Tag: Densus 88

  • Bom Mother of Satan Ditemukan 7 Kilometer dari Pemukiman Warga Gunung Ceremai

    peloporberita.com/ – Tim Densus 88 Antiteror dan Brimob Polda Jabar menemukan bahan peledak di Gunung Ciremai, Kabupaten Majalengka. Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menerangkan bahwa bahan peledak yang ditemukan  itu hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari permukiman warga.

    “Jadi kita ledakkan kembali untuk mengamankan karena ini sangat berbahaya jika digunakan teroris.”

    Menurutnya, bahan peledak yang memiliki daya ledak tinggi berjuluk ‘Mother of Satan’ seberat 35 Kilogram itu masih aktif saat ditemukan oleh petugas. Namun kini, bahan peledak itu sudah didisposal hingga nonaktif.

    “Bom tersebut dalam kondisi utuh dan aktif, dalam artian itu bisa diaktifkan saat ditemukan,” tutur Kabidhumas di Polda Jawa Barat berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 7 Oktober 2021.

    Kabidhumas menjelaskan, sebagian dari bahan peledak itu sempat diledakkan di lokasi penemuan oleh pihak Kepolisian guna mengukur seberapa daya eksplosif bahan tersebut. Hasilnya, bahan peledak itu berdaya ledak kuat dan cukup mengkhawatirkan apabila tidak segera ditangani petugas.

    “Dengan sedikit saja, ternyata itu dapat mengakibatkan suatu getaran yang sangat kuat. Nah sisanya bahan peledak itu dibawa ke Brimob untuk dilakukan disposal,” tegasnya.

    Kemudian di Markas Komando Brimob Polda Jawa Barat, para petugas meledakkan kembali bahan peledak itu agar tidak tersisa setelah diurai.

    “Jadi kita ledakkan kembali untuk mengamankan karena ini sangat berbahaya jika digunakan teroris,” tandas Kabidhumas.

    Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago
    Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago. (Foto:Pelopor.id/Polri)

    Meski sudah ditemukan, Tim Densus 88 Antiteror akan terus mengembangkan penemuan tersebut guna mencari potensi adanya hal serupa.

    “Tapi diharapkan tidak ada lagi, karena ini sangat membahayakan jika kita menemukan seperti itu lagi, daya ledaknya tinggi, sangat mengkhawatirkan,” sebutnya.

    Mother of Satan itu, diketahui milik narapidana kasus terorisme Imam Mulyana. Dia mengaku tidak menyangka bahan peledak berjenis Triperoxide (TATP) itu memiliki daya ledak yang besar.

    Imam yang ditangkap pada 2017 baru mengaku kepada aparat bahwa dirinya masih menyimpan bom seberat 35 kilogram di sekitar gunung itu pada 2021.[]

  • Alasan Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Anggota DPR RI fraksi Gerindra Fadli Zon meminta Densus 88 dibubarkan. Pernyataan ini untuk menanggapi pernyataan Direktur Densus Antiteror 88 Polri, Kombes M Rosidi, yang menyebut Taliban telah menginspirasi kelompok teroris di Indonesia.

    “Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja,” tutur Fadli Zon lewat akun Twitternya dikutip Rabu, 6 Oktober 2021.

    “Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas,”

    Fadli Zon menegaskan, dirinya setuju bahwa teroris harus ditumpas. Tetapi yang diungkapkan Rosidi dinilai sebagai narasi yang berbau islamfobia.

    “Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas,” tegasnya.

    Dalam Cuitan selanjutnya, Fadli Zon menegaskan bahwa seharusnya hanya BNPTRI saja yang mengurusi soal terorisme.

    “Menurut saya sudah terlalu banyak lembaga yang tangani terorisme. Harusnya @BNPTRI saja,” pungkasnya.

    Fadli Zon menyarankan agar teroris separatis menjadi fokus utama untuk ditangani bukan malah mengembangkan narasi Islamfobia

    “Teroris separatis yang jelas-jelas menantang RI harusnya yang jadi prioritas tapi tak bisa ditangani. Jangan selalu mengembangkan narasi Islamofobia yg bisa memecahbelah bangsa,” tandasnya.

    Sebelumnya, Kombes Rosidi menyampaikan bahwa kelompok teroris di Indonesia banyak memakai narasi kemenangan Taliban sebagai propaganda. Sebagaimana anggota Jamaah Islamiyah yang telah ditangkap.

    “Dalam interogasi terhadap salah satu pimpinan Jamaah Islamiyah yang beberapa waktu lalu kita tangkap dimana dia dalam ceramahnya menyampaikan kepada jemaahnya untuk terus istiqomah sebagaimana yang dilakukan oleh Taliban,” ucap Rosidi. []

  • Densus 88 Tangkap 53 Terduga Teroris dalam Sepekan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, berhasil menangkap 53 terduga teroris di wilayah NKRI dalam sepekan terakhir ini atau sampai Kamis, 19 Agustus 2021.

    “Sampai saat ini sudah 53 orang tersangka teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror,” tutur Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum), Divisi Humas Polri Kombes. Pol. Ahmad Ramadhan.

    Berantas Aksi Terorisme, Densus 88 Antiteror Polri Dalam Sepekan Berhasil Tangkap 53 Terduga Teroris

    Sebelumnya, 48 tersangka terroris telah ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri di 11 Provinsi dalam operasi pencegahan dan penindakan terorisme sejak 12-16 Agustus 2021.

    Kesebelas provinsi tersebut, yakni Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Banten, Sulawesi Selatan dan Jambi.

    Dari 48 teroris yang telah ditangkap, masih menyisakan lima target tersangka yang masih dalam pengejaran. Perinciannya dua target di Jawa Timur, satu masing-masing di Jawa Barat, Maluku dan Sumatera Utara.

    Tim Densus 88 Antiteror, dalam operasi ini juga berhasil mengungkap yayasan Syam Organizer yang menjadi sumber penggalangan dana teroris jaringan Jamaah Islamiah (JI).

    Seluruh tersangka yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di 11 provinsi ini terbagi dalam dua kelompok teroris, yakni kelompok JI dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). []

  • Densus 88 Tangkap 37 Terduga Teroris di 10 Provinsi dalam 3 Hari

    peloporberita.com/ | Jakarta – Densus 88 Antiteror Polri, telah menangkap 37 tersangka teroris dari 10 wilayah dalam waktu 3 hari atau sejak Kamis (12/8/2021) hingga Sabtu (14/8/21).

    Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Densus 88 paling banyak melakukan penangkapan terhadap tersangka teroris di wilayah Jawa Tengah (Jateng), yakni 10 orang. Kemudian, di Lampung, Densus 88 menangkap 7 tersangka teroris.

    Selanjutnya, 6 orang ditangkap di Sumatera Utara (Sumut), 4 di Banten, 3 di Jambi, 2 di Jawa Barat (Jabar), 2 di Kalimantan Timur (Kaltim), 1 di Sulawesi Selatan (Sulsel), 1 di Maluku, dan 1 di Kalimantan Barat (Kalbar).

    Tim Densus 88 beraksi di wilayah Sumatera Utara. (Foto: Pelopor/Tribratanews Polri)

    Kabag Penum Divisi Humas Polri tersebut mengungkapkan mayoritas dari tersangka teroris itu tergabung ke dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Sebanyak 35 di antaranya diduga merupakan kelompok JI.

    "Target kelompok JI ada di Sumut 6 orang, Jambi 3 orang, Lampung 7 orang, Banten 4 orang, Jabar 2 orang, Jateng 10 orang, Sulsel 1 orang, Maluku 1 orang, dan Kalbar 2 orang," tutur Ahmad Ramadhan berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip peloporberita.com/, Minggu, 15 Agustus 2021.

    Sementara 2 tersangka teroris lagi yang berasal dari Kaltim, diduga tidak berasal dari JI. Ramadhan menyebut, mereka tergabung ke dalam jaringan kelompok media sosial.

    “Dua kelompok media sosial, Kaltim,” tegas Kombes Pol Ahmad Ramadhan. []

  • Densus 88 Berhasil Ringkus Terduga Teroris di Wilayah Sumatera Utara

    peloporberita.com/ | Jakarta – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap terduga anggota kelompok teroris di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut), pada Jumat (13/08/2021). Informasi tersebut dibenarkan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan. 

    Namun, Kabag Penum belum bisa menyebutkan jumlah terduga teroris yang ditangkap, dan juga jaringan atau kelompok dari para teroris itu. Pasalnya, Tim Densus 88 masih mendalami tentang terduga para anggota teroris tersebut. “Belum ya (jumlah dan kelompok terorisme). Tim sedang bekerja dan terus bekerja,” kata Ahmad.

    Baca juga: Polri Tangkap Dua ABG Peretas Situs Sekretariat Kabinet RI

    Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror melakukan serangkaian penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris di sejumlah daerah di Sumut, antara lain di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Kota Tanjung Balai.

    Baca juga: Bareskrim Polri Ungkap 33 Kasus Penimbunan dan Penggelembungan Obat Covid-19

    Di Medan, tepatnya di Jalan Tritura, Gang Neo, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Densus 88 menangkap seorang pria pada Jumat (13/08/2021). Menurut Kepala Lingkungan 11 Kelurahan Suka Maju Yusnidar, pria itu bukanlah warga setempat. “Dulu istrinya warga saya, tapi sudah pindah karena menikah sama warga Sunggal,” kata Yusnidar.

    Yusnidar mengakui, ada penggeledahan oleh petugas sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum penggeledahan, pria yang diduga terkait aktivitas teroris itu ditangkap saat hendak membeli sarapan. Setelah menangkap pria itu, Tim Densus 88 kemudian melakukan penggeledahan serta menyita 1 unit sepeda motor dan telepon genggam. []