Tag: Jawa Timur

  • Bazaar Blitar Djadoel 2022 Percepat Kebangkitan UMKM

    Jakarta – Bazaar Blitar Djadoel 2022 yang digelar Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur, menjadi momentum efektif untuk mempercepat kebangkitan UMKM. Hal ini disampaikan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki saat membuka acara tersebut di Alun-Alun Kota Blitar pada Jumat (17/06/2022). Meski demikian menurutnya, semua acara bersifat massal harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    “Semakin banyak event yang bisa mendatangkan orang banyak, baik lokal ataupun turis asing akan menggerakkan ekonomi khususnya UMKM. Saya lihat beberapa kota yang punya event ratusan itu UMKMnya bisa tumbuh besar,” tuturnya dikutip Sabtu, (18/06/2022).

    Bazaar Blitar Djadoel 2022, merupakan rangkaian dari peringatan Bulan Bung Karno (Ir Soekarno) yang digelar pada 17 – 27 Juni 2022. Di Bazaar tersebut ditampilkan berbagai atraksi kesenian dan budaya daerah. Serta ditampilkan juga barang-barang lawas dan antik serta berbagai stand bagi UMKM dan pedagang kaki lima.

    Dalam kesempatan yang sama Wakil Walikota Blitar, Tjutjuk Sunario mengatakan Bazaar Blitar Djadoel digelar dengan melibatkan berbagai kalangan mulai dari pekerja seni budaya hingga ratusan UMKM yang ada di wilayah kota Blitar. Pihaknya ingin agar event tersebut benar-benar mampu mendorong kebangkitan UMKM dan ekonomi masyarakat sekitar yang sempat terpuruk akibat adanya pandemi.

    Bazaar Blitar Djadoel 2022 yang digelar Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur

    “Bazaar ini diselenggarakan untuk menambahkan semangat ekonomi kreatif dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Event ini akan menjadi pengungkit UMKM, pengungkit ekonomi apalagi UMKM jadi tulang punggung ekonomi nasional,” kata Tjutjuk.

    Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi dan budaya lokal di tengah disrupsi teknologi informasi yang berkembang begitu pesat seperti saat ini. Selain itu kebangkitan ekonomi juga menjadi agenda yang juga perlu diakselerasi lantaran selama pandemi yang berlangsung lebih dari dua tahun tersebut benar-benar membuat pelaku usaha khususnya UMKM terpuruk.

    “Kita harap masyarakat di kota Blitar di tengah kemajuan teknologi tetap mewarisi budaya yang adi luhung ini. Melalui acara ini mari kita rawat warisan budaya kita karena bangsa yang besar adalah yang menghargai budaya bangsa,” tandasnya. []

    [irp]

  • Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Dibekuk Polisi

    Jakarta – Polda Metro Jaya kembali membekuk seorang anggota kelompok Khilafatul Muslimin. Tersangka berinisial AS (74) ini, diamankan pada Senin (13/06/2022) sekitar pukul 00.20 WIB di Mojokerto, Jawa Timur. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, AS berperan sebagai Menteri pendidikan dalam kelompok Khilafatul Muslimin.

    “Dia sebagai Menteri Pendidikan. AS atas perintah khalifah memiliki peran menetapkan bahan ajar atau kurikulum lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin,” Tutur Zulpan dikutip Selasa, (14/06/2022).

    AS sebagai Menteri Pendidikan, berperan membuat konten di buletin dan sejumlah tulisan yang diedarkan oleh Khilafatul Muslimin yang bertentangan dengan Pancasila.

    “Yang bersangkutan juga penulis di buletin, koran, dan lain-lain yang dikeluarkan oleh Khilafatul Muslimin yang berisikan ajaran ataupun paham yang bertentangan dengan Pancasila,” ungkap Zulpan.

    [irp]

    Polda Metro Jaya, sebelumnya juga telah menangkap enam orang tokoh Khilafatul Muslimin. Termasuk pimpinan tertinggi organisasi tersebut, Abdul Qadir Hasan Baraja yang diamankan di Lampung beberapa waktu lalu.

    Selain itu, berdasarkan hasil pengembangan dan penyelidikan, polisi berhasil menangkap empat orang lainnya berinisial AA, IN, F, dan SW pada Sabtu (11/06/2022). Penangkapan dilakukan di daerah Lampung, Medan, dan Kota Bekasi. []

    [irp]INAYA UMPAN PANCING

  • Viral Video Persekusi Jurnalis, Ini Kata Kepala Divisi Advokasi KJJT

    Surabaya – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) mengecam keras tindakan arogansi, premanisme, dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum tokoh agama, dan organisasi masyarakat terhadap jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik.

    Bersama Kepala Divisi Advokasi KJJT, bersama Wawan Teguh Nuswantoro,S.H., M.H. Moch Naim,S.H, M.H. Sugeng Apriyanto S.H., menggelar press conference pada Selasa (31/05/2022), di Cafe Prajurit, Jalan Adityawarman, Kota Surabaya.

    Dalam press rilis yang dihadiri oleh sejumlah jurnalis dalam dan luar Kota Surabaya, mengutuk dan mengecam tindakan arogansi oknum organisasi masyarakat dan oknum tokoh agama terhadap S.Ade Maulana, jurnalis media cyber Surabaya dan Alif Bintang, jurnalis Memorandum, media cetak dari kota kota Pahlawan.

    Terhadap tindakan persekusi ini, KJJT sebagai organisasi wartawan se Jawa Timur mendesak agar Pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur yakni Kapolda Jatim dan khususnya Kapolrestabes Surabaya menindaklanjuti secara hukum, agar tidak ada lagi pelecehan, pem-bully-an atas profesi dan jurnalis yang dalam tugasnya di lapangan dilindungi Undang-undang nomor 40 tahun 1999.

    Tindakan arogan dan premanisme yang dilakukan oleh sejumlah oknum ormas dan tokoh agama ini viral di sosial media mendapat banyak respon dari berbagai kalangan.

    Persekusi Jurnalis KJJT

    Oleh sebab itu KJJT bersama tim Advokasi KJJT meminta aparat kepolisian responsif terhadap situasi di masyarakat sebagai tanggungjawabnya bidang keamanan dan ketertiban di masyarakat dari tindakan- tindakan anarkis dan premanisme terhadap jurnalis.

    “Saya meminta semua jurnalis di Indonesia bersatu, baik dari organisasi pers di seluruh Indonesia. Perlakuan terhadap client saya Mas Ade itu sangat tidak manusiawi, dia adalah jurnalis bukan penjahat atau penghasut,” ujar tegas Bang Teguh sapaan akrab Direktur Advokasi KJJT.

    Berharap, tidak ada lagi kejadian seperti ini terhadap rekan jurnalis, jadi seluruhnya agar sesama profesi harus bersatu untuk mengawal kasus ini sampai tuntas.

    [irp]

    “Proses hukum tetap kita hormati, ini negara hukum. Saya akan mendampingi Mas Ade, nantinya saat proses penyidikan dan penyelidikan sahabat kita Ade.” Terangnya.

    Masih kata Teguh, Polri didesak untuk segera menangkap dan menindak para pelaku dan dalang persekusi di dalam makam Sentono Agung Botoputih terhadap Jurnalis.

    “Segera tangkap yang meresahkan masyarakat, sudah jelas video tersebut telah mengancam warga kota Surabaya,” pinta Teguh.

    Menurutnya, tindakan anarkis terhadap jurnalis Ade dan Bintang, menurut dosen KJJT, Isma Hakim Rahmat, jelas melanggar Undang-undang kebebasan pers. Dan hal tersebut tidak patut dilakukan, apalagi yang melakukan itu oknum tokoh agama dan oknum anggota Organisasi Masyarakat (Ormas).

    "Apapun dan siapapun yang mencederai profesi wartawan dan melakukan persekusi, intimidasi dan aksi premanisme menakut-nakuti jurnalis adalah jelas-jelas memasuki ranah pidana, untuk itu Kepolisian tentu wajib menindaklanjutinya," ujarnya.

    Agusnal, Sekjen KJJT menyebut, perlakuan arogan ini tidak cukup hanya dengan permintaan maaf saja, sehingga pihaknya meminta kasus ini dibawa ke ranah hukum. Negara ini kata dia adalah negara hukum. Supremasi tertinggi adalah hukum. Untuk itu KJJT meminta ada tindakan tegas dari aparat kepolisian agar mengusut tuntas terkait premanisme yang dilakukan oknum ini.

    [irp]

    Selain itu, terhadap korban persekusi, juga harus diperhatikan kondisi kejiwaan pasca tindakan yang dialami yaitu saudara/rekan kita Ade dan Bintang.

    Dalam kronologi seperti yang ada di video yang viral, disebutkan S.Ade Maulana, Ketua Umum KJJT yang juga jurnalis Beritarakyat.co.id dan rekan Bintang, wartawan Memorandum, saat hendak konfirmasi dan mengambil foto suasana Makam Sentono Agung Botoputih dan terkait status tokoh agama itu di Cagar Budaya makam Botoputih, malah digelandang dan dipaksa hingga diseret dengan kasar oleh sejumlah oknum, dengan alasan dilarang ambil gambar tanpa izin.

    Keduanya diintimidasi, dan dipaksa mengeluarkan pernyataan dengan direkam secara bersmaan oleh orang melalui video untuk mengakui tidak ada intimidasi, kekerasan dan penyekapan.

    [irp]

    Alif Bintang, yang disambut dengan tidak ramah meminta undur diri karena saatnya deadline masuk kantor untuk menulis berita namun dihalangi.

    Sementara itu, Alif Bintang, yang juga korban persekusi menilai tindakan Ormas dan oknum Tokoh Agama itu sangat tidak manusiawi. Semestinya bisa dilakukan dengan cara yang santun dan lebih terpuji.

    "Mereka mendesak seseorang untuk ikut tanpa persetujuan, diintimidasi, dicaci, hingga mencelakai. Terbukti, yang bersangkutan bahkan sampai terjatuh dua kali. Akibat dorongan, tendangan, dan benturan-benturan fisik yang lain, " ujarnya.

    Persekusi terhadap jurnalis di lokasi kompleks Makam Botoputih perbuatan keji dan tidak dapat ditolerir. Ada perampasan hak asasi manusia sekaligus menginjak kemuliaan profesi jurnalis.

    Kata Alif Bintang, secara tertulis kepada KJJT. juga menyesalkan adanya polisi yang diam mematung saat ada kericuhan di tempat Cagar Budaya, yang di dalamnya terdapat pusara Kiai Ageng Brondong atau Sunan Botoputih. Di lokasi teduh itu juga ada pusara Bupati pertama Surabaya, ada pula peristirahatan mendiang istri mantan Kapolda Jatim Irjen Pol Purn. Hadiatmoko.

    [irp]

    Dia melihat polisi tidak dapat berbuat banyak. Entah kenapa. Tiga orang polisi hanya mematung. Bahkan saat dua jurnalis diancam tak dapat keluar dari ruang majelis sebelum memberikan statemen dalam kondisi baik-baik saja. Polisi membisu. Mereka hanya mendengarkan. Sikap polisi dalam peristiwa ini mencoreng institusi Polri.

    Alif Bintang jurnalis media cetak, turut diintimidasi dan dicacimaki saat melakukan kegiatan jurnalistik di kompleks Makam Botoputih pada Minggu (29/5/2022) sore.[]

    Disclaimer :
    Keseluruhan isi artikel beserta foto, berasal dari rilis resmi Humas Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT).

    [irp]

  • Kementan: Penyakit Mulut dan Kuku menginfeksi 200 Ternak di Jawa Timur

    Jakarta – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menginfeksi beberapa wilayah di Jawa Timur. Kementerian Pertanian menyebut, hasil laboratorium menunjukan beberapa ternak yang terkonfirmasi positif penyakit ini memiliki tingkat kematian yang rendah.

    Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) sendiri adalah penyakit hewan menular yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi.

    “Alhamdulillah sampai hari ini kematian sangat rendah hanya 1,1 persen dari jumlah ternak yang terinfeksi virus PMK ini” tutur Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi Selasa, (10/05/2022).

    Nasrullah menjelaskan, berbagai langkah penanggulan PMK yang dilakukan pemerintah telah memberi hasil positif di lapangan, bahkan tingkat kesembuhan hewan ternak yang terinfeksi menunjukan kemajuan yang cukup signifikan

    “Hasil lapangan hari ini kami melihat ada kemajuan yang berarti, dengan pemberian obat sejak kasus pertama di 28 April hingga hari ini sudah banyak hewan ternak yang menuju ke sehat,” ungkapnya.

    “Ini belum menggunakan vaksin, baru obat – obat yang kita berikan sesuai rekomendasi kesehatan hewan, dan kami melihat sendiri di satu kandang disini sudah ada beberapa hewan yang sudah mulai makan, berdiri dan menuju ke sehat,” sambung Nasrullah.

    Ia juga merinci, melalui pendataan dan pemantauan dilapangan, diketahui bahwa jumlah hewan ternak yang terkonfirmasi sakit PMK sebanyak 200 ekor, mati 4 ekor dan sembuh 12 ekor.

    Meski perlu diperkuat dengan hasil laboratorium lanjutan, Nasrullah menyebut angka ini menunjukan tingkat keganasan virus PMK berada pada level yang rendah.

    “Jadi ini bisa menjadi harapan kita mudah mudahan hari ini kita mendapatkan serotype dari virus PMK ini, mudah mudahan bukan tipe yang ganas, tapi dengan gejala klinis dan lapangan hari ini kita melihat bahwa PMK ini bisa sembuh dan ini terbukti di lapangan” tandasnya.

    [irp]

    Sementara soal pengaturan dan pengawasan lalu lintas hewan ternak dan penetapan gugus tugas penanganan PMK secara nasional, Nasrullah menyebut bahwa Kementan telah menetapkan sejumlah kebijakan melalui surat penetapan maupun surat edaran Menteri Pertanian.

    Selain itu, pengawasan dan pengaturan lalu lintas hewan ternak juga dilakukan di masing masing daerah baik ditingkat provinsi maupun kabupaten. Ia berharap, upaya yang dilakukan ini dapat mencegah kepanikan masyarakat serta memperkecil kesempatan bagi pihak yang ingin berspekulasi.

    “Untuk pemotongan tetap dilakukan di pemotongan hewan dan dilakukan secara ketat, sudah ada surat edaran Menteri Pertanian terkait penanganan pemotongan hewan yang berada di rumah potong hewan” tandasnya. []

    [irp]

  • Langkah Kementan Tangani Penyakit Mulut dan Kuku yang Mewabah di Jawa Timur

    Jakarta – Penyakit Mulut dan Kuku menyerang Sapi di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. Menyikapi kejadian ini, Kementerian Pertanian (kementan) secara aktif melakukan upaya pencegahan terjadinya penyebaran dan tracing penyakit tersebut.

    Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Nasrullah menegaskan, dua Laboratorium utama Kementan, Balai Besar Veteriner Wates dan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya sebagai Lab rujukan Penyakit Mulut dan Kuku telah dari awal aktif melakukan tracing kasus ini.

    “Saat ini kami koordinasi dengan pemda Jawa Timur untuk melakukan lockdown zona wabah,” tutur Nasrullah di Jakarta, Sabtu (07/05/2022).

    Nasrullah juga mengungkapkan, awalnya kasus ini diketahui setelah hasil pemeriksaan PCR menunjukkan positif PMK. Kemudian pihaknya melakukan rapat kordinasi bersama Gubernur Jatim dan empat Bupati dari wilayah terjadinya kasus Penyakit Mulut dan Kuku itu.

    Penyakit Mulut dan Kuku
    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku. (Foto: Kementan)

    Sementara langkah darurat yang disiapkan untuk penanganan Penyakit Mulut dan Kuku tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Penetapan wabah oleh Menteri Pertanian berdasarkan surat dari Gubernur dan rekomendasi dari otoritas veteriner nasional sesuai dgn PP no 47/2014.
    2. Pendataan harian jumlah populasi yg positif Penyakit Mulut dan Kuku.
    3. Pemusnahan ternak yg positif Penyakit Mulut dan Kuku secara terbatas.
    4. Penetapan lockdown zona wabah tingkat desa/kecamatan di setiap wilayah dengan radius 3-10 km dari wilayah terdampak wabah.
    5. Melakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan.
    6. Melakukan edukasi kepada peternak terkait SOP pengedalian dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku.
    7. Menyiapkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku.
    8. Pembentukan gugus tugas tingkat Provinsi dan Kabupaten.
    9. Pengawasan ketat masuknya ternak hidup di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang belum bebas Penyakit Mulut dan Kuku oleh Badan Karantina pertanian.

    Selain itu, lanjut Nasrullah, sejak Jumat (06/05/2022) kemarin, tim pusat dan daerah sudah bekerja di lapangan. Harapannya langkah ini dapat melokalisir zona penyakit dan tidak menyebar ke wilayah sentra sapi lainnya.

    “Masyarakat kita mohon bantuan dan kerjasamanya untuk tidak memindahkan atau memperjualbelikan sapi dari daerah wabah ke daerah yang masih bebas. Kita tangani bersama dan lokalisir wilayahnya,” tandasnya. []

    [irp]

  • Kunjungi PWNU Jawa Timur, Puan Maharani Dapat Wejangan Intisari Pancasila

    peloporberita.com/ | Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kehadiran Puan disambut hangat oleh Wakil Rais Syuriah KH Agoes Ali Masyhuri dan juga sejumlah pengurus PWNU Jatim lainnya.

    “Saya diberi wejangan oleh Kyai Ali bahwa silaturahmi itu intinya adalah gotong royong sementara gotong royong itu inti sari dari Pancasila. Bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk membangun bangsa Indonesia,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip dari Parlementaria, Rabu (02/03/2022).

    Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Ali dan Kyai Marzuki selaku masyayikh NU, menyegarkan lagi ingatannya tentang silaturahmi dan kedekatan yang terjalin antara kakeknya, Soekarno, dengan Hadratussyekh K.H. Hasyim Ashari, juga antara ibunya, Megawati, dengan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

    Bagi Puan sendiri, Jawa Timur memiliki nilai emosional yang besar, karena kakeknya lahir dan besar, kemudian wafat dan dimakamkan di Jawa Timur.

    Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tersebut berharap, Jawa Timur bisa menjadi tempat bersemi dan berkembangnya cita-cita para pendiri bangsa yang terangkum dalam dasar negara, yaitu Pancasila.

    “Sehingga, apa yang dilakukan oleh Bung Karno dan apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang ada di NU, Insya Allah bisa diteruskan oleh kita semua secara bergotong royong dalam membangun bangsa dan negara,” pungkasnya.

    Dalam pertemuan itu juga, Kyai Ali menyatakan apresiasinya atas silaturahmi Puan, dengan menyitir sebuah hadits Nabi yang mengatakan bahwa orang-orang yang merawat silaturahmi akan memiliki rezeki yang baik dan umur yang panjang.

    “Kita cari titik persamaan, jangan titik perbedaan. Dibutuhkan juga tolong menolong dan gotong royong. Ini penting untuk kembali dihidupkan karena mulai padam dan ditinggalkan oleh masyarakat,” katanya.

    Sementara, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan yang dicapai Indonesia merupakan hasil dari kumpulan rasa cinta terhadap negara dan gotong royong dari begitu banyak elemen bangsa, antara lain kaum nasionalis dan juga para ulama.

    “Bagi warga NU, NKRI harga mati itu bukan jargon semata. Merawat dan menjaga NKRI sama pentingnya menjaga Islam,” ungkap Marzuki.

    Ia juga berharap, hubungan baik antara kaum nasionalis dan kaum ulama yang telah terjalin sejak lama itu bisa terus dirawat.

    “Kalau dulu Indonesia merdeka didukung oleh kerja sama antara para ulama dan kaum nasionalis, maka kami semua, para kyai dan juga Mbak Puan yang ingin terus menjaga bangsa ini, harus bergotong royong melakukannya,” tegas Marzuki.[]

     

  • Kementan Siapkan Benih Sumber Kedelai, Hasilnya di Atas Rata-rata

    peloporberita.com/ – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan benih kedelai sumber yang sudah adaptif terhadap berbagai kondisi agroklimat di lingkungan tropis. Hal ini disampaikan Peneliti ahli utama Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Balitbang Kementan, M Muchlish Adie saat ditemui di Kawasan Malang, Jawa Timur.

    Menurut Muchlish, benih sumber hasil penelitian Balitbangtan memiliki keunggulan yang sangat luar biasa dan mampu menghasilkan produk di atas rata-rata. Secara hitung-hitungan, satu ton benih sumber kedelai untuk 20 hektar, atau per hektarnya membutuhkan 50 kg.

    “Selama ini setiap tahun kami menyebarkan 30 ton benih sumber kedelai berbagai varietas, untuk dikembangkan kembali para penangkar benih, sebelum menjadi benih siap tanam untuk kedelai konsumsi” tutur Adie berdasarkan keterangan tertulis, Jumat,(25/02/2022).

    Muchlish optimis, target pemerintah memenuhi kebutuhan kedelai lokal dapat diwujudkan secara cepat, namun tetap bertahap. Asalkan, semua pihak ikut terlibat dan mendukung kemampuan bangsa sendiri dalam menghasilkan produksi berkualitas.

    “Kan kedelai itu asal usulnya memang dari daerah sub tropis pak, dimana dari semua tanaman pangan, yang pertama di lepas itu kedelai tahun 1918. sampai sekarang sudah hampir 100 tahun dan sudah cocok sekali dengan kondisi Indonesia. Kami sudah mengembangkan 114 varietas kedelai yang cocok dengan kondisi iklim kita. Kalau banyak orang yang menilai hasilnya gagal karena kondisi sub tropis, saya kira itu salah besar,” jelasnya.

    Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemetaan lokasi penangkar benih yang tersebar di beberapa propinsi, diyakini mampu menyuplai benih dan biasanya pada puncak pertanaman kedelai di bulan Juni/Juli adalah masa optimal pertanaman.

    “Bulan Januari hingga Maret biasanya masa penyiapan benih. Nanti pada Juni/Juli puncaknya produksi kedelai. Sentra kedelai di 10 propinsi saya yakin bisa bagus produksinya,” sebutnya.

    Kunci Keberhasilan Produksi

    Muchlish juga menyatakan produksi kedelai yang optimal, terletak pada strategi populasi benih yang ditanam pada satu hektar lahan. Idealnya petani menanam dengan populasi 250 ribu tanaman dalam satu hektare, dan ini di beberapa wilayah seperti Kendal dan Nganjuk berhasil baik.

    “Yang sering terjadi populasinya hanya 150 ribu tanaman, dan akhirnya tidak maksimal. Untuk itu kami dari Balitbangtan perlu melakukan pendampingan pada petani,” ucapnya.

    Kkeberadaan sumber benih mandiri sangat diperlukan di sentra pertanian kedelai. Hal tersebut, untuk mengurangi ketergantungan pada benih luar daerah, serta kemampuan memenuhi kebutuhan lokal.

    “Kalau bisa setiap provinsi mampu menyediakan benih sendiri. Kita bisa kok menyuplai benih sumbernya. Kan kita punya BPTP di setiap provinsi, dimana selalu ada penangkarnya yang bisa menjadikan benih sumber,” ungkapnya.

    Keterlibatan offtaker, juga tak kalah pentingnya dalam mewujudkan kedelai lokal yang berkualitas tinggi. Merekalah yang nantinya akan membantu petani dan juga Negara dalam mengelola pertanian khusus kedelai secara bagus.

    “Harus ada keterlibatan offtaker karena negara tidak memiliki banyak uang untuk benih BR (benih tanam konsumsi). Petani perlu diberikan jaminan harga yang baik sehingga terus bersemangat bertani. Pola tanam diatur dengan baik dan menguntungkan petani,” tandas Muchlish. []

  • Kemensos Salurkan Bantuan Tahap II Bagi Korban Erupsi Semeru

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan santunan ahli waris korban bencana meninggal akibat guguran awan panas Gunung Semeru di Lapangan Tirtosari, Desa Penanggal, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ini adalah penyerahan tahap kedua, dengan nilai total Rp 360 juta atau Rp 15 juta per orang.

    "Penerima santunan tadi ada 24 orang. Yang kemarin (sebelumnya) itu 17 orang, ya," ujar Risma dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.

    Risma mengatakan, tidaklah mudah menyelesaikan pemberian santunan ini, lantaran banyak dari keluarga yang sudah tidak di lokasi, baik itu mengungsi maupun di luar kota. Namun, Risma memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi agar seluruh warga yang berhak mendapat santunan, dapat terakomodasi.

    Dalam kesempatan yang sama, Risma juga menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 400 paket dan makanan anak sebanyak 360 paket. Bantuan tersebut dikirim ke Posko Pengungsian yang kemudian diserahkan melalui Koordinator Posko Penanggal.

    Selain menyalurkan bantuan, Risma juga meninjau fasilitas yang ada di pengungsian, mulai dari tempat tidur para pengungsi, dapur umum, hingga stan kewirausahaan Dapur Kreasi yang didirikan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan para warga di lokasi pengungsian.

    Risma juga berjanji akan terus meningkatkan kualitas Dapur Kreasi, agar terjadi percepatan pemulihan ekonomi dari para korban.

    "Nanti kita improve terus supaya mereka bisa untuk percepatan pemulihan. Karena kan mereka mulai dari nol, percepatan pemulihan ekonomi keluarga, maka kita latih itu," pungkasnya. []

  • Kisah Desa Paciran yang Dijuluki Kampung Rajungan

    peloporberita.com/ – Kampung Rajungan adalah nama populer dari Desa Paciran, yang terletak di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Sebutan Paciran sebagai Kampung Rajungan lantaran sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan rajungan.

    Tercatat ada 1.142 nelayan tergabung ke dalam tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUB). Tak ayal, produksi rajungan di wilayah tersebut mampu menggerakkan ekonomi desa, bahkan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

    Setiap tahunnya, rata-rata hasil tangkapan rajungan mereka mencapai 389.250 kg dengan taksiran nilai produksi lebih dari Rp46 miliar. Bahkan rajungan dari daerah ini berhasil menembus pasar ekspor, terutama Amerika Serikat, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan.

    Kesuksesan ini, antara lain berkat kegiatan hilirisasi usaha rajungan sudah berjalan aktif. Setidaknya terdapat 9 Unit Pengolahan Ikan (UPI) berskala mikro dan kecil atau disebut miniplant dan telah tergabung ke dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Gampang Rukun dan Poklahsar Persaudaraan Ibu Nelayan (PIN).

    Unit Pengolahan Ikan berhasil menyerap tenaga kerja yang berasal dari masyarakat setempat yang kebanyakan istri nelayan dengan rata-rata 10 sampai 80 orang pekerja per miniplant. Khusus untuk Poklahsar, seorang penyuluh perikanan bernama Toha Muslih (45 tahun) siap membantu memberikan pendampingan legalitas perizinan usaha seperti Nomor Induk Berusaha, Pangan Industri Rumah Tangga, dan Halal Majelis Ulama Indonesia.

    Plt. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kusdiantoro mengatakan, pengembangan SDM di kampung tersebut sebagai dukungan terhadap program prioritas yang menjadi terobosan KKP. Salah satunya, pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

    Terkait hal ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya pernah menyebutkan tiga kategori kampung, yaitu kampung perikanan budidaya pedalaman untuk komoditas air tawar; kampung perikanan budidaya pesisir untuk komoditas payau; serta kampung perikanan budidaya laut.

    Pada rapat kerja dengan Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, 18 Januari 2022, Menteri Trenggono menjelaskan bahwa pembangunan kampung perikanan merupakan salah satu program yang akan diakselerasi pada tahun 2022.

    Kisah Desa Paciran yang Dijuluki Kampung Rajungan
    Kisah Desa Paciran yang Dijuluki Kampung Rajungan. (Foto:Pelopor.id/KKP)

    Menurutnya, pembangunan tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan mendorong pembangunan di berbagai daerah. Nah, hal ini salah satunya di Paciran. Dimana kesejahteraan yang dirasakan nelayan Paciran tentunya tak lepas dari kiprah penyuluh perikanan yang sehari-hari mendampinginya.

    Masih jelas di memori Toha masih ia pertama kali ditugaskan menjadi menyuluh di Desa Paciran pada 2011 silam. Saat itu, kehidupan nelayan di sana begitu pas-pasan dengan hasil tangkapan yang minim.

    "Saya melihat potensi rajungan yang besar, sayangnya masyarakat masih hidup secara individu. Mereka akan besar jika memiliki kelembagaan sendiri. Untuk itu, saya berinisiatif membentuk kelompok sebagai wadah usaha nelayan," ungkap Toha berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/ dari KKP yang dikutip Selasa, (22/02/2022).

    Adapun pendekatan kelompok melalui KUB merupakan strategi pemberdayan masyarakat pesisir yang efektif. Manfaat yang dirasakan lebih besar bagi anggota karena dapat meningkatkan kemampuan usaha, akses permodalan, pemasaran, dan mengakses program pemerintah ataupun Corparate Social Responsibility dari perusahaan.

    Sebagai penyuluh pendamping, Toha pastinya aktif menyuarakan alat tangkap yang ramah lingkungan, khususnya bubu lipat untuk menangkap rajungan. Ia juga gencar menyosialisasikan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di wilayah Republik Indonesia agar terjaga keberlanjutannya di alam.

    Selain itu, ia juga membekali warga dengan teknik penangkapan dan penanganan rajungan yang baik. Sehingga rajungan yang dihasilkan nelayan memiliki kualitas terbaik dan berharga tinggi.

    “Dulu sekilo rajungan cuma dihargai 40.000 sampai 60.000 rupiah, sekarang dengan kualitas yang lebih baik harganya naik jadi 120.000 sampai 130.000 rupiah per kilogram,” ungkap Ketua KUB Kelopo Kembar, Tsabit, salah satu nelayan binaan Toha.

    Menariknya, kini nelayan Paciran mampu memanfaatkan alat bantu penangkapan seperti GPS, aplikasi perkiraan cuaca berbasis smartphone, dan mesin penarik jaring (gardan). Sebelumnya, nelayan hanya mampu berlayar 8 sampai 10 mil dengan bubu yang dibawa 200-300 unit saja per kapal.

    Setelah ada teknologi penangkapan, nelayan mampu menempuh lokasi fishing ground sampai 30 mil dengan bubu sebanyak 400-600 unit per kapal. Hasilnya, produktivitas tangkapan rajungan meningkat.

    KUB yang dibina Toha, setiap tahunnya mendapat bantuan dari pemerintah, seperti 1.000 unit bubu rajungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan 10 unit GPS dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan.

    Selain itu, mereka juga mendapatkan akses pinjaman dengan bunga ringan lewat BLU LPMUKP KKP juga telah diraih kedua KUB binaannya dengan nominal Rp500 juta di tahun 2020. Nelayan juga tak lagi risau memasarkan rajungan tangkapannya, sebab pada tahun 2021 ada kerja sama antara kelompok binaan dengan Aruna, startup pemasaran perikanan digital. Sehingga lebih menguntungkan lantaran harga jual rajungannya lebih kompetitif.

    Pada tahun 2021, Desa Paciran telah ditetapkan sebagai Desa Inovasi/Desa Mitra BRSDM. Berbagai kolaborasi kegiatan penyuluhan bersama pemerintah daerah dilakukan. Salah satunya adalah transfer ilmu pengetahuan dan teknologi penangkapan rajungan hingga pengolahan dan pemasaran produk rajungan, terasi, kerupuk cumi, dan pindang layang. []

  • KJJT Desak Kadispendik Pasuruan yang Ancam Mati Wartawan Dicopot dari Jabatannya

    peloporberita.com/ – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), mendesak agar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Hasbullah dicopot dari jabatannya.

    Desakan ini lantaran Hasbullah melontarkan pernyataan yang dianggap sebagai ujaran kebencian dan nada permusuhan memantik reaksi keras sejumlah rekan jurnalis.

    Menurut Ketua Umum KJJT, Slamet Ade Maulana, rekaman video pada 17 Januari 2022 yang berisi ungkapan Hasbullah di depan pejabat Dinas Pendidikan lainnya dianggap tidak mendidik. Menurut Ade, ini akibat pejabat yang tidak melewati seleksi sebagaimana seharusnya.

    “Seperti omongan preman di jalanan. Pernyataan Hasbullah bikin gaduh di dunia jurnalistik yang lantang ancam bikin mati wartawan, KJJT siap pasang badan,” tutur Ade sapaan akrabnya melalui keterangan tertulis Rabu (19/1/2022).

    Slamet Ade Maulana
    Ketua Umum KJJT, Slamet Ade Maulana. (Foto: peloporberita.com/KJJT)

    Kegaduhan ini bermula saat video Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Hasbullah yang mengancam mati wartawan, beredar di kalangan jurnalis. Terdengar kata ancaman ‘mati’ sebanyak dua kali yang ditujukan kepada wartawan dan LSM.

    "Hati-hati, ganggu kepemimpinanku, ganggu sekolah hati-hati, mati kamu," ucap Hasbullah.

    Sependapat dengan Ade, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur memberi nilai sangat buruk terhadap sikap Hasbullah selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

    “Itu sangat buruk, mencerminkan dirinya seorang pejabat yang buruk," tegas Tim advokasi PWI Jawa Timur, Arie Yoenianto.

    Menurut Sama Oen sapaan akrabnya, tulisan atau bentuk produk jurnalistik selama mematuhi etik atau tak memiliki niatan jahat, dipastikan merupakan bagian dari upaya untuk kebaikan.

    “Bibit-bibit antikritik seperti ini harus dilawan. Tidak semua kritik yang disampaikan pers itu selalu buruk, karena ada juga kritik yang membangun untuk kemajuan dan kebaikan dunia pendidikan di Pasuruan,” tegas Sama Oen.

    Apalagi dalam ujarannya, Hasbullah telah menyebut profesi wartawan maupun LSM yang mengganggu pendidikan, akan mati.

    “Kalau sudah mengancam, berarti dia mengedepankan tangan besi, atau mengajak permusuhan dengan lembaga profesi lain,” tandas Sam Oen. []