Kategori: z Headline

  • Pemeran Squid Game, Heo Sung Tae Kebanjiran Pesan Cabul

    peloporberita.com/ | Aktor Heo Sung Tae yang memerankan karakter Deok Su di serial Netflix ‘Squid Game’, menerima banyak pesan cabul di akun Instagramnya @heosungtae.

    Tidak hanya penggemar dari Korea Selatan, penggemar dari luar negeri juga terus mengirimkan pesan kepada Heo Sung Tae. Tingginya popularitas serial Squid Game memang secara otomatis ikut melambungkan nama para pemeran drama Korea itu.

    Baca juga: Kalahkan Black Widow, Escape From Mogadishu Dinobatkan Sebagai Film Terlaris di Korea Selatan

    Sayangnya, kebanyakan pesan yang diterima Heo Sung Tae berisikan kata-kata cabul. “Mereka terus mengirimiku pesan di Instagram, memintaku untuk membawa mereka ke toilet,” ujar aktor yang akan berusia 44 tahun di bulan Oktober ini.

    Jika sudah menonton serialnya, Anda pasti tahu apa yang dilakukan Deok-su (Heo Sung Tae) di toilet. Berbagai komentar dan pesan nakal itu merujuk pada adegan seks di kamar mandi yang muncul dalam episode 4 Squid Game.

    Baca juga: Viral Tiktok, Oppa Willy Disebut Lee Min Ho Indonesia

    Dalam adegan ini, Jang Deok Su (Heo Sung Tae) berbohong kepada Han Mi Nyeo (Kim Joo Ryeong) dan memikatnya ke kamar mandi, kemudian mereka melakukan adegan panas. Adegan ini pun sempat ramai dibahas antara netizen Korea karena mereka teringat dengan ucapan Heo Sung Tae di sebuah acara tahun 2016.

    “Istri saya sudah melarang saya syuting adegan ranjang. (Dia sudah memberikan batasan),” kata Sung Tae saat itu. Istrinya masih memberi toleransi adegan telanjang, tapi tidak dengan adegan ranjang, seperti dikutip dari Kompas.com. []

  • Lawan Pandemi Bersama Moeldoko Center

    peloporberita.com/ | Komunitas Moeldoko Center berkomitmen merangkul masyarakat dalam melawan pandemi. Untuk mendukung hal itu, Komunitas Moeldoko Center akan memberikan bantuan berupa 1 tube Ivermectin isi 5 tablet @12mg kepada masyarakat yang masih terpapar virus Covid-19.

    Bantuan ini akan diberikan dalam periode 11 Oktober-10 November 2021, dengan syarat dan ketentuan berlaku. Salah satu syaratnya adalah hasil swab antigen atau PCR positif minimal H-3. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa langsung menghubungi posko Moeldoko Center terdekat di kota Anda.

    Untuk diketahui, Moeldoko Center telah mendirikan 32 posko yang tersebar di seluruh Indonesia. Apabila posko tidak dapat dihubungi, maka Anda bisa menghubungi call center di 0811-8118-8881.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, per 12 Oktober 2021, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia (kumulatif) mencapai 4.229.813, sedangkan angka meninggal dunia mencapai 142.763 dan angka kesembuhan menyentuh 4.065.425. []

  • Dulu Ada Cebong-Kampret, Kini Muncul Celeng-Banteng

    peloporberita.com/ | Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, membuat pernyataan keras bagi para kader yang mendeklarasikan capres sebelum arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia menyebut mereka sudah keluar dari barisan kader banteng dan dijuluki celeng atau babi hutan.

    ”Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng (babi hutan). Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng,” kata Bambang Pacul, seperti dikutip dari Solopos.com, Selasa (12/10/2021).

    Baca juga: Nama Ganjar Pranowo Melejit di Survei Terbaru, Bambang Pacul Sebut itu Hanya Potret

    Bambang pun tidak keberatan jika dianggap keras, karena menurutnya, kader harus tahu bagaimana tegak lurus terhadap arahan ketua umum. “PDIP itu adalah barisan yang mendapat perintah. Jadi siapa pun yang merasa jadi barisan PDIP, harus berada di barisan, barisan yang diperintah,” tegas Bambang.

    Hal ini diduga bermula dari deklarasi DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Kabupaten Purworejo untuk mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju di Pilpres 2024.

    Baca juga: Ganjar Pranowo Deklarasikan Kelurahan Damai di Surakarta

    Dari sini terlihat sinisme politik sudah mulai terjadi. Jika pada Pilpres 2014 lalu, muncul istilah cebong dan kampret, kini istilahnya berganti jadi celeng dan banteng. Hanya saja cebong-kampret merujuk dua kubu berbeda yang saling bersaing, sedangkan celeng-banteng muncul di tengah polemik internal PDIP.

    Julukan celeng itu pun ditanggapi dengan perlawanan oleh para simpatisan, termasuk Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Albertus Sumbogo. “Teman-teman membuat satire atau meme itu selain tersinggung, prihatin tapi ada semangat perlawanan. Meskipun dianggap celeng, tetap harus berjuang untuk kebenaran dan nuraninya,” ucapnya. []

  • Taufan Rahmadi: Terpilih Wakili Indonesia di Ajang Best Tourism Village UNWTO Kemenangan Bagi Tetebatu

    peloporberita.com/ – Pengamat sekaligus Ahli Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi menyampaikan bahwa terpilihnya Tetebatu menjadi wakil Indonesia Best Tourism Village UNWTO 2021 sudah menjadi sebuah kemenangan tersendiri.

    “Kemenangan pertama lantaran Tetebatu telah berhasil menjadi desa terpilih dari sekian banyak desa wisata di Indonesia untuk bisa tampil di ajang Best Tourism Village ini, tutur TR panggilan akrabnya kepada peloporberita.com/, Selasa, 12 Oktober 2021.

    “Ada 75 ribu desa di seluruh Indonesia, (dari jumlah itu) ada 6 ribu desa wisata dan salah satunya Tetebatu yang terpilih,” sebutnya beberapa waktu lalu.”

    Hal ini, menurut Taufan menjadikan Tetebatu menjadi magnet dari destinasi wisata unggulan. Tidak saja di Kabupaten Lombok Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB), tetapi juga di Indonesia.

    “Masalah menang atau kalah di UNWTO adalah bonus karena bagaimanapun dengan terpilihnya Tetebatu di ajang ini telah menaikkan brand equity desa tersebut. Membuat calon wisatawan baik lokal maupun nusantara, mengetahui dan melihat dan membuat ingin berkunjung ke Tetebatu,” tegas Penulis buku Protokol Destinasi tersebut.

    Tetebatu
    Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Taufan juga menyebut, Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur sangat istimewa karena berhasil lolos mewakili Indonesia di ajang The Best Village UNWTO 2021. Padahal untuk terpilih sebagai wakil Indonesia, Tetebatu harus bersaing dengan ribuan desa wisata lainnya di seluruh nusantara.

    “Ada 75 ribu desa di seluruh Indonesia, (dari jumlah itu) ada 6 ribu desa wisata dan salah satunya Tetebatu yang terpilih,” sebutnya beberapa waktu lalu.

    Taufan menegaskan, dalam lomba desa wisata tersebut, setiap negara hanya boleh mengirimkan tiga wakilnya saja. Sedangkan wakil dari Indonesia, selain ada Tetebatu, dua wakil dewa wisata lainnya yakni Wae Rebo NTT dan Desa Nglanggeran, Yogyakarta.

    Desa Wisata Nglanggeran
    Desa Wisata Nglanggeran. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

    Desa Wisata Nglanggeran sendiri kerap meraih penghargaan sebelumnya. Diantaranya, penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik ASEAN tahun 2017 dengan konsep Community Based Tourism (CBT).Serta, mendapat predikat Desa Wisata Berkelanjutan dari Kemenparekraf.

    Sementara Desa Wae Rebo NTT merupakan kampung tua berusia sekitar 1.090 tahun yang letaknya bersembunyi di kaki rimba Poco Roko, hutan lebat di atas wilayah Satarmese Barat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Wae Rebo
    Desa Wae Rebo Manggarai NTT. (Photo : peloporberita.com/VIVA/Jo Kenaru)

    Nama Wae Rebo menjadi terkenal sejak meraih penghargaan UNESCO pada tahun 2012. Seiring waktu, kampung yang merupakan bagian dari Desa Satar Lenda ini menjadi destinasi favorit dalam dan luar negeri. []

  • Mengenal Moeldoko Center dan Visi Misinya

    peloporberita.com/ – Sebagai bukti dukungan masyarakat terhadap Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, dibentuklah Moeldoko Center pada Februari 2021 lalu. Tetapi, peresmiannya baru dilakukan pada 8 Juli 2021, atau tepat di Hari Ulang Tahun Moeldoko ke-64. Sedangkan saat ini, Moeldoko menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

    Peresmian Moeldoko Center dilakukan secara Online via Zoom seiring dengan kondisi kala itu yang masih di tengah pandemi covid-19, yang diikuti oleh Pengurus & Anggota dari berbagai daerah, dan luar negeri.

    “Moeldoko Center ini adalah betul-betul memberikan kontribusi yang positif bagi pemerintah. Bahkan bisa menjadi institusi penjembatan yang bisa mendengarkan suara rakyat dengan baik.”

    KSP Moeldoko mengatakan, institusi Moeldoko Center ingin memberikan kontribusi yang positif bagi pemerintah untuk memastikan aspirasi rakyat mengalir dan dilaksanakan.

    “Moeldoko Center ini adalah betul-betul memberikan kontribusi yang positif bagi pemerintah. Bahkan bisa menjadi institusi penjembatan yang bisa mendengarkan suara rakyat dengan baik, dan kita bisa membuka akses kepada semua stakeholders agar semua persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat kita bisa tersampaikan dan ada solusinya,” tutur KSP Moeldoko beberapa waktu lalu.

    Moeldoko
    KSP Moeldoko. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Adapun visi Moeldoko Center adalah Menuju Indonesia Emas. Sedangkan misinya adalah sebagai berikut:

    1. Membantu Mensukseskan Program Presiden Joko Widodo (Jokowi).
    2. Membantu masyarakat yang tertindas oleh oknum.
    3. Mempererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui kebudayaan.
    4. Membina UMKM agar naik kelas & mengembangkan kewirausahaan
    5. Menggali Potensi Milenial di bidang Pendidikan, Olahraga, Keterampilan, Seni Budaya & Teknologi.

    Moeldoko Center, memiliki Posko Pelayanan dan Bantuan Masyarakat, Kutabex JV Food and sport yang terletak di jalan K.H Mas Mansyur, Jakarta Barat. Tempat tersebut digunakan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan sebagai berikut:

    1. Membantu masyarakat tertindas yang akan didampingi oleh BPK Carrel Ticualu dan BPK Salmon Siagian (tim advisor hukum Moeldoko Center).

    2. Tempat pelatihan keterampilan vokasi :
    – Pendidikan kompetensi menjadi beauty terapis (untuk perempuan)
    – Pendidikan menjadi Barista (untuk laki-laki).
    Pelatihan ini bersertifikasi dan siap langsung bekerja.

    3. Kelas Pembinaan UMKM dan Pengembangan Kewirausahaan yang akan dimonitoring oleh para profesional di bidangnya. []

  • Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Uang Palsu di 5 Kota

    peloporberita.com/ | Direktorat Tidak Pidana Ekonomi Khusus (Dittupideksus) Bareskrim Polri mengungkap jaringan tindak pidana uang palsu pecahan Rupiah dan Dollar Amerika dengan menangkap 20 tersangka di lima kota.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si. menyebutkan, para tersangka itu terdiri dari sejumlah jaringan, yaitu jaringan pengedar uang palsu, pembuat uang palsu dan pengedar, serta pembuat uang palsu mata uang asing, khususnya Dollar Amerika.

    Sebelumnya, selama Agustus-September 2021, Dittipideksus Bareskrim Polri telah mengungkap empat kasus kejahatan uang palsu, yang terdiri dari jaringan Jakarta-Bogor, jaringan Tangerang, Jaringan Demak dan Sukoharjo, Jawa Tengah.

    Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Pol. Whisnu Hermawan menjelaskan, tak hanya membuat uang palsu, jaringan ini juga membuat mata uang asing, khususnya dolar Amerika. “Jadi kita berhasil bukan saja menangkap jaringan terkait pembuat atau pengganda uang, tapi kita juga menangkap di mana uang palsu itu dibuat,” kata Kombes Pol. Whisnu.

    Jaringan pertama, lanjut Whisnu, merupakan oknum yang membuat uang palsu dolar Amerika. Artinya, uang palsu tersebut dibuat untuk orang asing dengan barang bukti sekitar 48 lak. “Dari hasil pengembangan telah ditangkap di daerah Jakarta, Bogor, dan Tangerang. Namun kami masih mendalami terkait pembuatannya,” ujarnya.

    Kemudian, pihaknya menangkap jaringan pembuat uang palsu di Sukoharjo dan Demak. “Kurang lebih banyaknya uang palsu sekitar 110.138 lak. Ini gak ada harganya, kami tidak akan menyebutkan dengan nilai total berapa miliar tidak ada,” tegasnya.

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan untuk tersangka pengedar uang palsu mata uang asing dijerat dengan Pasal 245 KUHP, ancaman hukuman 15 tahun.

    Bank Indonesia pun mengapresiasi Bareskrim Polri yang telah mengungkapkan kejahatan uang palsu. Menurut Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Imanuddin, peredaran uang palsu sangat merugikan dan juga menganggu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap uang yang beredar. “Karena uang selain sebagai transaksi ekonomi, juga merupakan kedaulatan negara kita,” ujar Imanuddin. []

  • Denny Siregar: Zaman Jokowi, Gue Ngerasa Punya Pemerintah

    peloporberita.com/ – Pegiat Media Sosial Denny Siregar, mengatakan bahwa dirinya dahulu selalu mengagumi pemimpin dari negara lain sebelum Joko Widodo menjadi Presiden Republik Indonesia.

    “Pada zaman Jokowi ini, gue ngerasa punya pemerintah. Gue tuh sebelum Jokowi, selalu mengagumi pemimpin pemimpin negara lain,” tuturnya dalam Youtube Channel Deddy Corbuzier Selasa, 12 Oktober 2021.

    “Zamannya Gus Dur, Megawati kan sebentar banget, zamannya Habibie juga begitu. Zamannya SBY kita ga anggap Presiden, kan kita Autopilot kan.”

    Dalam kesempatan itu, Denny juga menjelaskan alasannya melontarkan pernyataan tersebut. Menurutnya, Ia tak hidup di zaman Soekarno melainkan di zaman Soeharto. sedangkan kepemimpinan Gus Dur, Habibie tidaklah lama.

    “Gw gak hidup di zaman soekarno, gw hidup di zaman soeharto dimana dia sudah lagi menumpuk segala macem. Zamannya Gus Dur, Megawati kan sebentar banget, zamannya Habibie juga begitu. Zamannya SBY kita ga anggap Presiden, kan kita Autopilot kan,” sebutnya dihadapan Deddy Corbuzier.

    Denny Siregar dan Deddy Corbuzier
    Denny Siregar dan Deddy Corbuzier. (Foto:Pelopor.id/Youtube Channel Deddy Corbuzier)

    Denny mengaku, kala itu yang ia lihat hanya pameran atau pencitraan belaka. Meski demikian, Denny menegaskan bahwa dirinya tidak menyukai figur tersebut bukan secara personal.

    “Dan gue ga suka sama sekali. Bukan secara personal ya. Tapi secara keseluruhan, cara orang-orang. Konsepnya, bukan personal,” tandas Denny.

    Sementara ketika zaman Jokowi, dirinya melihat sendiri rekam jejak dari mantan Pengusaha Mebel tersebut. Mulai sang Presiden menjadi walikota solo, lalu menjadi Gubernur DKI Jakarta sampai akhirnya kini sebagai Kepala Negara.

    “Jadi bukan (mengidolakan) Jokowi secara sosok, gue nggak pernah mengidolakan sosok, gue hanya melihat ada sesuatu yang dilakukan,” ucapnya.[]

  • Twitter Luncurkan Fitur Baru Hapus Follower

    peloporberita.com/ – Twitter, meluncurkan fitur baru yang memungkinkan setiap pengguna di web dapat menghapus follower tanpa memblokir mereka alias soft block. Fitur ini tersedia di Twitter versi browser PC.

    Metode baru Twitter itu sedikit lebih mudah daripada sebelumnya yang mengharuskan pengguna memblokir dan membuka blokir seseorang secara manual.

    Melalui fitur itu, Twitter memberi kemudahan pengguna mengontrol pengalaman di platform serta menekan pelecehan.

    Berikut cara menghapus followers di Twitter tanpa perlu blokir:

    1. Buka Profil
    2. Klik kolom followers
    3. Pilih opsi tiga titik di samping kanan akun
    4. Klik opsi Remove this follower

    Akun yang dihapus dari daftar followers ini tidak akan diberitahu Twitter atas perubahan tersebut. Namun, akun tersebut masih bisa melihat tweet kamu saat mereka membuka halaman profil. Selain itu, mereka yang dihapus juga masih bisa mengirim pesan (DM) ke akun kamu. []

  • Pandemi Dorong Transformasi Digital di Indonesia

    peloporberita.com/ | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia telah berhasil mengakselerasi transformasi digital dalam kehidupan sehari-hari, termasuk terhadap sektor keuangan di tengah pandemi.

    “Ini merupakan peluang untuk melakukan akselerasi transformasi digital di sektor keuangan sehingga tentunya berkontribusi positif terhadap pemulihan ekonomi nasional,” kata Airlangga dalam OJK Innovation Virtual Day 2021 secara virtual, Senin (11/10/2021).

    Baca juga: Menko Airlangga: Keberhasilan Program Prakerja Tergantung Penerimanya

    Ia mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen mendorong percepatan transformasi digital di seluruh aspek penunjang aktivitas ekonomi, terutama aktivitas ekonomi digital di Indonesia yang terus mengalami peningkatan.

    Airlangga juga mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil menjuarai transaksi ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020, dengan 41,9 persen transaksi ekonomi digital di Kawasan Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Saat ini, total transaksi ekonomi digital Indonesia telah mencapai US$ 44 miliar dan mayoritas disumbang oleh e-commerce.

    Baca juga: Menko Airlangga Harap Monash University Bentuk Generasi Muda RI Berdaya Saing Tinggi

    Meski demikian, Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan dalam menciptakan ekosistem ekonomi digital yang baik. Indeks Inovasi Global Indonesia tahun 2020 menunjukkan Indonesia di posisi 85 dari 131 negara. Sementara, Indeks Literasi Digital Indonesia tahun 2020 berada pada skala sedang.

    “Situasi ini membutuhkan terobosan baru dari seluruh pihak. Pembangunan infrastruktur digital, pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia), dan regulasi merupakan kunci utama dalam mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang mendukung pemulihan ekonomi di berbagai sektor, termasuk sektor keuangan,” ucap Airlangga. []

  • Profil Moeldoko dan Kronologi Kisruh Partai Demokrat

    peloporberita.com/ | Kisruh Partai Demokrat masih terus berlangsung. Bagaimana awal mula kisruh ini?

    Pada 1 Februari 2021, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers dan menyebut ada sebuah gerakan yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat. “Adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat,” kata AHY dalam video konferensi pers yang diunggah dalam Youtube Channelnya.

    Ia menyebut gerakan itu melibatkan lima orang, yang terdiri dari empat mantan kader dan seorang lainnya adalah pejabat penting pemerintahan di lingkar kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemudian mulailah beredar isu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko disebut-sebut ingin mengambilalih Partai Demokrat dari AHY.

    Bahkan, AHY sempat mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) berisi permintaan klarifikasi dan konfirmasi dari presiden, terkait gerakan politik yang bertujuan mengambil alih kekuasaan pimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional. Moeldoko sendiri tidak keberatan isu tersebut. Namun, ia mewanti-wanti AHY untuk tidak dengan mudahnya menuding istana, apalagi melibatkan Presiden Jokowi.

    Mantan Panglima TNI itu menjelaskan, isu ini bermula ketika dirinya berfoto dengan sejumlah tamu. Setelah berfoto, para tamu pun menceritakan tentang situasi terkini hingga akhirnya sampai pada pembahasan situasi Partai Demokrat. Moeldoko memang selalu membuka pintu untuk siapa saja yang hendak bertamu.

    Baca juga: Petani Garam Curhat ke Moeldoko, Ada Apa?

    Kemudian pada 5 Maret 2021 terjadilah Kongres Luar Biasa (KLB) di The Hill Hotel and Resort Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara dan menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat kubu KLB, melalui proses voting. KLB ini diprakarsai oleh Darmizal, mantan kader Demokrat yang telah dipecat AHY.

    Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemudian angkat bicara terkait KLB itu. Ia menyebut pihaknya berkabung atas terjadinya KLB yang dinilai menyerang kedaulatan Partai Demokrat. “Hari ini kami berkabung, Partai Demokrat berkabung, sebenarnya bangsa Indonesia juga berkabung, berkabung karena akal sehat telah mati, sementara keadilan supermasi hukum dan demokrasi sedang diuji,” kata SBY dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (05/03/2021).

    Tiga hari setelah KLB, tepatnya pada Senin (08/03/2021), AHY didampingi jajaran petinggi Partai Demokrat dan 34 orang DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia mendatangi kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Mereka menyerahkan 5 kontainer berisi berkas yang menguatkan bahwa KLB Deli Serdang tidak sesuai dengan AD/ART partai.

    Keesokan harinya, Partai Demokrat Kepemimpinan Moeldoko juga menyerahkan hasil KLB yang telah digelar ke Kemenkumham. Namun, kedatangan mereka luput dari pantauan media. Mereka mengaku memang tidak ingin mengganggu konsentrasi Kemenkumham dengan hadirnya keramaian di kantor kementerian itu.

    Baca juga: Kubu Moeldoko Yakin Menangkan Gugatan Terhadap Kubu AHY

    Profil Moeldoko

    Moeldoko lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 8 Juli 1957, dari pasangan Moestaman dan Masfuah. Bungsu dari 12 bersaudara ini menikah dengan seorang wanita bernama Koesni Harningsih dan mereka dikaruniai dua orang anak, yaitu Randy Bimantoro dan Joanina Rachma.

    Moeldoko dibesarkan di tengah keluarga yang sederhana. Ayah Moeldoko adalah seorang pedagang palawija dan perangkat keamanan di desa, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Sejak kecil, Moeldoko sudah bekerja mengangkut batu dan pasir dari kali setiap pulang sekolah.

    Ia menempuh pendidikan SD dan SMP di Kediri, sedangkan sekolah menengah atasnya di Jombang. Setelah itu, Moeldoko melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan berhasil menjadi lulusan terbaik pada tahun 1981 dengan dianugerahi Bintang Adhi Makayasa.

    Moeldoko mengawali karier di militer sebagai Komandan Peleton di Yonif Linud 700 Kodam 7 Wirabuana. Ia mampu menjalankan setiap tugasnya dengan baik, termasuk saat operasi Seroja Timor-Timur dan penugasan lainnya seperti ke Singapura, Jepang, Irak-Kuwait, Amerika Serikat, dan Kanada.

    Baca juga: Profil Yusril Ihza Mahendra, Kuasa Hukum Kubu Moeldoko

    Pada 2008, Moeldoko menjabat sebagai Kasdam Jaya. Kemudian pada 2010-2011, ia mengalami tiga kali rotasi jabatan dan kenaikan pangkat, mulai dari Panglima Divisi 1/Kostrad, Panglima 3 Siliwangi hingga menjadi Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

    Kariernya terus meningkat dan dua tahun kemudian ia mengemban jabatan Wakil Kepala Staf AD hingga dipercaya sebagai Kepala Staf TNI AD pada 22 Mei 2013. Hanya berselang tiga bulan, Moeldoko pun ditetapkan sebagai Panglima TNI oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Meski sudah sukses di dunia militer, Moeldoko tetap mementingkan pendidikan. Menginjak usia 57 tahun, ia berhasil meraih gelar doktor Ilmu Administrasi Negara di Universitas Indonesia (UI), dengan nilai sangat memuaskan.

    Setelah dua tahun pensiun dari militer, tepatnya pada 17 Januari 2018, Presiden Jokowi menunjuk purnawirawan jenderal bintang empat ini sebagai kepala staf kepresidenan (KSP) menggantikan Teten Masduki. []