Tag: Apple

  • Berkshire Hathaway Akuisisi Saham HP Rp 60,3 Triliun

    Jakarta | Perusahaan milik investor ternama Warren Buffett, Berkshire Hathaway Inc. mengakuisisi saham produsen printer dan komputer, HP Inc. senilai lebih dari USD 4,2 miliar atau setara Rp 60,3 triliun.

    Aksi tersebut langsung membuat saham HP melonjak hingga 10%, ke level USD 38,38 dalam perdagangan di bursa New York setelah pengajuan. Sebagai informasi, sepanjang tahun lalu saham HP mengalami penguatan, namun telah turun 7,3% sejak awal tahun hingga penutupan hari Rabu (06/04/2021) waktu setempat.

    Sebelumnya pada awal pekan ini, Berkshire telah mengakuisisi sejumlah saham dan kini memegang investasi sekitar 121 juta saham di perusahaan komputer tersebut.

    Melansir Bloomberg, strategi Berkshire ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sudah semakin bijak menyalurkan uangnya, sebagian dibantu oleh volatilitas yang memicu Indeks S&P 500 landai hampir 6% sepanjang tahun ini.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Berkshire memang terlihat lebih condong ke sektor teknologi dan membangun saham di Apple Inc. yang bernilai lebih dari USD 161 miliar pada akhir tahun lalu. Padahal sebelumnya Berkshire selalu dikenal menghindar dari investasi teknologi.[]

  • Putin Bakal Haramkan Software Asing di Rusia

    Jakarta | Presiden Rusia Vladimir Putin telah meneken aturan baru yang melarang Rusia menggunakan perangkat lunak atau software buatan asing. Keputusan ini sebagai feedback atas banyaknya perusahaan teknologi yang memblokir akses terhadap Rusia setelah melancarkan invasi ke Ukraina.

    Adapun beberapa perusahaan teknologi yang sudah memblokir akses penjualan produk dan layanan mereka di Rusia, antara lain Apple, Microsoft, Meta dan Samsung. Mengutip Gizchina, Google juga memblokir layanannya di Rusia, bahkan melarang produsen ponsel asal Rusia untuk menggunakan sistem operasi Android.

    Namun, larangan penggunaan software asing di Rusia ini tidak langsung berlaku dalam waktu dekat. Berdasarkan laporan media yang berbasis di Eropa Timur, Nexta, aturan baru itu disebut berlaku efektif mulai 1 Januari 2025.

    Meski begitu, Putin menegaskan bahwa berbagai pihak yang membeli software buatan asing wajib melalui proses persetujuan atau approval dari pemerintah, mulai Kamis (31/03/2022) waktu setempat. Bagi pengguna atau perusahaan yang abai, bisa terkena hukuman yang berlaku di Rusia.

    Selain itu, Putin juga menginstruksikan jajarannya membuat persyaratan ketat terkait penggunaan software asing untuk kepentingan infrastruktur penting pemerintah dan juga di sejumlah tempat umum atau infrastuktur publik yang dianggap kurang penting.[]

  • Negosiator Uni Eropa Setujui UU Penting untuk Kekang Big Tech

    Jakarta | Negosiator dari Parlemen Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa (UE) pada Kamis (24/03/2022) waktu setempat, menyetujui undang-undang untuk mengekang dominasi pasar raksasa teknologi besar Amerika Serikat (AS) atau US Big Tech, seperti Google, Meta, Amazon dan Apple.

    Dalam pertemuan yang berlangsung di Brussel itu, para pembuat undang-undang menetapkan daftar panjang yang wajib dan tidak boleh dilakukan yang akan memilih raksasa web paling ikonik di dunia sebagai “penjaga gerbang” internet yang tunduk pada aturan khusus.

    “Digital Markets Act” (DMA) telah mempercepat prosedur legislatif blok tersebut dan dirancang untuk melindungi konsumen dan memberi saingan kesempatan yang lebih baik untuk bertahan melawan raksasa teknologi yang kuat di dunia.

    DMA membebankan banyak sekali kewajiban pada Big Tech, termasuk memaksa Apple untuk membuka App Store-nya ke sistem pembayaran alternatif, sebuah permintaan yang ditentang keras oleh pembuat iPhone, terutama dalam perseteruannya dengan Epic games, pembuat Fortnite.

    Apple juga dipaksa melonggarkan cengkeramannya pada iPhone, dengan pengguna diizinkan mencopot pemasangan browser web Safari dan aplikasi lain yang dibuat perusahaan yang saat ini tidak dapat dihapus oleh pengguna.

    Sedangkan Google akan diminta menawarkan alternatif smartphone yang dijalankan Android kepada pengguna mesin pencarinya, aplikasi Google Maps atau browser Chrome-nya.

    “Perjanjian tersebut mengantarkan era baru regulasi teknologi di seluruh dunia,” kata anggota parlemen Jerman Andreas Schwab, yang memimpin negosiasi untuk Parlemen Eropa, seperti dikutip dari AFP.

    Poin utama dari undang-undang itu adalah untuk menghindari prosedur bertahun-tahun dan pertempuran pengadilan yang diperlukan untuk menghukum perilaku monopoli Big Tech, di mana kasus dapat berakhir dengan denda besar namun sedikit perubahan dalam cara berbisnis.

    Setelah diterapkan, undang-undang tersebut akan memberi Brussels otoritas yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengawasi keputusan Big Tech, terutama ketika mereka membeli perusahaan rintisan yang menjanjikan.[]

  • Foxconn Berniat Dirikan Pabrik Senilai USD 9 miliar di Arab Saudi

    peloporberita.com/ | Perusahaan manufaktur Taiwan, Foxconn Technology Group disebut berniat membangun fasilitas multiguna senilai USD 9 miliar di Arab Saudi. Nantinya, pabrik itu dapat memproduksi microchip, komponen kendaraan listrik dan elektronik lainnya seperti layar.

    Menurut sumber The Wall Street Journal, Pemerintah Saudi pun sedang meninjau tawaran dari Foxconn, yang juga dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry Co., untuk membangun dua jalur teknologi bagi pabrik baru di Neom. Selain Arab Saudi, Foxconn juga disebut berbicara dengan Uni Emirat Arab tentang kemungkinan penempatan proyek di sana.

    Foxconn juga disebut sedang mencari insentif besar, termasuk pembiayaan, pembebasan pajak dan subsidi untuk listrik dan air sebagai imbalan membantu mendirikan sektor manufaktur berteknologi tinggi, ketika Arab Saudi berusaha mendiversifikasi ekonominya dari sektor perminyakan.

    Perakit terbesar iPhone ini memang telah berupaya mendiversifikasi lokasi manufakturnya, di tengah meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) yang menempatkannya di posisi rentan.

    Foxconn memang telah berupaya mendiversifikasi bisnisnya di luar produk Apple dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dengan memperluas aktivitasnya di sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

    Bahkan, perusahaan tersebut telah mengakuisisi fasilitas semikonduktor, termasuk milik Macronix International yang berbasis di Taiwan. Macronix memproduksi NOR Flash, NAND Flash dan ROM untuk pasar konsumen, komunikasi, komputasi dan otomotif.[]

  • Apple Hemat Rp 93,2 T dengan Menjual iPhone Tanpa Charger

    peloporberita.com/ | Demi mengurangi limbah, Apple tak lagi menjual iPhone dengan charger dan EarPods dalam kotak kemasannya, sejak merilis iPhone 12 pada 2020 lalu. Dengan strategi ini, Apple diprediksi lebih hemat 5 miliar Poundsterling atau setara Rp 93,2 triliun.

    Mengutip Daily Mail, ukuran kotak kemasan iPhone menjadi lebih kecil sehingga bisa memuat lebih banyak iPhone di palet pengiriman. Kemudian, biaya pengapalan iPhone berkurang hingga 40%. Ditambah lagi dengan penjualan aksesoris yang mencapai sekitar 225 juta Poundsterling.

    Apple pun diprediksi sudah memasarkan 190 juta unit iPhone di seluruh dunia, sejak menjalankan strategi kontroversial ini dua tahun lalu.

    Ketika strategi ini mulai dilakukan, Head of Environment Apple Lisa Jackson saat itu mengatakan, konsumen sudah memiliki banyak charger di rumahnya, sehingga tidak membutuhkan charger lagi.

    Namun, sejumlah pihak menilai upaya ini dilakukan untuk menambah keuntungan bagi Apple. Pasalnya, harga jual iPhone tidak lantas menjadi lebih murah, bahkan konsumen harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli charger dengan daya yang lebih cepat.

    “Apple adalah pemimpin pasar industri ponsel dalam membantu lingkungan, dengan menghilangkan charger dan headphone sebagai salah satu dari banyak hal yang dilakukan. Tapi tentu saja ada penghematan biaya bagi Apple saat mereka menghilangkan charger dan headphone saat menjual iPhone,” kata Chief Analyst CCS Insight Ben Wood.[]

  • Amazon Ingin Stock Split, Ikuti Jejak Alphabet dan Apple

    peloporberita.com/ | Perusahaan e-commerce Amazon.com Inc berencana melakukan stock split dan meningkatkan saham beredarnya dengan rasio 20 banding 1. Langkah ini adalah yang pertama kalinya dilakukan Amazon dalam lebih dari dua dekade terakhir.

    Saham Amazon ditutup pada level USD 2.785,58 pada Rabu (09/03/2022) waktu setempat, naik lebih dari 4.000% sejak pemecahan saham terakhirnya pada September 1999.

    Dengan demikian, Amazon mengikuti jejak raksasa teknologi lainnya seperti Alphabet dan Apple yang sudah lebih dulu melakukan stock split, untuk membuat saham mereka lebih menarik bagi investor ritel.

    Alphabet dan Amazon merupakan dua perusahaan terakhir dari lima perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat (AS) berdasarkan pendapatan, yang memiliki harga saham empat digit.

    Melansir Bloomberg, analis DA Davidson & Co. Tom Forte mengatakan bahwa pemecahan saham adalah semacam strategi lama untuk menurunkan harga saham untuk merangsang minat di antara investor ritel.

    Harga saham Amazon memang sudah melonjak signifikan selama bertahun-tahun, sehingga topik stock split terkadang muncul dalam rapat pemegang saham. Meski begitu, aksi stock split Amazon ini masih membutuhkan persetujuan pemegang saham, dan jika diizinkan, akan berlaku pada Juni mendatang. []

  • Karyawan Apple Mulai Kembali Bekerja di Kantor 11 April 2022

    peloporberita.com/ – Perusahaan Teknologi Amerika Serikat, Apple mulai 11 April 2022 mendatang akan memulai proyek pekerjaan hibrida secara bertahap.

    Dalam proyek percontohan ini, karyawan akan mulai kembali bekerja di kantor satu hari dalam seminggu. Hal ini diketahui lewat email yang dikirim oleh CEO Apple, Tim Cook kepada karyawannya seperti dikutip dari The Verge Sabtu,(5/03/2022).

    “Di Amerika Serikat, mulai 11 April, kami akan memulai pendekatan bertahap untuk uji coba hibrida, dengan tim kembali ke kantor pada awalnya satu hari dalam seminggu, dan kemudian, dimulai pada minggu ketiga, dua hari seminggu. Masa transisi ini sekarang akan diperpanjang dari empat menjadi enam minggu,” tulis Cook dalam emailnya.

    Selain itu, Cook juga menyampaikan bahwa Staf perusahaan yang telah melakukan vaksinasi tidak perlu memakai masker di kantor. Sementara untuk pekerja ritel di sejumlah lokasi, masker akan menjadi opsional. Aturan ini, muncul setelah Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) tak lagi mengharuskan penggunaan masker di dalam ruangan.

    “Saya juga ingin menjelaskan bahwa Anda selalu dipersilakan untuk memakai masker dan Anda harus merasa nyaman melakukannya. Dan saya ingin menegaskan kembali pentingnya mendapatkan vaksin dan booster jika Anda bisa. Anda selalu dapat menemukan protokol terbaru kami di Welcome Forward,” tegas Cook. []

     

  • Apple Hentikan Penjualan Semua Produknya di Rusia

    peloporberita.com/ – Raksasa teknologi Apple, pada Selasa, (02/03/2022) mengumumkan penghentian semua penjualan produk mereka di Rusia, sebagai respon atas invasi Moskow ke Ukraina.

    “Kami telah menghentikan semua penjualan produk di Rusia. Pekan lalu, kami menghentikan semua ekspor ke saluran penjualan kami di negara itu,” sebut Apple dalam sebuah pernyataan.

    Pembuat iPhone ini, juga menyampaikan telah membatasi layanan Apple Pay dan layanan lainnya, sementara media milik pemerintah Rusia RT dan aplikasi berita Sputnik tidak lagi tersedia untuk diunduh di luar Rusia.

    “Kami sangat prihatin dengan invasi Rusia ke Ukraina dan mendukung semua orang yang menderita akibat kekerasan itu. Kami mendukung upaya kemanusiaan, memberikan bantuan untuk krisis pengungsi yang sedang berlangsung,” ungkap Apple dalam pernyataan tambahan.

    Selain itu, Perusahaan yang berpusat di Cupertino, California ini juga mengatakan telah menonaktifkan lalu lintas dan “insiden langsung” di Apple Maps Ukraina sebagai langkah keamanan bagi warga setempat.

    “Kami akan terus mengevaluasi situasi dan berkomunikasi dengan pemerintah terkait tentang tindakan yang kami ambil. Kami bergabung dengan semua orang di seluruh dunia yang menyerukan perdamaian,” tegas Apple. []

  • Google Chrome Masih Jadi Browser Terlaris di Dunia

    peloporberita.com/ | Data statistik StatsCounter menunjukkan bahwa hingga saat ini Chrome buatan Google masih mendominasi kancah browser di dunia.

    Chrome tercatat menguasai pangsa pasar lebih dari 65,3% di platform desktop, yang disusul browser Safari milik Apple di peringkat kedua. Safari bersaing sangat ketat dengan Edge, browser milik Microsoft, yang juga dibayangi oleh browser Firefox.

    Mengutip StatsCounter, Edge memang dianggap bisa menjadi ancaman serius bagi Safari, lantaran Microsoft sangat gencar mengembangkan browsernya itu.

    Salah satunya terlihat dari kencangnya pergerakan Edge yang dalam dua tahun sudah bisa menyalip Firefox. Sejumlah analis memprediksi kemungkinan Edge menggeser posisi Safari dalam beberapa tahun ke depan, apalagi didukung dengan meningkatnya adopsi Windows 11.

    Demikian juga di platform mobile, Chrome tetap menguasai posisi pertama, dengan pangsa pasar 63,06%. Kemudian posisi kedua ditempati Safari, dengan pangsa pasar 26,7%.

    Hal ini terbilang wajar, mengingat banyaknya pengguna Android serta iPhone dan iPad yang menyematkan browser bawaan sistem operasinya.

    Sedangkan peringkat ketiga ditempati Samsung Internet dengan penguasaan 5,2%, lantaran ponsel Galaxy menggunakan browser ini secara default. Sementara posisi empat dan lima masing-masing diduduki Opera dan UC Browser.[]

  • Ukraina Minta Bos Apple Blokir Akses App Store di Rusia

    peloporberita.com/ – Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov secara resmi meminta CEO Apple Inc, Tim Cook mengurangi produk dan memblokir akses App Store di Rusia.

    Hal ini diketahui melalui salinan surat yang ditujukan kepada Cook yang diunggah di media sosial. Dalam surat tersebut, Ukraina meminta produsen iPhone tersebut agar berhenti memasok produk dan layanan Apple kepada Federasi Rusia, termasuk memblokir akses App Store pada Sabtu (26/02/2022).

    Fedorov menyampaikan, bahwa di tahun ini, teknologi adalah “jawaban terbaik untuk tank, roket dan misil”. Selain itu, ia juga meminta Amerika Serikat memberikan dukungan berupa sanksi terhadap Rusia.

    “I’ve contacted @tim_cook, Apple’s CEO, to block the Apple Store for citizens of the Russian Federation, and to support the package of US government sanctions! If you agree to have the president-killer, then you will have to be satisfied with the only available site Russia 24,” tulis Mykhailo Fedorov di Twitter.

    Apple belum berkomentar atas permintaan Ukraina itu. Namun Tim Cook menyatakan kekhawatirannya terhadap Ukraina melalui Twitter. Cook mengatakan, pihaknya akan melakukan segala yang bisa dilakukan untuk tim dan akan mendukung aksi kemanusiaan lokal.

    Surat Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov untuk CEO Apple, Tim Cook
    Surat Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov untuk CEO Apple, Tim Cook. (Foto:Pelopor.id/Twitter Mykhailo Fedorov)

    Adapun Presiden Rusia Vladimir Putin, mengumumkan operasi militer di Ukraina pada Kamis (24/02/2022). Aksi Rusia ini dianggap berbahaya bagi kesepakatan Eropa setelah Perang Dingin. Sedangkan Putin beralasan aksinya itu untuk membela separatis di wilayah timur negara tersebut. []