peloporberita.com/ | Jakarta - Pengurus Pusat (PP) GMKI menyoroti keseriusan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia di tanah Papua. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia meningkat dari 66.53 pada tahun 2010 menjadi 71.94 tahun 2020.
Sayangnya, data tersebut belum diimbangin peningkatan IPM dari Papua. IPM Papua berada diangka 60.44 masih jauh dibandingkan IPM secara nasional bahkan jauh tertinggal dari daerah lain. "Presiden Jokowi dinilai mampu meningkatkan IPM Indonesia, tapi sangat disayangkan IPM Papua masih rendah," tutur Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom melalui keterangan tertulis yang yang diterima peloporberita.com/ Kamis, 30 September 2021. Jefri menyinggung Janji Jokowi terkait peningkatan SDM Papua serta 1000 mahasiswa Papua menjadi karyawan BUMN. Menurutnya, mutu pendidikan di Papua mengalami penurunan termasuk tingginya anak putus sekolah dan buta huruf. Adapun data dinas Pendidikan Provinsi Papua menunjukkan, angka putus sekolah di Papua mencapai 21 persen meningkat dari tahun 2020, sama halnya dengan buta huruf mencapai 27 persen. "Anak di Papua putus sekolah disebabkan oleh tidak adanya biaya serta pembelajaran jarak jauh yang menggunakan ekosistem digital. Sungguh miris, tanah Papua sangat kaya, investasi tambang mencapai ratusan triliunan, kok bisa anak Papua putus sekolah karena tidak ada biaya dan akses internet," ucap Jefri Gultom."Sungguh miris, tanah Papua sangat kaya, investasi tambang mencapai ratusan triliunan, kok bisa anak Papua putus sekolah karena tidak ada biaya dan akses internet."
- Baca juga : GMKI : Transformasi BUMN Jauh dari Harapan Presiden
- Baca juga : GMKI: Wacana Amandemen Sarat Kepentingan, Perlu Diawasi Publik
💬 Komentar (0)
Tulis Komentar