonesia, sekaligus menjadi pengusaha minimarket Alfamart dan Indomaret. []