Kategori: Internasional

  • Duterte Tetapkan Idul Adha Sebagai Hari Libur Nasional Filipina

    peloporberita.com/ | Jakarta – Hari raya Idul Adha bakal menjadi hari libur nasional di Filipina menyusul keputusan Presiden Duterte yang menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai hari libur nasional di negaranya.

    Hal ini diketahui saat Istana kepresidenan Filipina mengumumkan Idul Adha yang tahun ini jatuh pada 20 Juli 2021, sebagai hari libur nasional bagi seluruh negeri itu seperti dikutip dari kantor berita Anadolu, Jumat 16 Juli 2021.

    “Perayaan Idul Adha harus tunduk pada peraturan karantina dan langkah-langkah jarak sosial.”

    Presiden Rodrigo Duterte melalui Sekretaris Eksekutif Salvador Medialdea, menyetujui Proklamasi 1189 tentang Idul Adha sebagai libur nasional kemarin. Adapun di Filipina, Idul Adha adalah satu dari dua hari raya umat Islam yang dirayakan di wilayah berpenduduk Muslim.

    “Perayaan Idul Adha harus tunduk pada peraturan karantina dan langkah-langkah jarak sosial,” bunyi pernyataan Malacanang.

    Sementara karyawan yang akan bekerja pada hari libur nasional harus dibayar 200 persen dari tingkat upah harian mereka dalam delapan jam pertama. Selain itu, pekerja harus menerima tambahan 30 persen dari tarif per jam mereka pada hari itu jika harus lembur. Sedangkan bagi mereka yang ingin libur tetap akan menerima gaji 100 persen. []

  • Israel Resmi Buka Kantor Kedubes di Uni Emirat Arab

    peloporberita.com/ | Jakarta – Israel, resmi membuka kantor kedutaan besar mereka di Uni Emirat Arab sebagai penegasan bahwa hubungannya dengan salah satu anggota Negara Teluk tersebut telah normal.

    Dikutip dari Reuters, Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid dalam acara peresmian pada Selasa, (29/6/2021) waktu setempat mengatakan bahwa sejatinya Israel ingin hidup damai dengan para tetangganya di Timur Tengah.

    “Israel ingin hidup damai dengan para tetangga. Kami tidak akan ke mana-mana. Timur Tengah adalah rumah kami. Kami akan tetap di sini. Kami mendesak semua negara di kawasan untuk mengakui itu,” tutur Lapid.



    Normalisasi hubungan antara Israel dengan Uni Emirat Arab juga dilakukan dengan tiga negara Arab lainnya, yaitu Bahrain, Sudan, dan Maroko. Pembinaan kembali hubungan mesra dengan Israel diperoleh berkat kesepakatan bernama “Abraham Accords” yang diprakarsai oleh pemerintahan Amerika Serikat saat di bawah kekuasaan Presiden Donald Trump 2020 lalu.

    Negara-negara Arab yang menandatangani Abraham Accords menyatakan, bahwa mereka menormalisasi hubungan dengan Israel agar punya daya tawar lebih besar dalam membela Palestina. Meski banyak pihak meragukan asumsi tersebut lantaran Israel masih menyerang Jalur Gaza bulan lalu.

    “Israel ingin hidup damai dengan para tetangga. Kami tidak akan ke mana-mana. Timur Tengah adalah rumah kami.”

    Sementara kini tampuk pimpinan di AS telah jatuh ke tangan Joe Biden, AS masih melihat sejumlah negara berpotensi menormalisasi hubungan mereka dengan negara sekutunya, Israel. Biden pun, dikabarkan mulai menyusun manuver untuk mendekati negara-negara Arab agar turut menormalisasi hubungan mereka dengan Israel.

    Bahkan sejumlah sumber menyatakan bahwa Biden sudah mempertimbangkan mantan Duta Besar AS untuk Israel, Dan Shapiro, menjadi perwakilan pemerintah dalam proses penjajakan normalisasi hubungan ini. Lebih lanjut, pemerintahan Biden juga akan mendorong pengembangan kerja sama bisnis, edukasi, dan bidang lainnya antara Israel dan empat negara Arab yang sudah mesra hubungannya.[]

  • Pengadilan Setujui Restrukturisasi Utang Thai Airways

    peloporberita.com/ | Jakarta – Upaya maskapai Thai Airways International untuk merestrukturisasi utang sebesar USD 12,9 miliar, disetujui pengadilan setempat. Restrukturisasi utang ini penting, untuk membalikkan nasib maskapai yang tahun lalu mencatat rekor kerugian sekitar USD 4,5 miliar.

    Pengadilan Kepailitan Pusat di Bangkok dalam perintahnya, menyebut bahwa mereka menyetujui rencana rehabilitasi. Pengadilan juga tidak melakukan perubahan terhadap rencana yang telah disetujui sebelumnya oleh kreditur.

    “Kami puas dengan keputusan itu,” tutur Somboon Sangrungjang dari firma hukum Kudun and Partners, yang mewakili 87 koperasi simpan pinjam seperti dikutip dari Reuters Selasa, 15 Juni 2021.

    Sejatinya, Thai Airways International berada dalam kesulitan jauh sebelum pandemi virus corona menghentikan banyak penerbangan di seluruh dunia. Maskapai ini, diketahui telah membukukan kerugian hampir setiap tahun setelah 2012 silam.

    Sebelumnya pada Maret 2021, Thai Airways mengungkapkan rencananya mengurangi ukuran armada menjadi 86 jet pada tahun 2025 dari 103 saat ini. Selain itu, Thai Airways juga telah memangkas biaya sebesar 30 miliar baht. Pemerintah Thailand sendiri, memegang 47,86% saham di maskapai tersebut. []