Kategori: Internasional

  • Intel Berencana Bangun Pabrik di Malaysia

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi Intel berencana membangun pabrik baru di Malaysia, dengan investasi senilai lebih dari USD 7 miliar. Intel yakin pabrik pengepakan dan pengujian chip baru ini mampu menyerap hingga 9.000 tenaga kerja.

    Chief Executive Officer (CEO) Intel Pat Gelsinger berharap, fasilitas baru di Malaysia bisa mulai beroperasi pada tahun 2024. Intel pun mengambil langkah ini akibat dalam setahun terakhir telah terjadi kekurangan pasokan komponen semikonduktor global.

    Gelsinger memprediksi, kekurangan chip masih akan terjadi hingga tahun 2023, meskipun industri semikonduktor tahun ini diperkirakan bertumbuh.

    “Secara keseluruhan, industri semikonduktor tahun ini akan tumbuh lebih besar daripada dalam dua hingga tiga dekade terakhir,” ungkap Gelsinger.

    Melansir Reuters, Pemerintah Malaysia menyebutkan Intel akan menanamkan investasi sebesar 30 miliar Ringgit, atau sekitar USD 7,10 miliar.

    Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Mohamed Azmin Ali juga mengapresiasi rencana investasi Intel. “Program ini memang tepat waktu, mengingat permintaan global terhadap chip meningkat akibat adanya kekurangan pasokan dan adanya potensi tantangan yang timbul dari pemulihan pandemi secara global,” ujarnya.

    Saat ini, industri perakitan chip Malaysia menyumbang lebih dari sepersepuluh perdagangan global dengan nilai lebih dari USD 20 miliar. []

    Baca juga: Intel Prediksi Pasokan Laptop Akan Terganggu Hingga 2023

  • Tambah Portofolio, Entegris Akuisisi Rivalnya CMC Materials

    peloporberita.com/ | Pemasok bahan semikonduktor, Entegris Inc, berencana mengakuisisi rivalnya, CMC Materials, dengan nilai transaksi USD 6,5 miliar. Strategi itu dilakukan untuk membangun skala produksi yang lebih besar di tengah krisis chip global.

    Kesepakatan ini akan dibiayai dengan kombinasi saham yang dikeluarkan untuk CMC Materials, utang baru dan uang tunai.

    Nantinya, pemegang saham CMC akan menerima USD 133,00 tunai dan 0,4506 lembar saham biasa Entegris untuk setiap saham yang mereka miliki. Berdasarkan perhitungan Reuters, bagian tunai dan saham dari penawaran bernilai USD 197,36 per saham.

    Entegris berharap kesepakatan bisa selesai pada semester kedua tahun 2022. Mereka juga yakin kesepakatan itu tidak akan menimbulkan kekhawatiran antimonopoli selama tinjauan peraturan di beberapa negara, termasuk Tiongkok.

    “Kesepakatan ini akan menambah portofolio Entegris, membuat mereka lebih menjadi toko serba ada di ruang bahan semikonduktor,” kata seorang analis di Citigroup, seperti dilansir dari Reuters.

    Seperti diketahui, bisnis terkait semikonduktor memang telah berkonsolidasi dengan sejumlah perusahaan yang ingin meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan serta manufaktur, untuk memenuhi tingginya permintaan.

    Sekadar informasi, Entegris yang berbasis di Massachusetts, merupakan pemasok material bagi produsen chip, termasuk Samsung dan Taiwan Semiconductor Manufacturing. []

    Baca juga: Krisis Chip Global, Samsung Buka Pabrik di Texas AS

  • Lepas Saham Didi Global, Begini Alasan Uber

    peloporberita.com/ – Uber Technologies Inc, berencana menjual saham yang dianggapnya sebagai investasi non-strategis di perusahaan lain. Termasuk di perusahaan perjalanan asal Tiongkok Didi Global inc.

    Chief Executive Officer (CEO) Uber, Dara Khosrowshahi mengatakan, pihaknya akan terus memegang beberapa saham lantaran alasan strategis. Tetapi akan menjual beberapa dari mereka. Termasuk saham Uber di Didi Global.

    “Saham Didi kami, kami percaya tidak strategis. Mereka adalah pesaing, China adalah lingkungan yang cukup sulit dengan transparansi yang sangat sedikit,” tuturnya dilansir dari Reuters Rabu (15/12/2021).

    Baca juga : 

    Khosrowshahi menjelaskan, Uber tidak terburu-buru menjual saham. Sebab menurutnya menjual saham perlu dilakukan dengan cerdas dan disesuaikan dengan waktu yang tepat.

    Saat ini, Uber memiliki sekitar US$ 13,1 miliar dalam investasi di perusahaan lain pada akhir kuartal III 2021. Termasuk US$ 4,1 miliar di Didi Global.[]

  • Fokus Produksi di AS, Canoo Akhiri Kesepakatan dengan Perusahaan Belanda

    peloporberita.com/ | Perusahaan rintisan yang berbasis di Arkansas, Canoo Inc, mengakhiri kesepakatannya dengan VDL Nedcar di Belanda untuk menjadi produsen kontraknya di Eropa. Namun, Canoo masih menjajaki peluang kemitraan dengan induk usaha VDL Nedcar, yaitu VDL Groep BV.

    Dengan demikian, VDL Nedcar akan mengembalikan pembayaran di muka Canoo sebesar USD 30,4 juta.

    Baca juga: Toyota Benamkan Investasi US$ 70 Miliar di Mobil Listrik Hingga 2030

    Disaat yang bersamaan, startup kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ini juga mempercepat rencana produksinya di Amerika Serikat (AS).

    Ke depannya, Canoo mengandalkan pabriknya yang berlokasi di Oklahoma, untuk mengurangi kerentanan rantai pasokan dan memangkas biaya pengiriman ke luar negeri. Selain itu juga untuk meningkatkan kecepatan pemasaran kendaraannya.

    Baca juga: Ford Motor Targetkan Produksi 200.000 Mustang Listrik

    “Kami telah menyimpulkan bahwa membangun di Amerika lebih selaras dengan misi kami,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Canoo Tony Aquila, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/12/2021).

    Canoo menargetkan bisa memproduksi 3.000 – 6.000 kendaraan listrik di Arkansas pada tahun depan. Selain itu juga berharap bisa memulai produksi di Oklahoma pada akhir 2023 dan berencana bisa mencapai target produksi 14.000 – 17.000 unit EV. []

    Baca juga: Nissan Siapkan Dana US$ 17,5 Miliar untuk Percepat Produksi Mobil Listrik

  • Zara Cetak Kenaikan Penjualan Secara Online

    peloporberita.com/ – Perusahaan yang memiliki merek Zara, Inditex, berhasil mencatatkan penjualan kembali ke tingkat pra pandemi. Pengecer fesyen terbesar dunia itu, mencatat penjualannya naik 10% pada kuartal yang berakhir Oktober 2021.

    Penjualan Inditex, terus naik hingga awal Desember lantaran disokong penjualan secara online yang nilainya terus meningkat. Untuk periode Agustus-Oktober 2021, Inditex melaporkan penjualannya mencapai 7,3 miliar Euro dan laba bersih sebesar 1,2 miliar Euro.

    Baca juga : Spider-Man No Way Home Tayang di Bioskop Hari ini, Begini Sinopsisnya

    Analis RBC Richard Chamberlain mengatakan, bahwa risiko jangka pendek utama Inditex adalah pembatasan lebih lanjut pada toko offline dan pengetatan perjalanan akibat varian Omicron, terutama di Eropa selatan dilansir dari Reuters Rabu, (15/12/2021).

    Chamberlain juga memperkirakan, Inditex menghasilkan sekitar 15% dari total penjualan yang berasal dari toko-toko yang berlokasi di pusat kota besar yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. []

  • Toyota Benamkan Investasi US$ 70 Miliar di Mobil Listrik Hingga 2030

    peloporberita.com/ – Produsen otomotif global Toyota Motor Corp berkomitmen menambah investasi pada kendaraan listrik sebesar 8 triliun Yen atau sekitar US$ 70 miliar hingga tahun 2030 mendatang.

    Separuh dari nilai investasi itu akan difokuskan pada pengembangan battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik berbasis baterai penuh. Kemudian sebesar US$ 1,29 miliar akan dipakai membangun pabrik baterai baru di California yang mulai berproduksi pada tahun 2025.

    Baca juga : Spider-Man No Way Home Tayang di Bioskop Hari ini, Begini Sinopsisnya

    CEO Toyota, Akio Toyoda mengatakan bahwa perusahaannya masih mengejar strategi pengurangan karbon multi-cabang yang juga mencakup mobil hibrid dan kendaraan bertenaga hidrogen.

    “Kami ingin memberikan pilihan kepada semua orang. Kami akan menunggu sedikit lebih lama sampai kami memahami ke mana arah pasar,” tutur Toyoda dikutip Reuters, Rabu (15/12/2021).

    Diperkirakan penjualan BEV Toyota secara tahunan pada akhir tahun 2030 akan mencapai 3,5 juta kendaraan atau sekitar sepertiga dari penjualan kendaraan saat ini.

    Langkah yang ditempuh Toyota ini, seirama dengan pilihan banyak perusahaan mobil yang mengekor jejak Tesla Inc yang kini menjadi produsen mobil paling berharga di muka bumi. []

  • Google Tindak Tegas Pegawai yang Langgar Aturan Vaksinasi

    peloporberita.com/ | Google menegaskan akan menindak pegawainya yang tidak mematuhi aturan vaksinasi Covid-19 yang telah ditentukan oleh manajemen. Tidak main-main, hukuman itu mulai dari cuti paksa hingga pemecatan.

    Melansir CNBC, para pegawai Google diberi waktu hingga 3 Desember untuk menyatakan status vaksinasi dan mengunggah dokumentasi yang menunjukkan bukti vaksinasi.

    Setelah batas waktu berakhir, Google disebut akan mulai menghubungi pegawainya yang belum mengunggah status vaksinasi. Meski demikian, Google juga memberikan hak bagi para pegawainya untuk mengajukan pengecualian atas dasar medis atau kepercayaan.

    Para pegawai yang tidak divaksinasi di luar pengecualian yang disebutkan, juga akan mendapat peringatan dari Google.

    Laporan CNBC mengungkap adanya sejumlah hukuman bagi para pegawai yang masih mangkir hingga 18 Januari mendatang. Hukuman yang dimaksud berupa cuti administratif berbayar selama 30 hari, cuti pribadi yang tidak dibayar atau unpaid leave hingga enam bulan, serta pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Sebagai perusahaan besar, Google terbilang sangat memperhatikan aturan mengenai upaya pemberantasan Covid-19.

    Salah satunya adalah Google sepakat menunda rencana kembali bekerja di kantor pada awal bulan ini, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan itu diambil seiring dengan makin luasnya penyebaran Covid varian Omicron.

    Penundaan itu juga termasuk dipicu oleh masih banyaknya pegawai yang menolak aturan vaksinasi yang ditetapkan perusahaan. []

    Baca juga: Kasus Covid di AS Melonjak, Perusahaan Keuangan Tunda Rencana Kembali ke Kantor

  • Solana Ventures Investasi USD 150 Juta Untuk Game Blockchain

    peloporberita.com/ | Solana Ventures, unit perusahaan teknologi Solana Labs, menganggarkan investasi senilai USD 150 juta untuk game blockchain. Dalam hal ini, Solana menggandeng Forte dan Griffin Gaming Partners, yang merupakan dua pemain utama di sektor tersebut.

    Melansir Reuters, Forte membangun teknologi untuk aplikasi game berbasis blockchain, sedangkan Griffin adalah perusahaan modal ventura yang berinvestasi di pasar game global.

    “Pengembang game harus terus membuat konten baru untuk dikonsumsi pemain sebagai pembelian satu kali,” kata salah satu pendiri sekaligus CEO Forte Josh Williams.

    Dalam permainan yang mendukung blockchain, pemain di seluruh dunia dapat memiliki barang serta bebas memperdagangkan barang dan jasa satu sama lain. Selain itu, para pemain juga dapat berpartisipasi dalam ekonomi komunitas. Bahkan, beberapa game blockchain memungkinkan pemain mendapatkan hadiah berupa mata uang kripto.

    Laporan ResearchAndMarkets.com menyebutkan, pada tahun 2020, nilai pasar game global mencapai USD 173,7 miliar.

    Angka itu pun diprediksi naik menjadi USD 314,40 miliar pada tahun 2026, yang salah satunya didorong oleh lockdown selama pandemi membuat pengguna internet menghabiskan waktu ke platform game. []

  • Tiongkok Kembali Denda Perusahaan Teknologi, Kini Giliran Weibo

    peloporberita.com/ | Regulator internet Tiongkok, The Cyberspace Administration of China (CAC), menjatuhkan denda senilai 3 juta yuan atau sekitar USD 470.000 kepada platform media sosial Tiongkok, Weibo Corp. Hukuman itu diberikan lantaran Weibo dianggap telah menerbitkan informasi ilegal berulang kali.

    Menurut CAC, Weibo telah melanggar sejumlah undang-undang, salah satunya adalah undang-undang keamanan dunia maya tentang perlindungan anak di bawah umur.

    Weibo yang mengoperasikan platform mirip Twitter ini, telah diperintahkan segera memperbaiki dan menangani orang-orang yang bertanggung jawab secara serius.

    Pihak manajemen Weibo pun menyatakan menerima kritikan dari regulator dan telah membentuk kelompok kerja untuk menjalani hukuman tersebut.

    Denda tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian hukuman yang dijatuhkan regulator Tiongkok pada perusahaan teknologi tahun ini. Aksi tersebut juga muncul di tengah pengawasan yang lebih ketat terhadap internet di Tiongkok.

    Upaya pengawasan ketat itu termasuk tindakan keras terhadap “budaya penggemar” online dan melarang perusahaan media sosial mempromosikan selebriti, dengan menyebut mereka sebagai pengaruh buruk bagi kaum muda.

    Sebelum Weibo, pada awal bulan ini, CAC juga telah mendenda situs populer peninjau film, Douban, senilai 1,5 juta yuan. Alasannya adalah Douban telah membagikan informasi yang melanggar hukum. []

    Baca juga: China Denda Perusahaan Teknologi Hingga Miliaran Rupiah

  • Tak Hanya Fokus Vaksin, Pfizer Beli Perusahaan Farmasi Senilai USD 6,7 Miliar

    peloporberita.com/ | Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer Inc, akan mengakuisisi Arena Pharmaceuticals Inc, sebagai salah satu upaya memperluas bisnisnya di sektor kesehatan. Seperti diketahui, selama ini Pfizer dikenal sebagai produsen vaksin Covid-19. Nilai transaksi ini diperkirakan mencapai sekitar USD 6,7 miliar.

    Rencananya, Pfizer ingin mengembangkan terapi potensial yang membidik penyakit peradangan usus. Selain peradangan, Pfizer menilai, kesepakatan ini akan melengkapi kemampuannya dalam imunologi. Selain itu juga diyakini mampu berkontribusi pada pertumbuhan bisnisnya hingga 2025.

    Presiden Global dan Manajer Umum Bisnis Peradangan dan Imunologi Pfizer Mike Gladstone mengatakan, pihaknya berencana mempercepat pengembangan klinis etrasimod yang telah menjadi kandidat obat utama bagi Arena.

    “Pfizer melihat etrasimod sebagai penggerak dari kesepakatan ini. Ini adalah produk oral, yang mudah diberikan, dan bisa memiliki efektivitas terbaik di kelasnya,” ujar Gladstone, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (15/12/2021).

    Di bawah pimpinan Chief Executive Officer (CEO) Albert Bourla, Pfizer kini fokus dengan investasi eksternal pada kandidat obat tahap menengah dan akhir. Arena pun menyatakan siap meraih tonggak penting pada awal tahun depan.

    Ketika hasil uji coba tahap akhir akan diberikan untuk etrasimod, itu bisa memposisikan Pfizer mendekati regulator untuk persetujuan obat pada tahun depan dan membawanya ke pasar pada 2023 mendatang. []

    Baca juga: Perusahaan Australia CSL Akuisisi Vifor Pharma AUD 10 Miliar