Tag: Densus 88

  • Polri: Sebagian dari 24 Teroris yang Ditangkap Telah Baiat ke Pemimpin Baru ISIS

    Jakarta – Densus 88 Anti Teror Polri berhasil menangkap 24 tersangka teroris jaringan MIT Poso dan ISIS. Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan, sebagian dari mereka telah berbaiat kepada pemimpin baru ISIS, yakni Abu Hasan al-Hashemi al-Qurashi.

    “Organisasi ISIS sudah memiliki pemimpin yang baru. Jadi beberapa orang ini telah melakukan baiat kepada pemimpin ISIS yang baru, yaitu Abu Hasan al-Hashemi al-Qurashi,” tuturnya dalam keterangan tertulis Tribrata dikutip Kamis, (19/05/2022).

    Brigjen Ahmad Ramadhan menegaskan, bahwa para teroris kerap mengikuti sejumlah pelatihan. Selain itu, mereka juga telah melakukan baiat kepada amirul mukminin.

    “Secara umum mereka beberapa kali mengikuti kegiatan i’dad atau pelatihan-pelatihan, kemudian telah melakukan kegiatan baiat kepada amirul mukminin,” ungkapnya.

    Selanjutnya menurut Brigjen Ahmad Ramadhan, para tersangka disebut membantu menyiapkan logistik amunisi di jaringan ini serta menyembunyikan informasi-informasi kegiatan tersebut.

    “Kemudian memberikan dukungan kepada kelompok MIT Poso berupa berencana bergabung bersama kelompok MIT, kemudian membantu penyiapan logistik, termasuk logistik amunisi dan menyembunyikan informasi-informasi terkait dengan kegiatan MIT Poso itu sendiri,” tandas Jenderal Bintang Satu tersebut. []

  • Sejarah dan Tugas Densus 88 Polri

    Jakarta – Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Densus 88 AT Polri) adalah satuan yang diprioritaskan untuk menghancurkan setiap tindak pidana terorisme di Tanah Air.

    Densus 88 dibentuk setelah tragedi Bom Bali tahun 2002 dan mulai beroperasi tahun 2003 silam. Anggota densus 88 memiliki kemampuan untuk menindak setiap aktivitas terorisme, mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.

    Densus 88 dirintis pertama kali oleh Kombes Gories Mere yang kemudian diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen Firman Gani pada 26 Agustus 2004.

    Densus 88 dibentuk berdasarkan Skep Kapolri No 30/VI/2003 tanggal 20 Juni 2003, untuk melaksanakan Undang-Undang No 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perpu No 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

    Aturan ini, memberikan kewenangan kepada Densus 88 untuk melakukan penangkapan dengan bukti awal dapat berasal dari laporan intelijen manapun selama 7×24 jam. Undang-Undang itu, populer di dunia dengan sebutan “Anti-Terrorism Act”.

    Densus memakai angka 88 yang berasal dari kata ATA (Anti-Terrorism Act) yang bunyinya mirip Eighty Eight (88) atau dilafazkan Ei-Ti-Ekt. Sedangkan logonya yang berbentuk burung hantu memiliki filosofi sifat pemburu yang waspada, cekatan, cepat dan cerdas khas burung nokturnal itu.

    [irp]

    Densus 88
    Ilustrasi Personel Densus 88 Antiteror Polri sedang bertugas. (Foto:Pelopor.id/Antara/Muhammad Iqbal)

    Jumlah pasukan Densus 88 di tingkat pusat berjumlah 400 orang, yang terdiri dari pasukan bersenjata, ahli teknis seperti ahli peledak dan ahli forensik pascaledakan. Awalnya, hanya beranggotakan 75 orang yang dipimpin oleh AKBP Tito Karnavian. Lalu jumlah personelnya bertambah menjadi 337 orang pada 2011.

    Seluruh provinsi di Indonesia memiliki perwakilan Densus 88 AT Polri yang disebut dengan Satgaswil Densus 88 AT Polri. Fungsi Satgaswil Densus 88 AT Polri tersebut, adalah mendeteksi aktivitas para teroris di setiap daerah serta menangkap para pelaku tindak pidana terorisme yang dapat merusak kedaulatan Republik Indonesia.

    Selain Densus 88 AT Polri, Indonesia juga punya satuan anti teror lainnya seperti Koopssus TNI, Kopaska TNI AL, Yontaifib Kormar RI, Pasgegana Korbrimob Polri, Sat 81 Kopassus TNI AD, Denjaka Kormar RI, Sat Bravo 90 Kopasgat TNI AU, Tontaipur Kostrad TNI AD, Yon Raider TNI AD, dan Nitintelsus BIN RI. []

    [irp]

  • Polri Sebut Satu Tersangka Teroris Ingin Beraksi di Gedung DPR

    peloporberita.com/ – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, menangkap 3 orang tersangka teroris di tiga wilayah berbeda pada Selasa (15/03/2022). Salah satu yang ditangkap, berinisial RS (25) di Bogor, Jawa Barat yang merupakan pendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Menurut Polisi, tersangka sempat berencana melakukan amaliyah di Gedung DPR RI.

    “Berdasarkan informasi IT berencana melakukan kegiatan amaliah di Gedung DPR,” tutur Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar, Kamis (17/03/2022).

    Kombes Aswin menjelaskan, rencana aksi di Gedung DPR RI ini diungkapkan oleh RS melalui akun Facebook pribadinya bernama Ana Ikhwan pada 16 Februari 2022. Adapun postingan yang diunggah RS di halaman Facebook adalah sebagai berikut:

    “terkadang kalau lihat pasangan suami istri, mesra-mesra romantis di tempat umum. Kenapa ya rasanya pingin pergi saja ke Gedung DPR untuk amaliah,” tulis akun Ana Ikhwan.

    Kombes Aswin juga menyebutkan, dalam penangkapan RS turut disita barang bukti pisau sangkur berwarna hitam dan Handphone Evercross warna hitam.

    “(Tersangka juga) sering memposting video kekerasan yang dilakukan ISIS di Facebook,” tegasnya.

    Sementara tersangka kedua yang berinisial MR ditangkap di wilayah Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. MR, disebut terlibat sebagai pendukung daulah islamiyah ISIS. Menurut Kombes Aswin, MR berperan membuat video hingga poster propaganda untuk membangkitkan semangat jihad amaliyah. MR juga memiliki senjata yang diduga Airsoftkenis AK47 dan Makarov. []

  • 11 Terduga Teroris Diamankan Densus 88 di NTB dan Lampung

    peloporberita.com/ – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, berhasil menangkap 11 terduga teroris di dua provinsi Indonesia yang berbeda. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan menjelaskan, 11 terduga teroris ini ditangkap pada Senin (07/03/2022) di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Lampung.

    Ahmad Ramadhan juga memaparkan, dari 11 terduga teroris tersebut, enam di antaranya ditangkap di NTB. Sedangkan 5 orang lainnya ditangkap di Lampung.

    “Enam terduga teroris di NTB dan lima terduga teroris di Lampung,” tutur Jenderal Bintang Satu berdasarkan keterangan Selasa, (08/03/2022).

    Belum disebutkan detail daripada penangkapan ini, termasuk jaringan dan keterlibatan mereka dalam aksi teror. Sampai saat ini, kesebelas terduga teroris ini masih diperiksa oleh penyidik Densus 88 Antiteror Polri.

    Sebelumnya, pada 14 Februari 2022, Densus 88 juga menangkap 4 terduga teroris di wilayah Jawa Tengah. Mereka yang ditangkap diduga terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Islamiyah. Densus 88 juga menangkap 3 terduga teroris di Bengkulu p1ada 9 Februari 2022, mereka pun diduga terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Islamiyah. []

  • Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Tapanuli

    peloporberita.com/ – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, mengamankan 2 orang terduga teroris berinisial RMP dan AW anggota kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Keduanya ditangkap di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara pada Sabtu, (29/1/2022).

    “Hari Sabtu 29 Januari Tim Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap dua terduga teroris,” tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Senin (31/1/2022).

    Ia menjelaskan, bahwa kedua terduga teroris itu ditangkap di dua wilayah berbeda, yakni RMP ditangkap di Kabupaten Tapanuli Selatan, sedangkan AW ditangkap di Tapanuli Tengah. Saat ini, kedua terduga teroris itu masih menjalani pemeriksaan penyidik Densus 88 di wilayah Tapanuli.

    “Nanti kita sampaikan update selanjutnya,” sebut Ahmad Ramadhan.

    Dua orang terduga teroris itu ditangkap jelang kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke beberapa daerah di Sumatera Utara yang dijadwalkan 2 Februari hingga 3 Februari 2022.

    Adapun sepanjang tahun 2021 lalu, Densus 88 Antiteror Polri melaksanakan operasi pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana terorisme. Sebanyak 370 orang tersangka telah ditangkap.

    Dari jumlah tersebut, anggota kelompok teroris JI paling banyak, yakni 194 orang, disusul Anshor Daulah (AD) 129 orang, Jamaah Ansharud Daulah (JAD) lima orang, dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) 16 orang. []

  • Polri Ringkus 370 Tersangka Teroris Sepanjang 2021

    peloporberita.com/ – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil meringkus 370 tersangka terkait kasus tindak pidana terorisme sepanjang 2021. Data tersebut terakumulasi hingga Jumat, 24 Desember 2021.

    “Jumlah penangkapan 370 dan semua (tersangka),” tutur Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Aswin Siregar.

    Adapun penangkapan terbanyak terjadi pada Maret 2021 sebanyak 75 orang. Menyusul April 2021 sebanyak 70 orang ditangkap.

    Aswin Siregar merincikan, 29 tersangka teroris ditangkap pada Januari 2021. Rata-rata dari mereka merupakan anggota kelompok jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

    Kemudian pada Februari, 24 tersangka teroris diringkus Detasemen berlambang burung hantu itu yang merupakan bagian dari pengembangan penangkapan pentolan JI, Upik Lawanga, di Lampung pada 2020.

    Selanjutnya, Maret 2021, terjadi dua teror di Indonesia. Yakni, bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar pada 28 Maret 2021. Tiga hari berselang, terjadi penyerangan terhadap pos pengamanan di Mabes Polri, Jakarta Selatan oleh teroris perempuan yang dinilai sebagai lone wolf atau aksi teror yang dilakukan seorang diri.

    Densus 88
    Densus 88. (Foto:Pelopor.id/Polri)

    Berikutnya Mei 2021 terdapat 17 tersangka teroris yang tertangkap. Juni 25 orang dan Juli 8 orang yang ditangkap. Pada Agustus 2021, 61 tersangka bagian dari JI ditangkap melalui operasi senyap yang dimulai 12 Agustus 2021.

    Sebanyak 58 orang di antaranya ditangkap dalam sepekan pertama operasi berjalan. Puluhan tersangka mengklaim, hendak melakukan teror menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 RI.

    Penangkapan 61 tersangka teroris itu, tersebar di 11 provinsi. Yakni Sumatra Utara (Sumut), Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Maluku, Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Timur (Kaltim).

    Selanjutnya, September 2021 ada tujuh tersangka ditangkap Densus. Pada Oktober 2021 hanya ada satu tersangka diringkus satuan khusus milik Korps Bhayangkara tersebut.

    Sementara November ada 17 tersangka yang ditangkap. Terakhir, pada Desember 2021 ada 36 tersangka kasus teroris ditangkap Densus 88 Antiteror Polri.

    Dari 36 tersangka itu, ada 8 orang yang baru-baru ini tertangkap di tiga wilayah Indonesia, yakni pada 21-22 Desember 2021. Rinciannya, tiga tersangka berinisial AZE, RT, dan MS ditangkap di Kalimantan Tengah pada Selasa, 21 Desember 2021. Ketiga terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu berencana melakukan teror dalam waktu dekat.

    Kemudian, dua tersangka ditangkap di Kalimantan Selatan pada Rabu, 22 Desember 2021. Mereka berinisial SU dan MR. Keduanya juga berafiliasi dengan JAD. Lalu, tiga tersangka AP, RR, dan NT ditangkap di Jawa Tengah pada Rabu, 22 Desember 2021. Ketiga terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) itu menguasai bidang Informasi dan Teknologi. []

  • Densus 88 Bekuk 3 Terduga Teroris yang Berencana Lakukan Aksi di Akhir Tahun

    peloporberita.com/  – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, mengamankan tiga orang terduga teroris di Kalimantan Tengah di kota berbeda yakni dua di Kabupaten Kotawaringin Timur dan seorang lagi Palangka Raya.

    Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol. Kismanto Eko Saputro mengatakan keduanya berinisial A, MSL, dan RTF Zay.

    “Ketiga terduga teroris itu diduga terlibat dalam rencana melakukan aksi amaliyah atau aksi teror akhir tahun 2021 di provinsi ini,” tutur Kismanto Rabu (22/12/21).

    Perwira Menengah Polda Kalteng itu menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan di Hotel Hawai Jalan Bubut di kamar nomor 323 Kota Palangka Raya dan dua orang lainnya ditangkap di Istana Jelawat Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Saat penggeledahan, Densus 88 berhasil mengamankan sejumlah barang bukti milik tiga terduga teroris yang berafiliasi ke Islamic State dan berbaiat kepada Abu Bakar Al Baghdadi.

    Sejumlah barang yang disita seperti, senjata api, senjata tajam serta pakaian yang biasa digunakan untuk latihan militer untuk persiapan amaliyah.

    “Ditemukan senjata api rakitan berikut senjata tajam, kemudian baju-baju yang digunakan untuk latihan militer untuk persiapan amaliyah, selanjutnya ditemukan buku-buku terkait pemahaman ideologi serta beberapa barang bukti lain terkait perbuatan pidana terorisme,” tandas Kombes Pol. Kismanto Eko Saputro. []

  • Densus 88 Amankan 13 Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah

    peloporberita.com/ | Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap 13 terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dalam 10 hari terakhir. Terbaru, penangkapan terduga teroris dilakukan di Jawa Timur.

    “Jadi, dalam beberapa hari ini telah ditangkap 13, delapan di Lampung dan lima di Jawa Timur,” ucap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan, Rabu (10/11/2021).

    Ahmad menjelaskan, 13 tersangka teroris itu teridentifikasi masuk dalam organisasi JI yang berperan sebagai penyambung dana dan hubungan personel.

    MUI Lampung Dukung Densus 88 Berantas Teroris yang Gunakan Kotak Amal

    Adapun delapan terduga teroris yang ditangkap di Lampung antara lain S, S dan DRS, pada 31 Oktober-2 November 2021. Kemudian, lima orang S, F, AA, NA dan P alias Mas PUR, diringkus pada 5-8 November 2021.

    Sedangkan lima tersangka teroris ditangkap di Jawa Timur ialah BA, AS, AN, RH alias AH dan MA. Mereka ditangkap di sejumlah wilayah berbeda pada 9 November 2021.

    “Densus 88 terus melakukan pencegahan dan penindakan terhadap tindak pidana terorisme, demi menjaga situasi keamanan di Indonesia dari ancaman terorisme di Tanah Air,” tutur Kombes Pol. Ahmad Ramadhan. []

  • MUI Lampung Dukung Densus 88 Berantas Teroris yang Gunakan Kotak Amal

    peloporberita.com/ – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung Moh Mukri, mendukung penuh Tim Densus 88 yang menangkap sejumlah terduga teroris beberapa waktu lalu di Lampung. Dalam penangkapan teroris itu, Densus 88 juga menyita ratusan kotak amal yang diduga menjadi kedok dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di Lampung, untuk mencari dana jihad.

    “Saya sangat mendukung apa yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Densus 88 Polri untuk membasmi pelaku terorisme yang ada di Lampung,” tuturnya Minggu, (7/11/2021).

    “Jika perlu pemerintah dapat bekerja sama dengan MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lain dalam hal tindakan tegas para pelaku terorisme maupun sejumlah kotak amal yang beredar,”

    Menurutnya, pemerintah harus melakukan tindakan preventif, juga represif lantaran aksi para pelaku terorisme tersebut telah membahayakan NKRI.

    “Jadi yang dilakukan Densus 88 saya kira kita semua harus memberikan dukungan. Jika perlu pemerintah dapat bekerja sama dengan MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lain dalam hal tindakan tegas para pelaku terorisme maupun sejumlah kotak amal yang beredar,” tandasnya.

    Ratusan kotak amal
    Ratusan kotak amal yang diduga menjadi kedok kelompok Jamaah Islamiyah di Lampung, untuk mencari dana jihad. (Foto:Pelopor.id/tvOne)

    Terkait hal ini, Ketua MUI Lampung juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mempelajari agama. Sebaiknya untuk belajar agama perlu kepada guru yang benar-benar dan juga didampingi oleh keluarga.

    “Bukan tidak boleh belajar agama, tapi lebih baiknya belajar kepada orang yang benar-benar, dan lebih baik lagi didampingi keluarga,” tegas Moh Mukri.

    Baca juga :

    Hal senada, disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) Gus Dimyati. Pihaknya juga mendukung tindakan tegas Tim Densus 88 Mabes Polri tersebut.

    Terkait kotak amal, ia mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam menyumbang. Jika bisa masyarakat lebih baik menyumbang secara langsung agar lebih barokah dan mendapat doa.

    “Karena informasi yang beredar di kalangan aparat penegak hukum kita bahwa aset mereka itu sampai miliaran rupiah. Jadi andai kata mau menyumbang, baik secara online atau melalui kotak amal yang ada harus benar-benar yang sudah kita kenal integritas, kredibilitas, dan pastikan dapat izin dari Dinsos,” tandasnya. []

  • Densus 88 Dalami Peristiwa Baiat NII di Garut Jawa Barat

    peloporberita.com/ | Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tengah mendalami adanya dugaan baiat Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Garut, Jawa Barat. Puluhan warga disebut mengaku telah mengambil sumpah kelompok yang juga dikenal dengan nama Darul Islam. “Kami sudah monitor kejadian ini dan sedang mengumpulkan informasi yang lebih detail,” tutur Kabag Ops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar kepada wartawan, Kamis (07/10/2021).

    Meski begitu, Aswin belum merinci proses penyelidikan yang dilakukan petugas, termasuk data dan barang bukti terkait dugaan pembaiatan NII tersebut. Ia hanya mengatakan perlu upaya tindak lanjut secara menyeluruh dalam menangani kasus tersebut. “Nanti akan ada tindak lanjut sesuai fakta hukum yang ditemukan,” ujarnya.

    Baca juga: Polisi Gagalkan Peredaran Ganja Lintas Sumatera-Jawa Seberat 279 Kilogram

    Sebelumnya, puluhan anak dan sejumlah orang tua di wilayah Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut mengaku dibaiat masuk aliran sesat Negara Islam Indonesia. Tidak hanya dibaiat saja, mereka juga diduga didoktrin paham radikal. Suherman yang merupakan Lurah Sukamentri mengatakan bahwa terungkapnya puluhan warga yang masuk NII, berawal dari laporan seorang warganya yang mengaku kalau anaknya yang masih 15 tahun mengalami penyimpangan aqidah.

    Baca juga: Polisi Amankan Tiga Remaja Pembuat Tembakau Sintetis

    Mengetahui hal itu, pihaknya langsung melakukan pendalaman informasi. Ternyata, cukup banyak jumlah anak yang mengalami penyimpangan serupa. Bahkan, totalnya mencapai puluhan anak dan sejumlah orang tua.

    “Mereka ini diduga masuk NII setelah dibaiat oleh seseorang. Yang masuk kebanyakan masih anak-anak, ada juga orang dewasa dan orang tua. Berdasarkan pengakuan sejumlah anak yang mengaku dibaiat, salah satu doktrin yang diberikan adalah menganggap pemerintah RI thogut,” ucapnya pada Rabu (06/10/2021). []